Seminar & Call for Economic Paper (SCPE) UKMC 2025 04 Juli 2025 E-ISSN: 2963-153X Literasi Digital. Literasi Teknologi, dan Literasi Ekologi terhadap Kesiapan Teknologi Informasi yang Ramah Lingkungan pada Umkm Violing Neviana1. Pieter Oktavianus Kurniawan2. Nia Phelia3 Universitas Katolik Musi Charitas Universitas Katolik Musi Charitas Universitas Katolik Musi Charitas . iolingn@gmail. Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh literasi digital, literasi teknologi, dan literasi ekologi terhadap kesiapan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang ramah lingkungan pada UMKM di Kota Palembang. Era Industri 6. 0 mendorong integrasi teknologi dengan nilai keberlanjutan lingkungan. Namun, di balik kemajuan TIK, terdapat kontribusi signifikan terhadap emisi karbon global. UMKM sebagai sektor strategis menghadapi tantangan untuk mengadopsi teknologi tanpa mengabaikan dampak ekologis. Oleh karena itu, diperlukan literasi yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga ekologis dan digital untuk mendukung kesiapan implementasi Green ICT. Pemahaman mendalam terhadap ketiga literasi tersebut diyakini menjadi kunci bagi UMKM untuk bertahan dan tumbuh dalam ekosistem digital yang semakin kompleks dan sadar lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 100 responden UMKM dan analisis regresi linear berganda. Hasilnya menunjukkan ketiga jenis literasi tersebut berpengaruh signifikan terhadap kesiapan Green ICT. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas literasi sebagai fondasi UMKM dalam menjalankan bisnis berkelanjutan di era teknologi maju. Kata Kunci: Literasi Digital. Literasi Teknologi. Literasi Ekologi. TIK Yang Ramah Lingkungan. UMKM Abstract This study examines the influence of digital literacy, technological literacy, and ecological literacy on the readiness to implement environmentally friendly Information and Communication Technology (ICT) in MSMEs in Palembang City. The Industry 6. 0 era encourages the integration of technology with environmental sustainability values. However, behind the advancement of ICT, there is a significant contribution to global carbon emissions. MSMEs as a strategic sector face the challenge of adopting technology without ignoring the ecological impact. Therefore, literacy is needed that is not only technical, but also ecological and digital to support the readiness to implement Green ICT. A deep understanding of these three literacies is believed to be key for MSMEs to survive and grow in an increasingly complex and environmentally conscious digital ecosystem. This study used a quantitative approach with 100 MSME respondents and multiple linear regression analysis. The results show that all three types of literacy significantly influence Green ICT readiness. This finding emphasizes the importance of increasing literacy capacity as a foundation for MSMEs in running sustainable businesses in the era of advanced technology. Keywords: Digital Literacy. Technological Literacy. Ecological Literacy. Environmentally Friendly ICT. MSMEs PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Revolusi Industri 4. 0 yang tadinya menjadi pemimpin sebagai bentuk penyampaian informasi sudah sangat ketinggalan zaman. Sementara itu. Revolusi Industri 5. yang telah menjadi bagian dari manusia dalam teknologi informasi juga sedang berada di ambang pengaruhnya (Suherman, 2020: . Inovasi IoT (Internet of Thing. yang digadang- gadang sebagai bagian dari Industri 5. 0 telah mengalami pergeseran paradigma (Suherman, 2020: . Transisi ini menjanjikan perubahan cara manusia hidup, bekerja, dan berinteraksi satu sama lain dan atau dengan lingkungan. Perubahan yang paling terlihat adalah perubahan dalam lingkungan 301 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 bisnis. Adanya kecenderungan yang semakin pesat menuju integrasi ekonomi global, pasar dan lingkungan industri menjadi semakin kompleks, dinamis, penuh ketidakpastian, dan mengarah ke hyper-competition (Jiao dkk. , 2. Bisnis yang dapat bertahan adalah bisnis yang mengandalkan Lingkungan bisnis memasuki era Industri 6. Revolusi ini akan mendorong keselarasan hidup dengan alam. Paradigma ini dapat dipahami dengan melihat elemen-elemen kunci yang mendefinisikan Society 6. 0, yaitu: E (Environmen. S (Socia. , and G (Governanc. Dengan adanya kesadaran dan dorongan untuk mewujudkan kondisi kehidupan pada lingkungan yang sejahtera secara berkelanjutan (Archie, 2. Dalam konteks ini, teknologi yang digunakan dan berfungsi sebagai penunjang dalam mendukung UMKM untuk beralih ke praktik bisnis yang lebih berkelanjutan (Muyoz and Cohen 2017 dalam Bratamanggala et al 2024:. Meskipun terdapat berbagai tantangan yang dihadapi UMKM dalam mengadopsi teknologi ramah lingkungan, seperti biaya awal maupun kurangnya pengetahuan, berbagai penelitian menunjukkan bahwa investasi dalam teknologi berkelanjutan dapat mengarah pada efisiensi biaya jangka panjang dan peningkatan daya saing (Urbancovy. Hudykovy, and Fajsykovy 2. Green IT, termasuk energi terbarukan, pengolahan limbah, dan efisiensi energi, dapat mendorong UMKM untuk mengembangkan produk dan layanan baru yang memenuhi kebutuhan pasar yang semakin sadar dan peduli akan kerusakan lingkungan (Nainggolan et al. Tidak dapat dipungkiri bahwa faktanya selain memberikan dampak positif. TIK juga memiliki dampak negatif, yaitu meningkatkan emisi karbon dari penggunaan TIK. Pada tahun 2021. Freitag dkk. memperkirakan bahwa emisi karbon dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bisa mencapai 2,1%- 3,9% (Walton, 2. Dalam skala global, sektor TIK menyumbang 4-6% dari penggunaan listrik global. Berdasarkan fenomena yang ditemukan, jika dikaitkan dengan penggunaan teknologi di lingkungan bisnis, maka diperlukan perolehan keterampilan era Industri 6. 0 meliputi literasi digital, literasi teknologi dan literasi ekologi (UNESCO, 2. Oleh karena itu, untuk menyambut Industri 6. UMKM perlu meningkatkan keterampilan seperti literasi digital, literasi teknologi, dan literasi ekologi untuk memenuhi persyaratan baru dalam kesiapan TIK yang ramah lingkungan. Perbedaan terbesar dengan penelitian serupa dalam literatur adalah skala ukur, subjek penelitian, rasio penjelasannya satu sama lain. Oleh karena itu, penting untuk menentukan variabel mana yang dapat mempengaruhi UMKM terhadap kesiapan TIK yang ramah lingkungan dan sejauh mana perubahan dijelaskan, berdasarkan variabel mana, untuk menyajikan model yang KAJIAN PUSTAKA Green TIK atau TIK ramah lingkungan merupakan istilah dalam dunia teknologi informasi Indonesia. Ramah lingkungan dalam hal ini adalah menciptakan sistem kehidupan dengan emisi karbon yang rendah yang berdampak pada perubahan iklim dunia. Green TIK dapat diartikan sebagai kesadaran untuk menerapkan berbagai teknologi, teknik dan kebijakan yang dirancang untuk mengurangi jejak karbon dari peralatan TIK yang digunakan. Menurut riset yang dilakukan, memperkirakan bahwa 2% dari emisi karbon dunia disumbangkan oleh sektor TIK yang meliputi penggunaan personal computer (PC), server, pendingin ruangan server, mobile, local area network (LAN), telekomunikasi kantor, dan printer (Mengutip Mardiana, 2016 dalam Dewiana Et A. Artinya dengan konsep Green TIK ini perusahaan dapat mengurangi 2% emisi karbon yang disebabkan secara langsung oleh sistem TIK (Greening of IT), namun Green TIK juga merupakan konsep bagaimana menggunakan sistem TIK sebagai teknologi yang 302 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 memungkinkan untuk mengurangi 98% jejak karbon. Karbon yang disebabkan oleh aktivitas lain di seluruh organisasi (Greening by IT) (Mengutip Joost Visser, 2016 dalam Dewiana et a. Gambar 1. ICT G-Readiness Sumber : Dewiyana et al, 2023 Kerangka kerja yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana kesiapan sebuah organisasi dalam mengadopsi dan mengimplementasikan inisiatif Green IT adalah Green Readiness. Penelitian ini berfokus pada Green Readiness dengan menganalisis pengaruh literasi digital, literasi teknologi, dan literasi ekologi sebagai prediktor sikap UMKM dalam mendukung implementasi Green Information. Communication, and Technology dilingkungan sekitar UMKM. Konsep literasi teknologi menekankan pemahaman tentang cara kerja teknologi, serta konsep lingkungan melahirkan konsep literasi lingkungan. Semua konsep ini mulai diterapkan, bukan hanya menjadi wacana akademis, tetapi diperluas dalam kehidupan sehari- hari (Etem. Beberapa definisi literasi digital dalam literatur menyatakan bahwa literasi digital lebih dari sekadar masalah fungsional, seperti belajar menggunakan komputer dan keyboard atau melakukan pencarian secara online, tetapi juga mengacu pada berbagai kompetensi yang berkaitan dengan keterampilan dalam menggunakan komputer dan teknologi informasi, bukan hanya penggunaan komputer secara fungsional (Etem, 2. Keterampilan ini masing-masing mencakup membaca atau memahami informasi grafis dan multimedia lainnya (Kurnisar et al, 2. menggabungkan berbagai informasi. berbagai informasi. menganalisis dan mengevaluasi berbagai informasi. dan berbagi informasi secara sosial, mengikuti norma-norma daring untuk kolaborasi dan komunikasi di internet (Amin 303 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 et al, 2. Akibatnya, ada pengakuan umum bahwa literasi digital merupakan kompetensi penting bagi UMKM yang menghadapi tuntutan yang menantang . eknologi, informasi, kognitif, dan sosio- emosiona. di era digital (Amin et al, 2. , (Utami Et Al, 2. Diperkirakan komputerisasi kuantum dan manajemen sumber daya akan dapat menyalin dan menduplikasi segala sesuatu menuju tahap 6. Setiap orang akan memiliki akses ke semua tempat akumulasi pengetahuan di dunia dengan mengedepankan kompetensi digital dan teknologi (Almusaed. Literasi teknologi dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengadopsi, beradaptasi, menemukan, dan menilai teknologi untuk memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan, komunitas, dan lingkungan. Dapat dikatakan bahwa orang yang melek teknologi adalah orang yang memiliki pengetahuan dasar tentang teknologi dan beberapa kemampuan teknis dasar, seperti mengidentifikasi dan memecahkan masalah sederhana dengan perangkat teknologi, menggunakan pendekatan untuk memecahkan masalah, dan berpikir kritis tentang masalah teknologi. Hal ini sangat penting, sehingga literasi teknologi dijadikan sebagai tujuan pertama dari Rencana Induk Riset Nasional 2015-2045, yaitu meningkatkan literasi ilmu pengetahuan dan teknologi (Lestari, 2. Eco-Literacy atau melek ekologi merupakan salah satu istilah yang digunakan oleh Fritjof Capra untuk menggambarkan manusia yang sudah mencapai tingkat kesadaran tinggi tentang pentingnya lingkungan hidup. (Senda et al, 2. Terdapat konsep Green Economy yang diperkenalkan sebagai sebuah paradigma pembangunan ekonomi baru diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa memberikan dampak yang negatif pada lingkungan, kesenjangan sosial ataupun kelangkaan ekologi (Dewi dkk. , 2013 dalam Arsvendo Benang merah antara eco-literacy dengan green economy yaitu mengusung semangat ramah lingkungan dan semangat keberlanjutan. Terdapat beberapa penelitian terdahulu mengenai eco-literacy dan green economy. Penelitian yang dilakukan oleh Nyahunzvi . menyimpulkan bahwa tingkat eco-literacy dan kesadaran lingkungan yang rendah dapat mengakibatkan terbatasnya tindakan hijau atau menghambat ekonomi hijau. Selaras dengan penelitian tersebut, penelitian yang dilakukan oleh Berman . menyimpulkan bahwa ecoliteracy yang baik menyebabkan keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Dari uraian tersebut, penelitian terdahulu yang memiliki kesimpulan bahwa eco literacy yang baik memiliki pengaruh terhadap green economy. (Setiyadi et al 2. Praktik terbaik yang dapat mengimplementasikan eco-literacy berbasis sosial budaya berisi empat item, yaitu: tujuan pembelajaran eco-literacy, media dan sumber belajar, metode pembelajaran, dan pelaksanaan pembelajaran eco-literacy. (Juhriati, 2. Pengukuran tingkat literasi lingkungan terdiri dari empat set instrumen, yaitu instrumen literasi lingkungan aspek pengetahuan, literasi lingkungan aspek sikap, literasi lingkungan aspek keterampilan, dan instrumen literasi lingkungan aspek partisipasi (Muliana et al, 2. 304 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Gambar 2. Hipotesis Penelitian METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausal kuantitatif. Penelitian kausal kuantitatif berusaha menjelaskan hubungan sebab-akibat antar variabel bebas dan variable terikat. Terdapat 3 . variabel bebas yaitu Literasi Digital (LD). Literasi Teknologi (LT). Literasi Ekologi (LE), dan 1 . variabel terikat yaitu Kesiapan TIK yang Ramah Lingkungan (KT). Selanjutnya, penelitian ini membagikan kuesioner dengan skala ukur Likert dimana variabel bebas dan variabel terikat mengukur perilaku individu terkait literasi dan kesadaran langsung untuk praktek bisnis UMKM yang berkelanjutan. Adapun populasi yang diteliti yaitu Pemilik UMKM di Kota Palembang dengan sampel penelitian sebanyak 100 pemilik UMKM di Kota Palembang. Angka 100 dihasilkan dengan rumus slovin untuk menentukan jumlah sampel. Dari hasil yang didapatkan sebanyak 103 responden, namun hanya 100 data yang dapat diolah dan dianalisis. Penelitian ini menggunakan teknik Convenience Sampling dimana sampel dipilih berdasarkan kemudahan. Mengutip dari MacNealy . mendefinisikan convenience sample sebagai teknik pengambilan sampel yang mengharuskan peneliti untuk pergi ke Aulokasi publik dan meminta orang yang lewat untuk berpartisipasiAy. Jadi dapat disimpulkan bahwa convenience sample adalah teknik sampling yang memanfaatkan sampel yang sudah tersedia dan memiliki akses, teknik ini dapat diterapkan pada hampir semua penelitian (Golzar et al. , 2. Dalam penelitian ini, teknik analisis dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi linier untuk mengetahui hubungan yang ditimbulkan oleh variabel independen dan variabel dependen. Dibawah ini adalah teknik analisis data yang kami lakukan: HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Uji Validitas Literasi Digital Literasi Digital (LD) Item R hitung R table Keterangan LD. Valid LD. Valid LD. Valid LD. Valid LD. Valid LD. Valid 305 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 LD. Valid LD. Valid LD. Valid LD. Valid Sumber : Data Primer diolah, 2025 Tabel 2. Uji Validitas Literasi Teknologi Literasi Teknologi (LT) Item R hitung R table Keterangan LT. Valid LT. Valid LT. Valid LT. Valid LT. Valid LT. Valid Sumber : Data Primer diolah, 2025 Tabel 3. Uji Validitas Literasi Ekologi Literasi Ekologi (LE) Item R hitung R tabel Keterangan LE. Valid LE. Valid LE. Valid LE. Valid LE. Valid LE. Valid Sumber : Data Primer diolah, 2025 Tabel 4. Uji Validitas Kesiapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Yang Ramah Lingkungan Kesiapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Yang Ramah Lingkungan (KT) Item R hitung R tabel Keterangan KT. Valid KT. Valid KT. Valid KT. Valid KT. Valid KT. Valid KT. Valid Sumber : Data Primer diolah, 2025 306 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Berdasarkan tabel hasil uji validitas, dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan pada variabel LD. LT. LE dan KT dianggap valid. Variabel LD. LT. LE, dan KT menunjukkan nilai r hitung yang positif dan lebih besar daripada nilai r tabel pada keseluruhan indikator pernyataan yang diuji. Dalam penelitian, nilai r tabel diperoleh dari df-2, yang pada penelitian ini adalah 100 Ae 2 = 98, dengan tingkat signifikansi 0,05 atau 5% sehingga didapatkan nilai r tabel adalah 0,196. Dengan demikian, keseluruhan nilai r hitung lebih besar daripada r tabel. Dapat disimpulkan bahwa semua indikator pernyataan mengenai variabel independen maupun dependen dianggap valid dan layak untuk penelitian ini. Tabel 5. Uji Reliabilitas Variabel Nilai Kriteria Cronbach's Keterangan Literasi Digital (LD) > 0,60 Reliabel Literasi Teknologi (LT) > 0,60 Reliabel Literasi Ekologi (LE) > 0,60 Reliabel Kesiapan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Yang Ramah Lingkungan (KT) Sumber : Data Primer diolah, 2025 > 0,60 Reliabel Dari tabel uji reliabilitas, nilai Cronbach's alpha pada variabel LD. LT. LE, dan KT menampilkan angka > 0,60. Oleh karena itu, kesimpulan terhadap uji reliabilitas terhadap keempat variabel adalah reliabilitas dapat diterima. Secara khusus, ke-empat variabel menunjukkan nilai Cronbach's alpha, yaitu diatas 0,60, dengan kesimpulan bahwa reliabilitas diakui untuk variabel independen maupun dependen. Gambar 3. Uji Normalitas Sumber : Data Primer diolah, 2025 307 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Setelah hasil uji Kolmogorov-Smirnov yang diperlihatkan pada tabel diatas, nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,2 yang mengartikan jika nilai tersebut berada diatas dari tingkat signifikansi 0,05 atau 5%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan model regresi yang diaplikasikan dalam penelitian ini dapat diterima dan memenuhi asumsi normalitas. Atau dengan kata lain, data yang telah dikumpulkan dan digunakan dalam penelitian ini dapat dianggap memiliki distribusi yang normal. Variabel Tabel 6. Uji Heteroskedastisitas Signifikansi Keterangan Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Literasi Digital (LD) Literasi Teknologi (LT) Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Literasi Ekologi (LE) Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Sumber : Data Primer diolah, 2025 Dalam tabel diatas, terdapat kolom bagian sig menunjukkan bahwa masingmasing variabel LE. LT, dan LE memiliki nilai yang lebih tinggi dari signifikansi > 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan penelitian dengan menggunakan variabel Literasi Digital (LD). Literasi Teknologi (LT), dan Literasi Ekologi (LE) tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dan model regresi layak untuk digunakan. Variabel Tabel 7. Uji Multikolinearitas Tolerance VIF Literasi Digital (LD) Literasi Teknologi (LT) Literasi Ekologi (LE) Keterangan Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Tidak Terjadi Multikolinearitas Sumber : Data Primer diolah, 2025 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance Literasi Digital sebesar 0,618. Literasi Teknologi sebesar 0,505, dan Literasi Ekologi sebesar 0,418 dimana nilai tolerance setiap variabel lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF pada Literasi Digital sebesar 1,617. Literasi Teknologi sebesar 1,980, dan Literasi Teknologi sebesar 2,052 lebih kecil nilainya dari 10. Dengan terpenuhinya syarat dalam uji multikolinearitas yang berarti model regresi pada penelitian ini tidak menunjukkan gejala Tabel 8. Uji Regresi Berganda Model Summary Model R Square Sumber : Data Primer diolah, 2025 Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 308 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, diperlihatkan jika nilai koefisien determinasi atau r square (RA) yang diperoleh sebesar 0,667. Angka ini menggambarkan bahwa sekitar 66,7% variasi atau perubahan pada variabel dependen, yaitu Kesiapan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang Ramah Lingkungan (KT), dapat dijelaskan secara bersama-sama oleh variabel-variabel independen, yaitu Literasi Ekologi (LE). Literasi Digital (LD), dan Literasi Teknologi (LT). Sedangkan sisanya sebesar 33,3% diperkirakan dipengaruhi oleh faktor- faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian Tabel 9. Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Standardized Model (Constan. Literasi Digital(LD) Literasi Teknologi (LT) Literasi Ekologi (LE) Sumber : Data Primer diolah, 2025 Unstandardized Coefficients Std. Error Coefficients Beta Sig. KT = 2. 273LD 0. 345LT 0. a a a a Konstanta (Intercep. 109, artinya jika semua variabel independen (Literasi Digital. Literasi Teknologi, dan Literasi Ekolog. bernilai nol, maka kesiapan teknologi informasi dan komunikasi ramah lingkungan (KT) diperkirakan berpengaruh sebesar 2. dan secara keseluruhan, variabel literasi digital, literasi teknologi, dan literasi ekologi tersebut berpengaruh positif terhadap Kesiapan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang Ramah Lingkungan. Literasi Digital (LD) berpengaruh positif terhadap kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT) dengan koefisien 0. Ini berarti setiap peningkatan satu satuan pada Literasi Digital akan meningkatkan kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT) sebesar 0. 273 satuan, dengan variabel lain dianggap tetap. Literasi Teknologi (LT) memberikan pengaruh positif terhadap kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT) dengan koefisien 0. Dengan kata lain, kenaikan satu satuan pada Literasi Teknologi akan meningkatkan kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT) sebesar 0. 345 satuan, dengan variabel lain konstan. Literasi Ekologi (LE) juga berkontribusi positif terhadap kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT) dengan koefisien 0. Artinya, setiap kenaikan satu satuan pada Literasi Ekologi akan meningkatkan kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT) sebesar 0. 299 satuan, dengan variabel lain tidak Berdasarkan hasil analisis regresi berganda, adapun hipotesis yang diuji adalah a H0 (Hipotesis no. : Tidak terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. a H1 (Hipotesis alternati. : Terdapat pengaruh signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen. 309 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Literasi Digital (LD): Nilai p = 0,000 . O 0,. Kesimpulan: H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa Literasi Digital memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT). Dengan kata lain, semakin tinggi Literasi Digital seseorang, maka kesiapan KT juga cenderung meningkat. Literasi Teknologi (LT): Nilai p = 0,001 . O 0,. Kesimpulan: H0 ditolak. Literasi Teknologi secara signifikan memengaruhi kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT). Artinya, peningkatan kemampuan dan pemahaman dalam penggunaan teknologi akan berdampak positif pada kesiapan penerapan teknologi informasi dan komunikasi ramah lingkungan. Literasi Ekologi (LE): Nilai p = 0,002 . O 0,. Kesimpulan: H0 ditolak. Literasi Ekologi juga berpengaruh signifikan terhadap kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT). Ini mengindikasikan bahwa kesadaran dan pemahaman terhadap aspek lingkungan turut meningkatkan kesiapan dalam penggunaan teknologi yang ramah lingkungan. Dari nilai Sig yang didapatkan diketahui bahwa nilai sig O 0,05 disimpulkan bahwa H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa (LD),(LT),(LE) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesiapan teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan (KT). KESIMPULAN Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa Literasi Digital. Literasi Teknologi, dan Literasi Ekologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang Ramah Lingkungan dengan objek penelitian yaitu pemilik UMKM di wilayah Kota Palembang. Dengan demikian penelitian ini menyatakan semakin tinggi Literasi Digital. Literasi Teknologi, dan Literasi Ekologi maka semakin tinggi pula Kesiapan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang Ramah Lingkungan pada UMKM di Kota Palembang. Keterbatasan yang penulis alami selama proses penelitian ini yaitu waktu yang singkat dalam pengumpulan sample, sulitnya mendapatkan sample yang representatif terhadap penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA