PENGARUH BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KABUPATEN KARAWANG Neneng Winda1,Budi Rismayadi2. Neni Sumarni3, nenengwinda@mhs. budirismayadi@ubpkarawang. id2,nenisumarni@ubpkarawang. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Buana Perjuangan Karawang. Kabupaten Karawang. Indonesia. Ringkasan Penelitian ini bertujuan untuk: . Memperoleh bukti-bukti empirik dan menemukan kejelasan fenomena di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang: . Menganalisis budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan metode deskritif dan verifikatif dan path analysis,serta mengumpulkan data sekunder, menyajikan, menganalisis, dan melakukan pengujian hipotesis, yang tersedia di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, dan sampel dikumpulkan dengan menggunakan metode sampel jenuh dengan jumlah sampel 47 responden dari populasi 47 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis rentang skala dan analisis jalur dengan bantuan Mehtod of Successive Interval (MSI), program komputer Microsoft Excel 2013, dan SPSS versi 26. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis jalur diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara budaya organisasi dan motivasi, faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja pegawai adalah motivasi hal ini dibuktikan dengan nilai standardized coefficients yang terbesar. Budaya organisasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai akan meningkat. Motivasi berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai artinya semakin tinggi Motivasi maka kinerja pegawai akan semakin baik. terdapat pengaruh parsial dan simultan antara budaya organisasi dan motivasi terhadap kinerja pegawai di dinas tenaga kerja dan transmigrasi kabupaten karawang. Kata Kunci: Budaya Organisasi. Motivasi. Kinerja Pegawai. PENDAHULUAN Proses membangunan suatu peradaban bangsa tentu memerlukan aset pokok yang disebut dengan sumber daya alam . atural resourc. maupun sumber daya manusia . uman resourc. Walapun sumber alam yang melimpah dan modal yang besar namun tanpa sumber daya manusia yang berkualitas dan kompeten, maka tidak akan terjadi proses pembangunan yang maksimal. Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia setelah negara China. India dan Amerika Serikat. Melimpahnya jumlah penduduk merupakan aset penting yang menguntungkan bagi pembangunan suatu bangsa. Penduduk berperan sebagai subjek pembangunan dan dengan jumlah penduduk yang besar berperan sebagai tenaga kerja yang akan melakukan Ketenaga kerjaan menjadi penting untuk diketahui, baik bagi tenaga kerja mapan bagi perusahaan sebagai pemberi kerja. Dalam pertimbangan UndangUndang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dinyatakan bahwa dalam pelaksaan pembangunan nasional, tenaga kerja mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dan tujuan pembangunan. Ketenaga kerjaan merupakan segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum dan sesudah masa kerja. Perlindungan tenaga kerja wajib untuk menjamin hak-hak dasar pekerja dan menjamin kesamaan kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dengan tetap memperlihatkan perkembangan kemajuan dunia usaha. Dinas Ketenagakerjaan Transmigrasi Kabupaten Karawang (DISNAKERTRANS) organisasi yang bergerak dalam bidang ketenagakerjaan dan di bidang transmigrasi di Kabupaten Karawang, di atur dalam suatu referensi hukum diantaranya yang pertama pegawai harus mengikuti peraturan yang telah diatur dalam pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 1980. Kedua sebagaimana tentang peraturan bupati Karawang nomor 51 tahun 2014 tentang kedudukan, tugas dan fungsi Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Karawang. Pada pasal 3 peraturan Bupati Karawang tersebut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan pemerintah daerah di bidang ketenaga kerjaan dan transmigrasi serta tugas pembantuan yang ditugaskan kepada pemerintah daerah. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang di pimpin oleh Kepala Dinas yang bertanggung jawab kepada Bupati. Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi memiliki tugas utama dalam melaksanakan sebagian kewenangan daerah di bidang tenaga kerja dan transmigrasi dan pembantuan yang telah ditugaskan dari pemerintah daerah. Adapun fungsi dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencakup penyusunan kebijakan teknis atau bahan kebijakan pemerintahan daerah di bidang ketenagakerjan dan bidang transmigrasi, penyelengaraan urusan pemerintah daerah bidang ketenagakerjaan dan bidang transmigrasi dan pembinaan penyelengaraan urusan pemerintahan daerah bidang ketenagakerjaan dan bidang transmigrasi. METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang berlokasi di Jl. Suroto Kunto Km. 07 Warung bambu. Kecamatan Karawang Timur. Kabupaten Karawang. Jawa Barat. Sumber Data Penelitian ini sumber data atau jenis data yang akan diambil adalah data primer, data sekunder dan kuantitatif, yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data dengan pengamatan langsung dilapangan untuk mendapatkan data dan informasi langsung di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang dan untuk menunjang penelitian maka diperlukan pengumpulan teori dan informasi. Oleh karena itu penulis menggunkan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, kuisioner dan observasi. Populasi dan Sampel Populasi pada penelitian ini adalah pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, dari dua bidang tersebut. dengan jumlah pegawai pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi keseluruhan 47 orang pegawai. Sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik yang diambil yaitu sampling jenuh . Maka dari itu, penulis memilih sampel menggunakan teknik sampling jenuh karena jumlah populasi yang relatif kecil. Sehingga sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 47 orang. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis jalur . ath analysi. digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat varibel bebas . terhadap variabel terikat . Model analisis jalur . ath analysi. yang dibicarakan adalah pola hubungan sebab akibat. Adapun rancangan analisis untuk penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut ini : Y = Ayx1 X1 Ayx2 X2 a Keterangan: X1 = Budaya Organisasi X2 = Motivasi = Kinerja Pegawai a = Variabel lain yang tidak diukur, tetapi mempengaruhi Y y1 = Koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung X1 terhadap Y y2 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung X2 terhadap Y = Korelasi X1 dan X2 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskriptif Adapun tanggapan responden mengenai budaya organisasi pegawai di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang. Berdasarkan 15 indikator variabel budaya organisasi (X. dengan analisis rentang skala (Bar scol. sehingga menghasilkan deskritif mengenai tanggapan responden dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel. Rekapitulasi Budaya Organisasi (X. Dimensi Inisiatif individual Toleransiterhadap tindakan Pengarahan Indikator taat peraturan Penilaian prestasi Kerjasama Sadar diri Kepedulian bersama Total Skor Kriteria Baik Baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Sangat baik Baik Sangat baik Sangat baik peringatan bekerja Baik Baik Baik Baik Baik Sangat baik Sangat Baik Jumlah Rata-rata Sumber: Diolah peneliti 2021 Adapun tanggapan responden mengenai motivasi (X. pegawai di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang. Berdasarkan 15 indikator variabel motivasi (X. dengan analisis rentang skala (Bar Scal. sehingga menghasilkan deskritif mengenai tanggapan responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel. Rekapitulasi Indikator Vriabel Motivasi X2 Dimensi Indikator Gaji Kebutuhan psikologi Bonus jaminan hari tua Keamanan jaminan kesehatan kebijakan dari pimpinan Kebutuhan sosial faktor hubungan kerja kebebasan berpendapat Pengakuan diri perlakuan adil percaya diri inisiatif pegawai Penghargaan semangat kerja perlakuan diri Prestasi pegawai Peraturan bekerja Jumlah Rata-rata Total skor Kriteria Baik Baik Baik Sangat baik Sangat baik Baik Baik Sangat Baik Sangat baik Sangat baik Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Sumber: Diolah peneliti, 2021 Adapun tanggapan responden mengenai kinerja pegawai (Y) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang. Berdasarkan 15 indikator variabel kinerja pegawai (Y) dengan analisis rentang skala (Bar Scol. sehingga menghasilkan deskritif mengenai tanggapan responden dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel. Rekapitulasi variabel Kinerja Pegawai Dimensi Komitmen kerja Ketetapan waktu Kemandirian Indikator tingkat komitmen pekerjaan sesuai SOP pengetahuan atasan pekerjaan hubungan denganatasan kerja Hubungan baik dgn temankerja peraturan yangberlaku percaya diri disiplin kerja kreatif kerja ketentuan yang berlaku peraturan yang ditetapkan peraturan tanggungjawab Jumlah Rata-rata Sumber: Diolah peneliti, 2021 Hasil Uji Verifikatif Uji Normalitas Total skor Kriteria Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Hasil uji normalitas variabel Budaya Organisasi (X . Motivasi (X. dan Kinerja Pegawai (Y) dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel . Uji Normalitas Variabel Budaya Organisasi (X. Motivasi (X. Kinerja Pegawai (Y) One-Sample KolmogrovSmirnovTest 0,078 0,050 0,184 0,050 0,085 0,050 Kriteria Distribusi normal Distribusi normal Distribusi normal Sumber: Diolah peneliti, 2021 Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa variabel Budaya Organisasi (X. Motivasi (X. Kinerja Pegawai (Y) mengikuti sebaran data normal karena signifikan a hitung semua variabel lebih dari 0,050, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Budaya Organisasi (X. Motivasi (X. , dan Kinerja Pegawai (Y) mengikuti distribusi normal. Analisis Korelasi Pengaruh tidak langsung merupakan perkalian antara koefisien jalur dengan koefisien korelasinya. Oleh karena itu terlebih dahulu dihitung masing-masing besaran koefisien korelasi diantara variabel eksogen tersebut. Untuk lebih jelasnya hubungan antara kedua variabel eksogen tersebut dapat dilihat pada tabel 2 Tabel. Correlations Budaya Organisasi Budaya Organisasi Pearson Correlation Motivasi Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Motivasi Sumber : Hasil Pengelohan Data SPSS, diolah peneliti 2021. Berdasarkan tabel nilai koefisien korelasi antara variabel bebas yaitu Budaya Organisasi (X1. ) dan Motivasi (X2 ) adalah 0,745. Dan nilai (Si. 0,000. Artinya jika niai sig 0,000 <0,05, maka Budaya Organisasi dan Motivasi memiliki hubungan yang (Sugiyono : 2. 0,745 Gambar 1 Korelasi antara variabel bebas Budaya Organisasi X1 dan Motivasi X2 Hasil analisis diatas diperoleh besaran koefisien korelasi antara variabel eksogen yaitu Budaya Organisasi X1 dan Motivasi X2 dapat dinilai sebesar 0,745. Maka tingkat hubungan budaya organisasi (X. dan Motivasi kerja (X. yang kuat dan searah karena nilai positif. Analisis jalur (Path Analysi. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan software SPPS26, diperoleh koefisien jalur untuk setiap variabel Budaya Organisasi (X . dan motivasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hasil analisis tersebut dapat dilihat pada tabel Tabel. Koefisien Analisis Jalur Path Analysis Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Budaya Organisasi Motivasi Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sig. Sumber : Hasil pengolahan data. SPSS 2021 Data Analisis Korelasi Berdasarkan tabel menunjukan koefisien jalur antara variabel Budaya Organisasi(X. dan motivasi (X. terhadap kinerja (Y). Nilai-nilai koefisien jalur tersebut masing-masing dijelaskan sebagai berikut : Koefisien jalur dapat menggambarkan besarnya kontribusi langsung variabel Budaya Organisasi (X. terhadap variabel Kinerja Pegawai(Y) Berdasarkan tabel tersebut koefisien jalur yang menggambarkan besarnya kontribusi langsung variabel Budaya Organisasi (X. terhadap kinerja (Y) adalah 0,118 Sehingga diperoleh persamaan Y = 0,118 X1 Koefisien jalur yang menggambarkan besarnya kontribusi langsung variabel Budaya Organisasi (X. terhadap variabel Kinerja Pegawai (Y) dapat dilihat pada X1 0, 118 Gambar 2 Koefisien jalur Variabel Budaya Organisasi (X. terhadap kinerja (Y) Sumber : hasil diolah data. SPSS 2021 . Koefisien jalur dapat digambarkan besarnya kontribusi langsung variabel motivasi (X2 ) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan tabel tersebut koefisien jalur dapat menggambarkanbesarnya kontribusi langsung variabel motivasi (X2 ) terhadap variabel Kinerja (Y) dapat dinyatakan pada gambar 4 di bawah ini : 0,710 Gambar 3 Koefisien jalur Motivasi (X2 ) terhadap Kinerja Pegawai (Y) Sumber : hasil diolah data. SPSS 2021 . Pengaruh Parsial Budaya Organisasi (X. dan Motivasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) Rancangan analisis jalur (Path Analysi. variabel Budaya Organisasi (X. dan Motivasi (X2 ) Kinerja Pegawai (Y) dapat dilihat gambar berikut ini: Korelasi 0,745 Gambar 4 Analisis jalur (Path Analysi. Budaya Organisasi dan motivasi terhadap Sumber : hasil pengolahan data. SPSS, diolah peneliti 2021 Berdasarkan gambar. menujukan bahwa derajat positif asosiatif atau koefisien jalur variabel motivasi 0,710. lebih besar dari variabel Budaya Organisasi 0,118 artinya Motivasi X2 lebih besar kontribusinya terhadap Kinerja Pegawai Y. Budaya Organisasi X1 adapun persamaan jalurnya adalah sebagai berikut : Y = 0,118X1 0,710 X2 a Keterangan : X1 : Budaya Organisasi X2 : Motivasi Y : Kinerja Pegawai a : Variabel lain yang tidak diukur, tetapi mempengaruhi Y pyx1: koefisien jalur yang menggambar besarnya pengaruh langsung Budaya Organisasi X1 terhadap Kinerja pegawai Y pyx2: koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung Motivasi X 2 terhadap Y. rx1x2 = korelasi Budaya Organisasi X1 dan Motivasi X2 . Pengaruh Simultan Budaya Organisasi (X. dan Motivasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) . Pengaruh parsial Budaya Organisasi terhadap Kinerja Tabel. Pengaruh langsung atau tidak langsung Budaya Organisasi terhadap Kinerja Variabel Budaya Organisasi Interperasi Perhitungan Pengaruh Ayx1 =0,118 X1 ke Y Pengaruh pyx1Xrx1x2Xpyx2 =0,118x0,745x0,710 X1 ke Y Total Besarnya 0,014 0,062 0,076 Sumber : hasil diolah peneliti 2021 Berdasarkan tabel 7. menunjukan bahwa pengaruh parsial variabel Budaya Organisasi X1 terhadap Kinerja Pegawai yaitu sebesar 0,076 atau sebesar 7,6%. Artinya pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, adalah 7,6%. Pengaruh parsial Motivasi X2 terhadap Kinerja Y Pengaruh langsung atau tidak langsung Motivasi terhadap Kinerja dapat dilihat pada tabel 8. dibawah ini: Tabel. Pengaruh langsung atau tidak langsung Motivasi terhadap Kinerja Variabel Motivasi (X. Interpretasi analisis jalur Pengaruh langsung X2 keY Pengaruh tidak langsung X2 keY Total Perhitungan =0,7102 pyx1Xrx1x2Xpyx2 Besarnya Pengaruh 0,504 0,062 =0,118x0,745x0,710 0,566 Sumber : hasil diolah peneliti 2021 Berdasarkan tabel 8. menunjukan bahwa pengaruh parsial variabel Motivasi X2 terhadap Kinerja Pegawai Y yaitu sebesar 0,566 atau sebesar 56,6%. Artinya pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai adalah 56. Pengaruh Budaya Organisasi (X. dan Motivasi kerja (X. terhadap Kinerja (Y) dapat dilihat pada tabel tersebut di bawah ini. Tabel 9. Pengaruh simultan Budaya Organisasi (X. dan Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja(Y) Koefisien Jalur Variabel Pengaruh Langsung Budaya Orgnaisasi (X. 0,118 0,014 Motivasi Kerja (X. 0,710 0,504 Total Pengaruh Simultan Pengaruh lain di luar model 1 Ae 0,642 Pengaruh Tidak Langsung -------0,062 0,062 ------- Subtotal Pengaruh Budaya Orgnaisasi (X. Motivasi Kerja (X. 0,642 0,358 Sumber: Hasil Pengolahan Data, diolah peneliti 2021 Pada Tabel 9. menunjukan bahwa total pengaruh simultan yang disebabkan Budaya Organisasi (X. dan Motivasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) yaitu sebesar 0,642 atau sebesar 64,2% adapun pengaruh variabel lain adalah 1 Ae 0,642 = 0,358 atau sebesar 35,8%. Koefisien Determinasi (R. Tabel : Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel. Nilai Koefisien Determinasi Terhadap Hubungan Antar Variabel Model Model Summaryb R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Motivasi. Budaya Organisasi Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber: Hasil Pengolaan Data SPSS, diolah Peneliti 2021 Berdasarkan tabel di atas angka Adjusted R Square adalah 0. 621 atau sebesar 62,7%. Adapun persamaan jalurnya adalah sebagai berikut: Y= 0,076X1 0,566X2 0,358A Keterangan : X1 : Budaya Organisasi X2 : Motivasi Kerja Y : Kinerja : Variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Menunjukan bahwa nila R Square sebesar 0. 710 maka variabel Budaya Organisasi dan Motivasi memiliki kontribusi variansi sebesar 71,0 % terhadap kinerja sedangkan sisanya adalah 29. 0% di memiliki kontribusi lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini (A). Uji Hipotesis . Analisis Uji t Korelasi Antara Budaya Organisasi (X. dan Motivasi Kerja (X. Pengujian hipotesis hubungan anatara Budaya Organisasi (X . dan Motivasi Kerja (X. dilakukan dengan menggunakan uji statistik t, yaitu dengan rumus sebagai berikut (Riduwan 2014 :. Berdasarkan perhitungan uji t didapatkan t = 11,229 sedangkan t tabelnya adalah 1,679 . Dengan demikian diketahui t hitung . > t tabel . , maka dapat dinyatakan bahwa Hoditolak, artinya ada hubungan yang signifikan antara Budaya Organisasi (X. dan Motivasi (X. Pengujian Hipotesis Pengaruh Variabel Secara Parsial Analisis hipotesis berpengaruh secara parsial antara masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat sebagai berikut: Tabel 12. Pengaruh Parsial (X1 ) dan (X. Terhadap (Y) Coefficientsa Standardiz Unstandardized Coefficien Coefficients Std. Error Beta Sig. Model (Constan. Budaya Organisasi Motivasi Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS, diolah peneliti 2021 Hipotesis Parsial Budaya Organisasi (X. terhadap Kinerja (Y) Berdasarkan tabel 4. menunjukan bahwa nilai sig. < . dan thitung . > ttabel . maka Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Budaya Organisasi (X. secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hipotesis Pengaruh Parsial Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja(Y) Menunjukan bahwa nilai sig. < . dan thitung . > ttabel . maka Hoditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Motivasi (X. secara parsial berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y). Pengujian Pengaruh Secara Simultan Pengaruh Budaya Organisasi (X. dan Motivasi Kerja (X. secara simultan . terhadap Kinerja(Y) Untuk pengaruh Budaya Organisasi (X. dan Motivasi (X. secara simultan terhadap Kinerja Pegawai dengan tingkat signifikan () = 5 %, degree of freedom . = . = 100 Ae 2 =98 diperoleh ftabel =3,09 Sedangkan fhitung dapat dilihat pada tabel Tabel 13. Hasil Perhitungan Nilai F ANOVAa Model Sum of Mean Squares Square 1 Regression 775:856 Residual Total Dependent Variable: Kinerja Pegawai Predictors: (Constan. Motivasi. Budaya Organisasi Sig. Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS, diolah Peneliti 2021 Berdasarkan Tabel 13 menunjukan bahwa fhitung= 39. 705 dan sig. 0,000. Pengaruh Budaya Organisasi (X. dan Motivasi(X. secara simultan terhadap Kinerja Pegawai (Y) diperlihatkan pada nilai sig. < . dan fhitung. >ftabel . maka Hoditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Budaya Organisasi (X. dan Motivasi Kerja (X. berpengaruh simultan terhadap Kinerja (Y). Pembahasan Pembahasan Deskriptif Adapun pembahasan dari metode deskriftif mengenai masing-masing variabel dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut. Budaya Organisasi (X. Budaya Organisasi yang diterapkan pegawai di Dinas Tenaga Kerja dan Transimgrasi Kabupaten Karawang memiliki nilai rata-rata 15 indikator pertanyaan yaitu 262 yang berada pada rentang skala dengan kriteria Sangat baik, artinya Budaya Organisasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang berada dalam kriteria baik, terdapat 7 indikator pada kriteria sangat baik sementara ada 8 indikator yang berada pada kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian tentang Budaya Organisasi, aspek-aspek yang dikemukakan oleh Stephen Robbins dalam Irham Fahmi . secara tidak langsung diterapkan pada pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang dengan sangat baik. Motivasi (X2 ) Motivasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang memiliki nilai rata-rata 15 indikator pertanyaan hasil 264 motivasi pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang berada dalam kategori sangat baik. Terdapat 9 indikator pada kriteria sangat baik, sementara ada 6 indikator yang berada pada kriteria Berdasarkan hasil penelitian tentang Motivasi, aspek-aspek yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dalam . onni juni priansa,2016: . secara tidak langsung diterapkan pada pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang dengan sangat baik. Kinerja Pegawai (Y) Kinerja Pegawai di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang memiliki nilai rata-rata 15 indikator pertanyaan yaitu 288,2 yang berada pada rentang skala kriteria sangat baik, artinya kinerja pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang berada dalam kategori baik. Terdapat 6 indikator pada kriteria sangat baik,sementara ada 9 indikator yang berada pada kriteria baik . Berdasarkan hasil penelitian tentang Kinerja Pegawai, aspek-aspek yang dikemukakan oleh Milner . secara tidak langsung diterapkan pada pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang dengan sangat baik. Pembahasan Verifikatif Adapun pembahasan dari metode verifikatif dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut : Korelasi antara variabel independen Budaya Organisasi X 1 dan X2 Korelasi hubungan antara Budaya Organisasi dan Motivasi memiliki nilai independen korelasi sebesar 0,710 apabila 0,60-0,799 mempunyai hubungan yang kuat dan searah karena nilainya positif, dalam Hasbullah . bahwa Budaya Organisasi sangat berpengaruh signifikan langsung dan tidak langsung melalui Motivasi terhadap Kinerja Pegawai, maka dapat disimpulkan bahwa Budaya Organisasi hubungan dengan Motivasi yang positif, untuk menghasilkan kinerja yang baik dalam melaksanakan . Pengaruh parsial Budaya Organisasi X1 dan Motivasi X2 terhadap Kinerj Pegawai Y . Pengaruh Parsial Budaya Organisasi X1 terhadap Kinerja Pegawai Y Pengaruh parsial Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai adalah sebesar 0,118 apabila 0,60-0,799 mempunyai hubungan kuat menunjukan pengaruh positif antara Budaya Organisasi dan Kinerja Pegawai. Pengaruh Parsial Motivasi X2 terhadap Kinerja Pegawai Y Pengaruh parsial Motivasi terhadap Kinerja Pegawai adalah sebesar 0,710 hal ini menunjukkan pengaruh positif antara Motivasi terhadap Kinerja Pegawai. Kreitner dan Kinicki . dalam wibowo . mengatakan bahwa Motivasi berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai, walaupun bukan satu-satunya faktor yang membentuk Kinerja Pegawai , karena Motivasi memiliki pengaruh sebesar 0,710 terhadap Kinerja Pegawai. Lebih besar dibandingkan pengaruh yang dimiliki Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,118 maka dinyatakan bahwa variabel Motivasi lebih memberikan kontribusi terhadap Kinerja Pegawai, pegawai merasa lebih tertarik dengan aspek-aspek motivasi dibandingkan Motivasi. Hal ini Budaya Organisasi dapat memberikan dorongan bagi pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang untuk mencapai kinerja yang lebih baik dan diharapakan. Pengaruh simultan Budaya Organisasi X1 dan Motivasi X2 terhadap Kinerja Pegawai Y Budaya Organisasi dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai dengan kriteria uji sig. >a . dan fhitung . >ftabel . maka Ho ditolak. Total Budaya Organisasi dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,642 atau 64,2% Kinerja Pegawai dipengaruhi oleh Budaya Organisasi dan Motivasi, sedangkan sisanya 10,642=0,358 atau 35,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini (A) yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dari pernyataan tersebut maka dapat diketahui bahwa Budaya Organisasi dan Motivasi dapat mempengaruhi Kinerja Pegawai. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian ini yang telah dilakukan maka kesimpulan yang dapat diambil mengenai pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang. Budaya Organisasi pada pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan menggunakan 15 pertanyaan terhadap variabel yang berdasarkan hasil kuisioner diperoleh dengan modus sebesar nilai rata-rata 262. Hal ini menunjukan rata-rata pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, merasa sangat baik karena Budaya Organisasi pegawai dinilai dan dapat diterima oleh pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang. Namun demikian terdapat beberapa indikator yang nilainya masih belum maksimal dalam kriteria sangat baik. Motivasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang dengan menggunakan 15 pertanyaan terhadap variabel motivasi yang berdasarkan hasil kuisioner diperoleh, hal ini menunjukan bahwa rata-rata sebesar 264 menunjukan bahwa rata-rata pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang merasa sangat baik karena Motivasi dinilai sangat baik tetapi masih belum maksimal dikerjakan oleh pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang, namun demikian masih terdapat beberapa indikator yang masih belum maksimal. Kinerja Pegawai di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang dengan menggunakan 15 pertanyaan terhadap variabel Kinerja Pegawai yang berdasarkan hasil kuisioner diperoleh, hal ini menujukan bahwa rata-rata sebesar 288 pegawai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Karawang merasa sangat baik karena Kinerja Pegawai dinilai sangat baik tetapi belum maksimal yang dikerjakan oleh pegawai, namun demikian masih terdapat beberapa indikator yang nilainya masih belum maksimal harus ditingkatkan. Budaya Organisasi dengan Motivasi mempunyai korelasi sebesar 0,604 yang berarti terdapat hubungan yang kuat. Pengaruh Parsial Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai adalah sebesar 0,118. Hal ini menunjukan pengaruh antara Budaya Organisasi terhadap Kinerja Pegawai, sedangkan Pengaruh Parsial Motivasi memiliki pengaruh positif sebesar 0,710 terhadap Kinerja Pegawai. Maka dapat dinyatakan bahwa Budaya Organisasi memberikan kontribusi lebih besar dibandingkan Budaya Organisasi. Budaya Organisasi dan Motivasi berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Pegawai sebesar 0,642. Sedangkan sisanya 35,8%. merupakan kontribusi variabel lain ( ) yang tidak teliti dalam penelitian. DAFTAR PUSTAKA