Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 TRANSFORMASI PEMBELAJARAN AL-QURAoAN PADA ERA DIGITAL: ANALISIS AKUN INSTAGRAM QURANREVIEW BERDASARKAN SURAH AL-QAMAR AYAT 17 Lintang Dewi FiAoliya Putri Universitas Islam Negeri Syekh Wasil. Kediri lintangd1705@gmail. Abstract This study explores how the Instagram account Quranreview contributes to the transformation of QurAoan learning in the digital era, examining its relevance to surah Al-Qamar verse 17, which emphasizes the ease of the QurAoan as a source of guidance and learning. The research employs a qualitative-descriptive approach, involving content analysis of posts, comments, follower interactions, and interviews with the account administrators. The findings reveal that Quranreview functions not only as a medium of dissemination but also as an interactive learning environment that encourages reflective engagement with the QurAoanic message. Through its visual features, infographics, and concise yet meaningful narratives, the account successfully makes QurAoanic content more accessible and relatable to digital audiences, thereby actualizing the spirit of surah Al-Qamar verse 17 to facilitate understanding and reflection upon the QurAoan. Moreover, the platform cultivates a digital learning community that nurtures empathy, collaboration, and spiritual motivation among followers. This study underscores the transformative potential of social media in fostering QurAoanic literacy and offers valuable insights for educators, digital media practitioners, and religious institutions seeking to optimize QurAoan learning in contemporary online contexts. Keywords: Digital Learning. Quranreview. Surah Al-Qamar Verse 17. Abstrak Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana akun Instagram Quranreview berkontribusi terhadap transformasi pembelajaran Al-QurAoan di era digital, dengan menelaah relevansinya terhadap surah Al-Qamar ayat 17 yang menekankan kemudahan Al-QurAoan sebagai sumber petunjuk dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, dengan melibatkan analisis konten unggahan, komentar, interaksi pengikut, serta wawancara dengan pengelola akun. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Quranreview tidak hanya berfungsi sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga sebagai lingkungan belajar interaktif yang mendorong keterlibatan reflektif terhadap pesan-pesan Al-QurAoan. Melalui fitur visual, infografis, dan narasi singkat namun bermakna, akun ini berhasil menjadikan konten Al-QurAoan lebih mudah diakses dan dipahami oleh audiens digital, sehingga mewujudkan semangat surah Al- Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Qamar ayat 17 untuk memudahkan pemahaman dan perenungan terhadap AlQurAoan. Selain itu, platform ini membentuk komunitas pembelajaran digital yang menumbuhkan empati, kolaborasi, dan motivasi spiritual di antara para Penelitian ini menegaskan potensi transformatif media sosial dalam menumbuhkan literasi Al-QurAoan serta memberikan wawasan berharga bagi para pendidik, praktisi media digital, dan lembaga keagamaan dalam mengoptimalkan pembelajaran Al-QurAoan di konteks daring kontemporer. Kata Kunci: Pembelajaran Digital. Quranreview. Surah Al-Qamar Ayat 17. Pendahuluan Perkembangan teknologi digital telah mengubah secara fundamental cara manusia berinteraksi dengan informasi, pengetahuan, dan nilai-nilai keagamaan. 1 Dalam konteks pendidikan Islam, khususnya pembelajaran Al-QurAoan, kemajuan teknologi telah membuka ruang baru yang menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan inovasi digital. Jika dahulu proses pembelajaran Al-QurAoan berlangsung secara tatap muka di pesantren, madrasah, atau majelis taklim, kini proses tersebut telah mengalami perluasan melalui media daring yang memungkinkan pembelajaran bersifat lebih fleksibel, terbuka, dan partisipatif. Transformasi ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap Al-QurAoan terus berkembang seiring dengan dinamika zaman, tanpa meninggalkan substansi spiritualnya sebagai sumber hidayah dan pedoman hidup. Era digital menghadirkan peluang besar bagi penyebaran nilai-nilai QurAoani secara lebih luas dan mudah diakses. 2 Kemunculan berbagai platform seperti aplikasi QurAoan interaktif, kanal YouTube dakwah, serta media sosial bertema keislaman memperlihatkan bagaimana masyarakat modern memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran Dalam konteks ini, nilai kemudahan . yang terkandung dalam surah AlQamar ayat 17 menemukan relevansinya. Ayat tersebut menegaskan bahwa Al-QurAoan 1 Santio Arivianto dkk. AuDampak Teknologi pada Implikasi Sosial. Kultural, dan Keagamaan dalam Kehidupan Manusia Modern,Ay Moderasi: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 1. , 2022: 1Ae14. 2 Andy Riski Pratama dkk. AuDakwah digital dalam penyebaran nilai-nilai Islam di era digital,Ay Tabayyun, 5. , 2024: 45Ae 53, https://doi. org/10. 61519/tby. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 merupakan kitab yang dimudahkan untuk diingat, dipelajari, dan direnungkan. Di era digital, pesan kemudahan ini dapat dimaknai sebagai dorongan bagi umat Islam untuk memanfaatkan teknologi dalam memperluas akses terhadap ilmu Al-QurAoan, dengan tetap menjaga nilai kesakralan dan kedalaman maknanya. Transformasi pembelajaran Al-QurAoan melalui media digital tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut perubahan pola belajar dan karakter peserta 3 Generasi milenial dan Z, yang tumbuh dalam budaya visual dan interaktif, lebih tertarik pada bentuk penyampaian yang ringkas, menarik, dan relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pendekatan konvensional dalam pengajaran AlQurAoan perlu diadaptasi agar mampu menjawab kebutuhan generasi digital. Media sosial menjadi salah satu sarana strategis dalam proses ini karena mampu menghadirkan ruang belajar yang komunikatif, kreatif, dan reflektif. Hal ini menandai pergeseran paradigma dari pembelajaran berbasis hafalan menuju pembelajaran berbasis pemahaman dan pengalaman spiritual yang lebih personal. Salah satu bentuk konkret dari fenomena tersebut adalah kemunculan akun-akun media sosial yang fokus pada penyebaran konten QurAoani, seperti akun Instagram Quranreview. Akun ini secara konsisten menampilkan konten-konten reflektif, tematik, dan kontekstual terkait ayat-ayat Al-QurAoan. Melalui desain visual yang menarik, narasi singkat, serta bahasa yang mudah dipahami. Quranreview berhasil menjembatani pesan Al-QurAoan dengan kebutuhan spiritual masyarakat digital. Lebih dari sekadar sarana dakwah, akun ini berfungsi sebagai ruang pembelajaran interaktif yang memungkinkan pengikutnya untuk berpartisipasi, berdiskusi, dan merefleksikan pesan-pesan QurAoani secara kolektif. Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi majlis Al-QurAoan baru yang inklusif dan terbuka bagi semua kalangan. 3 Kamila Rahma Shalehah dkk. AuTransformasi Pendidikan Islam di Era Digital: Rekonstruksi Nilai-Nilai Historis dalam Menyongsong Masyarakat Virtual,Ay https://doi. org/10. 61104/ihsan. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3. , 551Ae66, 4 Choirul Abdullah dan Muhammad Falah. AuAl-Quran. Hadis, dan Teknologi: Potensi dan Tantangan dalam Penyebaran Ajaran Islam di Dunia Maya,Ay Hamidah: Jurnal Ilmu Hadis, 1. , 2025: 55Ae75. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Beberapa penelitian terdahulu telah menyoroti pokok kajiannya pada Quranreview, namun dengan fokus yang berbeda-beda. Seperti skripsi Siti Fatimah yang meneliti model tafsir Al-QurAoan pada akun Instagram Quranreview yang menggunakan pendekatan tematik . auduAo. dan corak sosial kemasyarakatan . dabi al-ijtimaAo. melalui konten visual,5 sedangkan penelitian Izzuthoriqul dan Syauqi lebih fokus kepada penyajian konten keagamaannya karena gaya bahasa, diksi, dan nuansanya sesuai dengan karakter generasi milenial. 6 Dan juga skripsi Fadhilah Irjanti yang membahas isi pesan dakwah yang disampaiakan Quranreview, bisa berupa kategori akidah, syariah, dan juga akhlak. Meskipun demikian, penelitian-penelitian tersebut belum secara khusus mengkaji bagaimana akun tersebut merepresentasikan transformasi pembelajaran Al-QurAoan di era digital dengan menautkannya pada pesan normatif Al-QurAoan tentang kemudahan dalam mempelajarinya sebagaimana dinyatakan dalam surah Al-Qamar ayat 17. Dengan demikian, masih terdapat ruang kajian yang perlu diteliti lebih lanjut mengenai bagaimana nilai kemudahan pembelajaran Al-QurAoan diaktualisasikan melalui media sosial. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini menjadi penting untuk mengkaji bagaimana media sosial, khususnya Instagram, dapat berfungsi sebagai sarana transformasi pembelajaran Al-QurAoan di era digital. Kajian ini difokuskan pada analisis terhadap konten-konten yang disajikan oleh akun Instagram Quranreview serta bagaimana konten tersebut merepresentasikan nilai kemudahan dalam mempelajari Al-QurAoan sebagaimana yang terkandung dalam surah Al-Qamar ayat 17. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian tentang transformasi pembelajaran Al-QurAoan di era digital sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana aktualisasi nilai-nilai QurAoani dalam kehidupan masyarakat modern. 5 Siti Fatimah. AuTafsir Al-QurAoan di Media Sosial: Studi Tentang Model Tafsir Pada Akun Instagram@ QuranreviewAy (Skripsi. UIN Antasari, 2. 6 Izzuthoriqul Haq. , & Muhammad Labib Syauqi. AuDigital Native Character in Social Media Interpretation: A Study on Instagram Accounts,@ Quranreview,Ay Al-AAoraf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat, 18. , 2021: 45Ae67, https://doi. org/10. 22515/ajpif. 7 Fadillah Irjanti. AuAnalisis Pesan Dakwah pada Akun Instagram @QuranreviewAy (Skripsi. Universitas Muhammadiyah. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk memahami fenomena transformasi pembelajaran AlQurAoan di era digital melalui media sosial. Pendekatan ini dipilih karena penelitian tidak berorientasi pada pengukuran angka, melainkan pada pemahaman mendalam terhadap makna, pesan, dan bentuk penyajian pembelajaran Al-QurAoan yang disampaikan melalui akun Instagram Quranreview. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari unggahan konten pada akun Instagram Quranreview, baik berupa gambar, video, maupun keterangan . yang berkaitan dengan penyampaian pesan-pesan Al-QurAoan. Adapun data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan, seperti buku, artikel jurnal, skripsi, serta kajian-kajian yang membahas pembelajaran Al-QurAoan di era digital dan penafsiran surah Al-Qamar ayat 17. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, dokumentasi, dan Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung konten-konten yang diunggah pada akun Instagram Quranreview untuk mengetahui pola penyajian materi dan bentuk penyampaian pesan keagamaan yang digunakan. Teknik dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan serta mengarsipkan unggahan yang relevan dengan fokus penelitian, sedangkan wawancara dilakukan dengan pengelola akun guna memperoleh informasi yang lebih mendalam mengenai latar belakang dan tujuan penyajian konten Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Melalui proses analisis ini, penelitian berupaya mengungkap bagaimana konten yang disajikan dalam akun Instagram Quranreview merepresentasikan transformasi pembelajaran Al-QurAoan di era digital dengan menautkannya pada nilai kemudahan pembelajaran sebagaimana terkandung dalam surah Al-Qamar ayat 17. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Pembahasan Makna Surah Al-Qamar Ayat 17 dalam Konteks Kemudahan Pembelajaran AlQurAoan e a e a a e a caa e a a a ca AEE a A aNE aI eI acI aE sA a AOEC O eI EC eI aEA Sungguh. Kami benar-benar telah memudahkan Al-QurAoan sebagai Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Surah Al-Qamar ayat 17 adalah salah satu ayat yang menonjol dalam menggambarkan karakteristik Al-QurAoan sebagai kitab yang mudah untuk dipelajari dan dijadikan pedoman hidup. 8 Ayat ini diulang empat kali dalam surah yang sama (QS. AlQamar: 17, 22, 32, dan . , menunjukkan penegasan dan keagungan maknanya. Pengulangan ini tidak hanya bersifat retoris, tetapi juga memiliki nilai pedagogis yang kuat, menandakan bahwa pesan tentang kemudahan Al-QurAoan merupakan salah satu pilar penting dalam memahami hubungan manusia dengan wahyu. Secara linguistik, kata yassarna (Kami mudahka. berasal dari akar kata yusr, yang berarti kelapangan dan kemudahan, mengindikasikan bahwa Allah memberikan keringanan bagi manusia untuk mengakses, memahami, dan mengamalkan Al-QurAoan tanpa halangan yang berarti. Menurut tafsir klasik, para ulama menekankan bahwa kemudahan dalam ayat ini mencakup tiga dimensi utama: kemudahan dalam lafaz, makna, dan hidayah. Al-Tabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan AuKami mudahkan Al-QurAoanAy adalah kemudahan dalam penghafalan dan pembacaan. Ia menegaskan bahwa tidak ada kitab yang lebih mudah dihafal dan dilantunkan daripada Al-QurAoan, bahkan oleh anakanak dan orang yang bukan penutur asli bahasa Arab. Hal ini menjadi bukti bahwa kemudahan Al-QurAoan bersifat mukjizat. 9 Sementara itu. Al-Qurtubi dalam tafsirnya memperluas pemaknaan ini dengan menyatakan bahwa kemudahan tersebut juga 8 Muhammad Taslim. AuMetode Mama Papa Memudahkan Muslim Indonesia Mampu Membaca Al QurAoanAy (Thesis. Universitas PTIQ, 2. , https://repository. id/id/eprint/665/. 9 Abu JaAofar Muuammad an Jarir al-Tabari. JamiAo al-Bayan an TaAowil Ay al-QurAoan, vol. 22 (Dar al-Tarbiyah wa al- Turats, 2. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 mencakup kemudahan dalam pemahaman. Menurutnya. Allah membuka jalan bagi siapa pun yang ingin memahami Al-QurAoan sesuai kadar keilmuannya, baik secara literal maupun kontekstual, sehingga setiap lapisan umat Islam dapat mengambil pelajaran dari kitab ini. Pandangan lain datang dari Fakhr al-Din al-Razi dalam Mafatih al-Ghayb, yang menekankan bahwa kemudahan Al-QurAoan tidak berarti mengabaikan kedalaman makna di dalamnya. Ia menulis bahwa Al-QurAoan bersifat mudah bagi siapa yang hatinya terbuka, tetapi tetap mengandung lapisan makna yang tak terhingga bagi para ulama yang mendalami tafsir dan ilmu bahasa. Dengan demikian, kemudahan dan kedalaman bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan dua sisi dari sifat mukjizat Al-QurAoan yaitu mudah diakses oleh semua, namun selalu kaya makna untuk digali lebih dalam. Al-Razi bahkan menegaskan bahwa kemudahan Al-QurAoan juga menjadi tanda kasih sayang Allah kepada umat manusia, karena wahyu ini diturunkan dalam bentuk yang sesuai dengan kapasitas akal manusia untuk memahami petunjuk Ilahi. Ibn Kathir dalam Tafsir al-QurAoan al-AoAzim memberikan perspektif yang lebih Ia menafsirkan bahwa makna kemudahan Al-QurAoan dalam ayat ini juga berkaitan dengan kemudahan dalam memperoleh pahala dan keberkahan bagi orang yang Menurutnya. Allah tidak hanya memudahkan manusia untuk membaca dan memahami, tetapi juga memberikan ganjaran besar bagi setiap usaha mendekatkan diri kepada Al-QurAoan. Dalam pandangan Ibn Kathir, pengulangan ayat ini di Surah Al-Qamar menjadi seruan agar manusia tidak sekadar mengakui kemudahan itu, tetapi juga mengamalkannya dalam tindakan nyata, seperti membaca, menghafal, dan mentadabburi isi Al-QurAoan. 10 Abu AoAbdullah Muuammad bin Aumad al-Anari al-Qurtubi. Al-JamiAo li-Ahkam al-QurAoan, vol. 17 (Dar al-Kutub al- Miriyyah, 1. 11 Abu AoAbdillah Muhammad ibn AoUmar Fakhr al-Din Al- Razi. Tafsir Mafatiu al-Ghayb, vol. 29 (Dar IuyaAo al-Turath al- AoAraby, 2. 12 Imad al-Din Abu al-Fida Ismail ibn Umar ibn Kathir al-Dimashqi. Tafsir al-Quran al-Azim, vol. 7 (Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Selain mufassir tersebut. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah memberikan tafsiran yang relevan dengan konteks modern. Ia menjelaskan bahwa kemudahan dalam ayat ini menunjukkan betapa Al-QurAoan mampu berbicara kepada berbagai lapisan masyarakat dengan cara yang berbeda-beda. Menurutnya, seseorang dapat mengambil pelajaran dari Al-QurAoan sesuai dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, dan kesiapan hatinya. Quraish Shihab juga menekankan pentingnya memahami kemudahan ini secara dinamis, bahwa di zaman modern kemudahan tersebut juga terwujud melalui berbagai fasilitas teknologi yang mempermudah umat untuk belajar Al-QurAoan, seperti aplikasi digital, media sosial, dan platform pendidikan daring. Dengan demikian, makna surah Al-Qamar ayat 17 tidak hanya menunjukkan sifat universal Al-QurAoan sebagai kitab petunjuk yang mudah diakses, tetapi juga mengandung pesan agar umat Islam terus berinovasi dalam memfasilitasi pembelajaran Al-QurAoan. Dalam konteks era digital, kemudahan yang dimaksud dalam ayat ini dapat diaktualisasikan melalui media yang relevan dengan gaya belajar masyarakat modern. Aksesibilitas digital, visualisasi konten, serta interaksi melalui platform daring merupakan bentuk nyata dari kemudahan tersebut. Hal ini sejalan dengan semangat ayat yang mendorong manusia untuk mengambil pelajaran . ahal min muddaki. , yakni mengajak refleksi aktif terhadap pesan-pesan Al-QurAoan dalam kehidupan kontemporer. Namun, kemudahan yang dijanjikan Allah juga membawa konsekuensi tanggung jawab moral dan Semakin mudah Al-QurAoan diakses, semakin besar pula kewajiban untuk menjaga otentisitas dan keilmiahan pemahamannya. Dalam konteks pembelajaran digital, penyebaran tafsir dan refleksi QurAoani di media sosial harus dilakukan dengan kehatihatian, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau penyimpangan makna. Oleh karena itu, semangat kemudahan dalam surah Al-Qamar ayat 17 sebaiknya dipadukan dengan prinsip verifikasi, adab belajar, dan penghormatan terhadap otoritas keilmuan. Dengan cara ini, pesan ayat tersebut dapat dipahami bukan sekadar sebagai kemudahan teknis, tetapi 13 M. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah : Pesan. Kesan dan Keserasian Al-QurAoan, vol. 13, (Lentera Hati, 2. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 juga sebagai panggilan untuk menyeimbangkan antara aksesibilitas dan akurasi dalam pembelajaran Al-QurAoan. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan di Era Digital Perkembangan teknologi digital pada abad ke-21 telah menghadirkan perubahan yang sangat fundamental dalam cara manusia mengakses, mengelola, dan mentransmisikan 14 Dalam konteks pendidikan Islam, terutama pembelajaran Al-QurAoan, digitalisasi telah membuka horizon baru bagi penyebaran ilmu yang lebih cepat, luas, dan Jika pada masa klasik proses pembelajaran Al-QurAoan berlangsung secara langsung melalui metode talaqqi, halaqah, dan pengajaran di surau atau pesantren, kini pola tersebut mulai bertransformasi menjadi sistem pembelajaran yang berbasis jaringan dan platform Melalui kemajuan teknologi informasi, umat Islam dapat mengakses berbagai tafsir, qiraAoat, dan materi tajwid dalam bentuk audio-visual yang dapat dipelajari kapan pun dan di mana pun. Hal ini menunjukkan bahwa pesan surah Al-Qamar ayat 17 tentang kemudahan Al-QurAoan menemukan relevansi baru dalam konteks kemajuan digital, yakni kemudahan dalam bentuk kemajuan teknologi yang memfasilitasi pembelajaran ilahi secara lebih terbuka. Transformasi digital juga telah menggeser paradigma pendidikan Al-QurAoan dari pendekatan tradisional yang berpusat pada guru . eacher-centered learnin. menjadi pendekatan yang berpusat pada peserta didik . earner-centered learnin. Dalam ruang digital, setiap individu memiliki kebebasan dan otonomi untuk memilih metode, sumber, serta waktu belajar sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajarnya sendiri. Keberadaan media sosial seperti Instagram. YouTube, dan TikTok menjadikan proses pembelajaran lebih fleksibel dan berorientasi pada pengguna . ser-oriente. Akses terhadap video kajian, tafsir interaktif, atau infografis tematik memungkinkan generasi muda memahami Al-QurAoan dengan cara yang kontekstual dan visual, sesuai dengan karakter budaya digital 14 Efi Kurniasari. Ruang Kelas Sebagai Ruang Bebas: Media. Budaya dan Pemikiran Kritis dalam Pendidikan Abad 21, (K-Media, 2. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Dengan demikian, ruang digital tidak hanya menjadi saluran dakwah, tetapi juga ekosistem baru bagi penguatan literasi QurAoani yang adaptif terhadap perubahan zaman. Selain itu, transformasi ini juga melahirkan apa yang dapat disebut sebagai bentuk baru dari tafsir al-waqiAoi yakni tafsir yang berinteraksi secara langsung dengan realitas sosial dan teknologi kontemporer. Pesan-pesan Al-QurAoan kini dapat dikontekstualisasikan ke dalam fenomena modern seperti ekologi digital, etika komunikasi daring, dan keseimbangan spiritual di tengah arus informasi yang masif. Visualisasi ayat-ayat AlQurAoan dalam bentuk infografis, video pendek, atau desain naratif yang menarik memungkinkan pesan ilahi dihadirkan secara sederhana namun bermakna. Strategi ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara teks klasik dan cara berpikir Dengan demikian, pembelajaran Al-QurAoan di era digital bukan sekadar upaya teknologisasi dakwah, melainkan bentuk revitalisasi makna dan relevansi Al-QurAoan di tengah dinamika kehidupan modern. Dalam konteks kelembagaan, transformasi pembelajaran Al-QurAoan juga menuntut adaptasi dari para pendidik dan institusi pendidikan Islam. 16 Guru Al-QurAoan kini tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, moderator, dan kurator yang bertugas menyeleksi sumber digital agar tetap sesuai dengan prinsip tafsir yang sahih. Lembaga pendidikan Islam seperti madrasah, pesantren, dan universitas perlu mengintegrasikan teknologi pembelajaran berbasis digital ke dalam kurikulum mereka, bukan sekadar sebagai media bantu, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pendidikan QurAoani yang relevan dengan dunia modern. Kurikulum yang menggabungkan penguasaan ilmu tafsir klasik dengan literasi digital akan menghasilkan generasi pembelajar yang tidak hanya fasih membaca Al-QurAoan, tetapi juga mampu mengkomunikasikan nilai-nilainya di ruang digital dengan cara yang bijak dan bertanggung jawab. 15 Marlenda Marlenda dan Bashori Bashori. AuPeran Literasi Digital dalam Dakwah Berbasis Al-QurAoan: Implementasi dan Tantangan di Media Sosial,Ay Al-Ukhwah-Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 4. , 2025: 1Ae12, https://doi. org/10. 47498/jau. 16 Wardatul Janah. AuAdaptasi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Transformasi Pembelajaran di Era Digital (Studi di SMK Al-Husna Tangeran. Ay https://repository. id/id/eprint/873/. (Thesis. Universitas Nahdhatul Ulama. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Meskipun demikian, transformasi ini tidak lepas dari tantangan epistemologi dan Kemudahan akses terhadap informasi QurAoani di dunia maya sering kali tidak diiringi dengan validasi keilmuan yang memadai. Banyak konten Al-QurAoan di media sosial yang bersifat potongan, tidak lengkap, atau bahkan menimbulkan reduksi makna terhadap pesan Oleh karena itu, penting untuk menumbuhkan literasi digital QurAoani yang kuat, yaitu kemampuan untuk mengenali otoritas keilmuan, membedakan tafsir yang muAotabar dari yang spekulatif, serta memahami konteks turunnya ayat dengan benar. Transformasi digital yang tidak diimbangi dengan literasi kritis justru berpotensi mengaburkan otentisitas makna Al-QurAoan dan menimbulkan misinterpretasi di ruang publik. Fenomena ini menegaskan pentingnya peran media sosial sebagai ruang pembelajaran yang harus diarahkan dengan prinsip-prinsip QurAoani. Salah satu contoh konkret dari upaya ini adalah kehadiran akun Instagram Quranreview, yang mengemas konten pembelajaran Al-QurAoan secara reflektif, sistematis, dan estetis. Akun ini tidak hanya menampilkan kutipan ayat dan tafsir, tetapi juga mengajak pengikutnya untuk merenungkan relevansi pesan-pesan Al-QurAoan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui desain visual yang menarik dan narasi singkat namun padat makna. Quranreview berhasil menjembatani kesenjangan antara teks suci dan realitas digital. Fenomena ini menjadi bukti bahwa transformasi digital dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas pemahaman dan kecintaan terhadap Al-QurAoan, khususnya di kalangan generasi muda. Keberadaan platform seperti Quranreview juga memperlihatkan munculnya komunitas pembelajar QurAoani yang bersifat kolaboratif dan partisipatif. Dalam komunitas digital ini, pengguna tidak hanya berperan sebagai konsumen konten, tetapi juga sebagai kontributor refleksi dan diskusi. Interaksi dalam kolom komentar, live session, dan fitur berbagi menjadi ruang untuk bertukar pandangan, memperkaya pemahaman, dan memperkuat ikatan spiritual di antara para pengikutnya. Dengan demikian, pembelajaran 17 Dina Istiqomah dkk. AuTafsir Digital: Antara Adaptasi dan Krisis Otoritas Keagamaan,Ay Lathaif: Literasi Tafsir. Hadis dan Filologi, 4. , 2025: 41Ae56, https://dx. org/10. 31958/lathaif. 18 Ahmad Rifai dan Nasrulloh Nasrulloh. AuPendidikan Al-QurAoan dan Hadits: Membentuk Generasi Cerdas di Era Pendidikan Kontemporer,Ay Edu Journal Innovation in Learning and Education, 3. , 2025: 31Ae47, https://doi. org/10. 55352/edu. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Al-QurAoan di era digital telah berevolusi dari kegiatan individual menjadi aktivitas sosial yang membentuk ekosistem spiritual baru berbasis jaringan . etworked spiritualit. Transformasi Al-QurAoan memperlihatkan bagaimana kemudahan yang dijanjikan oleh Allah dalam surah Al-Qamar ayat 17 dapat teraktualisasi melalui inovasi manusia dalam memanfaatkan teknologi. Kemudahan ini tidak hanya bermakna secara linguistik atau teologis, tetapi juga terwujud dalam realitas sosial di mana pengetahuan QurAoani dapat menjangkau siapapun, di manapun, tanpa batas ruang dan waktu. Tantangannya kini adalah menjaga agar kemudahan tersebut tidak mengikis kedalaman tafsir dan adab dalam berinteraksi dengan Al-QurAoan. Oleh sebab itu, transformasi ini harus senantiasa diiringi dengan etika, adab, dan kesadaran spiritual agar teknologi benar-benar menjadi wasilah menuju pemahaman yang lebih mendalam terhadap kalam Ilahi. Analisis Akun Instagram Quranreview sebagai Media Pembelajaran Al-QurAoan Akun Instagram Quranreview merupakan salah satu representasi paling menonjol dari transformasi pembelajaran Al-QurAoan di era digital. 20 Akun ini berhasil mengintegrasikan nilai spiritual dengan pendekatan teknologi modern sehingga mampu menjembatani kesenjangan antara teks wahyu dan bahasa visual digital yang akrab bagi generasi milenial dan Gen Z. Penyajian konten melalui visual yang lembut, bahasa yang reflektif, dan estetika yang kontekstual menjadikan setiap unggahan tidak sekadar informatif, tetapi juga menghadirkan pengalaman spiritual yang personal. Setiap posting menampilkan ayat Al-QurAoan disertai tafsir singkat, refleksi kehidupan, serta ajakan introspektif yang mengajak pembaca untuk merenung, sehingga akun ini tidak hanya menjadi media dakwah, tetapi juga ruang pembelajaran spiritual yang inklusif, kontemplatif, dan adaptif terhadap dinamika budaya digital yang cepat berubah. Secara kuantitatif hingga Oktober 2025, akun ini telah menghasilkan lebih dari 184 unggahan dan memiliki 608 ribu pengikut aktif. Data ini menunjukkan konsistensi, 19 Mujiburrahman Mujiburrahman. AuManajemen Dakwah Virtual dalam Meningkatkan Literasi Keagamaan Generasi Milenial,Ay Jurnal Komunikasi dan Media, 2. , 2025: 95Ae108. 20 Asykharil Gustama Abay. AuThe QurAoan on Social Media: Questioning Authenticity and Negotiating the Authority of Interpretation Authors,Ay al-Afkar, 8. , 2025: 70Ae84, https://doi. org/10. 31943/afkarjournal. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 fokus, dan orientasi dakwah yang matang, di mana popularitasnya tidak dibangun melalui sensasi atau polarisasi, melainkan melalui ketulusan visi dan kedalaman pesan yang Visi Quranreview berbunyi: AuWe imagine a time when the QurAoan feels close to every heart, deeply lived, quietly loved, and meaningfully reflected in daily lifeAy. Visi ini mencerminkan upaya untuk menghadirkan kedekatan emosional dan spiritual antara manusia dan wahyu, sekaligus menegaskan pentingnya implementasi nilai-nilai Al-QurAoan dalam kehidupan sehari-hari. Frasa AuWe imagine a timeAy menandakan imajinasi profetik, yaitu membayangkan masa depan Qurani yang belum terwujud namun terus diperjuangkan, sementara Auwhen the QurAoan feels close to every heartAy menekankan pentingnya kedekatan Ungkapan Audeeply livedAy dan Auquietly lovedAy menegaskan bahwa cinta terhadap Al-QurAoan bukan sekadar verbal, melainkan diwujudkan melalui kesalehan batin dan perilaku yang menenangkan, sedangkan Aumeaningfully reflected in daily lifeAy menunjukkan bahwa Al-QurAoan harus hidup dan menjadi nafas dalam keseharian manusia, bukan hanya dibaca di ruang ritual. Berdasarkan visi tersebut. Quranreview menurunkan misinya menjadi gerakan pembelajaran Qurani yang lembut, empatik, dan penuh kasih, memosisikan Al-QurAoan sebagai sahabat spiritual yang menguatkan jiwa. Pendekatan spiritual intimacy diterapkan melalui konten yang menumbuhkan rasa aman bagi individu yang sedang mencari makna, tanpa penghakiman. Setiap konten diarahkan untuk membantu pembaca menemukan dirinya dalam ayat-ayat Allah, sehingga proses belajar menjadi reflektif, personal, dan Pendekatan ini sangat relevan dengan surah Al-Qamar ayat 17, yang menegaskan kemudahan Al-QurAoan bagi siapa pun yang ingin mengambil pelajaran. Melalui gaya komunikatif yang bersahabat, narasi yang kontemplatif, dan penyampaian pesan yang estetik, akun ini menjadikan Al-QurAoan sumber ketenangan dan inspirasi, bukan sekadar hafalan atau teks dogmatis yang menakutkan. Nilai-nilai dasar Quranreview dirangkum dalam akronim LIGHT, yang mencakup: Learn with sincerity, menekankan keikhlasan dalam belajar surah Al-AoAlaq ayat 1Ae5. Invite Ariesta Nadya Alfadhela dkk. AuEstetika dalam Tafsir: Seni Sebagai Medium Pemikiran Al-QurAoan di Era Kontemporer,Ay Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1. , 2025: 1104Ae11, https://doi. org/10. 63822/r5tn7780. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 with wisdom, mencerminkan dakwah dengan hikmah surah An-Nahl ayat 125. Grow slowly, menggambarkan prinsip istiqamah surah Fussilat ayat 30. Hold on to relevance, menjaga konteks tafsir agar tetap relevan dengan kehidupan modern. dan Trust the light, keyakinan bahwa cahaya Al-QurAoan akan menuntun setiap langkah dakwah. Nilai-nilai ini tidak hanya menegaskan keseimbangan antara spiritualitas, intelektualitas, dan profesionalitas dakwah digital, tetapi juga menjadikan akun ini sebagai komunitas yang menghadirkan living interpretation, yaitu tafsir yang hidup dalam tindakan, visual, dan interaksi sosial. Metodologi yang diterapkan Quranreview dapat dikategorikan sebagai tafsir mawduAoi populer, yakni penafsiran ayat berdasarkan tema-tema kehidupan modern dengan bahasa yang reflektif dan aplikatif. 22 Contohnya, unggahan AuThe QurAoanic Verse on Flat Earth?Ay membahas surah Al-Ghasyiyah ayat 17Ae20 dengan pendekatan ilmiah dan reflektif, bukan konfrontatif. Begitu pula seri AuThe Reign of PharaohAy menyoroti surah Asy-SyuAoaraAo ayat 26Ae29 sebagai refleksi atas fenomena kekuasaan dan kesombongan manusia modern. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Al-QurAoan tetap relevan jika dikomunikasikan melalui bahasa yang empatik, kontekstual, dan estetis, sehingga tafsirnya dapat diterima oleh masyarakat modern. Ekspansi karya cetak seperti buku Au30 Days Make It BetterAy memperluas konsep pembelajaran digital menjadi literasi tafsir reflektif. Setiap bab buku ini berfokus pada satu ayat dari satu juz Al-QurAoan, dilengkapi ruang bagi pembaca untuk menuliskan refleksi 23 Pendekatan ini sejalan dengan tafsir taAoammuli, yaitu penafsiran yang berbasis pengalaman batin dan kontemplasi pribadi terhadap wahyu. Dengan cara ini, surah AlQamar ayat 17 diwujudkan secara nyata, menjadikan pembelajaran Al-QurAoan sebagai perjalanan spiritual yang personal dan menyenangkan, sekaligus membuka akses bagi siapa pun untuk memahami dan mencintai Al-QurAoan dengan cara yang lembut, alami, dan 22 Asykharil Gustama Abay. AuThe QurAoan on Social Media: Questioning Authenticity and Negotiating the Authority of Interpretation Authors,Ay al-Afkar, 8. , 2025: 70Ae84, https://doi. org/10. 31943/afkarjournal. 23 Muhammad Rifat Al-Banna dan Moch Ihsan Hilmi. AuAnalisis atas Respon Netizen pada Postingan Akun@ Quranreview di Instagram,Ay Jurnal Iman dan Spiritualitas, 2. , 2022: 17Ae24. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Dengan demikian, akun Quranreview mencerminkan sintesis antara pesan klasik Al-QurAoan dan kebutuhan kontemporer umat Islam di era digital. Mereka menghidupkan makna AuyassarnaAy dalam dunia modern melalui visual yang estetis, narasi yang reflektif, dan komunitas digital yang penuh kasih. Visi, misi, dan nilai LIGHT yang diusungnya membentuk paradigma baru dakwah digital yang lembut, kontekstual, dan mencerahkan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemudahan yang dijanjikan Allah dalam surah AlQamar ayat 17 telah menemukan wujud barunya dalam transformasi digital, di mana AlQurAoan bukan hanya dibaca, tetapi dihayati. bukan hanya dihafal, tetapi dirasakan. hanya diucapkan, tetapi dihidupi dalam keseharian. Relevansi Surah Al-Qamar Ayat 17 terhadap Pembelajaran QurAoani Kontemporer Surah Al-Qamar ayat 17 merupakan pernyataan agung Allah yang menegaskan kemudahan Al-QurAoan sebagai petunjuk dan pengingat bagi manusia. 24 Dalam dimensi teologis-spiritual, ayat ini memperlihatkan karakter rahmaniyyah Allah yang menghadirkan Al-QurAoan sebagai sumber ketenangan dan petunjuk bagi setiap hati yang mau mendekat. Kemudahan . yang dimaksud tidak berarti bahwa Allah memberikan jalan terbuka bagi siapa pun untuk berinteraksi dengannya. Dalam konteks pembelajaran masa kini, hal ini menginspirasi lahirnya metode pengajaran yang menekankan spiritual experience, yakni menjadikan proses belajar Al-QurAoan bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi juga perenungan batin yang menumbuhkan ketenangan, rasa syukur, dan kedekatan dengan Allah. Pembelajaran digital yang menghadirkan tilawah dengan visualisasi indah, tafsir reflektif, dan konten renungan pendek di media sosial merupakan contoh konkret dari aktualisasi nilai taysir ini dalam kehidupan modern. Dari segi epistemologis, frasa AuyassarnaAy mengandung makna bahwa kemudahan dalam Al-QurAoan juga mencakup kemudahan dalam penalaran dan penyingkapan makna. Fakhr al-Din al-Razi menyebutkan bahwa kemudahan ini adalah Al-QurAoan berbicara RA Rani Amelia dkk. AuAnalisis Ayat tentang Mudahnya Menghafal Al-QurAoan dan Implementasinya terhadap Mahasantri MaAohad Al-JamiAoah IAIN Curup (Studi Living QurAoa. Ay (Thesis. IAIN Curup, 2. , https://etheses. id/8045/. Husen Ghulam Al Muntazor. AuManajemen Pembelajaran Berbasis Digital Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Al-QurAoanAy (Thesis. Universitas PTIQ, 2. , https://repository. id/id/eprint/1611/. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 kepada semua lapisan manusia Aiorang awam, cendekia, bahkan filsufAi dengan kedalaman makna yang selalu relevan. Dalam konteks era digital, prinsip ini menemukan manifestasi barunya melalui demokratisasi ilmu tafsir. Akses terhadap tafsir klasik, terjemahan multibahasa, podcast tafsir, dan penjelasan visual dalam bentuk infografis membuat masyarakat luas dapat memahami pesan Al-QurAoan tanpa harus melalui jalur pendidikan formal keislaman. 26 Fenomena ini menunjukkan bahwa taysir bukan sekadar janji ilahi yang abstrak, tetapi telah menjadi realitas epistemologis dalam kehidupan digital umat Islam modern. Sementara itu, bagian ayat Aulidh-dzikrAy secara pedagogis menandakan bahwa tujuan kemudahan tersebut adalah agar manusia dapat mengingat, merenung, dan mengambil pelajaran dari Al-QurAoan. Kata dzikr dalam Al-QurAoan sering dimaknai sebagai AupengingatAy dan Aukesadaran hatiAy yang melahirkan perilaku etis dan spiritual. Dalam pendidikan kontemporer, hal ini tercermin dalam metode reflective learning dan experiential tafsir, di mana pembelajar tidak hanya membaca teks, tetapi juga diajak menulis refleksi pribadi, berdialog tentang makna ayat, dan mengaitkannya dengan pengalaman hidup nyata. Pendekatan seperti ini sejalan dengan visi pendidikan Islam yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi membentuk karakter QurAoani yang sadar dan Pada sisi sosiologis, seruan Aufa hal min muddakirAy dalam ayat ini mengandung makna ajakan universal untuk merenung dan mengambil pelajaran. Dalam konteks pembelajaran modern, seruan ini sejalan dengan prinsip inklusivitas dan partisipasi. Teknologi digital memungkinkan terciptanya ruang belajar yang terbuka, di mana siapa pun dapat berinteraksi dengan wahyu tanpa terikat oleh batas geografis atau hierarki otoritas Munculnya komunitas QurAoani daring seperti Quranreview menjadi bukti bagaimana seruan tersebut dijawab oleh generasi baru yang ingin menghidupkan Al-QurAoan 26 Amalia Naim Afifah dkk. AuTransformation of Al-QurAoan Interpretation in the Digital Era: A Comparative Analysis Study of the Content of the Altafsir. com Website with the Al-QurAoan Al-Hadi Website,Ay al-Afkar. Journal For Islamic Studies, 8. , 2025: 1047Ae68, https://doi. org/10. 31943/afkarjournal. 27 Nadia Yusri dkk. AuPeran Penting Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Pribadi yang Islami,Ay Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 2. , 2024: 15Ae28. https://doi. org/10. 56114/integrasi. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 dalam keseharian melalui refleksi, diskusi, dan konten kreatif. Di ruang ini, pembelajaran Al-QurAoan menjadi dialog sosial dan spiritual yang hidup, bukan hanya transmisi ilmu satu Dari dimensi etika dan dakwah, ayat ini mengajarkan bahwa kemudahan yang diberikan Allah tidak boleh disalahartikan sebagai pembenaran untuk menafsirkan secara serampangan, tetapi sebagai tanggung jawab untuk menyampaikan pesan Al-QurAoan dengan hikmah dan adab. 28 Oleh karena itu, dalam konteks digital, pendakwah dan penggiat konten QurAoani perlu menjaga otentisitas pesan, menghindari sensasionalisme, dan menampilkan nilai-nilai Al-QurAoan secara lembut dan relevan. Etika dakwah digital QurAoani menuntut keseimbangan antara kemudahan penyampaian dan kedalaman substansi. Inilah yang membedakan konten reflektif QurAoani dari sekadar konten motivasi umum: ia membimbing dengan kasih, tetapi tetap berakar pada kebenaran wahyu. Surah Al-Qamar ayat 17 menjadi fondasi teologis sekaligus metodologis bagi pembelajaran QurAoani kontemporer. Ayat ini mengandung prinsip universal yang memadukan aspek spiritual, intelektual, dan sosial dalam satu kesatuan. Taysir . menegaskan prinsip aksesibilitas wahyu, dzikr . mengarah pada tujuan pembelajaran yang reflektif dan transformatif, sedangkan muddakir . encari pelajara. melambangkan semangat partisipatif umat dalam menumbuhkan budaya belajar yang terbuka. Ketika prinsip-prinsip ini diintegrasikan dalam dunia digital, terbentuklah ekosistem baru pembelajaran Al-QurAoan yang tidak hanya memanfaatkan teknologi sebagai alat, tetapi juga sebagai ruang spiritual untuk menghadirkan kemudahan yang dijanjikan Allah. Dengan cara inilah, pesan surah Al-Qamar ayat 17 benar-benar hidup bahwa AlQurAoan senantiasa mudah diingat, dipelajari, dan dihayati oleh setiap hati yang tulus mencari hidayah di setiap zaman, termasuk zaman digital yang penuh tantangan dan Tabel 1 dibawah ini dibuat untuk meringkas dan memudahkan pemahaman terhadap relevansi surah Al-Qamar ayat 17 dalam pembelajaran qurAoani kontemporer. 28 Nur Annisa Tri Handayani dan Canra Krisna Jaya. AuBentuk-Bentuk Etika Komunikasi Dakwah dalam Perspektif Al- QurAoan,Ay Journal of DaAowah, 3. , 2024: 114Ae36, https://doi. org/10. 32939/jd. Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Tabel 1. Relevansi Surah Al-Qamar Ayat 17 terhadap Pembelajaran QurAoani Kontemporer Aspek Makna Surah AlQamar Ayat 17 Relevansi dalam Pembelajaran QurAoani Kontemporer Menumbuhkan pembelajaran berbasis kasih sayang . dan spiritual intimacy. TeologisSpiritual Allah memudahkan Al-QurAoan untuk diingat dan dipahami oleh siapa pun sebagai bentuk rahmat-Nya. Epistemologis AuYassarnaAy kemudahan dalam mengakses makna dan struktur bahasa Al-QurAoan. AuLidh-dzikrAy bermakna untuk pelajaran dan kesadaran reflektif, bukan sekadar hafalan Perluasan makna taysir ke arah kemudahan dalam memahami konteks sosial, bukan sekadar Pengembangan metode pembelajaran yang reflektif, dialogis, dan AuFa hal min muddakirAy menunjukkan seruan partisipatif agar manusia mengambil pelajaran dari AlQurAoan. Kemudahan sebagai rahmat harus diikuti dengan tanggung jawab dalam Demokratisasi pembelajaran AlQurAoan. akses bagi semua lapisan masyarakat. Pedagogis Sosiologis Etis dan NilaiNilai Dakwah Pembelajaran diarahkan pada pembentukan karakter QurAoani dan kesadaran Implementasi dalam Konteks Digital Penggunaan media reflektif, dan empati, seperti konten visual dan podcast QurAoani. Digitalisasi tafsir tematik, platform interaktif, dan aplikasi QurAoani berbasis AI. Model QurAoanic storytelling, dan discussion berbasis media sosial. Komunitas QurAoani digital seperti QurAoanreview, kelas daring tafsir, dan diskusi tafsir publik di media Narasi dakwah kontekstual yang mendorong aksi sosial, refleksi diri, dan kepedulian terhadap isu Transformasi Pembelajaran Al-QurAoan Pada Era Digital: Analisis Akun Instagram Quranreview Vol. No. Maret 2026. Hal. 155 - 176 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, surah Al-Qamar ayat 17 menegaskan bahwa AlQurAoan diturunkan dengan prinsip kemudahan agar manusia dapat membacanya, memahami maknanya, dan mengambil pelajaran darinya. Prinsip kemudahan tersebut menjadi landasan normatif bagi upaya menghadirkan pembelajaran Al-QurAoan yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Dalam konteks era digital, kemudahan tersebut tercermin dalam transformasi pola pembelajaran Al-QurAoan yang tidak lagi terbatas pada ruang-ruang konvensional, tetapi juga berkembang melalui media digital yang memungkinkan penyampaian pesan QurAoani secara lebih luas, fleksibel, dan interaktif. Temuan Instagram Quranreview merepresentasikan bentuk transformasi pembelajaran Al-QurAoan di era digital melalui penyajian konten yang visual, ringkas, dan komunikatif sehingga memudahkan audiens memahami pesan-pesan Al-QurAoan. Konten yang disajikan tidak hanya menyampaikan makna ayat secara tematik dan kontekstual, tetapi juga mengaitkannya dengan pengalaman kehidupan sehari-hari masyarakat digital. Dengan demikian, pemanfaatan media sosial melalui akun Quranreview menunjukkan aktualisasi nilai kemudahan yang terkandung dalam surah Al-Qamar ayat 17, yakni kemudahan dalam mengakses, memahami, dan merefleksikan pesan-pesan Al-QurAoan secara lebih relevan dengan kehidupan masyarakat DAFTAR PUSTAKA