JURNAL MASTER PENJAS & OLAHRAGA Volume 2 iC Nomor 1 iC April 2020 HASIL LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK 1Ahmad Afandi Harja A, 2Edy Komarudin STKIP Pasundan A ahmadapandiharja@gmail. ABSTRAK Tujuan untuk membuktikan kontribusi antara panjang tungkai. Kekuatan otot tungkai dan Lari sprint terhadap lompat jauh gaya jongkok siswa putra Kelas X SMK Negeri 12 Pandeglang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptip kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini adalah seluruh putra Kelas X SMK Negeri 12 Pandeglang sebanyak 90 siswa. Jumlah sampel di ambil secara dengan sampel sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan . Ada Kontribusi yang signifikan antara variabel panjang tungkai terhadap lompat jauh gaya jongkok siswa kelas x smk negeri 12 pandeglang sebesar 0,825 dengan sumbangan efektif 68,60%. Ada Kontribusi Yang Signifikan antara Variabel Kekuatan otot tungkai terhadap lompat jauh gaya jongkok siswa kelas x smk negeri 12 pandeglang sebesar 0,845 dengan sumbangan efektif 71,40%. Ada Kontribusi yang signifikan antara variabel lari sprint terhadap lompat jauh gaya jongkok siswa kelas x smk negeri 12 pandeglang sebesar 0,823 dengan sumbangan efektif 67,70%. Terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel Panjang tungkai, kekuatan otot tungkai dan lari sprint terhadap lompat jauh gaya jongkok siswa putra kelas x smk negeri 12 pandeglang secara bersamaan sebesar 0,831 dengan sumbangan efektif 69,05%. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara Panjang tungkai, kekuatan otot tungkai, dan lari sprint terhadap lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra kelas x smk negeri 12 Kata Kunci: Panjang Tungkai. Kekuatan Otot Tungkai. Lari Sprint dan Lompat Jauh Gaya Jongkok. ABSTRAC This study aims to prove the contribution between leg length, leg muscle strength and sprint running to the long jump squat style of male students of class X SMK Negeri 12 Pandeglang. This research uses descriptive quantitative method with a correlational approach. The population used in this study were all male class X SMK Negeri 12 Pandeglang as many as 90 students. The number of samples taken with a sample of 40 The sampling technique used purposive sampling. The results of this study indicate . There is a significant contribution between the leg length variable to the long jump squatting style of class x public junior high school students 12 Pandeglang of 0. 825 with an effective contribution of 68. There is a significant contribution between the variable leg muscle strength to the long jump squatting style of class x junior high school students 12 pandeglang of 0. 845 with an effective contribution of 71. There is a significant contribution between the sprint running variable to the long jump squatting style of class x public junior high school 12 Pandeglang students of 0. 823 with an effective contribution of 67. There is a significant contribution between the variable leg length, leg muscle strength and sprint running on the long jump squatting style of male students of class x junior high school 12 Pandeglang simultaneously amounting to 0. 831 with an effective contribution of 69,05%. The conclusion of this study is that there is a positive and significant contribution between leg length, leg muscle strength, and sprinting on the long jump squat style in male students of class x junior high school 12 Pandeglang. Keywords: Leg Length. Leg Muscle Strength. Sprint Sprint and Squat Long Jump. Alamat Korespondensi: STKIP Pasundan A 2021 STKIP Pasundan A Email: ahmadapandiharja@gmail. ISSN 2721-5660 (Ceta. ISSN 2722-1202 (Onlin. Ahmad Afandi Harja. Edy Komarudin PENDAHULUAN Menurut (Eddy Purnomo, 2. Atletik adalah aktivitas jasmani yang terdiri dari gerakan-gerakan dasar yang harmonis Dan dinamis, yaitu jalan, lari, lempar serta lompat. Bila di lihat dari arti atau istilah menurut (Sugiyono, 2. Atletik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Athlon atau Athlum yang artinya pertandingan, perlombaan, pergulatan, sedangkan orang yang melakukannya di namakan Athleta . Istilah lain yang menggunakan atletik adalah Athletics . ahasa Inggri. Athletiek . ahasa Baeland. Athletiqui . ahasa Peranci. Athletik . ahasa Jema. Atletik yang kita kenal saat ini adalah olahraga yang paling tua di dunia. Gerak-gerak dasar yang terkandung dalam atletik sudah dilakukan sejak adanya peradaban manusia di muka bumi ini. Bahkan gerakan itu sudah dilakukan sejak manusia di lahirkan yang secara bertahap bekembang sejalan dengan tingkat perkembangan, pertumbuhan dan kematangan biologisnya. Menurut (A Widya, 2. Atletik adalah salah satu unsur dari pendidikan jasmani dan kesehatan, juga merupakan komponen-komponen pendidikan keseluruhan yang mengutamaan aktivitas jasmani serta pembinaan hidup sehat dan pengembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang serasi, selaras dan seimbang. Menurut (Hutomo, 2. Lompat Jauh adalah suatu bentuk gerakan melompat yang di awali dengan gerakan horizontal dan diubah ke gerakan vertikal dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki yang terkuat untuk memperoleh jarak yang sejauh-jauhnya. Sedangkan Menurut (Sukmana, 2. Lompat jauh adalah jenis olahraga dengan jalan melompat ke depan dengan bertolak pada satu kaki untuk mencapai jarak yang sejauh jauhnya Dalam lompat jauh terdapat beberapa macam gaya atau sikap badan pada saat melayang di udara. (Hunayani & Santoso, 2. menyebutkan ada tiga cara sikap melayang yaitu: . gaya jongkok . aktu melayang bersikap jongko. , . gaya lenting . aktu di udara badan dilentingka. , dan . gaya jalan di udara . aktu melayang kaki bergerak seolah-olah berjalan di udar. Lompat jauh gaya jongkok adalah gerakan yang pelaksanaannya membutuhkan kecepatan, tenaga lompat dan tujuan yang diarahkan kepada keterampilan gerak yang benar dalam melakukan gerakan dan jauhnya lompatan. (Nugraha, 2. Lompat jauh gaya jongkok adalah sikap badan di udara kedua tungkai jongkok, kedua lutut ditekuk, kedua tangan ke depan. Secara teknis pada lompat jauh gaya jongkok meliputi empat tahapan yaitu : awalan, tumpuan, melayang di udara dan pendaratan. Keberhasilan untuk melompat sejauh-jauhnya di pengaruhi oleh banyak faktor. (Djumidar, 2. menyatakan bahwa unsur-unsur yang berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam melakukan lompat jauh meliputi daya ledak, kecepatan, kekuatan, kelincahan, kelentukan, koordinasi, dan keseimbangan. Persyaratan yang harus dipenuhi pelompat jauh yaitu faktor kondisi fisik yang meliputi kecepatan, tenaga loncat, kemudahan gerak khusus, ketangkasan dan rasa irama. Faktor teknik yang meliputi ancang-ancang, lepas tapak tahap melayang dan pendaratan. untuk mencapai kemampuan lompat jauh dipengaruhi oleh faktor kondisi fisik dan faktor teknik melompat. Ditinjau dari kondisi fisik, komponen fisik yang dapat mempengaruhi pencapaian kemampuan lompat jauh antara lain daya ledak, kecepatan, kekuatan, kelincahan, kelentukan dan koordinasi. Sedangkan ditinjau dari teknik melompat meliputi awalan, tolakan, melayang di udara dan pendaratan Pada saat melakukan awalan lompat jauh di perlukan kecepatan, untuk melakukan kecepatan di perlukan tungkai yang panjang, untuk itu Panjang tungkai merupakan tulang gerak bagian bawah. Tungkai mempunyai tugas penting dalam rangka tubuh untuk melakukan gerakan. Namun demikian untuk melakukan gerakan tersebut secara sistematis perlu adanya sistem pergerakan yang meliputi tulang, otot, dan persendian. Untuk mengukur panjang tungkai digunakan pengukuran anthropometri. Disamping kecepatan dan Panjang Tungkai di perlukan juga Kekuatan otot tungkai dalam melakukan lompat jauh gaya jongkok, maka dari itu kekuatan otot tungkai adalah perpaduan hasil antara kekuatan dan kecepatan. Daya ledak otot atau muscular power adalah kemampuan maksimum dengan usaha yang dikerahkan dalam waktu yang relatif singkat (Sajoto, 2. Power akan melakukan kerja secara eksplosif, yaitu dapat mengerahkan kekuatan maksimum dalam waktu yang sangat cepat. Power adalah merupakan suatu kemampuan otot untuk dapat menghasilkan tenaga yang sangat singkat, seperti untuk aktivitas berlari, melompat Ahmad Afandi Harja. Edy Komarudin vertical, tendangan dan pukulan (Rohendi & Suwandar, 2. Oleh sebab itu, seseorang yang memiliki power tentu akan mempunyai unsur kekuatan otot dan unsur kecepatan serta keterampilan yang baik untuk dapat mengkoordinasikan kekuatan otot dan kecepatan otot yang di milikinya. Kecepatan Lari merupakan gerakan maju untuk memindahkan badan dengan secepatcepatnya, kedua kaki ada saat melayang dan tidak menempel di tanah atau lantai. Menurut (Nopiyanto et al. , 2. unsur gerak dalam lari terdiri dari. gerakan tungkai . agian tubuh mulai dari sendi panggul ke bawah yaitu paha, tungkai bawah, dan kaki, . gerakan lengan . engan atas, lengan bawah, dan tanga. , . sikap badan, dan . koordinasi yang selaras dari semua unsur gerak tersebut. Gerakan tungkai merupakan modal utama agar seorang pelari dapat melaju, mulai dari garis keberangkatan hingga garis akhir. Gerakannya berupa pengulangan dari setiap tahap gerakan yang sudah di lakukan. Seorang olahragawan yang memiliki proporsi badan tinggi biasanya di ikuti dengan ukuran tungkai yang panjang. Ukuran tungkai yang panjang akan memberikan keuntungan dalam jangkauan langkah. Dalam lari sprint ada tiga teknik dasar yang harus dikuasai yaitu : gerakan kaki, ayunan lengan, dan posisi badan saat berlari. Berdasarkan pemaparan di atas terkait dengan ketiga faktor komponen kondisi fisik tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji kontribusi Panjang Tungkai. Kekuatan Otot Tungkai dan kecepatan Lari Sprint dengan hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok sehingga penelitian ini nantinya bertujuan untuk mengetahui Kontribusi keempat komponen kondisi fisik tersebut. METODE Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Korelasional di gunakan untuk mencari Kontribusi antar variabel. Pada penelitian ini terdapat tiga variabel bebas, yaitu Panjang Tungkai (X. Power Tungkai (X. , dan Kecepatan Lari Sprint (X. , dan satu variabel terikat yaitu Lompat Jauh Gaya Jongkok (Y). Ini artinya jenis korelasinya adalah korelasi ganda atau multiple korelasi. Dalam hal ini (Tangkudung. Aini. &. Tangkudung, 2. mengatakan penggunaan model korelasi multiple di gunakan jika variabel- variabel bebas dari penelitiannya secara teoretik di yakini independen atau tidak ada variabel intervening diantara variabel-variabel bebasnya. Adapun desain penelitiannya adalah sebagai berikut: Gambar 1. Desain Penelitian Keterangan: : Panjang Tungkai. : Power Tungkai. : Kecepatan Lari Sprint. : Lompat jauh gaya Jongkok Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Siswa Putra Kelas X SMK Negeri 12 Pandeglang. Teknik sampling yang digunakan dalam peneitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling, artinya sampel penelitian dipilih sesuai dengan kriteria, sehingga sampel dalam penelitian ini adalah siswa Putra kelas X sebanyak 40 orang. Instrumen untuk mengetahui Ahmad Afandi Harja. Edy Komarudin Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok dengan Tes Lompat Jauh Gaya Jongkok Di Ukur Dengan Meteran. Berikut proses tes yang dilakukan dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 2. Proses Tes Lompat Jauh Gaya Jongkok Sumber: (Zafar sizik, didik, 2. Sedangkan untuk mengukur Panjag Tungkai menggunakan tes Antropometri menggunakan meteran, tes Kekuatan Otot Tungkai menggunakan standing jump, dan tes untuk mengukur mengukur kecepatan Lari sprint menggunakan stopwatch. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi ganda atau multiple. Data akan diolah dan dianalisis setelah memperoleh skor dari hasil tes pada setiap variabel, yaitu: . Mendistribusikan nilai-nilai hasil tes, . Menghitung nilai rata-rata dan simpangan baku dari setiap tes, . Melakukan pengujian persyaratan analisis, yaitu berupa uji normalitas dengan Liliefors, . Melakukan pengujian hipotesis, yaitu berupa uji korelasi sederhana dan ganda dan uji signifikansi korelasi tunggal dan multiple pada taraf signifikansi = 0,05, serta perhitungan indeks determinasi dan korelasi HASIL PENELITIAN Deskripsi Data Setelah melakukan pengumpulan data yaitu dengan cara melakukan tes dari masingmasing variabel penelitian, maka di dapat hasil nilai rata-rata dan simpangan baku sebagai Tabel 1. Hasil Penghitungan Data Rata-Rata Dan Simpangan Baku Variabel Rata-Rata Simpangan Baku 1 Panjang Tungkai 98,80 2 Kekuatan Otot Tungkai 3 Kecepatan Lari Sprint 4 Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok Berdasarkan hasil perhitungan yang disajikan pada tabel dan gambar 3 tersebut, dapat dikatakan bahwa hasil rata-rata Panjang Tungkai (X. adalah sebesar 98,80 dan simpangan 738 Pada variabel Kekuatan Otot Tungkai (X. didapat nilai rata-rata sebesar 232. dan simpangan bakunya sebesar 24. 942 Kemudian pada variable kecepatan lari sprint (X. didapat nilai rata-rata sebesar 15. 28 dan simpangan bakunya adalah 1. 724 Sedangkan pada variabel hasil lompat jauh gaya jongkok mendapat nilai rata-rata sebesar 502. 83 dan simpangan Uji Normalitas Data Pengujian normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Dalam uji ini akan menguji hipotesis (H. : Ausampel berasal dari populasi berdistribusi normalAy. Untuk menerima atau menolak hipotesis dengan membandingkan nilai signifikansi hitung . dengan dengan = 0,05. Kriterianya adalah menerima hipotesis apabila nilai sig lebih besar dari 0,05. Hasil uji normalitas pada lampiran dua dapat di lihat pada tabel di bawah ini: Ahmad Afandi Harja. Edy Komarudin Tabel 2. Hasil Perhitungan Uji Normalitas Variabel Kesimpulan Panjang Tungkai X1 Kolomogorov Smirnov 0,131 0,080 0,05 Normal Kekuatan Otot Tungkai X2 0,120 0,147 0,05 Normal Kecepatan Lari Sprint X3 0,098 0,200 0,05 Normal Lompat Jauh Gaya Jongkok 0,056 0,05 Normal Dari tabel di atas harga sig dari panjang tungkai, kekuatan otot tungkai. Kecepatan lari 60 m Dan Lompat Jauh Gaya Jongkok Sebesar 0,080. 0,147. 0,200 dan 0,056. Harga signifikansi hitung . dari masing-masing variabel lebih besar dari 0,05 . ig>0,. , maka hipotesis yang menyatakan sampel berasal dari populasi berdistribusi normal di terima. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa kenormalan distribusi terpenuhi. Uji Linieritas Uji linearitas untuk mengetahui bentuk regresi antara variabel bebas dan variabel Dalam uji ini akan menguji hipotesis (H. : bentuk regresi linear. Untuk menerima atau menolak hipotesis dengan membandingkan harga signifikansi dari F . dengan = 0. Kriterianya adalah menerima hipotesis apabila harga sig lebih besar dari 0,05. Hasil perhitungan uji linearitas dapat di lihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3. Hasil Perhitungan Uji Linearitas Sig Taraf yang sangat Panjang Tungkai 0,670 0,05 Variabel Keterangan Linier Kekuatan Otot Tungkai 0,731 0,05 Linier Kecepatan Lari Sprint 0,066 0,05 Linier Hasil uji linieritas dapat di lihat dari tabel 4. 6, menunjukkan hubungan panjang tungkai dengan Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok diperoleh nilai sig 0,670 > 0,05, berarti kontribusi panjang tungkai dengan Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok adalah linier. kontribusi kekuatan otot tungkai dengan Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok diperoleh nilai sig 0,731 > 0,05, berarti kontribusi kekuatan otot tungkai dengan Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok adalah linier. Sedangkan kontribusi Kecepatan Lari Sprint dengan Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok di peroleh nilai sig 0,066 > 0,05, berarti kontribusi lari sprint dengan Hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok adalah Uji hipotesis Ada kontribusi dari variabel bebas panjang tungkai (X. , kekuatan otot tungkai (X. dan Kecepatan Lari Sprint (X. dengan variabel Lompat Jauh Gaya Jongkok (Y). Adapun untuk menguji hipotesis pertama, kedua, ketiga Dan ke Empat dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi yang perhitungannya di bantu dengan progam SPSS v. 25 for Windows Pengujian Hipotesis IV (X1,X2,X3 Ae Y) Untuk mengetahui kontribusi panjang tungkai (X. , kekuatan otot tungkai (X. dan Kecepatan Lari Sprint (X. dengan variabel hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok (Y) dalam penelitian ini menggunakan analisis korelasi ganda yang perhitungannya di bantu dengan progam SPSS v. Ahmad Afandi Harja. Edy Komarudin for Windows. Pada tabel 4. 10 menunjukkan hasil uji korelasi ganda dengan uji F regresi antara variabel panjang tungkai, kekuatan otot tungkai, dan Kecepatan Lari Sprint dengan variabel hasil lompat Jauh Gaya Jongkok sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Korelasi Ganda Panjang Tungkai. Kekuatan Otot Tungkai. Dan Kecepatan Lari Sprint Dengan Variabel Hasil Lompat jauh gaya jongkok. Variabel Kesimpulan Nilai Uji r (X1. X2. X3 dan Y) 0,831 0,312 Signifikan Berdasarkan tabel di atas ternyata Rhitung = 0,831 > Rtabel = 0,312 maka Ho ditolak dan H1 di terima, artinya terdapat kontribusi yang berarti X1,X2 dan X3 secara bersama-sama terhadap Y. Kontribusi Panjang Tungkai. Kekuatan otot tungkai dan kecepatan Lari Sprint terhadap kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok yaitu: (K = r 2 x 100% = . 2 x 100% = 69,05%). Jadi, dapat di simpulkan kontribusi Panjang Tungkai. Kekuatan Otot Tungkai Dan Kecepatan Lari Sprint terhadap kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok adalah sebesar 69,05%. Berdasarkan hipotesis diatas dapat di simpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel-variabel bebas yaitu Panjang Tungkai (X. Kekuatan Otot Tungkai (X. dan Kecepatan Lari Sprint (X. terhadap variabel terikatnya yaitu kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok (Y). selanjutnya untuk lebih jelas lagi dapat di lihat pada tabel hasil rangkuman hipotesis berikut ini: Tabel 5. Hasil Uji Korelasi Ganda Panjang Tungkai. Kekuatan Otot Tungkai. Dan Kecepatan Lari Sprint Dengan Variabel Hasil Lompat jauh gaya jongkok. Jenis Rhitung Ktabel X1 dan Y X2 dan Y X3 dan Y X1,X2,X3 dan Y 0,825 0,845 0,823 0,831 68,60%. 71,40% 67,70% 69,05% Variabel Lain 31,40% 28,60% 32,30% 30,95% Berdasarkan hipotesis diatas dapat di simpulkan bahwa terdapat kontribusi yang signifikan antara variabel-variabel bebas yaitu Panjang Tungkai (X. Kekuatan Otot Tungkai (X. dan Kecepatan Lari Sprint (X. terhadap variabel terikatnya yaitu kemampuan Lompat Jauh Gaya Jongkok (Y). selanjutnya untuk lebih jelas lagi dapat di lihat pada diagram kontribusi variabel berikut ini: Rangkuman Hipotesis 80,00% 70,00% 60,00% 50,00% 40,00% 30,00% 20,00% 10,00% 0,00% 68,60% 71,40% 67,70% 69,05% 31,40% 28,60% 32,30% 30,95% 0,825 0,845 0,823 0,831 X1 dan Y X2 dan Y X3 dan Y X1,X2,X3 dan Gambar 3. Rangkuman hipotesis X1,X2,X3 dan Y Ahmad Afandi Harja. Edy Komarudin PEMBAHASAN Berdasarkan hasil perhitungan di peroleh Kontribusi antara panjang tungkai, kekuatan otot tungkai, dan Kecepatan Lari Sprint dengan variabel hasil lompat jauh gaya jongkok sebagai Ada kontribusi yang signifikan antara panjang tungkai terhadap hasil Lompat jauh Gaya Jongkok Pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang Hasil analisis hipotesis memberikan temuan bahwa panjang tungkai berkontribusi langsung terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang. Temuan ini memberi makna bahwa jika ingin meningkatkan kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang maka dapat di lakukan melalui peningkatan panjang tungkai. Temuan dalam penelitian ini sejalan dengan kajian teoritis yang di kemukakan terdahulu (Harwin, 2. bahwa pengaruh panjang tungkai yang baik akan mampu menunjukkan kemampuan lompat jauh gaya jongkok yang baik pula. Dengan demikian dapat di katakan bahwa kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang dapat meningkat ketika panjang tungkai meningkat sehingga kemampuan Lompat jauh gaya jongkok akan tinggi. Hal ini dapat di jelaskan bahwa apabila siswa memiliki panjang tungkai yang baik, akan menunjang untuk melakukan lompatan yang maksimal. Oleh sebab itu salah satu jenis kondisi fisik yang perlu di kembangkan pada olahraga ini adalah unsur Panjang tungkai. Namun harus di sadari bahwa unsur fisik ini tidak lah berdiri sendiri, akan tetapi harus di dukung dan di kombinasikan dengan unsur fisik yang lain seperti Kekuatan Otot Tungkai. Kecepatan Lari dan sebagainya. Ada kontribusi yang signifikan dari kekuatan otot tungkai terhadap hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang. Hasil analisis hipotesis memberikan temuan bahwa kekuatan otot tungkai berkontribusi langsung terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang. Temuan ini memberi makna bahwa jika ingin meningkatkan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang maka dapat d ilakukan melalui peningkatan daya ledak tungkai. Temuan dalam penelitian ini sejalan dengan kajian teoritis yang di kemukakan terdahulu (Ikadarny, 2. bahwa kekuatan otot tungkai yang baik akan mendukung prestasi yang baik. Dengan demikian dapat di katakan bahwa kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang dapat meningkat ketika di dukung dengan kekuatan otot tungkai yang baik pula. Hal ini dapat di jelaskan bahwa apabila siswa memiliki kekuatan otot tungkai yang baik, akan menghasilkan kemampuan lompatan yang kuat sehingga menghasilkan lompatan yang jauh. Oleh sebab itu salah satu jenis kondisi fisik yang perlu di kembangkan pada olahraga ini adalah unsur kekuatan otot tungkai. Namun harus di sadari bahwa unsur fisik ini tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi harus di dukung dan di kombinasikan dengan unsur fisik yang lain seperti Panjang Tungkai. Kecepatan Lari dan sebagainya. Terdapat kontribusi yang signifikan antara Kecepatan Lari Sprint terhadap hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang Hasil analisis hipotesis memberikan temuan bahwa kecepatan lari sprint berpengaruh langsung terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang. Temuan ini memberi makna bahwa jika ingin meningkatkan kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang maka dapat di lakukan melalui peningkatan kecepatan lari sprint. Temuan dalam penelitian ini sejalan dengan kajian teoritis yang di kemukakan terdahulu (Junaidi et al. , 2. bahwa kecepatan lari sprint yang baik mampu menunjukkan pencapain prestasi yang baik pula. Dengan demikian dapat di katakan bahwa kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang dapat meningkat ketika memperhatikan kecepatan lari sprint, untuk meningkatkan kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri Ahmad Afandi Harja. Edy Komarudin 12 Pandeglang maka perlu adanya kecepatan lari spint yang baik. Hal ini dapat di jelaskan apabila siswa yang memiliki kecepatan lari sprint yang baik, akan menunjang untuk melakukan lompat jauh gaya jongkok dengan hasil yang baik. Ada kontribusi yang signifikan antara panjang tungkai, kekuatan otot tungkai, dan Kecepatan Lari Sprint terhadap hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok Pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang Hasil analisis hipotesis memberikan temuan bahwa Panjang tungkai, kekuatan otot tungkai dan lari sprint secara bersama-sama berpengaruh langsung Terhadap kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang. Temuan ini memberi makna bahwa jika ingin meningkatkan kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang maka dapat di perhatikan Panjang tungkai, kekuatan otot tungkai dan lari sprint. Hal ini dapat di jelaskan bahwa ketiga variabel bebas ini secara bersama-sama memberikan kontribusi yang nyata dengan kemampuan lompat jauh gaya jongkok pada siswa putra SMK Negeri 12 Pandeglang. panjang tungkai dalam kaitannya pada saat melakukan lari di manfaatkan dengan mengarahkan kekuatan dan kecepatan sehingga menghasilkan kemampuan lompat yang maksimal. Kekuatan Otot tungkai merupakan faktor pendukung dalam melakukan lompat, dimana pada saat melakukan lompat di fungsikan untuk membantu agar kemapuan lompat yang di lakukan dapat maksimal. Sedangkan kecepatan lari di gunakan pada saat melakukan awalan dan akhiran sehingga menghasilkan kemampuan lompat yang baik pula. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil analisis data dan pengujian hipotesis maka dapat di simpulkan Ada kontribusi yang positif dan signifikan antara panjang tungkai terhadap hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok pada siswa Putra Kelas X Smk Negeri 12 Pandeglang. Ada kontribusi yang positif dan signifikan antara kekuatan otot tungkai terhadap hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok pada siswa Putra Kelas X Smk Negeri 12 Pandeglang. Ada kontribusi yang positif dan signifikan antara Kecepatan Lari Sprint terhadap hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok pada siswa Putra Kelas X Smk Negeri 12 Pandeglang. Secara bersama-sama terdapat kontribusi yang positif dan signifikan antara panjang tungkai, kekuatan otot tungkai, dan Kecepatan Lari Sprint terhadap hasil Lompat Jauh Gaya Jongkok pada siswa Putra Kelas X Smk Negeri 12 Pandeglang. DAFTAR PUSTAKA