PANGARSA : Jurnal Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Volume. No. Tahun 2024 Hal. Available online at: https://journal. id/index. php/PANGARSA Strategi Komunikasi Sosial dalam Penyuluhan Stunting dan Pemberian Gizi Tambahan pada Masyarakat Desa Pegalangan Kidul Fatkhul Pradana M1 Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya. Email : 04040521112@student. Abstract : Health issues commonly encountered in rural areas are related to environmental health problems. Many residents are still found to dispose of waste in river streams, defecate in shared places, and use the same facilities for bathing, which results in negative impacts, especially for children who tend to play in the river water. These children grow up in an environment that is dirty and poorly maintained in terms of cleanliness. This research uses a qualitative method with a case study approach. The researcher observes, analyzes, and collects data through direct observation, interviews, and documentation in Pegalangan Kidul Village. Maron District. Probolinggo Regency. The purpose of this study is to identify areas where environmental health problems still exist and to educate the public on the importance of maintaining environmental health. Additionally, it aims to provide education and supplementary nutrition to children under five who are suffering from stunting. Keywords: Social Communication. Nutrition. Rural Community. Probolinggo. Stunting. Abstrak : Permasalahan kesehatan yang kerap terjadi pada masyarakat pelosok desa adalah terkait masalah kesehatan lingkungan, masih didapati warga Ae warga yang membuang sampah di aliran sungai, buang air besar sekaligus sarana tempat mandi bersama hal ini menjadi dampak buruk bagi anak kecil yang notabene gemar bermain air di sungai. Sang anak tumbuh di lingkungan yang kotor dan tidak terawat pada kebersihan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti mengamati, menganalisis, dan mengambil data yang diambil dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi secara langsung di desa Pegalangan Kidul, kecamatan Maron, kabupaten Probolinggo. Tujuan penelitian ini dibuat agar dapat mengetahui daerah Ae daerah yang masih didapati permasalahan kesehatan lingkungan dan mengedukasi kepada masyarakat umum pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan memberikan edukasi dan pemberian gizi tambahan bagi anak dibawah umur yang mengalami stunting. Kata Kunci : Komunikasi Sosial. Gizi. Masyarakat Desa. Probolinggo. Stunting. PENDAHULUAN UU nomor 6 tahun 2014 menjelaskan tentang tata kelola desa yaitu yang dimaksud adalah tata pelaksanaan otonomi daerah, tata kelola pemerintahan desa, dan pembangunan desa(Daniel Bender,. , selain itu UU tersebut juga menjelaskan tentang wewenang penyelenggaraan pemerintahan desa untuk proses pembangunan desa. Selama proses pembangunan desa terdapat wewenang pelaksanaan pemerintahan desa yaitu terbagi menjadi 4 bagian : kewenangan berdasarkan hak asal usul, kewenangan lokal berskala desa, kewenangan penugasan, dan kewenangan lain yang ditugaskan. Artinya segala kebijakan yang ada pada desa sepenuhnya tanggung jawab oleh pemerintah desa sedangkan masyarakat desa sebagai penyelenggara dan membantu kebijakan desa yang dibuat. Populasi masyarakat desa dapat diartikan sebagai komunitas yang berarti memiliki kesamaan dalam mata pencahariaan, kesamaan adat istiadat dan tradisi, kesamaan dalam pola pikir dan kebiasaan hidup bermasyarakat dan bersifat homogen karena hidup dalam satu kawasan dan biasanya lebih mudah berbaur antar warga. Received: Oktober 30, 2024. Revised: November 30, 2024. Accepted: Desember 20, 2024. Published: Desember 30, 2024. Strategi Komunikasi Sosial dalam Penyuluhan Stunting dan Pemberian Gizi Tambahan pada Masyarakat Desa Pegalangan Kidul Kebiasaan bagi warga desa adalah sistem interaksi sosialnya yang selalu bersama dan bergotong royong, kesamaan Ae kesamaan yang dimilikinya menjadi ciri khas setiap desa yang ada di Indonesia. Kebersamaan itulah yang menjadikan mereka dapat hidup secara bersama dan mudah berbaur dengan sesama, tapi fatalnya adalah kebiasaan warga desa yang cenderung menolak tentang kebijakan Ae kebijakan pemerintah desa yang memiliki inovasi baru dengan gagasan baru yang sebenarnya adalah untuk kebaikan masyarakat desa. Kebijakan tersebut kerap tidak diikuti atau didukung karena sudah terbiasa hidup lama dengan kebiasaan yang buruk dan ini menjadi timbul permasalahan yang amat sulit diselesaikan karena kurangnya kesadaran warga desa untuk bisa diajak maju. Contoh permasalahan dari kurang sadarnya warga desa adalah kesehatan lingkungan, bantuan pemberian gizi yang tidak diberikan untuk anak malah dijual kembali. Permasalahan yang sedang dialami masyarakat desa saat ini masih banyak menjadi masalah bersama baik dari masyarakat ataupun pemerintah, seperti masalah kesehatan lingkungan ini terjadi disebabkan dari kurangnya kesadaran masyarakat daerah setempat yang menghuni daerah tersebut. Kurang kesadaran masyarakat desa bisa dibuktikan dengan fenomena seperti permasalahan banjir, aliran sungai yang tersumbat karena sampah yang menumpuk, buang air besar sembarangan di sungai, mencuci dan membersihkan sisa kebutuhan rumah . akan, baju, dan kebutuhan rumah tangga lainny. yang menjadi kebersihan aliran sungai kian menurun sehingga dapat menjadi dampak buruk bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran kali sungai. Lingkungan yang bersih dapat diartikan sebagai lingkungan yang terhindar dari tumpukan kotoran yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit seperti DBD. Muntaber, dan Gatal Ae gatal. Hal ini dapat menjadi fatal bagi anak Ae anak yang kerap gemar bermain air di sungai, kebiasaan yang hidup kotor kemudian kurang pedulinya orang tua untuk mengajarkan penting nya kebersihan, sehingga berbagai penyakit pun dapat menjangkit sang anak terutama pada kebutuhan gizi. Bakteri Ae bakteri, virus, pantogen, dan mikroba sangat sulit sekali dilihat oleh mata manusia namun apabila seluruhnya menginggap pada dalam diri manusia maka sistem kekebalan tubuh manusia akan turun dan mudah terserang penyakit. Sungai menjadi kebutuhan hidup bagi masyarakat baik desa maupun kota dan menjadi tanggung jawab bagi seluruh warga desa untuk bisa merawat dan menjaga keasrian dan keindahan serta kebersihan sungai. Kesehatan amatlah penting manusia terutama pada anak Ae anak yang akan tumbuh berkembang, jika kebiasaan hidup sehat tidak menjadi hal utama maka anak tersebut dapat menghambat proses pertumbuhan. Pertumbuhan pada anak juga diimbangi dengan gizi yang PANGARSA - VOLUME. NO. DESEMBER 2024 Hal. cukup meliputi protein yang cukup dan seimbang seperti protein nabati dan hewani. Pencegahan stunting sering dilakukan oleh pemerintah kesehatan yang berkolaborasi dengan pemerintah desa Pegalangan Kidul, kecamatan Maron, kabupaten Probolinggo melalui program pemberian gizi tambahan dan pengecekan pada balita yang dilaksanakan saat pelaksanaan posyandu. Tidak hanya itu edukasi terkait pencegahan stunting dan kesehatan lingkungan juga kerap dilakukan oleh pemerintah desa kepada warga desa Pegalangan Kidul. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diambil dengan cara observasi, wawancara, dan dokumen, dalam hal ini diambil ketika pelaksanaan KKN berlangsung di desa Pegalangan Kidul, kecamatan Maron, kabupaten Probolinggo. Metode penelitian kualitatif merupakan sebuah kegiatan penelitian yang ditujukan untuk mencari dan menggali makna, perspektif, dan fenomena sosial yang terkandung pada setiap manusia secara mendalam(Adhi Kusumastuti and Ahmad Mustamil Khoiron,2. Penelitian kualitatif memiliki tahapan Ae tahapan untuk mencari data yang dibutuhkan oleh peneliti seperti observasi, wawancara, dokumen . rsip, foto, manuskri. yang didapatkan dari informan yang telah dipilih oleh peneliti(Rihan Hafizni Tubel Agusven. Satriadi,Rey Media Grafika, 2. Pada penelitian ini permasalahan yang akan diteliti adalah sistem strategi dari pemerintah desa dalam mengurangi dan mengedukasi masalah kesehatan lingkungan dan stunting. Untuk permasalahan kesehatan lingkungan cara yang digunakan dengan mengajak segenap seluruh warga desa untuk melakukan kerja bakti rutin dan pengecekan genangan air di rumah warga agar terhindar dari sarang nyamuk penyebab DBD, selain itu pemberian gizi tambahan bagi balita yang tercatat terkena penyakit stunting. Makanan gizi tambahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan protein bagi anak dimasa pertumbuhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Stunting adalah kondisi lambatnya pertumbuhan yang terjadi pada balita yang disebabkan oleh kurangnya pemberian gizi yang optimal sehingga balita tersebut memiliki fisik terlalu pendek dari usia semestinya. Indonesia menggunakan acuan grafik yang ditetapkan oleh organisasi Kesehatan dunia WHO pada tahun 2005 untuk mendiagnosis permasalahan stunting(Aryu Candra Mkes,Fakultas Kedokteran UNDIP, 2. Penyebab terjadinya stunting adalah didasarkan pada dua faktor yakni faktor langsung dan tidak langsung yang artinya faktor langsung dari genetika dan asupan gizi, keduanya memberikan dampak yang besar sedangkan Strategi Komunikasi Sosial dalam Penyuluhan Stunting dan Pemberian Gizi Tambahan pada Masyarakat Desa Pegalangan Kidul faktor tidak langsung berasal dari pola asuh orang tua, status ekonomi, dan pernikahan muda(Yuwanti Yuwanti,2. Berdasarkan hasil data stunting yang diperoleh pada tahun 2023 melalui sumber dari pihak puskesmas Suko, desa Pegalangan Kidul menjadi desa dengan kasus stunting tertinggi sebanyak 102 kasus stunting. Pada tahun ini mengalami penurunan yang cukup baik dengan jumlah 55 balita yang terkena kasus stunting yang tersebar di 6 . dusun yang ada di Desa Pegalangan Kidul yang dirincikan sebagai berikut : Tabel 1. Jumlah Stunting berdasarkan dusun Krajan Pandan Paras Bunut Bukara Sukun Pada tabel tersebut menandakan jika jumlah stunting masih masif di 6 dusun desa Pegalangan Kidul dengan jumlah terbanyak pada desa Paras dengan jumlah 15 balita. Pada proses penelitian kasus stunting yang terjadi di desa Pegalangan Kidul ini ditemukan kasus yang terjadi pada anak usia 3 tahun, dengan rincian 15 anak memiliki tinggi badan yang cenderung pendek hingga sangat pendek. Sedangkan pada usia 2 tahun ditemukan sebanyak 14 anak mengalami kasus yang serupa dengan kondisi pertumbuhan tubuh yang cenderung pendek hingga sangat pendek dari batas umur mereka. Kemudian terjadi pada anak usia 1 tahun yang mengalami kasus pertumbuhan kondisi fisik yang tidak tepat atau optimal dengan sebanyak 8 anak. Hal ini diukur berdasarkan indikator Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Dalam hal ini kasus keseluruhan yang terjadi di desa Pegalangan kidul dapat disebabkan pada beberapa faktor: Faktor Edukasi Pada kasus stunting di desa Pegalangan Kidul adalah pemberian edukasi kepada anak beserta orang tua sangat perlu dilakukan mengingat hasil observasi lapangan bahwa masih banyak orang tua yang acuh dan enggan mengindahkan pemberian edukasi oleh Polindes dan Pemdes setempat. Dalam hal ini pemberian informasi yang akurat dan tepat sasaran sangat berperan penuh untuk pencegahan stunting. Peran ibu begitu penting guna keberlangsungan PANGARSA - VOLUME. NO. DESEMBER 2024 Hal. pertumbuhan sang anak dimasa mendatang, bekal ilmu yang perlu didapati oleh orang tua khususnya ibu sebagai pengasuh anak sangat penting kehadirannya. Didapati berdasarkan observasi lapangan sekaligus menggali informasi kepada pihak dinas kesehatan desa bahwa beberapa ibu yang mencuankan kembali BLT atau MP-ASI yang seharusnya barang tersebut diberikan hak nya kepada anak. Dalam hal ini peneliti mengadakan acara edukasi pencegahan stunting dengan upaya pemberian makanan gizi tambahan berupa puding jagung dan nugget. Gambar 1 Edukasi Pencegahan Stunting bersama warga desa Pegalangan Kidul Faktor Kesehatan Lingkungan Faktor kesehatan lingkungan kerap kali disebabkan oleh masyarakat itu sendiri atau kurangnya penanganan dari pemerintah desa seperti halnya pengolahan limbah rumah tangga, giat bersih lingkungan masyarakat, serta kurang nya fasilitas jamban yang memadai di desa Pegalangan Kidul, ditambah masih adanya warga yang kerap BABS . uang air besar Hal tersebut menjadi penyebab bertambahnya masalah stunting di desa tersebut. Namun berbagai upaya dilakukan untuk menangani stunting di desa Pegalangan Kidul seperti mengadakan kegiatan kerja bakti yang melibatkan 3 dusun yang notabene memiliki kuantitas kasus stunting terbanyak. Kegiatan tersebut bertujuan menambah daya minat untuk selalu menjaga kebersihan sekitar. Strategi Komunikasi Sosial dalam Penyuluhan Stunting dan Pemberian Gizi Tambahan pada Masyarakat Desa Pegalangan Kidul Gambar 2 Koordinasi dengan pemdes . aju bir. dan bidan desa (Jilbab hita. terkait penanganan stunting Dari kasus stunting yang terjadi pada desa Pegalangan Kidul ini banyak terjadi pada anak balita hingga anak SD, dalam hal ini dapat berdampak dalam jangka panjang seperti tingkat kognitif anak menurun, tinggi badan menurun saat dewasa, menurunnya Kesehatan reproduksi, dan produktivitas anak menurun(Kristian Pieri Ginting and Asri Pandiangan,2. Selama anak tumbuh berkembang dalam keadaan stunting dapat menyebabkan fungsional kinerja otak dan struktural otak tidak tumbuh dengan baik alias lama kelamaan akan semakin rusak. Berdasarkan data dari Kemenkes pada tahun 2022 sebanyak 21,6% dari hasil survei status gizi Indonesia (SSGI). Demi mencukupi kebutuhan gizi balita membutuhkan asupan gizi tambahan seperti protein . abati atau hewan. , zat besi. Adapun rincian dari protein meliputi tempe, tahu dan bahan dasar kedelai lainnya yang notabene kandungan protein setiap 100 gram nya dengan takaran normal 14 gram untuk tempe dan tahu sebesar 10,9 gram. Kemudian kacang dengan takaran 8,7 gram protein, selanjutnya telur dengan takaran protein sebanyak minimal 1 butir tiap harinya, kemudian hati ayam dengan kadar protein 100 gram begitu juga daging ayam sebesar 18,2 gram(Kadek Nopi Arisanti,2. KESIMPULAN Peran penting sangat dibutuhkan oleh kedua orang tua demi pertumbuhan sang anak mulai paham terkait edukasi pemberian ASI atau pemenuhan gizi yang tepat untuk anak, serta peningkatan ekonomi juga perlu dikontrol dan terus diupayakan guna dapat membeli kebutuhan gizi untuk sang anak. Selain itu, kebersihan lingkungan sekitar menjadi faktor pendukung terjadinya stunting, apabila sang anak gemar bermain bersama dengan temannya PANGARSA - VOLUME. NO. DESEMBER 2024 Hal. diluar rumah tidak sedikit yang terpapar virus atau bakteri dari luar yang kemudian dibawa olehnya kedalam rumah sehingga menyimpan berbagai virus dan bakteri jika rumah tidak dilakukan bersih secara rutin, ditambah BABS menjadi permasalahan pencemaran lingkungan yang mana kotoran manusia yang mengalir di aliran sungai kerap kali mengganggu aktivitas manusia maupun biota air. Dalam permasalahan ini menjadi tanggung jawab bersama tidak lagi individu, kesadaran dimulai dari invididu hingga kelompok terkait pencegahan hingga penanganan stunting ini dapat terwujud guna menekan angka stunting yang masih tinggi di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA