SIPISSANGNGI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. lppm-unasman. id/index. php/sipissangngi SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International License. ISSN. : 2775-2054 PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN NGAGEL REJO SURABAYA Article history Received: 10 /01/2022 Revised: 30/06/2023 Accepted: 30/06/2023 DOI: Shafira Amatullah. Emi Aprillia. Fadli Setyo Nafiansa. Stefanus Dakosta Roy. Aleksander P. Waghe. Siti Wardania. Indri Yani L. Djuarsah. Aprlilinda Irma Nahak. Arta Prawira Dinata. Nikmatul Laili. Yohanes N Risanto. Lydia Lia Prayitno*) 35329/sipissangngi. 2738 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya *Corresponding author lydialia@unipasby. Abstrak Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk di Kelurahan Ngagelrejo berakibat pada peningkatan laju timbulan sampah. Masyarakat Kelurahan Ngagelrejo terutama warga RW 02 memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran mengenai pengelolaan sampah rumah tangga yang cukup rendah. Tujuan dilaksanakannya kegiatan KKN-TR adalah menyadarkan masyarakat terutama ibu-ibu PKK akan pentingnya melakukan pengelolaan sampah khususnya sampah rumah tangga dengan benar. Target capaian yang diharapkan dari penyuluhan ini adalah pengetahuan baru tentang pengurangan sampah, penanganan sampah, jenis sampah rumah tangga, jenis sampah berdasarkan sifat, serta sistem pengolahan sampah rumah tangga. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi tiga tahapan yaitu tahapan persiapan penyuluhan, tahapan pelaksanaan penyuluhan dan tahapan evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Kata kunci: pengelolaan, sampah, kesadaran masyarakat Gambar 1 Kegiatan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga Volume xx. Nomor xx. Bulan . | eISSN: xAe x Lydia Lia Prayitno, dkk. / Penyuluhan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga . PENDAHULUAN Kelurahan Ngagelrejo merupakan kelurahan yang terletak di wilayah Kecamatan Wonokromo. Kota Surabaya. Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut mempengaruhi peningkatan laju timbulan sampah karena pola konsumtif Di Indonesia sumber timbulan sampah terbesar berasal dari pasar tradisional dan rumah tangga yaitu sekitar 65-75% (Ramon & Afriyanto, 2. Untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah terutama sampah rumah tangga pemerintah telah membuat Kebijakan dan Strategi Nasional terkait hal tersebut. Kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga bertumpu pada pengurangan dan penanganan sampah. Tahun 2025 ditargetkan mampu mengurangi sampah rumah tangga sekitar 30% dan menangani sampah rumah tangga sekitar 70% (PP Nomor 97 Tahun 2. Sampah rumah tangga merupakan sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja dan sampah spesifik (UU Nomor 18 Tahun 2. Sampah rumah tangga terdiri dari dua jenis sampah yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik akan menimbulkan bau tidak sedap karena proses degradasi oleh mikroba yang melepaskan gas berbau tidak sedap. Sampah organik dengan kandungan protein, menghasilkan bau yang lebih busuk dibandingkan sampah organik lain karena mengandung gugus amina yang jika terurai menjadi gas amonia. Dampak terhadap kesehatan juga muncul dari sampah yaitu timbulnya penyakit seperti diare, kudis, kurap dan lain-lain. Sampah anorganik bersifat sukar terurai, sehingga akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan (Hasibuan, 2. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga untuk mengurangi laju timbulan sampah sangat diperlukan. Upaya pendekatan kepada masyarakat untuk dapat mengelola sampah rumah tangganya dengan benar adalah dengan membiasakan masyarakat pada tingkah laku yang sesuai dengan program persampahan. Program persampahan yang dimaksud adalah merubah persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang tertib, lancar dan merata, merubah kebiasaan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang kurang baik dan faktor-faktor sosial, struktur serta budaya setempat (Ramon & Afriyanto, 2. Masyarakat kelurahan Ngagelrejo terutama warga RW 02 memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran mengenai pengelolaan sampah rumah tangga yang cukup Mayoritas warga masih menggunakan pola pengelolaan sampah dengan mengumpulkan semua sampah menjadi satu tanpa adanya pemilahan sampah dan pemanfaatan kembali sampah. Masih ditemukan sampah berserakan di jalanan dan badan air karena tidak dibuang pada tempatnya sehingga menimbulkan permasalahan Berdasarkan kondisi di atas, solusi yang ditawarkan dari tim KKN-TR Universitas PGRI Adi Buana Surabaya adalah mengadakan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga. Tujuannya untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya melakukan pengelolaan sampah terutama sampah rumah tangga dengan benar. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan melakukan penyuluhan mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Kelompok sasaran yang dijadikan sebagai mitra di Kelurahan Ngagelrejo adalah kelompok ibu-ibu PKK RW Pelaksanaan program penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga meliputi tiga tahapan yaitu tahapan persiapan penyuluhan, tahapan pelaksanaan penyuluhan dan tahapan evaluasi. Tahapan persiapan penyuluhan dilakukan dengan mengobservasi dan mengidentifikasi permasalahan pengelolaan sampah di RW 02 dan penentuan peserta Pada tahap pelaksanaan penyuluhan dilakukan persiapan materi penyuluhan, persiapan sarana dan prasarana dilanjutkan dengan pelaksanaan program. Tahapan evaluasi dilaksanakan dengan memberikan kuesioner pada awal . re-tes. dan akhir . kegiatan penyuluhan. Kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan terkait materi Volume xx. Nomor xx. Bulan . | eISSN: xAe x Lydia Lia Prayitno, dkk. / Penyuluhan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga . Metode pemberian kuesioner digunakan sebagai parameter keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga, maka pelaksanaan kegiatan KKN-TR diawali dengan melakukan observasi Observasi tersebut dilakukan dengan melakukan kunjungan ke lokasi sasaran RW 02. Kelurahan Ngagelrejo. Kecamatan Wonokromo. Kota Surabaya. Kunjungan langsung bertujuan untuk mengamati kondisi permasalahan pengelolaan sampah dengan melakukan wawancara serta pengamatan secara langsung. Dari hasil pengamatan ditemukan beberapa permasalahan yaitu tidak ada penerapan pemilahan sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya, tidak ada pemanfaatan kembali sampah terutama sampah organik, masih ditemukan sampah yang berserakan di jalan dan badan air, serta sebagian besar masyarakat belum memahami pengelolaan sampah rumah tangga yang benar. Dari permasalahan yang dihadapi maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan penyuluhan terkait pengelolaan sampah rumah tangga. Program kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan secara luring dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pelaksanaan penyuluhan berlokasi di Balai RW 02 Kelurahan Ngagelrejo dan dihadiri oleh 30 ibu-ibu PKK. Acara penyuluhan dimulai dengan sambutan oleh Sekretaris Kelurahan Ngagelrejo. Ketua RW 02 dan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Materi yang disampaikan meliputi pengurangan sampah, penanganan sampah, jenis sampah rumah tangga, jenis sampah berdasarkan sifat, serta sistem pengolahan sampah rumah tangga. Adapun kegiatan tersebut disajikan pada Gambar 1 berikut. Gambar 1 Kegiatan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga Hasil yang diperoleh dari kegiatan penyuluhan ini adalah masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga Volume xx. Nomor xx. Bulan . | eISSN: xAe x Lydia Lia Prayitno, dkk. / Penyuluhan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga . yaitu dengan melakukan pengurangan sampah dan penanganan sampah. Pengurangan sampah dapat dilakukan dengan melakukan pembatasan timbulan sampah, pendaur ulangan sampah, dan pemanfaatan kembali sampah. Penanganan sampah dapat dilakukan dengan melakukan pemisahan/pengelompokkan sampah sesuai dengan jenis, pengumpulan sampah dari sumber ke tempat penampungan, dan pengangkutan sampah dari sumber ke tempat penampungan terpadu (UU No 18 Tahun 2. Masyarakat juga memahami jenis-jenis sampah berdasarkan sifatnya yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang mudah membusuk. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang bersumber dari bahan-bahan nonhayati. Sampah rumah tangga merupakan campuran dari sampah kering . , sampah basah . , dan abu (Ashe. (Marliani, 2. Dalam penyuluhan ini juga dijelaskan mengenai pengolahan sampah organik dan anorganik. Pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan menggunakan: Biopori Penerapan lubang resapan biopori untuk mengolah sampah organik dilakukan dengan memasukkan sampah ke dalam lubang biopori. Mikroorganisme di dalam tanah akan menguraikan sampah organik tersebut. Sampah yang sudah terurai karena proses biologis menjadi pupuk kompos membuat tanah sekitar lubang resapan biopori lebih subur (Widyastuty et al. , 2. Keranjang Takakura Metode pengomposan dengan menggunakan keranjang takakura merupakan metode komposting yang mengutamakan higienis serta tanpa menimbulkan bau pada proses Kompos yang dihasilkan terbukti memiliki makronutrien dengan kadar optimal yaitu N. K dan rasio C/N. keranjang takakura memiliki berbagai kelebihan yaitu lebih praktis sehingga cocok untuk skala rumah tangga, relatif murah, bersifat portable, proses dekomposisi yang cepat, dan tidak menimbulkan bau tidak sedap (Sari et al. , 2. Komposter Komposter merupakan teknologi tepat guna yang digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos. Komposter terbuat dari tong plastik dengan tambahan pipa paralon di dalamnya sebagai saringan, dan tambahan corong udara di atas tong untuk sirkulasi udara. Pada bagian bawah tong dilubangi untuk mempermudah pengambilan pupuk organic yang siap panen (Harijanto et al. , 2. Mikroorganisme Lokal Mikroorganisme lokal (MOL) merupakan mikroorganisme yang digunakan sebagai starter dalam pembuatan pupuk organik padat dan pupuk organik cair. MOL berbahan utama karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Keunggulan MOL adalah tidak membutuhkan biaya besar karena menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar (Palupi, 2. Eco-Enzyme Eco-enzyme adalah cairan zat organik kompleks hasil fermentasi sederhana dari limbah sayuran/buah dengan penambahan gula merah atau molase dan air dengan menggunakan perbandingan 1:3:10, pembuatan eco-enzyme dilakukan selama 90 hari atau 3 bulan. Keunggulan eco-enzyme adalah tidak memerlukan lahan luas cukup dengan menggunakan botol-botol bekas air mineral. Eco-enzyme dapat digunakan untuk mencuci baju, membersihkan toilet, mencuci piring, membersihkan lantai, membersihkan furniture, membersihkan dapur, membersihkan kompor dan bekas minyak, membersihkan sayur dan buah dari pestisida, selain itu juga dapat menyuburkan tanaman dan hama (Wuni et al. Sampah anorganik dapat digunakan sebagai bata ramah lingkungan . atau di kirim ke bank sampah. Ecobrick merupakan salah satu upaya penanganan sampah plastik yang dilakukan secara kreatif. Fungsi ecobrick bukan menghancurkan sampah plastik melainkan memperpanjang usia plastik dan mengolahnya menjadi sesuatu yang dapat dipergunakan seperti meja, kursi, dan lain-lain (Jupri et al. , 2. Cara pembuatan ecobrick Volume xx. Nomor xx. Bulan . | eISSN: xAe x Lydia Lia Prayitno, dkk. / Penyuluhan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga . yaitu dengan memasukkan potongan plastik kemasan ke dalam botol plastik dan dipadatkan dengan kayu. Ketentuan berat ecobrick adalah 1/3 dari berat botol berisi air. Sampah anorganik juga dapat disalurkan ke bank sampah. Bank sampah adalah strategi penerapan 3R (Reduce. Reuse dan Recycl. dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat menggunakan pola insentif ekonomi. Bank sampah mengajarkan masyarakat untuk memilah sampah serta menumbuhkan kesadaran dalam pengelolaan sampah secara bijak serta mengurangi sampah yang diangkut ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhi. (Selomo et al. Pelaksanaan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga di RW 02 Kelurahan Ngagelrejo berdampak positif terhadap masyarakat terutama ibu-ibu PKK. Hal ini ditunjukkan dari antusias peserta kegiatan serta adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga. Perlu adanya pembinaan dan pengawasan dari pemerintah daerah untuk membantu mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di Kelurahan Ngagelrejo. Selain itu, dari hasil angket menunjukkan pemahaman para ibu-ibu PKK RW 02, sehingga point penting setelah penyuluhan tersebut adalah pengaplikasiannya. Tindak lanjut untuk mengetahui pengaplikasian dari penyuluhan pengelolaam sampah rumah tangga maka setelah kegiatan ini berlanjut akan tetap dilakukan monitoring kegiatan yang dilakukan ibu-ibu PKK RW 02 kelurahan Ngagelrejo, kecamatan Wonokromo. Surabaya. SIMPULAN Berdasarkan pelaksanaan kegiatan KKN-Tematik Reguler dengan menyelenggarakan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terutama Ibu-Ibu PKK RW 02 Kelurahan Ngagelrejo mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga yang benar. Dari kesimpulan tersebut, disarankan adanya tindak lanjut dari kegiatan penyuluhan ini yaitu berupa pelatihan pengolahan sampah khususnya sampah organik rumah tangga. DAFTAR PUSTAKA