Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 SELF ASSESSMENT PERAWAT TERHADAP PENERAPAN PATIENT SAFETY Jingga Melani Modok1. Klaudia Wattilah1. Letisya Cecilia Wairissal1. Ballsy C. Pangkey2. Novita Susilawati Barus3 Program Studi Keperawatan. Fakultas Keperawatan. Universitas Pelita Harapan1-3 jinggamodok50@gmail. wattilaahkelaudi4@gmail. wairissalletisya@gmail. ballsycapangkey@gmail. barus@uph. ABSTRAK Latar Belakang: Patient safety wajib diterapkan di rumah sakit untuk meminimalkan terjadinya Dalam menerapkan patient safety dibutuhkan kepatuhan dalam menerapkannya. Karena jika tidak, maka dapat menimbulkan insiden keselamatan pasien yang berdampak buruk bagi pasien. Self assessment dibutuhkan perawat untuk menilai diri sendiri mengenai penerapan patient safety disetiap pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran self assessment perawat terhadap penerapan patient safety di Indonesia. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross Populasi dari penelitian ini adalah perawat diseluruh Indonesia dengan jumlah sampel 98 Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - Mei 2025. Instrumen dari penelitian ini menggunakan kuesioner Patient Safety in Nursing Education Questionnaire (PaSNEQ). Analisia data yang digunakan yaitu analisa data univariat. Hasil: self assessment perawat terhadap penerapan patient safety berada pada kategori sangat baik yaitu pada kategori pengetahuan sebanyak 59 perawat . 1%), kategori keterampilan sebanyak 50 perawat . 0%) dan sikap sebanyak 59 perawat . 1%). Saran: Diharapkan bagi semua perawat terus melakukan self assessment mengenai patient safety untuk meningkatkan perawatan yang berkualitas bagi pasien. Kata Kunci: Patient safety. Penerapan. Perawat. Self ssessment ABSTRACT Background: Patient safety must be implemented in hospitals to minimize the occurrence of incidents. In implementing patient safety, compliance is required. Otherwise, it can lead to patient safety incidents that have a negative impact on patients. Self-assessment is needed by nurses to evaluate themselves regarding the implementation of patient safety in every health service. Objective: To determine the description of nurses' self-assessment of the implementation of patient safety in Indonesia. Method: Quantitative research design with a cross-sectional study design. The population of this study consists of nurses across Indonesia, with a sample size of 98 nurses. The study was conducted from January to May 2025. The research instrument used is the Patient Safety in Nursing Education Questionnaire (PaSNEQ). Data analysis employed univariate data analysis. Result: The results of this study indicate that nurses' self-assessment of patient safety implementation is in the Auvery goodAy category, with 59 nurses . 1%) in the knowledge category, 50 nurses . 0%) in the skill category, and 59 nurses . 1%) in the attitude category. Recommendations: It is hoped that all nurses will continue to conduct self-assessments on patient safety to improve the quality of care for patients. Keywords: Patient safety. Implementation. Nurses. Self-assessment | 94 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Indonesia, 2. Secara internasional Rumah sakit merupakan bagian dari . asien Join Commision kepada pasien, yang memiliki berbagai International (JCI) dan diterapkan mulai tenaga kesehatan. Diantaranya dokter, tanggal 11 januari 2011. Standar patient perawat, farmasi, serta tenaga medis safety ini kemudian dikembangkan oleh Setiap tenaga medis yang terlibat. Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) bertanggung jawab atas keselamatan pasien yang berstandar nasional dan diterapkan di . atient safet. (Arruum et al. , 2. setiap rumah sakit di Indonesia (Pusat Riset Patient safety menjadi isu global yang Keselamatan Pasien, 2. penting saat ini, akibat banyaknya kasus Di Indonesia secara nasional untuk kesalahan medis yang terjadi pada pasien. seluruh fasilitas kesehatan, diberlakukan Hal ini sejalan dengan kebijakan untuk Sasaran (Kementerian Keselamatan Pasien Kesehatan (SKP) Republik pemberian asuhan keperawatan (Nur A et Indonesia, 2. Sasaran keselamatan pasien dilakukan dengan landasan UU No pengkajian identifikasi dan manajemen 44 tahun 2009 tentang rumah sakit Berbagai inisiasi tenaga medis (Undang-undang bertujuan untuk mencegah, menyelesaikan 2. dan berdasarkan Peraturan Menteri insiden tidak terduga, dan mengurangi Kesehatan risiko kecelakaan selama proses pelayanan (PERMENKES RI) tahun 2017, tentang kesehatan (Dianvayani et al. , 2. keselamatan pasien. Berdasarkan ketentuan Patient Dalam upaya menjamin keselamatan Republik Republik Indonesia. Indonesia yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan tersebut, maka setiap rumah kesehatan harus mampu membangun sistem sakit wajib menerapkan standar patient yang menghasilkan proses keperawatan safety sebagai salah satu syarat dari yang lebih aman, baik bagi pasien, tenaga akreditasi rumah sakit (Peraturan Menteri medis, staf maupun keluarga pasien. Sistem Kesehatan Republik Indonesia, 2. ini ditujukan untuk mengurangi risiko dan Melihat dari data yang dikeluarkan mencegah terjadinya cedera akibat proses oleh World Health Organization (WHO) pelayanan pasien yang tidak aman, serta pada tahun 2018 menunjukkan bahwa. Republik (Kementerian Kesehatan | 95 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Melihat dari angka kematian pasien, akibat tahun 2019. Jumlah Kejadian Nyaris kelalaian penerapan patient safety di ruang Cedera rawat inap seluruh dunia berjumlah 33 juta Kejadian Tidak Cedera (KTC) sebesar per tahun atau berkisar 44. Pada 554 kasus dan kejadian tidak diharapkan wilayah Asia tahun 2014 tercatat terjadi (KTD) sebesar 2. 567 kasus sedangkan yang sebesar 4,62 % kejadian paling sering menyebabkan kematian sebanyak 243 terjadi adalah pasien terjatuh . kasus (Hernawati et al. , 2. obat-obatan, (KNC) Tenaga medis sebagai garda terdepan . ,871 kasu. dan manajemen klinis . 915 kasu. Insiden patient safety tertinggi di negara-negara Asia antara lain di China . ,18%). India . ,84%). Pakistan khususnya perawat. Badan pusat statistik . ,81%). Myanmar . ,65%) dan Indonesia (BPS), merilis jumlah perawat di seluruh . ,42%). Indonesia sebanyak 582. 023 ribu. Hal ini Di Indonesia ditemukan tertinggi menjadikan perawat sebagai tenaga medis pada provinsi DKJ . ,9%). Jawa Tengah terbanyak di seluruh Indonesia (Badan . ,9%). Yogyakarta . ,8%). Papua Pusat Statistik, 2. Perawat sebagai . ,7%). Jawa Timur . ,3%). Aceh . ,7%), bagian dari tim kesehatan, berperan aktif dan Sumatera Utara . ,3%) (Nasution et al. dalam pelaksana patient safety. Perawat Tahun 2019 Indonesia memiliki tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan 465 kasus insiden patient safety yang dan kemampuan yang terlatih terhadap terdiri dari 171 kematian, 80 cedera berat, patient safety, tetapi juga dituntut untuk 372 cedera sedang, 1. 183 cedera ringan, dan menerapkannya dengan benar. Sebagai 659 tidak ada cedera. Indonesia memiliki tenaga medis yang bersama pasien selama 877 rumah sakit yang sudah 24 jam, perawat berperan penuh untuk terakreditasi, namun hanya 12% insiden proses penyembuhan pada pasien. Salah patient safety yang dilaporkan (Toyo et al. satu peran perawat secara profesional ialah Komite Nasional sebagai advokat pasien dengan perawat Pasien (KNKP) Keselamatan membantu mencegah terjadinya insiden terkait dengan patient safety berjumlah patient safety, serta melindungi pasien dari 400 kasus, di mana 2,3% menyebabkan kemungkinan efek yang tidak diinginkan (Dinas Kesehatan, 2. Menurut Komisi Nasional Keselamatan pasien (KNKPRS) Kepatuhan | 96 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 sangat penting dalam menurunkan angka maka tujuan penelitian ini adalah untuk insiden patient safety. Pada patient safety, mengidentifikasi self assessment perawat terhadap penerapan patient safety menerapkan setiap komponen intinya yaitu Indonesia. pendidikan berkualitas untuk perawat yang METODE PENELITIAN keterampilan, dan sikap (Langari et al. Metode pada penelitian ini adalah Namun pengetahuan, keterampilan, kuantitatif, dengan desain penelitian cross- dan sikap yang sesungguhnya merupakan hasil belajar dari kesalahan baik secara individu, antar profesional, maupun kerja sampling dengan menggunakan rumus G- tim, yang bertanggung jawab untuk tidak power dengan tes Exact, model korelasi mengulanginya lagi (Langari et al. , 2. univariat normal. Test yang digunakan Saat ini belum ada metode yang akurat adalah two-tail, dengan alpha error 0,005 dan power 95 %, maka didapatkan keterampilan dan sikap perawat. Sampel pada penelitian ini sebanyak 89 responden. Selanjutnya jumlah Self assessment merupakan metode responden yang didapatkan dijumlahkan yang disarankan dalam melihat gambaran dengan margin of error 10% menjadi 98 Instrument perawat (Suartini Al Nani, 2. Self menggunakan kuesioner Patient Safety in assessment adalah sebuah proses evaluasi Nursing atau penilaian terhadap diri sendiri, baik (PaSNEQ) oleh Tella . Penelitian ini dari segi kinerja, pengetahuan dan skill, dilaksanakan pada bulan Maret - April Dengan Penelitian ini telah lulus kaji etik melakukan self assessment individu bisa dengan nomor: No. 089/KEPFON/II/2025. lebih memahami kekuatan dan kelemahan Setelah mendapatkan ijin penelitian. Education yang dimiliki sehingga dapat meningkatkan performa dan mencapai tujuan yang lebih reliabilitas di satu Rumah Sakit Swasta di Tangerang kepada 35 perawat, dengan hasil kesempatan yang berkepanjangan bagi uji validitas yaitu r hasil > 0,3338, dan hasil perawat dalam merefleksikan kembali uji realibilitas yaitu nilai Cronbach Alpha setiap tindakan yang dilakukan (Fauzi, 0,935. Setelah melakukan uji VR peneliti Berdasarkan latar belakang di atas. Self Questionnaire | 97 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 kuesioner kepada seluruh perawat di memberikan perlakuan yang sama dan Indonesia melalui media sosial (WhatsApp, menjunjung peranan responden dalam Instagram, dan Faceboo. Penelitian ini Penelitian ini menggunakan menerapkan prinsip etik yang terdiri dari teknik analisa data univariat, dimana data tiga bagian yaitu menghormati harkat dan penelitian ditampilkan dalam bentuk tabel martabat manusia (Respect for perso. frekuensi dan persentase. dengan menampilkan penjelasan penelitian dan informed concent, berbuat kebaikan HASIL PENELITIAN . dan tidak merugikan . on- Analisa Univariat Analisis univariat ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase dari karakteristik responden kepada publik melainkan menyimpannya berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat untuk kepentingan penelitian. Terakhir adalah keadilan (Justic. yaitu dalam proses gambaran self assesment perawat. data-data Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia. Jenis Kelamin. Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Bekerja Perawat di Indonesia . Karakteristik Mean Usia Jenis kelamin Perempuan Laki-laki Tingkat Pendidikan S1 Ners Pengalaman Bekerja O 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun Ou 6 tahun Total Minimum Berdasarkan Tabel 1. Maksimum Frekuensi Persentase (%) karakteristik responden berdasarkan usia | 98 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 ditemukan rata-rata usia yaitu 26 tahun, usia pendidikan ditemukan yang terbanyak termuda yaitu 21 tahun sebanyak 6 perawat adalah tingkat pendidikan S1 Ners yaitu . 1%), dan usia tertua yaitu 55 tahun sebanyak 1 perawat . %), berdasarkan jenis berdasarkan pengalaman bekerja yang kelamin ditemukan yang terbanyak berjenis terbanyak berada pada kategori usia kerja kelamin perempuan yaitu sebanyak 85 O1 tahun yaitu sebanyak 43 perawat ( 43,9%). ,7%), 7%), Tabel 2. Gambaran Self Assessment Perawat terhadap penerapan Patient Safety di Indonesia . = . Variabel Membangun . Kompetensi setelah terjadi . Kompetensi saya dalam keselamatan pasien terus pendidikan keperawatan. Saya memahami konsepkonsep utama yang terkait dengan keselamatan pasien . isalnya hampir terjadinya kejadian merugikan, dan berbagai Saya kompetensi saya mengenai keselamatan pasien. Kompetensi pasien sudah baik. Jika . asien mengalami kerugia. , saya segera merespons sesuai dengan situasinya. Jika . ejadian merugikan atau hampir terjadi kejadian merugika. , saya tahu cara keselamatan pasien. Jika Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju | 99 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Kompetensi pasien . Setelah laporan insiden keselamatan pasien dibuat, saya tahu bagaimana analisisnya dilakukan. Saya berencana untuk kompetensi keselamatan pasien saya setelah lulus. Saya memahami peran kerja tim yang efektif keselamatan pasien. Saya memastikan keselamatan . isalnya menggunakan teknik ulang kembali. ISBAR). Saya memastikan keselamatan Saya keselamatan pasien. Saya dapat mencegah insiden keselamatan pasien yang mungkin terjadi dalam situasi perawatan. Berdasarkan Tabel 2. gambaran self sangat setuju yaitu sebanyak 51 perawat . 0%), pengetahuan ditemukan yang terbanyak menyatakan sangat tidak setuju pada menyatakan sangat setuju pada pernyataan pernyataan 5 dan 7 yaitu sebanyak 5 1, yaitu sebanyak 69 perawat . 4%), 1%). Gambaran self assessment sedangkan yang terbanyak menyatakan perawat dalam kategori sikap ditemukan sangat tidak setuju pada pernyataan 1, 2, yang terbanyak menyatakan sangat setuju pada pernyataan 9 yaitu sebanyak 64 . 1%). Gambaran self assessment perawat dalam . 3%), kategori keterampilan ditemukan adanya terbanyak menyatakan sangat tidak setuju dua pernyataan terbanyak, yaitu pada pada pernyataan 9 dan 10 yaity sebanyak 6 pernyataan 5 dan 8 yang menunjukkan perawat . 1%). | 100 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 3. Mean. Median. Standar Deviasi. Nilai Minimum dan Maksimum Self Assessment Perawat terhadap Patient Safety . Standar Kompetensi Mean Median Minimum Maksimum Deviasi Pengetahuan Keterampilan Sikap Berdasarkan Tabel 3. adalah perempuan yaitu sebanyak 85 rata-rata kompetensi pengetahuan perawat perawat . 7%). Husaini dan Asriyadi 78 dengan nilai minimum 4, rata- . menyatakan bahwa profesi perawat rata keterampilan perawat 13. 35 dengan lebih diminati perempuan karena sifat nilai minimum 4, dan rata-rata sikap alaminya yang ramah, sabar, dan peduli. Menurut Rahim dan Irwansyah . perempuan dianggap lebih fleksibel dalam pelayanan keperawatan dibanding laki-laki. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Hasil penelitian menunjukkan ratarata usia perawat 26 tahun dengan usia termuda 21 tahun sebanyak 6 perawat . 1%), dan usia tertua 55 tahun sebanyak 1 perawat . %). Penelitian ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Surahmat et al. , . , dimana rata-rata responden dalam penelitiannya adalah 31,47. Usia termuda adalah 22 tahun dan usia tertuanya adalah 43 tahun. Surahmat et , . , berpendapat bahwa usia yang muda cenderung lebih mudah menerima perubahan dalam pelaksanaan patien safety. Berdasarkan kategori jenis kelamin, hasil penelitian menunjukkan mayoritas perawat Berdasarkan menunjukkan tingkat pendidikan terakhir responden adalah tingkat S1 Ners yaitu sebanyak 73 perawat . 5%). Penelitian ini sejalan dengan penelitian Laily dan Saragih terakhirnya adalah S1 Ners. Menurut Laily Saragih pendidikan berperan dalam menentukan sejauh mana perawat mampu menjalankan pedoman patient safety di ruang operasi. Berdasarkan kategori pengalaman bekerja, hasil penelitian menunjukkan sebanyak 43 perawat . ,9%) memiliki pengalaman kerja O1 tahun. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Lamohamad et al. , . | 101 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 perawat yang menjadi responden adalah <3 tahun, yaitu sebanyak 28 perawat . %). perawat dengan pengetahuan yang baik Lamohamad et al. , . berpendapat memiliki kemampuan yang baik juga dalam bahwa perawat dengan masa kerja <3 tahun menerapkan patient safety. Menurut Widyanthi et al. , . kompetensi patient safety melalui pelatihan dalam penelitiannya masih ada perawat berbasis studi kasus maupun seminar. Gambaran Self-Assessment patient safety. Hal ini disebabkan oleh Berdasarkan minimnya pelatihan yang diberikan kepada perawat mengenai patient safety, sehingga . perawat tentang patient menjadi terbatas. Selain itu, pengetahuan safety sudah baik, hal ini terlihat dari hasil yang dimiliki perawat umumnya hanya bahwa sebanyak 69 perawat . berasal dari pengalaman pribadi selama mengatakan sangat setuju pada pernyataan bekerja dan saat menjalani pendidikan di institusi pendidikan (Widyanthi et al. ditemukan perawat yang memiliki nilai Menurut Futriani dan Hawa . pengetahuan yang minimum. Menurut Amalia et al. , . dalam penelitiannya, mengenai patient safety dipengaruhi oleh diperoleh pengetahuan perawat dalam beberapa faktor, antara lain usia, status penerapan patient safety masuk dalam pernikahan, pelatihan, serta dukungan dari kategori baik sebanyak 25 responden Oleh karena itu, diperlukan . 12%). Amalia upaya peningkatan pengetahuan kepala ruangan dalam fungsi pengorganisasian, yang dapat dilakukan melalui pembentukan semakin baik juga tindakan penerapan struktur organisasi yang jelas, penyusunan patient safety pada pasien. Menurut Hady et uraian tugas, pelatihan terkait budaya , . , dalam penelitiannya diperoleh pengetahuan perawat dalam penerapan keperawatan berkelanjutan, forum diskusi patient safety masuk dalam kategori baik sebanyak 31 responden . %). Hady et al. berpendapat bahwa pengetahuan pelaksanaan budaya keselamatan pasien (Futriani dan Hawa, 2. Berdasarkan | 102 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 beberapa penelitian yang telah dipaparkan Secara keseluruhan masih ditemukan perawat yang memiliki nilai keterampilan pengetahuan menjadi salah satu indikator minimum 4 yang mengidentifikasikan bahwa ada perawat yang menjawab sangat perawat dalam menerapkan patient safety. Berdasarkan . Penelitian perawat dalam kompetensi untuk bertindak dengan penelitian yang dilakukan oleh setelah terjadi kesalahan . Amalia et al. , . yang menyatakan, meskipun mayoritas perawat sangat baik menyatakan sangat setuju pada pernyataan dalam penerapan patient safety, namun 5 dan setuju pada pernyataan 8. Hal ini masih ada perawat yang kurang baik pada sejalan dengan penelitian yang dilakukan penerapan patient safety khususnya dalam oleh Zarui et al. , . dimana responden menjelaskan tentang jenis obat, efek dalam penelitiannya berada pada kategori samping, serta melakukan identifikasi tinggi pada penerapan patient safety. Zarui terhadap obat yang didapatkan oleh pasien. et al. , . berpendapat bahwa penerapan Menurut Sriningsih dan Marlina . patient safety dapat dilakukan dengan baik penerapan patient safety yang belum disebabkan karena perawat telah menguasai teori dan keterampilan semasa pendidikan berbasis praktik. Penerapan patient safety beberapa penelitian pendukung di atas yang baik juga didukung oleh budaya peneliti berasumsi bahwa keterampilan patient safety yang di terapkan di rumah dalam penerapan patient safety berkaitan erat atau didukung oleh pengetahuan dan Wiryansyah sehari-hari. Ekami. Berdasarkan . juga sikap perawat, dimana semakin tinggi berpendapat bahwa ada faktor-faktor yang pengetahuan dan semakin baik sikap mempengaruhi penerapan patient safety perawat, maka semakin terampil perawat yaitu pengetahuan, sikap dan juga masa menerapkan patient safety. Berdasarkan pengetahuan, sikap dan juga memiliki masa menunjukkan bahwa kompetensi untuk kerja yang lebih lama berpotensi memiliki mencegah insiden keselamatan pasien keterampilan yang baik dalam menerapkan . perawat tentang patient safety sudah patient safety. sangat baik, hal ini terlihat dari hasil bahwa | 103 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 sebanyak 64 perawat . 3%) mengatakan sampel atau 74 dari 782 perawat. Temuan sangat setuju pada pernyataan pertama. Hal menunjukkan bahwa kesadaran mengenai dilakukan oleh Purba et al. di mana patient safety perlu untuk ditingkatkan, dan diperoleh hasil jumlah perawat yang terus mungkin adanya perasaan takut akan melaksanakan patient safety yaitu sebanyak 11 orang dengan kategori baik. Perawat melaporkan kepada rekan kerja ketika yang kompeten terkait patient safety dapat dinilai dari perilaku ketika memberikan mempengaruhi sikap perawat terkait patient asuhan keperawatan yaitu perawat yang Selain itu, penelitian yang dilakukan mengutamakan keselamatan pasien (Purba oleh Suganda et al. , . menunjukkan et al. , 2. Selain itu, penelitian yang sikap patient safety perawat di rumah sakit dilakukan oleh Ristania et al. , . secara keseluruhan memiliki nilai minimal 74 dan maksimal 174. Suganda et al. memiliki sikap positif dan baik dalam . menyatakan bahwa banyaknya pelaksanaan patient safety yaitu sebanyak pengalaman perawat dalam merawat pasien 50 perawat . ,6%) dan yang kurang baik dapat meningkatkan sikap patient safety dalam hal mencegah insiden yang dapat . ,4%) (Ristania et al. , 2. Tai terjadi, dan dengan tepat mengidentifikasi Secara keseluruhan masih ditemukan kemungkinan insiden keselamatan pasien yang dapat terjadi. Sehingga peneliti minimum yaitu 6 yang mengindikasikan berasumsi bahwa sikap perawat terkait bahwa terdapat perawat yang menjawab patient safety perlu ditingkatkan melalui sangat tidak setuju . untuk seluruh pelatihan dan melakukan evaluasi secara pernyataan mengenai kompetensi untuk berkala sehingga dapat mencegah insiden mencegah insiden keselamatan pasien keselamatan pasien yang tidak diinginkan. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Tai et al. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan berdasarkan empat dimensi kompetensi pembahasan, maka dapat disimpulkan patient safety yaitu pengetahuan, sistem, bahwa usia responden berada pada rata-rata sikap, dan keterampilan, skor paling rendah usia 26 dengan usia termuda 21 tahun dan adalah skor sikap yaitu 9,5% dari total usia tertua 55 tahun, dengan jenis kelamin | 104 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 terbanyak adalah perempuan. Mayoritas sangatlah diperlukan, untuk mewujudkan responden berada pada tingkat pendidikan pelayanan keperawatan yang aman dan juga terakhir terbanyak yaitu tingkat pendidikan berkualitas kepada pasien untuk itu bagi S1 Ners, dengan pengalaman bekerja O1 Pada hasil penelitian mengenai menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi secara berkala mengenai prinsip-prinsip sangat tidak setuju pada pernyataan terkait pemahaman dan kesadaran perawat dalam dengan kategori pengetahuan, keterampilan melakukan self assessment secara jujur dan maupun sikap terhadap penerapan patient tanggung jawab. Bagi peneliti selanjutnya. Hal ini mengindikasikan bahwa diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data awal untuk melihat pengetahuan, keterampilan dan juga sikap adanya faktor-faktor yang memengaruhi self assessment perawat dalam menerapkan Kemungkinan terbesar dari hal tersebut patient safety. Selain itu, diharapkan adalah kurangnya pelatihan dan sumber peneliti selanjutnya dapat memperluas penelitian ini dengan mempertimbangkan variabel-variabel SARAN mempengaruhi self assessment perawat Peningkatan bahwa masih ada perawat yang memilih perawat terhadap penerapan patient safety seperti beban kerja, tingkat stres kerja, gaya kepemimpinan kepala ruangan dan budaya keselamatan di rumah sakit. DAFTAR PUSTAKA