Al Abyadh Volume 5. No 2. Desember 2022 . PENGARUH MEDIA PUZZLE HURUF TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL HURUF PADA ANAK USIA DINI 4-5 TAHUN DI TK ISLAM HANIFA KARAWANG Mita Dewi Purnamasari1. Astuti Darmiyanti2. Feronica Eka Putri3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Singaperbangsa Karawang dewiyan895@gmail. com, astuti. darmiyanti@fai. id, feronica. ekaputri@fai. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Puzzel Letters terhadap keterampilan pengenalan huruf siswa PAUD. TK Islam Hanifa Karawang. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan desain penelitian eksperimen kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah PreExperimental Designs dengan model One Group Pretest Posttest. Penelitian ini melibatkan 10 siswa, terdiri dari enam perempuan dan empat laki-laki. Penelitian ini menggunakan tes awal . untuk mengetahui kemampuan awal anak sebelum mendapatkan terapi . dengan pembelajaran memanfaatkan media puzzle, serta tes akhir . untuk menilai kemampuan akhir anak setelah diberikan perlakuan dengan media letter puzzle. Data tersebut kemudian dihitung dengan menggunakan metode analisis data deskriptif kuantitatif untuk menentukan dan mengkarakterisasi hasil dari data lapangan yang dikumpulkan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dengan Paired Samples T-Test diperoleh nilai signifikansi yaitu Thitung sebesar 6,885 > Ttabel sebesar 2,262 dengan . , dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata antara pretest dan posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa media Puzzle Huruf berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mengenal huruf pada anak usia dini. -5 di TK Islam Hanifa. Karawang. Kata kunci: Media Puzzle. Kemampuan Mengenal Huruf. Anak Usia Dini THE EFFECT OF LETTERS PUZZLE MEDIA ON THE ABILITY TO RECOGNIZE LETTERS IN EARLY 4-5 YEAR CHILDREN IN TK ISLAM HANIFA KARAWANG Mita Dewi Purnamasari1. Astuti Darmiyanti2. Feronika Eka Putri3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Universitas Singaperbangsa Karawang dewiyan895@gmail. com, astuti. darmiyanti@fai. id, feronica. ekaputri@fai. Abstract This research intends to investigate the influence of Puzzel Letters media on early childhood students' letter recognition skills. A Islamic Kindergarten Hanifa Karawang. In this study, the researcher used a quantitative experimental research design. The study design used is a PreExperimental Designs with One Group Pretest Posttest model. This research included 10 pupils, including six females and four guys. This research used an initial test . to establish the child's initial ability before to receiving therapy . with learning utilizing puzzle media, as well as a final test . to assess the children's final ability after treatment with letter puzzle media. The data is then computed using descriptive quantitative data analysis methods to determine and characterize the outcomes of the field data collected. Based on the results of hypothesis testing with the Paired Samples T-Test, the significance value obtained is Tcount of 6. 885 > Ttable of 2. 262 with sig. , thus Ho is rejected and Ha is accepted, indicating that there is an average difference between the pretest and posttest, so it can be concluded that the Letter Puzzle media has a significant effect on the ability to recognize letters in early childhood. -5 at Hanifa Islamic Kindergarten. Karawang. Keywords: Media puzzle. Ability to recognize letters. Early Childhood Al Abyadh ISSN: 2620-7265 E-ISSN: 2775-7080 Pengaruh Media Puzzle Huruf TerhadapKemampuan A- 60 Mita Dewi Purnamasari. Astuti Darmiyanti. Feronica Eka Putri Pendahuluan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu bentuk organisasi tertentu yang bertugas meletakkan dasar bagi masa perkembangan anak usia dini serta bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh, pikiran, emosi, keterampilan sosial, dan Sebelum anak-anak melanjutkan ke sekolah dasar, pendidikan anak usia dini menjadi fokus dan landasan Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pemberian rangsangan pendidikan untuk perkembangan jasmani dan rohani guna mempersiapkan anak ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Pendidikan anak usia dini merupakan jenis pembinaan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun (Novan, 2. Saat ini perkembangan otak mengalami percepatan yang sangat pesat (Yuliani Nurani Sujiono: 2. Pembinaan anak-anak pendidikan tinggi sejak usia dini, kadangkadang dikenal sebagai "masa emas", perkembangan yang luar biasa. Usia dini merupakan masa yang ideal untuk melatih dan mengembangkan kecerdasan ganda, menurut Harun Rasyid dalam Nurlaili . Pada masa golden age anak sangat mudah diberikan stimulasi, karena perkembangan kecerdasan anak terbentuk sangat cepat dan Hampir semua wanita yang sedang mempertimbangkan untuk memiliki anak melewati tahap sensitif dimana mereka ingin tumbuh dan berkembang dengan cepat. Namun, karena proses perkembangan setiap orang berbeda, setiap anak akan menjadi unik. tetapi jika anak menerima stimulasi yan intens dan sesuai dari lingkungannya, ia akan dapat tumbuh dan berkembang secara baik. Waktu terbaik untuk membina potensi anak di semua bidang perkembangan adalah Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 selama masa emasnya. Oleh sebab itu, untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan pada potensi tertinggi mereka, dibutuhkan keadaan dan stimulasi harus disesuai dengan kebutuhan individu sehingga tumbuh kembang tercapai dengan Berdasarkan Permendikbud No. Tahun 2014, yang membahas masalah perkembangan anak usia dini seperti yang berkaitan dengan norma moral dan agama, kemampuan fisik dan motorik, kognitif, bahasa, sosial dan emosional, dan ekspresi Salah satu dari enam bidang pertumbuhan yang harus dibina adalah perkembangan bahasa. Keterampilan bahasa yang baik diperlukan untuk komunikasi, terutama untuk anak-anak yang sudah berada di lingkungan prasekolah. Semua orang dan segala sesuatu dapat menerima pesan melalui Menurut (Rahmadani et al. , 2. anak usia dini perlu memperoleh keterampilan berbahasa agar dapat berpikir dan mengalami baik kehidupan mereka sendiri maupun kehidupan orang lain. Oleh karena itu, belajar bahasa sangat penting bagi anak-anak. Hal ini sesuai dengan penegasan Feronica (Nurmala et al. , 2. bahwa perkembangan bahasa sejak bayi hingga masa kanak-kanak sangat penting dalam artikel jurnalnya Meningkatkan Keaksaraan Dini Pada Anak Kelompok B Menggunakan Media Kartu Raksasa di PAUD Nurrohmah. Karena memungkinkan interaksi dengan lingkungannya dan orang lain di sekitarnya, anak dapat berkomunikasi dan berpikir dengan mengubah pengalamannya menjadi simbol melalui penggunaan bahasa, menurut Ahmad Susanto dalam (Robinganti dan Zakiyah, 2. Anak-anak berbicara bahasa yang telah berevolusi dan mereka peroleh melalui Selain itu, lingkungan tempat tinggal anak berkontribusi dan melengkapi perkembangan bahasa mereka (Ahmad Sugiono, 2. Anak-anak antara usia empat dan lima tahun baru mulai mengembangkan keterampilan bahasa dan Pengaruh Media Puzzle Huruf TerhadapKemampuan A- 61 Mita Dewi Purnamasari. Astuti Darmiyanti. Feronica Eka Putri kemampuan mereka untuk berbicara lebih baik dibandingkan dengan orang dewasa. Anak-anak pada usia ini telah menguasai 500 kosa kata dan secara aktif menggunakannya ketika berbicara dengan orang lain (Jamaris Martini, 2. Dengan setiap tahun seorang anak menjadi lebih tua, keterampilan linguistik mereka tumbuh lebih lengkap. Perkembangan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh orang tua dan lingkungan tempat mereka tinggal. Proses belajar pada titik ini sangat ditentukan oleh perkembangan tersebut, oleh karena itu orang tua Memberi contoh yang baik, mendorong anak-anak untuk belajar. Program pengembangan bahasa untuk anak berbasis Permendikbud memasukkan representasi lingkungan belajar dalam konteks bermain untuk pertumbuhan kematangan bahasa anak (Permendikbud. Sesuai dengan hal tersebut, proses perkembangan bahasa anak dapat dicapai melalui berbagai kegiatan bermain yang akan mengembangkan bakat anak tanpa Kemampuan mengenali huruf adalah keterampilan linguistik yang harus dikembangkan dan dipersiapkan sejak masa bayi untuk tingkat sekolah berikutnya. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan permainan yang menarik minat anak-anak sambil perkembangan bahasa. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa permainan anakanak akan banyak mengajari mereka. Kemampuan mengenali tanda-tanda dan ciri-ciri tanda naskah tertulis, yaitu huruf-huruf yang menunjukkan bunyi kebahasaan, itulah yang disinggung oleh Carol Seefelt dan Barbara A. Wasik (Rahayuningsih et al. , 2. Wasik digambarkan sebagai orang yang melek Kemampuan mengidentifikasi huruf merupakan tahap perkembangan anak dari tidak mengerti menjadi memahami keterkaitan antara bunyi huruf, menurut Etianingsih dalam (Vortuna et al. , 2. Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 sehingga anak dapat mengenali huruf dan Burnet di Sari et al. juga berpendapat bahwa sangat penting mengidentifikasi huruf, yang mereka capai dengan mencari di sekitar mereka untuk huruf Latin, huruf Arab, dan simbol mengarah pada kesimpulan bahwa fitur dan indikator literasi tentang hubungan antara huruf Latin, huruf Arab, dan bentuk suara lainnya diperkenalkan melalui kemampuan untuk mengenali huruf. Menurut standar Tingkat Pencapaian Tumbuh Kembang (STTPA) untuk anak usia 4-5 tahun di bidang literasi bahasa, anak harus dapat mengenali simbol, mengenali suara binatang dan benda di bermakna, dan meniru . enulis dan mengucapka. huruf A-Z. berdasarkan temuan observasi yang dikumpulkan oleh kelompok A. PAUD islam Hanifa secara umum sudah mengajar dengan baik. Akan tetapi dalam mengenalkan huruf pada anak, guru belum memberikan kontribusi secara maksimal. Hal ini terlihat saat kegiatan belajar mengajar didalam kelas yakni guru hanya memberikan materi dan melalui lembar kerja anak saja tanpa adanya media pembelajaran yang digunakan. Dalam permasalahan ini, peneliti mencoba menggunakan Puzzle Huruf untuk membantu mengembangkan daya ingat anak dan minat belajar anak dan mengasah kemampuan mengenal huruf anak. Menurut Sari dalam (Amalia, 2. media Puzzle terdapat beberapa macam desain, salah satunya media Puzzle Huruf. Media ini terdiri dari huruf-huruf individual yang dapat disusun ulang untuk membentuk untaian kata-kata tergantung pada puzzle huruf yang digunakan. Puzzle dalam (Futihat et al. adalah jenis permaianan yang lebih menguji kreativitas dan daya ingat siswa, namun tetap menyenangkan karena dapat dimainkan Pengaruh Media Puzzle Huruf TerhadapKemampuan A- 62 Mita Dewi Purnamasari. Astuti Darmiyanti. Feronica Eka Putri berulang-ulang. Kesulitan dalam permainan ini akan selalu ingin mencoba dan terus mencoba lagi sampai berhasil. Menurut Madyawati dalam (Rishantie et al. mengatakan bahwa Bermain dengan media puzzle huruf merupakan strategi yang sesuai dengan kepribadian dan tahapan perkembangan anak. Hal ini dimaksudkan agar dengan memanfaatkan permainan puzzle huruf, anak akan menjadi lebih tertarik dan termotivasi untuk melakukan kemampuan membaca. Mengingat meningkatkan keterampilan pengenalan huruf anak-anak di usia dini, maka proses belajar yang diberikan kepada anak seharusnya melalui kegiatan bermain dan Berdasarkan permasalah diatas, untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf agar tidak merasa bosan dengan pembelajaran yang hanya difokuskan pada satu kegiatan saja. Maka dari itu. Media puzzle huruf merupakan salah satu sumber yang dapat dimanfaatkan oleh guru. Metode. Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu bentuk organisasi tertentu yang bertugas meletakkan dasar bagi masa perkembangan anak usia dini serta bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh, pikiran, emosi, keterampilan sosial, dan Sebelum anak-anak melanjutkan ke sekolah dasar, pendidikan anak usia dini menjadi fokus dan landasan Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pemberian rangsangan pendidikan untuk perkembangan jasmani dan rohani guna mempersiapkan anak ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Pendidikan anak usia dini merupakan jenis pembinaan bagi anak sejak Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 lahir sampai dengan usia enam tahun (Novan, 2. Saat ini perkembangan otak mengalami percepatan yang sangat pesat (Yuliani Nurani Sujiono: 2. Pembinaan anak-anak pendidikan tinggi sejak usia dini, kadangkadang dikenal sebagai "masa emas", perkembangan yang luar biasa. Usia dini merupakan masa yang ideal untuk melatih dan mengembangkan kecerdasan ganda, menurut Harun Rasyid dalam Nurlaili . Pada masa golden age anak sangat mudah diberikan stimulasi, karena perkembangan kecerdasan anak terbentuk sangat cepat dan Hampir semua wanita yang sedang mempertimbangkan untuk memiliki anak melewati tahap sensitif dimana mereka ingin tumbuh dan berkembang dengan cepat. Namun, karena proses perkembangan setiap orang berbeda, setiap anak akan menjadi unik. tetapi jika anak menerima stimulasi yan intens dan sesuai dari lingkungannya, ia akan dapat tumbuh dan berkembang secara baik. Waktu terbaik untuk membina potensi anak di semua bidang perkembangan adalah selama masa emasnya. Oleh sebab itu, untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan pada potensi tertinggi mereka, dibutuhkan keadaan dan stimulasi harus disesuai dengan kebutuhan individu sehingga tumbuh kembang tercapai dengan Berdasarkan Permendikbud No. Tahun 2014, yang membahas masalah perkembangan anak usia dini seperti yang berkaitan dengan norma moral dan agama, kemampuan fisik dan motorik, kognitif, bahasa, sosial dan emosional, dan ekspresi Salah satu dari enam bidang pertumbuhan yang harus dibina adalah perkembangan bahasa. Keterampilan bahasa yang baik diperlukan untuk komunikasi, terutama untuk anak-anak yang sudah berada di lingkungan prasekolah. Semua orang dan segala sesuatu dapat menerima pesan melalui Pengaruh Media Puzzle Huruf TerhadapKemampuan A- 63 Mita Dewi Purnamasari. Astuti Darmiyanti. Feronica Eka Putri Menurut (Rahmadani et al. , 2. anak usia dini perlu memperoleh keterampilan berbahasa agar dapat berpikir dan mengalami baik kehidupan mereka sendiri maupun kehidupan orang lain. Oleh karena itu, belajar bahasa sangat penting bagi anak-anak. Hal ini sesuai dengan penegasan Feronica (Nurmala et al. , 2. bahwa perkembangan bahasa sejak bayi hingga masa kanak-kanak sangat penting dalam artikel jurnalnya Meningkatkan Keaksaraan Dini Pada Anak Kelompok B Menggunakan Media Kartu Raksasa di PAUD Nurrohmah. Karena memungkinkan interaksi dengan lingkungannya dan orang lain di sekitarnya, anak dapat berkomunikasi dan berpikir dengan mengubah pengalamannya menjadi simbol melalui penggunaan bahasa, menurut Ahmad Susanto dalam (Robinganti dan Zakiyah, 2. Anak-anak berbicara bahasa yang telah berevolusi dan mereka peroleh melalui Selain itu, lingkungan tempat tinggal anak berkontribusi dan melengkapi perkembangan bahasa mereka (Ahmad Sugiono, 2. Anak-anak antara usia empat dan lima tahun baru mulai mengembangkan keterampilan bahasa dan kemampuan mereka untuk berbicara lebih baik dibandingkan dengan orang dewasa. Anak-anak pada usia ini telah menguasai 500 kosa kata dan secara aktif menggunakannya ketika berbicara dengan orang lain (Jamaris Martini, 2. Dengan setiap tahun seorang anak menjadi lebih tua, keterampilan linguistik mereka tumbuh lebih lengkap. Perkembangan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh orang tua dan lingkungan tempat mereka tinggal. Proses belajar pada titik ini sangat ditentukan oleh perkembangan tersebut, oleh karena itu orang tua Memberi contoh yang baik, mendorong anak-anak untuk belajar. Program pengembangan bahasa untuk anak berbasis Permendikbud memasukkan representasi lingkungan belajar dalam konteks bermain untuk pertumbuhan Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 kematangan bahasa anak (Permendikbud. Sesuai dengan hal tersebut, proses perkembangan bahasa anak dapat dicapai melalui berbagai kegiatan bermain yang akan mengembangkan bakat anak tanpa Kemampuan mengenali huruf adalah keterampilan linguistik yang harus dikembangkan dan dipersiapkan sejak masa bayi untuk tingkat sekolah berikutnya. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan permainan yang menarik minat anak-anak sambil perkembangan bahasa. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa permainan anakanak akan banyak mengajari mereka. Kemampuan mengenali tanda-tanda dan ciri-ciri tanda naskah tertulis, yaitu huruf-huruf yang menunjukkan bunyi kebahasaan, itulah yang disinggung oleh Carol Seefelt dan Barbara A. Wasik (Rahayuningsih et al. , 2. Wasik digambarkan sebagai orang yang melek Kemampuan mengidentifikasi huruf merupakan tahap perkembangan anak dari tidak mengerti menjadi memahami keterkaitan antara bunyi huruf, menurut Etianingsih dalam (Vortuna et al. , 2. sehingga anak dapat mengenali huruf dan Burnet di Sari et al. juga berpendapat bahwa sangat penting mengidentifikasi huruf, yang mereka capai dengan mencari di sekitar mereka untuk huruf Latin, huruf Arab, dan simbol mengarah pada kesimpulan bahwa fitur dan indikator literasi tentang hubungan antara huruf Latin, huruf Arab, dan bentuk suara lainnya diperkenalkan melalui kemampuan untuk mengenali huruf. Menurut standar Tingkat Pencapaian Tumbuh Kembang (STTPA) untuk anak usia 4-5 tahun di bidang literasi bahasa, anak harus dapat mengenali simbol, mengenali suara binatang dan benda di bermakna, dan meniru . enulis dan mengucapka. huruf A-Z. Pengaruh Media Puzzle Huruf TerhadapKemampuan A- 64 Mita Dewi Purnamasari. Astuti Darmiyanti. Feronica Eka Putri berdasarkan temuan observasi yang dikumpulkan oleh kelompok A. PAUD islam Hanifa secara umum sudah mengajar dengan baik. Akan tetapi dalam mengenalkan huruf pada anak, guru belum memberikan kontribusi secara maksimal. Hal ini terlihat saat kegiatan belajar mengajar didalam kelas yakni guru hanya memberikan materi dan melalui lembar kerja anak saja tanpa adanya media pembelajaran yang digunakan. Dalam permasalahan ini, peneliti mencoba menggunakan Puzzle Huruf untuk membantu mengembangkan daya ingat anak dan minat belajar anak dan mengasah kemampuan mengenal huruf anak. Menurut Sari dalam (Amalia, 2. media Puzzle terdapat beberapa macam desain, salah satunya media Puzzle Huruf. Media ini terdiri dari huruf-huruf individual yang dapat disusun ulang untuk membentuk untaian kata-kata tergantung pada puzzle huruf yang digunakan. Puzzle dalam (Futihat et al. adalah jenis permaianan yang lebih menguji kreativitas dan daya ingat siswa, namun tetap menyenangkan karena dapat dimainkan berulang-ulang. Kesulitan dalam permainan ini akan selalu ingin mencoba dan terus mencoba lagi sampai berhasil. Menurut Madyawati dalam (Rishantie et al. mengatakan bahwa Bermain dengan media puzzle huruf merupakan strategi yang sesuai dengan kepribadian dan tahapan perkembangan anak. Hal ini dimaksudkan agar dengan memanfaatkan permainan puzzle huruf, anak akan menjadi lebih tertarik dan termotivasi untuk melakukan kemampuan membaca. Mengingat keterampilan pengenalan huruf anak-anak di usia dini, maka proses belajar yang diberikan kepada anak seharusnya melalui kegiatan bermain dan sesuai dengan Berdasarkan permasalah diatas, untuk membantu peserta didik dalam Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 meningkatkan kemampuan mengenal huruf agar tidak merasa bosan dengan pembelajaran yang hanya difokuskan pada satu kegiatan saja. Maka dari itu. Media puzzle huruf merupakan salah satu sumber yang dapat dimanfaatkan oleh guru. Hasil. Penelitian. dan Pembahasan Kondisi awal TK Islam Hanifa Karawang, sebelum penelitian selesai, masih menunjukkan kekurangan dalam kemampuan mengenali huruf di kelompok Terlihat jelas bahwa mayoritas siswa di kelas berjuang dengan pengenalan simbol, pengurutan huruf, dan pencocokan huruf. Peneliti akan memberikan tes pertama . dan tes akhir . kepada siswa kelompok A sebagai bagian dari prosedur pengumpulan data. Setelah dilakukan pretest dan posttest. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dan menarik kesimpulan tentang distribusi nilai sebelum dan sesudah tes, serta jumlah mata pelajaran yang menunjukkan peningkatan selama masa Jumlah skor dapat digunakan untuk menghitung perbedaan rata-rata antara pradan pasca-tes untuk kelompok A. Tabel 1. Deskripsi data hasil pre-post Kemampuan mengenal huruf pada anak usia Deskripsi Data Nilai tertinggi Nilai terendah Rata-rata (Mea. Median Modus Varians Standar Deviasi impangan Jumlah skor data mentah Pre Test Post Test 30,10 5,466 112,66 10,61 Pengaruh Media Puzzle Huruf TerhadapKemampuan A- 65 Mita Dewi Purnamasari. Astuti Darmiyanti. Feronica Eka Putri Dari tabel dapat terlihat hasil dari 10 siswa mengikuti pretest untuk mengukur keterampilan pengenalan huruf mereka sebelum menerima perlakuan dengan Puzzle Huruf. skor tertinggi yang mereka dapatkan skor terendah yang mereka dapatkan adalah 20. rata-rata skor yang mereka peroleh adalah 30,9. skor rata-rata yang mereka dapatkan adalah 33. skor modus yang mereka peroleh adalah 33. varians yang didapat adalah 30,10. simpangan baku yang didapat adalah 5. dan total skor data yang mereka dapatkan adalah 309. Pada tabel tersebut dapat kita lihat bahwa hasil posttest berkisar antara tertinggi 60 sampai terendah 23, dengan skor rata-rata 46, skor median 45, skor modus 44, varians 112,667, standar deviasi sebesar 10,61, dan skor data total 460. Perbedaan antara skor rata-rata pada pra-dan pasca-tes . asingmasing -309 dan 460,) menunjukkan bahwa keterampilan pengenalan huruf anak-anak telah meningkat. Tabel 2. Uji Normalitas Tabel 3. Ouput One Way Anova Uji Homogenitas ANOVA Pretest Posttest Sum of Squares Between Groups Within Groups Total Mean Square Sig. Tanda tangan. sebesar 0,264 > . menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara nilai pre-test dan post-test. Setelah memastikan bahwa data kami sesuai dengan distribusi normal dan konsisten dengan prediksi kami, kami akan menggunakan uji Pired Sample T untuk menilai hipotesis dalam penelitian ini. Uji hipotesis dilakukan untuk melihat apakah ada perubahan kemampuan pengenalan huruf anak antara fase pra dan pasca tes. Tabel 4. Output Uji-t . -tes. kemampuan mengenal huruf Paired Samples Statistics Pair Prete Postt Mean Std. Std. Error Deviation Mean Paired Samples Correlations Pair Di SPSS, kami menjalankan uji normalitas pada data untuk nilai pretest, dan hasil Asymp. Sig . -taile. adalah 0,079 > . , menunjukkan bahwa nilai pretest mengikuti distribusi normal. Meskipun demikian, data nilai posttest berdistribusi normal, dibuktikan dengan hasil Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,162 > . dari pengujian uji normalitas. Al Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 5. No 2. Desember 2022 Pretest & Posttest Correlati Sig. Paired Differences Confidenc Std. e Interval Std. Erro of the Sig. Dev Difference . Mea iatio Me Low Upp d taile t f . Pai Pre - 6. - 9 . r 1 test 15. 1 354 931 20. 7 061 387 88 Pengaruh Media Puzzle Huruf TerhadapKemampuan A- 66 Mita Dewi Purnamasari. Astuti Darmiyanti. Feronica Eka Putri Ho ditolak dan Ha disetujui karena uji hipotesis menunjukkan nilai Thitung sebesar 6,885 > T tabel 2,262 digambarkan dengan sig. pada tabel Paired Sample TTest. bisa diartikan bahwa ada perbedaan rata-rata antara pretest dengan posttest sehingga dapat Keterampilan prasekolah sangat dipengaruhi oleh paparan media puzzle huruf. Oleh karena itu, media Puzzle Huruf keterampilan pengenalan huruf anakanak antara usia 4 5. Anak mengalami peningkatan kemampuan mengenal hurufnya setelah diberikan perlakuan dengan media puzzle huruf. Melihat hasil dari penelitian tersebut melalui media Puzzle Huruf dalam pembelajaran dalam Penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan pengenalan huruf pada anak kecil dipengaruhi oleh media seperti Puzzle Huruf. dengan perhitungan uji-t menggunakan Selisih rata-rata antara pretest dan posttest, ditunjukkan oleh nilai Paired Sample T- Test Thitung sebesar 6,885 > Ttabel 2,262 dengan sig. < . menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari media Puzzle Huruf terhadap kemampuan anak usia dini dalam mengenal huruf. Ho ditolak dan Ha diterima. Saran yang dapat diberikan dari kesimpulan di atas: Peneliti sebelumnya bisa memberikan hasil yang berbeda yakni dengan menggunakan media puzzle huruf terhadap kemampuan mengenal huruf pada anak usia dini 4-5 di Tk Islam Hanifa Karawang membantu dan menambah media untuk guru lebih kreatif menggunakannya. Peneliti masa depan di bidang literasi diharapkan untuk bereksperimen dengan media yang lebih beragam dan inventif, khususnya dalam hal mengidentifikasi huruf dengan berbagai tema dan lokasi. DAFTAR PUSTAKA