Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol 9 No 2 . Halaman 18-24 Available online at JKTM Website : http://journal. id/index. php/jktm/index JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9 No 2 Hal 18-24 Jurnal Artikel ANALISIS EFEKTIVITAS INFRASTRUKTUR BANGUNAN SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umu. DI INDONESIA MENUJU PROGRAM NZE (Net Zero Emissio. TAHUN 2060 Arnoldus Jean Cornelis1*. Amma Muliya Romadoni2 Program Studi Teknik Arsitektur. Universitas Satyagama Jakarta 2Program Studi Teknik Mesin. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta jean@Satyagama. id, 2 amma. muliya@uta45jakarta. *Corresponding author Ae Email : arnoldus. jean@Satyagama. Artkel Info - : Received : 17/9/2024. Revised : 4/10/2024 . Accepted:11/10/2024 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas teknis dan operasional Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di wilayah JABODETABEK dalam mendukung transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) tahun 2060. Melalui observasi lapangan dan studi teknis terhadap beberapa titik SPKLU yang dioperasikan oleh berbagai operator, ditemukan bahwa sistem pengisian cepat . ast chargin. mampu mengurangi waktu tunggu pengisian namun menghasilkan panas berlebih yang berdampak pada umur baterai dan menuntut sistem pendinginan yang lebih kompleks. Efisiensi pengisian energi berkisar antara 87Ae95%, dengan sistem medium charging menunjukkan efisiensi lebih tinggi dibandingkan fast charging. Hambatan teknis utama meliputi ketidaksesuaian standar konektor, ketergantungan pada jaringan PLN, keterbatasan lokasi pengisian, serta seringnya gangguan sistem. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem ganti baterai . attery swappin. , integrasi dengan smart grid dan energi terbarukan, serta penetapan standar nasional untuk sistem pengisian dan pengelolaan limbah baterai. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, industri, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem kendaraan listrik yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia. Kata kunci: SPKLU, fast charging, efisiensi energi, sistem ganti baterai, smart grid. Net Zero Emission. Abstract This study aims to analyze the technical and operational effectiveness of Public Electric Vehicle Charging Stations (SPKLU) in the JABODETABEK area in supporting the energy transition towards Net Zero Emission (NZE) by 2060. Through field observations and technical assessments of several SPKLU sites operated by various providers, it was found that fast charging systems significantly reduce vehicle downtime but generate excessive heat that affects battery lifespan and requires more complex cooling Energy charging efficiency ranges from 87% to 95%, with medium charging systems demonstrating higher efficiency than fast charging. The main technical challenges include incompatibility of connector standards, dependency on the national power grid (PLN), limited charging station locations, and frequent system malfunctions. This study recommends the implementation of battery swapping systems, integration with smart grids and renewable energy sources, and the establishment of national standards for charging systems and battery waste management. Cross-sector collaboration between the government, industry, and society is crucial to realizing an efficient and sustainable electric vehicle ecosystem in Indonesia. Keywords: SPKLU, fast charging, energy efficiency, battery swapping system, smart grid. Net Zero Emission. Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol 9 No 2 . Halaman 18-24 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) menjadi salah satu langkah strategis dalam mengurangi emisi karbon global dan mendukung transisi menuju energi bersih. Pemerintah Indonesia pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 sebagai komitmen terhadap Perjanjian Paris dan agenda pembangunan Untuk implementasi kendaraan listrik secara masif. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang andal, efisien, dan terintegrasi dengan sistem energi nasional. Secara teknis. SPKLU merupakan sistem elektro-mekanis yang berfungsi parameter tegangan dan arus tertentu ke Keberhasilan pengoperasian SPKLU bergantung pada beberapa aspek keteknikan, seperti desain sistem pengisian, efisiensi transfer energi, stabilitas suplai daya, serta kemampuan integrasi dengan jaringan smart grid dan sumber energi terbarukan. Selain itu, penyebaran infrastruktur SPKLU yang belum merata, biaya investasi yang tinggi, serta tingkat adopsi kendaraan listrik yang masih rendah menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sistem ini. Permasalahan utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas teknis dan operasional SPKLU di Indonesia dalam mendukung target NZE 2060. Evaluasi dilakukan terhadap sistem pengisian, keandalan operasional, dan potensi integrasi dengan teknologi smart Melalui pendekatan kualitatif yang dikombinasikan dengan observasi teknis, penelitian ini berupaya mengidentifikasi hambatan dan merumuskan rekomendasi strategi peningkatan kinerja SPKLU secara teknis dan sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis performa dan efektivitas infrastruktur SPKLU di Indonesia serta pengembangan sistem pengisian kendaraan listrik yang handal dan berkelanjutan. Adapun ruang lingkup studi mencakup evaluasi aspek teknis SPKLU, pemetaan permasalahan implementasi di lapangan, serta penyusunan strategi teknis untuk peningkatan efisiensi dan keandalan sistem dalam kerangka pencapaian target NZE. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan analisis teknis untuk mengevaluasi efektivitas infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia. Metode ini dipilih untuk memperoleh pemahaman komprehensif terhadap kondisi aktual SPKLU dari sisi teknis, operasional, dan kebijakan, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan potensi pengembangan sistem ke depan. 1 Pendekatan dan Desain Penelitian Penelitian dilakukan melalui tahapan Studi Literatur: Mengkaji regulasi nasional, standar teknis SPKLU, roadmap NZE 2060, serta jurnal dan publikasi ilmiah terkait teknologi pengisian kendaraan listrik dan sistem Observasi Lapangan dan wawancara Listrik: Melakukan pengamatan langsung pada beberapa SPKLU di wilayah strategis . ota besar dan jalur utam. , dengan fokus pada parameter teknis seperti kapasitas daya, jenis pengisian (AC/DC), efisiensi transfer energi, dan waktu pengisian rata-rata. 2 Teknik Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan terdiri dari: Data Primer: Hasil observasi lapangan dan wawancara teknis. Sekunder: Dokumen Data Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol 9 No 2 . Halaman 18-24 lembaga energi, standar teknis . isalnya IEC 61851 dan ISO 15. , serta publikasi ilmiah dari jurnal bereputasi. 3 Teknik Analisis Data dianalisis menggunakan metode Analisis Deskriptif Teknis: Digunakan untuk mengevaluasi aspek fungsional dan kinerja sistem SPKLU berdasarkan parameter daya input-output, waktu pengisian, dan jenis konektor. Analisis SWOT Teknis: Untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari sisi rekayasa sistem dan pengembangan infrastruktur SPKLU. 4 Batasan Penelitian Penelitian ini difokuskan pada aspek teknis dan sistemik dari SPKLU publik yang dioperasikan oleh entitas resmi (PLN dan mitra Pengisian kendaraan di rumah . ome chargin. dan aspek ekonomi secara rinci tidak menjadi fokus utama. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Tinjauan Teknis ke Lokasi SPKLU Berdasarkan pengumpulan data dari beberapa titik SPKLU yang tersebar di sekitar area JABODETABEK diambil sample SPKLU yang dioperasikan Operator ditemukan bahwa sebagian besar stasiun pengisian menggunakan sistem pengisian tipe AC . kW) dan DC fast charging . Ae100 kW). Tabel 3. 1 Data Survey Lokasi SPKLU Sumber: Data Penulis Operator Produk Lokasi Fast Gambir. SPKLU PLN Medium Jakarta Pusat Charging SPKLU Medium Lenteng PERTAMINA (GES) Charging (Solar Pane. SHELL Fast Charging Hyundai Fast Charging Electrum Medium Charging (SGB) Agung. Jakarta Selatan SPBU Shell Pluit Selatan Hyundai Pramuka MallKelapa Gading. Jakarta Utara Hasil tinjauan lokasi menunjukkan bahwa waktu pengisian sangat bergantung pada jenis konektor dan daya output dari masing-masing operator penyedia. Penggunaan fast charging secara signifikan mengurangi waktu henti . kendaraan, namun pendinginan yang lebih tinggi yang disebabkan panas tinggi yang dihasilkan Fast Charging berpengaruh signifikan terhadap umur baterai kendaraan dalam menyuplai daya ke motor penggerak kendaraan. Tabel 3. 2 Data Jenis Pengisian daya SPKLU (Sumber: KEMENESDM) Jenis Produk Fast Charging Ultra Fast Charging Medium Charging Home Charger Battery Swapping Keterangan Daya 50 kW Ae 150 kW, pengisian 30-60 menit Daya > 150 kW, pengisian 10Ae 30 menit Daya 7,4 Ae 22 kW, pengisian 2Ae 6 jam Daya 3,7 Ae 7,4 kW, untuk di Khusus motor listrik, tukar baterai cepat 2 Efisiensi Operasional dan Distribusi Infrastruktur Efisiensi sistem dihitung berdasarkan rasio energi terdistribusi terhadap energi yang disuplai dari jaringan. Rata-rata efisiensi sistem SPKLU Fast Charging berada pada kisaran 87Ae91%, sedangkan sistem Medium Charging berada pada kisaran 92Ae95%, dipengaruhi oleh faktor kehilangan panas pada konversi daya dan sistem pendinginan baterai. Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol 9 No 2 . Halaman 18-24 yang dibutuhkan untuk mengisi baterai hingga 100%, meskipun pengisian hingga 80% sudah cukup untuk sebagian besar penggunaan harian. Namun, yang menjadi permasalahan utama efisiensi operasional adalah downtime waktu tunggu pengisian Listrik ke baterai kendaraan. Gambar 3. 1 Gambar Peta Titik SPKLU seluruh Indonesia (Sumber: Peta Titik SPKLU KEMENESDM) Pemetaan SPKLU menunjukkan konsentrasi tinggi di Pulau Jawa, terutama di kota-kota besar dan rest area jalan tol utama. Tabel 3. 3 Data Durasi Pengisian Daya SPKLU Jenis Daya Tegang Tipe . Pengi Max Kendaraan 80% 100 Input 220 V Kendaraan 6Ae8 8Ae10 Lantai kW Pribadi Kendaraan 3Ae4 4Ae5 Lantai kW Pribadi 380Kendaraan 30Ae Fast Pribadi Charg meni t Ae 1 480 V Kendaraan 20Ae 30Ae Ultra Pribadi Fast meni meni 380 V Kendaraan 1Ae2 2Ae Fast Logistik Charg 800 V Kendaraan 5Ae Ultra Logistik Fast Sumber: KEMENESDM Waktu Pengisian . -80%): Mengacu pada waktu yang diperlukan untuk mengisi kapasitasnya, yang biasanya adalah rentang optimal untuk pengisian cepat. Waktu Pengisian Penuh . -100%): Waktu Hambatan Teknis Implementasi Beberapa teridentifikasi antara lain: Ketidaksesuaian standar konektor (CHAdeMO CCS. kompatibilitas kendaraan. Ketergantungan terhadap jaringan PLN tanpa sistem backup atau offgrid dari energi terbarukan fleksibilitas sistem. Durasi Pengisian Daya Bahan Bakar motor penggerak kendaraan listrik sangat tidak efisien waktu dibandingkan pengisian bahan bakar mesin penggeran ICE (Internal Combustion Engin. Keterbatasan tempat Pengisian ketidakefisiensi waktu dan lahan. Sering terjadi error sistem jaringan baik pada applikasi maupun alat pengisian daya SPKLU. Gambar 3. 2 Jenis Socket Nozzle Kendaraan Listrik Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol 9 No 2 . Halaman 18-24 Gambar 3. 3 Foto Lokasi SPKLU di Lahan Parkir 4 Hasil dan Rekomendasi sebagai limbah B3 jika sudah habis masa pakainya. Oleh karena itu penerapan sistem ganti baterai/ sewa baterai merupakan salah satu alternatif yang berkelanjutan dalam sistem kendaraan berbasis listrik. Manufaktur diwajibkan mengikuti standar regulasi pemerintah terkait ekosistem kendaraan listrik yang berlaku, sehingga pengguna dalam melakukan pengisian daya maupun perawatan kendaraannya dapat dengan mudah diketahui dengan standard prosedur yang standard. Gambar 3. 4 Ilustrasi Smart Grid Pengisian daya kendaraan Listrik Berdasarkan hasil observasi terhadap hambatan teknis dalam implementasi efisiensi SPKLU sebagai program strategis pemerintah jangka Panjang NZE 2060 dan keterkaitannya terhadap kebijakan energi, hal-hal yang menjadi konsen peneliti sebagai dasar kebijakan kedepan yang patut diperhatikan sebagai berikut: Bagi Produsen kendaraan berbasisis - Pengembangan dan riset mendalam perihal Sistem Termal dan manajemen Baterai dimana iklim diindonesia yang cenderung Panas dengan kelembapan yang sangat tinggi rentan terhadap umur baterai. Dimana pengendalian suhu operasional bahkan termasuk pada penggunaan Fast Charging di SPKLU pelepasan panas berlebih. - Keterkaitannya dengan garansi umur Perusahaan memiliki andil tanggung jawab terhadap produk yang dihasilkan dan dipasarkan, salah satunya baterai dari kendaraan listrik yang dapat berakhir Gambar 3. 5 Penerapan Swab Batterai pada Mobil Listrik di negara Cina Penerapan baterai lepas pasang sehingga era baru mendatang SPKLU dalam pengisian daya dapat lebih efisien secara waktu dan sesuai dengan regulasi pelayanan dan keamanan. Bagi Regulator kebijakan terkait ekosistem kendaraan listrik: - Perihal kebijakan konversi Energi Bahan bakar kendaraan dari bahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik lingkungan dalam hal menanggulangi ketergantungan kepada minyak bumi, pemerintah selaku pembuat regulasi selain memberikan insentif bagi pengguna kendaraan listrik. Kebijakan terkait keberlanjutan dan dampak jangka panjangnya seperti limbah baterai yang termasuk jenis B3 dan SPKLU pengisian daya. - Membuat regulasi yang memaksa Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol 9 No 2 . Halaman 18-24 produsen kendaraan listrik untuk turut bertanggung jawab atas produk yang dipasarkan, sebagai contoh penerapan sistem Ganti Baterai atau sewa baterai. Sehingga kualitas produk khususnya baterai sebagai penyimpan energi dapat terjaga dan produkyang beredar di masyarakat dapat terkontrol limbah B3nya. - Membuat regulasi standar pelayanan dan standar keselamatan SPKLU yang berlaku bagi penyedia layanan baik Pemerintah maupun Swasta. Dengan kolaborasi antara Industri Penyedia Layanan SPKLU dan Pemerintah selaku regulator kebijakan arah program Konversi Energi dari bahan bakar fossil ke energi yan terbarukan - Mendapatkan Jaminan dan kemudahan dalam mengoperasikan kendaraan dengan ditenagai listrik baik dari sisi sparepart, pengisian daya hingga limbah massa pakai lebih terstruktur dan mendapatkan kemudahan. - Dengan regulasi yang baik maka pemanfaatan insentif dan tujuan tercapainya program NZE akan terlihat progress milestone menuju pencapaian target. - Mendapatkan pengisian daya tanpa menyebabkan waktu tunggu yang lama dan lebih efisien dari penggunaan bahan bakar membutuhkan waktu 10-15 menit untuk pengisian daya, jika menerapkan sistem ganti baterai pada SPKLU maka waktu dapat dipangkas hingga 13 menit persesi penggantian, yang dimana lebih efisien pemanfaatan waktu hingga 3-5x lipat dari bahan bakar fosil dan 10x lipat lebih efisien dari penggunaan SPKLU charging dengan fast charger. Gambar 3. 6 Ilustrasi SPKLU dengan SWAB Baterai untuk kendaraan Listrik KESIMPULAN Berdasarkan danobservasi langsung terhadap beberapa titik SPKLU di wilayah JABODETABEK, dapat disimpulkan bahwa infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di Indonesia masih berada dalam tahap pengembangan awal yang memerlukan perbaikan dari sisi teknis, efisiensi operasional, serta dukungan regulasi dan integrasi sistem. Secara teknis, penggunaan sistem fast charging terbukti mampu mengurangi waktu pengisian secara signifikan, namun menimbulkan tantangan tersendiri dalam hal manajemen panas, keandalan jaringan, serta dampak terhadap umur baterai Efisiensi pengisian juga masih bervariasi tergantung pada jenis sistem pengisian, dengan sistem fast charging memiliki efisiensi sedikit lebih rendah dibanding medium charging akibat kehilangan energi dalam bentuk panas dan kebutuhan pendinginan intensif. 1 Hambatan Teknis yang dihadapi Terdapat beberapa hambatan teknis yang dihadapi, yaitu: Ketidaksesuaian standar konektor kendaraan (CHAdeMO vs CCS. Ketergantungan jaringan PLN tanpa dukungan sistem energi terbarukan. Waktu dibandingkan pengisian bahan bakar Jurnal Kajian Teknik Mesin Vol 9 No 2 . Halaman 18-24 kendaraan ICE (Internal Combustion Engin. Keterbatasan jumlah dan lokasi stasiun SPKLU. Error sistem baik dari sisi aplikasi maupun perangkat pengisian. 2 Saran Penulis terkait mendukung program strategis Pemerintah selaku Regulator menuju NZE 2060, penelitian ini merekomendasikan: Saran yang dapat diberikan terkait penelitian ini adalah: Penerapan sistem ganti baterai . attery meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi degradasi termal baterai. Integrasi sistem smart grid dan penggunaan energi terbarukan sebagai suplai SPKLU. Penetapan standar pelayanan, standar keselamatan, dan standar konektor secara nasional. Penguatan kendaraan agar bertanggung jawab atas daur ulang dan limbah B3 dari Dengan demikian, implementasi teknologi pengisian daya listrik yang adaptif dan berkelanjutan harus menjadi fokus pengembangan di masa depan dalam mendukung transisi energi nasional menuju target Net Zero Emission 2060. Rekayasa Mesin dan Energi, 12. , 78Ae86. Rahmeyer. , & Chain. Calibration and verification of cavitation testing facilities using an Retrieved http://w. Diakses pada 21 Mei 2015. White. Fluid Mechanics . rd ed. New York: McGraw-Hill. Darma. , & Permadi. Analisis Penerapan Smart Grid dalam Mendukung Infrastruktur Listrik Nasional. Jurnal Teknik Elektro dan Energi, 9. , 15-23. DAFTAR PUSTAKA