Journal Health and Nutritions Vol.8, No.1, Hal 7-10 Maret 2022 p - ISSN (Cetak) : 2407-8484 e - ISSN (Online): 2549-7618 GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI ORANG TUA DAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK SEKOLAH DASAR Fendri Ismail*, M.Anas Anasiru, Rahma Labatjo, Sofyawati D. Talibo Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia *email: fendriismail@gmail.com ABSTRACT Nutrition knowledge is knowledge about the role of nutrition, nutrients, sources of nutriens in food, foods that are safe to eat so it does not cause disease, and how to process food properly so that nutrients in food are not lost and how to live a healthy life. Besides, stunting is the impact of various factors such as low birth weight, inappropriate stimulation and parenting, inadequate nutrients intake, recurrent infection, and other assorted environmental factors. The research aims to discover the overview of parental nutrition knowledge and stunting incidents in school children in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango Distirict. The research method applies a descriptive survey, namely a survey conducted to describe the variable examined. The population in this research is the whole elementary school stundents in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District, Which is amounted to 147 students, while the samples taken are 34 students. The independent variable are parental nutrition knowledge and stunting incidents in school children in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District. Finding discloses that parental knowledge with a good category is 85% and less good category is 15,0%. Whereas the stunting incident status in school children in Pauwo Village, Kabila Subdsitrict, Bone Bolango district indicates that a child (5,0%) is stunting, 30 children (80%) are normal, and three children (15%) are tall. In conclusion, parental nutrition knowledge is mostly in the good category and stunting incidents in elementary school students in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District is 5%. Keywords: stunting; parental knowledge; elementary school children ABSTRAK Pengetahuan gizi merupakan pengetahuan tentang peranan dan zat gizi, sumber- sumber zat gizi pada makanan, makanan yang aman untuk dimakan sehingga tidak menimbulkan penyakit dan cara mengolah makanan yang baik agar zat gizi dalam makanan tidak hilang, serta bagaimana cara hidup sehat. Stunting merupakan dampak dari berbagai faktor seperti berat badan lahir rendah, stimulasi dan pengasuhan anak yang kurang tepat, asupan nutrisi kurang dan infeksi yang berulang, serta berbagai faktor lingkungan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Pengetahuan gizi orang tua dan terjadinya stunting pada anak sekolah dasar Di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi yaitu seluruh siswa di sekolah dasar Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango yang berjumlah 147 siswa, sampel yang diambil yaitu berjumlah 34 orang. Variabel mandiri yaitu gambaran Pengetahuan gizi orang tua dan terjadinya stunting pada anak sekolah dasar di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone bolango. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dengan kategori baik (85,0%) dan kategori kurang baik (15,0%), Status kejadian stunting anak sekolah dasar Di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango bahwa sebanyak 1 orang (5,0%) memiliki status gizi pendek, sedangkan yang normal 30 orang (80,0%) dan 3 orang (15,0%) tinggi. Kata Kunci: stunting; pengetahuan orang tua; anak sekolah dasar PENDAHULUAN World Health Organisation (WHO) telah menargetkan akan menurunkan angka stunting sebesar 40% pada tahun 2025 atau sekitar 70 juta anak yang diselamatkan dari stunting. Tahun 2017 22,2% atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Lebih dari setengah balita stunting di dunia berasal dari Asia (55%), sedangkan lebih dari sepertiganya (39%) tinggal di Afrika. Dari 83,6 juta balita stunting di Asia, proporsi 7 Journal Health and Nutritions Vol.8, No.1, Hal 7-10 Maret 2022 p - ISSN (Cetak) : 2407-8484 e - ISSN (Online): 2549-7618 terbanyak berasal dari dari Asia Selatan (58,7%) dan proporsi paling sedikit di Asia Tengah (0,9%) (Kemenkes RI, 2018). Menurut Nuryati (2009) gagal tumbuh yang terjadi akibat kurang gizi pada masa-masa balita akan berakibat buruk pada kehidupan berikutnya yang sulit diperbaiki. Menurut UNICEF, anak yang menderita stunting berat mempunyai rata-rata IQ 11 point lebih rendah dibandingkan rata-rata anak-anak yang tidak stunting. Masalah ini sering terjadi di negara berkembang. Tingkat pengetahuan orang tua tentang gizi sangat berpengaruh terhadap perilaku dan sikap dalam memilih makanan untuk anaknya. Keadaan gizi yang baik akan menentukan tingginya angka presentase status gizi secara nasional. Ketidaktahuan tentang makanan yang mempunyai gizi baik akan menyebabkan pemilihan makanan yang salah dan rendahnya gizi yang terkandung dalam makanan tersebut dan akan menyebabkan status gizi anak tersebut menjadi buruk dan kurang (Maulana, 2012). Pengetahuan gizi orang tua membantu memperbaiki status gizi anak untuk mencapai kemetangan pertumbuhan anak stunting mudah timbul masalah kesehatan fisik maupun psikis. Oleh karena itu, tidak semua anak dapat bertumbuh dan berkembang sesuai denga usianya, ada anak yang mengalami hambatan dan kelainan (Gibney dkk,2009). Kesehatan seorang anak yang mencakup kesehatan badan, rohani dan sosial, bukan hanya berkaitan dengan penyakit dan kelemahan, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan fisik, intelektual dan emosional (Widanti, 2017). Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang dapat mengindikasikan adanya gangguan pada organ – organ tubuh. Salah satu organ yang paling cepat mengalami kerusakan pada kondisi gangguan gizi ialah otak. Otak merupakan pusat syaraf yang sangat berkaitan dengan respon anak untuk melihat, mendengar, berpikir, serta melakukan gerakan, Stunting pada anak dapat berakibat fatal tehadap produktivitasnya di masa dewasa. Stunting merupakan dampak dari berbagai faktor seperti berat badan lahir rendah, stimulasi dan pengasuhan anak yang kurang tepat, asupan nutrisi kurang dan infeksi yang berulang, serta berbagai faktor lingkungan lainnya. Faktor sebelum kelahiran seperti gizi ibu selama kehamilan dan faktor setelah kelahiran seperti asupan gizi anak saat masa pertumbuhan, sosial ekonomi, ASI eksklusif, penyakit infeksi, pelayanan kesehatan dan berbagai faktor lainnya yang berkolaborasi pada level dan tingkat tertentu sehingga pada akhirnya menyebabkan kegagalan pertumbuhan linear (Safira, 2019). Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang pengetahuan gizi orang tua dan terjadi stunting pada anak sekolah dasar di kelurahan pauwo kecamatan kabila kabupaten bone bolango. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei deskriptif yaitu utntuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi orang tua dan kejadian stunting pada anak Sekolah Dasar Di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April –Mei 2021 Di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Variable penelitian meliputi pengetahuan orang tua dan kejadian stunting. Pengetahuan orang tua merupakan segala sesuatu tentang gizi yang diketahui oleh orang tua yang meliputi pengertian status gizi, penyebab masalah gizi kurang dan dampak masalah gizi kurang, dikategorikan menjadi pengetahuan kategori baik jika skor jawaban responden ≥ 60% dan pengetahuan kategori kurang jika skor jawaban reponden < 60%. Kejadian stunting merupakan hasil pengukuran status gizi dengan indicator tinggi anak sekolah menurut umur (TB/U) kurang dari -2 SD sehingga lebih pendek dari tinggi anak seusianya, dikategorikan menjadi < -3 SD sangat pendek, - 8 Journal Health and Nutritions Vol.8, No.1, Hal 7-10 Maret 2022 p - ISSN (Cetak) : 2407-8484 e - ISSN (Online): 2549-7618 3 SD sampai dengan <-2 SD pendek, -2 sampai dengan 2 SD normal dan > 2 SD kategori tinggi. Data antropometri diolah secara manual dengan menggunakan tabel Z-score, dari data Z-score akan diklasifikasikan status gizi dengan membandingkan buku WHO-Antro 2007 berdasarkan indeks TB/U. Data pengetahuan anak diolah dengan menggunakan komputer. Pengolahan data secara keseluruhan dilakukan dengan menggunakan tahapantahapan proses yang dimulai secara editing, coding, data entry, cleaning data, tabulasi data. Data pengetahuan ibu yang telah diolah kemudian dianalisis untuk menentukan skor nilai jawaban yang benar. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian didapatkan distribusi sampel berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa responden perempuan lebih banyak yaitu 82,4% dibanding responden laki-laki yang dengan persentasi 17,6%. Jumlah responden lebih banyak berada pada kelompok umur ≥ 40 Tahun yaitu berjumlah 14 orang (41,2%). Jumlah tersponden paling sedikit adalah kelompok umur 25-29 tahun dan 35-39 tahun masingmasing berjumlah 6 orang (17,6%). pekerjaan responden sebagian besar adalah URT, yang berjumlah 22 orang (64,7%) dan paling sedikit adalah pekerjaan honor yang berjumlah 1 orang (2,9%). Distribusi pengetahuan orang tua anak sekolah sebagian besar adalah kategori baik yang berjumlah 24 orang (70,0%) dibandingkan dengan orang tua yang memiliki pengetahuan kurang baik dengan presentase (30,0%). Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden dan Subjek Penelitian Jumlah Karakteristik n % Jenis kelamin Laki – laki 6 17,6 Perempuan 28 82,4 Umur responden (Tahun) 25 – 29 6 17,6 30 – 34 8 23,5 35 – 39 6 17,6 ≥ 40 14 41,2 Pekerjaan orang tua IRT 22 64,7 Wiraswasta 7 20,5 Swasta 4 11,7 Honorer 1 2,9 Pengetahuan orang tua Baik 24 70,0 Kurang baik 10 30,0 Status gizi (TB/U) Pendek 1 5,0 Normal 30 80,0 Tinggi 3 15,0 Jumlah 34 100 Penelitian ini sejalan dengan penelitian (adelina. 2017) dimana penelitian tersebut melihat pengetahuan orang tua dengan hasil penelitian menunjukan bahwa sebasar 63% orang tua memiliki pengetahuan baik sedangkan yang kurang baik 37% , maka dari itu 9 Journal Health and Nutritions Vol.8, No.1, Hal 7-10 Maret 2022 p - ISSN (Cetak) : 2407-8484 e - ISSN (Online): 2549-7618 penelitian ini sejalan dengan penelitian tersebut. Hal tersebut menunjukan bahwa pengetahuan adalah segala sesuatu tentang gizi yang diketahui yang mampu diingat oleh setiap individu, setelah melihat atau menyaksikan, mengalami atau di ajarkan kepadanya pada dasarnya pengetahuan diperoleh melalui proses belajar yaitu suatu proses perubahan tingkah laku yang dinyatakan dalam pengalaman, penguasaan, penggunaan dan penilaian terhadap bidang tertentu yang berhubungan dari berbagai aspek kehidupan, kondisi yang diketahui sekarang ini, pengetahuan tentang gizi masih kurang. Dari 34 anak sekolah di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango, sebagaian sampel sebanyak 1 orang (5,0%) memiliki status gizi pendek sedangkan yang normal 30 orang (80,0%) dan 3 orang (15,0%) dengan status gizi tinggi. Penelitian yang dilakukan di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango dimana pengetahuan orang tua baik sehingga berpengaruh pada status gizi (kejadian stunting) anak tersebut. Sehingga Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh ( adelina. 2017) menyebutkan bahwa dari 27 responden sebagian kecil (18,5%) menunjukkan status gizi sangat pendek. Pengetahuan seorang ibu akan mempengaruhi status pertumbuhan dan perkembangan anak dan sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangannya. Pengetahuan yang kurang, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan kesehatan. Selain itu masyarakat belum menyadari anak pendek merupakan salah satu masalah, karena anak pendek dimasyarakat terlihat sebagai anak-anak dengan aktifitas yang normal, tidak seperti anak kurus yang harus ditanggulangi (Unicef, 2016). SIMPULAN Pengetahuan gizi orang tua siswa anak sekolah dasar di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila kabupaten Bone Bolango sebagian besar kategori baik berjumlah 24 orang (70,6%) dan status kejadian stunting anak di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila kabupaten Bone Bolango sebanyak 1 orang (5,0%). DAFTAR REFERENSI Adelina INUR. 2017. Gambaran Pengetahuan Ibu Dan Status Sosial Ekonomi Pada Anak Stunting Di SD Inpres. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI. 2018. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta. Maulana LAM. 2012. Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Terhadap Status Gizi Siswa SD Inpres 2 Pannamu. Jurnal Kesmas. 2(3): 21-24. Nuryati S. 2009. 37 Persen Anak Indonesia Kerdil. Sinar Harapan. Yogyakarta. Safira B. 2019. Hubungan Pengetahuan Ibu Dalam Pemenuhan Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumowono. Jurnal kesehatan. 8(2): 1 – 10. Unicef. 2017. 100 Kabupaten Kota Prioritas Untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Unicef. Jakarta. WHO. 2010. Development of a WHO Growth Refence for Chilidren (Online). WHO. Jakarta. Widanti YA. 2017. Prevalensi, Faktor Risiko, dan Dampak Stunting pada Anak Usia Sekolah. Prevalensi, Faktor Risiko, Dan Dampak Stunting Pada Anak Usia Sekolah. Jurnal kesehatan. 1(18): 23–28. 10