e-ISSN 2747-2612 Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics Vol. 6 No. 2, 2025, 405-428 Tata Kelola Zakat. Infaq, dan Sedekah Terhadap Kesejahteraan Anak Asuh di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi Nofri Yantara Anggara1. Nurida Isnaeni2. Paulina Lubis3 1,2,3 Universitas Jambi Email : nofriyantara@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana tata kelola Zakat. Infak, dan Shadaqah, kendala dan hambatan yang dihadapi Panti Asuhan Izzati Jannah serta upaya yang dapat dilakukan dalam memenuhi kebutuhan anak asuh oleh Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif pendekatan deskriptif serta menggunakan SWOT sebagai teknik Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pada proses kegiatan tata kelola dana ZIS dalam memenuhi kesejahteraan anak asuh adalah mengelola dana Panti yang terdiri dari dana Zakat. Infak, dan Shadaqah. Sumber penerimaan dana Infak berasal dari masyarakat kelurahan selamet, dari Kantor Dinas Sosial, donatur dinas Kota Jambi dengan kendala dan hambatan yang dihadapi Panti dalam sumber pendanaan ZIS untuk memenuhi kebutuhan terhadap anak asuh dalam proses pelaporan keuangan panti asuhan yang belum dilaporkan dengan proses pembukuan dengan baik sehingga sampai saat ini laporan keuangan panti asuhan tidak dibuat, dan upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan anak asuh yakni dengan memberikan pemenuhan penyediaan pendidikan yang berkualitas, dengan mengetahui dan membandingkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang menciptakan empat tata kelola zakat, infaq, dan sedekah terhadap kesejahteraan anak asuh antara lain: . Strategi SO (StrenghtOpportunitie. Pengurus Panti dapat membuat kegiatan program anak asuh dari saldo yang cukup, . Strategi WO (Weakness-Opportunitie. Optimalisasi pengurus dalam memberikan penguatan pelatihan kepada para pengurus panti, . Strategi ST (StrenghtThrea. Pengurus memberikan fasilitas yang senyaman mungkin kepada para anak panti asuhan, . Strategi WT (Weakness-Threa. Pengurus menjaga dan mengelola keuangan dengan baik dan transparansi. Kata Kunci : Tata Kelola. ZIS. Kendala Dan Hambatan . Upaya Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi Pendahuluan Anak adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa sebagai amanah atau titipan layaknya perhiasan dan kekayaan yang diperlakukan sebaik-baiknya, dipenuhi hak-haknya, disayang, dirawat, dan dibina agar memiliki masa depan yang cerah dan membahagiakan orang tuanya supaya dimasa mendatang anak tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi sesama dan bagi bangsa, sebagaimana tercantum dalam Al-QurAoan surah Al-Kahfi . ayat 46: Artinya: AuHarta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapanAy. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 405 Nofri. Nurida. Paulina Anak merupakan suatu faktor yang penting dari suatu bangsa, dimana anak karunia terbesar dari Tuhan Yang Maha Esa dan generasi penerus bangsa yang seharusnya dijaga dan dilindungi. Sebagaimana amanat konstitusi Indonesia atau Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, bahwa: Ausetiap anak berhak atas kelangsungan tumbuh, hidup, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Ay(Hidayat et al. , 2. Namun pada kenyataannya tidak semua anak dalam perjalanan hidupnya beruntung dapat memiliki keluarga yang ideal. Banyak anak yang mengalami kenyataan pahit dalam hidupnya dimana harus rela berpisah dari orang tuanya dan diberikan pilihan hidup yang sangat sulit, seperti harus berpisah dari orang tua di usia yang masih sangat muda bahkan terlantar. Anak menjadi terlantar terjadi karena berbagai faktor diantaranya ekonomi yang rendah, menjadi yatim, piatu, atau bahkan yatim piatu. Hal ini akan menjadikan anak-anak terlantar sehingga kebutuhan fisik, psikologis, dan sosialnya tidak terpenuhi secara baik. Panti asuhan anak adalah suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab khusus. Tanggung jawabnya adalah untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar. Tempat ini juga memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial kepada anak Oleh karena itu, anak-anak di sini tetap bisa memperoleh kesempatan yang luas, tepat, dan memadai bagi pengembangan kepribadiannya. Panti asuhan pada umumnya hanya untuk menampung dan membina, anakanak yatim piatu ataupun anak-anak terlantar, namun seiring perkembangan zaman panti asuhan dewasa ini bukan hanya untuk menampung anak yatim dan anak terlantar tapi juga berperan sebagai salah satu lembaga sosial untuk mendidik akhlaq remaja. Menjadi lembaga sosial merupakan tanggung jawab yang besar sehingga dalam pelaksanannya panti asuhan harus optimal dalam hal-hal yang menyangkut suatu lembaga apa pun yang ada. Dalam jangka panjang, panti asuhan anak diharapkan sebagai lembaga yang melaksanakan fungsi keluarga dan masyarakat dalam perkembangan dan kepribadian anak asuh tersebut. Sebagai lembaga usaha kesejahteraan sosial yang memberikan pelayanan kepada anak melalui layanan pengganti, panti asuhan harus melaksanakan pendidikan dan latihan keterampilan di dalam dan di luar panti asuhan. Pengembangan yang bertujuan untuk menumbuhkan usaha ekonomi produktif dapat memberikan efek ganda dalam lingkungan sosial keluarga dan masyarakat sekelilingnya. Panti Asuhan kadang masih dipandang negatif di kalangan masyarakat, karena Panti Asuhan seolah dianggap mejadi tempat rengekan belas kasihan anak-anak terlantar dan kekurangan. Individu yang tinggal di Panti Asuhan akan dihadapkan pada segala dinamika kehidupan dan problema yang dijalaninya. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 406 Nofri. Nurida. Paulina Tabel 1. Daftar nama-nama lembaga kesejahteraan sosial yang telah terdaftar di dinas sosial kota jambi tahun 2023 Nama LKS Yayasan Jl. Sersan Udara Syawal Rt 03 Kesejahteraan Rw 01 No 105 Kel. Talang Anak (Yk. Bakung Kec. Jambi Selatan Jambi Yayasan Lingkar Barat Perum Baiturrahmah Bougenvile Blok F6 No. 06 Rt 25 Rw 03 Kel. Kenlai Besar Kec. Kota Baru Yayasan Jl. Sk. Rd. Syahbuddin Rt. Rumah Yatim Kel. Mayang Mangurai Kec. Piatu Umi Alam Barajo Ikhlas Yayasan Al Perumnas Aurduri Kel. Aur Fath Kenali Kec. Telanaipura Yayasan Jl. Kh M. Zein Rt 08 Kel. Arab Dzikir AlMelayu Kec. Pelayangan Amin Yayasan Jl. Radjiman No. 46 Rt. 09 Kel. Dharma Bakti Sungai Asam Kec. Pasar Jambi Mulia Yayasan Jl. Prabu Siliwangi Kel. Tanjung Ridho Pertiwi Sari Kec. Jambi Timur Rumah Jl. Masjid Nurul Jannah Rt. Asuhan Izzati No. 42 Kel. Selamat Kec. Danau Jannah Sipin Panti Asuhan Jl. Roni Sani Rt 01 No 23 Rw 08 Al Mahri Kel. Handil Jaya Kec. Jelutung Yayasan Jl. Marene Village Rt 37 Kel Eka Amal Bakti Jaya Kec. Paal Merah Bagi Negeri Alamat Jumlah Sumber : Lembaga Kesejahteraan Sosial. Dinas Sosial Kota Jambi 2024 Dari keterangan Tabel 1 dapat dilihat bahwa daftar-daftar lembaga kesejahteraan sosial masih diprioritaskan lagi untuk bantuan-bantuan dari pemerintah setempat dengan hal ini peran pemerintah dalam menyiapkan persoalan mengenai pengelolaan rumah panti asuhan atau lembaga kesejahteraan sosial belum nampak begitu di perhatikan oleh pemerintah setempat. Panti asuhan izzati jannah merupakan panti asuhan non profit atau lembaga swasta yang tidak mengutamakan perolehan laba atau keuntungan dalam menjalankan kegiatannya. Dimana tujuan dari panti asuhan tersebut untuk mensejahterakan anak asuh baik itu dalam pendidikan, pelayanan sosial, perlindungan politik dan rekreasi. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 407 Nofri. Nurida. Paulina Istilah Zakat. Infaq, dan sedekah, menunjuk kepada satu pengertian yaitu sesuatu yang dikeluarkan. Zakat. Infaq. Sedekah memiliki persamaan dalam peranannya memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengentasan kemiskinan. Adapun perbedaannya yaitu zakat hukumnya wajib sedangkan infaq, dan sedekah hukumnya Atau Zakat yang dimaksudkan adalah sesuatu yang wajib dikeluarkan, sementara Infaq dan Sedekah adalah istilah yang digunakan untuk sesuatu yang tidak wajib dikeluarkan. Jadi pengeluaran yang sifatnya sukarela itu yang disebut Infaq dan Sedekah. Zakat ditentukan nisabnya sedangkan Infaq dan Sedekah tidak memiliki batas. Zakat ditentukan siapa saja yang berhak menerimanya sedangkan Infaq boleh diberikan kepada siapa saja. Rumah Asuh Izzati Jannah adalah salah satu lembaga pembinaan kesejahteraan anak yang berada di Danau Sipin. Jl. Masjid Nurul Jannah. RT. 03/RW. Selamat. Kec. Jelutung. Kota Jambi. Jambi. Jika di lihat dari lokasi panti asuhan berada sebuah gang yang tidak dilalui banyak orang dan juga jauh dari sekolah, jadi kurang strategis untuk dilihat banyak orang terlebih lagi panti asuhan Izatti Jannah sangat mengandalkan bantuan dari donatur. Yang memiliki tujuan dalam mensejahterakan anak yatim, anak piatu, anak yatim piatu, anak kurang mampu, maupun anak terlantar. Dengan bantuan dari donatur yang minim dan kurangnya perhatian dari pemerintah pengurus panti asuhan Izzati Jannah masih belum optimal dalam mensejahterakan anak-anak, dimana untuk pembiayaan yang terpenting ialah sekolah anak-anak membutuhkan dana yang lebih untuk operasional nya seperti pembiayaan masuk sekolah, spp, seragam sekolah, peralatan sekolah dan lainnya. Penting juga bagi konsumsi dimana pengurus panti asuhan harus memberi makan yang cukup untuk mereka supaya terjamin kesehatan anak-anak. Berdasarkan hasil pra survei data yang diperoleh peneliti, bahwa suatu lembaga bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan dengan memberikan informasi-informasi yang relevan atau memberikan suatu laporan terkait dengan kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan oleh lembaga tersebut yang bersifat terbuka terhadap pihak luar atau lembaga yang dikelola oleh lembaga itu sendiri. Dilihat pada pengumpulan dana ZIS pada setiap bulannya terkumpul sebesar Rp 30. pengeluaran atas dana ZIS setiap bulannya sebesar Rp 60. Dapat dilihat dari laporan pendapatan dan pengeluaran atas dana ZIS yang digunakan, dapat dipahami bahwasanya pengeluaran atas dana ZIS tidak sesuai dengan pendapatan. Hal ini terjadi karena kurangnya dana ZIS yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak Sebagaimana yang telah ditemukan di panti asuhan izzati jannah yang mencoba untuk mensejahterakan para anak yatim dalam memenuhi semua kebutuhannya hal ini penting dalam rangka meningkatkan manajemen. Namun pada kenyataannya salah satu dari fungsi manajemen di panti asuhan izzati jannah tidak berjalan sebagaimana Di antara fungsi perencanaan yang telah menjadwalkan tugas dari masingBertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 408 Nofri. Nurida. Paulina masing petugas, tidak dilaksanakan tepat waktu sebagaimana dengan rencana yang sudah ditentukan dan dianggarkan menggunakan dana ZIS. Metode Penelitian Dalam peneilitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif. Adapaun yang dimaksud penelitian Kualitatif ialah penelitian yang memiliki maksud untuk memahami fenomena tentang apa sedang dialami oleh subjek penelitian secara holistic, dengan cara deskriptif dan dalam bentuk bahasa dan kata-kata, dalam sebuah konteks khusus yang alami dan dengan berbagai metode ilmiah (Riadi, 2. Jenis pendekatan penelitian ini adalah deskriptif. Secara umum penelitian deskriptif adalah kegiatan penelitian yang tidak secara sistematis dan realistis menggambarkan suatu peristiwa atau gejala dengan susunan yang tepat. Metode kualitatif digunakan karena beberapa pertimbangan, khususnya metode kualitatif lebih adaptif ketika berhadapan dengan realitas ganda, yang secara langsung mewakili sifat hubungan antara peneliti dan responden serta metode lebih sensitif sehingga dapat menyesuaikan dan menyempurnakan pengaruh peneliti. Hasil dan Pembahasan Program dana Zakat. Infaq, dan Sedekah (ZIS) di panti asuhan dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar anak-anak yang tinggal di panti, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sehari-hari. Salah satu program utama adalah pembiayaan pendidikan, di mana dana ZIS digunakan untuk membayar biaya sekolah, buku, dan alat tulis. Selain itu, panti asuhan juga menyelenggarakan program beasiswa bagi anak-anak yang berprestasi namun berasal dari keluarga tidak mampu. Program kesehatan juga menjadi fokus, di mana dana digunakan untuk pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi, dan pengobatan bagi anak-anak yang sakit. Selain program dasar, panti asuhan juga mengembangkan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas anak-anak. Program pelatihan keterampilan, seperti kerajinan tangan, memasak, dan kuliner membantu anakanak untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja di masa depan. Kegiatan rekreasi dan pengembangan diri, seperti outing atau kursus seni, juga diadakan untuk mendukung pertumbuhan mental dan sosial anak-anak. Dengan demikian, dana ZIS tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga untuk memberikan peluang bagi anak-anak untuk berkembang secara holistik. Cara meningkatkan pendidikan karena karakter anak-anak berbeda-beda ada yang tidak bisa menulis, tidak bisa baca, dan panti memberikan perjanjian dengan orang tua anak-anak sampai jenjang SMA yang membiayai panti baik baju, makan dan ketika ada anak panti menginginkan kuliah maka panti membantu mencarikan beasiswa dan yang bekeinginan kerja panti membantu mencarikan dengan mengikuti aturan dari panti (N1. B 13-. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 409 Nofri. Nurida. Paulina Zakat. Infak, dan Shadaqah (ZIS) adalah bentuk sumbangan atau donasi yang diberikan oleh umat Islam untuk kepentingan kesejahteraan umum, termasuk untuk panti asuhan salah satunya panti asuhan Izzati Jannah. Sumber penerimaan dana ZIS Panti Asuhan Izzati Jannah dapat berasal dari beberapa jenis sumbangan. Sumber penerimaan dana ZIS beragam penerimaanya mulai dari masyarakat kelurahan selamet, dari Kantor Dinas Sosial. KOREM. PLN, dan banyak dinas-dinas lain akan tetapi tidak selalu ada dan yang selalu ada dari sedekah individu masyarakat itu Dengan rincian sumber pendapatan Panti Asuhan Izzati 2024. (N1. B 11-. (N2, B 15-. Pendistribusian dana Zakat. Infaq, dan Sedekah (ZIS) di panti asuhan adalah proses krusial yang memastikan bahwa dana yang terkumpul digunakan secara efektif dan tepat sasaran. Pendistribusian yang baik tidak hanya meningkatkan kesejahteraan anak-anak di panti asuhan, tetapi juga membangun kepercayaan di antara para donatur dan masyarakat. Pendistribusian dana ZIS di panti asuhan semua pengurus yayasan terlibat, tim survei juga terlibat dan juga ada donatur yang mencari para mustahiq yang di bantu sesuai dengan kebutuhannya dan terpenting mendahulukan anak-anak panti dahulu dan lebihnya di donasikan kepada orang-orang yang membutuhkan (N1. B 5-. Pengelolaan Dana Zakat. Infaq, dan Sedekah (ZIS) di panti asuhan adalah suatu proses yang bertujuan untuk memanfaatkan dana tersebut secara efektif dan efisien untuk memenuhi kebutuhan anak-anak yang berada di panti. Kegiatan ini meliputi perencanaan anggaran, pengumpulan dana, serta distribusi dan pelaporan penggunaan dana. Panti asuhan harus memiliki transparansi dalam setiap langkah pengelolaan agar para donatur dapat melihat dampak dari sumbangan mereka. Selain itu, panti juga perlu melakukan evaluasi rutin untuk memastikan bahwa dana yang diterima digunakan sesuai dengan tujuan dan kebutuhan yang telah ditetapkan. Selanjutnya, kegiatan pengelolaan Dana ZIS juga mencakup program-program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan anak-anak di panti asuhan. Misalnya, dana dapat digunakan untuk pembiayaan pendidikan, kesehatan, serta kegiatan pengembangan diri seperti pelatihan keterampilan dan kegiatan rekreasi. Dengan demikian, pengelolaan dana ZIS tidak hanya sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga berfokus pada peningkatan kualitas hidup anak-anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik. Pengelolaan dana Zakat. Infaq, dan Sedekah (ZIS) di panti asuhan selama ini dalam pengelolaan memang penyalurannya itu banyak, banyak kegiatan yang utama penyaluran pendidikan mereka, kesehatan mereka, perlengkapan sekolah hingga makanan mereka dan kita ada program sendiri antaranya jumat berkah jadi setiap donasi itu tidak semua untuk anak panti takutnya berlebih sehingga kami salurkan di jumAoat berkah. Sebelum penyaluran itu tim mensurvei dahulu keluarga kaum duafa lalu kami berikan setiap jumat 2 keluarga duafa berupa sembako (N1. B 1-. Kendala dan hambatan dalam pengelolaan dana panti asuhan mencakup berbagai tantangan yang dapat menghambat efektivitas penggunaan dana untuk Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 410 Nofri. Nurida. Paulina kesejahteraan anak-anak. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam manajemen keuangan. Banyak panti asuhan dikelola oleh individu yang tidak memiliki latar belakang pendidikan atau pengalaman dalam akuntansi, sehingga menyulitkan mereka untuk menyusun anggaran yang tepat, memantau pengeluaran, dan melakukan pelaporan keuangan yang transparan. Hal ini bisa menyebabkan penyimpangan dalam penggunaan dana, yang pada gilirannya merugikan anak-anak yang bergantung pada panti asuhan tersebut. Selain itu, kendala dalam memahami regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan dana ZIS juga dapat menjadi masalah, karena kepatuhan terhadap aturan sangat penting untuk menjaga kepercayaan dari para donatur. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 411 Nofri. Nurida. Paulina Hambatan lain yang sering dihadapi adalah kurangnya strategi penggalangan dana yang efektif. Banyak panti asuhan tidak memiliki kemampuan atau sumber daya untuk melakukan promosi dan kampanye yang menarik bagi calon donatur. Tanpa pendekatan yang tepat, panti asuhan dapat kehilangan peluang untuk mendapatkan dukungan yang diperlukan. Selain itu, panti asuhan sering kali bersaing dengan banyak lembaga sosial lainnya dalam menarik perhatian masyarakat, sehingga membuat penggalangan dana menjadi lebih sulit. Keterbatasan akses terhadap teknologi informasi juga dapat menjadi hambatan, di mana panti asuhan yang tidak memanfaatkan platform digital untuk penggalangan dana mungkin tertinggal dalam upaya untuk menjangkau donatur baru. Semua kendala ini berkontribusi pada tantangan yang lebih besar dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas layanan yang diberikan kepada anak-anak di panti Namun dalam hal ini Panti Asuhan Izzati Jannah salama ini pengelolaan itu memang penyalurannya banyak, kegiatan yang utama penyaluran pendidikan mereka, kesehatan mereka, perlengkapan sekolah hingga makanan mereka dan kita ada program sendiri antaranya jumat berkah jadi setiap donasi itu tidak semua untuk anak panti takutnya membludak makanya kami salurkan di JumAoat berkah. Namun dalam hal pelaporan keuangan tidak ada pelaporannya, dan dinas sosialpun tidak pernah meminta laporan dana yang menjadi kendala manajeman keuangan Panti Asuhan Izzati Jannah, adanya kendala survei kaum duafa yang masih kurang optimal karena nantinya kami beri ke kelurga duafa setiap jumat 2 keluarga berupa sembako dan kendalanya untuk pembagian itu harus di survei dahulu layak dan tidaknya serta kami ada tim sendiri untuk surveinya tersebut. Serta kendala dalam hal asuh anak kelakuan dan sikap anak, dari latarbelakang pengasuhan yang berbeda-beda karena pengasuhan sebelumnya seperti apa jadi sampai ke sini kita bentuk, masalah kebiasaan yang dulunya seperti apa, dan masalah sikap yang menjadi tantangan besar (N1. B 1-. (N3. B 27-. Pemenuhan kebutuhan anak panti asuhan merujuk pada upaya untuk memastikan bahwa anak-anak yang tinggal di panti asuhan mendapatkan segala hal yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Kebutuhan ini mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan pendidikan. Dari segi fisik, anak-anak memerlukan makanan bergizi, tempat tinggal yang aman, serta akses terhadap layanan Aspek emosional dan sosial mencakup perhatian, kasih sayang, dan interaksi positif dengan pengasuh dan teman sebaya, yang penting untuk perkembangan mental dan sosial mereka. Selain kebutuhan dasar tersebut, pemenuhan kebutuhan anak panti asuhan juga melibatkan penyediaan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan tidak hanya anak-anak mengembangkan keterampilan hidup, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial yang diperlukan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 412 Nofri. Nurida. Paulina Dengan memenuhi semua kebutuhan ini, panti asuhan berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, bahagia, dan siap menghadapi masa depan. Dalam memenuhi kebutuhan anak panti selalu mencoba memberikan semaksimal mungkin dengan memberikan pemenuhan baik materi maupun non materi, dari segi materi pihak panti membelikan perlengkapan untuk anak panti sebulan sekali dengan total pengeluaran Rp. 000 dan ada waktunya pihak pengurus panti mengeluarkan dana pribadi karena kekurangan dana, kemudian dari segi non materi pengurus memberikan rasa kasih sayang yang sama pada setiap anak tanpa membedabedakannya (N2. B 17-. (N9. B 78-. Fasilitas Panti Asuahan untuk memenuhi kebutuhan anak Fasilitas panti asuhan dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan anakanak, baik dari segi fisik maupun emosional. Biasanya, panti asuhan menyediakan ruang tinggal yang nyama dan aman, dilengkapi dengan tempat tidur, perlengkapan pribadi, dan area bermain. Selain itu, panti asuhan juga menyediakan dapur yang memenuhi standar kesehatan untuk memastikan anak-anak mendapatkan makanan Ruang belajar sering kali tersedia untuk mendukung pendidikan anak, serta fasilitas kesehatan yang memungkinkan anak-anak untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan. Selain fasilitas fisik, panti asuhan juga fokus pada penyediaan dukungan emosional dan sosial. Pengasuh dan staf panti berperan penting dalam memberikan perhatian, kasih sayang, dan pembinaan yang diperlukan untuk membantu anak-anak supaya merasa aman dan dihargai. Kegiatan ekstrakurikuler, seperti seni, olahraga, dan program pengembangan diri, sering kali diadakan untuk membantu anak-anak mengembangkan bakat dan keterampilan sosial mereka. Dengan kombinasi fasilitas yang memadai dan dukungan yang berkelanjutan, panti asuhan berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara holistik Dalam pemenuhan fasilitas yang di berikan panti asuhan di antaranya tempat tidur, kipas angin, alat-alat sekolah baik sepatu, buku dan pensil, kemudian baju seharihari ataupun baju lebaran dan makan setiap hari. (N9. B 74-. (N11. B 94-. (N12. B 104. Diperolehnya informasi mengenai peran panti, kendala dan hambatan pada Tata kelola dana ZIS dalam memenuhi kesejahteraan anak asuh oleh Panti Asuhan Izzati Jannah diketahui factor internal dan eksternal berupa ancaman, peluang, kekuatan dan kelemahan yang tertera pada tabel Matriks EFAS dan IFAS berikut : Matrik IFAS merupakan rumusan analisis yang berasal dari lingkungan internal Meliputi kekuatan dan kelemahan sebagai berikut : Tabel 5. Matrik Internal Factor Analysis Summary (IFAS) Kekuatan (Strengt. Kelemahan (Weaknes. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 413 Nofri. Nurida. Paulina Potensi keuangan saldo panti Pengumpulan yang besar kurang banyak Donasi Sumber Daya Manusia dimana Transparansi laporan keuangan kurangnya akan pemahaman panti kepada masyarakat kepengurusan panti yang benar Panti selalu membuat program Minimnya pendidikan yang membuat anak pengurus dalam memanajemen panti merasa aman dan senang keuangan panti Pengurus panti memberikan kasih sayang secara adil tanpa membeda-bedakan setiap anak panti yang ada di panti asuhan Pengumpulan dana ZIS masih digabungkan menjadi satu dan laporan keuangan masih dibuat secara sederhana. Panti selalu bersih sehingga para Kurangnya keamanan yang ada anak asuh merasa nyaman dan di lingkungan panti baik cctv betah selama tinggal di panti. maupun satpam Identifikasi dari hasil penelitian didapatkan Faktor internal yang berasal dari internal panti yaitu kelima kelemahan (Weaknesse. suatu kondisi internal yang dinyatakan masih kurang paham tentang kapabilitas organisasi/seseorang untuk menghadapi peluang dan ancaman yang ada dan kelima kekuatan (Strengt. sebagai kapabilitas dalam menghadapi faktor eksternal. Matrik EFAS merupakan rumusan analisis yang berasal dari lingkungan eksternal panti. Meliputi peluang dan ancaman sebagai berikut : Tabel 6. Matrik External Factor Analysis Summary (EFAS) Peluang (Opportunit. Ancaman (Threa. Didukung oleh masyarakat baik dari dinas sosial maupun dinas yang ada dilingkungan Kota Jambi Berkembangnya media sosial mengetahui informasi kegiatan Zakat memberdayakan anak-anak panti pemahaman peluang usaha Hubungan komunikasi antar pengurus yang kurang efektif. Tidak sesuai rencana Timbulnya kejenuhan dari para anak panti apa bila kegiatankegiatan panti dijalankan pada program monoton Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 414 Nofri. Nurida. Paulina Menjadi pendidikan Manajemen pengurus yang tidak agama bagi anak panti asuhan saling koordinasi. bukan hanya sebagai tempat Faktor yang berasal dari luar panti yaitu faktor external peluang (Opportunit. didapatkan kesimpulan melalui hasil wawancara, keempat peluang berkaitan dengan potensi yang bisa dimanfaatkan dalam Tata kelola dana ZIS dalam memenuhi kesejahteraan anak asuh oleh Panti Asuhan Izzati Jannah dan keempat faktor eksternal ancaman (Threa. yang merupakan keadaan eksternal menyebabkan masalah dalam implementasi dalam Tata kelola dana ZIS dalam memenuhi kesejahteraan anak asuh oleh Panti Asuhan Izzati Jannah. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa tata kelola dana ZIS untuk memenuhi kesejahteraan anak oleh Panti Asuhan Izzati Jannah yang berupa pemberian pemenuhan kebutuhan anak dalam hal ini sudah dilaksanakan namun kurang efektifnya pengurus dalam hal pengelolaan keuangan panti. Ada beberapa alasan kurang efektifnya pengurus dalam hal pengelolaan keuangan panti yaitu, kurangnya pengetahuan pengurus dalam program laporan keuangan panti dalam hal ini mengenai manajemen keuangan, laporan keuangan panti masih dilakukan secara sederhana, kurangnya pengetahuan mengenai fungsi, tujuan, dan potensi dari dana ZIS untuk kesejahteraan anak panti. Dalam proses penggunaan dana ZIS sebagai instrumen kebutuhan panti asuhan dalam memenuhi segala perlengkapan anak asuh memiliki banyak kebutahan. Dalam hal penerimaan, dalam pembagian dana sebetulnya tidak hanya kepada anak panti asuhan saja, namun dapat diberikan kepada siapa saja asalkan untuk kemaslahatan umat. Pendistribusian dana ZIS di panti asuhan semua pengurus yayasan terlibat secara langsung, adanya tim survei terlibat langsung dalam proses pendistribusian kemudian ada donatur yang mencari para mustahiq yang di bantu sesuai dengan kebutuhannya dan terpenting mendahulukan anak-anak panti serta lebihnya di donasikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Pengelolaan Dana ZIS juga mencakup program-program yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan anak-anak di panti asuhan dimana dana digunakan untuk pembiayaan pendidikan, kesehatan, serta kegiatan pengembangan diri seperti pelatihan keterampilan dan kegiatan rekreasi anak asuh. Dengan demikian, pengelolaan dana ZIS tidak hanya sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga berfokus pada peningkatan kualitas hidup anak-anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih Berdasarkan hasil penelitian di Panti Asuhan Izzati Jannah dalam hal kendala dan hambatan yang terjadi untuk pemenuhan dana untuk memenuhi kebutuhan anak Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 415 Nofri. Nurida. Paulina asuh sebagian pengurus mengatakan belum ada kendala yang membuat para pengurus sulit untuk mengatasinya. Dilakukannya penelitian oleh peneliti terdapat beberapa kendala yang muncul seperti kurang efektifnya pengurus dalam hal pengelolaan keuangan panti, dalam hal ini ketua menyerahkan dan melimpahkan kepada bendahara panti yang menjadi pengurus tunggal dalam hal pelaporan hingga perhitungan keuangan panti yang mengakibatkan laporan keuangan tidak dijalankan sesuai dengan bentuk laporan yang semestinya seperti halnya dalam pembelian keperluan panti asuhan yang dilaporkan total dari keseluruhan keperluan tidak dijelaskan secara detail pembelian Penulis menyarankan dalam hal manajemen pelaporan keuangan Panti Asuahan Izzati Jannah ketua panti untuk dapat memberikan pelatihan kepada bendahara panti agar proses pelaporan keuangan dapat di laporkan dengan laporan secara profesional baik menggunakan sistem Excel atau program pelaporan keuangan lain, sehingga laporan tersebut menjadi acuan penting bagi panti asuhan untuk dapat membuat program kegiatan dengan baik serta menjadi bahan acuan evaluasi panti asuhan baik evaluasi kegiatan sebelumnya. Hal inilah yang menjadi dasar adanya hambatan atau kendala yang tidak bisa di atasi oleh para pengurus, ketika ada kendala atau hambatan yang muncul bendahara seharusnya dapat menilai apa yang kurang dalam laporan keuangan. Namun sebenarnya kendala dan hambatan akan menjadi sebuah tantangan bagi organisasi atau lembaga karena dari permasalahan tersebut pengurus dapat melihat dimana titik kesalahan dari sebuah organisasi atau lembaga dari situlah pengurus dapat mengevaluasi kinerja dan manajemen pengurus mana yang perlu diperbaiki dan mana yang perlu dilanjutkan. Kendala dan hambatan adalah hal yang kemungkinan akan terjadi dalam sebuah organisasi atau lembaga karena sekecil apapun bentuk kegiatan yang akan dijalankan pasti akan mengalami kendala. Untuk itu manajemen pengurus panti asuhan yang baik perlu ditingkatkan agar menghindari dan meminimalisir adanya kendala atau hambatan yang terjadi, inilah yang perlu ditingkatkan di kepengurusan Panti Asuahan Izzati Jannah saat ini. Berdasarkan hasil penelitian di Panti Asuhan Izzati Jannah dalam hal ini untuk upaya yang dapat dilakukan dalam memenuhi kebutuhan anak asuh dari dana panti sudah terlaksana. Pada proses pengelolaan sumber dana, sumber daya insani dan institusinya sudah ada di panti asuhan tersebut namun belum terlaksananya program pelaporan keuangan yang baik dan profesional karena untuk sumber daya insani atau pengurus panti asuhan selaku bendahara yang kurang mampu mengelola proses pembuatan laporan keuangan secara produktif padahal dana ZIS panti tersebut digunakan untuk program kegiatan anak-anak, pembangunan panti, gaji pengurus, baju anak, perlengakapan anak dan makan anak. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 416 Nofri. Nurida. Paulina Kemudian peneliti menyarankan strategi dalam proses penerimaan dana ZIS menggunakan pelaporan keuangan dengan Ms. Excel atau Aplikasi pelaporan keuangan, sehingga pada proses penganggaran keuangan baik untuk kegiatan oprasional panti maupun pengadaan kebutuhan anak dapat di kelola dengan baik serta kedepannya apabila ada laporan keuangan yang jelas dapat di pertanggung jawabkan. Laporan keuangan yang jelas tentunya akan menjadi citra kepercayaan tersendiri bagi panti asuhan untuk diberitahukan kepada masyarakat bagaimana ZIS yang diberikan masyarakat dan selama ini diterima oleh panti itu dikelola dengan baik, apabila laporan keuangan panti asuhan tidak dibuat laporan keuangan dengan baik tentunya ini akan menimbulkan praduga masyarakat kepada panti asuhan apakah dana ZIS di kelola dengan baik ata tidak sehingga masyarakat nantinya beranggapan dana tersebut di salahgunakan bagi pengurus Panti Asuhan Izzati Jannah. Keuangan panti akan semakin jelas apabila pada proses pengeluaran keuangan dan mana proses penerimaan dilaporkan dengan detail mengenai informasi saldo Dalam proses manajemen ketua harus dapat mengevaluasi pengurus yang ada karena berdasarkan hasil penelitian anggota pengurus inti kurang terlibat dalam proses pelaksanaan pengelolaan panti yang menyebabkan proses pelaporan keuangan dana ZIS panti tidak terurus namun apabila anggota inti pengurus tidak dapat membuat laporan keuangan dengan baik ketua pengurus harus sesegera mungkin mencari dan menggantikan pengurus inti yang tidak dapat bekerja dengan baik pada kepengurusan tersebut agar dalam proses pengurus Panti Asuhan Izzati Jannah dapat terlaksana dengan Panti Asuhan Izzati Jannah di Kota Jambi dalam mengupayakan keuangan yang kurang telah meluncurkan sebuah program UMKM (Usaha Mikro Kecil Menenga. yang inovatif untuk mengatasi kekurangan dana operasional. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan anak-anak asuh dan memberikan mereka kesempatan untuk Dengan UMKM ini, panti asuhan berharap dapat mengurangi ketergantungan pada sumbangan dan meningkatkan kemandirian finansial. UMKM Panti Asuhan Izzati Jannah menawarkan berbagai produk unggulan yang menarik, seperti Pempek Izzati dan Izzati Store. Pempek Izzati memiliki rasa lezat dan kualitas terjamin serta kehalalan, membuatnya menjadi daya tarik utama bagi Izzati Store menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan sembako dengan harga terjangkau, membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih Dengan adanya UMKM ini. Panti Asuhan Izzati Jannah di Kota Jambi dapat meningkatkan kualitas layanan bagi anak-anak asuh. Pendapatan dari penjualan produk UMKM digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, pendidikan, dan kesehatan anak-anak asuh. Dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengembangkan UMKM ini dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak asuh. Dalam menyusun strategi yang dapat diterapkan dalam tata kelola zakat, infaq, dan sedekah terhadap kesejahteraan anak asuh di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 417 Nofri. Nurida. Paulina dengan alat yaitu SWOT. SWOT tersebut dapat memaparkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman yang dihadapi panti yang disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki dan strategi yang dapat diterapkan merupakan kolaborasi dan kerja sama antara Pengurus Panti. Donatur dan Dinas Sosial dalam pelaksanaan tata kelola zakat, infaq, dan sedekah terhadap kesejahteraan anak asuh di Panti Asuhan Izzati Jannah, dengan hasil pembahasan sebagai berikut : Tabel 7. Matrik SWOT IFAS Kekuatan (Strengt. Kelemahan (Weaknes. Potensi keuangan saldo panti yang besar Pengumpulan donasi yang kurang banyak Transparansi laporan keuangan panti kepada Sumber Daya Manusia dimana kurangnya akan pemahaman kepengurusan panti yang benar Panti selalu membuat yang membuat anak panti merasa aman dan Pengurus membedabedakan setiap anak panti yang ada di panti Panti selalu bersih sehingga para anak asuh merasa nyaman tinggal di panti. Minimnya pengetahuan memanajemen keuangan Pengumpulan dana ZIS menjadi satu dan laporan keuangan masih dibuat secara sederhana. Kurangnya kemanan yang ada di lingkungan panti baik cctv maupun Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 418 Nofri. Nurida. Paulina Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 419 Nofri. Nurida. Paulina Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 420 Nofri. Nurida. Paulina EFAS Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 421 Nofri. Nurida. Paulina Peluang (Opportunit. Didukung oleh masyarakat baik dari dinas sosial maupun Kota Jambi Berkembangnya media sosial seperti mengetahui informasi kegiatan panti Zakat produktif bisa anak-anak pemahaman peluang Menjadi tempat asuhan bukan hanya Strategy S-O Strategy W-O Pengurus Panti kegiatan program anak asuh dari saldo yang pengurus dan donatur kegiatan akan terlaksana dengan baik Pengurus Panti melakukan sosialisasi media sosial dengan memposting hal-hal yang dikaitkan dengan organisasi dengan nilainilai islam terutama pada kegiatan keseharian anak-anak Pengurus dapat usaha kepada anak-anak yang sudah dewasa kerajinan gelang untuk kreatifitas mereka. Pengurus memberikan pemahaman membayar ZIS, sehingga dukungan masyarakat akan membayar ZIS semakin banyak setelah diberikan pemahaman tersebut. Pengurus webinar pelatihan tentang pemahaman kepengurusan keuangan dan pelaporan Pengurus masyarakat sekitar panti untuk menjadikan panti terutama bagi anak-anak masyarakat di sekitar Pengurus mengevaluasi kerja dengan dinas sosial agar dapat memberikan saran kepada para pengurus mengenai cara pencatatan keuangan yang benar dan bagaimana dalam pencatatan keuangan Pengurus saling koordinasi terkait hal-hal dalam manajemen kas dana panti terkait program kerja yang telah ditetapkan panti. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 422 Nofri. Nurida. Paulina Ancaman (Threa. Hubungan komunikasi antar pengurus yang kurang efektif. Tidak berjalannya kegiatan sesuai Timbulnya kejenuhan dari para anak panti apa bila kegiatan-kegiatan panti dijalankan pada program monoton Manajemen pengurus yang tidak saling koordinasi. Strategy S-T Strategy W-T Pengurus dapat setiap program yang memaparkan keuangan yang benar sehingga menjalankan program dengan lancar. Pengurus memberikan fasilitas yang senyaman mungkin kepada para anak panti asuhan yang tinggal di panti asuhan sehingga tidak akan ada timbul rasa jenuh oleh para anak. Pengurus dapat membutuhkan bantuan apa bila ada bantuan yang berlebih dapat disalurkan kepada yang Pengurus dapat kerja liburan dengan anak-anak kepengurusan panti. Pengurus menjaga dan pengurus sehingga tidak akan timbul ancaman antar Pengurus memberikan sosialisasi dan pelatihan kepengurusan yang baik. Pengurus memberikan pemahaman dan pelatihan kepada pengurus tentang cara pengelolaan keuangan yang baik seperti pelatihan Excel. Pengurus memberikan kepada bendahara agar proses pencatatan data keuangan sesuai dengan Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 423 Nofri. Nurida. Paulina Berdasarkan Tabel 7 Matrik SWOT maka dapat disimpulkan bahwa strategi yang dapat diterapkan pada pelaksanaan tata kelola zakat, infaq, dan sedekah terhadap kesejahteraan anak asuh di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi adalah : Strategi dirumuskan berdasarkan pada kekuatan yang digunakan untuk memanfaatkan peluang yang dimiliki pelaksanaan tata kelola zakat, infaq, dan sedekah terhadap kesejahteraan anak asuh di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi antara lain : Pengurus Panti dapat membuat kegiatan program anak asuh dari saldo yang cukup, dukungan pengurus dan donatur yang kuat maka kegiatan akan terlaksana dengan baik (SO1-Hal . Pengurus Panti melakukan sosialisasi media sosial dengan memposting hal-hal yang dikaitkan dengan organisasi dengan nilai-nilai islam terutama pada kegiatan keseharian anak-anak panti (SO2-Hal . Pengurus dapat memberikan peluang usaha kepada anak-anak yang sudah dewasa seperti membuat kerajinan gelang untuk kreatifitas mereka (SO3-Hal . Pengurus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan masyarakat sekitar panti untuk menjadikan panti sebagai tempat pendidikan agama terutama bagi anak-anak masyarakat di sekitar panti (SO4-Hal . Strategi dirumuskan dengan meminimalkan kelemahan dan memanfaatkan peluang dalam pelaksanaan tata kelola zakat, infaq, dan sedekah terhadap kesejahteraan anak asuh di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi antara lain: Pengurus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya membayar ZIS, sehingga dukungan masyarakat akan membayar ZIS semakin banyak setelah diberikan pemahaman tersebut (WO1-Hal . Pengurus melakukan kegiatan webinar pelatihan tentang pemahaman kepengurusan yang benar terutama tentang manajemen keuangan dan pelaporan keuangan pada panti asuhan (WO2-Hal . Pengurus dapat mengevaluasi kerja dengan dinas sosial agar dapat memberikan saran kepada para pengurus mengenai cara pencatatan keuangan yang benar dan bagaimana dalam pencatatan keuangan panti asuhan yang semestinya (WO3-Hal . Pengurus dapat saling koordinasi terkait hal-hal dalam manajemen kas dana panti terkait program kerja yang telah ditetapkan panti (WO4-Hal . Strategi dirumuskan menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman dalam pelaksanaan tata kelola zakat, infaq, dan sedekah terhadap kesejahteraan anak asuh di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi antara lain: Pengurus dapat merapatkan setiap program yang akan dijalankan kedepannya dengan memaparkan keuangan yang benar sehingga masyarakat percaya yakin dapat menjalankan program dengan lancar (ST1-Hal . Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 424 Nofri. Nurida. Paulina Pengurus memberikan fasilitas yang senyaman mungkin kepada para anak panti asuhan yang tinggal di panti asuhan sehingga tidak akan ada timbul rasa jenuh oleh para anak (ST2-Hal . Pengurus dapat mendata masyarakat yang memang membutuhkan bantuan apa bila ada bantuan yang berlebih dapat disalurkan kepada yang membutuhkan (ST3-Hal . Pengurus dapat menjadikan program kerja liburan dengan anak-anak menjadi tempat perbincangan pengurus mengenai manajemen kepengurusan panti (ST4-Hal . Strategi dirumuskan untuk meminimalisir kelemahan dan menghindari ancaman dalam pelaksanaan tata kelola zakat, infaq, dan sedekah terhadap kesejahteraan anak asuh di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi antara lain: Pengurus menjaga dan mengelola keuangan dengan baik dan transparansi antar pengurus sehingga tidak akan timbul ancaman antar pengurus (WT1-Hal . Pengurus memberikan sosialisasi dan pelatihan dengan para anggota terhadap tata cara kepengurusan yang baik (WT2-Hal . Pengurus memberikan pemahaman dan pelatihan kepada pengurus tentang cara pengelolaan keuangan yang baik seperti pelatihan Excel (WT3-Hal . Pengurus memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan kepada bendahara agar proses pencatatan data keuangan sesuai dengan standar pengelolaan keuangan panti pada umumnya (WT4-Hal . Kesimpulan Kegiatan tata kelola dana ZIS dalam memenuhi kesejahteraan anak asuh di Panti Asuhan Izzati Jannah Kota Jambi adalah mengelola dana Panti yang terdiri dari dana Zakat. Infak, dan Shadaqah. Sumber penerimaan dana Infak berasal dari masyarakat kelurahan selamet, dari Kantor Dinas Sosial. KOREM. PLN, dan donatur dinas-dinas yang ada di Kota Jambi. Penggunanaan dana ZIS tersebut untuk Kesejahteraan saat ini sudah digunakan dengan baik, baik digunakan untuk kepentingan panti asuhan maupun kegiatan untuk kesejahteraan anak seperti pembelian makan, perlengakapan sekolah hingga pakaian anak. Kendala dan hambatan yang dihadapi Panti Asuahan Izzati Jannah dalam sumber pendanaan ZIS untuk memenuhi kebutuhan terhadap anak asuh yakni dalam proses pelaporan keuangan panti asuhan yang belum dilaporkan dengan proses pembukuan dengan baik sehingga sampai saat ini laporan keuangan panti asuhan tidak dibuat, kemudian kendala mengenai survei untuk bantuan kepada para keluarga duafa yang dilakukan tim survei harus melakukan beberapa kali survei dikarenakan kekurangan anggota pengurus. Upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan anak asuh yakni dengan memberikan pemenuhan penyediaan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan akademis, tetapi juga membantu anak-anak mengembangkan keterampilan hidup, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial yang diperlukan untuk berinteraksi dengan lingkungan mereka. Dengan memenuhi semua Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 425 Nofri. Nurida. Paulina kebutuhan ini, panti asuhan berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, bahagia, dan siap menghadapi masa depan. Dalam memenuhi kebutuhan anak panti selalu mencoba memberikan semaksimal mungkin dengan memberikan pemenuhan baik materi maupun non materi, dari segi materi pihak panti membelikan perlengkapan untuk anak panti dan kemudian dari segi non materi pengurus memberikan rasa kasih sayang yang sama pada setiap anak tanpa membeda-bedakannya. Daftar Pustaka