Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 2022, hal 723-730 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Hidup Sehat. Berkualitas di Lingkungan Rumah Selamat Ariga Sekolah Tinggi Agama Islam Swasta Sepakat Segenep Kutacane Aceh Tenggara. Indonesia Email : arigaselamat44@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat pengetahun dengan perilaku hidup sehat kualitas lingkungan rumah di Kabupaten Aceh Tenggara. Kecamatan Lawe Alas, serta untuk mengetahui bagaimana bentuk hubungan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan dengan perilaku hidup sehat kualitas lingkungan rumah di Kabupaten Aceh Tenggara. Kecamatan Lawe Alas. Hubungan yang positif artinya semakin tinggi tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan maka semakin tinggi pula perilaku hidup sehat kualitas lingkungan rumah, berdasarkan keeratan hubungan dalam kategori tinggi. Dengan demikian, antara hubungan yang menyeluruh untuk penelitian ini, bahwa tingkat pendidikan berhubungan dengan secara signifikan positif terhadap tingkat pengetahuan dengan perilaku hidup sehat kualitas lingkungan rumah dan kebenaran telah diuji dan diterima. Kata kunci: Perilaku Hidup Sehat. Tingkat Pendidikan. The Relationship Between Education Level and Knowledge Level with Healthy. Quality Life Behavior in the Home Environment Abstract This study aims to determine whether there is a relationship between education level and level of knowledge with healthy living behavior and the quality of the home environment in Southeast Aceh District. Lawe Alas District, and to find out how this relationship exists. The results showed that there was a positive relationship between education level and level of knowledge with healthy living behavior and the quality of the home environment in Southeast Aceh District. Lawe Alas District. positive relationship means that the higher the level of education and level of knowledge, the higher the healthy living behavior of the quality of the home environment, based on the closeness of the relationship in the high category. Thus, among the overall relationships for this study, that level of education is significantly positively related to the level of knowledge with healthy living behaviors, quality of the home environment and the truth has been tested and accepted. Keywords: Healthy Living Behavior. Education Level. PENDAHULUAN Sehat merupakan modal utama pembangunan, tetapi sehat bukanlah segalanya namun tanpa sehat segalanya tidak berarti. Sehat tidak hanya bebas dari penyakit maupun cacat tetapi juga meliputi kualitas dan produktivitas (Azrul, 2000: . Diperlukan berbagai syarat untuk mencapai kondisi yang diinginkan, dan menurut pendapat seorang ahli. Faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan secara berturut-turut adalah kondisi || Selamat Ariga || Hubungan antara Tingkat Pendidikan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 2022, hal 723-730 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety lingkungan,perilaku, pelayanan kesehatan dan keturunan lingkungan. Pemukiman merupakan salah satu di antaranya yang selalu berinteraksi dengan manusia selanjutnya akan berdampak terhadap kondisi kesehatan. Dalam hal ini perilaku hidup manusia akan berdampak terhadap kesehatan juga dan dapat mempengaruhi kualitas kesehatan lingkungan rumahnya. Kualitas kesehatan dalam lingkungan rumah mempunyai kedudukan yang penting dalam kehidupan rumah sehari-hari, karena berpengaruh terhadap kesehatan seseorang dan Kualitas lingkungan rumah yang bersih dan sehat dapat mencerminkan perilaku hidup dari masyarakat tersebut. Dengan itu untuk mendapatkan kualitas lingkungan rumah penduduk yang bersih dan sehat, tergantung dari tata cara dan perilaku hidup sehat masyarakat di dalam memelihara kualitas lingkungan rumahnya bahkan keduanya mempunyai ikatan yang sukar untuk dipisahkan. Otto Soemarwoto dalam Siahaan . 7: . menyatakan bahwa kualitas hidup yang baik hanyalah mungkin dalam kualitas yang baik dan serasi. Begitu sebaliknya kualitas hidup menentukan kualitas lingkungan karena dari pola hidupnya tercermin cara dan perilaku untuk mengeksploitasi Berdasarkan hal di atas dapat dikatakan bahwa dengan lingkungan yang baik manusia dapat mengembangkan dan mencapai hidupnya secara baik pula dan suatu lingkungan rumah yang berkualitas tinggi dapat menjamin nilai kesehatan yang tinggi oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas lingkungan rumah perlu ditingkatkan dengan cara menerapkan perilaku hidup sehat, agar kualitas lingkungan rumah mempunya nilai tinggi dalam kehidupan masyarakat. Sudjono . 5: . , lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat ini terutama disebabkan oleh tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan yang sangat rendah tengan perilaku hidup sehat bila dibandingkan dengan golongan penduduk lainnya, sehingga mereka tidak mampu memperbaiki hidupnya termasuk memelihara pemukimannya sendiri. Penyediaan sarana yang menunjang kualitas kesehatan lingkungan rumah sangat penting bagi masyarakat. Karena kotoran manusia, air limbah, dan sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan, terutama pencemaran terhadap air bersih dan pencemaran terhadap udara/polusi udara yang dapat menjadi penyebab penyakit, degan demikian maka kebersihan lingkungan rumah sangat diperlukan agar kesehatan keluarga pada khususnya dan kesehatan masyarakat pada umumnya dapat terjamin. Untuk dapat mewujudkan kualitas lingkungan rumah yang bersih dan sehat, maka perlu dilakukan usaha yang menuju ke arah perubahan, yang dapat dilakukan melalui upaya penyuluhan kesehatan yang lebih diarahkan pada usaha peningkatan perilaku hidup sehat kualitas lingkungan rumah. Untuk itu diharapkan masyarakat dapat terlibat dalam kegiatan dan perlu memiliki sifat positif atau sikap peduli dalam memelihara kebersihan dan memeliki perilaku hidup sehat dalam kualitas lingkungan rumah,jika kita memiliki sikap peduli terhadap lingkungan maka akan terwujudnya sikap perilaku hidup sehat untuk menjaga lingkungan rumah dan terhindar dari penyakit. Kesehatan lingkungan rumah pada hakikatnya suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimum pula. Ruang lingkup kesehatan lingkungan antara lain mencakup: || Selamat Ariga || Hubungan antara Tingkat Pendidikan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 2022, hal 723-730 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Perumahan. Pembuangan kotoran manusia . Penyediaan air bersih. Tempat pembuangan sampah dan Kondisi bangunan rumah. Sehingga ruang lingkup kesehatan lingkungan sudah memedai maka harus seimbang dengan perilaku hidup sehat masyarakat dengan usaha kesehatan lingkungan rumah adalah usaha untuk memperbaiki atau mengoptimunkan kualitas lingkungan hidup manusia dan rumah untuk mejamin kehidupan yang layak dan bersih untuk terwujudnya kesehatan yang optimum bagi manusia yang ada di dalamnya. Usaha memperbaiki atau meningkatkan kondisi lingkungan ini dari masa ke masa, dan dari masyarakat satu ke masyarakat lain bervariasi dan bertingkat-tingkat, dari yang paling sederhana . maksudnya adalah masyarakat yang belum mengenal teknologi, sampai kepada yang paling mutakhir . maksudnya adalah masyarakat yang sudah mengenal teknologi. Mengingat bahwa masalah kualitas lingkungan rumah di Negara-negara yang sedang berkembang adalah berkisar pada sanitasi . , penyediaan air minum, perumahan . , pembuangan sampah dan kondisi bangunan rumah. Pemenuhan dan pengembangan lingkungan perumahan yang sehat sebenarnya merupakan suatu hal yang selalu diharapkan agar tercipta lingkungan hidup yang sehat. Hal tersebut akan terwujud apabila masyarakat menerapkan perilaku hidup sehat sebab untuk menjaga lingkungan rumahnya tentu saja masyarakat lah yang menempati lingkungan tersebut dan harus menerapakannya . tentunya memilki perilaku yang berbedabeda untuk menerapkan hidup sehat. Namun pada sekelompok masyarakat . tertentu pemenuhan kebutuhan beserta perilaku hidup sehat dengan kualitas lingkungan rumah yang bersih, sehat dan teratur sangat sulit terwujud dalam kehidupan masyarakat ataupun lingkungan masyarakat. Hal ini disebabkan terdapatnya faktor-faktor kendala yang ada pada masyarakat. Kendala-kendala tersebut terutama berasal dari keadaan sosial masyarakat dan lingkungannya seperti rendahnya atau minimnya pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki masyarakat sebagai kendala yang sangat sulit untuk mengubah perilaku hidup masyarakat agar memperdulikan lingkungannya. Oleh sebab itu, tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat seperti hal perilaku hidup sehat dalam menjaga kualitas lingkungan rumahnya. Jika masyarakat memiliki tingkat pendidikan serta timgkat pengetahuan tentang petingnya menjaga kesehatan maka, masyarakat pun akan memiliki sifat perduli terhadap perilaku untuk hidup sehat dan akan menjaga kualitas lingkungan rumahnya agar mendapatkan kenyamanan untuk tempat tinggal sehingga kepadatan penduduk yang terlalu tinggi, serta kebiasaan sekelompok maasyarakat yang tidak menerapkan perilaku hidup untuk mejaga lingkungan Beberapa tempat masih ada rumah-rumah yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan kesehatan hal tesebut pun akan mempengaruhi untuk memiliki kualitas lingkungan rumah yang layak dan bersih. Sudjono . 5: . , menjelaskan tentang pengaruh lingkungan terhadap kesehatan sebagai berikut : AuPengaruh lingkungan terhadap kesehatan besar sekali, hal ini disebabkan faktorfaktor penyebab penyakit dipengaruhi oleh lingkungan, demikian pentingnya pengaruh lingkungan terhadap kesehatan, sehingga penyebab suatu penyakit || Selamat Ariga || Hubungan antara Tingkat Pendidikan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 2022, hal 723-730 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety harus dicari di luar tubuh, tubuh dalam artian bahwa lingkunganlah yang seharusnya perlu diselidikiAy Menurut Soekidjo . 7: . Dengan demikian bahwa manusia dengan lingkungan adalah merupakan satu kesuatuan untuk kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Manusia memerlukan lingkungan hidup yang sehat untuk tempat tinggal dan juga lingkungan perlu dipelihara dan dijaga kelestariannya. Keadaan lingkungan yang sehat adalah keberadaan suatu lingkungan yang memenuhi syarat standar kesehatan yang dapat menunjang, mengembangkan, dan meningkatkan perilaku hidup masyarakat itu sendri dan menjaga kualitas lingkungan rumah agar masyrakat memilki sifat dan tindakan untuk mejaga kesehatan yang seimbang dan secara umum. Upaya menciptakan lingkungan sehat merupakan bagian dari pembangunan kesehatan lingkungan dalam rangka mewujudkan kualitas lingkungan yang lebih sehat agar melindungi masyarakat dari segala kemungkinan kejadian yang dapat menimbulkan gangguan atau bahaya kesehatan keluarga dan masyarakat yang lebih baik. Upaya peningkatan kesehatan lingkungan dilakukan dengan memutuskan mata rantai penyakit yang berbasis lingkungan dengan cara menerapkan perilaku hidup sehat dan menjaga lingkungan rumah dengan selalu membersihkan lingkungannya serta meningkatkan pengawasan mutu lingkungan seperti air dan pengendalian pencemaran air serta lingkungan, oleh sebab itu masyarakat lah wajib mengetahui dan mengerti pentingnya menjaga lingkungan rumah serta menerapkannya. Pembangunan di bidang pemukiman dan perumahan menghadapi berbagai permasalahan yang sulit karena pembangunan di bidang tersebut sangat berkaitan degan segala aspek yang ada di masyarakat, baik dengan corak, keadaan aktivitas masyarakat yang berbeda, manusia dan lingkungan pada hakikatnya merupakan satu bangunan yang pada hakikatnya harus saling menguatkan. Karena, manusia amat bergantung pada lingkungan. Sedangkan, lingkungan juga bergantung pada perilaku hidup manusia beserta aktivitas Namun dilihat dari sisi manusia maka lingkungan adalah sesuatu yang pasif maksudnya adalah lingkungan merupakan sesuatu yang diam. Sedangkan manusia yang aktif sehingga manusialah yang dapat merawat dan melestarikan lingkungan. Serta manusialah yang memilki sifat atau pun perilaku yang baik seperti hal memiliki perilaku hidup sehat dalam keseharian hidup yang sehat dan lingkungan yang sehat Sehingga kualitas lingkungan rumah amat bergantung pada kualitas manusia. Kondisi lingkungan pemukiman yang buruk juga terlihat dari sedikitnya masyarakat yang dapat menjangkau pelayanan air bersih, pembuangan kotoran, pembuangan sampah, kondisi rumah yang tidak layak, dan pembuangan limbah cair yang tidak sehat. Permasalahan-permasalahan rumah tersebut terdapat pula di Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara. Dengan kondisi lingkungan tersebut berdasarkan pengamatan penulis dapat dijelaskan bahwa perilaku hidup sehat masyarakat setempat dan kualitas lingkungan rumah setempat, masih sangat memprihatinkan dan masyarakat pun sebagian besar masih tidak memperdulikan untuk memilki perilaku hidup yang sehat karena bagi masyarakat tersebut perilaku hidup sehat tidak begitu diperdulikan bagi masyarakat Sehingga kondisi rumah serta perilaku hidup masyarakat pun bervariasi seperti hal konsidi rumah masyarakat ada yang non permanen dan perilaku hidup sehat masyarakat pun ada yang tidak perduli terhadap lingkungannya. || Selamat Ariga || Hubungan antara Tingkat Pendidikan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 2022, hal 723-730 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety METODE Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Artinya, sumber data penelitian secara keseluruhan diperoleh dari laman kredibel, seperti google cendekia dan Sinta (Assingkily, 2. Adapun data yang dimaksud meliputi, artikel ilmiah, buku, prosiding, dan tugas akhir . kripsi, tesis, disertas. Selanjutnya, uji keabsahan data menggunakan kroscek bahan penelitian (Sugiyono, 2. Riset ini dimaksudkan untuk menggambarkan ataupun menguraikan kondisi subjek yang diawasi apa terdapatnya mengenai bagaimana hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan dengan perilaku hidup sehat berkualitas di lingkungan rumah. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Pendidikan Menurut Surakhmad . 2: . adalah pendidikan mencakup segala hal/usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan, kecakapan, serta keterampilan kepada generasi muda, untuk memungkinkan generasi muda melakukan fungsi hidup dalam pergaulan bersama dengan sebaik-baiknya. Pendidikan juga dapat mengembangkan kepribadian bakat serta kemampuan intelektual. Karena pendidikan merupakan hasil usaha yangg disengaja, maka hal tersebut tampak pada tingkah laku dewasa bertanggung jawab dalam segala hal, mampu menentukan pilihan yang kesemuanya mencerminkan sebagian dari ciri-ciri kedewasaan seseorang. Adapun yang dimaksud dengan dewasa secara sosial adalah seseorang itu telah bertanggung jawab atas segala perbuatannya. Pendidikan yang dilakukan di negara kita tercantum dalam GBHN bahwa tujuan dari Pendidikan Nasional adalah: AuUntuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan keterampilan mempertinggi budi pekerti memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat bangsa dan cita-cita tanah air, agar dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab terhadap pembangunan bangsaAy. Dengan demikian tujuan berpikir, bertingkah laku pendidikan untuk mengarahkan seseorang agar dapat dan berkepribadian serta memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Pada dasarnya pendidikan dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu pendidikan formal, informal, non formal. Pembahasan dalam penelitian ini dibatasi pendidikan formal. Adapun mengenai pendidikan. Ahmadi & Uhbiyati . 3: . menyatakan bahwa: AyPendidikan formal adalah pendidikan yang berstruktur, mempunyai jenjang atau tingkatan, di dalam periode-periode tertentu, berlangsung dari sekolah dasar ke universias dan mencakup di samping studi akademi umum, juga berbagai program khusus dan lembaga untuk latihan teknis dan professionalAy. Berdasarkan definisi-definisi yang telah diuraikan mengenai pendidikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa AuPendidikan adalah suatu proses peyampaian dan pengalihan pengetahuan dari seseorang yang dididik ke arah yang diinginkan, guna perkembangan dan pertumbuhan manusia dalam pendewasaan rohani maupun jasmani, juga dapat berpikir secara ideal dan rasional serta memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam kehidupan bermasyarakatAy. Menurut Siagian . 4: . , pendidikan adalah: Merupakan keseluruhan proses, teknik dan metode belajar dalam rangka mengalihkan sesuatu pengetahuan seseorang || Selamat Ariga || Hubungan antara Tingkat Pendidikan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 2022, hal 723-730 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety kepada orang lain sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Bahwa pendidikan merupakan suatu proses belajar mengajar dengan menggunakan metode Pertama, sebagai suatu proses, pendidikan merupakan serangkaian kegiatan yang berlangsung aktif lama dan diselenggarakan dengan pendekatan formal dan structured. Structured artinya pendidikan diselenggarakan oleh satuan kerja yang melembaga yang kegiatannya diarahkan kepada seseorang atau kelompok orang yang dipandang menguasai materi yang hendak dialihkan kepada orang lain yang mengikuti program pendidikan Kedua, melalui serangkaian kegiatan, baik yang sifatnya kurikuler maupun ekstra kurikuler yang telah disusun dan dipersiapkan sebelumnya dengan standar pengetahuan yang ingin dialihkan kepada diajar oleh pengajar. Tujuan Pendidikan Menurut Setiawan . , tujuan pendidikan adalah untuk mengubah tingkah laku seseorang atau individu serta anak didik sehingga memiliki keterampilan dan pengetahuan, dengan adanya pengetahuan dan keterampilan maka ia dapat menentukan sikap hidupnya atau menunjukkan kepribadiannya. Dengan demikian, tujuan merupakan faktor yang sangat menentukan Dengan adanya pendidikan yang mempunyai maksud dan tujuan agar bangsa Indonesia memiliki kekuatan rohani dan jasmani. Menjadikan manusia Indonesia yang bertaqwa dan beriman serta memiliki pengetahuan dan keterampilan agar dapat ikut serta aktif berpartisipasi dalam pembangunan sebagai pencerminan dari sikap dan kemampuan pribadinya dan hasil pendidikan. Jenis dan Tingkat Pendidikan Jenis pendidikan dapat dibedakan dalam tiga bagian, yakni Pendidikan formal. Pendidikan informal dan pendidikan non formal Pengertian dari tiga jenis pendidikan tersebut adalah sebagai berikut pertama, pendidikan formal merupakan pendidikan terstruktur dan memiliki jenjang tingkatan yang berlangsung dari pendidikan dasar, menengah dan sampai perguruan tinggi. Kedua, pendidikan in formal merupakan pendidikan yang berlangsung seumur hidup, di mana pendidikan in formal diperoleh melalui pengalaman sehari-hari dan pengaruh dari lingkungan sosial dari kehidupan seseorang. Ketiga, pendidikan non formal adalah pendidikan di luar sekolah yang menggantikan potensi dari pendidikan formal yang sekaligus membantu pendidikan formal, contohnya kursus keterampilan. Tingkat pendidikan sekolah terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan formal ini mempunyai tingkatan-tingkatan yang biasanya sering disebut dengan tingkat pendidikan. Jadi, tingkat pendidikan ini menrpakan jenjang pendidikan terakhir yang dicapai seseorang melalui bangku sekolah. Berdasarkan ketiga jenis pendidikan tersebut, yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendidikan formal, yaitu pendidikan yang diselenggarakan di sekolah secara teratur, bertingkat dan mengikuti syarat yang jelas dan diselenggarakan berdasarkan peraturan yang ketat. Tingkat Pengetahuan Menurut Soekidjo . , pengetahuan adalah hasil dari tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi || Selamat Ariga || Hubungan antara Tingkat Pendidikan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 2022, hal 723-730 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety melalui panca indera manusia, yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba, sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Sedangkan pengetahuan adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca inderanya yang berbeda seperti kepercayaan . , takhyul . dan penerangan yang keliru . iss information. Manusia sebenarnya diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk yang sadar. Kesadaran manusia dapat disimpulkan oleh kemampuannya untuk berpikir, berkehendak dan merasa. Bedasarkan pengertian di atas, bahwasanya Pengetahuan merupakan hal yang sangat penting yang dimiliki seseorang dalam kehidupannya, karena pengetahuan lah yang menjadi pedoman seseorang dengan menjalankan proses. Oleh sebab itu, pengetahuan hal yang mendasar sebagai pengetahuan yang dimiliki untuk tindakan seseorang dalam lingkungan dan sebagai wawasan untu berkomunikasi dalam lingkungannya agar masyarakat mengetahui dalam segala hal. Menurut Notoatmodjo . , pengetahuan mempunyai 6 tingkatan sebagai berikut: pertama, tahu . Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari Termasuk kedalam tingkatan ini adalah mengingat kembali . terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Kedua, memahami . , yakni memahami diartikan sebagai salah satu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi-materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari. Ketiga, aplikasi . Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil . dari kasus yang diberikan. Keempat, analisis . Analisis adalah kemampuan untuk dapat menjabarkan materi atau suatu objek ke dalam komponen, tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu dengan yang lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja, dapat menggambarkan . embuat baga. , membedakan, memisahkan, dan mengelompokkan satu sama lain. Kelima, sintesis . Sintesis menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyususn formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada, misalnya dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkas, dapat menyesuaikan terhadap suatu teori. Keenam, evaluasi . Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada. SIMPULAN Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan positif antara tingkat pendidikan dengan perilaku hidup sehat di lingkungan rumah. Terbukti dengan hasil keeratan hubungan dalam kategori tinggi. Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin tinggi pula perilaku hidup sehat kualitas lingkungan Mulai dari aspek, pengetahuan, pemahaman, kesadaran, tindakan, hingga tanggung || Selamat Ariga || Hubungan antara Tingkat Pendidikan. Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 2022, hal 723-730 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety DAFTAR PUSTAKA