ANALISIS MANAJEMEN PENGELOLAAN BANK MINI SANTRI (BMS) PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM PANYEPPEN PALENGAAN PAMEKASAN Akhmad Rofiki IAI Miftahul Ulum. Pamekasan Email: kangachmad13@gmail. Moh. Safik IAI Miftahul Ulum. Pamekasan Email: syafhickzalbazanjary@yahoo. Abstract: The purpose of this study was to determine the management analysis of the management of the mini santri bank (BMS) at the Miftahul Ulum Islamic Boarding School in Panyeppen. Palengaan. Pamekasan. This research is a descriptive research with a qualitative approach through the case study method. The results of this study indicate that BMS is a solution in managing and managing students' finances so that they can behave sparingly and not extravagantly, and can save for other needs in the future, besides that BMS is also useful as an institution for controlling the management of any expenses incurred by students during their stay at the Islamic boarding school. Keywords: Mini Santri Bank Management Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis manajemen pengelolaan bank mini santri (BMS) pondok pesantren miftahul ulum panyeppen palengaan pamekasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BMS merupakan solusi dalam mengatur Fintech : Journal of Islamic Finance Vol. 1 No. 2 Februari 2021: E-ISSN. Analisis Manajemen Pengelolaan Bank Mini Santri (Bm. dan mengelola keuangan santri agar mereka dapat berperilaku hemat dan tidak boros, serta bisa menabung untuk kebutuhan lainnya dimasa depan, disamping itu pula BMS juga berguna sebagai lembaga kontrol pengurus dari setiap pengeluaran biaya santri selama berada di Pesantren. Kata Kunci: Manajemen Bank Mini Santri PENDAHULUAN Pesantren merupakan salah satu Lembaga Pendidikan yang mana pelajarnya disebut dengan santri, menurut A. Halim: AuPondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam, yang mengajarkan disiplin ilmu keislaman, pimpinan tertinggi adalah kyai sebagai pengasuh/pemilik pesantren yang dibantu oleh pengurus/asatidz dengan tekhnik dan metode yang khasAy (A. Halim, 2. Untuk menopang kehidupannya santri biasanya dikunjungi oleh orang tuanya dan diberikan uang sebagai bekal biaya hidupnya selama mondok. Suasana pembelajaran dipesantren cukup komplek, mulai dari waktu belajar, makan dan tidurpun juga diatur sedemikian rupa dan ini berlangsung selama 24 jam, sehingga membutuhkan sumber daya yang luar biasa. Pendidikan dipesantren tidak hanya mengajarkan tentang disiplin ilmu agama saja, melainkan ilmu umum juga ada. Namun padatnya sistem pembelajaran dipesantren membuat beberapa aspek lainnya terabaikan, misalnya aspek pengelolaan keuangan yang seringkali kurang diperhatikan, dalam hal ini mayoritas santri tidak mempu mengelola dan mengatur keuangannya, hal ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan mereka akan pentingnya menejemen keuangan, dan memang hampir setiap pesantren tidak ada lembaga khusus yang membidangi tentang keuangan, akibatnya mereka para santri dapat berperilaku boros. Vol. 1 No. 2 Februari 2021 | 182 Akhmad Rofiki & Moh Safik Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen telah berupaya mencari solusi agar para santri tidak berlaku boros dalam membelanjakan uangnya, mulai dari penitipan kepada masing-masing kepala bilik/asrama sampai menabung sendiri di BMT Mawaddah, namun realitanya mereka tetap sama yaitu tidak dapat mengontrol pengeluarannya dan cenderung boros dan tidak terkontrol. Maka dilatarbelakangi perilaku santri diatas. Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen membentuk sebuah lembaga pengelola administrasi keuangan santri yang disebut dengan Bank Mini Santri (BMS) sebagai solusi penanganan kasus diatas, sekaligus sebagai control pengurus dari seluruh administrasi keuangan santri selama berapa dipesantren. BMS dibentuk oleh pengurus dengan persetujuan pengasuh dan wali santri yang berkumpul pada saat rapat dan shilaturrahmi wali santri dan pengurus yang didalamnya membahas tentang perkembangan Pendidikan dan keuangan santri. BMS bukan seperti bank sebagaimana dalam Undangundang. No. 10 Tahun 1998 yang menerangkan bahwa bank adalah badan usaha yang mana dananya dihimpun dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan disalurkan kembali kepada masyarakat guna meningkatkan taraf hidup rakyat (Taswan, 2. Melainkan BMS adalah Bank mini santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen sebagai lembaga yang mengelola penuh seluruh administrasi keuangan santri, mulai dari uang saku, kos nasi, registrasi keuangan dan lainnya yang menjadi kewajiban santri dipesantren. Wali santri sangat penting peranannya dalam penyediaan biaya hidup santri, serta dalam ketersediaan sarana dan prasarana sebagai bagian dari upaya mewujudkan tujuan pendidikan Adapun yang mendukung keterlibatan ini adalah Permendikbud No. 30 Tahun 2017 tentang keterlibatan keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan. Dikatakan bahwa belajar dalam memperdalam ilmu fiqh dibutuhkan adanya kesungguhan 183 | Fintech: Journal of Islamic Finance Analisis Manajemen Pengelolaan Bank Mini Santri (Bm. dari tiga orang, yaitu kesungguhan murid, guru dan ayah. (Syaikh Az-Zarnuji, 2. Dengan begitu kontribusi keluarga dalam penyelenggaraan pendidikan didasarkan atas peran strategis keluarga untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Begitu pula peranan para pengurus dan asatidz sebagai tenaga kependidikan yang bertugas melaksanakan, mengatur, mengembangkan, serta mengawasi pengelolaan administrasi dan memberikan pelayanan teknis kepada pengguna jasa (Prihatin. Permendiknas Nomor 24 tahun 2008 menyatakan bahwa standar pengelolaan administrasi sekolah/madrasah terdiri dari tenaga administrasi sekolah/madrasah dan pelaksana urusan yaitu administrator kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, humas, surat-menyurat dan perarsipan, kesiswaan, kurikulum, dan administrator umum yang diperlukan untuk mendukung peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah/madrasah. Berdasarkan aturan tersebut, berbagai kegiatan administratif lembaga pendidikan menjadi tugas dan tanggung jawab tenaga kependidikan atau pengurus. Manajemen keuangan pesantren merupakan salah satu subtansi pesantren yang juga ikut menentukan kelancaran penyelenggaraan pendidikan. Manajemen keuangan merupakan upaya kepengurusan atau ketatausahaan keuangan mulai dari pencatatan, pelaksanaan, pengawasan dan jawaban (Komariah. Namun, pelaksanaan administrasi keuangan ini mengalami kendala karena kompetensi yang mereka miliki tidak sesuai dengan tugas yang mereka emban. Akibatnya proses pencatatan, pembukuan, serta pelaporan pengeluaran disetiap harinya mengalami kesulitan. Pengelolaan adaministrasi keuangan santri harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Mardiasmo, menyatakan transparansi dan akuntabilitas menjadi kewajiban dan tanggungjawab pemegang amanah untuk mengelola. Vol. 1 No. 2 Februari 2021 | 184 Akhmad Rofiki & Moh Safik menyajikan, melaporkan dan menyampaikan segala aktivitas yang dilaksanakan kepada pemberi amanah, dimana pemberi amanah tentunya memiliki hak dan kewenangan untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. (Mardiasmo, 2. Maka diperlukan sumber daya manusia yang sesuai dengan bidang keahliannya, karena penguasaan kompetensi bidang keahlian akan memberikan dampak lebih maksimal apalagi ditunjang dengan penggunaan teknologi sistem informasi yang baik. Implementasi sistem informasi saat ini merupakan kebutuhan utama guna meningkatkan kepercayaan wali santri dan masyarakat luas. Terutama, sistem ini memiliki peran besar dalam menunjang seluruh proses administrasi keuangan Pesantren. Pengurus Pesantren menetapkan bahwa pengelolaan keuangan santri diserahkan sepenuhnya kepada BMS dengan mengacu pada standar dan aturan yang telah ditetapkan oleh pengurus Pesantren berdasarkan keputusan bersama wali santri. Bank Mini Santri sebagai bentuk inovasi dalam ruang lingkup administrasi keuangan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai data dan informasi Bank Mini Santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Palengaan Pamekasan. Fokus penelitian adalah menganalisis manajemen pengelolaan administrasi Bank Mini Santri di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Palengaan Pamekasan. Analisis manajemen pengelolaan ini menjadi penting sebagai bahan evaluasi serta referensi bagi pengelola BMS. METODE PENELITAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen atau studi dokumentasi. Secara umum, studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok 185 | Fintech: Journal of Islamic Finance Analisis Manajemen Pengelolaan Bank Mini Santri (Bm. digunakan ketika pokok pertanyaan dari suatu penelitian adalah berkenaan dengan how atau why, atau ketika peneliti hanya memiliki sedikit peluang untuk mengontrol peristiwa yang akan dianalisis atau fokus penelitiannya terletak pada fenomena asa kin. dalam konteks kehidupan nyata (Yin. Sumber referensi penelitian ini berasal dari sumber primer dan sekunder yang didapatkan melalui studi pustaka dan jurnal HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Observasi Bank Mini Santri merupakan lembaga pengelola keuangan santri dibawah pengawasan Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen Palengaan Pamekasan yang dibentuk khusus oleh Pengurus berdasarkan hasil rapat dengan wali santri. Pesantren ini terdiri dari berbagai jenjang Pendidikan mulai dari lembaga formal (MI. SMP. SMA. SMK, dan IAI-MU) dan lembaga non formal (MaAohad Shighor. MDTA. MDTW, dan MDTU) yang berlindung dibawah Yayasan Al-Miftah dan berlokasi di Jl. Raya Palengaan KM 11 Pamekasan Madura, dengan jumlah santri 1148 orang. Pengelolaan BMS dilaksanakan oleh seorang Ketua. Sekretaris. Bendahara dan 7 Orang petugas (Telle. yang direkrut khusus oleh Ketua Umum Pengurus Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen. Seluruh biaya operasional BMS dibebankan pada BMS sendiri yang dihimpun dari setiap santri dengan nominal Rp. 000 rupiah sebagai uang operasional disetiap bulannya. BMS beroperasi setiap hari dengan mulai dari jam 06. 30 Wib Tujuan awal dibentuknya BMS yaitu untuk menertibkan administrasi keuangan santri dan sebagai Vol. 1 No. 2 Februari 2021 | 186 Akhmad Rofiki & Moh Safik kontrol pengurus dalam membentuk keperibadian santri agar mampu memenej keuangannya agar tidak boros dan berlebih-lebihan. Selain itu BMS juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan tabungan santri, yaitu. setiap uang saku dan uang kos nasi yang tidak diambil pada setiap harinya baik karena sakit atau pulang kerumah, maka secara otomatis menjadi uang tabungan masing-masing santri yang dapat dicairkan diakhir tahun pada saat libur romadhan. HASIL WAWANCARA Wawancara Bersama Abd. Somad selaku ketua BMS. Ada banyak macam biaya Pendidikan yang diterima oleh BMS, mulai dari Syahriyah. Uang saku. Uang Kos Nasi. Infaq Kesehatan. Registrasi Kwartal/Ujian. Iuran Kelas. Laundry dan lain-lain. Sistem penyetoran bisa dilakukan dengan dua jalur, yaitu via tunai langsung dengan cara disetorkan oleh wali santri atau yang mewakilinya dan memilih paket mana yang akan diberikan kepada anaknya selama satu bulan. Atau melakukan penyetoran via transfer ke nomer rekening khusus BMS dengan mengkonfirmasi kepada pengurus BMS setelah melakukan penyetoran. Penerimaan dan pencatatan setiap dana yang masuk ke BMS dilakukan oleh teller yang bertugas disetiap harinya, mereka membuat catatan dan pembukan harian, mingguan, dan bulanan serta membuat laporan rekap bulanan untuk dana yang sudah dicairkan atau belum, selanjutnya laporan diteruskan ke pengurus harian Pondok Pesantren sebagai pertanggung jawaban. Abd. Somad mengatakan. Proses pencairan uang saku santri berjalan dengan baik namun tidak efisien dan kurang efektif, hal ini terjadi karena system pencairan masih dilakukan secara manual . ace to fac. dipicu juga dengan durasi waktu yang sangat sedikit sekitar 1 setengah jam 187 | Fintech: Journal of Islamic Finance Analisis Manajemen Pengelolaan Bank Mini Santri (Bm. untuk 2300 santri. Maka dalam hal ini dibutuhkan system digitalisasi akuntansi berbasis computer, sehingga dapat memudahkan pencairan dan efisiensi waktu serta kemudahan dalam pembukuan, pembuatan laporan dan tentunya untuk menghindari hummen error dalam penghitungan akuntansi. Kedapan setelah sistem digitalisasi sudah terbangun dan berjalan, maka pencairan uang saku santri dan seluruh administrasi keuangan santri tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan dirubah pada sistem keuangan digital atau e-money, dengan begitu segala transaksi dipesantren lebih mudah dan efisien. PENGELOLAAN & PENCAIRAN Tekhnis pengelolaan uang BMS dikelola penuh oleh petugas BMS sendiri dengan menyimpan uang yang sudah dihimpun dari wali santri pada setiap bulannya, dalam hal ini BMS menggunakan akad wadiAoah yadd dhomanah yang mana uang dititipkan oleh wali santri ke BMS untuk dicairkan kepada santri disetiap harinya guna keperluan mereka sesuai paket yang telah diambil. Petugas BMS kemudian melakukan pencatatan dan pembukuan secara manual dan meng-input ke komputer dengan memakai tabel rumus Microsoft Excel sederhana serta melakukan rekap harian, mingguan, bulanan dan tahunan untuk selanjutnya dipertanggung jawabkan kepada Pengurus Pesantren dan wali santri sebagai laporan. Wali santri dapat menyetorkan langsung kepada petugas BMS dengan memilih paket yang telah disediakan sebagai berikut: Paket A Rp. Kos Nasi Rp. Syahriyah Rp. Vol. 1 No. 2 Februari 2021 | 188 Akhmad Rofiki & Moh Safik Uang saku Rp. Infaq Kesehatan Rp. Operasional BMS Rp. Paket B Rp. Kos Nasi Rp. Syahriyah Rp. Uang saku Rp. Infaq Kesehatan Rp. Operasional BMS Rp. Paket C Rp. Kos Nasi Rp. Syahriyah Rp. Uang saku Rp. Infaq Kesehatan Rp. Operasional BMS Rp. Varian paket ini sebagai biaya pokok yang harus dipenuhi oleh setiap santri sesuai dengan kebutuhan dan selera pilihan santri selama berada dipondok dan mereka bebas dalam menentukan paket yang mau dipilih disetiap Adapun pembiayaan lain selain diatas hanya bersifat temporer, seperti administrasi kwartal/ujian, sumbangan kelas dan sebagainya. Sedangkan pembiayaan yang sifatnya darurat dan segera, maka untuk sementara waktu ditalangi oleh BMS dengan prosedur yang sudah diatur oleh pengurus BMS sendiri dengan komitmen pelunasan selambat-lambatnya satu bulan dan sudah mendapat rekomendasi dari pengurus pesantren. Keuangan BMS sendiri secara keseluruhan terkumpul kurang lebih Rp. 000 setiap bulannya, atau sama dengan Rp. Milyar lebi. Sedangkan untuk uang pencairan setiap harinya 189 | Fintech: Journal of Islamic Finance Analisis Manajemen Pengelolaan Bank Mini Santri (Bm. dibutuhkan sekitar Rp. 000 perhari tergantung kepada banyak atau sedikitnya santri dalam mencairkan uang sakunya. Adapun 50% nya harus simpan ke Baitul Mall Wat Tamwil (BMT) Mawaddah. HASIL DOKUMENTASI Berikut hasil dokumentasi rekap bulanan dan tahunan setelah meminta dokumentasi laporan ke pengurus BMS: Penghimpunan: A Rp. 000/Bulan A Rp. 000/Tahun Pencairan: A Rp. 000/Hari A Rp. 000/Bulan A Rp. 000/Tahun Sisa Saldo: A Rp. 000/Tahun Sisa saldo pertahun diserahkan kembali kepada santri dengan sepengetahuan wali santrinya pada saat liburan Ramadhan sesuai dengan tabungan uang saku dan kos nasi yang tidak diambil setelah dikurangi biaya iuran wajib atau pokok di Pesantren. KESIMPULAN Secara praktis. BMS merupakan solusi dalam mengatur dan mengelola keuangan santri agar mereka dapat berperilaku hemat dan tidak boros, serta bisa menabung untuk kebutuhan lainnya dimasa depan, disamping itu pula BMS juga berguna sebagai lembaga kontrol pengurus dari setiap pengeluaran biaya santri selama berada dipesantren. Vol. 1 No. 2 Februari 2021 | 190 Akhmad Rofiki & Moh Safik Pada prinsipnya BMS hampir mirip dengan Bank Mini Sekolah yang dikelola oleh lembaga pendidikan umumnya, yaitu sama-sama berguna sebagai tempat penyimpanan uang, namun BMS tidak memberlakukan sistem pinjam kepada siapapun, kalaupun ada hanya bersifat temporer dengan durasi waktu yang sudah ditentukan dan tanpa jaminan serta sudah direkom oleh pengurus pesantren. BMS hanya bisa membantu memberikan pinjaman sementara bagi santri yang terlambat bekal kirimannya, atau bisa juga untuk menalangi keuangan pesantren yang sifatnya mendadak. Mengingat pentingnya kehadiran BMS dipesantren maka perlu untuk ditingkatkan sistem dan manajemennya dengan cara membuat aplikasi digital akuntansi keuangan berbasis komputer, agar lebih mudah dalam pengoprasian dan mengaksesnya, serta dapat menghasilkan data yang lebih cepat, akurat dan akuntabel. Selain itu, peralihan dari penggunaan uang tunai ke uang elektronik atau e-money perlu juga untuk dilakukan agar lebih mudah dan efisien, disisi lain sistem ini juga dapat meng-edukasi santri supaya tidak tertinggal dengan kemajuan tekhnologi digital yang cukup pesat diluar dunia pesantren. DAFTAR PUSTAKA