PROCEDURAL FLUENCY MAHASISWA BERKEMAMPUAN TINGGI PADA PEMBELAJARAN ALJABAR MATRIKS MELALUI PENGGUNAAN MAPLE Reza Kusuma Setyansah1. Titin Masfingatin2 Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. IKIP PGRI MADIUN email: rezasetyansah@gmail. Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. IKIP PGRI MADIUN email: rezasetyansah@gmail. Abstract The purpose of this study was to describe the smooth procedural . rocedural fluenc. students in determining the value of the determinant of the matrix using the MAPLE program. This research is a descriptive qualitative research subject is the third semester students of mathematics education courses MADIUN PGRI TeachersAo Training College. Data collection techniques using observational Analysis of the data by using the results of observations on the first and second meetings. Credibility or degree of confidence in this research is by triangulation time. The results of this study can be concluded that students with high ability to: . have good skills in applying the procedure accurately, efficiently, and flexibly. has a good ability in transferring the procedure at issue and different contexts. has a good ability to build or modify the procedure from another procedure, and . has a good ability to identify strategies or procedures more precise, using the commands in the MAPLE program but does not perform in accordance with the settlement procedures. Students with moderate capabilities: . have good skills in applying the procedure accurately, efficiently, and flexibly. has a good ability in transferring the procedure at issue and different . has a good ability to build or modify the procedure from another procedure, and . has a good ability to identify strategies or procedures more precise, using the commands in the MAPLE program and perform settlement in accordance with the procedure. Students with lower capabilities: . have a poor ability in applying the procedure accurately, efficiently, and flexibly. the ability of poor / substandard in the transfer procedure in the matter and a different context. have a poor ability to build or modify the procedure from another procedure, and . has a good ability to identify strategies or procedures more precise, using the commands in the MAPLE program but does not perform in accordance with the settlement procedures. Keywords: Procedural Fluency. Matrix Algebra. MAPLE Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelancaran prosedural . rocedural fluenc. mahasiswa dalam menentukan nilai determinan matriks menggunakan program MAPLE. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah mahasiswa semester i program studi pendidikan matematika IKIP PGRI MADIUN. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi. Analisis data dengan menggunakan hasil observasi pada Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 29-36 pertemuan pertama dan kedua. Kredibilitas atau derajat kepercayaan pada penelitian ini adalah dengan triangulasi waktu. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa dengan kemampuan tinggi: . memiliki kemampuan yang baik dalam menerapkan prosedur secara akurat, efisien, dan fleksibel. memiliki kemampuan yang baik dalam mentransfer prosedur pada masalah dan konteks yang berbeda. memiliki kemampuan yang baik dalam membangun atau memodifikasi prosedur dari prosedur lain dan . memiliki kemampuan yang baik dalam mengenali strategi atau prosedur yang lebih tepat, yaitu menggunakan perintah dalam program MAPLE tetapi tidak melakukan penyelesaian sesuai dengan prosedur. Mahasiswa dengan kemampuan sedang: . memiliki kemampuan yang baik dalam menerapkan prosedur secara akurat, efisien, dan fleksibel. memiliki kemampuan yang baik dalam mentransfer prosedur pada masalah dan konteks yang berbeda. memiliki kemampuan yang baik dalam membangun atau memodifikasi prosedur dari prosedur lain dan . memiliki kemampuan yang baik dalam mengenali strategi atau prosedur yang lebih tepat, yaitu menggunakan perintah dalam program MAPLE dan melakukan penyelesaian sesuai dengan prosedur. Mahasiswa dengan kemampuan rendah: . memiliki kemampuan yang kurang baik dalam menerapkan prosedur secara akurat, efisien, dan fleksibel. memiliki kemampuan yang kurang baik/kurang lancar dalam mentransfer prosedur dalam masalah dan konteks yang berbeda. memiliki kemampuan yang kurang baik dalam membangun atau memodifikasi prosedur dari prosedur lain dan . memiliki kemampuan yang baik dalam mengenali strategi atau prosedur yang lebih tepat, yaitu menggunakan perintah dalam program MAPLE tetapi tidak melakukan penyelesaian sesuai dengan prosedur. Kata Kunci: Procedural. Fluency. Aljabar Matriks. MAPLE PENDAHULUAN baik yang rutin maupun tidak rutin. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) menyatakan bahwa lulusan setara S1 harus memiliki berbagai kompetensi. Salah satunya hal yang dapat dipetik dari pernyataan tersebut adalah tujuan pembelajaran di perguruan tinggi harus dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar mempunyai kemampuan dalam memformulasikan penyeA lesaian masalah secara procedural dengan memanAfaatkan ilmu pengetahuan dan tekA nologi (IPTEKS). Untuk mewujudkan tujuan dari KKNI tersebut, maka dalam proses pemA belajaran/perkuliahan diupayakan agar mahaA siswa mempunyai kesempatan dan ruang yang lebih banyak melakukan kegiatan yang meliAbatkan penggunaan suatu prosedur. Hal yang mungkin untuk dilakukan adalah dengan latihan-latihan. Dengan latihan ini diharapkan mahaAsiswa mempunyai pengetahuan terkait suatu prosedur dan dapat menggunakannya secaAra lancar dalam penyelesaian suatu masalah Kelancaran procedural . rocedural fluenc. meruApakan salah satu bagian dari kecakapan matematis . athematical proficenc. Menurut Kilpatrick . kecakapan matematis memiA liki komponen-komponen yang tidak dapat dipisahkan, yaitu: . pemahaman konseptual . onceptual understandin. kelancaran prosedural . rocedural fluenc. kompetensi strategis . trategic competenc. penalaran adaptif . daptive reasonin. disposisi produktif . roductive dispositio. Kelima komponen . kecakapan matematis ini bukan sesuatu yang terpisah-pisah, melainkan saling jalin-menjalin menjadi satu kecakapan yang mewakili aspek-aspek yang berbeda dalam sesuatu yang kompleks. Kelancaran prosedural . rocedural fluenA c. mengacu pada pengetahuan tentang proA sedur, pengetahuan tentang kapan dan bagaiA mana menggunakannya secara tepat, dan keterampilan melakukan prosedur secara flekA Setyansah. Masfingatin. Procedural Fluency Mahasiswa Berkemampuan Tinggi . sibel, akurat, dan efisien (Djamilah Bondan Widjajanti, 2. Seorang mahasiswa dikaA takan mempunyai kelancaran procedural jika mahasiswa mampu: . menggunakan proasedur dengan benar. memanfaatkan prosedur dengan baik. memilih prosedur dengan tepat. memperkirakan hasil suatu proAsedur. memodifikasi atau memperhalus dan . mengembangkan prosedur. Dengan kelancaran procedural yang dimiliki dapat dimungkinkan seorang mahasiswa lebih cenderung mendapatkan kesuksesan dalam penyelesaian masalah. Dapat dikatakan bahwa kelancaran prosedural sangat mendukung keberhasilan mahasiswa dalam belajarnya. Dengan mempelajari algoritma sebagai suatu Auprosedur umumAy, mahasiswa dapat memA peroleh informasi tentang fakta bahwa mateA matika itu terstruktur . angat terorganisir, penuh dengan pola, dapat diprediks. dan bahAwa sebuah prosedur yang dikembangkan dengan hati-hati bisa menjadi alat yang ampuh untuk menyelesaikan tugas-tugas rutin. Hasil belajar tidak hanya dapat dilihat dari kemampuan peserta didik dalam hal kognitif, tetapi juga dapat dilihat dari perubahan yang lain. Perbuatan dan hasil belajar dapat dimanifestasikan dalam wujud: . penambahan materi pengetahuan berupa fakta, prinsip hukum atau kaidah, prosedur atau pola kerja atau teori sistem nilai-nilai, . penguasaan pola-pola perilaku kognitif . engamatan proses berfikir, mengingat atau mengenal kembali, perilaku afektif . ikap-sikap apresiasi atau penghayata. perubahan dalam sifat-sifat kepribadian yang tangible maupun intangible (Syaiful Sagala, 2. Proses pembelajaran di perguruan tingAgi biasanya berupa perkuliahan yang cenAderung bersifat konvensional. Dosen mendemonsAtrasiA kan/menjelaskan suatu pengetahuan atau suatu prosedur terkait suatu materi dan mahasiswa menerima dan melakukan hal-hal sesuai yang dilakukan dosen. Hal ini seringkali membuat mahasiswa merasa bosan. Sehingga perlu dicari solusi dari permasalahan ini salah satunya yaitu dengan memanfaatkan teknologi ICT. Hal ini juga sejalan dengan tujuan dari KKNI bahwasanya seorang lulusan S1 harus mampu memanfaatkan IPTEKS untuk menyeAlesaikan permasalahan terkait bidang ilmunya. MAPLE adalah salah satu paket program atau program aplikasi matematika yang berA basis komputer. MAPLE mampu melakukan perhitungan-perhitungan dengan cepat, mampu menyeAlesaikan persamaan-persamaan dalam mateAmatika, serta mampu menggambarkan grafik fungsi matematika, simulasi modeling bahAkan dapat menampilkan gambar dalam benA tuk animasi. Program maple mampu menjadi solusi dalam berbagai topik matematika, seperti analisis numerik, aljabar simbolik, kalkulus, persaAmaan diferensial, aljabar linear, simulasi dan visualisasi. Maple digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Aljabar matriks adalah salah satu mata kuliah yang diprogram oleh mahasiswa pendidikan matematika semesA ter i. Materi-materi yang terkandung dalam mata kuliah ini sangat penting dan wajib dikuA asai oleh mahasiswa karena akan menjadi praA syarat bagi mata kuliah yang lainnya, yaitu Aljabar Linier. Struktur Aljabar dan Analisis Numerik. Oleh sebab itu, penguasaan terhadap materi aljabar matriks mutlak diperlukan bagi mahasiswa pendidikan matematika. Salah satu pokok bahasan dalam Aljabar Matriks adalah determinan Matriks. Untuk meAnenAtukan nilai suatu determinan matriks sebenarnya tidaklah sulit. Namun sebagian besar mahasiswa menemui kendala ketika ordo matriks yang diberikan lebih besar dari Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 29-36 Berdasarkan pengalaman peneliti selama mengAamApu mata kuliah ini, sebagaian besar mahasiswa cenderung malas untuk melakukan iterasi pada penentuan determinan matriks ordo lebih dari tiga. Kemalasan ini muncul ketika mahasiswa terlalu banyak melakukan perhiA tungan yang sangat melelahkan dan rumit. MahaAsiswa seolah frustasi dalam belajarnya kareAna sedikit saja melakukan kesalahan akan berAimAbas pada kegagalan pada hasil akhir penyeAlesaian. Hal ini mengakibatkan maA hasiswa tidak dapat maksimal dalam belajar. Oleh sebab itu peneliti terdorong untuk melaA kukan melakukan penelitian terkait kelanAcaran prosedur . rocedural fluenc. mahasiswa pada pembelajaran aljabar matriks mengAgunakan media MAPLE. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuaA Penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah hasil pekerjaan dari subjek penelitian ketika subjek mengerjakan soal yang berkaitan dengan materi determinan menggunakan program MAPLE. Subjek dalam penelitian ini adalah mahaA siswa semester i Program Studi Pendidikan Matematika IKIP PGRI MADIUN Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian dipilih 3 mahasiswa yang memiliki kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah. Kriteria penentuan subjek penelitian ini didasarkan pada nilai UTS dan nilai tes kemampuan awal menggunakan program MAPLE. Fokus hasil penelitian mengaAcu pada Subjek penelitian dipilih mahaA siswa yang memiliki kemampuan awal tinggi. Pengumpulan data dilakukan dengan metoA de observasi. Kredibilitas atau derajat keperA cayaan . tau validitas data pada penelitian nonA kualitati. pada penelitian ini adalah dengan teknik triangulasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Penelitian diperoleh dari observasi hasil rekaman pekerjaan masing-masing subjek dalam menentukan nilai determinan suatu matriks dengan menggunakan program MAPLE. Selanjutnya data dianalisis untuk mengetahui kelancaran procedural . rocedural fluenc. masing-masing subjek dalam penentuan deterA minan suatu matriks menggunakan program MAPLE. Pembahasan ini meliputi proses proA cedural fluency mahasiswa dalam: . kemamA puan untuk menerapkan prosedur secara akurat, efisien, dan fleksibel, . kemampuan untuk menAtransfer prosedur dalam masalah dan konAteks yang berbeda, . kemampuan untuk memAbangun atau memodifikasi prosedur dari proAsedur lain, . kemampuan untuk mengenali ketika salah satu strategi atau prosedur yang lebih tepat untuk diterapkan daripada yang lain. Analisis Data Subjek Berkemampuan Tinggi Data Observasi 1 Analisis kelancaran prosedur . rocedural fluenc. dari subjek dengan kemampuan tinggi pada pembelajaran mata kuliah aljabar matriks dengan menggunakan program MAPLE yang meliputi kemampuan subjek dalam: . menerapkan prosedur secara akuArat, efisien, dan fleksibel, . mentransfer proAsedur dalam masalah dan konteks yang berbeda, . membangun atau memodifikasi proAsedur dari prosedur lain, dan . mengenali keAtika salah satu strategi atau prosedur yang lebih tepat untuk diterapkan daripada yang lain berdasarkan hasil pekerjaan dengan mengA gunakan program MAPLE dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Setyansah. Masfingatin. Procedural Fluency Mahasiswa Berkemampuan Tinggi . Tabel 1 Analisis Kelancaran Prosedural . rocedural fluenc. Subjek Berkemampuan Tinggi Kemampuan untuk Kemampuan untuk mengenali ketika salah Kemampuan untuk mentransfer prosedur satu strategi atau menerapkan prosedur secara dalam masalah dan prosedur yang lebih akurat, efisien, dan fleksibel konteks yang berbeda tepat untuk diterapkan daripada yang lain Subjek Subjek Subjek Subjek menerapkan langkah membuat dan kurang tepat dalam . dengan tepat dan sesuai dengan AuRowOperationAy OBE (Operasi strategi atau urutan rangkaian pada program Baris Elemente. prosedur yang operasi perintah dalam MAPLE dan yang digunakan lebih tepat dalam program MAPLE yaitu menentukan OBE antar baris yang Auwith(LinearAlgebr. Ay, yang digunakan berbeda hingga determinan matriks, kemudian dilanjutkan untuk membentuk menjadi elemen dilihat dari subjek pembuatan matriks matriks segitiga nol pada perintah tidak mengalikan ordo 3 y3 AuA:=Matr bawah, yaitu program MAPLE, elemen-elemen ix([. ,2,. ,8,. ,1,. ])Ay subjek mengubah pada diagonal menggunakan langkah elemen a13 menjadi Pada elemen a13 utama, namun . yang tepat dan elemen nol dari tahap . ke runtut sesuai dengan urutan sehingga terbentuk tahap . perintah dalam rangkaian operasi perintah matriks segitiga Pada elemen a23 program MAPLE pada program MAPLE dari tahap . ke AuDeterminantAy. Hal menentukan Operasi Baris menentukan OBE tahap . ini terlihat dari hasil Elementer (OBE) yang yang digunakan Pada elemen a12 penggunaan pada digunakan antar baris dalam antar baris yang dari tahap . ke tahap . ke tahap perintah program MAPLE, berbeda pada tahap . dalam program yaitu dengan perintah perintah program MAPLE. AuRowOperationAy untuk MAPLE memilih segitiga bawah Kesimpulan: Subjek mampu menerapkan langkah . dengan tepat dan sesuai dengan urutan rangkaian operasi perintah program MAPLE. Subjek mampu menentukan OBE antarbaris yang digunakan untuk membentuk matriks segitiga bawah menggunakan perintah program MAPLE. Subjek membuat dan mengembangkan OBE (Operasi Baris Elemente. yang digunakan antar baris yang berbeda pada perintah program MAPLE sehingga subjek mampu membangun suatu prosedur dari prosedur lain. Subjek kurang tepat dalam mengidentifikasi strategi atau prosedur yang lebih tepat dalam penyelesaian determinan matriks yang diharapkan. Subjek PR tidak melakukan sesuai dengan prosedur, yaitu tidak menyelesaikan dengan mengkalikan diagonal utama namun menggunakan perintah dalam program MAPLE AuDeterminantAy. Kemampuan untuk membangun atau prosedur dari prosedur lain Data Observasi 2 Subjek pada pertemuan kedua diberikan permasalahan yang sama untuk menyelesaikan determinan matriks namun permasalahan diperluas dengan bentuk matriks dengan ordo 5y5. Analisis kelancaran prosedural . rocedural fluenc. dari subjek dengan kemampuan tinggi pada pembelajaran mata kuliah aljabar matriks dengan menggunakan program MAPLE yang meliputi kemampuan subjek dalam: . meneA rapkan prosedur secara akurat, efisien, dan fleksibel, . mentransfer prosedur dalam masalah dan konteks yang berbeda, . memA bangun atau memodifikasi prosedur dari prosedur lain, dan . mengenali ketika salah Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 29-36 satu strategi atau prosedur yang lebih tepat untuk diterapkan daripada yang lain berdasarkan hasil pekerjaan dengan menggunakan program MAPLE pada pertemuan kedua dapat dilihat pada Tabel 2 berikut. Tabel 2 Analisis Kelancaran Prosedural (Procedural Fluenc. Subjek pada Observasi Pertemuan ke-2 Kemampuan untuk mentransfer prosedur dalam masalah dan konteks yang Subjek Subjek - menerapkan langkah - menggunakan . dengan tepat sesuai rangkaian AuRowOperationAy operasi perintah dalam pada program program MAPLE MAPLE dan - menggunakan langkah menentukan OBE yang yang digunakan tepat dan runtut untuk membentuk sesuai dengan urutan matriks segitiga rangkaian operasi perintah pada program - menentukan OBE MAPLE yang digunakan - menentukan OBE antar baris yang yang digunakan antar berbeda pada baris dalam perintah perintah program program MAPLE MAPLE Kemampuan untuk menerapkan prosedur secara akurat, efisien, dan fleksibel Kemampuan untuk mengenali ketika salah satu strategi atau prosedur yang lebih tepat untuk diterapkan daripada yang lain Subjek Subjek - membuat dan - kurang tepat dalam mengembangkan OBE (Operasi Baris Elemente. strategi atau prosedur yang digunakan antar yang lebih tepat baris yang berbeda hingga dalam penyelesaian menjadi elemen nol determinan matriks, pada perintah program dilihat dari subjek MAPLE. tidak mengalikan - Pada elemen a15 dari elemen-elemen pada tahap . ke tahap . diagonal utama, - Pada elemen a25 dari namun menggunakan tahap . ke tahap . perintah dalam - Pada elemen a35 dari program MAPLE tahap . ke tahap . AuDeterminantAy - Pada elemen a45 dari akan tetapi terdapat tahap . ke tahap . kekeliruan perintah - Pada elemen a14 dari terhadap pengetikan tahap . ke tahap . besar kecil huruf, - Pada elemen a24 dari pada tahap berikutnya tahap . ke tahap . subjek memperbaiki - Pada elemen a34 dari Hal ini tahap . ke tahap . terlihat dari hasil - Pada elemen a13 dari penggunaan pada tahap . ke tahap . , tahap . - Pada elemen a23 dari dan sampai ke tahap tahap . ke tahap . dalam program - Pada elemen a12 dari MAPLE. ke tahap . Kemampuan untuk membangun atau memodifikasi prosedur dari prosedur lain Kesimpulan: Subjek menerapkan langkah . dengan tepat dan sesuai dengan urutan rangkaian operasi perintah dalam program MAPLE. Subjek dapat menentukan OBE antarbaris yang digunakan untuk membentuk matriks segitiga bawah menggunakan perintah pada program MAPLE. Subjek membuat dan mengembangkan OBE (Operasi Baris Elemente. yang digunakan antar baris yang berbeda pada perintah program MAPLE sehingga subjek mampu membangun suatu prosedur dari prosedur lain. Subjek kurang tepat dalam mengidentifikasi strategi atau prosedur yang lebih tepat dalam penyelesaian determinan matriks yang Subjek tidak melakukan sesuai dengan prosedur, yaitu tidak menyelesaikan dengan mengkalikan diagonal utama namun menggunakan perintah dalam program MAPLE AuDeterminantAy Setyansah. Masfingatin. Procedural Fluency Mahasiswa Berkemampuan Tinggi . Triangulasi Data Observasi 1 dan 2 Data hasil observasi 1 dan 2 selanjutnya di triangulasi untuk mendapatkan data penelitian yang valid. Berikut data hasil penelitian proceA dural fluency yang valid. Tabel 3. Triangulasi Data Observasi 1 dan 2 Indikator Kelancaran Prosedural (Procedural Data Observasi 1 Fluenc. Kemampuan untuk - Subjek menerapkan menerapkan prosedur secara akurat, efisien, dengan tepat dan dan fleksibel sesuai dengan urutan rangkaian operasi perintah dalam program MAPLE - Subjek menggunakan langkah . yang tepat dan runtut sesuai dengan urutan rangkaian operasi perintah pada program MAPLE - menentukan Operasi Baris Elementer (OBE) yang digunakan antar baris dalam perintah program MAPLE Data Penelitian Subjek Data Observasi 1 Berkemampuan Tinggi (Subjek PR) yang valid - Subjek menerapkan - Subjek menerapkan langkah . dengan tepat dan dengan tepat dan sesuai dengan urutan sesuai dengan urutan rangkaian operasi rangkaian operasi perintah dalam perintah dalam program program MAPLE MAPLE - Subjek menggunakan - Subjek menggunakan langkah . yang tepat dan yang tepat dan runtut runtut sesuai dengan sesuai dengan urutan urutan rangkaian rangkaian operasi operasi perintah pada perintah pada program program MAPLE MAPLE - Subjek menentukan - menentukan Operasi OBE yang digunakan Baris Elementer (OBE) antar baris dalam yang digunakan antar perintah program baris dalam perintah MAPLE program MAPLE Kemampuan untuk mentransfer prosedur dalam masalah dan konteks yang berbeda Subjek menentukan OBE (Operasi Baris Elemente. yang digunakan untuk membentuk matriks yang dituju/diinginkan dengan menggunakan perintah pada program MAPLE A Subjek menentukan OBE yang digunakan untuk membentuk matriks yang dituju/diinginkan dengan menggunakan perintah pada program MAPLE. A Subjek menentukan OBE yang digunakan untuk membentuk matriks yang dituju/diinginkan dengan menggunakan perintah pada program MAPLE. Kemampuan untuk Subjek membuat dan Subjek membuat dan Subjek membuat dan membangun atau mengembangkan OBE mengembangkan OBE mengembangkan OBE memodifikasi prosedur yang digunakan antar yang digunakan antar yang digunakan antar dari prosedur lain baris yang berbeda hingga baris yang berbeda baris yang berbeda hingga menjadi bentuk matriks hingga menjadi bentuk menjadi bentuk matriks yang dituju/diinginkan matriks yang dituju/ yang dituju/diharapkan dengan perintah pada diharapkan dengan dengan perintah pada program MAPLE, perintah pada program program MAPLE MAPLE Kemampuan untuk Subjek tidak melakukan Subjek tidak melakukan Subjek tidak melakukan mengenali ketika penyelesaian sesuai penyelesaian sesuai penyelesaian sesuai dengan salah satu strategi atau dengan prosedur, tetapi dengan prosedur, tetapi prosedur, tetapi langsung prosedur yang lebih langsung menggunakan langsung menggunakan menggunakan perintah tepat untuk diterapkan perintah dalam program perintah dalam program dalam program MAPLE daripada yang lain MAPLE MAPLE Jurnal Penelitian LPPM IKIP PGRI Madiun. Volume 5. Nomor 1. Januari 2017: 29-36 KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pemAbaA hasan, maka dapat diambil kesimpulan kelanAA caran prosedural . rocedural fluenc. maAhaA siswa berkemampuan tinggi pada pemAbelajaran aljabar matriks menggunakan proAgram MAPLE dapat dituliskan sebagai berikut. Mahasiswa berkemampuan tinggi memiA liki kemampuan yang baik dalam meneA rapkan prosedur secara akurat, efisien, dan Mahasiswamampu menerapkan langkah . dengan tepat dan sesuai dengan urutan rangkaian operasi perintah dalam program MAPLE, mengA gunakan langkah . yang tepat dan runtut sesuai dengan urutan rangkaian operasi perintah pada program MAPLE dan menentukan Operasi Baris Elementer (OBE) yang digunakan antar baris dalam perintah program MAPLE. Mahasiswa berkemampuan tinggi memiliki kemampuan yang baik dalam mentransfer prosedur pada masalah dan konteks yang Mahasiswa berkemampuan tinggi dapat menentukan Operasi Baris Elementer (OBE) yang digunakan untuk membentuk matriks yang dituju/diinginkan dengan menggunakan perintah pada program MAPLE. Mahasiswa berkemampuan tinggi memiliki kemampuan yang baik dalam membangun atau memodifikasi prosedur dari prosedur Mahasiswa dapat membuat dan mengembangkan OBE yang digunakan antar baris yang berbeda hingga menjadi bentuk matriks yang dituju/diharapkan dengan perintah pada program MAPLE. Mahasiswa berkemampuan tinggi meA miAAliki kemampuan yang baik dalam meA ngeAAnali strategi atau prosedur yang lebih tepat, yaitu menggunakan perintah dalam program MAPLE. Mahasiswa berAAkemamA puan tinggi tidak melakukan peAnyeAlAesaian sesuai dengan prosedur. REFERENSI