ISSN e-ISSN: - PERAN TAMAN PENDIDIKANAL-QURAoAN (TPQ) DALAM MEMBENTUK AKHLAK ANAK DI DESA JENARSARI Helmi Abdul Latif1 Helmiabdullatif33@gmail. Amir Nawa Syarif2 amirnawasyarif@gmail. Thoyibin3 Thoyibinibin3@gmail. Muhammad Wafa4 Awafa8383@gmail. Dewi Sekar Wulandari5 Dewisekarwulandari1101@gmail. Qoyyimatul Hakim6 Qoyim. yeim@gmail. Elva Khoirun Nisa7 Elvanisa1@gmail. Devi Astuti8 Deviastuti270@gmail. Fatimah Fitri9 Fatimah. fitri963@gmail. Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Sekolah Tinggi Islam Kendal Helmi Abdul Latif, dkk. Peran Taman PendidikanA. Abstrak Problematika yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, kebanyakan mengenai permasalahan anak yang menunjukan hal-hal yang kurang pantas dilakukan ataupun Adanya pergaulan yang tidak dikontrol menjadi salah satu penyebabnya, namun dengan adanya Taman Pendidikan Al-Quran anak lebih bisa mengontrol pergaulan dengan adanya pembiasaan yang baik dan penanaman sikap sopan santun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembinaan karakter anak melalui taman pendidikan Al- QurAoan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan di Masjid Madinatul Mukminin. Upaya yang dilakukan para pendidik ustad/ustadzah dalam pembentukan akhlak peserta didik antara lain: . Belajar membaca al-qurAoan dan menghafal surat-surat pendek, . hafalan doAoa sehari-hari, . praktek sholat, . Membiasakan mengucapkan salam ketika masuk dan keluar kelas, dan . menceritakan kisah- kisah teladan. Kata Kunci :TPQ. Pembinaan Akhlak. Pembiasaan Abstract Problems that occur in social life, mostly about children's problems that show things that are inappropriate to do or say. The existence of uncontrolled relationships is one of the causes, but with the Al-Quran Education Park children are more able to control their relationships with good habits and the cultivation of polite attitudes. The purpose of this study was to find out how to develop children's character through the Al-Qur'an education park. This study uses a qualitative method which was carried out at the Madinatul Mukminin Mosque. Efforts made by ustad/ustadzah educators in forming students' morals include: . Learning to read the Qur'an and memorizing short letters, . memorizing daily prayers, . practicing prayers, . Get into the habit of greeting when entering and leaving class, and . telling exemplary stories. Keywords: TPQ. Moral Development. Habituation PENDAHULUAN Dalam islam, pendidikan pertama terletak pada lingkungan keluarga khususnya kedua orang tua. Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dan di berikan pendidikan sebaik-baiknya. Dalam mendidik anak bukan ketika dia dilahirkan. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 melainkan ketika memilih pasangan kita sudah memilih pedidikan sang anak. 1Selain pendidikan internal dari orang tua dalam lingkungan keluarga, anak juga membutuhkan pendidikan eksternal yaitu pendidikan islam non formal, salah satunya adalah Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA). Dengan adanya Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) sebagai pendidikan islam non formal, dapat membantu orang tua untuk mendidik anaknya dalam mengikuti dan mendalami pendidikan islam serta mengimpelemntasikan ajaran agama islam dalam kehidupan bersosial. Seperti yang dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Sahal bin Muadz bin Anas sebagai ) AIaI IE EI AEN II IE N E OICA II E IE ( I I NA Artinya: Aubarangsiapa mengerjakan suatu ilmu, maka dia mendapat pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpunAy (HR. Ibnu Maja. Terkait dengan hadits diatas, pendidikan memiliki definisi yang mencangkup pendidikan islam yang merupakan usaha yang dilakukan manusia dalam kehidupannya agar bisa merubah sikap dan tata laku seorang ataupun kelompok masyarakat melalui pengajaran ataupun latihan agar dalam kehidupannya sesuai dengan ajaran agama Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Dalam dunia pendidikan adab dalam bersikap sopan santun sangatlah dipertimbangkan dalam menentukan keberhasilan belajar, sebab ilmu yang banyak tiada guna tanpa adap. Ibnu Mubarak Rohimahullah berkata: 1 Putri Puspitasari. Mulyani Mulyani, and Sutrisno Sutrisno. AoPeran Taman PendidikanAl-QurAoan (TPQ) Dalam Pembinaan Akhlak Anak Di Masjid Madinatul MukmininAo. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 7. , p. 236, doi:10. 35931/am. 2 I Irma. AoNilai-Nilai Pendidikan Islam Akidah Akhlak Pada Film Kartun NussaAo, 2020 . 3 Asrori Khozin. Abdul Haris. AoJurnal Pendidikan IslamAo. Jurnal Pendidikan Islam, 1. , pp. 327Ae46 . Helmi Abdul Latif, dkk. Peran Taman PendidikanA. AuKita lebih membutuhkan sedikit adab daripada banyak ilmuAy {Madarijus Salikin, 2/. Dari perkataan Ibnu Mubarak diatas dapat diketahui bahwasanya adab dalam berilmu itu penting, sebab orang yang beradab tentu memiliki ilmu, sedangkan orang yang berilmu berlum tentu memiliki adab. Namun tak jarang sering kali dijumpai dalam kehidupan seperti sekarang ini dimana seorang anak yang pandai ataupun menguasai ilmu pendidikan tertentu namu miskin dalam beradab. Belakangan ini didalam kehidupan sosial, sering sekali menjumpai hal-hal yang tidak pantas dikatakan ataupun dilakukan menjadi familiar dalam keseharian anak seperti berkata kasar terhadap orang yang lebih tua ataupun kepada teman sebaya. Hal ini tentu saja berkaitan dengan rasa keagamaan yang dimiliki setiap individu yang telah tertanam dalam diri mereka. Banyak sekali problematika yang terjadi dalam kehidupan bermasyarak, yang mana menyangkut permasalahan anak yang menunjukan hal-hal yang kurang pantas dilakukan ataupun diucapakan. Perilaku yang kurang pantas sering ditampakkan di depan umum dalam keseharian anak, hal ini membuat anak menjadi terbiasa dalam melakukan hal yang serupa. Adanya pergaulan yang tidak dikontrol menjadi salah satu penyebabnya, namun dengan adanya Taman Pendidikan Al-Quran anak lebih bisa mengontrol pergaulan dengan adanya pembiasaan yang baik dan penanaman sikap sopan santun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembinaan karakter anak melalui taman pendidikan al-qurAoan. Berkaitan dengan pendidikan, dalam proses pembelajaran terhadap dua unsur inti, yaitu belajar dan pengajar. Belajar adalah orang yang menuntut ilmu sedangkan pengajar adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuannya kepada orang lain. Belajar adalah perubahan diri seseorang, dimana perubahan itu dapat diwujudkan dalam bentuk pengertian, kecakapan, sikap, dan kebiasaan, setelah seseorang melakukan belajar, ia merasa lebih pandai, lebih mengerti, semangat dan lainnya. 4 Akilah Mahmud. AoCiri Dan Keistimewaan Akhlak Dalam IslamAo. Sulesana Jurnal Wawasan Keislaman, 1 . , p. 5 Ralph Adolph. AoOENo Title No Title No TitleAo, 02 . , pp. 1Ae23. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 Taman Pendidikan Al-QurAoan merupakan wadah dalam membentuk ahklak anak untuk menjadi insani yang berakhlakul karimah yang mengintegrasikan aspekaspek pembiasaan dalam menjalani hal-hal baik dan menjauhi sesuatu yang buruk dalam agama islam. 6 Para ustadz dan ustadzah bertanggung jawab untuk memberikan pemahaman yang baik mengenai Al-QurAoan dan hadits serta memberikan contoh yang baik agar dapat dicontohkan oleh anak didik. Hendaknya Al-QurAoan sudah harus diajarkan orang tua kepada anak sejak usia anak-anak. Pada usia ini, anak lebih mudah menyimak dan memiliki potensi belajar yang benar dan sangat kuat, sehingga para ahli pendidikan menyebutnya dengan masa peka untuk belajar. Sebab pada waktu usia dini anak memiliki potensi yang tinggi dalam belajar dan mengingat pelajaran. Sehingga pelajaran yang ia dapatkan dapat dengan mudah melekat dan tidak mudah hilang. Pembiasaan dan keteladanan sangat dibutuhkan dalam taman pendidikan, sebab anak didik banyak mencontohkan perilaku atau sosok yang diidolakannya dan ustadzahnya. Setiap pengetahuan yang diperoleh dengan pembiasaan akan sangat sulit untuk dihilangkan, sehingga cara ini sangat mampu digunakan dalam mendidik anak. Pembinaan akhlak dalam prespektif psikologi Islam dapat dilakukan dengan metode pendidikan dengan kasih saying,metode keteladanan dan metode nasehat. Guru selalu dituntut untuk berupaya mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik agar peserta didik mengetahui potensi yang dimilikinya. Termasuk dalam 6 Lia Utari. Kurniawan Kurniawan, and Irwan Fathurrochman. AoPeran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Peserta Didik AutisAo. Journal of Education and Instruction (JOEAI), 3. 75Ae89, doi:10. 31539/joeai. 7 Ipel Gunadi. AoKonsep Etika Menurut Franz Magnis SusenoAo. Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, 1Ae81 . 11 M A Kaelani and others. AoPengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas Vii Di Smp MaAo AAo, 2019, pp. 472Ae81 . 12 Akilah Mahmud. AoCiri Dan Keistimewaan Akhlak Dalam IslamAo. DimaSTIKa dengan mengajukan pertanyaan dan dapat dilakkan Vol. No. 01, 2024 secara langsung ataupun menggunakan media komunikasilainnya. Penelitian ini dilakukan diTPQ Tarbiatussubyan Desa Jenarsari Kabupaten Batang, yang mana dilakukan wawancara kepada 3 orang tenaga pendidik TPA . stad/ustadza. dan juga 4 orang kepada wali santri. Wawancara yang dilakukan mengenai bagaimana akhlak anak ketika berada dilingkungan pendidikan non formal TPA serta dalam kehidupan kesehariannya bersama keluarga. HASIL DAN PEMBAHASAN Tenaga pendidik 1 Dari hasil wawancara didapatkan bahwa terdapa perbedaan antara perilaku anak antara yang mengenyam pendidikan non formal TPA dan yang tidak sama sekali mengenyam pendidikan TPA. Hal ini sering ditandai dengan kebiasaan keseharian mereka ketika berada dalam lingkungan tempat tinggal, seperti saja jika anak yang mengenyam pendidikan di TPA siap perilakunya lebih santun dan ramah kepada orang Sedangkan anak yang tidak mengenyam sama sekali pendidikan di TPA tentu berseda, seperti saja ketika bertemu orang yang lebih tua bersikap cuek dan tak jarang beberapa dari mereka bahkan berkata yang tidak baik kepada teman sebayanya. Tenaga pendidik 2 Berdasarkan hasil wawancara bahwa anak yang mengenyam pendidikan TPA dan yang tidak mengenyam pendidikan TPA sangatlah berbeda. Hal ini sering ditemui ketika berada di lingkungan sekitar tempat tinggal. Anak yang mengenyam pendidikan TPA bersikap lebih ramah dan berbicara dengan sopan kepada orang tua ataupun teman Sedangkan yang tidak mengenyam pendidikan TPA lebih banyak ketertinggalannya dari anak yang mengenyam pendidika TPA. Seperti dalam bacaan mengaji dan hafalan surah pendek ataupun doa sehari-hari. Hal ini terbukti ketika kedatangan murid baru dengan umur yang sedikit lebih tua dari teman lainnya yang 13 Dashrizal. AoGabungan Skripsi Kecuali Bab IvAo. E-Thesis, 2022, pp. 1Ae62. Helmi Abdul Latif, dkk. Peran Taman PendidikanA. sudah terlebih dahulu mengenyam pendidikan TPA. Terdapat perbedaan yang signifikan seperti halnya murid baru tersebut dalam bacaan QurAoan masih terbata-bata dan keterlambatan dalam hafalan surah pendek serta doa sehari-hari. Tenaga Pendidik 3 Hasil wawancara dengan tenaga pendidik 3 mendapatkan hasil yang sedikit berbeda dari sudut pandang kedua tenaga pendidik diatas. Didapatkan hasil bahwasanya pembentukan akhlak anak berasal dari didikan kedua orang tua, sedangkan pendidikan non formal TPA hanya sebagai sarana dalam mengimplementasikan didikan dari orang Sebab menuturnya mendidik anak terlebih lagi mengenai akhlak adalah kedua orangtuanya, yang mana pembentukan karakter anak didapat dari hasil kebiasaan perilaku orang tua dirumah. Namun ada beberapa anak yang terlahir dalam keluarga yang agamis tapi tidak mencerminkan akhlak yang baik. Hal ini bisa terjadi dikarenakan pengaruh lingkungan dan teman pergaulan. Jadi menurut tenaga pendidik 3 bahwa TPA memng berperan dalam pembinaan akhlak, supaya ajaran ataupun didikan yang ia dapatkan tidak mudah terlupakan begitu saja. Dengan pendidikan TPA ini anak diharapkan mampu mengamalkan ajaran agama islam dalam aspek kehidupannya. Berikut ini merupakan hasil wawancara dengan 4 orang wali murid Narasumber 1 Hasil wawancara didapatkan bahwa selama anaknya mengenyam pendidikan TPA lebih baik daripada orang tuanya. Sebab orangtuanya dengan latar belakang yang hanya tamatan sekolah dasar yang belum bisa mengajarkan anaknya mengaji dan berbagai hal lainnya. Narasumber 1 mengaku dengan anaknya mengenyam pendidikan di TPA merupakan salah satu jalan yang baik agar anaknya bisa lebih terarah dalam Dengan TPA anaknya bisa mengaji, hafal beberapa surah pendek dan doa sehari-hari. Bahkan dari yang tidak pernah solat kemasjid sekarang terbiasa solat kemasjid meskipun hanya solat maghrib saja yang dilakukan di masjid. Narasumber 2 Didapatkan bahwa adanya kemajuan anaknya selama mengenyam pendidikan di DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 TPA, hal ini dibuktikan dengan kebiasaannya mengaji selepas sholat maghrib. Hal ini merupakan pembiasaan yang baik dalam kesehariannya. Bukan hanya itu saja, anaknya pun mendapatkan tugas tambahan dalam menghafal surah pendek serta doa sehari-hari. Hal ini tentu dapat menambah pemahamannya mengenai ajaran agama islam yang tidak sempat diberikan orangtuanya. Namun terkadang anaknya lalai dalam menjalankan kebiasaannya dalam mengamalkan pembelajaran yang ia dapat di TPA karena salah bergaul. Disini orang tua perlu berperan penting dalam meluruskan jalan yang ditempuh anaknya dengan cara menunjukan dan mengingatka pada kebiasaan yang baik yang sepatutnya dilakukan dan yang tidak baik Narasumber 3 Dari pernyataan narasumber 3 bahwa semenjak anaknya mengikuti pembelajaran di TPA menjadi lebih baik dari sebelumnya. Anaknya kini memiliki hafaln surah pendek yang belum tentu dimiliki orang tuanya. Tentunya hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kehidupan anaknya. Narasumber ini mengaku terkadang dirinya sempat minder dengan anaknya sebab dari segi hafalan dan semangat untuk sholat yang dimiliki anaknya. Narasumber 3 merasa sangat senang dengan pembelajaran yang telah anaknya dapatkan dalam pendidikan TPA. Setidaknya dengan belajar di TPA anaknyamemiliki bekal ilmu agama yang belum bisa ia berikan ketika dirumah. Narasumber 4 Wawancara dengan narasumber 4 dapat disimpulkan bahwa selama ananknya mengikuti pembelajaran di TPA memang terdapat hasil yang signifikan dalam hal kesehariannya terutama dalam hal bacaan al-QurAoan dan sholat meskipun terkadang masih lalai. Namun setelah dari pembelajaran di TPA yang dilakukan, anaknya belum menunjukkan karakter islami yang sesungguhnya. Hal ini disebabkan oleh pergaulan yang kurang baik yang terdapat dilingkungan tempat tingganya. Selama mengikuti pembelajaran di TPA yang hanya diselenggarakan 4 hari yaitu hari senin sampai hari kamis,selama itu pula anaknya semangat dalam belajar dan selebihnya anaknya suka Helmi Abdul Latif, dkk. Peran Taman PendidikanA. lupa dengan tanggug jawabnya sebagai seorang murid di salah satu TPA. Dalam kasus ini pergaulan juga sangat berpengaruh terhadap akhlak baik anaknya, salah- salah bergaul bisa menjerumuskan anaknya dalam hal-hal yang tidak diharapkan. PERAN TAMAN PENDIDIKANAL-QURAoAN (TPQ) DALAM MEMBENTUK AKHLAK ANAK DI DESA JENARSARI Pembinaan akhlak bukanlah sesuatu proses yang dapat terjadi dengan cepat, tetapi harus berjalan sedikit demi sedikit atau secara berangsur-berangsur sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang dilalui supaya dapat menjadi kebiasaan Selanjutnya dalam perkembangan itu harus diberi petunjuk yang baik, nasehat, menyambut manfaat sesuatu dan bahaya-bahaya serta menjelaskan pada anak-anak tentang hal-hal yang tidak bermanfaat, memperbanyak amal yang baik serta diajarkan berpikir lebih dahulu tentang akibat sesuatu bila ingin mengerjakanya. Dalam kehidupan keluarga, orang tua harus juga melatih anak untuk melakukan ibadah yang diajarkan dalam agama, yaitu praktek-praktek yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Di samping praktek ibadah, anak harus dibiasakan berprilaku sopan, baik di dalam keluarga maupun kepada orang lain sesuai dengan ajaran akidah atau akhlak yang diajarkan agama Islam. Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang memberikan fondasi primer bagi perkembangan bagi tingkah laku anak. Maka baik buruknya keluarga ini memberikan dampak yang positif atau negatif pada diri anak menuju kepada tingkah laku yang baik. Demikianlah peran orang tua sangat penting dan menentukan, karena sebagai pemegang kunci utama bagi perkembangan anak selanjutnya dan merupakan kesalahan besar apabila orang tua tidak memanfaatkan peranannya dalam mendidik dan membina anak-anaknya sebagai tanggung jawabnya, terutama dalam hal pembinaan akhlak. Penanaman nilai-nilai yang Islami perlu di berikan orang tua kepada anak sejak kecil sehigga nantinya anak akan memiliki akhlak yang baik di lingkungan dimana dia Dengan adanya TPQ di Desa Jenarsari sangat membantu pada orang tua untuk DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 menumbuhkan rasa keimanan anak kepada Allah sebagai umat muslim, dan menumbuhkan rasa cintanya kepada Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu diperlukan pengajar yang memiliki ilmu dan adab yang baik sehingga mampu memotivasi, memberikan dorongan, memberikan pembiasaan dan memberikan keteladanan kepada anak. Membiasakan anak untuk membaca Al- quran sesuai tajwid dan makhrajil huruf yang benar juga harus diterapkan sejak dini agar nantinya bisa istiqomah membaca Al-quran secara rutin misalnya dilakukan setelah sehabis sholat. Terlebih lagi di masa pandemi ini harus melakukan kegiatan yang positif dan bermanfaat agar iman tidak semakin menurun dan sebagai umat muslim yang taat hendaknya selalu diisi dengan beribadah kepada Allah. Selain pendidikan yang diberikan orang tua dalam lingkungan keluarga, anak juga membutuhkan pendidikan dari luar seperti lembaga pendidikan islam nonformal yang terletak dalam lingkungan masyarakat. Pendidikan ini mencakup penyelamatan fitrah islamiyah anak, perkembangan potensi fikir anak, potensi kerja, dan sebagainya karena tidak semua orang tua mampu menangani pendidikan anaknya secara keselurahan, mengingat berbagai keterbatasan yang dimiliki orang tua, misalnya keterbatasan waktu, keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterbatasan lainnya. Oleh karena itu orang tua dapat menyerakan pendidikan anaknya pada Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ). Dengan menggelar TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'a. sebagai yayasan edukatif Islam non formal dalam lingkungan masyarakat dapat membantu orang tua dalam mengajar anak-anak mereka untuk mengikuti dan mendalami pendidikan ataupun ajaran Islam. TPA mengasumsikan bagian penting dalam menyiapkan ujung tombak sebagai pembawa kemajuan dan nasib Negara. 14 Sebab pembelajaran TPQ mengintergrasikan bentuk jalan dari pendidikan Al-Qur'an dalam meningkatkan mutu pengetahuan terhadap agama islam terkhusus rasa keagamaan dan pengamalan AlQur'an serta kemampuan dalam membaca Al-Qur'an itu sendiri. Puspitasari. Mulyani, and Sutrisno. AoPeran Taman PendidikanAl-QurAoan (TPQ) Dalam Pembinaan Akhlak Anak Di Masjid Madinatul MukmininAo. Helmi Abdul Latif, dkk. Peran Taman PendidikanA. Adanya TPQ memudahkan orang tua untuk menanamkan nilai-nilai Islami kepada anak sejak dini, dengan belajar membaca Al-quran dengan benar sesuai tajwid dan makhrajil huruf maka diharapkan bisa menumbuhkan keimanan kepada Allah SWT. Selain itu, anak dikenalkan dengan sholawat sehingga tumbuhlah rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Tidak hanya itu, anak berlatih untuk bertanggung jawab atas dirinya untuk terus istiqomah belajar membaca Al- quran sampai lancar dan bisa menyetorkan hafalan juz amma kepada ustad/ustadzah. Peran TPA/TPQ sebagai pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan. 15Adapun peran TPA dalam menumbuhkan karakter sebagai berikut: Peran TPA dalam membantu santri mengagumi dan mencintai Al-QurAoan sebagai bacaan yang istimewa. Peran TPA dalam membimbing santri membaca AlQurAoan dengan baik dan benar. Peran TPA dalam mengajarkan sholat 5 waktu dengan tata cara yang benar. Peran TPA dalam membina santri menguasai hafalan sejumlah surat pendek atau ayat pilihan dan doAoa sehari-hari. Peran TPA dalammengarahkan berakhlak sosial yang baik sesuai dengan tuntunan islam. Peran TPA dalam membantu santri menulis huruf Arab dengan baik dan benar. Upaya ustad/ustadzah dalam penyelenggaraan TPQ sebagai usaha sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memiliki, menghayati, hingga mengimani, bertaqwa dan berakhlak mulia dalam mengamalkan ajaran islam dari sumber utamanya kitab suci Al-QurAoan dan Al-Hadits. 16 Oleh karena itu, ustad/ustadzah selalu dituntut untuk berupaya mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki anak didik agar mereka mengetahui potensi yang dimilikinya. Termasuk dalam pembentukan akhlak, agar anak didik dapat membedakan mana yang baik dan mana 15 Ismail. AoPeningkatan Kompetensi Pedagogik Guru PAI Dalam PembelajaranAo. Mudarrisuna, 4 . , pp. 704Ae19 . 16 Evi Febriani. Citra Oktaviani, and Muhamad Kumaidi. AoPendidikan Akhlak Perspektif AlQurAoanAo. Jurnal Syntax Admiration, 5. , pp. 1081Ae93, doi:10. 46799/jsa. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 yang buruk. Upaya yang dilakukan para pendidik ustad/ustadzah dalam pembentukan akhlak peserta didik antara lain: . Belajar membaca al-qurAoan dan menghafal suratsurat pendek, . hafalan doAoa sehari-hari, . praktek sholat, . Membiasakan mengucapkan salam ketika masuk dan keluar kelas, dan . menceritakan kisah-kisah Pembentukan akhlak yang dilakukan di Masjid Madinatul Mukminin dapat dikatakan berhasil, bisa lihat dari lulusannya. semua lulusan memiliki hafalan surat-surat pendek minimal 24 surat di juz 30 ditambah dengan hafalan doAoa sehari-hari. Selain itu juga untuk para anak didik yang telah menyelenggarakan pendidikan di TPQ, berbeda dengan anak yang tidak menyelenggarakan pendidikan di TPQ sama Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan dari segi perilaku sikap, seperti halnya ketika bertemu dengan orang yang lebih tua, anak yang mengenyam pendidikan di TPQ sopan dan ramah kepada orang lain serta dalam bertutur kata lebih dijaga dengan mengatakan hal-hal yang baik. Berbeda dengan anak yang tidakmengenyam pendidikan di TPQ sama sekali, mereka cenderung sering berkata tidak baik di depan umum, kurang ramah kepada orang lain dan dalam pergaulan tidak dikontrol sehingga semakin menyebabkan merosotnya ahklak anak. Mengajar anak-anak di TPQ NU 06 TARBIYATUSSIBYAN 17 Oki Robiawan. AoImplementasi Konsep Pendidikan Anak Menurut Imam Al Ghazali Di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek GunungsariAo, . At-TaAodib, 1Ae141 Helmi Abdul Latif, dkk. Peran Taman PendidikanA. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 SIMPULAN TPQ memiliki peran yang sangat strategis dalam usaha pembentukan karakter anak sejak dini dengan pendidikan agama yang mengajarkan tentang belajar membaca al-qurAoan dan terjemahannya selain itu terdapat juga pengajaran praktek shalat, suratsurat pendek dan doa harian dimana hal ini secara tidak langsung dapat mengajarkan anak nilai-nilai kehidupan sesuai ajaran islam, namun tidak terlepas dari itu diperlukan adanya keluarga dalam membimbing dan membentuk karakter anak yang baik. Selain itu, di Taman Pendidikan Al-Qur`an menghasilkan bahwa anak anak lebih bisa dalam hal . Belajar membaca al-qurAoan dan menghafal surat-surat pendek, . hafalan doAoa sehari-hari, . praktek sholat, . Membiasakan mengucapkan salam ketika masuk dan Helmi Abdul Latif, dkk. Peran Taman PendidikanA. keluar kelas, dan . menceritakan kisah- kisah teladan. Dengan adanya hal tersebut mengindikasikan bahwa peran Taman Pendidikan Al-Qur`an merupakan cikal bakal seorang anak dalam mengembangkan potensi nya masing-masing. DimaSTIKa Vol. No. 01, 2024 DAFTAR PUSTAKA