Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 11 No. 4 Desember 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 744 Ae 752 PENGARUH BRAND AMBASSADOR. ELECTRONIC WORD OF MOUTH . -WOM) DAN CITRA MEREK TERHADAP MINAT BELI PRODUK SUNSCREEN AZARINE Oleh : Yulianita Putri Rahma. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Stikubank (Unisban. Semarang Email : yulianitaputrirahma@mhs. Mulyo Budi Setiawan Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Stikubank (Unisban. Semarang Email : mulyobudisetiawan@gmail. Article Info Article History : Received 16 Des - 2022 Accepted 25 Des - 2022 Available Online 30 Des Ae 2022 Abstract Competition in the beauty and skincare industry today is becoming increasingly competitive. As evidenced by the many cosmetic products from local brands that have sprung up in the country. Along with the development of technology, information acquisition about a product can be obtained through experiences from other consumers in cyberspace with a wide range. This has led to a phenomenon related to the use of brand ambassadors, eWOM, and brand images used by companies as marketing efforts to encourage consumersAo buying interest. This test was conducted to test the influence of brand ambassadors, eWOM, and brand image on AzarineAos interest in buying sunscreens. The sample determination technique uses purposive sampling, a criteria for respondents aged 17 years and over. The data collection technique uses a questionnaire with the filling out of 100 respondents. Measurement of research instruments with a likert scale. Testing is carried out by testing the validity, reliability, regression and hypothesis test partially and simultaneously. The resultsof the analysis found that the variables of brand ambassador and eWOM had a positive and insignificant effect on buying interest. On the other hand, brand image variables have a significantand positive effect on buying Keyword : Brand Ambassador, eWOM. Brand Image. Buying Interest PENDAHULUAN Seiring dengan berkembangnya teknologi dan inovasi pada media sosial yang semakin maju, akses internet menjadi lebih mudah. Hanya dengan menggunakan smartphone semua masalah dapat terselesaikan, baik itu untuk kepentingan pribadi maupun pekerjaan. Melihat perkembangan di era digitalisasi sekarang ini, para pebisnis harus selalu beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan social media untuk memasarkan Adanya sosial media memudahkan konsumen dalam membeli dan memperoleh informasi seputar produk tanpa harus datang langsung ke tokonya. Aktivitas berbagi pengalaman dengan konsumen lain dan memberikan ulasan produk merupakan strategi pemasaran yang disebut dengan Word Of Mouth (WOM). Word Of Mouth merupakan suatu strategi yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk komunikasi secara tatap muka untuk mendapatkan informasi seputar Namun sekarang dengan adanya kemajuan teknologi konsumen tidak perlu bertemu secara tatap untuk mendapatkan informasi produk akan tetapi konsumen dapat memperoleh berbagai menggunakan internet karena memiliki jangkauan yang sangat luas. Seiring perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap gaya hidup masyarakat terutama pada kalangan remaja diakibatkan perubahan lingkungan, dimana para memperhatikan penampilan terutama di bidang perawatan wajah. Berdasarkan hasil survei ZAP Beauty Index, 73. 1% perempuan Indonesia menganggap cantik adalah memiliki kulit bersih, sehat, cerah dan glowing. Untuk mendapatkan kulit wajah yang bersih, cerah, sehat dan glowing tentunya membutuhkan perawatan kulit yang baik, salah satunya yaitu rutin menggunakan sunscreen. Dalam berbisnis, persaingan memang tidak dapat dihindari. Namun, ada beberapa strategi bisnis yang bisa diterapkan salah satunya adalah dengan penggunaan inovasi produk dan iklan. Salah satu alat yang digunakan oleh perusahaan untuk membangun citra produk yaitu dengan menggunakan selebriti yang tengah populer untuk menjadi brand ambassador. Azarine menggaet salah satu aktor Korea Selatan yang cukup populer yakni Lee Min Ho sebagai salah satu brand ambassador produk mereka. Dengan penggunaan bintang iklan yang sesuai dan iklan yang menarik, konsumen akan lebih mudah mengingat produk serta dapat mempengaruhi minat beli calon Brand ambassador digunakan oleh perusahaan agar bisa menaikkan citra produk di hadapan publik khususnya calon konsumen sehingga berdampak besar pada penjualan produk. Gambar 1. Data Penjualan Sunscreen Lokal 2022 Penggunaan brand ambassador dimaksudkan untuk mempengaruhi dan menarik minat konsumen dalam membeli produk. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sheila . Alda . Shandra & Nuslih . Suryadi Johan . dan Nur Achmad . menunjukkan bahwa brand ambassador berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Pemasaran viral atau yang biasa disebut dengan electronic word of mouth merupakan menciptakan efek berita dari mulut ke mulut untuk mendukung tujuan pemasaran (Kotler dan Keller, 646-648:2. Informasi positif dari mulut ke mulut jauh lebih mudah diingat sehingga menghasilkan brand image yang positif. Informasi yang diperoleh melalui media sosial dinilai lebih efektif dibandingkan komunikasi dari mulut ke mulut secara tradisional. Dengan jangkauan yang luas dan aksesibilitas yang mudah membuat eWOM menjadi strategi yang tepat bagi para pemasar untuk mempengaruhi minat beli beli konsumen terhadap produk tersebut. penelitian yang dilakukan oleh Cici . Priti . Noveni & Musthofa . Suryadi Johan . , dan Nur Achmad . menunjukkan bahwa variabel Electronic Word Of Mouth . WOM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Citra merek merupakan persepsi konsumen atas suatu merek sebagai refleksi dari asosiasi yang ada pada pemikiran konsumen (Kotler dan Keller. Konsumen akan membandingkan dan memilih produk berdasarkan citra merek yang baik karena produk dengan reputasi yang kuat membuat konsumen merasa nyaman. Penelitian ini masih menarik untuk dilakukan karena terjadi beberapa riset gap. Beberapa riset gap yang terjadi diuraikan berikut ini : menurut penelitian yang dilakukan oleh Sheila . Annung & Mega . Priti . Kusuma . , dan Alda . menunjukkan bahwa variabel citra merek berpengaruh terhadap minat beli. Berdasarkan fenomena diatas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh brand ambassador, electronic word of mouth . -WOM) dan citra merek terhadap minat beli sunscreen Azarine. untuk membeli produk (Fandy Tjiptono, 2015:. Berdasarkan beberapa definisi diatas dapat kemungkinan konsumen membeli suatu produk ataupun dapat juga berpindah ke merek lain jika manfaat yang didapatkan lebih sedikit. Menurut Sciffman dan Kanuk . terdapat beberapa indikator yang mempengaruhi minat beli, yaitu : Memiliki keinginan untuk mencari informasi tentang produk. Sumber : Compas Berdasarkan gambar 1. 1 dapat disimpulkan bahwa fenomena bisnis yang terjadi untuk merek sunscreen lokal ternama dimenangkan oleh Azarine dengan tingkat penjualan tertinggi tahun 2022 yaitu sebesar 43,3%. Sunscreen lokal Azarine yang menjadi produk skincare yang sedang viral saat ini adalah Azarine Hydrasoothe Sunscreen Gel SPF 45 . Brand ambassador adalah ikon atau identitas dimana mereka bertindak sebagai alat individualisme serta modifikasi dan komersialisasi suatu produk (Gita dan Setyorini, 2. Untuk meningkatkan atau mengembangkan suatu produk agar semakin dikenal luas oleh berbagai kalangan yaitu dengan menggunakan brand ambassador. Lee Min Ho merupakan aktor Korea Selatan yang digunakan Azarine untuk memperkenalkan KAJIAN PUSTAKA PENGEMBANGAN HIPOTESIS DAN Minat Beli Minat beli adalah seberapa besar kemungkinan konsumen membeli suatu merek dan jasa atau seberapa besar kemungkinan konsumen untuk berpindah dari satu merek ke merek lain (Kotler dan Keller, 2016:. Minat beli konsumen mencermikan hasrat dan keinginan konsumen Hal ini menggambarkan perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dan mencari informasi untuk mendukung sifat Ae sifat positif dari produk Melakukan pertimbangan untuk membeli. Menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki hasrat untuk mempertimbangkan biaya dan waktu. Biasanya konsumen mendalami tentang kelebihan produk, maka pada tahap ini konsumen akan memiliki keinginan dan hasrat untuk membeli produk Memiliki keinginan untuk mencoba. Hal ini menggambarkan perilaku seseorang yang tertarik untuk mencoba dan ingin Biasanya konsumen ingin memiliki produk setelah mengetahui informasi tentang produk maka konsumen akan tertarik untuk membeli dan memiliki produk. Memiliki rasa ingin tahu terhadap produk. Menggambarkan perilaku seorang konsumen yang memiliki minat terhadap produk sebelum menggunakan produk tersebut. Biasanya konsumen tertarik dengan produk tersebut maka pada tahap ini akan timbul rasa ketertarikan terhadap produk. Ingin memiliki produk. Menggambarkan perilaku seorang konsumen yang memiliki minat terhadap suatu barang atau Biasanya konsumen yang cenderung memiliki minat terhadap suatu produk akan bersedia untuk membeli produk tersebut. Brand Ambassador Brand ambassador adalah seseorang yang dikontrak suatu perusahaan untuk memasarkan Brand ambassador dianggap sebagai perwakilan dari suatu merek atau produk. Adanya brand ambassador dapat meningkatkan atau mengembangkan suatu produk agar semakin dikenal luas oleh masyarakat di berbagai kalangan. Brand ambassador adalah ikon budaya atau entitas dimana mereka bertindak sebagai alat pemasaran yang mewakili pencapaian individualisme kejayaan manusia serta komodifikasi dan komersialisasi suatu produk (Gita dan Setyorini. Brand ambassador adalah Aua tool used by companies to communicate and connect with the public, regarding how them actually enchances salesAy. Artinya brand ambassador merupakan instrumen yang berperan dalam melakukan komunikasi serta menjalin hubungan dengan publik menyangkut persoalan peningkatan angka penjualan (Lea Greenwood, 2013:. Berdasarkan beberapa definisi menurut para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa brand ambassador merupakan seseorang yang memiliki passion terhadap suatu merek dan digunakan oleh sebuah perusahaan untuk berkomunikasi dengan publik guna memperkenalkan dan memberikan informasi mengenai suatu merek atau produk dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan. Terdapat beberapa indikator yang digunakan dalam mengukur brand ambassador (Lea Greenwood, 2016:. antara lain : Transference, adalah ketika seorang selebritas mendukung sebuah merek yang terkait dengan profesi mereka. Congruence, adalah konsep kunci pada brand ambassador yakni memastikan bahwa ada kecocokan . antara merek dengan Kredibilitas, adalah tingkat dimana konsumen melihat suatu sumber . rand ambassado. pengalaman yang relevan dan sumber tersebut dapat dipercaya untuk memberikan informasi yang objektif dan tidak biasa. Daya tarik, adalah tampilan non fisik yang menarik dan dapat menunjang suatu produk maupun iklan. Power, adalah kharisma yang dipancarkan oleh narasumber untuk dapat mempengaruhi konsumen sehingga konsumen terpengaruh untuk membeli maupun menggunakan produk Electronic Word Of Mouth . -WOM) Pemasaran viral atau disebut juga dengan istilah electronic word of mouth . -WOM) adalah pemasaran yang menggunakan internet untuk menciptakan efek berita dari mulut ke mulut dalam mendukung usaha dan tujuan dari pemasaran itu sendiri (Kotler dan Keller, 2016:646-. Electronic word of mouth . -WOM) adalah versi internet dari periklanan mulut-ke-mulut. Electronic word of mouth . -WOM) dapat berupa website, iklan dan aplikasi online seluler, video online, blog, email, sosial media dan event marketing lainnya yang sangat menarik sehingga konsumen tertarik untuk membagikannya ke orang lain (Kotler dan Amstrong, 2018:. Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa e-WOM merupakan suatu pernyataan yang berisikan pendapat atau ulasan . secara singkat, padat dan permanen melalui fitur . penilaian yang telah disediakan, baik positif maupun negatif pada suatu produk atau layanan yang diberikan oleh konsumen setelah merasakan produk atau layanan yang telah mereka konsumsi. Electronic word of mouth . WOM) juga dinilai sangat penting karena dapat mempengaruhi citra merek dan minat beli Terdapat beberapa indikator yang dapat mendorong terjadinya Electronic word of mouth . WOM) sehingga dapat mempengaruhi minat beli Menurut Ekawati et al, . Electronic word of mouth . -WOM) dibagi menjadi 4 indikator yaitu : dapat percaya pada atribut yang diberikan perusahaan, sehingga mereka dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Keunikan Asosiasi Merek (Uniqueness Of Brand Assiciatio. Suatu merek harus memiliki keunggulan bersaing yang menjadi alasan bagi konsumen untuk memilih merek tertentu. Keunikan asosiasi merek dapat berdasarkan atribut produk, fungsi produk, atau citra yang dinikmati konsumen. HIPOTESIS Pengaruh Brand Ambassador terhadap minat beli produk sunscreen Azarine. Bagi sebuah perusahaan, penggunaan brand ambassador bertujuan untuk mempengaruhi konsumen dalam membeli produk. Dengan adanya brand ambassador dapat meningkatkan minat beli konsumen dengan pengaruh brand ambassador Hasil penelitian yang dilakukan oleh Sheila Meilana Rachmania Putri . dan Alda Alistian . Nur Achmad . Suryadi Johan . menyatakan bahwa brand ambassador berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sunscreen Azarine. H1 : Brand Ambassador berpengaruh terhadap Minat Beli Pengaruh Electronic Word Of Mouth . -WOM) terhadap minat beli produk sunscreen Azarine Electronic word of mouth mendorong orang untuk mengumpulkan informasi tentang produk dan jasa yang diinginkan, tidak hanya melalui orang yang dikenal saja tetapi juga dari orang Ae orang lain dalam lingkup besar yang sudah menggunakan produk atau jasa tersebut dan secara kolektif dapat mendorong minat beli konsumen. Electronic word of mouth yang bersifat positif mempunyai fungsi penting untuk meningkatkan minat beli dengan menciptakan citra yang menguntungkan bagi perusahaan tersebut atau bagi merek itu sendiri. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nur Achmad . Cici Elfina Fitria . Noveni & Musthofa Hadi . dan Priti Salwa Ramadhanti . menyatakan bahwa Electronic word of mouth . -WOM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sunscreen Azarine. H2 : Electronic Word Of Mouth . -WOM) berpengaruh terhadap Minat Beli. Pengaruh Citra Merek Terhadap Minat Beli Produk Sunscreen Azarine Citra merek adalah persepsi konsumen tentang sebuah merek, yang tercermin dari asosiasi merek yang dimiliki dalam memori konsumen. Citra yang baik menjadi patokan konsumen percaya terhadap produk, hal tersebut dapat membuat konsumen mempertimbangkan pembelian ulang suatu Hasil penelitian yang dilakukan oleh Platforn Assistance Indikator platform assistance yaitu upaya yang dilakukan pemasar Azarine dalam menarik konsumen untuk saling berinteraksi di media Venting Negative Feelings Dengan adanya informasi pada media sosial mengenai ketidakpuasan akan produk sunscreen Azarine dapat membantu perusahaan Azarine untuk memperbaiki kualitas produknya serta dapat juga membantu calon konsumen yang ingin membeli produk tersebut. Concern For Other Consumers Indikator concern for other consumers yaitu melalui media sosial, calon konsumen memperoleh informasi mengenai kandungan dan manfaat dari produk sunscreen Azarine yang telah dibagikan oleh pengguna sunscreen Azarine seperti daya tarik dan kepuasannya. Positive Self-Enchancement Dengan adanya informasi di media sosial mengenai kepuasan dalam menggunakan produk sunscreen Azarine, dan juga dapat membuat calon konsumen ingin membeli produk tersebut. Citra Merek (Brand Imag. Menurut American Marketing Association (AMA) merek adalah sebuah nama, simbol, istilah, tanda, atau desain yang berfungsi untuk mengidentifikasi sumber atau pembuat produk atau jasa kepada konsumen dan untuk membedakan hal tersebut dari pesaingnya (Keller, 2. Citra merek menggambarkan sifat ekstrinsik produk atau jasa, termasuk cara dimana merek berusaha memenuhi kebutuhan psikologis atau sosial pelanggan (Kotler dan Keller, 2016:. Biasanya konsumen cenderung membeli produk dengan merek yang terkenal dibandingkan produk dengan merek yang tidak terkenal. Terdapat beberapa indikator citra merek, yaitu (Kotler dan Keller, 2. Kekuatan Asosiasi Merek (Strength Of Brand Assiciatio. Tergantung pada bagaimana informasi masuk ke dalam ingatan konsumen dan bagaimana informasi tersebut bertahan sebagai bagian dari brand image. Keuntungan Asosiasi Merek (Favourability Of Brand Assiciatio. Kesuksesan sebuah proses pemasaran sering tergantung pada proses terciptanya asosiasi merek yang menguntungkan, dimana konsumen Sheila . Annung & Mega . Kusuma . dan Alda . menyatakan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli sunscreen Azarine. H3 : Citra Merek berpengaruh terhadap Minat Beli HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Tabel 1 Pengujian Validitas Variabel Penelitian Variabe Indik KM Compon Ketera (>0. Matrix (>0,. METODE PENELITIAN Obyek Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian pada seluruh konsumen potensial produk sunscreen Azarine di Kota Semarang dengan menyebar kuesioner melalui google form guna memudahkan pengambilan data untuk diteliti. Waktu penelitian dilakukan pada bulan November 2022 hingga Desember 2022. Populasi dan Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen potensial produk sunscreen Azarine di Kota Semarang. Jumlah populasi konsumen sunscreen Azarine dalam penelitian ini tidak dapat tidak terhingga. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu dengan Purposive sampling. Responden yang dipilih sebagai sampel dalam penelitian ini memiliki karakteristik : Responden yang belum pernah membeli produk sunscreen Azarine dan berminat membelinya, mengetahui informasi mengenai produk sunscreen Azarine, berusia 17 tahun keatas dan tinggal di Kota Semarang. Dalam menentukan jumlah sampel, peneliti menggunakan rumus Hair et al karena populasinya tidak dapat diketahui atau tidak terhingga. Pedoman pengukuran sampel menurut Hair et al ditentukan tergantung jumlah sampel minimal 5 kali dari jumlah indikator. Jumlah indikator yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 17 Sehingga perhitungan jumlah sampel yang digunakan adalah : Jumlah indikator x 5 x 5 = 85 responden Hasil dari perhitungan sampel diperoleh angka 85 untuk jumlah sampel minimum, tetapi peneliti memutuskan untuk membulatkan jumlah sampel Dengan demikian responden yang akan diambil sebanyak 100 responden. Brand Ambass e-WOM Citra Merek Minat Beli X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. 0,800 Valid 0,690 0,709 0,832 0,752 0,675 0,409 0,736 0,764 0,814 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 0,862 0,776 0,750 Valid Valid Valid 0,672 0,653 0,797 0,794 Valid Valid Valid Valid Berdasarkan uji validitas pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh butir pernyataan setiap variabel Brand Ambassador (X. Electronic Word Of Mouth . -WOM) (X. Citra Merek (X. , dan Minat Beli (Y) adalah valid karena memenuhi taraf signifikansi KMO > 0,5 dan loading factor . atrix componen. > 0,4. Uji Reliabilitas Tabel 2 Uji Reliabilitas Variabel Cronbac Nilai Keterang h Alpha Brand 0,803 > 0,7 Reliabel Ambassador (X. e-WOM (X. 0,511 < 0,7 Tidak Reliabel Citra Merek 0,748 > 0,7 Reliabel (X. Minat Beli (Y) 0,777 > 0,7 Reliabel taraf signifikan yang ditentukan yaitu 0,05. Jadi, variabel Electronic Word Of Mouth . -WOM) tidak signifikan terhadap minat beli. Maka dari itu. Electronic Word Of Mouth . -WOM) tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Koefisien regresi Citra Merek menunjukkan angka 6,036 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Tingkat signifikansi ini lebih rendah dibandingkan dengan taraf signifikan yang ditentukan yaitu 0,05. Hal tersebut mengindikasi bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat Yang berarti bahwa citra merek yang semakin baik akan diikuti dengan minat beli yang semakin Uji Hipotesis Uji t (Uji Hipotesi. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan pengujian secara parsial . Berdasarkan tabel diatas diperoleh hasil dari ketiga persamaan sebagai berikut : Pengujian hipotesis 1 diketahui bahwa brand ambassador diperoleh nilai t sebesar 0,355 dengan nilai signifikan 0,723 lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis menyatakan bahwa brand ambassador berpengaruh positif terhadap minat beli dan ditolak terhadap minat beli. Pengujian hipotesis 2 diketahui bahwa electronic word of mouth . -WOM) diperoleh nilai t sebesar 1,455 dengan nilai signifikan 0,149 lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis menyatakan bahwa electronic word of mouth . -WOM) berpengaruh positif terhadap minat beli dan ditolak terhadap minat beli. Pengujian hipotesis 3 diketahui bahwa citra merek diperoleh nilai t sebesar 6,036 dengan nilai signifikan 0,000 sehingga hipotesis menyatakan bahwa citra merek berpengaruh positif terhadap minat beli dan dapat diterima atau terbukti Uji f (Uji Simulta. Hasil uji F pada tabel 11 menunjukkan hasil 16,571 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari < 0,05 maka model regresi fit atau layak digunakan karena brand ambassador, electronic word of mouth . -WOM), dan citra merek secara simultan . ersama Ae sam. berpengaruh terhadap minat beli. Maka dalam uji model dinyatakan model dalam penelitian ini sudah fit, ditandai dengan F hitung lebih besar dibandingkan dengan F tabel (F hitung > F tabel, 16,571 > 2,. tingkat kesesuaian model penelitian dengan data penelitian sudah baik atau sudah fit. Koefisien Determinasi (R. Tabel 11 menunjukkan bahwa hasil koefisien determinasi sebesar 0,321 atau 32,1% yang diartikan bahwa 32,1% variasi variabel dependen yaitu minat beli pada model dapat Uji reliabilitas menunjukkan bahwa variabel brand ambassador, citra merek dan minat beli memiliki nilai cronbach alpha lebih besar dari 0,7. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel brand ambassador, citra merek dan minat beli dapat dikatakan reliabel. Sedangkan variabel electronic word of mouth . -WOM) tidak reliabel karena memiliki nilai cronbach alpha < 0,7 yaitu 0,511. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 3 Hasil Uji Regresi Linear Model Adju Uji F Uji t Keter Persa sted Si B Squa 0,32 16, 0,0 0,355 1,455 6,036 X3 e Brand 0,3 0,7 Hipote Ambas Ditola Terhad Minat Beli e1,4 0,1 Hipote WOM Terhad Ditola Minat Beli Citra 6,0 0,0 Hipote Merek Terhad Diteri Minat Beli Hasil persamaan regresi linear berganda menunjukkan bahwa Koefisien regresi Brand Ambassador menunjukkan angka 0,355 dan tingkat signifikansi sebesar 0,723. Tingkat signifikansi ini lebih tinggi dibandingkan dengan taraf signifikan yang ditentukan yaitu 0,05. Jadi, variabel brand ambassador tidak signifikan terhadap minat beli. Maka dari itu, brand ambassador tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Koefisien regresi Electronic Word Of Mouth . -WOM) menunjukkan angka 1,455 dan tingkat signifikansi sebesar 0,149. Tingkat signifikan ini lebih tinggi dibandingkan dengan diterangkan oleh variabel independen yaitu brand ambassador, e-WOM dan citra merek. Sedangkan 67,9 dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak ada dalam penelitian. PEMBAHASAN Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Minat Beli Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand ambassador berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat beli yang berarti hipotesis ditolak. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari hasil uji deskripsi variabel brand ambassador menunjukkan bahwa indikator X1. 4 dan X1. dengan angka mean 4,48. Hasil uji dari analisis regresi linear berganda pada variabel brand ambassador terhadap minat beli menunjukkan hasil regresi pada beta dengan angka 0,355 dengan tingkat signifikan 0,723 lebih tinggi dari 0,05 yang berarti bahwa variabel brand ambassador tidak signifikan terhadap minat beli. Maka dari itu, brand ambassador tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Annung & Mega . , menyatakan bahwa variabel brand ambassador tidak berpengaruh terhadap minat beli. Pengaruh Electronic Word Of Mouth . WOM) Terhadap Minat Beli Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel electronic word of mouth berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat beli yang berarti hipotesis ditolak. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari hasil uji deskripsi variabel electronic word of mouth menunjukkan bahwa indikator X2. 1 dengan angka mean 4,59. Hasil uji dari analisis regresi linear berganda pada variabel electronic word of mouth terhadap minat beli menunjukkan hasil regresi pada beta dengan angka 1,455 dengan tingkat signifikan 0,149 lebih tinggi dari 0,05 yang berarti bahwa variabel electronic word of mouth tidak signifikan terhadap minat beli. Maka dari itu, electronic word of mouth tidak berpengaruh terhadap minat beli konsumen. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adhitya . yang menyatakan bahwa variabel electronic word of mouth tidak berpengaruh terhadap minat beli. Pengaruh Citra Merek Terhadap Minat Beli Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli yang berarti hipotesis diterima. Hasil penelitian dpat dilihat dari hasil uji deskripsi citra merek menunjukkan bahwa indikator X3. 1 dan X3. 3 dengan angka mean 4,40. Hasil uji dari analisis regresi linear berganda pada variabel citra merek terhadap minat beli menunjukkan hasil regresi pada beta dengan angka 6,036 dengan tingkat signifikan 0,000 yang berarti signifikan Hasil menggambarkan bahwa semakin baik citra merek maka akan meningkatkan minat beli konsumen. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Annung & Mega . menyatakan bahwa variabel citra merek berpengaruh signifikan terhadap minat beli. KESIMPULAN Berdasarkan analisis data yang dilakukan pada bab sebelumnya mengenai pengaruh brand ambassador, electronic word of mouth . -WOM) dan citra merek terhadap minat beli sunscreen Azarine maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara brand ambassador terhadap minat beli. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun responden menilai brand ambassador sangat menarik, namun kemungkinan ada alasan lain yang menyebabkan responden belum berminat untuk membeli sunscreen Azarine. Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara e-WOM terhadap minat beli. Hal ini menunjukkan bahwa jika e-WOM ditingkatkan maka minat beli pada sunscreen Azarine akan Hasil pengujian hipotesis ketiga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara citra merek terhadap minat beli. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik citra merek produk sunscreen Azarine maka akan semakin meningkatkan minat beli konsumen. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti memberikan beberapa saran untuk penelitian yang akan datang antara lain : Pada penelitian ini sampel yang digunakan hanya terbatas di Kota Semarang dengan menggunakan metode kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Bagi peneliti selanjutnya, sampel yang digunakan bisa lebih luas dan ditambahkan dengan metode wawancara untuk memperkuat argumen. Pada penelitian selanjutnya, disarankan untuk mencari populasi yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih besar dari penelitian ini, sehingga diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih spesifik antara pengaruh brand ambassador, electronic word of mouth dan citra merek terhadap minat beli. Penelitian menambah model penelitian agar dapat mengetahui faktor Ae faktor lain yang mempengaruhi minat beli. REFERENSI