Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Penerapan Media Gambar Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas II SDN Cikuya 01 Kabupaten Bandung Esti Ayu Fatimah1*. Undang Sudan2. Muhammad Arif3 Program Studi PGSD,FKIP Universitas Terbuka Prodi Pendidikan Geografi. STKIP Pesisir Selatan *Email: estiayufatimah@gmail. Received 24/07/2023. accepted 12/08/2023. published 13/08/2023 Abstrak The low interest of students in Indonesian language lessons causes most students to be less enthusiastic about following the lessons delivered by the teacher. Improving Indonesian reading skills with media images is the teacher's effort to increase student interest. Under these conditions the teacher tries to improve learning by carrying out classroom action research. The purpose of this study was to determine the increase in reading skills using media images in class II students at SDN Cikuya 01. The results showed that in each cycle there was progress, it was proven that in the first cycle, students' interest reached 65% in learning and students who completed learning in cycle I new ( 42. 4%). In cycle II there was an increase in student interest, namely . %). While student learning outcomes are increasing with mastery learning reaching . 8%). This proves that through the media of images students can solve their own problems in reading skills in Indonesian lessons so that student learning outcomes increase. Kata Kunci: media gambar, keterampilan membaca, bahasa Indonesia Abstract The low interest of students in Indonesian language lessons causes most students to be less enthusiastic about following the lessons delivered by the teacher. Improving Indonesian reading skills with media images is the teacher's effort to increase student interest. Under these conditions the teacher tries to improve learning by carrying out classroom action research. The purpose of this study was to determine the increase in reading skills using media images in class II students at SDN Cikuya The research showed that in each cycle there was progress, it was proven that in the first cycle, students' interest reached 65% in learning and students who completed learning on the improvement of the new cycle I . 4%). In the improvement of cycle II there was an increase in interest as much as . %). While the learning outcomes of students are increasing with mastery learning reaching . 8%). This proves that through the media of images students can solve their own problems in reading skills in Indonesian lessons so that student learning outcomes increase. Keywords: media images, reading skills. Indonesia PENDAHULUAN Setiap orang berusaha untuk belajar dari berbagai sumber yang ia pelajari sendiri untuk memodifikasi perilakunya dalam hal pengetahuan, kemampuan, serta sikap dan nilai yang baik. Selain itu, istilah "belajar" dapat digunakan untuk merujuk pada setiap proses psikologis yang dilakukan setiap orang sehingga perilakunya berbeda antara sebelum dan sesudah belajar. Perubahan perilaku ini dapat disebabkan oleh wawasan dan pengalaman baru, mempelajari informasi baru dan mendapatkan pengetahuan, atau karena terlibat dalam kegiatan yang dipraktikkan. Belajar itu sendiri adalah proses mengubah kepribadian This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 61 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ seseorang, dan perubahan ini bermanifestasi sebagai peningkatan kualitas tindakan Belajar dipahami sebagai proses modifikasi perilaku yang disebabkan oleh kontak individu dengan lingkungannya. Belajar menyebabkan perubahan perilaku yang berkesinambungan, bermanfaat, positif, aktif, dan terarah. Perubahan perilaku dapat terjadi dalam berbagai keadaan, sesuai dengan penjelasan para ahli psikologi dan pendidikan. Pembelajaran merupakan suatu proses yang melibatkan tahap desain, implementasi, dan Pembelajaran mengacu pada upaya yang dilakukan untuk mendukung proses belajar siswa. Interaksi siswa dengan guru dan perangkat pembelajaran dalam suatu lingkungan belajar adalah definisi lain dari pembelajaran. Akibatnya, hubungan antara ketiga elemen ini menentukan seberapa efektif proses pembelajaran (Kusumawati & Maruti. Elemen proses belajar merupakan hal yang krusial atau penting dalam proses Mengajar adalah proses memfasilitasi kegiatan belajar, dan kegiatan mengajar hanya akan berhasil jika kegiatan belajar juga terjadi pada siswa (Febriyanti & Seruni, 2. Untuk dapat membimbing siswa dan menyediakan lingkungan belajar yang sesuai dan nyaman bagi mereka, sangat penting bagi setiap guru untuk memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang proses belajar siswa. Ada istilah lain selain belajar, yaitu pembelajaran. Meskipun pembelajaran secara umum telah terjadi dalam kehidupan sehari-hari, namun masih sedikit orang yang memahami secara utuh apa yang dimaksud dengan Dalam proses pebelajaran dituntut untuk bagaimana pembelajaran yang dilakukan dapat meingkatkan kemampuan dan keterampilan siswa. Keterampilan yang dimaksud dapat berupa kemampuan siswa dalam membaca dan menulis (Firdianti, 2. Menurut (Subandiyah, 2. Kemampuan membaca dan menulis merupakan definisi awal dari literasi, meskipun istilah ini telah berubah. Setiap siswa harus melek huruf agar dapat berhasil di sekolah dan mempelajari berbagai mata pelajaran. Bahasa Indonesia adalah sarana untuk menyampaikan ilmu pengetahuan, sejalan dengan argumen dalam Kurikulum 2013 bahwa bahasa adalah penyampai ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, kemampuan anak untuk membaca dan menulis, terutama setelah mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia, menentukan seberapa baik mereka akan berhasil di berbagai bidang Gagasan tentang literasi lebih ditekankan pada kemampuan informasi, terutama untuk kursus bahasa Indonesia. Mengumpulkan, menganalisis, dan mengomunikasikan informasi adalah beberapa kegiatan yang disebut sebagai "keterampilan informasi". Ketiga tugas ini saling berhubungan dengan membaca dan menulis, yang dilakukan sebagai bagian dari ketiga kegiatan tersebut. Peningkatan keterampilan membaca dan menulis sangat erat kaitannya dengan pembelajaran bahasa Indonesia. Dalam pelaksanaannya pembelajaran ini masih terdapat banyak kendala dan kekurangan. Hal ini terlihat dari hasil observasi awal yang peneliti lakukan. Hasil studi awal pada proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas II SDN Cukuya 01 Cicalengka mendapatkan hasil belajar belum sesuai dengan kondisi yang diinginkan, masih rendahnya minat belajar siswa hal ini terlihat dari siswa tidak fokus dalam belajar dan bermain di dalam kelas, masih banyak yang belum bisa membaca dengan baik yang sesuai dengan kalimat yaitu dari 26 siswa yang dapat membaca dengan baik dan benar hanya 16 orang siswa, sedangkan 10 orang siswa yang belum bisa membaca dengan baik sesuai tata Bahasa. Kondisi ini tentu perlu dilakukan usaha untuk peningkatan keterampilan siswa dalam membaca. Langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan keterampilan dan hasil belajar siswa melalui penerapan modelatau metode pembelajaran dan penggunaan media This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 62 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Salah satu media yang dapat digunakan dalam peningkatan kemampuan siswa adalah penerapan media gambar. Media gambar merupakan media yang tidak diproyeksikan, media ini dapat dirancang guru sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan media gambar ini lebih efektif apabila memperhatikan tingkatan anak, baik dalam besarnya gambar, detaiul, warna, dan latar belakang Yang perlu untuk ditafsirkan (Amir, 2. (Sundari, 2. Menurut Kosasih dalam (Karyati, 2. , langkah-langkah penggunaan media gambar adalah: guru menggunakan media gambar sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan siswa. Guru memperlihatkan gambar kepada siswa di depan kelas. Guru mengarahkan perhatian siswa pada gambar sambil memberikan pertanyaan kepada siswa satu persatu. Guru memberikan tugas kepada siswa. Pemanfaatan media gambar juga harus disesuaikan dengan pembelajaran atau pelajaran yang sedang dilakukan, misalnya jika kita melakukan pembelajaran IPA tentang makhluk hidup, maka media gambar yang kita gunakan berupa gambar tentang makhluk hidup kemudian jika kita meengguanakan pembelajaran bahasa indonesia kita juga harus menyesuaikan gambar tentang kata atau kalimat yang akan digunakan untuk pembelajaran. Sebelum kita menggunakan suatu media gambar kita juga harus mengetahui apa tujuan kita menggunakan media gambar tersebut, sehingga kita dapat memilih materi apa saja yang harus di berikan pada siswa untuk memudahkan kita sebagai pengajar agar tersampaikan kepada siswa dan mudah dipahami oleh siswa dalam setiap pembelajaran (Munawaroh et , 2. Media gambar memiliki kelebihan yaitu sifatnya konkrit, gambar dapat mengatasi ruang dan waktu, mengatasi keterbatasan pengamatan, memperjelas suatu masalah sehingga dapat mencegah atau membetulkan suatu permasalahan (Sadiman dalam Amir. Mengacu pada kelebihan media gambar maka dapat dimungkinkan pemanfaatan media dalam pembelajaran bahasa Indonesia akan memperoleh hasil belajar siswa yang lebih baik. Sebagai alat bantu media gambar berfungsi memperlancar proses pembelajaran sekaligus menuju tercapainya tujuan pembelajaran. Hal tersebut dilandasi dengan adanya keyakinan proses pembelajaran yang berbantukan media gambar dapat memperbaiki hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia (Amir, 2. Melihat kelebihan dan manfaat media gambar dalam pembelajaran. Maka penulis bermaksud melakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui penerapan media gambar dalam meningkatkan Keterampilan membaca pada pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas II SDN Cukuya 01 Cicalengka. Kabupaten Bandung. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode demonstrasi yaitu penggunaan media gambar dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa selas II SDN Cikuya. Kecamatan Cicalengka. Kabupaten bandung yang berjumlah 26 orang. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2023. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan observasi dan tes. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal pilihan gandData yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitafi dianalisis secara deskriptif. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 63 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pelaksanaan penelitian yang dilakukan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan penggunaan media gambar dapat diperoleh hasil pelaknaan siklus 1 dan siklus 2 sebagai berikut : Table 1. Hasil Membaca pada Siklus 1 dan Siklus 2 Hasil Membaca Siklus 1 Siklus 2 Total Lulus Tidak lulus Jumlah Bedasarkan data nilai di atas dan refleksi . , terlihat banyak siswa yang bersemangat, tapi masih ada siswa yang kurang bersemangat dan ada juga siswa yang bercanda dengan teman sebangkunya. Pada saat pembelajaran masih ada siswa kurang memahami materi dan kurang termotivasi di tandai dengan nilai latihan yang diperoleh siswa kelas II pada pembelajaran bahasa indonesia tentang keterampilan membaca dari 26 siswa terdapat 10 siswa yang tidak lulus tes membaca dan 16 orang siswa yang lulus dalam tes membaca, yang terjadi pada proses pembelajaran di kelas saya rata-rata siswa masih ada yang kesulitan dalam memahami cara membaca yang baik dan benar. Berdasarkan observasi yang di lakukan oleh supervisor 2 pada siklus 1, guru memiliki keunggulan dalam penggunaan metode pembelajaran pada saat tanya jawab guru sudah mengajukan pertanyaan kepada siswa juga guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab. Pada saat melakukan kegiatan membaca siswa diminta satu persatu membacakan cerita yang sudah di jelaskan sebelumnya serta melakukan koreksi dan Pada penggunaan media gambar, guru sudah menunjukan media gambar, dan siswa membaca sendiri media bantu gambar tersebut, serta pada penggunaan gambar, guru sudah menunjukan gambar yang sesuai dengan materi pembelajaran dan memberikan penjelasan tentang gambar, selain itu, guru juga memiliki kelemahan dalam penggunaan metode pembelajaran guru tidak memindahkan giliran pertanyaan dan bertanya hanya pada beberapa siswa saja. Berdasarkan data nilai diatas dan refleksi . , siswa terlihat bersemangat untuk mengikuti pembelajaran. Pada pembelajaran bahasa indonesia di kelas II sudah hampir semua siswa memahami materi pembelajaran, di tandai dengan nilai latihan yang diperoleh siswa kelas II pada pembelajaran bahasa indonesia tentang keterampilan membaca dari 26 Siswa sebanyak 23 siswa yang lulus dan 3 orang siswa yangtidak lulus, yang terjadi pada proses pembelajaran di kelas saya rata-rata siswa sudah cukup memahami materi pembelajaran sehingga hasil belajar siswa pun menjadi meningkat. Berdasarkan observasi yang di lakukan oleh supervisor 2 pada siklus 2, guru memiliki keunggulan dalam penggunaan metode pembelajaran pada saat tanya jawab guru sudah mengajukan pertanyaan kepada siswa juga guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab dan memindahkan giliran pertanyaan kepada semua siswa. Pada saat siswa mencoba membaca satu persatu guru mencontohkan cara membaca yang baik dan benar , dan terakhir melakukan koreksi dan penilaian. Pada penggunaan media bantu konkret, serta pada penggunaan gambar guru dan membagikan media konkret kepada This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 64 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ PEMBAHASAN Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus 1 dan 2 menggunakan media gambar, materi yang harus dipahami oleh siswa yaitu siswa mampu membaca sesuai dengan tata cara membaca yang baik dan benar, kegiatan pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus 1 terdiri dari beberapa hal, yaitu: Kegiatan Pendahuluan Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, guru terlebih dahulu mengucapkan salam, mempersiapakan siswa untuk berdoa, serta mengecek kehadiran siswa, pada pertemuan ini seluruh Siswa dapat hadir. Setelah mengecek kehadiran, guru memberikan motivasi kepada siswa serta mempersilahkan Siswa untuk duduk dengan tenang bersama teman sebangkunya. Setelah duduk tenang guru mempersilahkan siswa mengeluarkan alat tulis. Selanjutnya, guru melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran . ipimpin oleh sisw. , memeriksa kehadiran siswa menyiapkan fisik dan psikis siswa dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Kegiatan selanjutnya adalah apersepsi yakni mengaitkan materi kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman siswa dengan materi kegiatan sebelumnya: keterampilan membaca, dilanjutkan dengan mengingatkan kembali materi pembelajaran dengan bertanya dan mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan Pada kegiatan selanjutnya yakni memotivasi siswa dengan memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari, selain itu apabila materi ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka siswa diharapkan dapat: menguasai tatacara membaca dengan baik dan benar, pada kegatan terakhir pada pendahuluan yaitu menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung dan yang terakhir yaitu siswa membaca cerita yang sudah disediakan. Kegiatan Inti Sebelum kegiatan inti di mulai, guru memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas, menyebutkan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai,memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung serta menjelaskan skenario pembelajaran dengan menjelaskan langkah- langkah membaca dengan media gambar, serta menjelaskan tatacara membaca dengan baik dan benar. Adapun tahapan adalam kegiatan inti yaitu sebagai berikut: siswa mengamati gambar dan bacaan (Orientasi siswa kepada masala. dan menyimak penjelasan dari guru tentang tatacara membaca yang baik dan benar. Menanya (Mengorganisasikan Sisw. , pada kegiatan ini guru memberikan kesempatan pada setiap kelompok untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya : mengajukan pertanyaan dengan santun tentang: Cara membaca yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati . imulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipoteti. untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 65 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ Mengumpulkan informasi (Membimbing penyelidikan kelompo. Pada kegiatan ini setiap kelompok mengumpulkan informasi yang relevan untu menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan: mengamati obyek/kejadian, membaca sumber lain selain buku teks mengumpulkan informasi, mengumpulkan data/informasi melalui diskusi kelompok atau kegiatan lain guna menemukan solusi masalah terkait materi pokok. Selanjutnya guru meminta siswa untuk memberikan tanggapan atau pendapatnya mengenai gambar yang disediakan oleh guru atau yang terdapat pada buku teks serta meminta siswa untuk membaca kembali. Mengasosiasikan (Menganalisa & mengevaluasi proses pemecahan masala. , pada kegiatan ini setiap kelompok menganalisa masukan, tanggapan dan koreksi dari guru terkait pembelajaran seperti: mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja, siswa diminta satu persatu untuk membacakan cerita tersebut. Mengkomunikasikan (Mengembangkan dan menyajikan hasi. , pada kegiatan ini setiap siswa untuk: menyampaikan hasil bacaan berupa hasil analisis secara lisan, mengungkapkan pendapat dengan sopan, menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa: tatacara membaca yang baik dan bebar pada keterampilan membaca, membacakan yang terdapat pada buku pegangan siswa yang telah disediakan. Selain ini Siswa bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau Guru melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa. Kegiatan Akhir Pada tahap ini, guru mengarahkan siswa untuk dapat menyimpulkan bersama-sama. dibimbing untuk dapat menyimpulkan Kemudian guru menyampaikan informasi kepada siswa bahwa pertemuan selanjutnya masih akan belajar terkait keterampilan membaca. erakhir siswa bersiap-siap untuk pulang dengan merapikan tempat duduknya dan guru menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama-sama dipimpin oleh ketua kelas. Dari hasil yang didapat dari data kuantitatif pada tabel 1 terlihat bahwa total tes 1 . es sebelum menggunakan media gamba. adalah 16 siswa yang lulus dan 10 siswa yang tidak lulus,. Setelah menggunakan media gambar kemudian diberikan tes kembali, yakni tes 2 mendapat total 23 siswa yang lulus dan 3 orang siswa yang belum lulus sehingga mengalami peningkatan. Hal inimenunjukkan bahwa dengan adanya media gambar dapat meningkatkan hasil prestasi anak didik. KESIMPULAN Penggunaan media gambar dapat meningkatkan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SDN Cikuya 01 Kabupaten Bandung dan dapat meningkatkan prestasi serta kualitas belajar siswa. Hasil pada siklus I diperoleh hasil minat siswa mencapai 65 % dalam pembelajaran dan siswa yang tuntas belajar 42,4%. Pada siklus II terjadi peningkatan minat siswa yaitu 77% dan hasil belajar siswa semakin meningkat dengan ketuntasan belajar mencapai 89,8%. Hal ini membuktikan bahwa melalui media gambar siswa dapat memecahkan permasalahan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 66 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 60041/jap. ISSN 2985Ae8623 /Print/ ISSN 2985Ae7902 /Online/ sendiri dalam keterampilan membaca pelajaran bahasa Indonesia sehingga hasil belajar siswa meningkat. DAFTAR PUSTAKA