KREATIF Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi p-ISSN: 2986-9242 e-ISSN: 2986-8866 Edukasi Pemilahan Sampah Sebagai Upaya Menjaga Kebersihan Lingkungan di SDN Rengasdengklok Selatan 3 Fahmi Abdul Rafi1*. Falsha Satria Dwiputra2. Sri Septiani3. Lydia Maulani4. Ferry Adimas Ristansyah5. Aldi Dena Kusumah6. Wahyudin7. Winarno8. Rana Ardila Rahma9. Risma Fitriani10 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 Prodi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Singaperbangsa Karawang. Indonesia * Penulis Korespodensi : fahmiabdulrafi0@gmail. Abstrak Untuk mencapai kebersihan lingkungan, diperlukan kesadaran yang tinggi tentang kebersihan dan Dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, salah satu masalah yang sangat serius adalah kurangnya pemahaman tentang masalah sampah. Masalah tersebut dapat diatasi melalui pendekatan edukasi yang memberikan pemahaman tentang berbagai jenis sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Upaya untuk menjaga menjaga kebersihan lingkungan sekitar harus dimulai sejak usia dini. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi tentang pemilahan sampah kepada siswa SDN Rengasdengklok Selatan 3 yang berlokasi di Karawang. Maksud dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian para siswa terhadap konsekuensi pencemaran lingkungan yang timbul akibat pembuangan sampah. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan holistik dengan menggunakan dua tahap utama, yaitu sosialisasi dan kegiatan praktek langsung. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, para siswa tidak hanya dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran mereka tentang dampak sampah, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai jenis-jenis sampah dan cara yang benar untuk memilah sampah. Kata kunci: Kebersihan Lingkungan. Sampah. Pengelolaan Sampah. Pemilahan Sampah Abstract To achieve environmental cleanliness, high awareness of cleanliness and health is required. In terms of keeping the environment clean, one very serious problem is a lack of understanding about the waste This problem can be overcome through an educational approach that provides an understanding of various types of waste, both organic and inorganic waste. Efforts to maintain the cleanliness of the surrounding environment must start from an early age. Therefore, this community service activity was carried out to provide education about waste sorting to students at SDN Rengasdengklok Selatan 3 located in Karawang. The purpose of this activity is to increase students' understanding and awareness of the consequences of environmental pollution arising from waste This activity is carried out with a holistic approach using two main stages, namely socialization and direct practical activities. Through this community service activity, students can not only increase their understanding and awareness of the impacts of waste, but also gain knowledge about the types of waste and the correct way to sort waste. Keywords: Environmental Hygiene. Waste. Waste Management. Waste Sorting PENDAHULUAN Kebersihan adalah cara masyarakat menjaga kesehatannya. Bersih berarti bebas dari segala jenis kotoran yang dapat memengaruhi semua tindakan dan kegiatan masyarakat. Untuk mencapai kebersihan lingkungan, diperlukan kesadaran masyarakat yang tinggi tentang kebersihan dan kesehatan. Untuk mencapainya, masyarakat harus terlibat dalam kegiatan pembinaan masyarakat untuk memelihara dan melestarikan lingkungannya, seperti mengingat satu sama lain, memilah sampah organik dan anorganik, dan membuat bank sampah (Khoiriyah, 2. Faktor lingkungan dalam kehidupan masyarakat dipengaruhi oleh pertumbuhan populasi yang cepat di Indonesia. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang sampah mengatakan bahwa sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perludilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat. Semakin banyak yang belum mendapatkan sosialisasi dengan baik maka semakin rendah tingkatkesadaran dan kepedulian terhadap pemilahan sampah (Yulianto, 2. Kenaikan jumlah sampah sejalan dengan pertumbuhan populasi setiap tahun menjadi permasalahan serius terkait sampah di Indonesia. Selain pertambahan jumlah sampah, terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan permasalahan sampah di negara-negara berkembang, seperti keterbatasan anggaran untuk pengelolaan sampah, kurangnya pemahaman tentang konsekuensi yang muncul akibat pengelolaan sampah yang kurang baik, dan kekurangan pendekatan komprehensif dalam menangani masalah pengelolaan (Auliani, 2. Pengelolaan sampah dapat diimplementasikan melalui langkah penanganan sampah, yang melibatkan proses pemilahan. Pemilahan sampah dilaksanakan dengan mengelompokkan atau memisahkan sampah berdasarkan jenis, jumlah, dan/atau karakteristiknya. (Hasibuan & Syafaruddin. Secara garis besar, pengelolaan sampah dibedakan menjadi dua sampah organik dan anorganik (Utami et al. , 2. Sampah organik, seperti sisa makanan, dapat didaur ulang menjadi pupuk kompos, dan sampah nonorganik, seperti plastik, diolah lagi menjadi barang yang dapat digunakan kembali (Purnomo & Sunarsih, 2. Pentingnya tahap pemisahan sampah dalam proses pengolahan dan pengelolaan sampah tidak dapat Jika terjadi pencampuran antara sampah organik yang bisa didaur ulang dengan sampah anorganik yang tidak dapat didaur ulang, maka proses pengolahan sampah akan mengalami hambatan. Fenomena ini terjadi karena tingkat kesadaran masyarakat yang kurang mengenai manajemen sampah dan kebijakan pemerintah yang kurang kuat dalam mendukung praktek pemisahan jenis sampah kembali. (Kurniaty et al. , 2. Pengetahuan masyarakat tentang pengelompokan sampah masih sangat terbatas. Tanpa pemahaman yang memadai, kebiasaan untuk memilah sampah tidak terbentuk di kalangan Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman ini sejak usia dini, yang diimbangi dengan tindakan konkret yang dilakukan secara konsisten. Dengan menanamkan pemahaman dan menerapkannya secara berkesinambungan, kebiasaan ini akan menjadi rutin, yang pada akhirnya akan mengurangi akumulasi sampah. (Pertiwi et al. , 2. Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional . , sampah terbanyak di Indonesia disumbangkan dari sisa makanan yaitu sebesar 40,4% . Sampah sisa makanan menjadi penyalur sampah terbanyak. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pendidikan tentang pengelolaan sampah sejak usia dini guna mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh sampah. Pada penelitiaan Ratnasari et al. , . , memberikan saran agar program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tentang edukasi pemilahan sampah dapat dilanjutkan pada di lokasi yang lain untuk menunjang kelestarian lingkungan sekitar, khususnya area sekolah. Dengan demikian, maksud dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswasiswi sekolah dasar mengenai pentingnya pengelompokan sampah dan cara membuangnya dengan benar sesuai dengan jenisnya. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan dan pengalaman langsung, di mana siswasiswi dari SDN Rengasdengklok Selatan 3 diberi pembelajaran langsung mengenai teknik memilah sampah dan cara membuangnya ke dalam tempat sampah yang sesuai. Tujuan utama adalah agar pemahaman mengenai manajemen sampah meningkat, dan siswa-siswi dapat menerapkannya dalam kehidupan seharihari mereka serta lingkungan sekitarnya. BAHAN DAN METODE Bahan yang digunakan dalam membuat tempat sampah untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu: . 4 buah ember cat bekas. kuas cat. 1 botol thiner . 4 buah stiker. Metode pendekatan edukasi pemilahan sampah yang diterapkan memiliki pendekatan holistik dengan menggunakan dua tahap utama, yaitu sosialisasi dan kegiatan praktek langsung. Pendekatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa tentang pentingnya pemilahan sampah dan kontribusinya terhadap kebersihan lingkungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SDN Rengasdengklok Selatan 3 yang berlokasi di Desa Rengasdengklok Selatan. Kecamatan Rengasdengklok. Kabupaten Karawang. Jawa Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 15 November 2023 yang diikuti oleh siswa dan siswi kelas 5 yang berjumlah 40 orang anak. Pertama-tama dilakukan kegiatan sosialisasi melalui presentasi materi yang komprehensif. Para siswa diajak untuk memahami pengertian sampah, mengidentifikasi jenis-jenis sampah, dan menyoroti pentingnya pemilahan sampah. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman yang lebih baik tentang dampak positif pemilahan sampah terhadap lingkungan, seperti mengurangi pencemaran dan meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Selanjutnya, presentasi materi juga menyoroti manfaat pemilahan sampah secara langsung. Hal ini mencakup pembahasan tentang bagaimana pemilahan sampah dapat mendukung proses daur ulang, mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam. Selain itu, para siswa diberitahu mengenai dampak yang mungkin timbul akibat ketidakbenaran dalam pemilahan sampah, seperti dampak negatif terhadap ekosistem dan Kesehatan Gambar 1. Presentasi Materi Setelah kegiatan sosialisasi selesai, dilanjutkan dengan kegiatan praktek pemilahan sampah. Para siswa diajak secara langsung untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam kegiatan sosialisasi sebelumnya. Mereka berpartisipasi aktif dalam kegiatan pemilahan sampah di sekitar sekolah, memisahkan sampah organik dan anorganik kedalam tempat sampah yang sesuai dengan jenisnya. Gambar 2. Praktek Pemilahan Sampah Gambar 3. Dokumentasi Peserta Kegiatan Pendekatan holistik ini menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyeluruh dan terintegrasi. Melalui kombinasi sosialisasi dan praktik langsung, metode ini berusaha menciptakan pemahaman yang tidak hanya teoretis tetapi juga aplikatif. Para siswa tidak hanya diberi pengetahuan tentang pemilahan sampah, tetapi juga diberi kesempatan untuk melihat dan merasakan dampak nyata dari praktik pemilahan sampah dalam lingkungan mereka. KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan sosialisasi yang telah dilakukan, diharapkan akan memberikan dampak yang lebih mendalam pada pemahaman dan perilaku siswa terkait pemilahan sampah. Selain itu, diharapkan bahwa pemahaman ini akan meluas ke dalam kehidupan sehari-hari siswa, membentuk kebiasaan positif yang dapat mereka bawa dalam keluarga, masyarakat, dan masa depan mereka. Dengan demikian, metode pendekatan edukasi pemilahan sampah ini bukan hanya merupakan pembelajaran di kelas, tetapi juga suatu langkah konkret untuk menciptakan perubahan nyata dalam sikap dan tindakan siswa terhadap pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam penelitian ini, kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para dosen pembimbing kami, yaitu Bapak Wahyudin. Bapak Winarno. Ibu Rana Ardila, dan Ibu Risma Fitriani. Bimbingan, panduan, dan inspirasi yang diberikan oleh Anda semua telah menjadi pilar utama kesuksesan kami dalam mengangkat topik "Edukasi Pemilahan Sampah" di SDN Rengasdengklok Selatan 3. Kontribusi berharga Anda tidak hanya menciptakan penelitian yang bermakna tetapi juga membentuk pemahaman mendalam kami akan pentingnya pemilahan sampah untuk menjaga kebersihan Kami beruntung memiliki dosen pembimbing sekaliber Anda, yang selalu memberikan dukungan, arahan, dan motivasi. Terima kasih atas waktu, pengetahuan, dan komitmen Anda dalam memandu kami melalui perjalanan penelitian ini. Harapan kami, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA