LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan STKIP PGRI BANDAR LAMPUNG http://jurnal. id/index. php/lentera UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI METODE ROLE PLAYING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS VI SDN 2 KOTAKARANG Nuraidi SDN 2 Kotakarang nuraidi@rocketmail. Abstrak: Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Clasroom Action Researc. , tujuannya adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan (PK. Subyek penelitian adalah siswa kelas VI SDN 2 Kotakarang yang berjumlah 33 siswa. Pokok permasalahan yang diangkat adalah peningkatan motivasi belajar melalui metode Role Playing dalam pelaksanaan pembelajaran PKn. Dari hasil penelitian siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu nilai rata-rata dari 71,94 menjadi 77,03. dari tidak tuntas menjadi Oleh karena itu, sangat disarankan kepada guru agar dalam melaksanakan proses pembelajaran senantiasa menggunakan metode belajar yang salah satunya adalah metode Role Playing. Kata kunci: metode role playing, pembelajaran PKn PENDAHULUAN Tidak dapat dipungkiri bahwa untuk mendapatkan kemajuan dalam kehidupan pendidikan haruslah dijadikan prioritas utama untuk memperoleh perhatian dan Hal ini tentu saja sangat terkait dengan upaya untuk menuntaskan buta aksara di kalangan warga Negara dan Majunya Negara sangat ditrentukan oleh bagaimna keadaan out put pendidikan yang Oleh karena itulah maka pemerintah dewasa ini berupaya untuk mengadakan pembaharuan dalam bidang pendidikan dan pengajaran agar lebih efektif mentransfer pengetahuan dan teknologi serta nilai budaya kepada anak Pendidikan suatu proses untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai dan budaya dan suatu generasi ke generasi Tanpa pendidikan maka perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan sangat lamban. , bahkan mungkin tidak akan berkembang sama Oleh sebab itu, pendidikan perlu diorganisir baik oleh pemerintah, supaya berjalan dengan baik dan lancer serta terencana, untuk mencerdaskan kehidupan Masalah menjadi perhatian dan pembicangan dewasa ini terkait dengan masalah kualitas dan kuantitas. Masalah kualitas ini erat kaitannya penanganan secara terpadu pendidikan sebagai suatu sistem sehingga Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa melalui Metode Role Playing Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas VI SDN 2 Kotakarang professional dan bermutu serta relevan Sedangkan masalah kuantitas itu timbul penduduk di suatu pihak dan tersedianya sarana dan prasarana pendidikan pada pihak lain (Wahyoetomo, 1. Bahwa dalam proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, sangat terkait dengan beberapa komponen. Seluruh komponen itu tidaklah berdiri sendiri-sendiri akan tetapi saling terkait dan saling menunjang antara satu dengan yang lainnya. Komponen-komponen yang dimaksud adalah guru, materi pelajaran dan kurikulum, anak didik, sarana dan prasarana yang digunakan, metodemetode yang dipakai dalam proses Komponenkomponen itu masing-masing terdiri dari sub-sub komponen yang sangat kompleks Hal dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas, tidak hanya bentuk pertemuaan antara guru dengan siswa di dalam kelas belaka. Tujuan Indonesia berkualitas, baik jasmani maupun rohani kepentingan duniawiyah belaka akan tetapi juga ukhrawiyah. Untuk mencapai tujuan di atas maka perlu dilakukan beberapa usaha yang terus menerus dan berkesinambungan secara sungguh-sungguh. Salah satu usaha yang dilaksanakan adalah dengan jalan meningkatkan cara penyajian materi pelajaran pada setiap pokok bahasan yang ada disetiap sekolah, mulai dari tingkat pendidikan menengah. Berbicara masalah cara penyajian bahan pelajaran itu tentu saja terkait Karena metode mengajar itu hanya dapat di pelajari secara khusus melalui pendidikan tertentu, sehingga tidak semua orang dapat menyelenggarakan proses belajar Pengunaan metode mengajar ini sangat menunjukkan keberhasilan tujuan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, metode pengajaran yang digunakan harus disesuaikan dengan materi pelajaran tertentu. Karena diakui sepenuhnya bahwa tidak ada satu metode yang paling baik. Metode yang baik adalah metode yang sesuai dengan berbagai situasi yang terjadi di dalam proses belajar mengajar. Djajadisastra . mengungkapkan bahwa dalam situasi mengajar guru harus benar-benar memperhatikan metode mengajar yang Hal menimbulkan kesulitan karena banyak diantara guru yang sudah terbiasa dengan salah satu metode tertentu. Memang ketepatan metode berpengaruh terhadap hasil yang dicapai dalam proses belajar Dalam hal ini banyak diantara guru yang tidak terlalu mau mengambil pusing terhadap penggunaan metode tertentu atau mengacuhkan penggunaan metode tertentu karena di samping membutuhkan waktu dan tenaga juga diperlukan keterampilan yang berkaitan dengan metode itu. Banyak diantara guru yang mengajarkan salah satu materi pelajarannya secara lisan tampa adanya Nuraidi LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. kepedulian untuk memilih beberapa alternatif metode yang disodorkan untuk mengajarkan materi pelajaran tersebut Engkoswara . menjelaskan bahwa biasanya dalam menyampaikan suatu materi pelajaran dibutuhkan lebih dari satu metode yang pada hakikatnya merupakan gabungan atau kombinasi antara beberapa metode mengajar. Oleh sebab itu, materi penelitian ini berupaya menitikberatkan pembahasannya dengan penggunaan metode role playing dalam proses belajar pelajaran pendidikan kewarganegaraan (PK. di kelas VI SDN 2 Kotakarang. Berdasarkan penjelasan singkat di atas maka dapat disimak bahwa yang penelitian ini adalah upaya pemberdayaan salah satu metode mengajar, yaitu metode role playing guna meningkatkan mutu kewarganegaraan (PK. di kelas VI SDN 2 Kotakarang. Dari masalah yang telah dirumuskan, penulis mamandang perlu untuk terlebih dahulu hipotesis sebagai dugaan sementara bahwa dengan metode role playing dalam proses pembelajaran siswa-siswi kelas VI dapat termotivasi mengikuti pembelajaran PKn, serta nilai prestasi dapat meningkat. KAJIAN TEORI Metode Role Playing Untuk memperoleh pengertian yang jelas mengenai Metode Role Playing ini, ada baiknya terlebih dahulu dijelaskan pengertian metode secara umum. Yang dimaksud dengan metode adalah: cara yang diatur dan terpikirkan baik-baik untuk menyampaikan sesuatu maksud dan (Sastrapradja, 1998:. Berdasarkan pernyataan di tersebut maka dapat diketahui bahwa metode itu tidak lain dari cara, teknik dan strategi tertentu yang diatur dan dipikirkan baik-baik yang digunakan oleh seseorang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Anton Mulyono 1985:. , istilah metode diterjemahkan dengan cara yang teratur dan terpikirkan baik-baik untuk menyampaikan sesuatu maksud dalam ilmu pengetahuan dan Dalam kaitannya dengan pelajaran kepada siswa . eserta didi. disebut dengan metode pembelajaran atau metode-metode mengajar. Jadi metode pembelajaran adalah cara yang dapat ditempuh oleh seseorang guru dalam upaya menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik yang sesuai dengan pokok/topik bahasan yang diajarkan. Cukup banyak metode mengajar yang dikenal sampai saat ini. Metodemetode itu sebagai alternatif pilihan yang digunakan oleh guru di dalam proses pembelajaran PKn di Kelas VI SDN 2 Kotakarang Salah satu diantaranya adalah metode Role Playing yang dapat dikombinasikan dengan metode mengajar yang dipandang cocok dan relevan dengan materi pembelajaran yang akan Istilah Role Playing berasal dari Bahasa Inggris. Role diartikan dengan peran dan Playing berati bermain. Dengan demikian metode Role Playing diartikan Metode Beramain Peran. Dalam pengucapan selanjutnya, istilah Metode Role Playing dan Metode Bermain Peran membangun pengertian yang sama dari kedua istilah tersebut. Yang dimaksud dengan Metode Role Playing menurut Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa melalui Metode Role Playing Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas VI SDN 2 Kotakarang Gani Wahid . adalah salah satu bentuk permainan pendidikan . ducation menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku dan nilai-nilai dengan tujuan menghayati perasaan, sudut pandang, an cara berpikir. Jadi melalui Role Playing si pelaku akan memerankan suatu atau seseorang tokoh seperti apa adanya . Kemudian Nasution . memberikan pula penjelasan bahwa Metode Role Playing merupakan metode yang mendorong siswa untuk berpartisipasi pada taraf yang tinggi. Karen metode ini melibatkan unsure kognitif dan emosi. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan Role Playing menekankan proses pembelajaran siswa itu pada bermain peran dalam situasi pendidikan, hal mana seseorang siswa melakonkan suatu adegan yang telah dibaca atau didengarnya yang seakanakan dia sendirilah tokoh yang dimkasud. Kemudian dikemukakan penjelasan yang dimuat di dalam buku Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (Depdiknas, 1998:. , bahwa bermin peran dilakukan oleh siswa dalam rangka menghayati materi yang sedang diajarkan. Dengan bermain peran, siswa dapat penghayatan atas peran dari tokoh yang Jadi bahwa Metode Role Playing adalah salah satu metode mengajar yang penjabaranya dalam proses pembelajaran itu dilakukan diminta untuk memerankan seorang tokoh tertentu yang melakonkannya dihadapan teman-teman dan gurunya dengan harapan siswa-siswa mampu menghayati peran tokoh yang Metode ini sangat baik untuk membangun perasaan dan imaginasi siswa sehingga secara tidak langsung siswa diajak untuk ikut merasakan suka dukanya tokoh yang dibaca atau Metode ini sangat cocok penghayatan siswa sehingga diharapkan ia dapat melekat dalam diri anak untuk selama-lamanya. Setiap metode yang diterapkan oleh guru dalam proses pembelajaran tentu saja mempunyai tujuan yang ingin Demikian pula halnya dengan penggunaan Metode Role Playing ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu: Agar siswa mampu menghayati suatu kejadian atau hal yang sebenarnya dalam realita kehidupan Siswa mampu menghayati dan Bila siswa telah mempelajarai beberapa hal lainnya, kemudian timbul ketegangan dan rasa bosan, maka dengan Metode Role Playing ini dapat dijadikan sarana untuk Metode Role Playing juga dapat mendiagnosa keadaan kemampuan dan kebutuhan pada siswa. Role Playing . ermain pera. dapat juga membentuk konsep diri siswa . elf Nuraidi LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. tertentu yang mungkin menjadi Menggali dan meneliti nilai atau norma dan peranan budaya dalam kehidupan nyata. Membantu Memperjelas pola pikir siswa, berbuat dan memiliki keterampilan dalam membuat dan mengambil keutusan menurut caranya sendiri. Bermain peran juga dapat dijadikan sebagai alat penghubung untuk membina struktur social dengan system nilai lingkungannya. Dapat membina kemampuan siswa untumemecahkan masalah, berpikir melatih elastisitas dalam kehidupan berkelompok dan sebagainya. Melatih siswa dalam membina dan memperbaharui perasaan serta cara berpikir yang sesuai dengan tingkah laku tokoh yang diperankan dalam bermainperan tersebut. Selain dari itu, metode bermain peran mempunyai beberapa manfaat yang sangat positif, antara lain: Membantu siswa untuk menemukan makna dirinya dalam kehidupan Membantu bantuan kelompok. Memberikan bekerja sama yang sangat besar faedahnya bagi pembentukan jiwa Memberikan ketermpilan memecahkan masalah. Juga dapat memberikan pengalaman tersendiri dalam diri siswa, karena ia harus tampil di hadapan teman tokoh tertentu. Kesempatan tampil di hadapan orang banyak itu sangat dibutuhkan karena pada saatnya nanti siswa diharapkan terlatih untuk tampil di depan umum. Khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. , metode bermain peran sangat besar manfaatnya karena mata pelajaran PKn merupakan salah satu mata pelajaran untuk membina moral dan kepribadian bangsa yang sesuai dengan nilai yang dalam Pancasila, dengan sendirinya akan membangun jiwa Pancasilais sejati sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Bangsa Indonesia. Dengan demikian, metode role playing memiliki manfaat yang besar untuk peserta didik, baik dalam rangka makhluk sosial. Agar pelaksanaan Metode Role Playing berjalan sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu dikemukakan beberapa langkah pelaksanaan sehingga guru dapat mempersiapkan secara rapi dan terencana. Pada dasarnya terdat 3 . tahap pelaksanaan metode Role Playing, yaitu: Tahap Persiapan Ada beberapa hal yang perlu dilakukan pada tahap persiapan, sebagai Menentukan Masalah Dalam tahap ini, guru bersama dengan siswa perlu merumuskan masalah dan siswa harus tahu masalah itu dengan jelas sehingga Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa melalui Metode Role Playing Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas VI SDN 2 Kotakarang pelaksanaannya akan terarah pada proses pemecahannya, sekaligus dapat dijadikan sebagai topic pembicaraan/diskusi setelah selesai bermain peran. Merumuskan tujuan Pembelajaran Guru kepada siswa apa yang menjadi tujuan pembelajaran itu sehingga siswa berupaya untuk mengarahkan lakonnya pada tujuan yang hendak Merumuskan Langkah-Langkah Umum. Langkah Umum dalam pelaksanaan metode bermain peran ini perlu diketahui oleh siswa sehingga proses penyelenggaraannya nati tidak akan menemukan hambatan macetnya proses belajar mengajar. Mengidentifikasi Peran Dalam proses ini, yang perlu mendapat perhatian adalah: - Siapa pelakonya - Apa yang perlu dilakonkan - Dimana lokasi kejadiannya - Siapa yang harus menadi - Alat apa yang ada dan yang masih dibutuhkan - Apakah siswa telah bisa dan siap menggunakan alat itu. Tahap Pelaksanaan Pemanasan Dalam pemanasan ini, beberapa kegiatan yang harus diperhatikan . Guru mengajukan beberapa menjelaskannya kepada siswa . Permasalahan itu bisa berasal dari buku PKn, cerita guru atau pengamatan yang dilakukan oleh siswa. Hal ini tergantung . Menafsirkan alur cerita . Menjelaskan peran yang akan dilakonkan oleh siswa. Pemilihan Peserta/pelakon . Guru menganlisis cerita yang akan dilakonkan oleh siswa . Memilih memperhatikan karakter tokoh yang diwakili oleh setiap Yang paling baik adalah karakter tokoh itu harus relevan dengan sifat anak yang akan melakonkannya. Mengatur tempat bermain . Menata alat dan bahan . Tata lokasi dan peralatan yang Mempersiapkan pengamat . Menunjuk siswa yang bertindak sebagai pengamat . Menjelaskan secara singkat apa yang harus dilakukan oleh . Menentukan tugas dan tempat duduk pengamat Melaksanakan Role Playing . Mulai bermain peran . Memelihara . Menghentikan permainan pada Nuraidi LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. Replaying Jika mengulangi proses bermain peran. Tahap Diskusi dan Evaluasi Tahap diskusi dan evaluasi ini, merupakan tahap akhir dari metode Hal dilaksanakan pada tahap ini adalah: Mendiskusikan permainan yang telah dilakonkan Memberikan penguatan terhadap pelaku yang telah melakonkan permainan, serta memberikan saran perbaikan bila ada diantara pelaku yang kurang sesuai atau kurang pada jalannya bermain peran, khususnya pada mata pelajaran PKn Kelas VI SDN 2 Kotakarang Menghubungkan permasalahan yang telah dilakonkan pengalaman siswa itu sendiri yang secara nyata telah Memberikan tes kepada siswa untuk belajar mengajar tersebut. Memperhatikan apa yang telah diuraikan sebelumnya, maka ternyata bahwa tidak semua mata pelajaran dapat menggunakan metode bermain peran, ini tergantung daripada tujuan yanh ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, perlu dikemukakan pula bahwa penggunaan metode bermain peran ini memiliki keterbatasan, seperti: Metode Bermain Peran tidak perlu digunakan dalam kuantitas yang sering karena yang ingin dicapai penghayatan terhadap tertentu dan watak dari tokoh. Untuk materi pelajaran yang lebih menekankan pada aspek knowledge. Demikian pula pada mata pelajaran peran, kecuali ada hal-hal khusus yang sangat spesifik. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research (CAR). Tujuan penelitian perbaikan praktik pembelajaran di kelas yakni kompetensi dasar, kreatif dan Atau penelitian tindakan kelas dimaksudkan untuk meningkatkan atau memperbaiki layanan pendidikan dalam konteks pembelajaran di kelas, sebagai upaya tindakan perbaikan terhadap kenyataan rendahnya kemampuan peserta didik dalam mengembangkan kemampuan menulis khususnya penulisan karya tulis. Sejalan dengan uraian tersebut. McNiff dalam Arikunto . menegaskan bahwa dasar utama bagi dilaksanakannya penelitian tindakan kelas adalan untuk perbaikan konteks proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VI SDN 2 Kotakarang . Bandar Lampung tahun pelajaran 2017 - 2018. Waktu penelitian berlangsung selama 1 bulan. SDN 2 Kotakarang dipilih sebagai Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa melalui Metode Role Playing Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas VI SDN 2 Kotakarang SDN Kotakarang adalah Sekolah Standar Nasional (SSN) yang telah menerapkan secara utuh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pembelajaran secara umum di kelas VI, dan secara khusus pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. yang menggunakan pendekatan metode Role Playing. Pendekatan yang menekankan pada proses pembelajara, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM). Instrumen Keberadaan peneliti dalam mengamati proses perkembangan pola pikir dan sikap siswa siswi selama proses Kunci memperoleh data yang valid dan akurat. Peneliti pengamatan seperti pedoman observasi, lembar kerja. RPP, dan hasil kerja. Data penelitian pembelajaran PKn melalui pemanfaatan metode bermain peran menurut. Gani Wahid . adalah salah satu bentuk permainan pendidikan . ducation game. yang digunakan untuk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku dan nilai-nilai dengan pandang, an cara berpikir. Jadi melalui Role Playing si pelaku akan memerankan suatu atau seseorang tokoh seperti apa adanya . HASIL DAN PEMBAHASAN Pada hasil dan pembahsan disajikan hasil penelitian peningkatan kemampuan dan motivasi belajar siswa kelas VI SDN 2 Kotakarang Role Playing. Pembahasan pemahaman yang utuh tentang hasil Sebagai pendukung disajikan data tentang kajian awal, perencanaan, pelaksanaan tindakan. Sebagai implikasi dari rencana dan tindakan disajikan data proses dan hasil tindakan yang berupa produk. Hasil Penelitian Awal Pada hasil penelitian tahap awal disajikan data penelitian yang terdiri atas . perilaku siswa kelas VI SDN 2 Kotakarang terhadap mata pelajaran PKn. Implementasi penggunaan metode Role Playing Data Perilaku Siswa Kelas VI SDN 2 Kotakarang Dari dilakukan selama dalam proses menggunakan metode Role Playing di kelas VI SDN 2 Kotakarang , diperoleh gambaran bahwa minat siswa terhadap mata pelajaran PKn sangat minim. Minimnya minat siswa disebabkan oleh pendekatan pembelajaran oleh guru juga kurang Karena guru dan peneliti dalam proses pembelajaran masih cenderung mengajarkan teori dan Implementasi Pendekatan Penggunaan Metode Role Playing. Dalam Pendidikan Kewarganegaraan (PK. di kelas VI SDN 2 Kotakarang , peneliti mengalami penggunaan metode role playing, karena kurangnya pemahaman dan backraum pendidikan yang tidak berkolerasi untuk merancan dan Nuraidi LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. menyikapi perubahan karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan (PK. Diketahui bahwa dari 33 mencapai nilai di bawa 75. Pada system penilaian Permen Nomor 20 tahun 2007, maka secara klaksikal dinyatakan tidak tuntas yaitu 90 % Hasil Penelitian Siklus 1 Penelitian berdasarkan hasil penelitian awal tentang kemampuan dasar siswa kelas VI SDN 2 Kotakarang Pendidikan Kewarganegaraan (PK. Dari kajian penelitian awal maka pada hasil perencanaan tindakan, . pelaksanaan tindakan pada tahap penemuan ide, dan penyajian, . hasil tindakan berupa proses penemuan ide, dan penyajian yang berupa produk, evaluasi, dan refleksi. Perencanaan Tindakan Perencanaan tindakan peningkatan Pendidikan Kewarganegaraan (PK. sebagaimana pada siklus 1 dirancang sebelum tindakan dilaksanakan dirancang menggunakan metode Role Playing dalam Proses Pendidikan Kewarganegaraan (PK. kelas VI SDN 2 Kotakarang, dengan melihat relevansi antara proses pembelajaran dengan karakteristik siswa. Untuk itu dalam pelaksanaan pembelajaran mengacu pada standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode dan strategi langkah-langkah kegiatan, serta sumber belajar dan Pada pertemuan pertama dan kedua menggunakan alokasi waktu 2 X 35 menit dengan tujuan yang diharapkan dapat tercapai dalam proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan metode bermain peran adalah siswa mampu . memerankan tokoh yang dilakonkan, . pendidikan kewarganegaraan (PK. , . perilaku, sikap, dan moral siswa dapat diterapka dalam kehidupannya, baik dalam lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat di siswa tinggal. Pelaksanaan Tindakan. Pelaksanaan Tindakan implementasi dari perencanaan yang telah masing-masing berdasarkan petunjuk dari guru, sesudah itu setiap kelompok mempresentasekan hasilnya, guru memandu batasan yang akan disampaikan oleh siswa yaitu pada diskusi, olah rasa, maksud dan tujuan yang hendak disampaikan kepada seluruh peserta diskusi. Hasil Tindakan Hasil tindakan dari perencanaan dan proses adalah berupa karya atau produk, dan perubahan sikap para siswa yang diukur melalui analisis deskripsi terhadap skor hasil belajar siswa. Tabel 1. Hasil analisis deskripsi terhadap skor yang dicapai pada siklus 1 Statistik Nilai Statistik Banyak Siswa Skor tertinggi 87,00 Skor terendah 60,00 Skor rata-rata 71,94 Dari tabel tersebut di atas, menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa melalui Metode Role Playing Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas VI SDN 2 Kotakarang pembelajaran adalah 71,94 dengan skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100, sedangkan skor terendah 60,00, dan yang tertinggi 87,00. Apabila skor hasil belajar siswa dikelompokkan ke dalam lima kategori maka diperoleh distribusi dari skor adalah: Tabel 2. Distribusi Frekwensi dan Persentase Skor Siklus 1 Skor Kategori Frek. 0 Ae 34 Sangat 35 Ae 54 rendah 55 Ae 64 Rendah 3,03 65 Ae 84 Sedang 63,64 85 - 100 Tinggi 33,33 Sangat Dari tabel di atas menunjukkan bahwa siswa dalam kategori sangat rendah sebanyak 0 siswa . ,00 %), kategori rendah sebanyak 0 siswa . ,00 %), kategori sedang sebanyak 1 orang siswa . 03 %), dalam kategori tinggi 21 orang siswa . ,64 %), sedangkan dalam kategori sangat tinggi 11 orang siswa . ,33 %). Dan skor rata-rata nilai siswa dengan siswmenggunakanmetode Role Playing pada siklus 1 adalah 71,94. Dilihat dari pencapaian nilai rata-rata, maka hasil belajar siswa dikelompokkan dalam lima kategori, yaitu kategori tinggi. Hal ini berarti bahwa tingkat prestasi siswa setelah diadakan pembelajaran metode Role Playing pada siklus 1 tergolong tinggi. Akan tetapi dilihat dari persentase ketuntasan, maka berada pada kategori tidak tuntas Tabel 3. Deskripsi Ketuntasan belajar PKn Kelas VI SDN 2 Kotakarang Persentase Kategori Frek. Skor 0% Ae 74 Tidak 66,67 Tuntas 75 % - Tuntas 33,33 Berdasarkan tabel di atas bahwa siswa yang tidak tuntas sebanyak 22 orang . ,67%), sedangkan siswa yang tuntas sebanyak 11 orang . ,33 %). Dalam hal ini apa yang diharapkan belum Refleksi Siklus 1 Pada pertemuan siklus 1, proses metode Role Playing, bahwa motivasi belajar belum mencapai batas kriteria ketuntasan yang diharapkan pada mata pelajaran PKn di kelas VI SDN 2 Kotakarang . Motivasi siswa pada siklus 1 dapat dideskripsikan sebagai berikut: Rata-rata siswa ketika diberikan metode Role Playing masih kurang memahami dan memaknai fungsi dan peran masing- masing. Rata-rata siswa kurang memeneks pelajaran masih banyak kurang Jadi fungsi sesuai dengan tugas yang diberikan pada masing- masing kelompok. Dari hasil analisa yang dilaksanakan pada siklus 1, pada umumnya motivasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VI SDN 2 Kotakarang Nuraidi LENTERA: Jurnal Ilmiah Kependidikan. Vol. No. perubahan motivasi siswa pada siklus 1 belum memenuhi kriteria yang kita Hasil Penelitian Siklus 2 Berdasarkan hasil pada siklus 1 belum mencapai hasil yang diharapkan, maka dilakukan penelitian siklus 2. Metode yang digunakan dalam pembelajaran PKn masih mengacu pada metode siklus 1 Pendidikan Kewarganegaraan (PK. , dengan mengacu pada beberapa tahapan. Perencanaan Tindakan Perencanaan peningkatan motivasi belajar siswa kelas VI SDN 2 Kotakarang , maka pada siklus 2 dirancang sesuai dengan refleksi siklus Tahapan perencanaan tindakan disusun sesuai dengan apa yang dilakukan pada perencanaan siklus 1 dengan pendekatan pembelajaran model Jigsaw . im ahl. Agar apa yang dilakukan pada siklus 2 mencapai sesuai dengan apa yang diharapkan dengan menekankan pada keaktifan siswa berpusat materi yang Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan implementasi dari perencanaan yang akan dilaksanakan berdasarkan refleksi siklus Pada pelaksanaan setiap kelompok terdiri 5 orang anggota yang masingmasing satu berkumpul untuk membahas permasalahan yang diberikan. Kegiatan selanjutnya adalah guru memandu batasan yang akan dipresentasekan oleh masingmasing kelompok dengan maksud agar siswa lebih terarah dalam menyampaikan ide-ide yang telah dibahas dala tim ahli Pada pelaksanaannya, setiap anggota kelompok menyampaikan apa hasil yang telah didiskusikan, dan untuk kelompok yang belum menyajikan hasil diskusinya akan tanggapan dan saran ataupun kelompok lain bertindak sebagai juri. Hasil Tindakan Hasil tindakan dari perencanaan dan melakukan argument berdasarkan hasil kerja kelompoknya, maka dapat diukur melalui analisis deskripsi terhadap skor hasil belajar siswa pada tabel berikut . Tabel 4. Nilai Siklus 2 Statistik Nilai Statistik Banyaknya siswa 33 Skor tertinggi 90,00 Skor terendah 70,00 Skor rata-rata 77,03 Dari tabel 4 tersebut menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar setelah diberikan pembelajaran dengan metode Role Playing adalah 77. 03 dari skor ideal yang mungkin dicapai 100, sedangkan skor terendah 70,00. Apabila skor hasil belajar siswa dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi dari skor tersebut, seperti pada tabel Tabel 5. Distribusi Frekwensi dan persentase skor Skor 0 Ae 34 Kategori Sangat 35 Ae 54 Rendah 55 Ae 64 Sedang 65 Ae 84 Tinggi 85 - 100 Sangat Frek. 87,88 12,12 Upaya Peningkatan Motivasi Belajar Siswa melalui Metode Role Playing Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas VI SDN 2 Kotakarang Dari tabel 5 tersebut di atas menunjukkan bahwa siswa yang berada dalam kategori sangat rendah sebanyak 0 siswa . %), kategori rendah sebanyak 0 siswa . %), kategori sedang sebanyak 0 siswa . %), kategori tinggi sebanyak 29 siswa . ,88 %), sedangkan kategori sangat tinggi sebanyak 4 siswa . ,12 %). Dan skor rata-rata nilai siswa setelah metode Role Playing pada siklus 2 adalah 77,03 %. Apabila skor rata-rata hasil belajar siswa dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka berada dalam Dan persentase ketuntasan belajar maka berada pada kategori tuntas. Tabel 6. Deskripsi Ketuntasan siswa siklus 2 % skor 0 - 74 75 - 100 Kategori Tidak Tuntas Tuntas Frek. 12,12 87,88 Berdasarkan tabel ketuntasan di atas, bahwa siswa yang tuntas adalah 29 orang . ,88 %), sedangkan siswa yang tidak tuntas adalah 4 orang . ,12 %). Refleksi Siklus 2 Pelaksanaan aktivitas proses pembelajaran pada siklus 1 yang mengacu pada metode Role Playing. Akan tetapi peneliti mencoba pada siklus 2 dengan melakukan tindakan pembelajaran model Jigsaw . im ahl. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada siklus 2, hasil motivasi belajar siswa perubahan hasil nilai yang sangat Perubahan sikap dan hasil yang dimaksud adalah: Pada siklus 2, proses pembelajaran dengan menggunakan metode Role Playing, motivasi siswa sudah meningkat dan terkonsentrasi dalam melaksanakn tugas yang diberikan. Rata-rata semua anggota kelompok aktif dalam membahas materi yang diberikan. Nilai hasil belajar pada siklus 2 dengan rata-rata 77,03 % berada pada kategori tuntas. SIMPULAN Berdasarkan dilaksanakan pada siklus 1 dan siklus 2, dapat disimpulkan sebagai berikut. Rata-rata motivasi belajar siswa signifikan dari siklus 1 ke siklus 2 dengan menggunakan metode Role Playing pada mata pelajaran PKn kelas VI SDN 2 Kotakarang Bandar Lampung. Rata-rata nilai hasil belajar dari siklus 1 ke silus 2 juga mengalami peningkatan yang signifikan yaitu dari 71,94 % menjadi 77,03 % atau dari kategori tidak tuntas menjadi Jadi, penggunaan metode Role Playing cocok digunakan pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PK. DAFTAR PUSTAKA