PENAFSIRAN SURAT AL-AoASHR DALAM TAFSyaR AL-MARyCI INTERPRETATION OF SURAH AL-ASHR IN TAFSyaR AL-MARAGHI Akhmadiyah Saputra & 2Balqis Prodi Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan (STIQ)Isy Karima Karanganyar. Jawa Tengah Email : ahmadiyah@stiqisykarima. id & 2balqisthalib@gmail. ABSTRACT Now humans experience various aspects of life such as economics, politics, social, law, education, and so on and there are many more various consequences of a materialistic view of life, which has damaged their faith and morals. Therefore, we need to know how the content of surah Al-AoAsr is. This study aims to find out how Al-Maraghi controls the control of surah Al-AoAsr in Tafsir Al-Maraghi, as well as steps to avoid losing people in Tafsir Al-Maraghi. This research is a library research, using the primary data source is the Tafsir Al-Maraghi Book by Imam Ahmad Musthafa Al-Maraghi. While the secondary data sources are books of commentary and other books that are related to the discussion of this research. This study uses the method of documentation and thematic method . audhuAo. as data analysis techniques. The results show that Allah TaAoala has sworn with time, which oath has more attention, namely there are people who are losers except, firstly those who live by believing, believing in the world because they want Allah. secondly practicing mutual assistance in accordance with Islamic teachings, third giving correct advice according to religious guidance, fourth advising each other to be patient in dealing with problems. This thesis hopes that in the future there will be authors who complete this research. Keywords: Surah. Al-AoAshr. Loser. Step. Tafsir Al-Maraghi ABSTRAK Kini manusia mengalami berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, sosial, hukum, pendidikan, dan lain sebagainya dan masih banyak lagi berbagai akibat dari pandangan hidup yang materialistik, yang sudah merusak akidah dan akhlaknya. Oleh karena itu, kita perlu untuk mengetahui bagaimana isi kandungan surah Al-Ashr. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penafsiran Al-Maraghi terhadap penafsiran surah Al-Ashr dalam Tafsir Al-Maraghi, serta menyebutkan langkah-langkah agar terhindar dari orang merugi dalam Tafsir Al- Maraghi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, menggunakan sumber data primernya adalah Kitab Tafsir Al-Maraghi karya Imam Ahmad Musthafa Al- Maraghi. Sedangkan sumber data sekunder adalah kitab tafsir dan buku-buku lain yang memiliki keterkaitan pembahasan dengan penelitan ini. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan metode tematik . audhuAo. sebagai teknikanalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Allah TaAoala telah bersumpah dengan waktu, yang sumpah itu memiliki perhatian lebih, yaitu terdapat manusia yang merugi kecuali, pertama orang-orang yang mendasari kehidupan dengan beriman, meyakini jika manusia hidup di dunia karena hendak Allah. kedua mengamalkan kebaikan yang sesuai dengan ajaran Islam, ketiga saling memberi nasihat yang benar sesuai tuntunan agama, keempat saling menasehati sabar dalam menghadapi segala masalah. Skripsi ini berharap dikemudian hari ada penulis yang menyempurnakan penelitian ini. Kata Kunci: Surah. Al-Ashr. Merugi, langkah-langkah. Tafsir Al-Maraghi PENDAHULUAN yang penuh bijaksana, karena ia diturunkan olah yang Mahabijaksana lagi Maha Terpuji. Manusia saat ini banyak mengalami berJika kita jumpai banyak ayat-ayat Albagai aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, sosial, hukum, pendidikan, dan lain se- QurAoan yang menunjukkan tentang peran dan Kekacuan dalam bidang-bidang fungsi diturunkannya Al-QurAoan di antara ayattersebut. ekonomi ditandai oleh adanya praktek ayat itu: U a e a ea a a e a a e ca a e riba, monopoli, dan menghalalkan cara untuk A aEE E aE E Ou aAO aNu NO aEEI aCOIA mendapatkan keuntungan. Dalam bidang poliAuKitab (Al-QurAoa. ini tidak ada keraguan tikTerjemah ditandai Kemenag praktek kekuasaan yang Kitab (Al-QurAoa. ini otoriter. tidak adaDalam di dalamnya. a merupaka. orang-orang yang bertakwa, sosial diskriminasi yang didasarkan pada war- bertakwa. Ay (Al-Baqaroh, 2:. na kulit, jenis kelamin, keturunan, dan kedudukan. Dan masih banyak lagi berbagai akibat dari pandangan hidup yang materialistik, yang dan akhlaknya. Terjemah Kemenag Namun demikian Al-QurAoan bukanlah e ae a kitab suci yang siap pakai, dalam artia a AOEA Al-QurAoan tampil dalam sifatnya yang global, ringkas, dan general. Banyak Demi masa, dari umat ini belum paham akan Untuk dapat memahami ajaran Al-QurAoan hakikat tujuan hidup dan masih sangat memtentang berbagai masalah tersebut tidak terlepas butuhkan petunjuk dari Al-QurAoan untuk e a e a a a e e ca melewati jalur tafsir. AaI E aII E aAO A menuntun mereka dalam kehidupan. Apabila Dalam kitab Tafsyr Al-Azhar terdapat perAl-QurAoan kita pelajari dan pahami dengan Terjemah Kemenag 2019 seksama terdapat pelajaran baik yang berkai- kataan Imam SyafiAoi yang menarik, yaitu mem2. sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, tan dengan masalah kejiwan, jasmani, sosial, 2 Syaikh Manna Al-Qoththan, 2014. Pengantar Studi Ilmu Al-QurAoan, (Jakarta Timur: Al-Kautsa. , cet. 1, hlm. ekonomi, maupun politik, dengan pemecahan Departemen Agama RI, Al-QurAoan a a ahlm. a a a e ca ca Sygm. , a a (Bandung: a e Terjemahannya, c Tafsir a a Nata. Abuddin Nata, 2017. Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan. AC iA 4 AEAAbuddin Ayat-Ayat Pendidikan, a AaE E aOI IIO O aIEO EA aE a OOAO aA (Jakarta: Rajawali Per. , cet. 7,hlm. (Jakarta: Rajawali Per. , cet. 7, hlm. e ca a a n AaO aOA eO aEA aA Terjemah Kemenag 2019 kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran bahas atau menilai surah Al-Ashr sebagai salah satu surah yang paling sempurna petunjuknya. Menurut beliau: AuSeandainya umat Islam memikirkan kandungan surah ini, niscaya . etunjuk-petunjukny. Selain itu terdapat hadist dari Tsabit bin Ubaidillah bin Hashn: AuKalau dua orang sahabat-sahabat Rasulallah salallahualaihi wasalam bertemu, mereka tidak akan berpisah melainkan salah seorang di antara mereka membaca surah Al-Ashr ini terlebih dahulu, barulah mereka mengucapkan salam tanda berpisahAy. Syaikh Muhammad Abduh DaAoam menafsirkan hadist pertemuan dan perpisahan dua sahabat ini berkata: AuAda orang yang menyangka bahwa ini hanya semata-nata tabarruk . engambil berka. Sangkaan itu salah. Maksud membaca ketika akan berpisah ialah memeringatkan isi ayat-ayat, khusus berkenaan dengan pesan-memesan kebenaran dan kesabaran, sehinggameninggalkan kesan yang baikAy. Jelas terdapat sumpah yang memiliki point penting atau perhatiankhusus harus di pahami manusia. Kehadiran waktu ini bertujuan untuk dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam menyelesaikan tugas-tugasnya di muka bumi dan agar mereka tidak tergolong kreteria orang yang merugi menurut surah Al-Ashr8. Tidak hanya itu, waktu dalam surah AlAshr bermakna sumpah Allah Subhanallah TaAoala. Jika Allah Subhanallah TaAoala bersumpah dengan makhluk-Nya, berupa benda, waktu, atau ciptaan lainnya maka Allah Hamka, 1985. Tafsir Al-Azhar Juzu XXVi, (Jakarta: Pustaka Panjima. , cet. 1, hlm. Ibid. Ibid. Hamka. Tafsir Al-Azhar Juzu XXVi . , hlm. Subhanallah TaAoala menghendaki agar manusia menaruh perhatian, memikirkan, menghayati sesuatu yang dijadikan sumpah oleh-Nya itu. Sumpah memiliki point penting atau perhatian khusus yang harus di pahami manusia. Kehadiran waktu ini bertujuan untuk dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam menyelesaikan tugas-tugasnya di muka bumi dan agar mereka tidak tergolong kreteria orang yang merugi menurut surah Al-Ashr. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas maka kami tertarik untuk mengkaji lebih lanjut tentang Penafsiran Surat Al-Ashr Dalam Tafsyr Al-Marygi. Penelitian ini bertujuan agar umat manusia paham akan makna yang terkandung di dalamnya dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan. Pemilihan mufassir Ahmad Al-Maraghi dilatarbelakangi oleh keunikan dan keistimewaan pada metode penulisan tersendiri di antara mufassir lain untuk mempermudah para pembaca tafsir modern dan memiliki corak adabi ijtami. KAJIAN PUSTAKA Dalam penelitian ini, setelah dilakukan telaah pustaka, penulis menemukan beberapa karya yang relevan dengan permasalahan yang dikaji, diantaranya: . Mahfudz Fauzi. Tafsir Surat Al-AAshr (Perbandingan Antara Tafsyr Jalalain Dan Tafsyr Al- Mishba. Fakultas Ushuluddin Adab Dan Humaniora. Institut Agama Islam Negeri Salatiga . Penelitian Ahsin Sakho Muhammad, 2017. Keberkahan Al-QurAoan, (Jakarta Selatan: Qaf Media Kreati. , cet 1, hlm. Ibid. , hlm 162. Khoirul Hadi, 2014 AuKarakteristik Tafsir Al-Maraghi Dan Penafsirannya Tentang AkalAy, dalam jurnal Studi Islamika. Vol. No. Juni 2014, (Yogyakarta: UIN Sunan Kalijag. , hlm. tersebut membahas metode dan corak antara Tafsyr Jalalain dan Tafsyr Al- Mishbah terhadap surat Al-Ashr, dikatakan bahwa Tafsyr Jalalain memiliki metode ijmali dan tahlili, adapun corak menggunakan sastra budaya kemasyarakatan. Sedangkan Tafsyr Al-Mishbah Metode yang digunakan adalah metode tahlili, yang memiliki corak tafsir Al-Adabi Al-Ijtima`i. Alimuddin. Konsep Al-Ashr Dalam Perspektif Al-QurAoan (Kajian Tafsir MaudhuAo. Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri Kendari . Hasil penelitian membahas mengenai makna AlAshr, yaitu masa atau waktu di samping makna tersebut terdpat makna lain, yaitu angin atau awan dan memeras atau menekan. Bentukbentuknya terdapat 2 macam: bentuk isim dan bentuk fiAoil. Adapun urgensinya sebagai tolok ukur antara manusia yang rugi dan beruntung, untuk menghasilkan hasil yang lebih baik, dan sebagai permisalan orang yang berinfak dengan riya. Luluul Wardah. Konsep Waktu Dalam Al-QurAoan (Studi Tafsir Temati. Fakultas Ushuluddin Adab Dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri Ponorogo . Hasil penelitian Luluul mengungkapan waktu ada 2 bentuk: term yang menunjukkan durasi yang jelas batasnya dan term yang sebaliknya. Menjelaskan juga pandangan Al-QurAoan tentang pentingnya anjuran memanfaat waktu sebaik-baiknya. Ali Mustajab. Penafsiran Surat Al-Ashr Dalam Kitab Tafsyr Al-Ibriz Menurut KH. Bishri Mustafa. Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam,Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta . Penelitian ini membahas penafsiran surah Al-Ashr dalam Tafsyr Al-Ibriz yang menekankan para pembaca tafsir beliau untuk menghargai waktu. Adapun pembahasan lain memberikan beberapa argumen tentang fondasi hermeneutis terhadap telaah teks AlAshr. Berdasarkan beberapa penelitian di atas, posisi peneliti di sini adalah memperkaya khazanah atau pengetahuan. Persamaannya yaitu sama-sama membahas tentang surah Al-Ashr dalam Al-QurAoan. Perbedaannya terletak dalam perbedaan objek penelitian atau kitab tafsir yang digunakan dan metode. Dengan demikian, penulisan skripsi ini merupakan karya yang baru dan berbeda dengan karya-karya sebelumnya. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian pustaka . ibrary reseac. , yaitu dengan cara mengumpulkan data dan informasi yang berkaitan dengan surah Al-Ashr dalam Al-QurAoan dengan bantuan buku- buku, naskah-naskah, jurnal ilmah, catatan-catatan, dokumen, dan materi pustaka lainnya yang terdapat dalam koleksi perpustakaan. Adapun sumber utama dalam data sekunder didapat dari kitab tafsir, artikel, jurnal, serta buku-buku yang terkait dengan pembahasan surah Al-Ashr dalam Al-QurAoan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi, yaitu dengan cara mencari data yang berhubungan dengan surah Al-Ashr dalam Al-QurAoan mengenai hal-hal atau variabel berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, agenda, dan sebagainya. Adapun Teknik analisis data yang digunakan Terjemah Kemenag 2019 Kitab (Al-QurAoa. ini tidak ada keraguan di dalamnya. a merupaka. petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan e ae a AA a a AOEA pendekatan maudhuAoi . Penelitian maudhuAoi . yaitu penelitian dengan Terjemah Kemenag 2019 Demi masa mencari jawaban Al-QurAoan dengan cara men1. Demi masa, gumpulkan ayat-ayat Al-QurAoan yang mempuAhmad Mustafa Al-Maraghi dalam Tafsyr Al-Marygi menjelaskan Allah nyai tujuan satu, yang bersama-sama membaa a e masa bersumpah dengan masa. e a e Karena, has topik/judul tertentu dan menerbitkannya a AacI E aIA AOA a AEA AIA itu mengandung banyak kejadian sesuai dengan masa turunnya dan selaras dencontoh yang menunjukkan kekuasaan12 ganTerjemah sebab-sebab ca a e Kemenag 2019 Agar memperoleh U a e a ea a a e a Nya,ACOIAdi A aE E Ou abetapa A aEE EA AO aNu NO aEAmenunjukkan a AEIAsamping yang objektif,manusia maka penulis benar-benar berada dalam kerugian, bijaksananya Allah. Cobalah lihat, apa langkah-langkah tafsir komparaTerjemah Kemenag yang terkandung di dalam masa itu. tif menurut Musthafa Muslim13, yaitu sebagai ca ca Kitab (Al-QurAoa. ini tidak ada keraguan di dalamnya. a merupaka. e Kemudian, a kepada a bagi Allah a a orang-orang c Menentukan yang bertakwa. AE aC iAmereka AOAO aAbahwa A a OAmasa A EA aEAitu AEOAadalah AO O aIAsalah AOI IIAsatu A E aAdi AaEA dengan yang akan diriset . engenai penafsiran antara makhluk Allah. Masa itu merupakan e ca surat Al-Ash. Memaparkan asbabun nuzul A aEA aAberbagai AaO eaOA eOA wadah yang di dalamnya n terjadi e a surat atau ayat yang berkaitan dengan tema. AaOEA aA peristiwa baik atau buruk. Jika seseorang Kemenag tertimpa musibah, maka semua itu karena . Terjemah Menyusun nuzul setiap surat-surat Terjemah Kemenag sendiri, untuk dan masa . orang-orang yang beriman dan beramal salehperbuatannya serta saling menasihati . Menjelaskan tidak ikut bertanggungjawab. Demi masa, uslub-uslub qurAoan dalam tema pembahasan dan menghubungkan antar ayat dengan yang . Surah Surah Al-Ashr . ayat 2 lain sehingga membentuk suatu gagasan yang e a e a a a e e ca AaI E aII E aAO A Mengambil kesimpulan- kesimpulan yang diperoleh untuk menjawab problem yang Terjemah Kemenag 2019 Sesungguhnya manusia itu benardiriset. benar dalam kerugian. sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Penelitian ini menggunakan kitab Tafsyr Al-Marygi karya Ahmad Mustafa Al-Maraghi. PEMBAHASAN 1 Penafsiran Surah Al-Ashr Menurut Ahmad Mustafa Al-Maraghi Terjemah Kemenag 2019 Tafsirnya, yaitu sesungguhnya manusia itu ca ca a a a e a a a kecuali a e merugi amal c perbuatannya a a adalam AIA AE aC iAorang-orang AE a OOAO aAyang AIO O aIAkecualikan. AaE E aOI A a AEO Eallah Perbuatan manusia itu merupakan sumber e ca e a a a kesengsaraanya sendiri. n AaOOAO aEA aA Jadi, sumber sengsara bukan masalah masa atau tempat, melainkan manusia tiga ayat Surah kecualiAl-Ashr orang-orang yang beriman beramal salehsendiri serta saling untuk kebenaran dan kesabaran. Al-QurAoan, berikut penafsiran Ahmad Mustafa dalam kehancuran. Orang yang sadar bahwa dia melakukan dosa terhadap Al-Maraghi terhadap surah Al-Ashr: Yang Maha Menciptakan dan Yang Maha . Surah Al-Ashr . ayat 1 Menganugerahi, adalah perbuatan yang Abdul Mustaqim, 2015. Metode Penelitian Al-QurAoan dan Tafsir, (Yogyakarta: IdeaPres. , cet. I, hlm. Ibid. , hlm. Musthofa Muslim, 2000. Mabyhits fi At-Tafsir alMaudhuAoi, (Damaskus: DaarulArqo. , cet. 3, hlm. Musthofa Muslim, 2000. Mabyhits fi At-Tafsir alMaudhuAoi, (Damaskus: Daarul Arqo. , cet. 3, hlm. a a e e ca e a AaI E aI aI E aA eO A paling berdosa karena hal inilah yang menyebabkan hancurnya diri sendiri. melakukan kemaksiatan. Pada umumnya a benar-benar berada dalam kerugian, . Surah Al-Ashr . ayat 3 oleh manusia yang bernaluri senang terhadap hal-hal tersebut. Di samping itu, selalu sabar dalam taat kepada Allah, yang biasanya sangat berat dilaksanakan oleh umat manusia. Termasuk bersabar kepada berbagai cobaan Allah untuk menguji hamba-hamba- Nya. a a ae c a a e ca ca a a AaE E aOI aII eO aO aIEO EA aE a aO aOA eO aE aC iA e ca a a n AaO aOA eO aEA aA Kecuali orang-orang yang beriman ng beriman dan beramal serta saling menasihati amal saleh nasihatmenasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi Terdapat munasabah surah ini, memiliki pengertian, yaitu secara harfiah serarti persesuaian, kecocokan, kepantasan. Kata Al-Munasabah adalah sinonim . dengan kata Al-Muraqobah dan AlMusyakalah, yang masing-masing berarti berdekatan dan persamaan. Jika pengertian munasah secara terminology, yaitu segisegi hubungan atau persesuaian Al-QurAoan antara bagian demi bagian dalam berbagai Yakinlah dengan iAotikad yang benar. Bahwa alam semesta ini hanya memiliki satu Tuhan Yang Maha Menciptakan dan Yang Memberikan ridho kepada orang yang taat, dan murka kepada orang-orang yang berbuat maksiat. Dan yakinlah bahwa di antara keutamaan dan keburukan itu sangat berbeda, dengan demikian perbedaan itu bisa dijadikan sebagai pendorong untuk beramal baik dan Jadi, setiap orang itu haruslah bisa bermanfaat untuk dirinya dan orang lain, atau kebaikan seseorang hendaknya bisa dirasakan orang lain17. Dan saling berwasiat sesama agar berpegang pada kebenaran yang tidak diragukan lagi, dan dalam kebaikan-kebaikan itu tidak akan lenyap bekas-bekasnya, baik di dunia maupun di akhirat. Hal yang baik ini tersimpulkan di dalam iman kepada Allah, mengikuti ajaran- ajaran Kitab-Nya. Serta, mengikuti petunjuk-petunjuk Rasulallah Salallahu alaihi wasalam dalam segala tindakan, baik mengenai perjanjian atau perbuatan dan lain sebagainya18 serta saling mewasiatkan antar sesama terhadap kesabaran dan menahan diri agar tidak Ahmad Mustafa Al-Maraghi, 2015. Tafsir Al-Maraghi, (Lebanon: Dyr Al-Khotob Al- Ilmiya. , cet-3, jld. 1, hlm. Ibid,. Ibid,. Adapun munasabah . surah Al-Ashr dan sebelumnya. Pada surah sebelumnya Allah menjelaskan tentang orang-orang gemar menyombongkan diri dengan memperbanyak harta dan hal-hal lain yang dapat melupakan taat kepada Allah. Di dalam surah ini Allah menjelaskan bahwa watak manusia itu selalu cenderung kepada kerusakan dan membawa dirinya ke dalam kehancuran. Kecuali orangorang yang dapat pemeliharaan Allah dan jiwanya dibersihkan dari kecenderungan yang merusak. Seakan-akan isi surah ini merupakan sebab dari isi surat sebelumnya. Hanya di surah sebelumnya dijelaskan tentang sifat-sifat orang yang senantiasa mengikuti hawa nafsunya dan mengikuti Ahmad Mustafa Al-Maraghi, 2015. Tafsir Al-Maraghi, (Lebanon: Dyr Al-Khotob Al- Ilmiya. , cet-3, jld. 1, hlm. Muhammad Amin Suma, 2013. Ulumul QurAoan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persaj. , cet- 1, hlm. syaithan, sehingga dirinya berada dalam Di dalam surah ini dijelaskan tentang orang yang mempercantik dirinya dengan tabiat yang baik. Karenanya, ia beriman kepada Allah dan beramal shaleh, di samping saling memberi wasiat agar berpegang teguh kepada kebenaran dan sabar dalam mengahadapi tantangantantangan. yang ada. Adapun berbedaan antara Islam dan Iman apabila disebut bersamaan, maka beda maknanya. Apabila tidak disebut bersamaan, maka maknanya satu atau Karena persoalan ini termasuk faktor yang membuat perpecahan kelompok-kelompok di dalam Islam, dan penamaan Iman, terdapat sekte-sekte yang mengatakan. AuSesungguhnya Islam adalah Iman, sebaliknya pun benar. Ay Dikatakan juga: AuIslam adalah sebuah kalimat, yakni kalimat Tauhid dengan dua kalimat Adapun Iman adalah amalAy. Pemahaman yang benar, yaitu sesuai penetapan para peneliti masih perlu adanya perincian. Secara global: AuIslam dan Iman apabila disebut bersamaan, maka beda maknanya. Apabila tidak disebut bersamaan, maka maknanya satu. Ay23 Dalam kitab Tafsyr Al-Marygi Surah Al-Ashr memiliki asbabun nuzul, yaitu sebab turunnya surah, yaitu bahwa sudah budaya bagi bangsa Arab apabila hari telah sore, mereka duduk bercakap-cakap membicarakan soal-soal kehidupan dan cerita- cerita lain yang berkenaan dengan urusan sehari-hari. Karena banyak percakapan yang melantur, terjadilah bersakit-sakitan sehingga menimbulkan permusuhan. Lalu ada yang mengutuki waktu Ashar . etang har. , mengatakan bahwa waktu Ashar waktu yang celaka, atau naas, banyak bahaya terjadi di waktu itu. Iman sebenarnya memiliki 77 cabang, dan setiap cabangnya merupakan pekerjaan yang harus dilaksanakan setiap muslim yang mengaku beriman kepada Allah TaAoala, apabila dilakukan seluruhnya, sempurnalah iman seseorang. Sebaliknya, apabila ada yang ditinggalkan, berarti berkuranglah keimananya. 2 Analisis Penafsiran Surah Al-Ashr Menurut Ahmad Mustafa Al-Maraghi Berdasarkan data-data yang sudah penulis kumpulkan, maka dapat dipaparkan analisis atas penafsiran Ahmad Mustafa Al-Maraghi terhadap surah Al-Ashr Beriman Manusia hendaklah percaya dan taat kepada Allah TaAoala dalam segala perkara serta mengikuti dan menaati ajaran Rasulallah Sallallahu Alaihi Wasalam setiap perkataan dan mempercayai hal-hal ghoib dan mengamalkan rukun-rukun iman Keimanan seseorang tampak pengaruhnya terhadap kehidupan seorang muslim, di antaranya: . Membuat Seseorang Menegakkan Syariat, . Mencintai Allah TaAoala Dan Rasulallah- Nya Melebihi, . Menyukai Jihad Di Jalan Allah. Dalam hal menegakkan kalimat-Nya dan menolak kerusakan di bumi, . Takut Kepada Allah TaAoala, . Berakhlak yang baik, . Selalu Merasa Diperhatikan Oleh- Ahmad Mustafa Al-Maraghi, 2015. Tafsir Al-Maraghi, (Lebanon: Dyr Al-Khotob Al- Ilmiya. , cet-3, jld. 1, hlm. Hamka, 1985. Tafsir Al-Azhar JuzuAo XXVi, (Jakarta: Pustaka Panjima. , cet-1, hlm. Al-Imam Abu Bakar. Abdullah Ibnu Zubair Al-Humaidiy, 2018. Ushulus Sunnah, (Bogor: Media Tarbiya. , cet-1, 24 Jamilah binti Yahya Maimani, 1993. Pedoman Pendidikan Dari Surah Al-Ashr, tesis (Makkah: Universitas Ummul QurraA. , hlm. Nya, menghadirkan Allah TaAoala di kala susah dan senangnya, sehingga ia selalu cenderung kepada kebaikan. yang baik, yaitu berkembangnya ilmu bagi anak didik, mengeluarkan generasi dari kegelapan dan kebodohan menuju terangnya ilmu pengetahuan. Di samping mendapatkan pahala dari Allah. Sang pemberi ilmu, dan sebagainya. Beramal Sholeh Perbuatan yang diminta oleh agama Islam dan dianjurkan untuk dilaksanakan adalah perbuatan amal sholeh mencakup amal jariah perbuatan berkelanjutan dan amal ibadah. Menganjurkan bagi setiap muslim untuk melaksanakan Rukun Iman dan Rukun Islam, serta segala perbuatan yang memberi manfaat bagi pribadi, keluarga, kelompok, dan manusia secara Agar Menetapi Saling berwasiat untuk menjaga tauhid, juga mencakupsaling berwasiat untuk menjauhi dari kesyirikan dan memperingati dari bahaya kesyirikan, tidak hanya itu untuk selalu berwasiat untuk menjauhi segala dosa-dosa besar lainnya, segala maksiat dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah TaAoala. Serta saling berwasiat untuk selalu menjaga kewajiban- kewajiban yang Allah wajibkan serta ketaatan-ketaatan lainnya yang mendekatkan kepada Allah TaAoala. Begitu juga saling mengingatkan untuk menjaga amalan-amalan sunnah dan segala ibadah-ibadah yang dapat menutup kekurangan yang dilakukan oleh hambahamba Allah TaAoala. Akan tetapi dalam beramal terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi, yaitu: Beriman Kepada Allah TaAoala Dengan Tidak Menyekutukan-Nya dan Kufur Atas Keimanannya, . Menjalankan Perintah Sesuai Dengan Kitab Dan Sunnah, . Ikhlas dalam beramal yang harus dibersamai tanpa rasa riya, tasmi, dan beramal tanpa dasar tuntutan Al-QurAoan dan hadist serta Sebab beramal sholeh memiliki kedudukan yang cukup mulia, memiliki peran penting dalam Islam bahwa amal shaleh merupakan sebab memasuki surga setelah rahmat Allah TaAoala serta meraih ridho dan kecintaan-Nya dan memiliki perbedaan derajat antarmanusia di hari kiamat sesuai dengan tingkat amal-amal Jika amal sholeh terealisasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari seperti permisalan seorang guru atau pendidik, tatkala meniatkan pekerjaannya untuk beramal shalih, maka pekerjaannya itu akan dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh dedikasi, perhatian, dan maksimal. Sehingga ia pun mendapatkan hasil positif dari amal shalihnya tersebut berupa: rezeki Saling Menasihati Kebenaran Dari ayat ini kita bisa mengambil faedah pentingnya dakwah menyeru kepada Allah TaAoala. Dan hal ini merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang ingin mendapatkan keselamatan dari kerugian. dakwah yang ia lakukan haruslah dakwah yang mengajak kepada Allah TaAoala dan bukan berdakwah kepada dirinya sendiri. Dan dakwah harus dibangun di atas ilmu, tidak boleh seorang berdakwah di atas kebodohan. Dan ini juga menunjukkan pentingnya seorang untuk perhatian terhadap ilmu sebelum ia Saling Berwasiat Untuk Bersabar Hakikat sabar yang sesungguhnya itu terletak di dalam hati. Tidaklah seseorang dikatakan bersabar walaupun ia mengaku bersabar dan terlihat bersabar, namun hatinya merasa marah, tidak senang, atau benci dengan musibah yang menimpanya. Tidak hanya itu bersabar salah satu akhlak mulia yang menghalangi munculnya tindakan tidak baik dan tidak memikat, serta salahsatu kekuatan jiwa, dengan sabar segala urusan jiwa menjadi baik dan tuntas. Sabar juga merupakan sikap ketegaran hati ketika menghadapi goncangan, musibah ataupun cobaan. Dalam Islam terdapat tiga bentuk sabar, telah disebutkan Yahya Syaraf AnNawawi mengatakan: AuSabar yang dicintai dan dibenarkan oleh syariAoat, yaitu sabar dalam ketaatan, sabar dalam menjahui perbuatan maksiat dan sabar dengan segala musibah dan perkara-perkara makruh di duniaAy, begitu pula Ibnu Qoyyim berkata: AyBahwasannya sabar itu perkara wajib dalam ijmaAo ulama, karena sabar itu sebagian dari keimanan seseorang. Ay25 Akan tetapi sampai saat ini banyak kita dapati orang yang menganggap dirinya telah beriman dan boleh dikatakan telah melakukan semua rukun Iman dan Islam, tetapi terkadang penuh tanda tanya ketidakpuasan. Misalnya mengapa mereka yang katanya sudah benar-benar melakukan segala rupa ibadah, kehidupan sehariannya masih saja miskin. Mereka bandingkan dengan orang-orang yang sama sekali tidak beriman bahkan di luar Muslim, jauh lebih enak hidupnya. Mereka telah berupaya sekuat tenaga akan, tetapi masih saja rezeki yang baik belum Sebab walau beriman penting mengedepankan sabar dalam berbagai kejadian dan keadaan. Tri Haryanti, 2008. Sabar Dalam Pandangan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, skripsi (Jakarta: UIN Syarif Hidayatulla. Rasa sabar memiliki kedudukan dalam agama kita adalah kedudukan yang sangat agung, yang mana seseorang butuh untuk selalu bersabar dalam agama ini, butuh bersabar untuk memperbaiki segala urusannya, dan seseorang tidak akan mampu untuk menyebah kepada Allah TaAoala kecuali dengan kesabaran. Juga seseorang tidak akan mampu untuk meninggalkan apa yang Allah TaAoala haramkan kecuali dengan bersabar. Dan juga seseorang tidak akan mampu untuk menerima takdir-takdir Allah yang berat kecuali dia bersabar. Buah dari kesabaran sangatlah banyak, diantaranya: keberuntungan dunia akhirat, dan pahala yang besar, jalan menuju surga, salam dari malaikat saat di surga, dibangunkan baitul hamdi . umah yang terpuj. di surga, pahala yang tidak disiasiakan oleh Allah TaAoala, pahala berlipat dan tanpa batas, menjadi panutan dalam agama, selalu bersama Allah TaAoala di mana pun, memperoleh bantuan dan pertolongan, diselamatkan dari musuh, mendapat cinta dan sanjungan dari Allah TaAoala, sabar adalah sinar, memperoleh manfaat dari ayat-ayat Allah, mendapatkan ganti yang lebih baik dari Allah. Masih banyak lagi buah dari kesabaran yang Allah TaAoala beri untuk hamba-Nya. Serta tak lupa bahwa dalam merealisasikan rasa sabar terdapat adab-adab bersabar secara umum yang harus diperhatikan yaitu: . Sabar ketika mendapat musibah pada goncangan yang pertama, . Berzikir mengingat Allah tatkala ditimpa musibah, . Sabar dalam menghadapi berbagai musibah dan mengharapkan pahala dari Allah dengan adanya musibah tersebut. sesuai skitab dan sunnah tanpa rasa takut dan kebodohan. KESIMPULAN Berdasarkan uraian pembahasan dari bab I sampai bab IV maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa: Penafsiran surah Al-Ashr menurut Ahmad Mustafa Al-Maraghi dalam kitab Tafsyr AlMarygi yaitu: Ayat ke tiga berisi petunjuk Allah TaAoala untuk menghindari kerugian pada masa hidupnya dengan cara: beriman kepada Allah dan melaksanakan amal sholeh, saling berpesan untuk berpegang pada kebenaran, mengamalkan ketaatan kepada Allah dan bersabar didalamnya. Pelajaran yang dapat di ambil terhadap penafsiran surah Al-Ashr yaitu: agar terhindar dari orang-orang yang merugi telah disebutkan oleh Allah TaAoala dalam kitab-Nya yang agung, yaitu Al-QurAoan: Manusia hendaklah menjadi orang yang beriman atas segala kebenaran Islam yang disampaikan oleh Rasulallah. Manusia hendaklah selalu melaksanakan perbuatan baik dan patut dalam Dengan demikian, amal shalihnya akan mencerminkan keimanan kepada Allag TaAoala dan Rasul- Nya, sekaligus semua ajaran dan nilai-nilai Islam. Al-Ashr merupakan surat yang berisi sumpah Allah TaAoala, bahwa adanya kepastian bahwa manusia secara totalitas akan mengalami kerugian atas apa yang ia perbuat. Saling menasihati dan mewasiati kebenaran satu sama lain, dengan Ilmu Saling menasihati untuk bersabar karena sabar merupakan sifat yang dibutuhkan oleh manusia untuk mencapai yang lebih baik dari sebelumnya. DAFTAR PUSTAKA