JPN Vol 1 No. 2 April 2024 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 15 - 08 JURNAL PADAMU NEGERI (JPN) Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. PERSIAPAN WARGA PANTI DARUSSHOLIHIN MEMASUKI DUNIA KERJA DI ERA DIGITAL Sih Darmi Astuti a*. Ana Kadarningsih b. Dian Prawitasari c a Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen, astuti_sda@dsn. Universitas Dian Nuswantoro b Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen, ana. kadarningsih@dsn. Universitas Dian Nuswantoro c Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen, sari. dianprawita@dsn. Universitas Dian Nuswantoro correspondence : ana. kadarningsih@dsn. ABSTRACT In the current digital era, there is an imbalance between the number of job seekers and job vacancies in both state and private companies. Tight competition between job seekers demands more skills and expertise as a competitive advantage for job seekers. One thing that job seekers must have is personal branding that highlights the positive qualities of job seekers. Personal branding is an added value or skill to win the job search competition. In this community service activity (PKM), the expected output is that training participants can optimize their abilities, skills and positive values so as to increase personal branding. This community service activity was carried out at the Darussholihin Orphanage. Mranggen. Demak with a total of 65 training participants. The training provided includes public speaking and team building This training was provided by the community service team of the Faculty of Economics and Business program, management studies. Dian Nuswantoro University. The aim of the public speaking and team building training is to prepare residents of the Darussholihin Orphanage. Mranggen. Demak to enter the world of work in the digital era. Apart from that, the aim of training and community service activities is to create personal branding for the residents of the Darussholihin Orphanage. Mranggen. Demak so that they have competitiveness in the world of work. Keywords: Personal branding. Public Speaking. Team Building. Abstrak Pada era digital saat ini terdapat ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dengan lowongan pekerjaan baik di perusahaan negeri maupun swasta. Ketatnya persaingan antara pencari kerja menuntut keterampilan dan keahlian lebih sebagai keunggulan bersaing pencari kerja. Salah satu yang harus dimiliki pencari kerja adalah personal branding yang menonjolkan sifat-sifat positif dari pencari kerja. Personal branding ini merupakan nilai tambah atau skill lebih untuk memenangkan persaingan pencarian kerja. Pada kegiatan pengabdian pada masyarakat (PKM) ini output yang diharapkan yaitu peserta pelatihan dapat mengoptimalkan kemampuan, keterampilan dan nilai-nilai positif dalam diri sehingga meningkatkan personal branding. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Darussholihin. Mranggen. Demak dengan total peserta pelatihan 65 orang. Pelatihan yang diberikan antara lain pelatihan public speaking dan team building. Pelatihan ini diberikan oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis program, studi manajemen. Universitas Dian Nuswantoro. Tujuan pelatihan public speaking dan team building untuk mempersiapkan warga Panti Asuhan Darussholihin. Mranggen. Demak dalam memasuki dunia kerja di era digital. Selain itu tujuan pelatihan dan kegiatan pengabdian masyarakat adalah menciptalan personal branding warga Panti Asuhan Darussholihin. Mranggen. Demak sehingga mempunyai daya saing dalam dunia kerja. Kata Kunci: Personal branding. Public Speaking. Team Building. PENDAHULUAN Persaingan dunia kerja saat ini sangat ketat sehingga tenaga kerja dituntut mempunyai nilai tambah dibandingkan tenaga kerja lainnya. Hal ini dikarenakan lahan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja baik di perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah. Dalam dunia kerja tentu Received Maret 2, 2024. Revised Maret 12, 2024. Accepted April 25, 2024 Sih Darmi Astuti dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 15 Ae 22 mensyaratkan beberapa kriteria yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang dipilih tenaga kerja. Nilai tambah yang harus dimiliki tenaga kerja adalah personal branding dengan penguasaan soft skill maupun hard skill ( Widagdo, 2. Personal branding memegang peranan penting dalam memasuki dunia kerja dan dunia bisnis dalam era digitalisasi saat ini. Personal branding merupakan sifat-sifat positif yang ada dalam diri individu seperti skill, prestasi, serta keunggulan lainnya yang menjadi pembeda dengan individu lain. Personal branding merupakan modal utama dalam memasuki dunia kerja sebagai keunggulan diri yang bersifat kompetitif ( Sary & Wijaya, 2. Perusahaan akan mencari karyawan yang mempunyai personal branding yang kuat dan sejalan dengan visi perusahaan. Faktor personal branding dari tenaga kerja menjadi pertimbangan utama perusahaan menerima karyawan baru (Potgieter & Doubell, 2. Untuk mempercepat tenaga kerja terserap di dunia kerja maka diperlukan pelatihan untuk persiapan memasuki dunia kerja menjadi hal yang sangat krusial dilakukan. Personal branding dari pelamar juga menjadi sangat diperhatikan oleh perusahaan. Pelatihan dunia kerja tidak hanya sebatas pada kemampuan hardskill tapi juga pada pemenuhan softskill yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan kecocokan antara skil yang dimiliki oleh para pencari kerja dengan skil yang dibutuhkan oleh dunia industri. Kompetisi yang ketat membuat para pemiliki perusahaan mencari tenaga kerja yang cepat beradaptasi, kemampuan komunikasi yang baik dan cenderung bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu yang sama. (Potgieter & Doubell. Panti Asuhan adalah tempat untuk mengasuh anak-anak yatim piatu dan duafa. Panti Asuhan menerima anak-anak dan membiayai Pendidikan sampai sekolah menengah atas (SMA) bahkan sampai perguruan Selain itu Panti Asuhan mempunyai kewajiban mempersiapkan anak-anaknya untuk memasuki dunia kerja denga dibekali ketrampilan soft skill dan hard skill untuk dapat menembus dunia kerja saat ini ( Widagdo, 2. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen Universitas Dian Nuswantoro merespon kebutuhan pelatihan bagi warga Panti Darussholihin Semarang untuk memasuki dunia kerja di era digital. Kepedulian tersebut dengan menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa Pelatihan Public Speaking dan Team Building sebagai soft sklii untuk mendapatkan personal branding sebagai nilai tambah saat melamar pekerjaan. Ketrampilan public speaking sangat bermanfaat dalam mengembangkan nilai-nilai positif dan kemampuan diri dalam berkomunikasi sehingga personal branding dapat tercapai. Keterampilan public speaking merupakan salah satu soft skills yang perlu dimiliki tenaga kerja karena dapat terbentuk karakter kuat dan kepribadian yang baik. Sebagai nilai tambah dalam memasuki dunia kerja yang kompetitif di era digital in. Hal yang lebih mendasar dengan memiliki keterampilan public speakingadalah membentuk karakter kuat dan kepribadian yang baik (Saeni et. al, 2. Sedangkan team building bertujuan untuk pengembangan diri melalui pengenalan terhadap kekuatan dan kelemahan pribadi agar dapat memaksimalkan potensi diri seperti potensi kepemimpinan yang dimiliki warga Panti Darussholihin Mranggen. Demak ( Sukartaatmadja et. al, 2020 ). TINJAUAN PUSTAKA Panti Asuhan Darussholihin Mranggen. Demak Panti Asuhan Darushsholihin di Mranggen. Kabupaten Demak berdiri sejak tahun 1994 yang mempunyai 22 anak yang bersekolah dari sekolah dasar dampai kuliah di perguruan tinggi. Tetapi jumlah anak panti asuhan Darussholihin berjumlah 65 orang dan 5 pengurus di tahun 2022. Panti Asuhan Darussholihin berlokasi di desa Kangkung Krajan RT. RW 02 Kecamatan Mranggen. Kabupaten Demak. Kegiatan di panti asuhan Darussholihin beribadah, membaca Al-Quran dan belajar di sekolah. Panti Asuhan Darussholihin mempunyai usaha teh kombucha, tetapi sudah tutup atau bisnis tidak berlanjut sejak pandemi Covid. Saat ini anak Panti Asuhan Darussholihin banyak yang sudah menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas, sehingga kebutuhan akan pelatihan untuk kesiapan memasuki dunia kerja merupakan hal yang penting dilakukan. Kebutuhan pelatihan untuk memasuki dunia kerja bagi anak panti asuhan Darussholihin antara lain pelatihan public speaking dan team building untuk membangun personal Public Speaking Public speaking adalah proses komunikasi untuk menyampaikan pesan, ide, atau informasi secara jelas dan dapat dipahami oleh orang lain atau yang menerima pesan. Keterampilan public speaking merupakan salah satu soft skills yang perlu dimiliki calon tenaga kerja terutama saat interview kerja. Keterampilan public speaking bertujuan untuk membentuk karakter kuat dan kepribadian yang baik, sehingga perlu dilatih dan JURNAL PADAMU NEGERI (JPN) Vol. No. April 2024, pp. 15 - 22 Sih Darmi Astuti dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 15 Ae 22 dibina sejak usia dini atau anak-anak. Selain itu keterampilan public speaking dapat mengembangkan potensi diri yang akan menunjang kesuksesan saat memasuki dunia kerja (Saeni et. al, 2. Kemampuan public speaking ternyata memiliki manfaat yang sangat luar biasa, khususnya untuk menunjang karier seseoprang di tempat kerja. Tetapi masih sedikit calon tenaga kerja yang tidak menyadari pentingnya menguasai kemampuan public speaking sebagai salah satu cara meningkatkan personal branding. Calon tenaga kerja sangat penting dikuasai untuk memasuki dunia kerja di era digital (Nurdiman et. al, 2. Public speaking merupakan bentuk komunikasi lisan tentang sesuatu topik yang disampaikan dihadapan orang banyak yang bertujuan untuk memberikan penjelasan serta informasi, bahkan mempengaruhi maupun mengubah opini pada waktu dan tempat tertentu. Public speaking membutuhkan keterampilan bahasa yang baik agar penerima infromasi dapat mengerti maksud dari informasi yang disampaikan. Public speaking melatih seseorang untuk percaya diri yang merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki calon tenaga kerja di era industri 4. 0 saat ini. Kompetensi yang dibutuhkan di era industri 4. 0 antara lain kompetensi 4C yaitu Communication. Critical Thinking. Creative dan Collaboration (Mashudi, 2. Era 0 memberikan dampak pada pentingnya ketrampilan public speaking bagi setiap individu di berbagai macam profesi. Peran public speaking adalah menyampaikan ide atau gagasan agar dapat Public speaking perlu dikuasai sejak dini, utamanya saat mulai remaja. karena merupakan masa pembentukan identitas diri dan sebagai bekal diri dalam berorganisasi (Mashudi, 2. Team Building Team building didefinisikan sebagai bentuk peningkatan hubungan sosial dan memperjelas peran untuk penyelesaian tugas dan masalah interpersonal yang mempengaruhi suatu kelompok. Selain itu tujuan team building adalah membangun kelompok yang solid sehingga mampu menghilangkan kendala dalam melaksanakan tugas kelompok (Riamanda et. al, 2. Pelaksanaan team building bertujuan untuk mengarahkan anggota tim atau kelompok agar dapat bekerjasama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, meningkatkan kualitas dan produktivitas anggota kelompok. Pelatihan team building juga bertujuan untuk menciptakan solidaritas tinggi dengan kepercayaan akan nilai-nilai organisasi. Selain itu pelatihan team building akan membentuk pribadi yang positif, percaya diri, tangguh, proaktif, dan kreatif yang dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja di era industry ini maupun era digital saat ini (Mahardika, et. Tujuan utama pelatihan team building adalah melatih anggota kelompok sehingga mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada sebagai bentuk sikap professionalisme anggota kelompok. Sikap dan perilaku profesionalisme meliputi terbentuknya komitmen yang utuh dari 4C yaitu kompetensi . , konsepsi . pemikiran yang komprehensif, hubungan . yang semakin erat serta tercipta keyakinan akan kepercayaan . diri terhadap kemampuan masing-masing anggota tim atau kelompok (Sukartaatmadja, et. al, 2. METODOLOGI PENELITIAN Tim Abdimas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro memilih Panti Asuhan Darussholihin Mranggen. Kabupaten Demak sebagai lokasi pelatihan public speaking dan team building untuk mempersiapkan warga panti asuhan saat memasuki dunia kerja di era digital ini. Persiapan kegiatan membutuhkan waktu selama satu bulan dengan survey lapangan terlebih dahulu, melihat pelatihan apa yang dibutuhkan oleh Panti Asuhan Darussholihin dan akhirnya pembuatan proposal kegiatan dan pembuatan materi atau modul pelatihannya. Adapun pembagian tugas dalam pelaksana pengabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut : Dr. Sih Darmi Astuti selaku ketua mengkoordinir seluruh kegiatan pengabdian masyarakat, berupa penyuluhan, pendampingan, pemantauan pelaksanaan dan menyiapkan laporan. Ana Kadarningsih. SE. MM. Akt. CA selaku narahubung dengan mitra, membuat proposal kegiatan, koordinator tim teknis di lapangan, koordinator absensi peserta/panitia, menyiapkan materi public speaking dan menjadi pembicara dalam kegiatan abdimas. Dian Prawitasari. SE. MM selaku koordinator tutor dengan tanggung jawab menyiapkan materi pelatihan team building dan menjadi pembicara dalam kegiatan abdimas. Metode pelaksanaan abdimas ini menggunakan pendekatan FGD (Focus Group Discussio. Kegiatan pelatihan Public Speaking dan Team Building melalui beberapa tahapan antara lain observasi awal, pengenalan materi, praktik, dan evaluasi. Pelatihan dilakukan pada 12 November 2023. Para peserta dibekali pengetahuan tentang teknik public speaking, antara lain latihan teknik vokal seperti instonasi. Persiapan Warga Panti Darussholihin Semarang Memasuki Dunia Kerja Di Era Digital (Sih Darmi Astut. Sih Darmi Astuti dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 15 Ae 22 penampilan, hingga penguasaan masalah terkait materi yang dibawakan. Tutor menjelaskan materi public speaking secara bertutur, story telling dan sesekali melemparkan pertanyaan kepada peserta. Sedangkan untuk materi pelatihan team building antara lain bagaimana membentuk tim yang solid dan efektif dengan komunikasi dan pembagian peran yang jelas dan kondusif bagi warga panti asuhan dengan pemberian game interaktif untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan hubungan yang erat antara warga panti asuhan Darussholihin. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi pelatihan public speaking dan team building tersebut. Peserta juga antusias pada saat tanya jawab dengan bertanya tentang hal-hal yang sering terjadi saat membawakan acara, seperti munculnya rasa gugup, malu, lupa materi, hingga salah bicara ataupun jika terjadi permusuhan antara anggota kelompok. Pertanyaan dari para peserta dijawab langsung oleh tutor dengan memberikan tips-tips menarik, antara lain, sering berlatih, membaca, dan melakukan praktek public speaking dan koordinasi peran antara anggota kelompok agar semakin solid dan kondusif team buildingnya sehingga warga panti asuhan Darussholihin dapat membentuk personal branding yang kuat untuk memasuki dunia kerja di era digital saat ini. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Waktu Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Pelaksanaan dari program pengabdian masyarakat dilaksanakan di Aula Panti Asuhan Darussholihin berlokasi di desa Kangkung krajan RT. O4. RW 02 Kecamatan Mranggen. Kabupaten Demak dengan keterangan seperti terlihat pada tabel 1 berikut ini : Tabel 1. Ringkasan Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Hari/tanggal : Minggu / 12 November 2023 Nama Instansi : Panti Asuhan Darussholihin Alamat : Desa Kangkung Krajan RT. O4. RW 02 Kecamatan Mranggen. Kabupaten. Demak Adapun jadwal program pengabdian masyarakat dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini : Tabel 2. Jadwal Program Pengabdian Masyarakat Panti Asuhan Darussholihin Semarang Hari/tanggal Waktu Acara Narasumber 45 Persiapan acara Tim Pengabdian dan Pengurus Panti Asuhan Darussholihin 15 Pendaftaran dan presensi peserta Tim Pengabdian 25 Pembukaan Sambutan Ustadz Abdul Shomad Ketua Pengurus Panti Asuhan Minggu. Darussholihin 12 November 2023 09. 35 Sambutan Ketua Tim Dr. Sih Darmi Astuti Pengabdian 10 Materi I Ae Public Speaking Ana Kadarningsih. SE. MM. Akt. 30 Sesi tanya jawab Tim Pengabdian 00 Materi II Ae Team Building Dian Prawitasari. SE. MM. 20 Sesi tanya jawab Tim Pengabdian 50 Praktek Public Speaking dan Tim Pengabdian dan warga Team Building Panti Asuhan Darussholihin Semarang 00 Penutupan dan doa Tim Pengabdian dan Pengurus Panti Asuhan Darussholihin Semarang Berikut adalah lokasi wilayah pengabdian masyarakat yaitu Panti Asuhan Darussholihin. Mranggen. Kabupaten Demak pada Gambar 1 berikut ini : JURNAL PADAMU NEGERI (JPN) Vol. No. April 2024, pp. 15 - 22 Sih Darmi Astuti dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 15 Ae 22 Gambar 1. Lokasi Pengabdian Masyarakat 2 Hasil Pengabdian Masyarakat Tahap pertama, observasi awal. Kegiatan ini dilakukan dalam kurun waktu satu bulan sebelum penyampaian materi dengan melakukan interview kepada Ketua Pengurus Panti Asuhan Dasrussholihin yaitu Ustadz H. Abdul Shomad. Tujuan observasi awal untuk mengetahui pelatihan yang dibutuhkan oleh warga panti asuhan sebagai persiapan memasuki dunia kerja di era digital ini. Selain itu tujuan tahap observasi awal yaitu peninjauan lokasi dan tempat pelatihan yang dipilih di aula Panti Asuhan Darussholihin Mranggen. Kabupaten Demak. Tahap kedua adalah pengenalan materi. Kegiatan ini di lakukan di Aula Panti Asuhan Darussholihin Mranggen secara langsung dengan melibatkan semua tim pengabdian, pengurus dan para warga panti asuhan yang berjumlah 65 orang. Pengenalan materi pertama yaitu adalah pembentukan Team Building yang bertujuan untuk melihat bagaimana interaksi peserta dalam bekerja sama dan mengetahui peran masing-masing anggota sehingga terbentuk kelompok yang solid dan kondusif. Sedangkan pengenalan materi kedua yaitu Public Speaking seperti bagaimana berbicara di depan orang banyak untuk menyampaikan ide dan informasi sehingga dapat dimengerti dan jelas diterima oleh penerima pesan. Tujuan pelatihan Public Speaking antara lain tumbuhnya percaya diri yang kuat dan skill komunikasi yang meningkat sehingga dapat dipergunakan saat interview kerja atau persiapan memasuki dunia kerja. Setelah pengenalan materi selesai, dilanjutkan sesi tanya jawab untuk mengetahui seberapa dalam para peserta memahami materi Team Building dan Public Speaking yang telah disampaikan oleh narasumber. Pada saat sesi tanya jawab, para peserta juga antusias menanyakan tentang bagaimana menghilangkan rasa gugup, takut salah saat interview atau wawancara kerja. Selain itu para peserta bertanya bagaimana menghindari konflik antar teman kerja supaya suasana kerja menjadi nyaman serta kondusif sehingga terbentuk kelompok yang solid. Tahap kedua dapat dilihat pada Gambar 2 dan Gambar 3 berikut ini : Persiapan Warga Panti Darussholihin Semarang Memasuki Dunia Kerja Di Era Digital (Sih Darmi Astut. Sih Darmi Astuti dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 15 Ae 22 Gambar 2. Pengenalan Materi Team Building Gambar 3. Pengenalan Materi Public Speaking Tahap ketiga adalah praktik. Pada tahap ini, semua peserta dituntut untuk berpartisipasi dalam permainan atau game untuk membentuk team building. Sedangkan untuk praktik public speaking dengan meminta beberapa peserta untuk maju ke depan menyampaikan informasi kepada peserta lain dengan durasi berbicara di depan umum selama 5 menit setiap peserta. Praktik public speaking bertujuan agar warga panti asuhan Darussholihin berani dan percaya diri dalam berkomunikasi untuk menyampaikan pendapat dan informasi pada saat kerja nanti. Tahap ketiga dapat dilihat pada Gambar 4 dan Gambar 5 berikut ini : Gambar 4. Praktik Public Speaking JURNAL PADAMU NEGERI (JPN) Vol. No. April 2024, pp. 15 - 22 Sih Darmi Astuti dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 15 Ae 22 Gambar 5. Praktik Team Building Tahap keempat adalah evaluasi. Evaluasi diberikan dengan menjelaskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat praktik di tahap ketiga. Selain itu pemberian yang tidak tepat dalam melakukan praktik public speaking dengan pemberian kiat-kiat atau strategi-strategi untuk dapat berbicara di depan umum dengan penuh percaya diri. Evaluasi dalam team building adalah penjelasan cara menjaga hubungan kerja tetap harmonis, solid dan kondusif di tempat kerja. Selain itu juga penyampaian strategi-strategi agar kelompok atau tim dapat menjalankan perannya masing-masing sesuai dengan visi dan misi di tempat kerja. Narasumber juga memberikan kesempatan kepada warga panti asuhan Darussholihin untuk memberikan umpan balik tentang pelatihan yang telah diberikan oleh narasumer. Para peserta mengaku pengetahuan dan pemahamannya meningkat setelah mengikuti sesi pelatihan public speaking untuk meningkatkan rasa percaya diri terutama nanti saat digunakan untuk wawancara kerja. Para peserta juga antusias dengan permainan atau game untuk membentuk team building yang solid dan kondusif. Para peserta yakin bahwa pelatihan team building dan public speaking akan meningkatkan keterampilan soft skill dengan latihan secara terus-menerus akan membuat rasa percaya diri yang tinggi dan meningkatkan kompetensi pribadi sehingga tercipta personal branding yang kuat untuk memasuki dunia kerja. KESIMPULAN DAN SARAN Beberapa manfaat yang dapat dirumuskan dari pelatihan team building dan publc speaking antara lain peningkatan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi yang benar dan tepat, serta peniningkatan kemampuan bekerja sama dengan lainnya. Selain itu warga panti asuhan Darussholihin Mranggen. Kabupaten Demak mulai memahami bahwa setiap orang dapat menjadi public speaker yang baik dengan banyak pelatihan mandiri. Para peserta juga dapat mempererat ikatan atau hubungan antara warga panti asuhan dengan pelatihan team building. Dari kegiatan abdimas ini, pengabdi merekomendasikan beberapa hal yang dapat dilakukan di masa yang akan datang yaitu sebagai berikut: . Pelatihan secara terus menerus dengan pendampingan ahlinya, . Adanya pelatihan tambahan atau pelatihan selanjutnya untuk peningkatan kepercayaan diri teruatam pada saat wawancara kerja. Ucapan Terima Kasih Program pengabdian masyarakat untuk warga Panti Asuhan Darussholihin Mranggen. Kabupaten Demak dapat terlaksana atas kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro dengan Ustadz Abdul Shomad selaku Ketua Pengurus Panti Asuhan Darussholihin. Selain itu ucapan terima kasih ditujukan kepada para narasumber dan peserta pelatihan yaitu warga panti asuhan Darussholihin atas partisipasinya dengan antusias. DAFTAR PUSTAKA