Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 ANALISIS. KEMAMPUAN. PEMECAHAN. MASALAH BERDASARKAN. LANGKAH. POLYA PADA. MATERI PROGRAM. LINEAR. KELAS X SMK BINA KUSUMA Riyan Arianto1. Eko Fery H2,Yumi Sarassanti3 1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, 2Dosen Pendidikan Fisika, 3Dosen Pendidikan Matematika 1 2 Pendidikan Matematika, 3Pendidikan Fisika. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Melawi antel@yahoo. com1, feryryadi06@yahoo. com2, yumisarassanti@yahoo. Corresponding author: riyan. antel@yahoo. ABSTRAK Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas X Akuntansi SMK Bina Kusuma Nanga Pinoh pada materi program linear. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan alat pengumpul data berupa tes, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi yang berjumlah 16 siswa. Objek penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar berupa soal essai dan lembar wawancara terkait kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukan kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan langkah polya pada materi program linear kelas X SMK Bina Kusuma tergolong ke dalam kriteria cukup dengan persentase rata-rata sebesar 57% dan indikator langkah polya yang paling dominan adalah indikator merencanakan penyelesaian dengan perolehan sebanyak 86,64%. Kata Kunci : Kemampuan Pemecahan Masalah. Program Linear Abstract : This study aims to describe the problem solving abilities of class X Accounting students at SMK Bina Kusuma Nanga Pinoh on linear programming material. This research is a qualitative descriptive study with data collection tools in the form of tests, interviews and The subjects in this study were students of class X Accounting, totaling 16 The object of this research is the students' problem solving ability. The instrument used is a sheet in the form of essay questions and interview sheets related to problem solving The results showed that students' problem solving abilities based on polya steps on linear program material for class X SMK Bina Kusuma belonged to the sufficient criteria with an average percentage of 57% and the most dominant indicator of polya steps was the indicator planning completion with the acquisition of 86. Keywords: Problem Solving Ability. Linear Program Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 PENDAHULUAN Menurut Ana. S dan Abdul Haris Rosyidi. H . Pemecahan masalah yaitu sebuah usaha seseorang untuk memenuhi atau hambatan ketika satu jawaban belum jelas. Ketika individu memecahkan masalah ia bukan hanya belajar mengaplikasikan bermacam-macam pemahaman dan pedoman, tapi serta pengetahuan dan pedoman yang tepat, juga mengendalikan jalan akalnya (Anwar. S dan Amin. M, 2. dapat diartikan kemampuan pemecahan masalah yakni tindakan seseorang dalam mengetahui penyelesaian bermula kesulitan yang jawabannya belum tampak jelas dengan menggunakan proses berpikir yang ter arah. Salah satu materi yang cocok hendak masalah siswa ialah program linear. Kemampuan menjadi suatu yang bermakna diajarkan kepada siswa karena bisa memecahkan permasalahan sehari-hari, salah satu cara melatih kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematis ialah langkah polya . inik, dkk. Langkah pemecahan menurut teori polya adalah pertama memahami masalah, merencanakan penyelasaian masalah, ketiga melaksanakan rencana penyelesaian, dan keempat memeriksa kembali hasil (Baiduri. Langkah menurut polya dapat dijadikan alternative untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa. Dari uraian diatas tujuan peneliti ini untuk mencari tahu bagaimana kemampuan pemecahan masalah berdasarkan langkah polya pada materi program linear kelas X SMK Bina Kusuma. METODE PENELITIAN Metode peniliti yaitu metode kualitatif. Pendekatan penelitian ialah pendekatan Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tempat pelaksanaan penelitian adalah SMK Bina Kusuma Nanga Pinoh kelas X Akuntasi semester genap tahun ajaran 2021. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Akuntansi dan Objek dalamApenelitian adalah kemampuan pemecahan masalah Penelitian ini menggunakan instrumen berupa lembar soal kemampuan pemecahan masalah berbentuk essay pada materi program linear dan lembar wawancara terkait kemampuan pemecahan masalah berdasarkan langkah polya. Dalam pengumpulan data yaitu menggunakan tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data adalah statistik deskriptif. Teknik analisis data yaitu teknik analisis menurut Miles dan Hubberman (Sugiyono. Miles dan Hubberman mengurutkan investigasi informasi dalam pemeriksaan subjektif menjadi tiga yaitu reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penarikan kemampuan pemecahan masalah siswa akan disajikan persentase kemampuan pemecahan masalah pada materi program linear di kelas X Akuntansi pada setiap indikator kemampuan pemecahan masalah berdasarkan langkah polya. Selanjutnya akan di deskripsikan pada kelas yang dilakukan Peneliti menuliskan hal-hal yang peneliti temukan akan disimpulkan selama proses analisis data. Konsekuensi daril tes kemampuan pemecahan masalah siswa dirinci mengingat aturan penilaian yang telah Selain itu tingkat khas dari setiap fase penyempurnaan tes kapasitas kemampuan pemecahan masalah ditentukan dengan menggunakan rumus persentase sebagai Persentase skor tahapan per indikator Penilaian bertujuan mengetahui jawaban perindikator dan perorang ycycnycycyca ycycnycaycy ycnycuyccycnycoycaycycuyc Nilai = ycIycoycuyc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa y 100 ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco Persentase keseluruhan indikator per siswa Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dari seluruh tahapan indikator siswa yccycnycyyceycycuycoyceEa ycycnycycyca Nilai = ycIycoycuyc ycycaycuyci y . ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycayco Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 Selain itu, tipikal level setiap fase kulminasi tes kemampuan pemecahan masalah akan diurutkan menjadi lima kelas, yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang, seperti pada table kriteria kemampuan pemecahan masalah berikut : Nilai Kriteria 85,00 Ae 100 Sangat. 70,00 - 84,99 Baik 55,00 - 69,99 Cukup 40,00 - 54,99 Kurang 0 - 39,9 Sangat Kurang Sumber: Mawwadah. S, dan Anisah. H . Persentase Kelas Menurut Hikmah . Rumus persentase rata-rata seluruh siswa menggunakan rumus sebagai berikut : A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 Kurang Baik Cukup Cukup Baik Baik Baik Cukup Sangat Kurang Sangat Kurang Siswa dengan kriteria baik sebesar 37,5%, siswa dengan kriteria cukup sebesar 25%, siswa dengan kriteria kurang sebesar 18,75%. Siswa dengan kriteria sangat kurang sebesar 18,75%, dan nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa sebesar 57% dengan kriteria cukup. Hasil gambar kemampuan pemecahan masalah siswa ditampilkan pada gambar berikut: ycycoycuyc ycycnycycyca Nilai = yaycycoycoycaEa ycycycoycoycaEa ycycnycycyca HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi program linear kelas X SMK Bina Kusuma Nanga Pinoh. Uji kemampuan pemecahan masalah siswa dilaksanakan pada 12 April sampai 13 April Subjek uji coba berjumlah 16 orang siswa, dengan alat pengumpul data berupa 3 butir soal dan wawancara terstruktur. Setiap butir soal dan wawancara yang diberikan telah memuat empat langkah dan indikator kemampuan pemecahan masalah. Hasil tes matematika disajikan pada table berikut: Kode Nilai Siswa Kriteria Baik Baik Kurang Kurang Cukup Sangat Kurang Setelah menghitung hasil kemampuan uji pemecahan matematis siswa, selanjutnya hasil tersebut dianalisis perindikator yang meliputi empat langkah indikator. Sajian hasil kemampuan pemecahan masalah setiap indikatornya sebagai berikut: Memahami. Secara keseluruhan untuk indikator memahami masalah diperoleh skor 59,02% dengan kriteria cukup. Merencanakan pemecahan masalah Secara keseluruhan untuk indikator merencanakan penyelesaian diperoleh skor 86,64% dengan kriteria sangat baik. Melaksanakan rencana penyelesaian Secara keseluruhan untuk indikator melaksanakan rencana diperoleh skor 39,58% dengan kriteria sangat kurang. Memeriksa kembali hasil Secara keseluruhan untuk indikator memeriksa kembali hasil skor 61,45% dengan kriteria cukup. Hasil kemampuan pemecahan masalah tiap indikatornya ditampilkan pada gambar Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 Setelah dilaksanakan uji kemampuan pemecahan masalah, selanjutnya dilakukan wawancara yang telah disusun. Wawancara dilakukan terhadap siswa dengan kriteria baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. PEMBAHASAN Tes dilakukan pada tanggal 12 April 2021, terkait kemampuan pemecahan masalah matematis. Tes yang dibuat memuat empat langkah menurut polya memeriksa kembali hasil. Peserta tes matematika terdiri atas 16 siswa kelas X SMK Bina Kusuma. Proses pemecahan masalah. ialah kemampuan penting yang harus Perlunya kemampuan pemecahan masalah tampak dalam artikulasi yang ditunjukkan oleh Branca . alam Shovia dan Ekasatya, 2. mengatakan pemecahan masalah matematis adalah suatu rencana penting selama edukasi matematika bahkan cara paling umum untuk menangani masalah matematis adalah inti dari matematika. Kemampuan itu tidak secara alami berkembang setiap anak, itu membutuhkan suatu tindakan untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Hasil dikelompokkan menjadi beberapa kriteria pemecahan masalah berlandaskan hasil analisis data kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi program linear. Ulasan tentang analisis akan diuraikan berdasarkan kriteria: Kemampuan Pemecahan Masalah pada Kriteria Baik Kemampuan pemecahan masalah siswa bila dibandingkan antara lembar jawaban subjek dan wawancara lalu dideskripsikan: . Pada tahap pertanyaan pemahaman, subjek dapat memilih pertanyaan pemahaman, yang dapat dilihat dari lembar jawaban subjek, yang meliputi saran untuk menanyakan apa kemampuan pemecahan masalah lembar jawaban tes di mana subjek dapat memahami pertanyaan dalam kalimat mereka sendiri. Tahap merencanakan penyelesaian subjek pokok soal menggambarkan hubungan antara yang diketahui dan yang ditanyakan dapat menggambarkan tabel dari soal cerita, langkah-langkah menangani isu sesuai dengan indikasi isu, menentukan cara yang akan digunakan, mencari sub-target dan mengurutkan data yang terdapat pada isu, dan dapat menyederhanakan isu dengan cara menentukan langkah penyelesaian yaitu menggunakan persamaan linear namun terdapat beberapa kekeliruan dalam perhitungan hal itu terlihat pada lembar tes kemampuan pemecahan masalah subjek dan subjek telah mengerjakannya sesuai dengan urutan . Pada tahap melaksanakan penyelesaian, subjek dapat melaksanakan rencana dengan benar sesuai dengan langkah-langkah yang telah disusun sebelumnya, subjek memulainya dengan menentukan nilai x dan y agar dapat membuat grafik dan menentukan titik potong antara garis 1 dan garis 2. Ini menunjukan siswa tersebut dapat dengan baik menyelesaikan tahap menyelesaikan . Pada tahap memeriksa hasil kembali terdapat kekeliruan dalam menafsirkan hasil uji titik pojok sehingga menafsirkan hasil yang tidak tepat. Kemampuan Pemecahan Masalah pada Kriteria Cukup Setelah dilakukan analisis pada Subjek yang mewakili kriteria cukup kemampuan pemecahan masalah siswa Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 pada kriteria AucukupAy: . Tahap melanjutkan ketahap penyelesaian. Namun memahami masalah subjek memiliki terdapat kekeliruan sedikit pada tanda. pilihan untuk memahami masalah dilihat Subjek belum bisa menyelesaikan masalah dari lembar jawaban subjek yang sesuai rangkaian informasi. Pada tahap menyusun apa yang diketahui tetapi tidak melakukan rencana penyelesaian, subjek mencatat apa yang ditanyakan pada menyelesaikan pengaturan tetapi tidak lembar jawab, dan subjek dapat sesuai dengan perkiraan dan subjek tidak memahami masalah dalam kalimatnya dapat melakukan pengaturan secara akurat . Tahap merencanakan sesuai dengan cara yang telah diatur penyelesaian subjek dapat membentuk sebelumnya, subjek melakukan beberapa rencana pemecahan masalah yang kesalahan dalam perhitungan seperti yang ditampilkan pada lembar jawaban soal. mendorong penyusunan yang tepat dan Pada tahap memeriksa kembali, subjek tidak dapat menafsirkan hasil secara tepat. Kemampuan Pemecahan Masalah pada digunakan memilah data dalam masalah Kriteria Sangat Kurang dan dapat memperbaikinya masalah Setelah menyelidiki dan melihat dengan memutuskan langkah-langkah tanggapan dan pertemuan subjek, mereka hasil untuk memastikan berapa banyak digambarkan untuk standar AuSangat uang dengan menggunakan persamaan. kurangAy bahwa: . Tahap memahami . Pada tahap melakukan rencana, masalah subjek dapat menyebutkan apa subjek bisa menyelesaikan sistem yang yang diketahui didalam soal namun subjek benar dan dapat membuat respon yang keliru dalam menulis apa yang ditanyakan. benar namun salah dalam perhitungan . Pada dan subjek dapat melakukan pengaturan penyelesaian subjek dapat menuliskan secara akurat sesuai dengan cara yang model matematika namun sedikit keliru telah diatur sebelumnya, namun subjek yaitu dalam penulisan tanda. Ketika membuat beberapa kesalahan dalam subjek ditanya subjek kebingungan dalam estimasi seperti yang ditampilkan pada menjelaskan rencana penyelesaian subjek lembar kerja subjek. Tahap belum mampu menjelaskan dengan sesuai lembar jawaban yang ia kerjakan. Subjek menafsirkan hasil tetapi tidak dapat belum bisa menafsirkan kesulitan dalam menafsirkan hasil secara tepat. kalimat matematika. Pada indikator Kemampuan Pemecahan Masalah pada Kriteria Kurang subjek menyelesaikan susunan tetapi tidak Pada memeriksa lembar jawaban tepat dalam perhitungan dan subjek tidak dapat mengerjakan susunan dengan tepat dideskripsikan untuk kategori AukurangAy: sesuai dengan cara yang telah diatur, . Tahap memahami masalah subjek subjek melakukan kesalahan dalam mampu memahami masalah, hal ini perhitungan seperti yang tertera pada terlihat dari lembar pekerjaan subjek lembar jawaban. Tahap memeriksa yang mencatat apa yang diketahui, kembali hasil subjek tidak dapat namun tidak mencatat apa yang menafsirkan hasil secara tepat. ditanyakan pada lembar jawaban tes dan dapat memahami masalah dalam SIMPULAN. DAN. SARAN kalimatnya sendiri. Pada tahap merencanakan penyelesaian subjek dapat Simpulan Hasil penelitian disimpulkan bahwa membuat model matematika dari apa kemampuan pemecahan masalah siswa yang diketahui dari soal. Hal ini berdasarkan langkah polya pada materi menunjukan subjek menyusun rencana program linear di SMK Bina Kusuma tergolong ke dalam kriteria cukup dengan Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 2 . Juni 2022 jumlah persentase rata-rata sebesar 57%, dengan indikator pertama siswa dapat memahami masalah beserta mengidentifikasi unsur-unsur yang diketahui dan ditanyakan sebanyak 59,09%, pada indikator kedua memecahkan masalah dengan membuat model matematika dan memilih suatu strategi untuk menyelesaikan masalah yang diberikan sebanyak 86,64%, pada indikator ketiga siswa mampu menyelesaikan dengan strategi yang ia gunakan dengan hasil yang benar sebanyak 39,58%, dan pada indikator keempat siswa dapat memeriksa kebenaran hasil jawaban dengan membuat kesimpulan sebanyak 61,45%. Mawaddah. S, dan Anisah. AuKemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Generatife (Generative Learnin. Di SMPAy. Jurnal Matematika. Vol. , hal: 170. Ninik, dkk. Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Untuk Setiap Tahap Model Polya Dari Siswa SMK Ibu Pakusari Jurusan Multimedia Pada Pokok Bahasan Program Linier. Kadikma. Vol. , hal: 62. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, hal : 8Ae9. Shovia dan Ekasatya. Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Ditinjau Melalui Model Pembelajaran SAVI dan Konvensional. Jurnal Pendidikan. Vol. ISSN: 2460 1470 Saran Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan, maka peneliti menyarankan bagi peneliti selanjutnya sebagai berikut : Memecahkan masalah dengan langkah atau tahapan sejenisnya. Memecahkan pendekatan/model/metode pembelajaran. DAFTAR PUSTAKA