JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 2430 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. ANALISIS KANDUNGAN SIKLAMAT PADA MINUMAN BOBA YANG DIJUAL DI WARUNGASEM KABUPATEN BATANG 1* Kharismatul Khasanah, 2Nur Shella SyaAobana 1Dosen Prodi S1 Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Pekalongan, khaskharisma@gmail. 2Mahasiswa Prodi na@gmail. Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Pekalongan. ARTICLE INFORMATION ABSTRACT Received: February, 22. Revised: June, 21, 2023 Available September, 11, 2023 Boba drink is a high-calorie drink from Taiwan that is currently popular in Indonesia. This drink is categorized as a sweetened drink with the use of artificial sweeteners instead of natural to reduce production costs. The artificial sweetener used is sodium cyclamate because it has 30 times sweetness intensity of sucrose and is relatively cheaper. The use of artificial sweeteners according to BPOM RI regulation No. 11 of 2019 has a maximum limit of 250 mg/kg. This study aims to determine the presence of cyclamate content and the level of cyclamate in boba drinks sold in Warungasem. Batang. This research is a descriptive study with a qualitative and quantitative analysis approach. Samples were obtained from sellers in the Warungasem area of Batang using the saturated sample The samples taken were boba beverage liquid (Code A) and Bola-boba (Code B). The qualitative analysis method used is the precipitation method while the gravimetric method quantitavely. The results showed 50% from 14 samples tested were positive for cyclamate characterized by the presence of white precipitate. Gravimetric quantitative test obtained cyclamate content exceeds the BPOM maximum limit of 250 mg/kg by 28,57% from samples tested, namely codes A4. A5. A6 and A7. KEYWORDS Kata Kunci : Minuman Boba. Siklamat. Pemanis buatan. Gravimetri Keyword : Boba drink. Clyclamate, artificial sweeteners. Gravimetric CORRESPONDENCE Kharismatul Khasanah Prodi S1 Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Pekalongan Indonesia E-mail: khaskharisma@gmail. ABSTRAK Minuman boba merupakan minuman berkalori tinggi asal Taiwan yang saat ini popular di Indonesia. Minuman ini memiliki kandungan gula tinggi sehingga dikategorikan sebagai minuman berpemanis. Dalam pembuatannya, produsen menggunakan pemanis buatan sebagai pengganti pemanis alami untuk mengurangi biaya produksi. Pemanis buatan yang sering digunakan adalah natrium siklamat karena memiliki intensitas kemanisan 30 kali tingkat manis dari sukrosa dan harganya relatif lebih murah. Penggunaan pemanis buatan menurut peraturan BPOM RI No. 11 tahun 2019 memiliki batas maksimum sebesar 250 mg/kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan siklamat dalam minuman boba serta kadar siklamat dalam minuman boba yang dijual di Warungasem Kabupaten Batang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan analisa kualitatif dan kuantitatif. Sampel diperoleh dari penjual di daerah Warungasem Kabupaten Batang dengan teknik sampel jenuh. Sampel yang diambil berupa cairan minuman boba (Kode A) dan Bola-boba (Kode B). Metode analisa kualitatif yang digunakan yaitu metode pengendapan. Sedangkan analisa kuantitatif menggunakan metode gravimetri. Hasil penelitian menunjukkan 50% dari 14 sampel yang diujikan positif mengandung siklamat ditandai dengan adanya endapan putih. Uji kuantitatif secara gravimetri diperoleh kandungan siklamat melebihi batas maksimum BPOM sebesar 250 mg/kg sebanyak 28,57% dari 14 sampel yang diujikan yaitu kode A4. A5. A6 dan A7. This is an open access article under the CC BY-ND license. Khasanah. Kharismatul,. et al. Analisis Kandungan Siklamat Pada Minuman Boba Yang Dijual DiAA JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 2430 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. 250 mg/kg (BPOM, 2. Menurut World Health PENDAHULUAN Boba Milk Tea merupakan minuman asal Taiwan Organization (WHO) yang diperkenalkan pada tahun 1980-an, kemudian maksimum natrium siklamat yang boleh dikonsumsi populer pada tahun 1990-an di seluruh Asia hingga lebih perhari atau Acceptable Daily Intake (ADI) yakni 11 populer di Amerika dan Eropa sejak tahun 2000 (Min, mg/kg berat badan (Melinda et al. , 2. , 2. Di Indonesia, minuman boba juga menjadi Penggunaan pemanis buatan perlu diwaspadai kegemaran saat ini. Penelitian yang dilakukan pada tahun karena penggunaan dalam takaran yang melebihi batas 2020 di Depok dan Jakarta menunjukkan hasil 89,4% dari persyaratan dapat menimbulkan efek samping yang dapat 540 mahasiswa menyukai minuman kekinian terutama memicu permasalahan kesehatan. Penggunaan pada kadar minuman boba (Veronica & Ilmi, 2. Saat ini minat yang sangat tinggi dapat menyebabkan timbulnya resiko beli minuman kekinian atau boba milk tea menjadi tren di karsinogenik (Kabuhung, 2015. Wimpy dkk. , 2. kalangan anak muda, sudah menjadi gaya hidup dan Natrium sakarin yang dikonsumsi akan dikeluarkan oleh bukan sekedar penghilang rasa haus (Permatasari et al. tubuh dalam bentuk utuh, namun masih meninggalkan residu sikloheksilamin yang tidak mampu dimetabolisme Boba Milk Tea biasanya mengandung bola oleh tubuh. Semakin lama akan mengalami penumpukan tapioka . , sirup, gula, bubuk minuman dengan didalam tubuh sehingga sangat membahayakan (Nollet, berbagai varian rasa serta susu kental manis (Safitri, dkk. Wimpy et al. , 2. Oleh karena itu, penggunaan Dalam pembuatan minuman boba produsen pemanis buatan yang tidak sesuai persyaratan menjadi seringkali menggunakan pemanis buatan untuk mengganti salah satu permasalahan keamanan pangan. pemanis alami atau gula untuk mengurangi biaya Hingga saat ini, belum ada penelitian yang Pemanis buatan merupakan bahan tambahan menganalisis kandungan siklamat sebagai pemanis buatan pangan yang dapat menimbulkan rasa manis pada pada minuman boba, sehingga peneliti tertarik untuk makanan atau minuman, namun tidak atau sedikit melakukan analisa kandungan siklamat pada minuman memiliki nilai gizi (Kabuhung, 2. Pemanis buatan boba yang dijual di daerah Warungasem Kabupaten sebagai bahan tambahan pangan yang diizinkan oleh Batang. BPOM dalam batas penggunaan tertentu yaitu asesulfamK , siklamat . , sakarin . , sukralosa METODE Bahan yang digunakan memiliki spesifikasi pro analisis grade yaitu BaClCC . HCl . (BPOM, 2. Biasanya pemanis buatan yang 10%. NaNOCC . 10%, kloroform . , aquadest sering digunakan adalah natrium siklamat karena (Bratac. Natrium siklamat . , arang aktif (PPJ). ucralose/ memiliki intensitas kemanisan 30 kali tingkat manis dari Alat yang digunakan adalah alat-alat gelas sukrosa dan harganya relatif lebih murah (Estiasih, 2. , mikroskop (Yazumi XSP-. , waterbath/penangas Penggunaan pemanis buatan sebagai bahan air . , neraca digital . , oven . , tambahan pangan diatur pada Peraturan Kepala Bahan stopwatch, blender . , dan kertas saring Pengawasan Obat dan Makanan RI No. 11 tahun 2019 whatman no. tentang persyaratan penggunaan bahan tambahan pangan pemanis buatan (Siklama. dalam produk pangan adalah Khasanah. Kharismatul,. et al. Analisis Kandungan Siklamat Pada Minuman Boba Yang Dijual DiAA JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 2430 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Metode penelitian pada penelitian ini adalah et al. , 2. Selanjutnya endapan diuji melalui uji penelitian diskriptif dengan pendekatan analisa kualitatif nyala api dan pengamatan kristal menggunakan dan kuantitatif. Adapun tahapan penelitian yaitu: mikroskop (Nollet, 2. Pengambilan sampel Sampel diperoleh dari penjual minuman boba Uji kuantitatif secara Gravimetri (Musiam et al. Nollet, 2. yang berada di wilayah warungasem Kab. Batang. Sampel sebanyak 25 mL dimasukkan ke dalam Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Erlenmeyer, dan ditambahkan arang aktif seujung sampel jenuh yaitu mengambil semua populasi spatula lalu disaring. Setelah itu, ditambahkan 10 mL sebagai sampel. Di daerah warungasem terdapat 7 HCl 10% dan 10 mL larutan BaClCC 10%. Setelah itu penjual minuman boba. Sampel yang diambil yaitu filtrat dibiarkan selama 30 menit kemudian disaring, cairan dari minuman boba (Kode A) dan Bola boba lalu ditambahkan 10 mL larutan NaNOCC 10%, larutan . (Kode B) sehingga total sampel yang diambil dipanaskan diatas waterbath/penangas air pada suhu yaitu 14 sampel. 125-130AC. Hasil yang didapat sekitar 20-30 menit. Kemudian Preparasi sampel Dikeringkan dalam oven pada suhu 105AC selama 15 Cairan dari minuman boba dan bola bola menit lalu ditimbang dan dihitung endapan natrium Cairan boba digunakan sebanyak 25 mL, siklamat yang terbentuk dengan rumus . dan ditambahkan arang aktif seujung spatula % yaycayccycayc ycIycnycoycoycaycoycayc = kemudian disaring (Marlina & SaAoadah, 2. Hasil yaAyceycycayc ycIycaycoycyyceyco ycu 100% . Ket : mg endapan = Berat Endapan = Faktor Gravimetri penyaringan digunakan untuk analisis sebagai sampel Kode A. Sedangkan, bola boba diblender kemudian ditimbang sebanyak 25 gram dan dimaserasi Analisis Data Analisis data pada uji kualitatif siklamat dalam menggunakan aquadest dan didiamkan selama 15 minuman boba dibandingkan dengan kontrol positif Filtrat disaring dan digunakan untuk analisis dan baku pembanding. Hasil data uji kuantitatif sebagai sampel kode B. ycoyci yceycuyccycaycyycaycu ycu ya. ya dihitung menggunakan rumus . Uji kualitatif melalui metode Pengendapan Sampel . ontrol positif, kontrol negatif, baku pembanding, sampel bola boba, sampel cairan bob. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Hasil Uji Kualitatif Siklamat diambil sebanyak 25 mL ke dalam masing-masing erlenmeyer, kemudian ditambahkan 10 mL HCl 10% No. dan 10 mL larutan BaClCC 10%, didiamkan selama 30 menit kemudian disaring dengan kertas saring Whatman 42, lalu ditambahkan 10 mL larutan NaNOCC Hasil waterbath/penangas air pada suhu 125-130AC selama 20-30 menit. Setelah itu, diamati adanya endapan putih pada sampel yang menandakan positif mengandung siklamat (Marliza et al. , 2020. Melinda Kode Sampel Hasil Reaksi Pengendapan Khasanah. Kharismatul,. et al. Analisis Kandungan Siklamat Pada Minuman Boba Yang Dijual DiAA Nyala Api Mikroskopik JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 2430 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Keterangan : BP (Baku Pembandin. KP (Kontrol Positi. KN (Kontrol Negati. A . ampel minuman bob. , dan B . ampel pereaksi (Musiam et al. , 2. Tabel 2. Hasil Analisis Kuantitatif Siklamat Pada Minuman Boba No Kode Sampel boba-bob. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan siklamat pada minuman boba yang dijual di daerah Warungasem Kabupaten Batang secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sebanyak 14 sampel yang diperoleh dari 7 pedagang minumam boba di daerah Warungasem. Uji yang dilakukan meliputi uji kualitatif untuk melihat adanya kandungan siklamat sebelum dilakukan pengukuran jumlah kadarnya. Hasil pengujian kualitatif dapat dilihat terjadinya reaksi antara sampel dengan Berat yaAyaoyaeyaaye . Kadar Na. Siklamat Kadar Na. Siklamat (%) g/k. 0,26 0,12 0,18 0,09 0,07 0,09 0,86 0,41 0,62 0,31 0,24 0,31 0,21 1293,10 827,60 931,00 543,00 120,65 155,60 103,40 Keterangan : A : sampel cairan minuman boba. B : sampel bola boba. Kode 1-7 : Penjual dari ke satu hingga ke tujuh pada Tabel 1. Kemudianan dilakukan uji secara kuantitatif menggunakan metode Gravimetri dengan hasil dapat Pada Uji pengendapan, adanya siklamat dalam sampel ditandai dengan terbentuknya endapan hasil reaksi dilihat pada Tabel 2. siklamat dengan Barium Klorida (BaClCC) dan Natrium Nitrit (NaNOCC) dalam suasana asam. Reaksi dapat dilihat pada gambar 1. Hasil endapan putih tersebut dihasilkan Gambar 1. Reaksi Terbentuknya Endapan Barium Sulfat PEMBAHASAN akibat putusnya ikatan sulfat dalam siklamat sehingga ion Siklamat merupakan suatu asam sikloheksilsulfamat yang digunakan sebagai bahan pemanis dalam bentuk natrium atau garam kalsium. Hal ini dikarenakan kelarutannya dalam air sangat tinggi dibanding dalam asam (Nollet, 2. Oleh karena itu pada preparasi sampel minuman boba, pelarut yang digunakan dalam ekstraksi siklamat digunakan aquades. Preparasi sampel akan beraksi dengan ion sulfat dan menghasilkan endapan barium sulfat. Endapan barium sulfat yang didapat dapat dianalogkan dengan besarnya siklamat yang ada karena siklamat yang bereaksi sama dengan barium sulfat yang Dengan kata lain sama halnya 1 mol siklamat sama dengan 1 mol barium sulfat. Hasil endapan putih selanjutnya dilakukan pengujian nyala api, uji mikroskopik dan penetapan kadar secara Khasanah. Kharismatul,. et al. Analisis Kandungan Siklamat Pada Minuman Boba Yang Dijual DiAA JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 2430 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. Uji mikroskopik pada endapan yang diperoleh Penggunaan metode ini dikarenakan bahan penyusun zat dihasilkan kristal berbentuk jarum, yang dapat dilihat telah diisolasi dan jika perlu dapat diselidiki terhadap ada pada gambar 2. tidaknya zat pengotor dan diadakan pembetulan . , reagensia gravimetri bersifat selektif dalam arti mereka membentuk endapan dalam hal kelompok-kelompok tertentu, ketepatan yang dicapai analit berada dalam jumlah besar lebih dari 1 % dari sampel, tidak memerlukan instrumen yang rumit, dapat digunakan Gambar 2. Uji mikroskopik Endapan yang terbentuk hampir semua kation dan anion anorganik, zat organik seperti laktosa dalam susu. Sedangkan kekurangan Siklamat memiliki bentuk padat yaitu kristal putih non-higroskopis metode gravimteri ini yaitu membutuhkan waktu yang Uji kuantitatif ini didapatkan dari hasil endapan penyimpanan yang lama (Nollet, 2. Uji nyala api putih uji kualitatif kemudian endapan dikeringkan dalam ditandai dengan nyala api berwarna kuning terang, hal ini oven, lalu ditimbang endapan siklamat yang sudah kering dikarenakan 1 mol endapan barium sulfat setara dengan 1 dan dihitung kadarnya. mol natrium silamat. Reaksi nyala terjadi karena eksitasi Berdasarkan yang terjadi pada electron 3s natrium dari 3p. Hasil nyala minuman boba yang mengandung siklamat pada tabel 2, api dapat dilihat pada gambar 3. diperoleh hasil kadar natrium siklamat yang terdapat pada sampel dalam rentang 103,4 s/d 1293,1 mg/kg. Kandungan siklamat tertinggi pada sampel kode A4 yaitu sejumlah 1293,1 mg/kg. Menurut Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis maksimum siklamat dalam minuman boba adalah 250 mg/kg sehingga dari 7 sampel yang diujikan dinyatakan 4 Gambar 3. Hasil uji nyala Endapan sampel dengan kode A4. A5. A6 dan A7 memiliki Berdasarkan hasil pada tabel 1 menunjukkan penggunaan siklamat. sebanyak 14 sampel yang telah diuji melalui reaksi Tingginya kandungan pemanis buatan siklamat pengendapan dan verifikasi melalui reaksi nyala api dan dikarenakan produsen ingin tetap mendapatkan rasa manis mikroskopik diperoleh hasil 50% dari 14 sampel positif dalam minuman boba tersebut tetapi tanpa menimbulkan mengandung siklamat yaitu kode A4. A5. A6. A7. B4. B5, rasa pahit sehingga digunakannya natrium siklamat dalam dan B6. Pengujian selanjutnya, ke 7 sampel yang minuman tersebut. Selain itu natrium siklamat juga mengandung siklamat dilakukan pengukuran kadar memiliki harga yang relatif lebih murah dibandingkan kandungan siklamat secara kuantitatif menggunakan dengan pemanis yang lainnya sehingga produsen lebih metode gravimetri. Metode ini merupakan metode yang digunakan untuk menentukan kuantitas suatu analit keuntungan yang lebih besar. Berdasarkan penelitian menggunakan siklamat dan mendapatkan dengan prinsip berdasarkan bobot konstan yang didapat. Khasanah. Kharismatul,. et al. Analisis Kandungan Siklamat Pada Minuman Boba Yang Dijual DiAA JKM : Jurnal Kesehatan Mahardika Vol. No. September 2023, pp 2430 ISSN: 2355-0724. DOI: 10. 54867/jkm. sebelumnya, didapatkan bahwa pemberian siklamat pada menyebabkan tumor kandung kemih, paru, hati, dan limpa, serta menyebabkan kerusakan genetic dan atropi Hal ini disebabkan oleh hasil dari metabolisme siklamat yaitu sikloheksiamin yang mana bersifat Oleh karena itu, ekskresinya melalui urine dapat merangsang pertumbuhan tumor. Dampak negatif siklamat jika digunakan melebihi batas maksimal dalam waktu singkat dapat menyebabkan sakit kepala, mual dan muntah (Cahyadi, 2. Sedangkan dalam jangka panjang efek negatif siklamat dapat menyebabkan kanker kandung kemih, tumor paru-paru hati, dan limfa (Rauf et , 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan 50% sampel dari 14 sampel yang diujikan positif mengandung siklamat ditandai dengan adanya endapan putih pada sampel, nyala api berwarna kuning dengan pengamatan dibawah mikroskop berbentuk kristal. Uji kuantitatif secara gravimetri diperoleh kandungan siklamat melebihi batas maksimum BPOM sebesar 250 mg/kg 4, sebanyak 28,57% dari 14 sampal yang diujikan yaitu kode A4. A5. A6 dan A7. REFERENSI