Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat p-ISSN: 2797-9407, e-ISSN: 2797-9423 Volume 6, nomor 2, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/bajpm. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Stunting. Pernikahan Dini, dan Kekerasan Seksual di Indramayu Nasywa Hyacintha Putri*. R Akyas Muhammad Khawwashiy. Rayhan Prakasa Putra. Asya Vanisa. Algamansyah. Rahmad Khodari Universitas Swadaya Gunung Jati. Cirebon. Indonesia *Coresponding Author: rayhanprakasaputra@gmail. Dikirim: 29-03-2026. Direvisi: 18-04-2026. Diterima: 20-04-2026 Abstrak: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai stunting, pernikahan dini, dan kekerasan seksual melalui pendekatan edukasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di MAN 1 Indramayu dengan melibatkan 110 siswa sebagai Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif berbasis booth interaktif yang terdiri dari tiga bidang, yaitu kesehatan, hukum, dan pendidikan, serta didukung dengan media permainan edukatif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berbasis Quizizz serta observasi partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 80% pada pre-test menjadi 89% pada post-test, yang menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 9%. Selain itu, peserta menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kehidupan remaja dan lebih mudah dipahami melalui metode interaktif dibandingkan metode konvensional. Program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya gizi seimbang, pendewasaan usia pernikahan, serta pemahaman hukum terkait kekerasan seksual. Dengan demikian, metode edukasi berbasis booth interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi yang berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas generasi muda. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan metode ini pada cakupan wilayah yang lebih luas serta melibatkan variabel tambahan, seperti perubahan perilaku jangka panjang dan efektivitas media pembelajaran yang berbeda, guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif. Kata Kunci: KKN-T UGJ. Edukasi remaja. Stunting. Kekerasan seksual. Pernikahan dini. Abstract: This community service program aims to improve adolescentsAo knowledge and awareness of stunting, early marriage, and sexual violence through an interactive educational The activity was conducted as part of the Thematic Community Service Program (KKN-T) at MAN 1 Indramayu, involving 110 students as participants. The method used was participatory educational counseling based on interactive booths covering three main areas: health, law, and education, supported by educational games. Evaluation was carried out using pre-test and post-test via Quizizz, as well as observation of participant The results showed an increase in the average score from 80% in the pre-test to 89% in the post-test, indicating a 9% improvement in participantsAo understanding. addition, participants demonstrated high levels of participation and enthusiasm throughout the activity. The materials delivered were considered relevant to adolescentsAo lives and easier to understand through interactive methods compared to conventional approaches. This program also increased adolescentsAo awareness of the importance of balanced nutrition, maturity in marriage age, and legal understanding related to sexual violence. Therefore, interactive booth-based education is proven to be effective in improving adolescentsAo @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. knowledge and awareness. This activity is expected to serve as a sustainable educational model to improve the quality of future generations. Keywords: Adolescent education. Early marriage. KKN-T UGJ. Sexual violence. Stunting. PENDAHULUAN Kesehatan, pendidikan, dan pemahaman hukum merupakan tiga aspek penting yang saling berkaitan dalam membentuk kualitas generasi muda. Pada masa remaja, ketiga aspek ini menjadi fondasi utama dalam membentuk individu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Remaja yang memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan, pendidikan, dan hukum akan lebih mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupannya. Menurut Amelia, pendidikan merupakan faktor kunci dalam pembangunan karena mampu membentuk generasi yang memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam menghadapi tantangan global. (Amelia. Namun, pada kenyataannya masih banyak remaja di Indonesia yang menghadapi berbagai permasalahan, seperti pernikahan dini, rendahnya literasi kesehatan, serta kurangnya pemahaman terhadap aspek hukum. Pernikahan dini tidak hanya berdampak pada terhambatnya pendidikan, tetapi juga meningkatkan risiko kesehatan, termasuk terjadinya stunting. Menurut (World Health Organization 2. , stunting berkaitan erat dengan kurangnya asupan gizi serta rendahnya pengetahuan kesehatan sejak usia remaja. Selain itu, praktik pernikahan dini juga memiliki dampak sosial dan ekonomi jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat (UNICEF, 2. Kondisi tersebut juga ditemukan di Desa Pekandangan. Kabupaten Indramayu, di mana masih terdapat keterbatasan pemahaman remaja mengenai gizi seimbang, kesehatan reproduksi, batas usia pernikahan, serta risiko kekerasan seksual. Di sisi lain, metode edukasi yang masih bersifat konvensional cenderung kurang menarik bagi remaja, sehingga penyampaian informasi belum optimal. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kondisi ideal dengan kondisi yang terjadi di lapangan, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih inovatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik remaja. Dalam konteks tersebut, mahasiswa sebagai bagian dari akademisi memiliki peran penting dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Menurut (Siti Hajar Hajar, 2. pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan individu dan kelompok agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator, inovator, dan motivator dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya pada kelompok remaja. Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diselenggarakan oleh Universitas Swadaya Gunung Jati di Desa Pekandangan merupakan salah satu bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan edukasi kepada remaja melalui program AuMANTUAYU NATA GENERASIAy (Menata Remaja. Menjaga Generas. yang mengintegrasikan aspek kesehatan, hukum, dan pendidikan. Program ini dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2026 di MAN 1 Indramayu dengan menggunakan pendekatan edukasi berbasis booth interaktif yang dilengkapi dengan permainan edukatif. Pendekatan ini mendorong keterlibatan aktif peserta @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. dalam proses pembelajaran, sehingga tidak hanya berfokus pada penerimaan materi, tetapi juga pada peningkatan pemahaman yang lebih efektif. Permasalahan remaja di Indonesia, seperti stunting, pernikahan dini, dan kekerasan seksual, masih menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap isu-isu tersebut berpotensi berdampak pada kualitas kesehatan, pendidikan, serta masa depan generasi muda. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga mampu mendorong keterlibatan aktif peserta agar pemahaman yang diperoleh lebih optimal. Dalam konteks ini, program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) menjadi salah satu sarana strategis dalam menghubungkan peran perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi remaja terhadap permasalahan yang mereka hadapi. Penelitian ini menawarkan pendekatan yang berbeda melalui penerapan metode edukasi berbasis booth interaktif yang mengintegrasikan tiga bidang, yaitu kesehatan, hukum, dan pendidikan dalam satu kegiatan terpadu. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada aspek penyampaian materi, tetapi juga melibatkan peserta secara aktif melalui permainan edukatif dan aktivitas langsung, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna. Selain itu, penggunaan media digital seperti Quizizz dalam proses evaluasi memungkinkan pengukuran pemahaman peserta secara interaktif dan real-time. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi dalam pengembangan metode edukasi yang inovatif, tetapi juga menghadirkan model pembelajaran yang aplikatif, kontekstual, dan berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan di berbagai lingkungan Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pentingnya gizi seimbang dalam pencegahan stunting, pemahaman batas usia pernikahan, serta dampak kekerasan seksual terhadap kehidupan remaja. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan solusi yang praktis, edukatif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas generasi muda melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 35 hari dalam rangka kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang menekankan partisipasi aktif masyarakat, khususnya Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi sosial, pendidikan, serta tingkat pengetahuan remaja terkait isu kesehatan, hukum, dan pendidikan di Desa Pekandangan. Kabupaten Indramayu. Selain itu, pendekatan ini juga memberikan ruang keterlibatan aktif bagi remaja sebagai subjek utama dalam kegiatan edukasi yang dilaksanakan. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode penyuluhan edukatif berbasis partisipatif dan interaktif (Kartika et al. , 2. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan booth edukasi tematik, yang terbagi menjadi tiga bidang utama, yaitu kesehatan, hukum, dan pendidikan. Setiap booth menyajikan materi menggunakan media poster edukatif yang dikombinasikan dengan permainan interaktif sebagai sarana penguatan pemahaman. @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. Pendekatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif berpartisipasi melalui diskusi, tanya jawab, serta praktik langsung dalam permainan edukatif. Selain itu, metode pengabdian juga dilengkapi dengan penggunaan media digital berupa pre-test dan post-test berbasis Quizizz untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan berlangsung (Ilyas et al. , 2. Dengan demikian, efektivitas kegiatan pengabdian diukur melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif secara komprehensif. Secara kuantitatif, efektivitas dianalisis berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test untuk mengidentifikasi peningkatan tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang Sementara itu, secara kualitatif, efektivitas kegiatan dinilai melalui observasi terhadap tingkat partisipasi, antusiasme, serta keterlibatan aktif peserta selama proses pembelajaran berlangsung, termasuk dalam diskusi, tanya jawab, dan pelaksanaan permainan edukatif. Kombinasi kedua pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih holistik dalam menilai keberhasilan program pengabdian yang Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di MAN 1 Indramayu. Kabupaten Indramayu. Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan bahwa sekolah tersebut merupakan salah satu institusi pendidikan yang memiliki jumlah remaja cukup banyak dan relevan dengan permasalahan yang diangkat, yaitu pernikahan dini, stunting, dan kekerasan seksual. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada tanggal 2 Maret 2026, dimulai pada pukul 08. 00 hingga 12. 00 WIB. Kegiatan berlangsung dalam satu hari dengan rangkaian acara yang meliputi pembukaan, pelaksanaan pre-test, penyampaian materi pada masing-masing booth, permainan edukatif, serta penutupan yang diakhiri dengan post-test. Khalayak sasaran dalam kegiatan ini adalah siswa-siswi MAN 1 Indramayu, yang termasuk dalam kategori remaja. Sasaran ini dipilih karena remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap berbagai permasalahan sosial, seperti pernikahan dini, kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi, serta risiko kekerasan Peserta kegiatan berjumlah 110 orang, yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif. Karakteristik peserta yang masih berada pada usia sekolah menjadikan pendekatan edukatif interaktif sebagai metode yang tepat, karena mampu meningkatkan minat belajar serta mempermudah pemahaman materi yang Indikator keberhasilan kegiatan pengabdian ini ditentukan berdasarkan beberapa aspek, yaitu: Peningkatan pemahaman peserta, yang diukur melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test. Partisipasi aktif peserta, yang terlihat dari keterlibatan dalam diskusi, tanya jawab, serta permainan edukatif di setiap booth. Antusiasme peserta, yang ditunjukkan melalui respon positif selama kegiatan Kemampuan peserta dalam memahami materi, yang terlihat dari ketepatan dalam menjawab pertanyaan dan menyelesaikan permainan edukatif. Keberhasilan kegiatan ditandai dengan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta setelah mengikuti kegiatan, serta keterlibatan aktif peserta dalam seluruh rangkaian program. @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah evaluasi kuantitatif dan kualitatif. Evaluasi kuantitatif dilakukan pre-test dan post-test berbasis Quizizz yang berisi 15 soal terkait materi kesehatan, hukum, dan pendidikan. Hasil dari kedua tes tersebut dibandingkan untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta secara numerik. Sementara itu, evaluasi kualitatif dilakukan melalui observasi langsung terhadap keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung, termasuk partisipasi dalam diskusi, interaksi dengan fasilitator, serta keterlibatan dalam permainan edukatif. Selain itu, tanggapan peserta terhadap kegiatan juga menjadi bagian dari evaluasi untuk menilai efektivitas metode yang digunakan. Dengan kombinasi kedua metode evaluasi tersebut, diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai keberhasilan program pengabdian yang telah dilaksanakan. IMPLEMENTASI KEGIATAN DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program MANTUAYU NATA GENERASI telah dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2026 di MAN 1 Indramayu dengan sasaran siswa-siswi tingkat remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan, hukum, dan pendidikan sebagai upaya pencegahan stunting, pernikahan dini, dan kekerasan seksual. Pelaksanaan kegiatan edukasi dilakukan melalui metode berbasis booth yang terdiri dari booth kesehatan, booth hukum, dan booth pendidikan. Setiap booth menyajikan materi edukasi menggunakan media poster serta dilengkapi dengan games interaktif yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Gambar 1. Poster Edukasi Booth Kesehatan Poster edukasi pada booth kesehatan dirancang sebagai media pembelajaran yang komprehensif dalam upaya pencegahan stunting melalui pendekatan smart planning, yang mencakup smart nutritioning, smart supplementing, dan smart Pada aspek smart nutritioning, poster memuat informasi mengenai @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. penerapan konsep Isi Piringku dan piramida makanan sebagai panduan pemenuhan gizi seimbang. Materi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya komposisi makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Selanjutnya, pada aspek smart supplementing, poster memberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah sebagai upaya pencegahan anemia, khususnya pada remaja. Informasi ini disampaikan untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya suplementasi dalam mendukung status gizi dan kesehatan secara optimal. Pada aspek smart reproducing, poster menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi. Edukasi yang diberikan meliputi anjuran untuk mengganti pakaian dalam minimal dua kali sehari, menggunakan bahan yang mampu menyerap keringat, serta menjaga kebersihan dengan menggunakan handuk yang bersih. Selain itu, poster juga memuat pesan promotif dan preventif berupa ajakan untuk menghindari perilaku berisiko, seperti merokok, konsumsi alkohol, dan penyalahgunaan narkoba, serta menunda hubungan seksual sebelum menikah. Gambar 2. Edukasi di Booth Kesehatan Gambar menunjukkan pelaksanaan kegiatan edukasi pada booth kesehatan yang menyampaikan materi pencegahan stunting melalui konsep smart planning, meliputi smart nutritioning, smart supplementing, dan smart reproducing. Materi disampaikan menggunakan media poster yang berisi informasi mengenai Isi Piringku dan piramida makanan sebagai panduan gizi seimbang, serta edukasi tambahan terkait suplementasi dan kesehatan reproduksi. Selama sesi penyampaian materi, peserta terlihat aktif dan menunjukkan perhatian yang baik terhadap penjelasan yang diberikan. Interaksi antara pemateri dan peserta berlangsung secara dua arah, ditandai dengan adanya respons dan partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Selain itu, kegiatan edukasi juga dilengkapi dengan games interaktif yang berfokus pada materi Isi Piringku dan piramida makanan. Pada sesi ini, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, mampu mengikuti alur permainan dengan baik, serta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan dengan benar. Hal ini @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. menunjukkan bahwa metode edukasi yang dikombinasikan dengan permainan tidak hanya meningkatkan keterlibatan peserta, tetapi juga membantu memperkuat pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Gambar 3. Poster Edukasi Booth Hukum Poster edukasi pada booth hukum yang berjudul AuStop! Pernikahan Dini dan Kekerasan SeksualAy dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai isu pernikahan dini dan kekerasan seksual dari perspektif hukum di Indonesia. Materi yang disajikan dalam poster mencakup informasi terkait regulasi yang berlaku, risiko, serta sanksi hukum yang dapat dikenakan. Pada bagian hukum pernikahan dini di indonesia, poster memuat penjelasan mengenai ketentuan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Perkawinan, yang mengatur batas usia minimal pernikahan. Selain itu, disampaikan pula berbagai risiko pernikahan dini, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, maupun sosial, yang dapat berdampak pada masa depan individu. Selanjutnya, pada bagian kekerasan seksual, poster menjelaskan bahwa kekerasan seksual merupakan tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) serta Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Poster juga memuat berbagai bentuk kekerasan seksual, baik yang bersifat fisik maupun nonfisik, guna meningkatkan kesadaran peserta dalam mengenali dan mencegah terjadinya kekerasan seksual. (Pemerintah Indonesia, 2. (Pemerintah Indonesia. Selain itu, poster menjelaskan sanksi hukum yang dapat dikenakan terhadap Pada kasus pelecehan seksual non-fisik, pelaku dapat dikenakan pidana penjara atau denda sesuai ketentuan dalam UU TPKS. Sementara itu, pelecehan seksual fisik memiliki ancaman pidana yang lebih berat disertai dengan denda. Apabila korban merupakan anak, maka sanksi yang diberikan akan lebih berat sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Poster juga menyoroti aspek administratif pernikahan, di mana perkawinan yang dilakukan tanpa memenuhi @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. syarat dan tanpa dispensasi dapat menimbulkan permasalahan hukum terkait pencatatan dan status perkawinan. Gambar 4. Kegiatan Edukasi Booth Hukum Gambar menunjukkan pelaksanaan kegiatan edukasi pada booth hukum yang membahas isu pernikahan dini dan kekerasan seksual. Materi disampaikan menggunakan media poster yang berisi informasi mengenai ketentuan hukum terkait pernikahan dini, risiko yang ditimbulkan, serta bentuk dan sanksi terhadap kekerasan seksual sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Selama proses edukasi berlangsung, peserta terlihat aktif dan memberikan perhatian yang baik terhadap materi yang disampaikan. Hal ini ditunjukkan melalui interaksi yang terjadi antara pemateri dan peserta, di mana peserta terlibat dalam sesi tanya jawab serta mampu merespons pertanyaan yang diberikan dengan cukup baik. Kegiatan pada booth hukum juga dilengkapi dengan games edukatif yang disesuaikan dengan materi pada poster. Dalam pelaksanaan games, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mampu mengikuti alur permainan dengan Sebagian besar peserta dapat menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan materi pernikahan dini dan kekerasan seksual secara tepat, yang menunjukkan adanya pemahaman terhadap informasi yang telah disampaikan. Gambar 5. Poster Edukasi Booth Pendidikan @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. Poster edukasi pada booth pendidikan berjudul AuPernikahan Dini Bukan Solusi. Pendidikan Tetap InvestasiAy yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya pendidikan serta dampak negatif dari pernikahan dini. Materi dalam poster disusun secara informatif dengan menampilkan berbagai risiko yang dapat terjadi akibat pernikahan dini. Poster menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi, serta berdampak pada kesehatan anak, seperti meningkatnya risiko stunting dan kekurangan gizi. Selain itu, pernikahan dini juga berkaitan dengan ketidaksiapan individu secara mental dan emosional dalam menjalani peran sebagai orang tua. Dari aspek pendidikan, pernikahan dini dapat menyebabkan tidak terpenuhinya program wajib belajar, sehingga berdampak pada rendahnya tingkat Kondisi ini juga berpotensi memicu kemiskinan antargenerasi serta meningkatkan angka perceraian. (Field & Ambrus, 2. Selain memaparkan risiko, poster juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan. Edukasi yang disampaikan meliputi peningkatan pemahaman siswa mengenai risiko pernikahan dini, pentingnya kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum menikah, serta dorongan untuk menyelesaikan pendidikan dan merencanakan masa depan secara matang. Poster juga bertujuan membentuk sikap tanggung jawab peserta dalam mengambil keputusan terkait kehidupan pribadi. Gambar 6. Kegiatan Edukasi Booth Pendidikan Gambar menunjukkan pelaksanaan kegiatan edukasi pada booth pendidikan yang mengangkat tema AuPernikahan Dini Bukan Solusi. Pendidikan Tetap InvestasiAy. Materi disampaikan menggunakan media poster yang berisi penjelasan mengenai berbagai risiko pernikahan dini serta pentingnya pendidikan sebagai investasi masa Selama proses edukasi berlangsung, peserta terlihat antusias dan memberikan perhatian yang baik terhadap penjelasan yang diberikan. Hal ini ditunjukkan melalui keterlibatan aktif peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta mampu @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. memahami serta merespons pertanyaan yang berkaitan dengan dampak pernikahan dini dan pentingnya melanjutkan pendidikan. Kegiatan pada booth pendidikan juga dilengkapi dengan games edukatif yang disesuaikan dengan materi dalam poster. Pada sesi ini, peserta menunjukkan partisipasi yang tinggi dan mampu mengikuti jalannya permainan dengan baik. Sebagian besar peserta dapat menjawab pertanyaan dengan tepat, terutama yang berkaitan dengan risiko pernikahan dini serta manfaat pendidikan, sehingga menunjukkan adanya pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test peserta adalah sebesar 80%, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 89%. Dengan demikian, terdapat peningkatan rerata pengetahuan sebesar 9% setelah peserta mengikuti kegiatan edukasi. Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Iqlima yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 54,30 menjadi 80,25 setelah penggunaan media poster. (Nurfadillah, 2. Table 1. Hasil Rata-rata Nilai Pre-test dan Post-test No. Jenis Tes Pre-test Post-test Peningkatan Nilai rata-rata Gambar 7. Hasil Rata-rata Nilai Pre-test dan Post-test Pembahasan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program MANTUAYU NATA GENERASI menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai aspek kesehatan, hukum, dan pendidikan. Hal ini ditunjukkan oleh hasil pre-test dan post-test yang memperlihatkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta setelah mengikuti kegiatan edukasi. Peningkatan tersebut mengindikasikan bahwa metode edukasi yang digunakan dalam kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja. Temuan ini sejalan dengan kegiatan pengabdian sebelumnya yang menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas dapat meningkatkan pengetahuan remaja secara signifikan (Mail et al. , 2023. Taufikurrahman et al. Metode edukasi berbasis booth interaktif dan permainan edukatif memungkinkan peserta untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dibandingkan metode ceramah satu arah. @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta retensi pengetahuan Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran interaktif yang menyatakan bahwa partisipasi aktif meningkatkan efektivitas pembelajaran (Garris et al. , 2002. Wouters et al. , 2. Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah pendewasaan usia perkawinan dan pencegahan pernikahan dini. Remaja merupakan kelompok usia transisi yang rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi dan sosial (Sawyer et al. , 2. Pernikahan dini masih menjadi permasalahan di Indonesia karena berdampak pada kesehatan, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi remaja. Program pendewasaan usia perkawinan bertujuan untuk menunda usia pernikahan hingga mencapai kematangan fisik, mental, dan ekonomi (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, n. Hal ini didukung oleh regulasi yang menetapkan batas usia minimal pernikahan yaitu 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan (Republik Indonesia, 2. Penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini berkaitan dengan peningkatan risiko komplikasi kehamilan serta rendahnya tingkat pendidikan (Field & Ambrus. Selain itu, aktivitas seksual remaja tanpa edukasi yang memadai juga berisiko terhadap kehamilan tidak diinginkan dan masalah kesehatan reproduksi (Scott et al. Oleh karena itu, edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pendewasaan usia perkawinan menjadi sangat penting sebagai upaya preventif. Selain itu, kegiatan edukasi juga membahas mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting sejak remaja. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang (Black et al. , 2. Upaya pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada ibu hamil dan balita, tetapi juga harus dimulai sejak remaja sebagai calon orang tua di masa depan. Penerapan gizi seimbang yang meliputi konsumsi karbohidrat, protein, sayur, buah, serta aktivitas fisik yang cukup sangat penting untuk menjaga status gizi remaja (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Hal ini sejalan dengan hasil kegiatan edukasi sebelumnya yang menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan gizi pada remaja putri dapat menjadi langkah awal dalam pencegahan stunting (Ismawati et al. , 2. Remaja putri juga merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat kekurangan zat besi. Kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya konsentrasi belajar, produktivitas, serta meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan di masa Oleh karena itu, edukasi mengenai konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) menjadi penting dalam upaya pencegahan anemia. Selain aspek kesehatan, kegiatan ini juga membahas aspek hukum, khususnya mengenai batas usia minimal pernikahan dan kekerasan seksual. Penetapan batas usia minimal pernikahan bertujuan untuk melindungi anak dari dampak negatif pernikahan dini (Republik Indonesia, 2. Selain itu. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 menegaskan bahwa kekerasan seksual merupakan tindak pidana yang memiliki dampak jangka panjang terhadap korban (Republik Indonesia, 2. Edukasi mengenai kekerasan seksual penting diberikan kepada remaja agar memahami batasan dalam pergaulan serta mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila mengalami kekerasan. Hal ini juga berkaitan dengan perkembangan @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. psikososial remaja yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial (Orben et al. Dari aspek pendidikan, pernikahan dini dan kekerasan seksual dapat berdampak pada putus sekolah, penurunan prestasi belajar, serta masalah psikologis. Remaja yang menikah pada usia dini cenderung memiliki tingkat pendidikan yang lebih rendah dan peluang kerja yang terbatas (Field & Ambrus, 2. Oleh karena itu, edukasi mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga menunjukkan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas generasi muda. Pendekatan kolaboratif ini penting karena program berbasis komunitas terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat (Taufikurrahman et al. , 2. Namun demikian, kegiatan ini memiliki beberapa keterbatasan. Kegiatan dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat sehingga belum dapat mengukur perubahan perilaku jangka panjang peserta. Selain itu, evaluasi yang dilakukan masih terbatas pada peningkatan pengetahuan dan belum mencakup perubahan sikap serta praktik secara menyeluruh. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat melalui program MANTUAYU NATA GENERASI menunjukkan bahwa edukasi berbasis metode interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pencegahan stunting, pernikahan dini, dan kekerasan seksual. Hasil ini konsisten dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi dan gizi pada remaja merupakan strategi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang (Mail et al. , 2023. Ismawati et al. , 2. KESIMPULAN Kegiatan MANTUAYU NATA GENERASI: Menata Remaja. Menjaga Generasi adalah suatu kegiatan penyuluhan agar para remaja dapat lebih memahami beberapa hal yang terkait dengan kesehatan, hukum serta pendidikan. Kegiatan ini menggunakan media penyuluhan berbentuk booth dan permainan-permainan yang membuat peserta dapat belajar dengan lebih menarik dan interaktif. Penilaian terhadap kegiatan ini menunjukan ada peningkatan dari hasil pre-test dan post-test yang telah dilakukan. Dengan demikian, kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan, memahami aspek hukum terkait pernikahan dini dan kekerasan seksual, serta mempertahankan pendidikan sebagai fondasi masa depan generasi muda. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan Lembaga Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) atas dukungan dan fasilitas yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama kegiatan berlangsung. Terima kasih juga disampaikan kepada Kuwu Desa Pekandangan atas izin dan dukungan yang @2026 Bima Abdi . ttps://jurnal. com/index. php/ba-jp. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Putri dkk. Mantuayu Nata Generasi: Edukasi Interaktif Berbasis Booth dalam. diberikan, serta kepada pihak MAN 1 Indramayu yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA