JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 RANCANG BANGUN APLIKASI TRANSLITERASI AKSARA LATIN MENJADI AKSARA SASAK MENGGUNAKAN ALGORITMA RULE BASED BERBASIS ANDROID (Implementation Latin Script Transliteration to Sasak Script Using Rule Base Algorithm On Androi. Putu Wahyu Pratama. Arik Aranta. Fitri Bimantoro Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Mataram Jl. Majapahit 62. Mataram. Lombok NTB. INDONESIA Email: putuwahyoepratama@gmail. com, . rikaranta, bim. @unram. Abstract The Sasak script is one of the cultural heritage of the Sasak people on the island of Lombok. But lately, the Sasak script has begun to be rarely used among the Sasak people, especially among the younger generation. If this continues, the existence of the Sasak script is threatened with extinction. One of the efforts in preserving the Sasak script is digitizing the Sasak script to digital technology devices by utilizing Unicode. In this research, the author will make an androidbased transliteration application and develop a rule-based algorithm that refers to the rules of the Sasak script. The string replacement method with hexadecimal addressing derived from the UTF-16 Unicode is used to adjust the Latin characters with the writing rules of the Sasak script. Digital writing of the Sasak script using 47 symbols from Unicode Baline e block on B - B F To transliterate Latin script into the Sasak script, the author has developed 1704 rulebased rules to apply all the rules of writing the Sasak script. The accuracy test towards on 3 data sources, namely testing of street signage in Mataram City obtained an accuracy value of 97. 20% from 250 data test, testing of "BaliIndonesian Latin and Balinese script" dictionary obtained an accuracy value of 96,375 from 800 data test, and testing of Lontar Doyan Neda (Dewi Anjan. obtained an accuracy value of 65. 33% from 600 data test. So that the overall accuracy obtained is 85. 39% from 1650 data test. Keywords: aksara Sasak, transliterasi, rule based, string replacement, unicode PENDAHULUAN Aksara Sasak merupakan salah satu bentuk warisan budaya masyarakat suku Sasak yang perlu untuk dilestarikan. Dahulu masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok menggunakan aksara Sasak dalam menuliskan informasi dalam bentuk tulisan. Namun belakangan ini, penggunaan dan pemanfaatan aksara Sasak dimasyarakat mulai berkurang terutama dikalangan generasi muda. Kurangnya pemanfaatan aksara Sasak di masyarakat, dikhawatirkan aksara Sasak akan mengalami kepunahan. Pelestarian aksara Sasak di masyarakat merupakan sesuatu yang perlu untuk diperhatikan. Bukan hanya sebagai ciri khas budaya suku Sasak, tetapi juga sebagai bagian dari identitas masyarakat suku Sasak itu sendiri. Mengingat pentingnya upaya pelestarian aksara Sasak, maka dibutuhkan inovasi dan upaya-upaya dalam melestarikan aksara Sasak untuk mencegah http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Ditengah perkembangan teknologi digital saat ini, salah satu upaya pelestarian aksara Sasak dapat dilakukan dengan digitalisasi aksara dengan menerapkan aksara Sasak pada perangkat teknologi Penerapan aksara Sasak pada perangkat memanfaatkan unicode yang dikembangkan oleh Unicode Consortium. Unicode merupakan standar pengkodean universal untuk karakter tulisan dan teks yang mengizinkan suatu aksara atau karakter dapat ditampilkan secara digital. Aksara Sasak dapat menggunakan blok unicode balinese pada Au B00B FAy. Hal ini dapat dilakukan karena kekerabatan dan bentuk aksara yang sama antara aksara Sasak dengan aksara Bali. Namun perbedaannya terdapat pada penerapan aturan yang digunakan dalam penulisan aksara. Dengan diterapkannya aksara Sasak memanfaatkan aksara Sasak pada perangkat teknologi digital untuk keperluan seperti teks dalam foto, teks JTIKA. Vol. No. September 2021 dalam video ataupun pesan teks dalam bermedia sosial sehingga meningkatkan pemanfaatan aksara Sasak ditengah masyarakat. Melalui penggunaan aksara Sasak dalam keseharian masyarakat, diketahui bahwa salah satu faktor kurangnya pemanfaatan aksara Sasak adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang aksara Sasak karena aksara Sasak susah untuk dipelajari. Seperti yang kita ketahui, aksara Sasak memiliki aturan-aturan dalam menyusun tulisannya, sehingga masyarakat yang ingin menulis dengan aksara Sasak dituntut untuk memahami aturan penulisan aksara Sasak. Bagi masyarakat yang belum memiliki pengetahuan tetapi ingin menulis dengan aksara Sasak, menuliskan kata atau kalimat dengan aksara Sasak tentu menjadi problem yang tidak mudah. Oleh menyelesaikan masalah tersebut. Transliterasi dilakukan dalam rangka untuk mengubah aksara Latin menjadi aksara Sasak. Beberapa daerah lain di Indonesia seperti Bima. Bali dan Jawa telah melestarikan aksara daerahnya. Ae. Sementara untuk saat ini, aksara Sasak belum memiliki aplikasi transliterasi yang dapat mengubah aksara Latin menjadi aksara Sasak ataupun sebaliknya. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka peneliti bermaksud melakukan perancangan dan penelitian tentang aplikasi transliterasi berbasis android yang dapat melakukan alih aksara dari aksara Latin ke aksara Sasak. Android dipilih sebagai platform aplikasi ini berdasarkan tingkat kepopuleran android yang memiliki lebih dari 2,5 miliar pengguna dari seluruh dunia. Dalam penelitian ini, algoritma rule based digunakan dalam menerapkan aturan penulisan aksara Sasak menggunakan metode string Dengan penerapan algoritma rule based, diharapkan nantinya aplikasi yang dihasilkan mampu melakukan transliterasi dengan akurasi yang baik. TINJAUAN PUSTAKA Penelitian-penelitian sebelumnya yang dijadikan sebagai rujukan dalam proses pembuatan aplikasi transliterasi aksara Latin menjadi aksara Sasak dengan algoritma rule based dapat diuraikan sebagai berikut. Penelitian pertama yang berjudul AuPenerapan Algoritma Rule Base Dengan Pendekatan Hexadesimal Pada Transliterasi Aksara Bima Menjadi Huruf LatinAy. Penelitian ini menerapkan metode string replacement dalam mengubah dan menyesuaikan karakter aksara Bima menjadi aksara Latin. Dari penelitian yang http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 dilakukan memperoleh akurasi sebesar 90,64% dari 171 aturan yang diterapkan. Penelitian kedua berjudul AuTransliteration Balinese Latin Text Becomes Aksara Bali Using Rule Base and Levenshtein Distance ApproachAy. Penelitian ini dilakukan guna untuk memberikan pengalaman menulis lontar dengan menggunakan aplikasi . Pendekatan Levenshtein Distance digunakan untuk membandingkan kesesuaian kata yang di-input-kan dengan kata yang ada di dalam sistem database transliterasi. Metode rule based digunakan untuk menyesuaikan kata atau kalimat masukkan sehingga dapat sesuai dengan aturan yang ada untuk diubah ke dalam aksara Bali. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 20 lembar lontar bertuliskan aksara Bali dan hasilnya memperoleh akurasi rata-rata sebesar 99,09%. Penelitian ketiga berjudul AuTransliterasi Huruf Latin Bahasa Indonesia ke Aksara Jawa Menggunakan Metode SnakecutAy. Penelitian ini mengubah citra tulisan Latin berbahasa Indonesia menjadi teks berbahasa dan beraksara Jawa. Citra tulisan latin dikenali dan diubah ke dalam teks beraksara Latin dengan metode snakecut untuk kemudian diubah ke dalam teks beraksara Jawa. Hasil dari pengujian yang dilakukan diperoleh persentase keberhasilan sebesar 85% dari 20 sampel uji. Penelitian keempat berjudul AuPenerapan Rule Based dalam Membangun Transliterator JawatexAy. Penelitian ini melakukan transliterasi dokumen teks dengan aksara Latin menjadi aksara Jawa. Dokumen teks Latin diolah menjadi daftar pola pemenggalan string Latin yang lebih kecil menggunakan metode rule based. Kemudian hasil pemenggalan string diolah ke dalam skema pemetaan ke dalam aksara jawa menggunakan metode Pattern Matching. Dalam proses transliterasi menggunakan 177 model pola pemenggalan string Latin dan 138 model pola Hasil dari pengujian transliterasi ini yaitu teks Latin dapat ditransliterasikan menjadi teks beraksara jawa dengan baik dan disimpan dalam bentuk dokumen PDF. Penelitian kelima berjudul AuSistem Penerjemah Bahasa Jawa-Aksara Jawa Berbasis Finite State AutomataAy. Dalam penelitian ini transliterasi dilakukan dengan mengubah teks berbahasa Jawa dengan aksara Latin menjadi teks beraksara Jawa dan Proses transliterasi menggunakan finite state automata (FSA) untuk mengenali dan mencari pola suku kata. FSA menentukan jenis setiap huruf dalam bahasa Jawa sehingga mempermudah konfigurasi penyusunan aksara Jawa yang dihasilkan. JTIKA. Vol. No. September 2021 Dalam proses transliterasi aksara Latin ke aksara Jawa diperoleh persentase keberhasilan sebesar 92% dari 50 sampel uji. Sedangkan proses transliterasi aksara Jawa ke aksara Latin memperoleh persentase keberhasilan sebesar 93,8% dari 32 sampel uji. Penelitian keenam berjudul AuUtilization of Hexadecimal Numbers In Optimization of Balinese Transliteration String Replacement MethodAy. Penelitian ini mengubah aksara Latin menjadi aksara Bali dengan menggunakan pendekatan string replacement berbasis android. Dalam penelitian ini setiap huruf dari kata yang di-input-kan diubah ke dalam bilangan hexadesimal untuk memperoleh alamat uniknya. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh persentase ketelitian sebesar 93% dari 151 data uji dan 92,72% dari 3915 data uji yang diambil dari Kamus Bali-Indonesia. Penelitian ketujuh berjudul AuBalinese Latin Text Becomes Aksara Bali Using Rule Base MethodAy. Aplikasi transliterasi yang dihasilkan dalam penelitian ini mampu mengubah teks Latin menjadi aksara Bali seperti pada dokumen lontar asli dengan akurasi mencapai 90,67%. Pengujian dilakukan dengan mencocokkan hasil transliterasi dengan 10 dokumen lontar beraksara Bali. Penelitian kedelapan berjudul AuPengembangan Aplikasi Mobile Pembelajaran Transliterasi Tulisan Latin Ke Aksara BaliAy. Aplikasi android yang dihasilkan dalam penelitian ini mampu menangani perilaku kompleks transliterasi berdasarkan dokumen AuThe Balinese AlphabetAy dengan tingkat akurasi mencapai 98% dari 151 sampel uji. Berdasarkan tinjauan pustaka diketahui bahwa terdapat beberapa penelitian yang memiliki keterkaitan dengan pembuatan aplikasi transliterasi, namun belum ada penelitian tentang transliterasi aksara Latin menjadi aksara Sasak. Maka dalam hal ini, penulis melakukan penelitian untuk membuat aplikasi transliterasi aksara Latin menjadi aksara Sasak menggunakan algoritma rule based dengan memanfaatkan bilangan heksadesimal sebagai pengalamatan karakter dalam menyesuaikan aturan penulisan aksara Sasak dengan aksara Latin. Penelitian ini mengimplementasikan aksara rekan dan variasi penulisan aksara Sasak yang tidak digunakan pada transliterasi aksara Bali dalam penelitian sebelumnya. Sehingga kata-kata dalam bahasa Sasak yang akrab dengan penggunaan huruf AuqAy pada akhir kata dapat diimplementasikan. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 Aksara Sasak Aksara baluq olas Aksara Sasak merupakan aksara yang digunakan untuk menulis dan menyampaikan informasi oleh masyarakat suku Sasak pada masa lampau. Aksara Sasak menggunakan sistem penulisan abugida. Abugida adalah sistem aksara yang huruf-hurufnya berupa suku kata . dengan vokal bawaan huruf AuaAy. Aksara utama dalam aksara Sasak biasanya dikenal dengan aksara Baluq Olas atau Wiyanjana. Aksara Sasak memiliki hubungan kekerabatan dengan aksara Bali dan aksara Jawa karena sama-sama berasal dari aksara Kawi yang berkembang di Pulau Jawa. Berbeda dengan aksara Jawa yang memiliki 20 buah aksara utama, aksara Sasak dan aksara Bali memiliki 18 buah aksara utama. Aksara Sasak menghilangkan aksara AudhaAy dan AuthaAy pada aksara Jawa sebagai aksara utama. Macam-macam bentuk aksara utama dalam aksara Sasak dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Aksara Baluq Olas. Aksara serapan . Aksara Sasak memiliki hubungan kekerabatan paling dekat dengan aksara Bali. Mulai dari bentuk aksara hingga sistem penulisan aksara Sasak hampir sama dengan aksara Bali. Namun, aksara Sasak dan aksara Bali memiliki perbedaan mendasar dalam sistem penulisannya. Pertama dari segi bahasa, penggunaan bahasa Sasak yang akrab dengan penggunaan huruf AuqAy pada akhir kata membuat penulisan aksara Sasak berbeda dengan aksara Bali. Aksara Bali tidak mengenal huruf AuqAy dalam penulisan Berikut ini merupakan contoh perbedaan penulisan aksara Sasak dengan aksara Bali menggunakan kalimat Augumi pnoq isiq gawah,Ay yang diambil dari Lontar Doyan Neda (Dewi Anjan. : Augumi pnoq isiq gawah,Ay. JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Penulisan aksara Sasak dalam Lontar Doyan Neda (Dewi Anjan. Di masyarakat Sasak beberapa penulisan aksara serapan dapat dilihat pada penulisan papan nama jalan di Kota Mataram. Contoh penggunaan aksara serapan dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Penulisan pada Lontar Doyan Neda (Dewi Anjan. Hasil transliterasi aksara Bali melalui aplikasi AuNulis Aksara BaliAy: Gambar 3. Contoh penulisan aksara Bali. Gambar 4. Papan nama jalan di Kota Mataram. Kemudian yang kedua karena adanya pengaruh budaya Arab yang masuk dan berkembang di Lombok pada abad ke-16. , membuat masyarakat suku Sasak melakukan penyesuaian dalam sistem Huruf-huruf yang biasa ditemukan dalam bahasa Arab seperti AufAy. AuvAy. AuqAy. AuzAy yang tidak ada dalam aksara Bali dapat ditulis dalam aksara Sasak dengan menggunakan aksara rekan. Hal ini menunjukkan bahwa aksara memiliki sifat yang dinamis dan selalu berkembang. Sandangan Sandangan Swara Sandangan swara digunakan untuk mengubah pelafalan dengan bunyi vokal dari suatu aksara utama. Seperti yang diketahui, aksara Sasak menggunakan sistem penulisan abugida yang menggunakan kombinasi huruf konsonan yang diikuti dengan huruf vokal AuaAy. Dalam aksara Sasak sandangan swara terdiri dari 5 huruf vokal yaitu AuuAy. AuiAy. AueAy. AueAy dan AuoAy. Terdapat juga aksara khusus yang digunakan untuk menuliskan suku kata AureAy dan AuleAy. Bentuk dari sandangan swara dapat dilihat pada Tabel II. TABEL I. BENTUK AKSARA SERAPAN. Nama Kha / Dza Gha Aoa Penggunaan Unicode U 1B13 . dan U 1B34 U 1B24 . dan U 1B34 U 1B27 . dan U 1B34 U 1B2F . dan U 1B34 U 1B1A . dan U 1B34 U 1B15 (G. dan U 1B34 U 1B15 . U 1B44 . Aksara Gantungan e o i I http://jtika. id/index. php/JTIKA/ TABEL II. SANDANGAN SWARA. Bunyi Nama Unicode Suku U 1B38 Aksara Wulu U 1B36 Pepet U 1B42 Taleng U 1B3E Taleng tarung U 1B40 Re Reppa U 1B0B Le Lenga U 1B0D s Sandangan Paten Sandangan paten merupakan aksara yang menghilangkan bunyi atau huruf vokal dari suatu aksara utama. Untuk menjadikan sebuah aksara utama menjadi konsonan, maka dapat menggunakan paten ( ). Namun tidak berlaku untuk huruf AurAy. AuhAy dan AungAy, huruf-huruf tersebut memiliki aksara JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 tersendiri dalam penulisan aksara Sasak. Bentuk sandangan paten dapat dilihat pada Tabel i. TABEL i. SANDANGAN PATEN. Huruf Nama Unicode Bentuk Aksara (Konsona. Paten U 1B44 Wisah U 1B04 Layar U 1B03 Cecek U 1B02 Aksara angka Penulisan angka dalam aksara Sasak harus menggunakan simbol pemisah di awal dan di akhir penulisan angkanya, penulisannya menggunakan simbol carik siki ( ). Tanda carik siki digunakan untuk menghindari kerancuan dalam penulisan aksara, mengingat miripnya bentuk aksara huruf dan angka. Bentuk angka dalam aksara Sasak dapat dilihat pada Tabel IV. TABEL IV. AKSARA ANGKA. Angka Unicode U 1B50 U 1B51 U 1B52 U 1B53 U 1B54 U 1B55 U 1B56 U 1B57 U 1B58 U 1B59 Bentuk Aksara TABEL V. AKSARA TANDA BACA. Unicode Titik U 1B5F Bentuk Aksara U 1B5E http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Algoritma rule based Algoritma rule based . ule based syste. merupakan suatu program komputer yang memproses informasi yang terdapat di dalam working memory dengan sekumpulan aturan yang terdapat di dalam basis pengetahuan menggunakan mesin inferensi untuk menghasilkan informasi baru. Rule based system secara relatif adalah model sederhana yang bisa diadaptasi ke banyak masalah. Hal yang harus dimiliki dalam membangun sebuah sistem berbasis aturan: Sekumpulan fakta yang berupa keadaan yang relevan dengan keadaan awal sistem bekerja. Sekumpulan aturan yaitu setiap kondisi yang mempengaruhi tindakan yang diambil dalam ruang lingkup permasalahan yang dibutuhkan. Kondisi yang menentukan bahwa solusi telah ditemukan atau tidak . one exis. Algoritma rule based menggunakan teknik sederhana, proses dimulai dengan aturan dasar yang berisi semua pengetahuan dari suatu permasalahan yang dihadapi kemudian dikodekan ke dalam sebuah aturan IF-THEN dan sebuah basis data . empat penyimpana. yang mengandung data, pernyataan dan informasi awal. Sistem memeriksa semua aturan kondisi (IF) yang menentukan subset. Jika sebuah aturan kondisi ditemukan, maka sistem akan melakukan kondisi THEN. Pengecekan suatu aturan kondisi ini terus berlanjut hingga salah satu atau dua kondisi bertemu, jika aturan tidak ditemukan maka sistem tersebut harus keluar dari perulangan . Tanda baca Beberapa tanda baca yang biasa digunakan dalam penulisan aksara Sasak dapat dilihat pada Tabel 2. Tanda Koma Pengalamatan heksadesimal Bilangan heksadesimal merupakan sistem bilangan dengan basis 16 yang biasa digunakan dalam Bilangan menggunakan digit 0 sampai 9 dan huruf A . E dan F dalam membentuk sistem bilangannya. Keenam huruf ini memiliki harga desimal yaitu A = 10. B = 11. C = 12. D = 13. E = 14 dan F = 15. Pengalamatan dengan bilangan heksadesimal pada proses transliterasi mengadopsi format bilangan unicode UTF-16 dengan menghapus \u. Pengalamatan suatu karakter harus terdiri dari 4 digit bilangan heksadesimal dengan jumlah yang sama. Apabila terdapat perbedaan 1 atau lebih jumlah alamat, maka akan mempengaruhi proses translitersi yang JTIKA. Vol. No. September 2021 Metode string replacement Metode string replacement merupakan suatu metode manipulasi string dalam pemrograman yang digunakan untuk mengubah suatu string menjadi string lainnya. Dalam penerapan algoritma rule based, metode string replacement digunakan untuk mengimplementasikan aturan-aturan dengan konsep IF-THEN dan merubahnya ke dalam bentuk subset . asil yang diinginka. Contoh proses penggunaan string replacement dapat dilihat pada Gambar 5. Pada proses tersebut terdapat perintah untuk mengganti kata AusulitAy menjadi AumudahAy pada kalimat input-an AuBelajar Aksara Sasak itu sulitAy. Sehingga kalimat yang dihasilkan berubah menjadi AuBelajar Aksara Sasak itu mudahAy. ISSN:2657-0327 dengan algoritma rule based. Dalam penelitian ini, data yang digunakan dalam membangun pengetahuan aturan penulisan aksara Sasak menggunakan 3 sumber data yaitu 250 data papan nama jalan di Kota Mataram, 800 data Kamus Bali - Indonesia beraksara Latin dan Bali, serta 10 lembar lontar Doyan Neda (Dewi Anjan. Kekerabatan aksara Sasak dengan aksara Bali membuat mayoritas aturan penulisan aksara Sasak memiliki kesamaan dengan aturan penulisan aksara Bali. Terdapat perbedaan aturan seperti penggunaan aksara rekan, dan penggunaan aksara AuakaraAy untuk penulisan huruf AuqAy. Bentuk aksara Sasak yang memiliki kesamaan dengan aksara Bali membuat penulisan aksara Sasak dapat dilakukan dengan menggunakan aksara Bali. Dalam penulisan aksara Sasak secara digital dapat memanfaatkan Unicode Balinese yang berada pada blok Unicode Au B00- B FAy. Data font Unicode Balinese dapat dilihat pada Tabel VI. TABEL VI. DATA BALINESE UNICODE. Gambar 5. Penggunaan String Replacement. Balinese Unicode 1B2 1B3 1B4 1B5 a METODE PENELITIAN A Dalam penelitian ini, peneliti menyusun suatu alur penelitian yang dapat dilihat pada Gambar 6. i I i u n N O a a Gambar 6. Alur penelitian. Proses awal penelitian ini adalah dimulai dengan melakukan studi literatur terhadap buku, artikel dan jurnal-jurnal yang berhubungan dengan transliterasi aksara Latin menjadi aksara daerah dalam hal ini adalah aksara Sasak. Kemudian semua data, fakta dan aturan-aturan dalam penulisan aksara Sasak dikumpulkan untuk dapat membangun sebuah sistem http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Dengan beragamnya bentuk aksara dan aturanaturan dalam penulisan aksara Sasak, kemudian disusun sebuah algorima rule based untuk dapat menyesuaikan aturan-aturan dalam penulisan teks Latin dengan aturan penulisan aksara Sasak. JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Setelah pengenalan karakter selesai dilakukan, kemudian diubah menjadi bilangan heksadesimal yang digunakan sebagai alamat selama proses transliterasi dilakukan. Beberapa sample dari proses perubahan karakter Latin menjadi bilangan heksadesimal dapat dilihat pada Tabel Vi. TABEL Vi. SAMPLE PERUBAHAN KARAKTER KE HEKSADESIMAL. Karakter *9* , . Gambar 7. Alur sistem dengan algoritma rule based. Proses transliterasi dirancang dengan 4 filter utama untuk dapat mengubah aksara Latin menjadi aksara Sasak. Dimana dalam filter 1 dilakukan pengenalan karakter dan mengubah ke bilangan Sebuah teks dengan aksara Latin yang dikenali oleh sistem diberikan tanda sesuai dengan Tabel VII. TABEL VII. PENGENALAN KATAKTER LATIN. Karakter Konsonan Bentuk Tindakan Contoh b, c, d, f, g, h. Menambahkan Huruf AukAy j, k, l, m, n, p, tanda Au/Ay di menjadi q, r, s, t, v, w, akhir huruf Auk/Ay y, z Vokal a, i, u, e, e , o Menambahkan AuoAy tanda Au/Ay di menjadi awal huruf Au/oAy Angka 0, 1, 2, 3, 4, 5. Menambahkan 1 menjadi 6, 7, 8, 9 Au*Ay Au* *Ay diakhir angka Tanda baca titik, koma Tetap Tetap dan spasi Proses penambahan karakter seperti tabel VII digunakan untuk membedakan jenis karakter . okal, konsonan, angka dan tanda bac. serta untuk membentuk banyaknya variasi id unik yang dari setiap karakter sehingga alamat heksadesimal yang dihasilkan menjadi lebih bervariasi dan meminimalisir terjadinya kesamaan alamat saat proses transliterasi. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Heksadesimal Dalam filter 2, melakukan perubahan alamat berdasarkan suku kata. Mengingat sistem penulisan aksara Sasak yang menggunakan sistem Abugida, yaitu sebuah aksara Sasak mewakili 2 huruf . onsonan dan vokal AuaA. maka pengenalan suku kata penting untuk dilakukan. Beberapa proses perubahan suku kata dengan vokal huruf AuaAydalam filter 2 dapat dilihat pada Tabel IX. TABEL IX. PERUBAHAN AKSARA UTAMA. Aturan Operasi Hex Hex sebelum Hasil Hex b//a 0062002f002f0061 diubah c//a 0063002f002f0061 diubah d//a 0064002f002f0061 diubah g//a 0067002f002f0061 diubah h//a 0068002f002f0061 diubah j//a 006a002f002f0061 diubah k//a 006b002f002f0061 diubah l//a 006c002f002f0061 diubah m//a n//a 006e002f002f0061 diubah p//a 0070002f002f0061 diubah r//a 0072002f002f0061 diubah s//a 0073002f002f0061 diubah t//a 0074002f002f0061 diubah w//a y//a 0079002f002f0061 diubah n/ga n/ya n/g/ 006e002f0067002f 006e 0067 00d5002f ng/ n/y/ 006e002f0079002f 006e 0079 00e7002f ny/ Melalui Tabel IX, terjadi perubahan alamat dari alamat heksadesimal karakter aksara Latin menjadi alamat heksadesimal yang baru . ex setela. Alamat Auhex setelahAy didapatkan dari bilangan heksadesimal aksara utama dari aksara Bali pada Tabel VI. JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Dalam aksara Sasak, huruf vokal dibagi menjadi 6 yaitu AuaAy. AuiAy. AuuAy. AueAy. AueAy dan AuoAy. Untuk perubahan suku kata dengan vokal AuaAy telah disajikan pada Tabel IX, sedangkan untuk vokal yang lainnya dapat dilihat pada Tabel X. TABEL X. SAMPLE PERUBAHAN DENGAN VOKAL BERBEDA. Aturan Operasi Hex sebelum Hex s//i 0073002f002f0069 Diubah s//u 0073002f002f0075 Diubah s//e 0073002f002f0065 Diubah s//e 0073002f002f0113 Diubah s//o 0073002f002f006f Diubah Hex Hasil Penulisan huruf serapan seperti AufaAy. AuqaAy. AuvaAy. AuzaAy. AudzaAy. AughaAy dan AukhaAy dalam variasi Sasak dapat dilakukan dengan mengkombinasikan aksara utama dengan aksara rerekan seperti yang terdata pada Tabel I. Digunakannya aksara Utama dengan kombinasi aksara rekan dapat menimbulkan kerancuan, oleh karena itu perlu dilakukan operasi penjumlahan heksadesimal untuk mendapatkan alamat baru seperti pada Tabel XI. TABEL XI. PERUBAHAN ALAMAT AKSARA REKAN. Aturan Operasi Hex Hex sebelum Kondisi Hex f//a 0066002f002f0061 0066 0061 00c7 q//a 0071002f002f0061 0071 0061 00d2 v//a 0076002f002f0061 0076 0061 00d7 z//a 007a002f002f0061 007a 0061 00db d/za 0064 00db 013f g/ha 0067 1b33 1b9a k/ha 006b 1b33 1b9e Hasil Dza Gha Kha Dalam filter 3, diterapkan aturan-aturan penulisan aksara Sasak yang lebih kompleks yaitu perubahan bentuk, aturan gantungan, aturan sandangan paten . ecek, wisah, laya. , serta aturan tanda baca dan angka. Hasil dari filter 3 kemudian menghasilkan serangkaian alamat heksadesimal yang telah disesuaikan dengan aturan-aturan dalam penulisan aksara Sasak. Dalam filter 4, dilakukan perubahan alamat heksadesimal dari filter 3 menjadi serangkaian alamat dengan standar Unicode yang dikenali oleh perangkat Standar Unicode ini kemudian diterjemahkan oleh perangkat android ke dalam bentuk aksara Sasak. Seperti yang terlihat pada Tabel XII. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ TABEL XII. PERUBAHAN HEKSADESIMAL KE STANDAR UNICODE. Latin Heksadesimal \u1b32 \u1b32\u1b42 . Unicode Aksara \u1b5f 1b5e1b591b5e \u1b5e\u1b59\u1b5e HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Rule Based Dalam pengimplementasian algoritma rule based, penelitian ini melalui 4 filter utama untuk merubah teks Latin menjadi teks beraksara Sasak. Teks Latin dapat berupa kata, kalimat, tanda baca dan angka. Setiap karakter dalam teks beraksara Latin melalui proses pengecekan jenis karakter . okal, konsonan, angka dan tanda bac. , kemudian diubah menjadi serangkaian bilangan heksadesimal yang akhirnya diubah ke dalam bentuk standar Unicode yang dapat menampilkan aksara Sasak. Perbedaan penulisan aksara dengan font AuBali SimbarAy tanpa transliterasi dengan penulisan aksara menggunakan aplikasi transliterasi yang dihasilkan dapat dilihat pada Tabel Xi. TABEL Xi. PENULISAN TANPA DAN DENGAN TRANSLITERASI. No. Latin Sasak Singgaq bekedeq Sasak tanpa Sasak dengan Melalui Tabel VII, diketahui bahwa penulisan aksara tanpa dan dengan transliterasi memiliki Penulisan aksara tanpa transliterasi Dicontohkan untuk kasus teks Latin 1 dengan kata AuSasakAy, jika aksara tanpa transliterasi dibaca menjadi AuSahasahakaAy. Sehingga transliterasi untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan penulisan aksara Sasak. Pengujian Aplikasi Pengujian aplikasi dilakukan untuk melakukan evaluasi aplikasi yang dihasilkan telah sesuai dengan perancangan sistem yang diharapkan atau tidak. Pengujian aplikasi dilakukan terhadap 3 parameter, yaitu pengujian akurasi, blackbox dan MOS (Mean Opinion Scor. JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Pengujian akurasi Pengujian terhadap kinerja aplikasi dilakukan dengan menghitung nilai akurasi dari kesesuaian hasil transliterasi dengan data uji yang digunakan. Pengujian akurasi dilakukan terhadap 3 sumber data yang dapat dilihat pada Tabel XIV. TABEL XIV. HASIL PENGUJIAN AKURASI. Sumber Data Papan nama jalan beraksara Sasak di Kota Mataram Kamus Bali - Indonesia beraksara Latin dan Bali 10 lembar Lontar Doyan Neda Dewi Anjani Total Kasus Error Persentase Berhasil 97,20 % 96,375 % 65,33 % 85,21 % mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Mataram. Hasil pengujian blackbox dapat dilihat pada Tabel XV. TABEL XV. HASIL PENGUJIAN BLACKBOX. Fungsi Aplikasi Menampilkan halaman AuSplash ScreenAy Menampilkan halaman AuTransliterasi Aksara SasakAy Memasukkan teks Latin Menampilkan aksara Sasak Menghapus teks Latin Memasukkan karakter AueAy Memasukkan karakter petik Memasukkan karakter penegas Au. Ay Mengatur ukuran aksara Sasak Mengatur align left Mengatur align center Mengatur align right Melakukan copy aksara to Melakukan scrolling pada display text aksara Menampilkan halaman AuAksara SasakAy Menampilkan detail item aksara Sasak Menampilkan halaman AuPetunjuk AplikasiAy Menampilkan detail item petunjuk aplikasi Menampilkan halaman AuTentang AplikasiAy Berdasarkan hasil pengujian transliterasi dengan 1650 data uji, terdapat sebanyak 244 data uji yang tidak sesuai dengan hasil transliterasi aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy yang dibangun. Sehingga diperoleh akurasi dengan perhitungan dengan persamaan . Akurasi = x 100% = 85,21 % . Akurasi yang diperoleh dari aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy sebesar 0 data uji. Akurasi tidak dapat mencapai 100% dikarenakan beberapa hal sebagai berikut: Kesalahan penulisan aksara pada beberapa nama jalan. Penulisan huruf AueAy dan AueAy yang dituliskan sama pada huruf Latin padahal memiliki aksara yang berbeda. Perubahan bentuk vokal yang beragam variasi. Misalkan terdapat huruf AuiaAy yang memiliki beberapa perubahan seperti AuiaAy. AuyaAy. AuhyaAy dan AuiyaAy. Ketidaksesuaian aksara Latin dari Lontar Doyan Neda (Dewi Anjan. Pengujian blackbox Pengujian dengan blackbox testing melakukan pengujian terhadap fungsi-fungsi pada fitur aplikasi tanpa harus memperhatikan source atau struktur Dengan blackbox testing, peneliti dapat mengetahui kekurangan dan error . yang terjadi pada fitur-fitur yang ada dalam aplikasi sebelum Pengujian blackbox dilakukan oleh 10 orang http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Hasil Pengujian Berhasil Gagal 10 resp. 10 resp. 10 resp. 9 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 1 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. 10 resp. Melalui pengujian blackbox pada Tabel, terdapat 1 fungsi dari aplikasi yang tidak berjalan yaitu tidak dapat menampilkan aksara Sasak hasil transliterasi. Dari observasi yang dilakukan, aksara Sasak tidak responden tidak mendukung Unicode Balinese yang digunakan dalam pengembangan aplikasi. Sehingga yang ditampilkan untuk pengguna adalah simbol Pengujian MOS (Mean Opinion Scor. Pengujian dengan MOS (Mean Opinion Scor. dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada sejumlah responden. Pengujian MOS dilakukan untuk mengetahui penilaian dari subjektivitas responden JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 terhadap kualitas suatu layanan aplikasi. Pengujian MOS menggunakan beberapa pertanyaan dalam bentuk kuesioner yang diberikan kepada responden. Berikut ini daftar pertanyaan yang diajukan kepada Aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy dapat berjalan dengan baik. (Tidak terjadi error / force close, dll. Aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy dapat membantu dalam transliterasi aksara Latin ke aksara Sasak. Aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy dapat transliterasi yang sesuai dengan aturan penulisan Aksara Sasak. Aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy memiliki tampilan yang menarik dan mudah digunakan (User Friendl. Aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy dapat membantu dalam pelestarian Aksara Sasak. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan, kemudian responden diminta untuk menjawab pertanyaan dengan beberapa parametar jawaban sesuai dengan Tabel. TABEL XVI. PARAMETER PENILAIAN MOS. MOS STS Keterangan Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Bobot Nilai Kelompok Good Good Neutral Bad Bad Dimana MOS dihasilkan dari total skor rata-rata dari setiap pertanyaan yang dibagi dengan k yaitu jumlah pertanyaan yang diajukan. Pengujian MOS aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy dilakukan dengan memanfaatkan kuesioner google form dengan penyebaran melalui media sosial. Pengujian MOS mendapatkan 40 orang masyarakat Suku Sasak sebagai responden dengan hasil yang dapat disajikan pada Tabel. TABEL XVII. HASIL PENGUJIAN MOS. SS S KS TS STS Mean Total Pertanyaan 1 20 18 1 40 4,42 Pertanyaan 2 21 16 3 40 4,45 Pertanyaan 3 18 19 3 40 4,37 Pertanyaan 4 18 21 1 40 4,42 Pertanyaan 5 25 14 1 40 4,60 MOS (Mean Opinion Scor. 4,45 Pertanyaan Melalui Tabel , diketahui bahwa hasil pengujian MOS yang dilakukan terhadap 40 orang responden menunjukkan aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy yang dibangun telah berjalan dengan baik dengan mendapatkan nilai 4,45 dari skala 5 . asil uji MOS Tampilan Aplikasi Penelitian menghasilkan sebuah aplikasi android yang terdiri dari 5 halaman utama, yaitu halaman splash screen, halaman transliterasi, halaman aksara Sasak, halaman petunjuk dan halaman tentang aplikai. Adapun tampilan aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy yang telah dibangun yaitu : Berdasarkan jawaban yang diberikan oleh responden, kemudian dilakukan perhitungan MOS dari setiap pertanyaan yang diberikan kepada responden dengan persamaan . Mean Pi = Oc Dimana Mean pi merupakan skor rata-rata dari setiap pertanyaan, pi merupakan jumlah skor dari responden terhadap setiap pertanyaan, dan n merupakan jumlah responden yang melakukan pengujian MOS. Kemudian dilakukan perhitungan MOS dengan menggunakan persamaan . MOS = Oc http://jtika. id/index. php/JTIKA/ . Gambar 8. Halaman splash screen. Halaman splash screen pada Gambar 8 memuat logo dan nama aplikasi yang berfungsi sebagai tampilan awal ketika memasuki aplikasi. Ketika AuTransliterasi Aksara SasakAy, maka halaman splash screen ditampilkan selama 3 detik dan kemudian diarahkan ke halaman AuTransliterasiAy pada Gambar 9. JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Gambar 9. Halaman transliterasi. Gambar 12. Halaman tentang aplikasi. Halaman transliterasi aksara merupakan halaman dimana pengguna dapat melakukan transliterasi aksara Latin menjadi aksara Sasak. Pengguna dapat memasukkan teks beraksara Latin pada kolom editor dan kemudian sistem menampilkan hasil transliterasi yang pada bagian display text seperti pada Gambar 9. Halaman tentang aplikasi memuat deskripsi dan informasi mengenai aplikasi transliterasi aksara Sasak. Gambar 10. Halaman aksara Sasak. Halaman aksara Sasak merupakan halaman yang memuat aksara yang digunakan dalam penulisan aksara Sasak. Pada halaman aksara Sasak, terdapat item-item yang dapat dipilih pengguna untuk menampilkan aksara Sasak. Gambar 11. Halaman petunjuk. Pada halaman petunjuk, terdapat item-item yang dapat dipilih pengguna untuk menampilkan petunjuk penggunaan dan informasi-informasi yang dapat dilihat oleh pengguna. Ketika pengguna memilih salah satu item, maka akan tampil detail petunjuk dari item yang dipilih. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pengujian akurasi yang telah dilakukan, aplikasi transliterasi aksara Latin menjadi aksara Sasak dengan algoritma rule based memperoleh akurasi 97,20% dari 250 data papan nama jalan di Kota Mataram, 96,375% dari 800 data Kamus Bali - Indonesia beraksara Latin dan Bali serta 65,33% dari 600 kasus data lontar Doyan Neda (Dewi Anjan. Secara keseluruhan akurasi yang diperoleh aplikasi sebesar 85,21% dari 1650 data uji. Pengujian fungsionalitas aplikasi dengan metode blackbox menunjukkan bahwa fungsi-fungsi pada aplikasi AuTransliterasi Aksara SasakAy telah berjalan dengan baik, namun hasil transliterasi aksara Sasak tidak dapat ditampilkan untuk smartphone yang belum support dengan Unicode Balinese. Pengujian MOS (Mean Opinion Scor. menunjukkan bahwa aplikasi telah berjalan dengan baik dan layak untuk digunakan masyarakat dengan memperoleh nilai sebesar 4,45 dari skala 5 terhadap 40 orang responden. Sehingga melalui pengujian akurasi, blackbox dan MOS . ean opinion scor. yang telah dilakukan, algoritma rule based telah berhasil diimplementasikan dalam rancang bangun aplikasi transliterasi aksara Latin menjadi aksara Sasak. Adapun saran untuk pengembangan berikutnya agar aplikasi transliterasi dapat melakukan transliterasi dari aksara Sasak menjadi aksara Latin, aplikasi transliterasi kedepannya dapat melakukan transliterasi melalui pengambilan gambar atau foto serta memperbanyak data uji dari lontar atau tulisantulisan Sasak pengetahuan mengenai aturan penulisan aksara Sasak. JTIKA. Vol. No. September 2021 DAFTAR PUSTAKA