4109 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-QURAoAN DAN RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN KLIEN PRE OPERASI FRAKTUR FEMUR DENGAN TINDAKAN ORIF DI RUMAH SAKIT ISLAM PURWOKERTO Oleh Desi Ayuningsih1. Suci Khasanah2 1,2Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa Jl. Raden Patah No. Kedunglongsir. Ledug. Kembaran. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengah 53182. Indonesia Email: 1desiayuningsih@gmail. Article History: Received: 04-06-2023 Revised: 22-06-2023 Accepted: 13-07-2023 Keywords: Murattal Al-Qur'an, deep breathing relaxation, anxiety level, preoperative Abstract: Anxiety occurs in many clients before surgery. The application of murattal Al-Qur'an therapy and deep breathing relaxation is a type of non-pharmacological The purpose of this case study was to determine the application of murattal therapy and deep breathing relaxation to reduce preoperative anxiety levels of femur fractures in the intraoperative room of Purwokerto Islamic Hospital. The sample in this case is the pretestposttest using The Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) instrument. It was concluded that murattal therapy and deep breathing relaxation can reduce anxiety levels in preoperative patients. Based on the results of the case study it is recommended to use this type of treatment in an effort to reduce the anxiety of oraoperative patients. PENDAHULUAN Salah satu respon yang dapat terjadi pada pasien yang akan melakukan prosedur pembedahan dalam pre operatif yaitu timbulnya kecemasan, sebagaimana hasil penelitian (Lestari & Yuswiyanti, 2. ada beberapa pasien yang menunda jadwal operasi dikarenakan pasien belum siap dan merasakan cemas dengan tindakan operasi yang merupakan pengalaman pertama baginya. Kecemasan akan mengakibatkan perubahan fisik dan psikologis seseorang sehingga mengaktifkan syaraf otonom simpatis dengan meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah pasien dan akan berdampak pada proses pelaksanaan operasi dan proses penyembuhan post operasi (Parman, 2. Oleh karena itu perawat mempunyai peran yang sangat penting dalam proses tindakan operasi salah satunya membantu mengurangi rasa cemas yang dialami pasien(Rismawan, 2. , dengan menggunakan metode non farmakologis yang dapat mengatasi kecemasan pasien seperti dengan cara terapi murottal Al-QurAoan dan relaksasi nafas dalam (Novitasari&Fitriana,2. Hasil penelitian (Fatmawati & Pawestri, 2. lantunan ayat AlQurAoan merupakan instrumen penyembuh yang dapat mengaktifkan hormone endorphin alami, sehingga menurunkan hormone-hormon stress, dan mengalihkan perhatian dari rasa cemas, menurunkan tekanan darah dan detak jantung, penelitian (Puspita. , et. al, 2. juga mengatakan terapi relaksasi nafas dalam dapat bermanfaat untuk menurunkan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 ketegangan pada seluruh tubuh dengan rasa yang tenang dan nyaman. Berdasarkan fenomena kecemasan pada klien ore-operasi peneliti ingin melakukan studi kasus dengan memberikan implementasi mendengarkan murattal Al-QurAoan dan relaksasi nafas dalam agar klien dengan pre-operasi dapat mengendalikan kecemasanya dan menurunkan kecemasan tersebut. Permasalahan yang sudah dijelaskan diatas membuat peneliti melakukan studi kasus terkait implementasi murattal Al-QurAoan dan relaksasi nafas dalam sebagai karya tulis ilmiah ini. Diharapkan pembaca mampu mengetahui dan menerapkan khususnya dalam bidang keperawatan agar dapat dilakukan sebagai asuhan METODE PENELITIAN Peneliti yang dilakukan dalam hal ini mengguanakan desain studi kasus. Studi kasus dilakukan diinstalasi bedah sentral kamar intra operatif pada 08 Juni 2023 dan 09 Juni 2023 dengan masalah ansietas. Metode penelitian yang dilakukan dalam karya tulis ilmiah ini adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil dari implementasi penerapan murattal Al-QurAoan dan relaksasi nafas dalam dengan kecemasan klien pre operasi. Studi kasus ini menggunakan instrumen APAIS untuk mengukur tingkat kecemasan klien. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kasus 1 Tn. J usia 60 tahun, pendidikan SD, bekerja sebagai karyawan swasta, diagnosa medis Fraktur Femur dextra sehingga klien direncanakan dilakukan tindakan orif. Keluhan saat pengkajian klien mengatakan takut/cemas akan dilakukannya operasi ini karena ini tindakan operasi pertama bagi beliau dan berfikir tidak akan bisa beraktivitas seperti semula dengan jangka waktu yang lama sedangkan beliau adalah kepala keluarga. Pasien mengatakan tadi malam hanya bisa tidur 3 jam sebelum dilakukannya operasi. TD :135/100 mmHg. Nadi:98 x/menit. RR:23 X/menit. 36,6. Dari hasil pengkajian cemas sebelum dilakuan terapi/intervensi murattal Al-QurAoan didapatkan nilai 24 . emas bera. , setelah dilakukan intervensi selama 30 menit kemudian dilakukan evaluasi kecemasan yang didapatkan nilai 14 . emas sedan. Kasus II Ny. T usia 57 tahun pendidikan SD, bekerja sebagai petani. Diagnosa medis fraktur femur sinistra sehingga klien direncanakan tindakan orif. Keluhan saat pengkajian klien mengatakan takut akan dilakukan operasi pada salah satu anggota tubuh pasien, operasi ini merupakan operasi pertama bagi pasien. Pasien mengatakan tidak bisa istirahat dengan tennag karena terpikirkan tindakan operasi yang akan dilakukannya. Dan mengatakan pasien tidak bisa bepergian ke sawah untuk membantu suaminya menanam TD:140/100 mmHg. N:100x/menit. S:36,8 C. SpO2:89%. RR:23x/menit. Dari hasil pengkajian cemas sebelum di lakukan terapi atau intervensi relaksasi nafas dalam didapatkan nilai 23 . emas bera. , setalah dilakukan intervensi relaksasi nafas dalam didapatkan score 15 . emas sedan. Diagnosa prioritas kedua kasus dtiatas adalah Ansietas (D. berhubungan dengan prosedur tindakan pembedahan dengan keadaan situasional yang dibuktikan klien merasa khawatir dengan kondisi yang sekarang dihadapi, tampak tegang. TD meningkat. Nadi a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 Intervensi yang dilakukan pada kasus I untuk menurunkan kecemasan adalah pemberian terapi Murattal Al-QurAoan di ruang intra operatif. Dalam pelaksanaan terapi murattal Al-QurAoan klien terlebih dahulu diukur tingkat kecemasaanya, kemudian dilakukan terapi dengan menggunakan hand phone yang sudah ditentukan suratnya sesuai dengan yang diinginkan klien selam 30 menit. Setelah selesai intervensi klien diukur tingkat kecemasannya dan didokumentasikan. Untuk tempat pelaksanaan pasien kasus 1 di kamar intra operatif. Tabel1. Angka kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan terapi Murattal AlQurAoan Inisial Pasien Sebelum Sesudah Angka Tn. Intervensi yang dilakukan pada kasus II untuk menurunkan tingkat kecemasan adalah pemeberian relaksasi nafas dalam di ruang intra operatif. Dalam pelaksanaan terapi relaksasi nafas dalam klien terlebih dahulu diukut tingkat kecemasannya, kemudian dilakukan terapi relaksasi nafas dalam dengan posisi yang sudah nyaman bagi klien dan suasana ruangan yang tenang bagi klien selama 20 menit. Setalah selesai intervensi klien diukur kembali tingkat kecemasan dan di dokumemtasikan. Tabel 2. Angka kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi nafas Inisial Pasien Sebelum Sesudah Angka Ny. Pembahasan Berdasarkan kasus diatas, klien yang akan dilakukann tindakan orif mengalami kecemasan baik karena tindakan operasi atau latar belakang yang membuat klien merasa Setiap mengahadapi selalu menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada klien (Amni. Pada kasus 1 sebelum dilakukan terapi murattal Al-QurAoan pre operatif pasien di kaji menggunakan pengkajian The Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) mendapatlan score 24 . emas bera. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Reza dkk pada tahun 2019 yang menerangkan bahwa sebagian responden yang mengalami operasi orthopedic mengalami cemas berat. Sedangkan sesudah dilakukan intervensi murattal pre operatif dalam pengkajian APAIS didapatkan nilai 14 . emas sedan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Rismawan, 2. yang mengatakan bahwa klien yang akan dilakukan tindakan operasi mengalami cemas berat. Pada kasus ke-II sebelum dilakukan terapi relaksasi nafas dalam pasien dikaji mendapatkan score 23 . emas bera. dan sesudah dilakukan tindakan relaksasi nafas dalam menunjukkan score 15 . emas sedan. Hal ini sejalan dengan penelitian Sakila dkk . mengatakan bahwa setelah dilakukan relaksasi nafas dalam tingkat kecemasan responden a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 pre operatif mengalami penurunan. Kecemasan (Ansieta. merupakan perasaan yang tidak menyenangkan atau ketakutan yang sangat hebat. Hal tersebut terjadi sebagai teaksi terhadap sesuatu yang dialami seseorang, dampak yang dapat merugikan penurunan kualitas hidup dan menghambat pelaksanaan tugas sebagai reaksi terhadap sesuatu yan dialami seseorang. Kecemasan biasanya dikaitkan dengan prosedur atau tindakan pembedahan atau tindakan yang berkaitan dengan hidup klien. Klien yang mengalami kecemasan bisanya menunjukkan gejala mudah tersinggung, susah tidur, gelisah, lesu, mudah menangis (Zulfa, 2. Lantunan ayat Al-QurAoan secara fisik mengandung suara manusia yang merupakan intrumen penyembuh yang menakjubkan dan mudah dijangkau. Suara dapat mengaktifkan hormone endorphin alami, menurunkan hormone-hormon stress, meningkatkan perasaan rileks, dan mengalihkan perhatian dari rasa cemas. Sedangkan relaksasi nafas dalam bermanfaat untuk meningkatkan ventilasi alveoli mempertahankan pertukaran gasm mengatur frekuensi dan pola nafas, memperbaiki fungsi diafragma dan mencegah atelaktasis dan menutunkan kecemasan (Faridah, 2. Terapi murattal juga lebih efektif untuk menurunkan kecemasan dibanding dengan terapi music klasik. Pasien yang diberikan terapi murattal 93,75% mengalami penurunan kecemasan, sedangkan terapi music klasik hanya menurunkan kecemasan 75,0% saja (Syafei, 2. Terapi relaksasi nafas dalam menurut penelitian Uskenat . menjelaskan bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan pada pasien pre operatif dengan general anestesi sebelum dan sesudah diberikan relaksasi nafas dalam, penelitian ini menunjukkan hasil yang sangat signifikan dengan p=0,000 atau <0,05 sehingga terapi relaksasi nafas dalam terbukti dapat mengurangi kecemasan pasien pre ooperatif. KESIMPULAN Penerapan terapi murattal Al-QurAoan dan relaksasi nafas dalam yang diberikan pada klien pre operatif di kamar intra operatif dimana dalam penelitian ini membandingkan antara 2 pasien dengan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi murattal dan relaksasi nafas dalam. Setelah dilakukan terapi murattal Al-QurAoan terdapat penurunan tingkat kesemasan klien sebanyak 10 score dari score 24 . emas bera. , sedangkan untuk pasien dengan intervensi relaksasi nafas dalam terdapat penurunan score kecemasan sebanyak 8 score dari 23 . emas bera. Artinya ada perubahan tingkat kecemasan pada pasien preoperative fraktur femur dengan tindakan orif setelah dilakukan intervensi yang berbeda. Yang mana dalam penelitian ini menunjukkan perubahan tingkat kecemasan yang positif sehingga dapat di simpulkan bahwa terapi murattal dan relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tingkat kecemasan pada pasien preopertif. DAFTAR PUSTAKA