Journal Genta Mulia Volume 15. Number 2, 2025 pp. P-ISSN 2301-6671 E-ISSN: 2580-6416 Open Access: https://ejournal. id/index. php/gm IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MENEJEMEN KESISWAAN Jumilah Gago Universitas Flores * Corresponding Author: gagojumilah41@gmail. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa perkembangan potensi manusia dapat diolah melalui kegiatan pendidikan yang biasanya diselenggarakan oleh pihak pemerintah maupun pihak Pendidikan bisa dikatakan sebagai sebuah proses kehidupan untuk mengembangkan semua potensi yang ada pada indvidu untuk dapat hidup dan mampu melangsungkan kehidupan secara penuh sehingga menjadi individu yang berpendidikan, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotor. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka dalam mengembangkan potensi peserta Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran harus dapat membuat peserta didik berpikir kritis serta memecahkan masalah, kreatif dan berinovasi, terampil berkomunikasi dan berkolaborasi, dan berkarakter. Oleh karena itu, dalam perencanaan pelaksanaan kegiatan belajar harus mampu menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang pendidikan di era Revolusi Industri 4. Dan guru menjadi kunci keberhasilan sistem pendidikan merdeka belajar, oleh sebab itu harus dapat beradaptasi terhadap sistem pendidikan yang baru agar mempunyai keterampilan dan kompetensi. Pelaksanaan Kurikulum Merdeka telah terlaksana dengan cukup baik di tahun pertama, namun setiap Sekolah Penggerak memiliki tugas bagaimana mengembangkan dalam menyusun dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka ini agar dapat diaplikasikan di semua kelasnya, di tahun sekarang. Kata Kunci: Impelementasi. Kualitas. Manajemen Kesiswaan Abstract This study is based on the fact that the development of human potential can be processed through educational activities that are usually organized by the government or the private Education can be said to be a life process to develop all the potential that exists in individuals to be able to live and be able to carry out life fully so that they become educated individuals, both cognitively, affectively, and psychomotorically. This study aims to determine the implementation of the independent curriculum in developing the potential of The approach used is qualitative with descriptive methods. The results of this study indicate that learning objectives must be able to make students think critically and solve problems, be creative and innovative, be skilled at communicating and collaborating, and have character. Therefore, in planning the implementation of learning activities, they must be able to face challenges and take advantage of educational opportunities in the era of the Industrial Revolution 4. And teachers are the key to the success of the independent learning education system, therefore they must be able to adapt to the new education system in order to have skills and competencies. The implementation of the Independent Curriculum has been carried out quite well in the first year, but each School of Mover has the task of how to develop in compiling and implementing this Independent Curriculum so Jumilah Gago 1. Implementasi Kurikulum MerdekaA Jurnal Genta Muliak . that it can be applied in all its classes, in the current year. Keywords: Implementation. Quality. Student Management PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi kehidupan manusia. Dengan demikian setiap orang yang berada di wilayah Indonesia mempunyai hak untuk mendapat pelayanan pendidikan. Pendidikan dianggap penting karena dengan pendidikan nasib bangsa yang tertinggal bisa berubah menjadi negara maju. Menurut (Ulfah, 2. bahwa perkembangan potensi manusia dapat diolah melalui kegiatan pendidikan yang biasanya diselenggarakan oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta Pelaksanaan pembelajaran di sekolah tidak bisa dilepaskan dari kebijakan Dalam mengatasi masalah retensi, pemerintah dipandang perlu menetapkan kebijakan dengan menggunakan berbagai pendekatan. Penyusunan kurikulum yang tepat dan akomodatif adalah salah satu pendekatan yang dapat dipilih untuk mengatasi dilema retensi kelas (Jacobs dan Mantiri, 2. Kurikulum harus didesain dengan memperhatikan kebutuhan belajar siswa sesuai dengan tahap perkembangannya. (Penelitian and Sunary. Kurikulum Merdeka diluncurkan pemerintah dalam rangka percepatan perbaikan pendidikan Indonesia pascapandemi. Keberadaan kurikulum ini sangat diharapkan dapat mengatasi learning loss yang terjadi sepanjang pandemi. Kurikulum Merdeka dirancang dengan pendekatan studet centered learning. Karakteristik utama kurikulum ini terletak pada tiga aspek yakni pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skills dan karakter, berfokus pada materi esensial, dan berorientasi pada fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan tahap perkembangan dan kemampuan peserta didik (Kemdikbud, 2. Karakteristik yang ketiga ini memunculkan capaian pembelajaran berdasarkan fase-fase tertentu, bukan berdasarkan level kelas dan tahun Pelajaran, (Penelitian and Sunary. Adapun tujuan pembelajaran pada hakekatnya adalah membantu peserta didik untuk mengembangkan potensinya secara optimal, oleh karena itu guru seyogyanya memiliki motivasi dan bekerja keras mengenali dan memahami potensi peserta didik asuhannya secara cermat dan jujur (Ulfah, 2. Dengan memahami potensi peserta didik, guru dapat memberi gambaran yang tepat tentang kekuatan dan kelemahan, kelebihan dan kekurangan peserta didik, serta dapat mengetahui potensi yang perlu ditingkatkan dan kelemahan yang perlu diminimalisasi. Kurikulum Merdeka belajar diluncurkan pemerintah dalam rangka percepatan perbaikan yang dirilis pemerintah pada tahun 2022. Kurikulum Merdeka belajar didesain dengan memperhatikan kebutuhan belajar siswa sesuai dengan tahap perkembangannya. Kurikulum perlu disusun agar memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan tanpa harus mengulang satu tahun pelajaran yang sudah dilalui. Siswa yang belum mencapai standar tertentu dalam pembelajaran, hanya perlu mengulang pada standar tersebut (Parker, 2. Artinya, siswa tidak harus mengulang seluruh pelajaran pada kelas yang sama selama setahun penuh. Lembaga pendidikan harus mampu menyeimbangkan sistem pendidikan dengan perkembangan zaman. Sistem pendidikan diharapkan dapat mewujudkan peserta didik untuk dapat memiliki kemampuan berfikir kritis, memecahkan masalah, kreatif, inovatif, ketrampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi, keterampilan mencari, keterampilan mengelola, keterampilan menyampaikan informasi serta keterampilan menggunakan informasi dan teknologi yang dibutuhkan pada saat ini. Selain itu penggunaan teknologi dalam mobile learning dengan penerapan beberapa aplikkasi dan model pembelajaran P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 198 Jumilah Gago 1. Implementasi Kurikulum MerdekaA Jurnal Genta Muliak . sebaiknya dikembangkan oleh guru dalam memenuhi diferensiasi gaya belajar siswa (Rita. Berdasarkan penjelasan dari latar belakang di atas, maka peneliti berminat untuk mengetahui lebih luas lagi bagaimana implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kualitas Pendidikan manajemen kesiswaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan suatu objek atau fenomena yang diteliti secara naratif (Anggito dan Setiawan, 2. Studi kasus merupakan eksplorasi dengan mengumpulkan informasi secara mendalam sehingga dapat mencapai pemahaman mendalam tentang suatu kasus (Fitrah dan Luthfiyah, 2. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Menurut Bogdan dan Taylor dalam (Arifudin, 2. menyatakan pendekatan kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Menurut (Mayasari, 2. bahwa caranya dengan mentranskripsikan data, kemudian pengkodean pada catatan-catatan yang ada di lapangan dan diinterpretasikan data tersebut untuk memperoleh kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kurikulum Merdeka Belajar Institusi pendidikan yang dapat melaksanakan proses pendidikan dengan baik, salah satunya dengan Merdeka Belajar. Merdeka Belajar adalah wadah untuk saling bertukar informasi dan pengalaman khususnya bagi mahasiswa, agar menambah wawasan serta membuka pola pikir menuju generasi unggul. Merdeka Belajar adalah antites dari pembelajaran langsung. Mendidik bukan memaksa pelajar untuk menguasai suatu pengetahuan, tapi membantu pelajar mengatur tujuan, proses, dan penilaian belajar untuk mengembangkan suatu kompetensi. Kemerdekaan belajar yang sesungguhnya ialah gabungan dari tanggung jawab, otonomi, dan otoritas mahasiswa, karena Merdeka Belajar adalah belajar yang diatur sendiri oleh pelajar. Konsep dari Merdeka Belajar yaitu belajar bukan hanya menghafal rumus tetapi menalar dan menyelesaikan persoalan dan belajar bukan dinilai oleh besarnya angka tetapi oleh karya yang bermakna. Proses Merdeka belajar ini memanfaatkan internet sebagai solusi belajar di rumah selama masa pandemi. Beberapa manfaat internet mulai dari sarana komunikasi, tempat mengakses informasi, hiburan hingga membantu memudahkan dan mempercepat metode belajar (Mayasari, 2. Konsep kurikulum merdeka belajar sama dengan pendidikan humanistic yang menekankan pada kebebasan, pilihan, kepekaan dan tanggung jawab peserta didik. Pendidikan humanistic menerapkan konsep belajar yang lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian peserta didik, dan berfokus pada potensinya untuk mencari dan menemukan kemampuan yang mereka miliki. Bahkan menurut para ahli pendidikan, dalam penyusunan dan penyajian materi pelajaran harus sesuai dengan perasaan dan perhatian peserta didik. Merdeka belajar merupakan proses pendidikan untuk menciptakan suasana-suasana pembelajaran yang membahagiakan dan menggembirakan. Merdeka belajar menuntut para guru, peserta didik, serta orang tua membangun suasana yang bahagia di lingkungan mereka. Merdeka Belajar mengembalikan literasi pendidikan kepada P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 199 Jumilah Gago 1. Implementasi Kurikulum MerdekaA Jurnal Genta Muliak . khittahnya sebagai momentum yang strategis untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional. Implementasi Merdeka Belajar dalam peningkatan manajemen siswa Implemnetasi Kurikulum Merdeka dalam Mengembangkan Potensi pendidikan Peserta Didik. Landasan historis pendidikan merupakan sejarah pendidikan di masa lalu yang menjadi acuan terhadap pengembangan pendidikan di masa sekarang. Berdasarkan hasil keputusan Mentri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022, tentang pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan Kurikulum Merdeka Belajar sebagai kurikulum alternatif dalam mengatasi kemunduran pembelajaran pada masa pandemi yang memberikan kebebasan dalam pelaksanaan pembelajaran, yaitu guru dan kepala sekolah berperan penting dalam menyusun, melaksanakan proses pembelajaran dan mengembangkan kurikulum di sekolah dengan memperhatikan kebutuhan dan potensi siswa (Silvia & Tirtoni. , 2. Menurut Woodruff dalam (Nadeak, 2. bahwa konsep disebut sebagai gagasan atau ide yang bermakna dan sempurna yang merupakan salah satu pengertian tentang suatu objek. Implementasi Merdeka Belajar adalah program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, dengan fokus pada peningkatan kualitas SDM dan pencapaian kompetensi Implementasi ini melibatkan beberapa tahapan, seperti peningkatan kualitas SDM, penerapan zonasi, penyederhanaan RPP, dan penghapusan Ujian Nasional. Langkah-Langkah Implementasi Merdeka Belajar: Peningkatan Kualitas SDM: Melalui pelatihan dan pengembangan guru, kepala sekolah, dan staf pendukung A Memberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti program yang relevan dengan kebutuhan mereka. Meningkatkan keterampilan dan pengetahuan guru terkait kurikulum merdeka. Penerapan Zonasi: Menyusun zonasi yang mempertimbangkan kondisi geografis dan sosial ekonomi wilayah. Meningkatkan aksesibilitas sekolah bagi semua siswa. Mengurangi jarak tempuh dan biaya transportasi siswa. Penyederhanaan RPP: Mengurangi beban administrasi guru dengan menyederhanakan format RPP. Memfokuskan RPP pada pembelajaran yang relevan dan bermakna. Memberikan kebebasan kepada guru untuk mengembangkan RPP sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Penghapusan Ujian Nasional: Diganti dengan asesmen kompetensi minimum (AKM) yang lebih fokus pada kompetensi dasar siswa. P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 200 Jumilah Gago 1. Implementasi Kurikulum MerdekaA Jurnal Genta Muliak . A Ujian sekolah berstandar nasional dilaksanakan oleh sekolah. Meningkatkan kualitas penilaian dan evaluasi pembelajaran. Peran Sekolah: A Sekolah memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolah. Sekolah dapat memilih dan mengimplementasikan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan guru. Sekolah dapat melibatkan berbagai pihak dalam proses pembelajaran, seperti orang tua, tokoh masyarakat, dan dunia usaha. Manfaat Implementasi Merdeka Belajar: A Meningkatkan kualitas pembelajaran. Mengembangkan potensi dan minat siswa. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Memperkuat karakter dan soft skills siswa. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. Memfasilitasi diversifikasi pembelajaran. A Memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara mandiri. Contoh Penerapan Belajar Merdeka di Sekolah: A Siswa Dilatih untuk Mandiri: Guru memberikan kebebasan siswa untuk mencari informasi, melakukan penelitian, dan menyelesaikan tugas secara mandiri. Terciptanya Komunikasi Dua Arah: Guru dan siswa saling berkomunikasi dan berdiskusi dalam proses pembelajaran. Diskusi: Pembelajaran dilakukan dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok atau diskusi A Pemanfaatan Teknologi: Guru memanfaatkan berbagai aplikasi dan perangkat lunak digital untuk memperkaya A Faktor Pendukung dan penghambat Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Merdeka Belajar. Adapun faktor pendukung dan penghambatnya. Tidak hanya guru yang merasakan faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan merdeka belajar namun peserta didik juga dapat Berikut faktor penghambat pelaksanaan merdeka belajar: . Kekeliruan dalam mengkonsep tema P5 dalam kegiatan aksi gebyar, . Keterbatasan waktu saat melaksanakan kegiatan P5, . Perbedaan visi misi dalam menyelaraskan pembelajaran yang merujuk pada gebyar P5, . Kesulitan mengelola budgeting yang berhubungan dengan alat peraga bagi peserta didik, . Tidak tersedianya buku siswa pada mata pelajaran PKN dan seni rupa, . Siswa yang tidak fokus dalam pembelajaran, . Kurangnya keterampilan siswa seperti membaca, . Siswa yang pasif dalam berdiskusi, . Suasana pembelajaran yang menegangkan dan membosankan bagi peserta didik. Berikut merupakan faktor pendukung pelaksanaan merdeka belajar: . Komite sekolah yang sangat kompak, . Dana dari pemerintah yang cukup dalam penyelenggaraan merdeka belajar, . Kolaborasi antara guru P-ISSN: 2301-6671. E-ISSN: 2580-6416 | 201 Jumilah Gago 1. Implementasi Kurikulum MerdekaA Jurnal Genta Muliak . dan siswa, . Guru-guru yang semangat mengikuti pelatihan, . Terpenuhi sarana dan prasarana belajar seperti infocus, . Kompetensi mengajar yang dimiliki oleh guru, . Suasana pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi peserta didik2. Implementasi Merdeka Belajar adalah langkah penting dalam transformasi pendidikan di Indonesia. Dengan memberikan fleksibilitas dan kebebasan kepada satuan pendidikan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM dan mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa Merdeka belajar artinya kebebasan belajar, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar sebebas mungkin untuk belajar dengan tenang, santai, dan bahagia tanpa stres dari tekanan dengan memperhatikan bakat alami mereka, tanpa memaksa peserta didik untuk belajar atau menguasai suatu bidang ilmu di luar hobi dan kemampuannya, sehingga masing-masing memiliki portfolio yang sesuai dengan passion. Hal ini bukan berarti peserta didik menindaklanjuti ilmu dan pengetahuan yang didapatkan Merdeka Belajar ini justru mengharuskan peserta didik untuk dapat berpikir kritis tentang masa depan yang dapat diraihnya jika mengamalkan ilmu-ilmu tersebut. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan temuan penelitian ini bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dapat mengatasi masalah retensi kelas. Keberhasilan kebijakan menghindari retensi kelas dalam Kurikulum Merdeka sangat bertumpu pada terealisasinya perencanaan, pelaksanaan, serta penilaian pembelajaran yang berkualitas dan bermakna serta mengutamakan prinsip-prinsip penting dalam Kurikulum Merdeka. Pengimplementasian kurikulum harus dilakukan dengan merujuk pada berbagai peraturan, petunjuk dan panduan pelaksanaan Kurikulum Merdeka baik dari segi perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, maupun penilaian. Guru harus memahami dengan baik konsep dan konten dalam Kurikulum Merdeka sehingga bisa menyusun perencanaan pembelajaran yang tepat sehingga dapat melaksanakan pembelajaran dan penilaian yang tepat pula. Kurikulum merupakan sarana yang sangat penting dalam pendidikan. Rencana pendidikan disiapkan sesuai dengan kebutuhan lembaga. Tujuan kurikulum merdeka belajar adalah untuk memudahkan peserta didik dalam belajar, mendorong peserta didik agar selalu berinovasi, berkarakter, dan pendidikan menjadi sebuah kebutuhan, serta peserta didik memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk kebutuhan masa depannya. Seyogiannya kurikulum merdeka belajar untuk menjawab tantangan kemajuan teknologi dengan sistem pendidikan OBE (Outcome Based Educatio. agar lulusan dari peserta didik fokus pada learning outcome yang relevan. Peran aktif seluruh komponen pendidikan sangat dibutuhkan. Kepala sekolah harusmenyusun kebijakan strategis untuk memastikan bahwa seluruh guru memiliki pemahaman dan kemampuan yang baik dalam menerapkan kurikulum. Orang tua harus dilibatkan secara aktif terhadap proses perkembangan akademik dan sikap siswa. Siswa harus mendapat kesempatan yang luas untuk belajar sesuai dengan tahap perkembangan dan kebutuhannya. Peran lembaga semacam BPMP dan BGP harus dapat dioptimalkan dalam memberikan pendampingan kepada sekolah dan para guru. DAFTAR PUSTAKA