Analysis Of E-Commerce And Product Innovation In Improving The Financial Performance Of Msmes In Binjai City 2025 Analisis E-Commerce Dan Inovasi Produk Dalam Meningkatkan Kinerja Keuangan UMKM Kota Binjai 2025 Anisa . Ramadhan Harahap . Aulia . 1,2,. Universitas Pembangunan Panca Budi Email: . anisaanis0710@gmail. rahman41@yahoo. aulia1965@yahoo. ARTICLE HISTORY Received . Januari 2. Revised . Februari 2. Accepted . Februari 2. KEYWORDS E-commerce. Product Innovation. MSME Financial Performance. Digital Transformation. Binjai City. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Penelitian ini menganalisis pengaruh e-commerce dan inovasi produk dalam meningkatkan kinerja keuangan UMKM di Kota Binjai tahun 2025. Penelitian di latar belakangi oleh penurunan drastis jumlah UMKM pada tahun 2024, dimana beberapa kecamatan mengalami penurunan signifikan seperti Binjai Utara dari 258 menjadi 59 unit dan Binjai Timur dari 177 menjadi 35 unit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang di kumpulkan melalui kuesioner yang di sebarkan kepada 74 responden UMKM sektor kuliner di Tanah Lapang Merdeka Binjai, yang di pilih menggunakan purposive sampling dan rumus solvin. Variabel independent yang diteliti adalah e-commerce (X. dan inovasi produk (X. , sedangkan variabel dependen adalah kinerja keuangan UMKM (Y) yang diukur melalui dimensi likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan spss versi 26. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis tentang bagaimana UMKM di Kota Binjai dapat memanfaatkan e-commerce dan inovasi produk secara optimal untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan pada akhirnya mencapai kinerja keuangan yang lebih baik dan berkelanjutan. Temuan penelitian diharapkan dapat dijadikan rujukan bagi pemangku kepentingan terkait dalam membuat kebijakan dan program yang mendukung pengembangan UMKM di Kota Binjai. ABSTRACT This study analyzes the influence of e-commerce and product innovation in improving the financial performance of MSMEs in Binjai City in 2025. The research is motivated by a drastic decline in the number of MSMEs in 2024, where several sub-districts experienced a significant decline such as North Binjai from 258 to 59 units and East Binjai from 177 to 35 units. This study uses a quantitative approach with primary data collected through questionnaires distributed to 74 respondents of MSMEs in the culinary sector in Tanah Lapang Merdeka Binjai, who were selected using purposive sampling and the Solvin formula. The independent variables studied are e-commerce (X. and product innovation (X. , while the dependent variable is the financial performance of MSMEs (Y) which is measured through the dimensions of liquidity, solvency, and Data analysis used multiple linear regression with SPSS version 26. This study is expected to provide practical recommendations on how MSMEs in Binjai City can optimally utilize e-commerce and product innovation to increase competitiveness, expand markets, and ultimately achieve better and more sustainable financial performance. The research findings are expected to serve as a reference for relevant stakeholders in developing policies and programs that support MSME development in Binjai City. PENDAHULUAN Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan pilar ekonomi Indonesia dan memiliki peran strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Di era digital saat ini, transformasi teknologi informasi telah mengubah paradigma bisnis tradisional menjadi lebih modern dan efisien. Perkembangan teknologi digital, khususnya e-commerce dan inovasi produk telah membuka kesempatan besar bagi UMKM untuk meningkatkan kinerja keuangan mereka dan meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin kompetitif (Utami dan Syahbudi, 2. Kota Binjai sebagai salah satu pusat ekonomi yang berkembang di Sumatera Utara, memiliki potensi UMKM yang sangat besar dan beragam. Berbagai sektor usaha mikro dan kecil berkembang pesat di kota ini, mulai dari sektor perdagangan, jasa, industri pengolahan, hingga kuliner. UMKM di kecamatan Binjai Kota terdiri dari 3 sektor yaitu sektor makanan dan minuman, sektor kerajinan tangan, dan sektor jasa (Lubis, 2. Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian menunjukkan bahwa total jumlah industri UMKM di Kota Binjai adalah 716unit pada tahun 2021, mengalami peningkatan menjadi 750 unitpada tahun 2022, dan mencapai 778unit pada tahun 2023. Namun demikian, penurunan signifikan terjadi pada tahun 2024 di beberapa kecamatan (BPS Kota Binjai, 2. Fenomena penurunan jumlah UMKM yang cukup signifikan di tahun 2024 pada beberapa kecamatan mengindikasikan adanya permasalahan struktual yang perlu dikaji lebih lanjut. Binjai Utara Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 137 Ae 144 | 137 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 menunjukkan penurunan drastis dari 258unit . menjadi 59 unit . Pola serupa terjadi pada Binjai Timur yang mengalami fluktuasi signifikan dari 177unit . , kemudian turun tajam menjadi 35unit . Penurunan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, seperti kondisi ekonomi makro, kebijakan pemerintah daerah, daya saing usaha, akses permodalan, maupun dinamika pasar yang semakin kompetitif (Lubis, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Lubis . mengenai pengaruh transaksi online . -commerc. , lama usaha, dan modal terhadap pendapatan UMKM di Kota Binjai menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan e-commerce dengan meningkatkan pendapatan UMKM. Temuan ini mengindikasikan bahwa transformasi digital memulai platform e-commerce telah memberikan dampak positif terhadap kinerka keuangan UMKM di wilayah tersebut. Penelitian Utami dan Syahbudi . yang fokus pada pengaruh e-commerce dan inovasi produk dalam meningkatkan penjualan UMKM di Kota Binjai menunjukkan bahwa kedua faktor ini memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan performa bisnis UMKM. Selain e-commerce, inovasi produk juga merupakan komponen penting yang dapat meningkatkan kinerja keuangan UMKM. Inovasi dalam produk tidak hanya berkaitan dengan pengembangan produk baru, tetapi juga meliputi perbaikan kualitas produk existing, diversifikasi produk, dan penyesuaian produk dengan kebutuhan pasar yang terus berubah. Penelitian Halijah dan Fitriah mengenai pengaruh inovasi produk terhadap kinerja keuangan pada UMKM minuman di Kota Bandung menunjukkan bahwa inovasi produk memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kinerja keuanngan UMKM (Halijah dan Fitriah, 2. Hasil penelitian El Fikti et al . menunjukkan bahwa inovasi dan kualitas produk menjadi faktor utama pembentuk kepuasan pelanggan pada online shop, yang pada akhirnya berdampak signifikan terhadap peningkatan penjualan. Berdasarkan berbagai penelitian dan kondisi empiris yang ada, dapat disimpulkan bahwa inovasi produk dan e-commerce memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kinerja keuangan UMKM di Kota Binjai. Meskipun demikian, penelitian yang secara spesifik mengkaji integrasi e-commerce dan Inovasi produk serta dampaknya secara komprehensif terhadap brbagai dimensi kinerja keuangan UMKM di Kota Binjai, khususnya dengan proyeksi kondisi tahun 2025, masih terbatas. Hal ini menciptakan celah penelitian yang perlu diisi untuk memperluas pemahaman dan relevan untuk pengembangan UMKM di era digital. LANDASAN TEORI E-Commerce E-comerce atau pedagang elektronik adalah suatu konsep yang melibatkan proses transaksi barang, jasa, dan data melalui jaringan computer, termasuk internet. Dalam konteks UMKM, e-commerce memberikan kesempatan yang luas bagi bisnis untuk memperluas pasar, mengurangi biaya oprasional, dan meningkatkan efisiensi dalam menjalankan kegiatan bisnis (Kristanti. Sodik, & Zainudin, 2. Menurut Laudon dan Traver . , e-commerce digambarkan sebagai Aupenggunaan internet dan teknologi jaringan digital lainnya untuk mendukung setiap aspek proses bisnis, termasuk pengumpulan informasi, perencanaan, produksi, distribusi, dan pelayanan pelangganAy (Laudon & Laudon, n. Karakteristik e-commerce meliputi : . Transaksi tanpa batas Ae teknologi digital menghilangkan hambatan geografis, memungkinkan UMKM menjaangkau konsumen di luar wilayah fisik mereka, bahkan hingga pasar global. Transaksi anonym Ae dalam transaksi jual beli melalui e-commerce, penjual dan pembeli tidak perlu bertemu secara langsung, meskipun UMKM harus membangun kepercayaan konsumen melalui reputasi online dan ulasan dari pelanggan (Lubis, 2. Indikator e-commerce yang dapat diukur meliputi: . Akses Internet Ae ketersediaan akses internet yang stabil dan cepat bagi UMKM. Kemampuan Sumber Daya Manusia Ae tingkat literasi digital karyawan UMKM dan kemampuan mereka dalam mengoprasikan platform e-commerce. Pemasaran Ae strategi pemasaran digital yang di terapkan UMKM melalui platform e-commerce (Rukmani, 2. Inovasi Produk Inovasi produk adalah Upaya untuk menciptakan dan memperkenalkan produk baru atau melakukan perubahan signifikan pada produk yang sudah ada dengan tujuan memenuhi kebutuhan pasar yang belum terpenuhi atau memberikan nilai tambah bagi konsumen. Menurut Trihudayatmanto . , inovasi produk menjadi kunci penting dalam meningkatkan kinerja usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Inovasi produk tidak hanya mencakup pengembangan produk yang benar Ae benar baru, tetapi juga memodifikasi, memperbaiki, atau diferensiasi produk yang sudah ada untuk memberikan value added bagi (Trihudiyatmanto, 2. Karakteristik inovasi produk meliputi: . Relative Adventage Ae UMKM perlu memastikan bahwa inovasi produk mereka menawarkan manfaat yang jelas dan signifikan dibandingkan produk pesaing. Compatibility Ae inovasi produk UMKM harus selaras dengan kebiasaan, 138 | Anisa. Ramadhan Harahap. Aulia . Analysis Of E-Commerce And Product Innovation In A nilai, dan preferensi konsumen target. Complexity Ae UMKM harus berupaya menciptakan inovasi produk yang mudah dipahami dan digunakan oleh konsumen (Irnanda, 2. Indikator inovasi produk meliputi. Kualitas Produk Ae dapat diukur daripersepsi konsumen terhadap keandalan, daya tahan, kinerja, fitur, estetik, dan kesesuaian produk dengan standard yang di . Varian Produk Ae dapat diukur dari jumlah dan jenis produk baru yang diluncurkan UMKM. Gaya dan Desain Produk Ae dapat diukkur dari keunikan desain, daya Tarik visual, ergonomic, dan fungsional desain produk yang inovatif (Irnanda, 2. Harahap . menegaskan bahwa kualitas produk merupakan faktor strategis yang memengaruhi keberhasilan bisnis, terutama di sektor yang memiliki tingkat persaingan tinggi. Kinerja Keuangan UMKM Kinerja keuangan UMKM merupakan proses analisis yang bertujuan menilai sejauh mana perusahaan atau organisasi menjalankan aktivitas oprasionalnya sesuai dengan aturan dan prinsip keuangan yang tepat. Kinerja keuangan UMKM adalah hasil atau kuantitas keberhasilan seseorang atau pemilik UMKM dalam melakukan kegiatan yang berlawanan dengan kemungkinan, seperti hasil kerja, tujuan, dan target. Kinerja Keuangan UMKM merupakan Gambaran keadaan total perusahaan selama periode waktu tertentu, dan dipengaruhi oleh aktivitas perusahaan dalam hal penggunaan sumber daya (Pradipta, 2. Indikator kinerja keuangan yang dapat digunakan untuk mengukur kinerja keuangan UMKM . Likuiditas - kemampuan prusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya pada waktunya, diukur melalui Current ratio, quick ratio, dan cash ratio. Solvabilitas Ae kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya, baik kewajiban jangka pendek maupun jangka panjang, diukur melalui Debt to Assets Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Equity Multiplier. Profitabilitas Ae Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu, diukur melalui Gross Profit Margin. Net Profit Margin. ROA, dan ROE (Winbaktianur & Siregar, 2. Pemanfaatan teknologi digital seperti e-commerce dan aplikasi pencatatan keuangan memungkinkan UMKM memperoleh informasi penjualan dan biaya secara real-time, sehingga memperkuat pengendalian internal serta efisiensi operasional (Lubis et al. , 2. Khoirin et al. menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi serta kualitas input produksi berpengaruh signifikan terhadap omzet UMKM, yang berarti semakin baik pengelolaan input, semakin baik kinerja keuangan usaha. Kerangka Konseptual Penelitian ini menganalisis pengaruh e-commerce (X. dan Inovasi Produk (X. terhadap kinerja keuangan UMKM (Y). E-commerce mempengaruhi kinerja keuangan melalui perluasan pasar, efisiensi biaya oprasional, peningkatan penjualan, dan otomatisasi. Inovasi produk berkontribusi melalui diferensiasi, penetapan harga premium, efisiensi produksi, dan loyalitas konsumen. Secara simultan, kombinasi kedua variabel menghasilkan efek strategis yang lebih kuat dibandingkan penerapan masing Ae masing strategi secara terpisah (Sitinjak & Sahir, 2. Berdasarkan kerangka konseptual berikut, hipotesis yang diajukan adalah: H1: E-Commerce secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM Kota Binjai 2025 H2: Inovasi produk secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM Kota Binjai 2025 H3: E-commerce dan inovasi produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM Kota Binjai 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang fokus pada pengumpulan serta analisis data berbentuk angkat untuk menguji hubungan antar variabel secara objektif. Data yang di pakai merupakan data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui instrument kuesioner dan wawancara, dimana responden yang menjadi sumber data adalah pelaku UMKM di Kota Binjai sehingga data yang di kumpulkan mencerminkan kondisi dan pengalaman nyata dari subjek penelitian tersebut. Penelitian ini mengambil Lokasi di Tanah Lapang Merdeka Binjai dengan fokus pada area jajanan malam yang berlokasi di Tangsi. Kecamatan Binjai Kota. Kota Binjai. Provinsi Sumatera Utara, dengan proses penelitian dilakukan mulai bulan juli 2025 sampai dengan selesai. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh UMKM yang berdagang di Jajanan Malam Tanah Lapang Merdeka Binjai sebanyak 272pedagang UMKM. Sampel dilakukan menggunakan rumus solvin dengan tingkat kesalahan 10% yaitu n = N/. NeA) = 272/. A) = 272/3,72 = 73,11 Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 137 Ae 144 | 139 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 yang dibulatkan menjadi 74 sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling, yaitu Teknik pengambilan sampel secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu yang telah diterapkan peneliti sesuai tujuan penelitian. Penelitian ini menggunakan 2 variabel bebas yaitu variabel e-commerce (X. dan inovasi produk (X. serta 1 . variabel terikat yaitu kinerja keuangan UMKM (Y). E-commerce (X. didefinisikan sebagai kegiatan jual beli/perdagangan secara online dengan indikator akses internet, kemampuan sumber daya manusia, dan pemasaran (Lubis, 2. Inovasi produk (X. merupakan pengembangan dan pemasaran produk yang telah didesain ulang atau di tingkatkan secara signifikan dengan indikator kualitas produk, varian produk, serta gaya dan desain produk (Irnanda, 2. Kinerja keuangan (Y) adalah gambaran keadaan total perusahaan selama periode waktu tertentu dengan dengan indikator solvabilitas, likuiditas dan profitabilitas (Winbaktianur & Siregar, 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi kuesioner berupa daftar pertanyaan terstruktur menggunakan Skala Likert 5 point . angat setuju = 5. Setuju =4. Netral = 3. Tidak Setuju = 2, sangat tidak setuju = . , wawancara sebagai percakapan terstruktur antara peneliti dan responden untuk memperoleh informasi yang akurat, serta studi dokumentasi yang di peroleh dari artikel Ae artikel dan penelusuran internet yang berkaitan dengan penelitian ini (Winbaktianur & Siregar, 2. Analisis data menggunakan uji kualitas data yang terdiri dari uji validitas . ilai r > 0,. dan uji reliabilitas (Cronbach's Alpha > 0,. , uji asumsi klasik meliputiuji normalitas . enggunakan Kolmogorov-Smirno. , uji multikonearitas (Tolerance > 0,01 dan VIF < . , dan uji heteroskedastisitas . enggunakan grafik Analisis regresi linear berganda di gunakan dengan model persamaan Y = CAXCA CCXCC A, dimana Y adalah kinerja keuangan UMKM, adalah konstanta. CA adalah koefisien regresi variabel ECommerce. CC adalah koefisien regresi variabel Inovasi Produk. XCA adalah E-Commerce. XCC adalah Inovasi Produk, dan A adalah error term . aktor lain yang tidak ditelit. (Sugiyono, 2. Uji kesesuaian (Test Goodness of Fi. dilakukan melalui uji F untuk menguji pengaruh simultan, uji t untuk menguji pengaruh parsial, dan uji koefisien determinasi (RA), dengan kriteria pengambilan keputusan yaitu terima Ha jika Fhitung > Ftabel atau Sig F < 0,05 untuk uji F, dan terima Ha jika thitung > ttabel atau Sig t < 0,05 untuk uji t. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian dilakukan terhadap 74 responden pelaku UMKM di Kota Binjai, yang mayoritas adalah perempuan . ,2%) dan berusia produktif 26Ae45 tahun . ,3%). Sebagian besar responden memiliki pendidikan SMA/sederajat . ,8%) dan telah menjalankan usaha lebih dari tiga tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Binjai memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap perubahan digital. Deskripsi Variabel Penelitian Hasil rekapitulasi kuesioner menunjukkan bahwa ketiga variabel penelitian berada pada kategori Tabel 1 Deskripsi Variabel Penelitian Variabel Jumlah Item E-Commerce (XCA) Nilai Rata-rata 4,11 Kategori Tinggi Inovasi Produk (XCC) 4,10 Tinggi Kinerja Keuangan (Y) 4,11 Tinggi Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . Uji Validitas dan Reliabilitas Semua item kuesioner dinyatakan valid dan reliabel. 140 | Anisa. Ramadhan Harahap. Aulia . Analysis Of E-Commerce And Product Innovation In A Uji Validitas Tabel 2 Uji Validitas Variabel r hitung (Rentan. 0,456Ae0,812 E-Commerce (XCA) 0,472Ae0,846 Inovasi Produk (XCC) Kinerja Keuangan (Y) 0,398Ae0,872 Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . r tabel 0,230 0,230 0,230 Keterangan Valid Valid Valid Berdasarkan datas diatas. Seluruh item pernyataan dari ketiga variabel memiliki nilai r hitung lebih besar dari r tabel sehingga semua indikator dinyatakan valid. Artinya, setiap instrumen layak digunakan karena mampu mengukur konstruk yang dimaksud. Uji Reliabilitas Tabel 3 Uji Reabilitas Variabel CronbachAos Alpha Batas Minimal Keterangan E-Commerce (XCA) 0,882 0,70 Reliabel Inovasi Produk (XCC) 0,871 0,70 Reliabel Kinerja Keuangan (Y) 0,903 0,70 Reliabel Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . Berdasarkan datas diatas. Setiap variabel memiliki nilai Alpha yang tinggi sehingga instrumen penelitian reliabel. Artinya, kuesioner konsisten dan stabil dalam mengukur variabel yang sama. Uji Normalitas Tabel 4 Uji Asumsi Klasik (Normalita. Variabel Sig. (Kolmogorov-Smirno. 0,182 E-Commerce (XCA) 0,215 Inovasi Produk (XCC) Kinerja Keuangan (Y) 0,263 Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . Keterangan Normal Normal Normal Berdasarkan datas diatas. Uji Asumsi Klasik berdistribusi normal sehingga layak digunakan dalam analisis regresi. Uji Multikolinearitas Tabel 5 Uji Asumsi Klasik (Multikolinearita. Variabel Tolerance VIF Keterangan E-Commerce (XCA) 0,615 1,62 Tidak ada multikolinearitas Inovasi Produk (XCC) 0,615 1,62 Tidak ada multikolinearitas Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . Data diatas menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas antara variabel E-Commerce dan Inovasi Produk. Artinya kedua variabel bebas tidak saling mempengaruhi secara berlebihan dan aman untuk masuk ke regresi. Uji Heteroskedastisitas Tabel 6 Uji Asumsi Klasik (Heteroskedastisita. Metode Nilai Sig. Keterangan Breusch-Pagan Test Tidak ada heteroskedastisitas 0,41 Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . Data diatas menunjukkan tidak terdapat heteroskedastisitas. Varians residual homogen sehingga model regresi memenuhi syarat BLUE. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 137 Ae 144 | 141 p-ISSN 2809-9931 Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 7 Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien (B) Konstanta 1,205 0,382 E-Commerce (XCA) 0,427 Inovasi Produk (XCC) Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . t hitung 3,87 4,23 Sig. 0,000 0,000 e-ISSN 2809-9141 Keterangan Ae Signifikan Signifikan Persamaan Regresi: Y = 1,205 0,382XCA 0,427XCC Peningkatan 1 satuan e-commerce (XCA) Ie meningkatkan kinerja keuangan sebesar 0,382. Peningkatan 1 satuan inovasi produk (XCC) Ie meningkatkan kinerja keuangan sebesar 0,427. Kedua variabel bebas memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan, namun inovasi produk memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan e-commerce. Uji Koefisien Determinasi (RA) Tabel 8 Uji Koefisien Determinasi (RA) RA Adjusted RA Std. Error 0,842 2,417 0,709 0,701 Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . Berdasarkan data diatas. R2 70,9% artinya variasi kinerja keuangan UMKM dapat dijelaskan oleh e-commerce dan inovasi produk, sedangkan 29,1% dipengaruhi faktor lain. Uji F (Simulta. Tabel 9 Uji F (Simulta. F hitung F tabel 86,51 3,13 Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . Sig. 0,000 Keterangan Signifikan Berdasarkan data diatas. Secara simultan. E-Commerce dan Inovasi Produk berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan UMKM. Model regresi dinyatakan fit. Uji t (Parsia. Tabel 10 Uji t (Parsia. Variabel t hitung 3,874 E-Commerce (XCA) 4,236 Inovasi Produk (XCC) Sumber: Hasil Olahan Data SPSS . t tabel . 1,993 1,993 Sig. 0,000 0,000 Keterangan Signifikan Signifikan Hasil uji t menunjukkan bahwa baik e-commerce maupun inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM, ditunjukkan oleh nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan signifikansi < 0,05. Dengan demikian, masing-masing variabel secara mandiri mampu meningkatkan kinerja keuangan UMKM. Pembahasan Hasil analisis menunjukkan bahwa E-Commerce (XCA) dan Inovasi Produk (XCC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan UMKM (Y) di Kota Binjai. Penggunaan e-commerce memperluas jangkauan pasar dan efisiensi operasional, sedangkan inovasi produk meningkatkan daya saing dan kepuasan konsumen. Secara simultan, kedua faktor ini memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan profitabilitas dan keberlanjutan usaha. 142 | Anisa. Ramadhan Harahap. Aulia . Analysis Of E-Commerce And Product Innovation In A KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-commerce dan inovasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan UMKM di Kota Binjai tahun 2025. Secara parsial maupun simultan, kedua variabel ini mampu menjelaskan 70,9% variasi kinerja keuangan. Artinya, semakin tinggi penggunaan e-commerce dan semakin baik inovasi produk yang dilakukan, maka semakin meningkat pula kinerja keuangan UMKM. Saran Bagi pelaku UMKM, disarankan untuk lebih aktif memanfaatkan platform e-commerce guna memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi penjualan. UMKM juga perlu berinovasi secara berkelanjutan, baik dari segi produk, kemasan, maupun strategi pemasaran agar tetap kompetitif. Pemerintah daerah diharapkan memberikan pelatihan dan dukungan teknologi bagi pelaku UMKM untuk mempercepat transformasi digital dan inovasi produk di Kota Binjai. DAFTAR PUSTAKA