Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu seni. Media dan Desain Volume 2 Nomor. 4 Juli 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 DOI: https://doi. org/10. 62383/abstrak. Available Online at: https://journal. id/index. php/Abstrak Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Semtu Juanto Simanjuntak1. Lisa Widiarti2 1-2 Universitas Negeri Padang. Indonesia Korespondensi penulis: smsmnjntk@gmail. Abstract. This research is motivated by the phenomenon of violence experienced by individuals in the early adulthood age range . Ae25 year. , which is often a manifestation of unresolved traumatic experiences. Unmanaged trauma can have profound psychological impacts, affecting an individual's identity, social relationships, and outlook on life. However, within the framework of positive psychology, there is the concept of Post Traumatic Growth (PTG), which explains the potential for psychological growth that can emerge after an individual experiences severe stress or trauma. PTG includes positive changes in oneself, increased meaning in life, personal strength, and appreciation for life. The concept of PTG is the main foundation in the creation of abstract sculptures that attempt to represent the psychological journey of victims of violence, from destructive conditions to recovery and self-awareness. Abstract forms are used as a visual medium to reflect inner conflict, identity fragmentation, and the complex process of internal transformation. The choice of abstraction allows for free expression of realistic forms, thus presenting a profound symbolic interpretation. The method of creation of the work is carried out through an artistic approach that emphasizes the exploration of form, texture, material, and space in three-dimensional expression. This process not only produces visual objects but also creates expressive symbols that contain narratives of psychological healing. The sculpture is presented as a contemplative medium that invites the audience to experience, understand, and interpret the inner journey of victims of violence. The resulting creation demonstrates that abstract sculpture can be a powerful means of emotional communication, facilitating public understanding of the experience of trauma and the potential for post-traumatic growth. Thus, this work not only serves as an artistic representation of the inner dynamics of victims of violence but also serves as a reflective medium that fosters awareness of the human capacity to recover and thrive after experiencing profound suffering. Keywords: Post-Traumatic Growth (PTG). Violence and trauma. Abstract sculpture. Psychological recovery. Artistic expression. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kekerasan yang dialami individu pada rentang usia dewasa awal . Ae25 tahu. , yang sering kali merupakan manifestasi dari pengalaman traumatis yang tidak terselesaikan. Trauma yang tidak terkelola dapat menimbulkan dampak psikologis mendalam, memengaruhi identitas, relasi sosial, dan pandangan hidup individu. Namun, dalam kerangka psikologi positif, terdapat konsep Post Traumatic Growth (PTG) yang menjelaskan potensi pertumbuhan psikologis yang dapat muncul setelah individu mengalami tekanan atau trauma berat. PTG mencakup perubahan positif dalam diri, peningkatan makna hidup, kekuatan pribadi, serta apresiasi terhadap kehidupan. Konsep PTG menjadi landasan utama dalam penciptaan karya seni patung abstrak yang berupaya merepresentasikan perjalanan psikologis korban kekerasan, mulai dari kondisi destruktif menuju pemulihan dan kesadaran diri. Bentuk-bentuk abstrak digunakan sebagai medium visual untuk merefleksikan konflik batin, fragmentasi identitas, hingga proses transformasi internal yang kompleks. Pilihan abstraksi memungkinkan ekspresi bebas dari bentuk-bentuk realistis, sehingga menghadirkan interpretasi simbolis yang mendalam. Metode penciptaan karya dilakukan melalui pendekatan artistik yang menekankan eksplorasi bentuk, tekstur, material, dan ruang dalam ekspresi tiga dimensi. Proses ini tidak hanya menghasilkan objek visual, tetapi juga menciptakan simbol ekspresif yang mengandung narasi penyembuhan psikologis. Karya patung dihadirkan sebagai media kontemplatif yang mengundang audiens untuk merasakan, memahami, dan memaknai perjalanan batin korban kekerasan. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa seni patung abstrak dapat menjadi sarana komunikasi emosional yang kuat, memfasilitasi pemahaman publik terhadap pengalaman trauma dan potensi pertumbuhan pascatrauma. Dengan demikian, karya ini tidak hanya menjadi representasi artistik dari dinamika batin korban kekerasan, tetapi juga berfungsi sebagai medium reflektif yang mendorong kesadaran akan kapasitas manusia untuk bangkit dan berkembang setelah mengalami penderitaan mendalam. Kata kunci: Post Traumatic Growth (PTG). Kekerasan dan trauma. Seni patung abstrak. Pemulihan psikologis. Ekspresi artistik. Received: Mei 12, 2025. Received: Juni 16, 2025. Accepted: Juli 28, 2025. Published: Juli 31, 2025 Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak PENDAHULUAN Fenomena sosial yang kompleks dan terus menjadi permasalahan serius di berbagai lapisan Masyarakat ialah sebuah kekerasan. Tindakan kekerasan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, verbal, hingga psikologis, dan bisa berlangsung di lingkungan rumah tangga, institusi, maupun ruang publik. Sumber kekerasan tidak sematamata berasal dari niat jahat atau moralitas rendah individu, tetapi sering kali merupakan hasil dari berbagai faktor psikologis dan lingkungan yang saling berkaitan. Pada usia dewasa, pelaku kekerasan umumnya menunjukkan karakteristik psikologis tertentu, seperti impulsivitas, rendahnya empati, distorsi kognitif, dan kebutuhan akan dominasi atau kontrol. Trauma psikologis merupakan pengalaman yang mendalam dan sering kali meninggalkan bekas yang kuat dalam kehidupan seseorang. Namun, di balik penderitaan yang ditimbulkan oleh trauma, terdapat potensi untuk pertumbuhan psikologis yang signifikan konsep ini dikenal sebagai Post Traumatic Growth (PTG). Post Traumatic growth merupakan pengalaman berupa perubahan positif yang terjadi sebagai hasil dari perjuangan seseorang dalam menghadapi tantangan krisis kehidupan yang tinggi. PTG merujuk pada perubahan positif yang dialami individu setelah menghadapi peristiwa traumatis, seperti peningkatan kekuatan pribadi, hubungan yang lebih dalam dengan orang lain, apresiasi terhadap hidup, serta perubahan dalam filosofi hidup dan spiritualitas. Dengan dukungan refleksi, terapi, atau media ekspresif seperti seni, individu dapat mengubah rasa sakit dan trauma menjadi kekuatan baru untuk memperbaiki diri dan membangun hubungan yang lebih sehat. Dalam konteks seni rupa, terutama seni patung, proses pertumbuhan pasca trauma dapat diwujudkan secara visual dan simbolik. Seni patung memungkinkan penciptaan bentuk-bentuk yang mempresentasikan kehancuran, luka, kebangkitan,dan pembaruan. Melalui medium ini, perjalanan batin pelaku kekerasan dari kegelapan trauma menuju kesadaran dan pertumbuhan dapat dituangkan dalam karya yang bukan hanya berfungsi sebagai ekspresi personal, tetapi juga sebagai sarana edukasi, refleksi, dan penyembuhan kolektif. Oleh karena itu, mengkaji keterkaitan antara sumber kekerasan, karakteristik psikologis pelaku dewasa, dan Post Traumatic Growth dalam konteks karya seni patung menjadi penting untuk dipahami. Kajian ini tidak hanya merefleksikan kompleksitas manusia, tetapi juga menyoroti peran seni sebagai ruang transformatif dalam menyuarakan luka dan harapan secara estetis dan mendalam. ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 Salah satu bentuk Post Traumatic Growth yang penulis lansir dari sebuah Podcast Daddy Corbuzer yang dialami oleh Widi anggota band AyVierrataleAy yaitu seorang penyanyi Indonesia. Widi merupakan seorang korban yang bungkam dengan kasus kekerasan seksual yang pernah dialaminya, karena Ia merasa tidak ada pihak yang dapat membantu menyelesaikan pemasalahan yang dialaminya, selain dirinya sendiri. Widi bangkit dari trauma yang dialaminya dan terus berkarya dan menjalani aktivitas sehari-hari. Fenomena yang marak mengenai kekerasan seksual tersebut, yang membuat penulis menjadi tertarik untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai ide dalam menciptakan karya seni patung dengan aliran abstrak deformatif melalui sebuah tahapan/transisi kebangkitan dari PTG. Pada fase transisi yang akan dialami kasus PTG ini ialah dari mulai fase kehancuran (Shock dan kekacauan emosiona. di fase ini korban akan merasakan kehilangan makna hidup, munculnya kecemasan berat, depresi, kemarahan, atau kebingungan setelah kejadian traumatis, selanjutnya fase refleksi dan pergulatan makna, korban mulai munccul pertanyaan eksistensial tentang hidup, identitas, dan tujuan, berikutnya ialah fase rekontruksi diri membuat korban memunculkan narasi hidup baru,nilai-nilai baru, dan pemahaman diri yang lebih dalam, fase integrasi dan pertumbuhan dalam hal ini korban tidak melupakan pengalaman traumatisnya, tetapi menjadi bagian dari jati diri korban, tanda pertumbuhannya dimulai dari peningkatan empati terhadap orang lain, komitmen pada hidup yang lebih bermakna. Alasan pemilihan aliran abstrak deformatif adalah karena penulis ingin melepaskan diri dari batasan konvensiaonal dalam proses penciptaan seni patung, dengan mengeksplorasi media ungkap dan pendekatan yang lebih bebas. Teknik yang digunakan adalah Teknik assembling . , yaitu dengan merakit komponen-komponen logam dari bahan bekas untuk membentuk volume pada karya patung. Menggabungkan suatu kreativitas dan keahlian teknis yang dimiliki penulis untuk menciptakan kesan kokoh dan berat. KAJIAN PUSTAKA Pengertian Seni Seni dalam kehidupan sangat erat dengan peranan yang penting dalam menjaga dan memperlihatkan warisan budaya melalui seni. Seni adalah keahlian dalam membuat suatu karya yang bermutu yan g lebih menekankan nilai keindahan, menurut Safliana . Auseni adalah keindahan, ia merupakan ekspresi ruh dan budaya manusia yang mengandung dan mengungkapkan keindahanAy. Bicara tentang seni tidak lepas dari masalah keindahan, kesenangan dan segala sesuatu yang mempesona dan mengasyikkan. Hal ini karena pada Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak dasarnya seni itu sendiri yang diciptakan guna melahirkan kesenangan serta melahirkan Kesenangan adalah keinginan dan kegemaran manusia karena hal tersebut merupakan fitrah naluriyah manusia yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa. Sepanjang sejarah kehidupan manusia belum pernah ditemukan umat yang menjauhkan diri dari berbagai macam seni (M. Yusuf, 2018:. Pengertian Seni Rupa Secara garis besar pengertian seni rupa cukup luas, ada banyak pendapat para ahli tentang pengertian seni rupa, ada diantaranya menurut Musa dan Hasis . seni rupa adalah cabang dari seni untuk menghasilkan karya seni dengan ekspresi dan kualitas yang bisa dilihat oleh indera pengelihatan dan diraba oleh indera peraba. Sedangkan seni menurut Minarsih dan Zubaidah . mengemukakan Auseni rupa memiliki elemen-elemen dasar yang dapat diamati dan dipahami juga diapresiasi melalui garis, rupa . , warna, cahaya, tekstur, masa, ruang, tumpang-tindih, ukuran dengan prinsip tertentuAy. Seni Patung Seni patung merupakan cabang seni rupa tiga dimensi yang diwujudkan melalui proses penciptaan bentuk-bentuk plastis dalam ruang, dengan memperhatikan unsur volume, massa, tekstur, serta proporsi. Seni patung ini bertujuan untuk mengekspresikan gagasan, nilai estetis, maupun simbolik melalui medium tertentu seperti kayu, batu, logam, tanah liat, atau bahan sintetis lainnya. Proses penciptaannya dapat dilakukan dengan teknik pahat, cetak, cor, atau konstruksi, yang melibatkan keterampilan tangan serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip seni dan desain. Dalam konteks budaya, seni patung tidak hanya memiliki fungsi estetis, tetapi juga berperan dalam aspek religius, sosial, dan historis suatu masyarakat. Patung Abstrak Patung abstrak merupakan salah satu gaya dalam perkembangan seni patung di dunia. Gaya abstrak dalam seni patung dibagi menjadi dua yaitu abstrak representasional dan abstrak non representasional. Dalam abstrak representasional bentuk yang dihadirkan masih bisa dilacak . engacu pada bentuk ala. sedangkan dalam abstrak non representasional embrio bentuk sudah tidak bisa dilacak lagi Wantoro . Patung Deformatif Patung corak ini bentuknya telah banyak berubah dari tiruan alam, bentuk-bentuk alam diubah menurut gagasan imajinasi pematung. Pengubahan dan bentuk alam diubah menjadi bentuk baru yang keluar dari bentuk aslinya. Karya ini tampak pada karya But Mochtar G Sidhartha (Ilmi Solihat 2. Teori patung abstrak menegaskan bahwa deformasi bentuk ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 adalah strategi artistik penting untuk mengekspresikan aspek psikologis, simbolis, dan konseptual yang tidak dapat disampaikan oleh representasi naturalistik. Pendekatan ini membuka ruang interpretasi yang luas dan memperkaya makna pada karya seni patung abstrak. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan selama 7 bulan. Penulis memilih aliran abstrak karena penulis ingin keluar dari batasan-batasan kaku secara konvensional dalam berkarya seni patung melalui media ungkap atau cara-cara baru. Karya yang penulis hasilkan ini merupakan gabungan dari komponen-komponen berupa besi, kawat, paku, yang dirakit dengan cara di las menggunakan teknik AuassemblingAy . Proses berkarya diawali dengan membuat rancangan ide, pembuatan mockup . iniature patung abstra. , pemotongan bahan besi sesuai kebutuhan, kemudian dirakit mulai dari kerangka besi begos ukuran 6 mm dan alas patung abstrak berupa besi pelat, selanjutnya mengisi volume kerangka menggunakan besi-besi yang sudah dipotong sesuai kebutuhan. Setelah itu masuk pada proses finishing volume dan finishing warna alami dengan mempercepat proses korosi besi. Proses penciptaan karya seni patung abstrak ini melibatkan penerapan unsur-unsur dan prinsip-prinsip seni rupa secara integral. Unsur-unsur seni rupa yang diaplikasikan dalam karya tersebut meliputi titik, garis, bidang, massa . , warna, serta tekstur. Sementara itu, prinsip-prinsip seni rupa yang diimplementasikan mencakup kesatuan, keseimbangan, proporsi, irama, dan komposisi, yang secara bersama-sama berkontribusi dalam bentuk keselarasan dan dinamika estetika pada karya patung abstrak ini. Karya akhir ini berjumlah 7 karya patung abstrak yang menceritakan tentang transisi dari kejadian yang dialami korban yang mengalami proses pertumbuhan pasca trauma akibat kekerasan seksual. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan Karya Karya 1 Tabel 1. Konsep visual & Konsep Filosofi karya 1 Unsur-unsur seni rupa Konsep Visual Pembahasan Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Garis lengkung Pada karya pertama ini terdapat garis lengkung yang tercipta akibat gerak tubuh figur patung yang agak tengadah arah ke belakang akibat dari tarikan rantai pada tangan dan leher figur patung. Garis lengkung juga tercipta pada rambut dan 3 buah untaian rantai yang sengaja ditata agak dengan ikatan agak kendur pada alas Bidang Pada karya ini terdapat bidang- bidang dari berbagai jenis dan bentuk bidang seperti segi empat,segitiga, lingkaran dan bentuk bidang lainnya yang disatukan membentuk bagian tubuh karya. Warna Selain warna coklat yang mendominasi pada karya dari proses korosi pada besi, terdapat juga warna abu-abu yang mulai kecoklatan karena bahan terbuat dari besi yang tidak merata mengalami proses korosi. Tekstur Tekstur kasar pada permukaan besi, hasil dari sisa pengelasan beberapa bidang besi yang menyusun bagian tubuh karya, memberikan kesan alami dan Tekstur ini tidak hanya menambah dimensi visual, tetapi juga memperkuat karakter autentik serta keunikan karya seni tersebut. Prinsip prinsip seni rupa Irama Pembahasan Pada karya pertama ini terdapat pengulangan atau pola serupa seperti bentuk rantai yang ada pada gambar. Rantai pada karya ini juga visualisasi dari bentuk pengekangan dan keterbatasan memberikan kesan terkurung atau terhambat. ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 Penekanan/point of interest Pusat perhatian pada karya 1 ini terletak pada untaian rantai yang mengikat objek / figur karya. Efek dari kehadiran rantai pada karya menciptakan gerak tubuh yang seolah menjadi labil akibat tarikan rantai ke arah belakang figur. Kontras Prinsip kontras muncul pada kehadiran susunan material pada tubuh figur yang enghasilkan volume yang masif/padat, dengan material kawat pada bagian rambut objek yang lebih menghasilkan sifat transparan. Konsep Filosofi Gambar Deskrisi karya Karya pertama yang berjudul "Terikat" menampilkan patung abstrak figur wanita berambut pendek yang sedang terikat dibagian kedua tangan dan leher posisi setengah berdiri. Kondisi ini mengartikan kondisi korban masih terikat dengan trauma yang dialami korban akibat kekerasan seksual dimasa lalunya, meninggalkan luka fisik dan psikis. Korban yang mengalami kekerasan seksual pada dasarnya sulit untuk bangkit namun bukan berarti tidak bisa. Pada tangan kiri dan kanan yang terikat rantai terlihat longgar yang mengibaratkan usaha untuk melepasnya sangat sulit lepas dari trauma masa lalu yang masih terikat kuat pada diri korban. Posisi kepala yang mengarah keatas melambangkan diri korban yang sudah jatuh terlalu dalam. Bidang besi yang dilas membentuk tubuh pada karya terlihat rusak dan tidak utuh melambangkan kondisi korban yang telah terkena dampak kekerasan seksual yang pernah dialami. Karya 2 Tabel 2. Konsep visual & konsep filososfi karya 2 Konsep Visual Unsur-unsur seni rupa Pembahasan Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Garis lurus dan garis zig-zag Prinsip-prinsip seni rupa Kesatuan Penekanan Konsep Filosofi Gambar Pada bagian tangan karya, terdapat bentuk garis lurus pada kedua tangan dan kaki karya, garis lurus ini tercipta dari penggunaan batangan besi pipa yang sengaja digunakan membentuk tangan dan kaki agar mempertegas posisi karya yang sedang duduk. Gestur tangan tertekuk kearah atas dan yang satu ke arah bawah terlihat tegas karna lurus. Pembahasan Cermin menjadi elemen pendukung untuk menciptakan kesan utuh dan harmonis agar penikmat merasakan kesatuan visual pada karya yang memebuat semua bagian rerasa saling terhubung dan tidak terpisah. Kesatuan juga tercipta dari kemiringan arah gerak tubuh figur dan kemiringan posisi cermin, selain itu kesatuan juga tercipta dengan pewarrnaan yang sama antara objek utama dan objek pendukung . Gestur tangan yang diarahkan ke atas dan ke bawah sambil bercermin menjadi pusat perhatian visual dalam karya, yang secara efektif menekankan kondisi emosional maupun naratif yang ingin disampaikan. Arah gerakan tangan tersebut memberikan titik fokus yang jelas serta mengarahkan pandangan penikmat karya untuk mengikuti alur visual yang telah diciptakan. Dengan demikian, unsur ini berperan penting dalam membangun struktur komposisi sekaligus membantu penikmat karya untuk lebih mudah memahami makna, pesan, dan emosi yang terkandung di Gestur tersebut tidak hanya memperkuat ekspresi figur, tetapi juga memperdalam keterlibatan Deskrisi karya Karya kedua yang berjudul "Meratap" menampilkan wujud figur wanita berambut pendek sedang duduk dan menatap kearah cermin. Pada bagian ini posisi tangan kanan dan kiri terlihat gestur seperti meratapi dirinya di cermin, rantai yang mengikat kedua tangan memberikan kesan masih terkekang oleh rantai visualisasi dari beban trauma yang Pola garis kawat yang melilit tubuh patung membahas tentang masih adanya bagian kecil yang menyatukan/menguatkan diri yang sudah rusak akibat trauma yang dialami. ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 Pada karya ini, penulis memvisualisasikan kondisi korban yang menunjukan bahwa dirinya sedang meratap sambil merasakan gelisah dan bimbang, korban masih menyalahkan dirinya atas trauma yang dialami dan belum bisa terbuka atas permasalahan yang dialami serta korban merasakan kehilangan kepercayaan dirinya hingga kondisi mental yang menurun. Karya 3 Tabel 3. Konsep visual & konsep filosofi karya 3 Konsep Visual Unsur-unsur seni rupa Garis Lurus dan Lengkung Pembahasan Bentuk kaki yang tegak lurus serta adanya kesan gerak memberikan kontribusi signifikan terhadap gestur figur yang tampak realistis. Unsur garis juga terlihat pada bagian lingkaran, tepatnya pada tancapan paku yang tersebar di permukaannya. Garis-garis yang terbentuk dari tancapan tersebut bersifat tidak beraturan, sehingga menghasilkan kesan visual tentang beban dan volume, sementara itu garis lengkung yang tampak pada gestur tubuh figur memberikan kesan yang lebih alami dan hidup. Perpaduan antara garis tidak beraturan dan garis lengkung ini menciptakan kontras visual yang memperkaya ekspresi artistik karya, sekaligus memperkuat kesan nyata dari gestur yang disajikan. Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Bentuk Bentuk lingkaran yang tidak beraturan, menyerupai bola, ditempatkan di atas tubuh figur dan menjadi salah satu unsur visual yang menonjol dalam karya. Elemen bentuk ini melambangkan beban berat yang menimpa figur, baik secara fisik maupun emosional. Kehadiran beban tersebut memperkuat karakter dramatis pada karya, terlebih dengan gestur tubuh figur yang digambarkan dalam posisi setengah jatuh seolah-olah sedang berupaya menahan tekanan Kombinasi antara bentuk dan gestur ini menggambarkan perjuangan, ketegangan, serta ketidakberdayaan yang memperdalam makna dan emosi dalam karya secara keseluruhan. Prinsip-prinsip seni rupa Penekanan Proporsi Pembahasan Pada objek berbentuk lingkaran menyerupai bola berukuran hampir setengah ukuran patung yang menjadi pusat perhatian dalam karya, bentuknya yang lebih mendominasi dibanding elemen lainnya menimbulkan kesan visual yang kuat. Dominasi bentuk tersebut menghadirkan persepsi tentang bentuk beban berat dan volume dari bentuk yang Gestur figur yang digambarkan dalam posisi setengah terjatuh memberikan visual antara berbagai elemen yang selaras terdapat dalam karya. Proporsi dapat dilihat dari perbandingan bentuk yang ada pada setiap bagian tubuh yang dibuat seimbang dilihat dari bagian tubuh yang tidak sepenuhnya tegak maupun sepenuhnya jatuh menciptakan dinamika visual yang menarik, sekaligus memperkuat kesan gerak dan Hal ini menjadikan komposisi karya tampak lebih alami, seolah-olah menangkap momen sesaat dalam realitas. Dengan demikian, penyajian gestur tersebut mampu menghadirkan nuansa realistis yang memperkaya nilai ekspresif dan artistik dari keseluruhan karya. Konsep Filosofi Gambar ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 Deskrisi karya e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 Karya "Tertimpa'' menampilkan wujud figur wanita yang tertimpa beban dangan pose kayang. pada bagian beban yang divisualkan jadi bentuk bulat dari komponen besi dan ada rantai juga paku yang memberikan kesan kasar, berat, dan menyakitkan. Pada kondisi ini tangan pada karya masih terikat rantai yang memberikan kesan terkekang oleh traumanya. Pada karya ini terkait tahapan kondisi tertekan yang amat sangat sakit dialami korban trauma. Hal ini terkait tekanan-tekanan yang muncul dan perasaan bahwa kejadian yang terjadi pada dirinya merupakan sesuatu yang sangat berat Dalam banyak kasus kekerasan seksual, korban menceritakan hal yang telah dialaminya, alasannya beragam, mulai dari merasa malu dengan kejadian yang sedang di alami, takut jika suatu waktu korban akan mendapatkan pembalasan dari pelaku jika membuka masalah yang sedang dihadapinya, hingga takut jika ceritanya tidak dipercayai oleh orang-orang disekitarnya. Hal inilah yang membuat korban mengalami kecemasan berlebihan sehingga korban merasa lebih baik menahan diri dan menanggung beban psikologisnya seorang diri. Karya 4 Tabel 4. Konsep visual & konsep filosofi karya 4 Konsep Visual Unsur-unsur seni rupa Garis lurus Pembahasan Garis-garis tegas yang terdapat pada bagian kaki dan tangan patung memberikan kesan stabilitas, ketegasan, dan keteraturan, sehingga menciptakan tampilan yang lebih kokoh dan kuat pada keseluruhan bentuk patung Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Bentuk Posisi badan yang tegak merupakan salah satu unsur bentuk yang terdapat dalam sebuah karya seni. Unsur bentuk ini memperjelas wujud dan gestur pada karya saat memperhatikan dengan saksama, sehingga memberikan karakter yang jelas pada objek serta memudahkan penikmat seni dalam memahami dan menginterpretasikan makna dari karya tersebut Warna Terdapat pada seluruh bagian patung yaitu coklat dari proses korosi material besi yang digunakan. Saat diperhatikan lagi lempengan besi di bagian tubuh karya ada yang tampak berwarna abu karna belum berkarat seutuhnya. Prinsip-prinsip seni rupa Penekanan Pembahasan Visualisasi terhadap bentuk yang terputus menjadi pusat perhatian dalam karya, karena secara sengaja ditonjolkan melalui penekanan fokus visual. Hal ini tidak hanya memudahkan audiens dalam memahami makna yang ingin disampaikan, tetapi juga menciptakan kesan gelap . yang memperkuat nuansa emosional serta pesan simbolik dari karya ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 Konsep Filosofi Gambar Deskrisi karya Karya keempat yang berjudul "Frustasi" menampilkan wujud figur wanita yang mencabut kepalanya, perwujudan dari keinginan mengakhiri hidup karena beban yang dirasakan menumpuk dan begitu Pada bagian kedua tangan masih terikat oleh rantai yang mengekang, bagian tubuh patung juga masih terdapat lilitan kawat. Proporsi pada karya ini memiliki proporsi yang sesuai, dimana pose setengah duduk pada karya ini dari referensi manusia asli yang digambarkan terlihat seimbang, jika tidak seimbang maka karya tersebut bisa jatuh atau tidak enak dipandang. Karya 5 Tabel 5. Konsep visual &konsep filosofi karya 5 A Konsep Visual Unsur-unsur seni rupa Garis lurus Pembahasan Kaki dan tangan dalam karya tersebut terdapat unsur garis lurus yang paling dominan dan saling terhubung, ditampilkan dalam bentuk garis lurus dan memanjang. Selain itu, pada bagian bawah kaki juga terdapat garisgaris lurus yang lebih pendek, yang secara keseluruhan memperkuat struktur visual serta memberikan kesan ritmis dan stabil pada komposisi Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Bentuk Pose duduk sambil kepala menoleh ke bawah dengan kaki di tekuk merupakan wujud bentuk yang menjadi kesatuan yang utuh dan bervolume. Dari bawah dada ke pinggang yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi bentuk persegi. Tekstur Bagian dada yang berbentuk bulat menampilkan tekstur yang disusun secara tidak beraturan, sehingga menciptakan kesan yang lebih nyata dan dapat Tekstur ini tidak hanya memperkaya dimensi visual karya, tetapi juga menambah kedalaman pengalaman estetis bagi pengamat melalui elemen sentuhan dan bentuk abstrak. Prinsip-prinsip seni rupa Irama Pembahasan Bentuk kotak-kotak dibagian kanan merupakan irama pada karya yang terbentuk dari unsur garis lurus yang zig-zag dan harmonis. B Konsep Filosofi Gambar ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 Deskrisi karya e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 Pada karya kelima ini, penulis menampilkan sosok perempuan dengan posisi tangan yang tidak sejajar atau simetris terhadap kaki yang juga ditekuk. Pengaturan pose tersebut sengaja dirancang untuk menonjolkan esensi bentuk dan dinamika gerak anatomi manusia secara lebih ekspresif. Selain itu, pose ini mengisyaratkan suasana kesendirian serta kepribadian yang tertutup yang dimana masih ragu dalam memutuskan pilihan kedepan namum masih berharap akan adnya kehidupan yang lebih baik. Maka pose ini penulis gambarkan duduk sambil berandaiandai, menambah kedalaman makna dalam karya. Dengan demikian, proporsi yang diterapkan pada karya ini tidak bersifat kaku, melainkan mampu mencapai keseimbangan visual yang harmonis. Pendekatan ini memperlihatkan pemahaman yang mendalam terhadap anatomi dan ekspresi emosi dalam seni rupa, sehingga karya menjadi lebih hidup dan Karya 6 Tabel 6. Konsep visual & konsep filosofi A Konsep Visual Unsur-unsur seni rupa Pembahasan Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Garis lurus Pada karya ini terdapat unsur garis, terdiri dari garis lurus yang dapat dilihat pada tangan dibuat dengan besi pipa yang lurus untuk mempertegas posisi tangan dan gestur yang dihasilkan. Bentuk figuratif ,Pose setengah duduk sambil kepala menoleh lurus merupakan wujud bentuk sedang berdoa dari seorang wanita merupakan bentuk figuratif yang penulis Bidang Bagian punggung berbentuk pipih dan persegi yang memiliki panjang, lebar, dan tinggi menjadi kesatuan yang membentuk volume pada karya. ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 Prinsip-prinsip seni rupa Penekanan Pembahasan Bentuk tangan yang digambarkan dalam posisi berdoa menghadirkan simbolisme yang kuat. Meskipun tangan tersebut masih terikat. 2 Proporsi Pose menciptakan visualisasi yang menunjukkan kesan seimbang antara bagaian tubuh yang ada, dengan gerak yang logis serta proporsi anatomi yang tepat. Posisi ini tidak hanya memperkuat kesan realisme, tetapi juga memberikan keutuhan bentuk dan makna. B Konsep Filosofi Gambar Deskrisi karya Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Karya keenam berjudul "Berharap" menampilakan figur wanita yang dalam posisi setengah sujud sambil tangan menghadap keatas keadaan berdoa dan tangan masih terikat rantai. Pada tahap ini korban dalam Tuhannya. Setelah dalam fase ini korban yang mulai membuka diri dan mulai perlahan menerima saran dan masukan yang diberikan orang terdekatnya, korban ingin mendekatkan kembali dirinya kepada Tuhan merupakan jalan terbaik untuk memulai perubahan dalam dirinya pada saat itu. Dalam hal ini korban mulai meyakinkan dirinya bahwa dirinya masih memiliki kehidupan yang lebih layak. Posisi Berdoa dengan tangan terikat rantai yang perlahan ingin dilepaskan, korban kekerasan seksual benar-benar ingin membangkitkan dan memperbaiki Penulis tangan terikat rantai ini sebagai bentuk belenggu beban trauma yang mengikat dan membatasi dirinya selama ini, diharapkan tercapainya kesatuan bentuk dengan objek yang dalam posisi dengan maksud supaya adanya keseimbangan cara gerak yang logis dan komposisi figur yang sesuai. ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 Karya 7 Tabel 8. Konsep visual & konsep filosofi karya 7 Konsep Visual Unsur-unsur seni rupa Garis Bidang Prinsip-prinsip seni rupa Pembahasan Garis lengkung pada rambut yang terikat pada figur menampilkan unsur garis lengkung yang lembut dan dinamis, sementara pada tangkai bunga terdapat unsur garis lurus dan lengkung membentuk tangkai bunga yang digenggam. Perpaduan kedua jenis garis ini menciptakan kontras visual menjadi komposisi karya serta menambah kedalaman dan makna. Pada tangan figur terdapat besi pipih yang berfungsi sebagai unsur bidang dengan pola garis Selain itu, terdapat bidang berbentuk segitiga pada bagian bawah panggul yang menambah kompleksitas bentuk dalam karya Unsur bidang dan garis ini memperkaya struktur visual sekaligus memberikan dimensi lebih hidup. Pembahasan Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Keseimbangan Bunga pada figur berperan sebagai elemen pembentuk keseimbangan dalam komposisi karya. Meskipun bunga-bunga tersebut disusun secara tidak simetris, penataan yang cermat menghasilkan kesan keseimbangan visual yang harmonis dan Penekanan Gestur berdiri tegak sambil memegang bunga menjadi penekanan utama dalam karya, karena posisi tersebut menciptakan fokus visual yang jelas dan berfungsi sebagai daya tarik perhatian bagi para penikmat karya seni. Irama Pada bagian kaki figur terdapat pola yang berulang secara konsisten, tersusun dari bentuk-bentuk bidang pipih yang saling berhubungan. Pola ini tidak hanya menciptakan ritme visual yang menarik, tetapi juga membentuk kesatuan yang kokoh, sehingga memperkuat struktur dan dimensi kaki dalam karya seni tersebut. Pendekatan ini memberikan kesan tekstural sekaligus menambah kedalaman estetika pada bagian kaki, sehingga menonjolkan kekuatan dan stabilitas figur secara ABSTRAK Ae VOLUME 2 NOMOR. 4 JULI 2025 e-ISSN: 3032-1670. p-ISSN: 3032-2456. Hal 148-170 Konsep Filosofi Gambar Deskrisi karya Karya "Penyambutan" menampilkan figur wanita yang sudah berambut panjang yang berdiri sambil memegang bunga. Pada bagian kedua tangan patung sudah lepas dari ikatan rantai yang telah lama membelenggu korban dan dimulainya babak baru dalam hidup korban. Dimulai nya babak baru ini setelah mampu melewati masa-masa sulit dalam hidupnya mampu tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dengan mengatasi beban trauma yang menghantui dirinya. Penulis menggunakan objek bunga karena bunga merupakan simbol cinta dan ekspresi kasih sayang, bunga juga berarti sesuatu yang indah, sesuatu yang harus dirawat hingga mampu menjadi bunga yang memberikan dampak positif disekitarnya. Bunga tidak hanya menghadirkan keindahan dalam hidup kita tetapi juga memberikan kenyamanan dimasa- masa sulit dan merayakan momen- momen istimewa dalam Karya ketujuh ini berisi harapan yang sangat besar dari korban kekerasan seksual, sebagai seorang perempuan hendaknya ada perlindungan sehingga hal yang telah terjadi tidak akan terjadi lagi dan tidak dirasakan oleh perempuan-perempuan lain. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan penciptaan karya seni patung abstrak dengan tema Post Traumatic Growth (PTG) merupakan pendekatan artistik yang mempresentasikan dinamika psikologis korban kekerasan usia dewasa secara simbolik dengan reflektif. Melalui bentuk non-representasional, karya ini mampu menggambarkan pergulatan batin, trauma masa lalu, serta potensi pertumbuhan positif yang muncul dari pengalaman destruktif. Pendekatan abstraksi memungkinkan seniman untuk tidak hanya menginterpretasikan emosi dan konflik internal secara bebas, tetapi juga membuka ruang bagi public untuk terlibat dalam pengalaman estetik yang bersifat subjektif dan kontemplatif. Proses penciptaan ini menunjukkan bahwa seni, khususnya patung abstrak, dapat berfungsi sebagai media transformative baik bagi penulis sebagai individu pencipta karya, maupun bagi masyarakat sebagai penikmat. Karya ini menekankan bahwa korban kekerasan juga memiliki kemungkinan untuk berubah melaui proses refleksi dan penyadaran diri untuk memperbaiki kehidupannya. Post Traumatic Growth dalam Karya Seni Patung Abstrak Saran Bagi Seniman: Diharapkan agar seniman lebih banyak mengeksplorasi tema-tema psikologis dan social secara mendalam, terutama dalam konteks pemulihan dan pertumbuhan, guna memperkaya narasi seni kontemporer yang bermakna. Bagi Peneliti Seni: Perlu dilakukan kajian lanjutan mengenai ketertarikan antara seni abstrak dan proses psikoterapeutik atau pemulihan trauma, sehingga dapat membuka peluang integrasi seni dengan pendekatan psikologi dalm praktik terapi seni. Bagi Masyarakat Umum: karya seni abstrak hendaknya dipandang tidak sekadar dari aspek estetika visual, tetapi juga sebagai cerminan kompleksitas manusia yang dapat memicu empati, pemahaman, dan dialog sosial yang konstruktif. DAFTAR PUSTAKA