Jurnal Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri (PASTI) Vol. No. April 2026, 74-81 p-ISSN 2085-5869/ e-ISSN 2598-4853 Analisis Pengendalian Persediaan pada Project Material Separator 1. Produk Battery GT6A menggunakan Metode Economic Order Quantity Fitri Diana Antari1*. Umi Nuraini2 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Singaperbangsa Karawang Jl. HS. Ronggo Waluyo. Telukjambe Timur. Karawang. Jawa Barat Email: dianaantari306@gmail. com*, umi. nuraini@ft. (Diterima: 13-08-2025. Direvisi: 17-04-2026. Disetujui: 18-04-2. Abstrak Proses produksi merupakan kegiatan yang paling krusial bagi suatu perusahaan. Proses produksi yang tepat waktu dan berkesinambungan akan mampu untuk meningkatkan kredibilitas dan daya saing perusahaan. Persediaan merupakan suatu faktor yang cukup krusial sebagai salah satu penentu dari lancarnya proses produksi. Persediaan bahan baku tidak boleh kurang apalagi sampai kehabisan, karena hal tersebut dapat membuat proses produksi terhenti. Jika material atau bahan baku dalam proses produksi senantiasa tersedia, perusahaan dapat melakukan kegiatan produksi tanpa adanya hambatan. Meskipun demikian, persediaan yang berlebih juga dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian karena biaya perawatan dan inventory yang harus dikeluarkan akan membengkak. Maka atas dasar hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian pengendalian persediaan pada perusahaan melalui penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ). EOQ ialah metode yang sering diaplikasikan dalam manajemen persediaan dengan cara menghitung jumlah persediaan yang ideal dalam memenuhi kebutuhan Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan EOQ, perusahaan harus mengerahkan total biaya sebesar Rp. 907 untuk memenuhi kebutuhan persediaan. Hal ini tentu cukup berbeda secara signifikan apabila dibandingkan dengan total biaya awal sebelum menerapkan metode EOQ, yaitu sebesar Rp. Dengan demikian, metode Economic Order Quantity (EOQ) mampu mendorong perusahaan melakukan pengendalian persediaan secara lebih optimal. Kata kunci: Produksi. Persediaan. Optimal. Inventory. Economic Order Quantity Abstract The production process is the most crucial activity for a company. A timely and continuous production process will be able to increase the credibility and competitiveness of the Inventory is a crucial factor as one of the determinants of the smooth production Raw material inventory should not be lacking, let alone running out, because it can stop the production process. If the materials or raw materials in the production process are always available, the company can carry out production activities without any obstacles. However, excessive inventory can also cause the company to experience losses because the maintenance and inventory costs that must be incurred will increase. So on the basis of this, this study aims to control inventory control in the company through the application of the Economic Order Quantity (EOQ) Method. EOQ is a method that is often applied in inventory management by calculating the ideal amount of inventory to meet production needs. The results obtained in this study indicate that by using EOQ, the company must spend a total cost of Rp. 1,739,907 to meet inventory needs. This is certainly quite different significantly when compared to the total initial cost before applying the EOQ method, which is Rp. 2,937,939. Thus, the Economic Order Quantity (EOQ) method is able to encourage companies to carry out more optimal inventory control. Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 74-81 Keywords: Production. Supply. Optimal. Inventory. Economic Order Quantity PENDAHULUAN Perkembangan dunia usaha yang terus berubah menjadi fenomena menarik, terutama dengan hadirnya globalisasi ekonomi yang memberikan peluang bagi pengusaha asing untuk bersaing dalam merebut perhatian konsumen (Kadir. Tjoanda, & Narwadan, 2. Situasi ini akan meningkatkan intensitas persaingan dan mendorong perusahaan untuk memproduksi barang secara efisien demi meraih keuntungan sekaligus memastikan proses produksi berjalan sesuai jadwal (Lestari & Susandi, 2. Setiap perusahaan perlu berupaya memastikan proses produksi berjalan secara berkelanjutan dan terus berkembang demi menjaga kelangsungan usahanya. Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era modern ini, perusahaan dituntut untuk meningkatkan daya saing agar mampu bersaing dengan kompetitor dan menguasai pasar yang tersedia (Nurjaman, et al. Dengan demikian, perusahaan perlu menerapkan strategi bisnis yang efektif untuk menjaga reputasi yang telah dibangun, sehingga dapat terhindar dari dampak negatif terhadap keberlangsungan usahanya (A. & Wijaya, 2. Permasalahan tersebut juga tentunya tak luput diperhatikan oleh salah satu perusahaan manufaktur yang terdapat di Kabupaten Karawang yang memproduksi beberapa macam jenis aki dan juga komponen atau part yang membutuhkan bahan baku utama berupa timah. Perusahaan ini memproduksi aki diantaranya yaitu ISS Battery. Maintenance Battery. Hybrid Battery. Premium Battery, dan VRLA Battery. Dari jenis Battery yang sudah disebutkan itu dibagi menjadi dua bagian yaitu MCB (Motorcycle Batter. dan AMB (Automotive Batter. Selain menghasilkan berbagai jenis Aki Battery, perusahaan juga aktif dalam melakukan inovasi terhadap produkproduknya. Persaingan yang ketat tersebut memaksa perusahaan untuk menciptakan inovasiinovasi baru. Agar mendapatkan hasil produksi yang inovatif dan berkualitas memerlukan ketelitian dalam setiap proses produksi (Adeliani. Anita, & Lubis, 2. Ketelitian ini bertujuan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi serta inovasi yang tepat dan sesuai (Ismayana & Hayati, 2. Penerapan project manajemen mempermudah jalannya proses produksi dengan produk yang berkualitas dan inovatif (Juriana. Ong. Vanders, & Firdiansyah, 2. Project manajemen merupakan disiplin ilmu dan keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan penyelesaian suatu proyek (Chistanto & Wibowo, 2. Selain itu, salah satu aspek krusial yang harus diperhatikan oleh perusahaan dalam proses produksi adalah pengelolaan persediaan, mengingat persediaan menjadi salah satu aset dengan nilai terbesar bagi banyak perusahaan (Yanuarsyah. Muhaqiqin, & Napianto, 2. Namun dalam satu sisi, perusahaan dapat mengurangi jumlah persediaan untuk meminimumkan cost (Suratman & Sutrisno, 2. sisi lain, jika persediaan dikurangi maka akan dapat berpengaruh terhadap proses produksi yang dapat terhenti karena kurangnya persediaan bahan baku, sehingga dapat mengakibatkan pelanggan merasa tidak puas karena pesanannya tidak terpenuhi. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara investasi dalam persediaan dan tingkat pelayanan pelanggan. Jumlah persediaan yang terlalu besar kurang efisien karena menimbulkan biaya tinggi, sedangkan persediaan yang terlalu kecil dapat meningkatkan risiko terhentinya produksi. Dengan demikian, pengelolaan persediaan menjadi aspek yang sangat penting (Maarif & Hendri. Atas dasar hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan persediaan pada perusahaan dengan memperhitungkan jumlah produksi dengan persediaan dari Produk Separator 1. 6 Battery GT6A. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Economic Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 74-81 Order Quantity (EOQ). Model kuantitas pesanan ekonomis merupakan salah satu model persediaan yang paling banyak digunakan (Nugraha. Niswatin, & Helilintar, 2. Penerapan metode EOQ di perusahaan diharapkan dapat mengurangi biaya penyimpanan, mengoptimalkan penggunaan ruang baik di gudang maupun area kerja, serta mengatasi kendala yang disebabkan oleh penumpukan persediaan (Ratningsih, 2. EOQ adalah sebuah metode yang dirancang untuk menentukan tingkat persediaan minimum dengan biaya yang efisien sekaligus memastikan kualitas tetap terjaga (Ismaya & Suseno, 2. Selain dari pada itu, metode EOQ juga mampu untuk meminimalisir kurangnya persediaan. Dengan demikian, melalui penerapan EOQ diharapkan aktivitas produksi tidak akan mengalami hambatan serta mampu menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk persediaan (Andira, 2. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan menerapkan metode Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui optimal quantity order pada penggunan separator 1. 6 yang digunakan pada Battery GT6A. Selain itu juga metode EOQ diterapkan untuk memudahkan pemantauan stok produk yang tersedia. Oleh karena itu, diharapkan dengan menerapkan konsep EOQ dapat membantu untuk melakukan manjemen bahan baku . Variabel terkait dalam penelitian ini berupa data-data historis Perusahaan mengenai pemesanan dan persediaan separator 1. Langkah pertama penelitian ini diawali dengan membuat data soal permintaan pesanan dan juga ketersediaan bahan baku. Setelah itu dilanjutkan dengan membuat Economic Order Quantity (EOQ) untuk mengetahui seberapa banyak separator 1. 6 yang dibutuhkan dan total biaya untuk proses penyimpanan serta waktu penggantian bahan baku. Berikut ini merupakan rangkaian alur penelitian yang dilakukan dengan disajikan melalui flowchart pada Gambar 1. Gambar 1. Flowchart Alur Penelitian Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 74-81 Adapun Teknik Pengumpulan Data dan Pengolahan Data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: Pengumpulan Data Pengolahan data dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) memerlukan sejumlah data yang harus tersedia. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data dibagi menjadi dua metode utama, yaitu sebagai berikut: Wawancara Wawancara digunakan sebagai langkah awal dalam observasi untuk mengidentifikasi permasalahan terkait fokus penelitian. Teknik yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur dengan pertanyaan terbuka, memungkinkan responden menjawab secara lebih bebas dan mendalam. Peneliti hanya memiliki topik dari area yang akan diteliti serta memberikan kesempatan kepada responden untuk memberikan informasi yang relevan. Observasi Selain wawancara, data juga dikumpulkan melalui tahap observasi. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi terkait proses kerja yang berlangsung. Pada pelaksanaannya, observasi dilakukan dengan participant observation, yaitu observasi yang dilakukan dengan peneliti yang terlibat secara langsung pada aktivitas pekerjaan dari objek yang diamati. Pengolahan Data Dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Dalam menerapkan metode EOQ, dibutuhkan beberapa data tambahan yang seperti struktur produk dan bill of material untuk mengetahui daftar bahan baku sebagai komposisi yang digunakan untuk membuat produk akhir. EOQ dibuat dengan input dari kebutuhan bahan baku dan biaya pemesanan. Metode EOQ dapat dihitung melalui beberapa persamaan berikut: Ukuran Pesanan (Q) ycE=Oo 2yyayya Total Cost (TC) ya yaycCycE ycNyaya = . aycCycE) ycI ( 2 ) Ea ya y ya Economic Order Quantity (EOQ) yaycCycE = Oo 2yyayycI ya . Berdasarkan dengan dua persamaan di atas. Q merupakan ukuran pemesanan. C merupakan ongkos pengiriman. D merupakan kebutuhan bahan baku dan h adalah ongkos HASIL DAN PEMBAHASAN Pengumpulan Data Bahan Baku Dalam memproduksi produk Battery GT6A, dibutuhkan beberapa bahan baku. Berikut ini merupakan rincian bahan baku yang dibutuhkan dalam membuat Battery GT6A pada Tabel 1. Tabel 1. Data Bahan Baku No Position No FG Warehouse Net Scrap Percentage M-SPRT-60401600-BF-MDS2 XPXVX Rol V-LEL-Qx-XX-x KPMVB Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 74-81 Tabel 1. Data Bahan Baku (Lanjuta. No Position No FG Warehouse Net Scrap Percentage V-CVR-GT6Ax-DS-X2XE XPXVXX V-CVR-GT6Ax-DS-X2XE XPXVX XPXVX XPXVX XPXVX V-TERE-XC611x-DS-X2XE V-UCHG-8x-XA-8VXX V-UCBG-85x0-XA-XXAX Dari tabel di atas, diketahui bahwa dalam memproduksi Produk Battery GT6A membutuhkan beberapa bahan baku. Adapun bahan baku utama yang akan di amati pada penelitian kali ini dengan menggunakan metode Economic Order Quantity ialah Separator 1. 6 sebagai bahan baku utamanya. Pada tabel di atas. Separator 1. 6 berada pada baris 1 dengan No FG yaitu M-SPRT-60401600-BF-MDS2. Data Pembelian Separator Dalam pemesanan yang dilakukan, perusahaan membatasi pesanan maksimal dalam setiap bulannya yaitu sebanyak 864 roll. Selama tahun 2023, perusahaan memesan bahan baku separator 1. 6 sebanyak 11 kali dengan total jumlah 8. 408 roll. Proses pemesanan ini dilakukan untuk memastikan bahwa produksi Battery GT6A berjalan lancar tanpa mengalami kendala kekurangan bahan baku, serta untuk memenuhi permintaan klien dengan tepat waktu. Strategi pemesanan ini juga mendukung perusahaan dalam mengelola persediaan secara lebih efisien dan mengurangi potensi stok berlebih. Berikut adalah tabel pada pemesanan separator pada tahun 2023 yang terdapat pada Tabel 2. Tabel 2. Data Pembelian Separator KPI220402 KPI220501 KPI220542 KPI230155 KPI230214 KPI230281 KPI230364 KPI230426 KPI230560 KPI230561 KPI230496 Barang M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 M-SPRT-60401600-BF-MDS2 Jumlah Rata-Rata Jumlah Pemesanan Tanggal 10/01/2023 01/02/2023 01/03/2023 15/06/2023 10/07/2023 15/08/2023 05/09/2023 12/10/2023 30/10/2023 31/10/2023 16/11/2023 Biaya Pemesanan (Ordering Cos. Biaya satu roll separator 1. 6 yang akan dipesan ialah sebesar Rp. 517,00, hal ini diketahui berdasarkan dengan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dengan Departemen PPIC Logistic perusahaan. Biaya Penyimpanan (Holding Cos. Berdasarkan dengan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan departemen PPIC Logistik bagian warehouse, penyimpanan bahan baku separator dikenakan biaya sebesar Rp, 116,00 sebab pada penyimpanan tersebut tidak menggunakan tempat aau lahan dari stakeholder lain sehingga mendapatkan biaya yang terbilang murah. Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 74-81 PENGOLAHAN DATA Total Inventory Cost (TIC) Melalui Hasil Perhitungan Perusahaan Sebelum melakukan perhitungan Metode Economic Order Quantity (EOQ), perusahaan terlebih dahulu telah melakuan perhitungannya sendiri dengan hasil sebagai ycNyaya = . ycNyaya = 2. 252 = ycIycy. Berdasarkan dengan hasil perhitungan perusahaan, maka diperoleh bahwa total Inventory cost yaitu sebesar Rp. 939 dalam melakukan pemesanan Separator 1. 6 untuk memproduksi produk Battery GT6A. Perhitungan Economic Order Quantity (EOQ) Adapun hasil perhitungan dengan menggunakan metode EOQ dalam merencanakan dan mengendalikan persediaan separator pada produksi Battery GT 6A yaitu sebagai berikut: 2 y 6. 570 y 206. yaycCycE = Oo = Oo2. 571,33 = 1. Frekuensi Order Berdasarkan dengan hasil Economic Order Quantity yang telah dihitung, maka frekuensi order yang dilakukan yaitu sebagai berikut: yaycyceycoycyceycuycycn ycCycyccyceyc = = 4,21 OO 4 559,35 Berdasarkan dengan hasil di atas, diketahui bahwa frekuensi order yang dilakukan dari hasil EOQ tersebut ialah sebanyak 4 kali order untuk memenuhi kebutuhan. Perhitungan Total Biaya Persediaan Berdasarkan Hasil EOQ Perhitungan total biaya persediaan berdasarkan dengan hasil perhitungan EOQ, yaitu sebagai berikut: 559,35 ) 206. ) 1. 559,35 ycNyaya = ycIycy869. 985 ycIycy869. 922 = ycIycy1. ycNyaya = ( Berdasarkan hasil perhitungan di atas, ditemukan bahwa dengan penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ), perusahaan dapat menurunkan total biaya persediaan. Jika menggunakan perhitungan yang biasa dilakukan oleh perusahaan, total biaya persediaan yang dikeluarkan mencapai Rp 2. Namun, setelah dihitung menggunakan metode EOQ, total biaya persediaan yang dikeluarkan menjadi Rp 1. 907 dengan frekuensi pemesanan sebanyak 4 kali. Dengan demikian, metode EOQ terbukti efektif dan dapat mengoptimalkan pengelolaan persediaan yang diperlukan. PENUTUP Economic Order Quantity (EOQ) adalah metode manajemen persediaan yang digunakan untuk menentukan jumlah pesanan optimal dan frekuensi pemesanan yang tepat. Tujuan utama dari penentuan jumlah dan frekuensi pesanan optimal ini adalah untuk meminimalkan total biaya pemesanan dan biaya penyimpanan . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode EOQ, perusahaan dapat melakukan pemesanan dengan jumlah dan frekuensi yang lebih efisien jika dibandingkan dengan perhitungan awal perusahaan. Perhitungan awal tanpa menggunakan metode EOQ menunjukkan total biaya persediaan sebesar Rp 2. Sementara itu, setelah Jurnal PASTI. Vol. No. April 2026, 74-81 menggunakan metode EOQ, total biaya persediaan yang dikeluarkan menjadi Rp 1. Dengan demikian, pengoptimalan persediaan ini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis perusahaan. DAFTAR PUSTAKA