Moderasi : Journal of Islamic Studies | Page : 160-207 Vol. 02 No. 02 Desember 2022 | e-ISSN/p-ISSN : 2809-2872/2809-2880 PRESERVASI DAN KONSERVASI DELAPAN NASKAH KEISLAMAN Ahmad Hanafi1 1 Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember, Indonesia Email: hanafi@uinkhas.ac.id Submit : 20/10/2022 | Review : 27/11/2022 s.d 03/12/2022 | Publish : 26/12/2022 Abstract Manuscripts is the result of handwriting which contains various things such as thoughts, community culture, history of one's life journey and customs in the past. Religious texts are related to the spread of religion in Jember, such as there are Islamic boarding school texts for the spread of Islam and there are Bible texts for the spread of Christianity in Jember.. The research was conducted using a philological research method with a codicological approach. There are several steps in this research method. First, tracing the manuscripts obtained from the people who inherited the manuscripts. Second, an inventory of manuscripts is carried out by means of field studies, namely visiting directly the location where the manuscripts are stored by the community who is the owner or inheritor of the manuscripts. Third, preservation by caring for and maintaining the manuscript to prevent the loss of the information contained in the manuscript due to damage to the manuscript due to certain factors. The results of this study explain aspects of codicology, manuscript descriptions and efforts to save the findings of eight ancient manuscripts in Jember Regency. . Keywords: Phylology, Manuscrips, Jember Regency Pendahuluan Setiap suku bangsa tentu saja memiliki suatu peninggalan di masa lalu entah berupa benda fisik dan non fisik. Contoh benda fisik antara lain seperti bangunan, candi, masjid, keraton, makam, monumen, benteng, dan lain sebaginya. Sedangkan untuk contoh peninggalan non fisik seperti adat-istiadat, tata krama bermasyarakat, bersosial antar sesama, hukum-hukum adat dalam bermasyarakat. Peninggalan pada masa lalu juga termasuk karya-karya yang ditulis berupa buku oleh leluhur kita yang biasa disebut dengan naskah kuno(Harahap, 2021, p. 1). Naskah menurut bahasa Latin disebut codex, dalam (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Bahasa Inggris disebut manuscript dan dalam bahasa belanda disebut dengan handshrif. Naskah (Manuskrip) ialah teks tertulis yang didalamnya berisi beraneka ragam dokumen pada masa lalu seperti gagasan, ide, adat istiadat, pengetahuan, serta perilaku masyarakat pada masa lalu(Darsa, 2014, p. 2). Jumlah peninggalan budaya dalam bentuk naskah atau tulisan jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah peninggalan-peninggalan budaya material non tulisan seperti candi, masjid, makam, benteng, monumen, dan lain sebagainya. Naskah merupakan salah satu bentuk warisan bangsa yang tidak ternilai harganya karena dapat membuka kembali identitas bangsa pada masa lampau. Kebudayaan pada masa lampau merupakan sebuah dasar bagi keberadaan kita pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Tanpa adanya rasa untuk menghubungkan dari hal tersebut, sejatinya kita akan kehilangan identitas. Naskah kuno memiliki kandungan isi yang bermacam-macam. Biasanya isi dari naskah tersebut tidak jauh dari aspek kehidupan manusia seperti ajaran agama, ajaran tentang budi pekerti, pandangan hidup dan juga masalah-masalah teknis dalam kehidupan, seperti berupa obat-obatan serta bagaimana cara mengobati, tentang strategi perang, surat perjanjian, adat-istiadat, hukum adat, pedoman dalam kepemimpinan, pedoman dalam pembangunan rumah, pedomana dalam keterampilan seperti memasak, bercocok tanam, berumah tangga dan lain sebagainya(Harahap, 2021, p. 1). Baried dkk, memiliki pendapat bahwa naskah lama sebagai objek filologi merupakan sebuah tulisan yang memiliki makna juga mengandung ide-ide serta gagasan dalam bebagai bidang ilmu pengetahuan mengenai alam semesta yang didalamnya terkandung nilai-nilai luhur. Dengan demikian, naskah-naskah kuno ialah naskah yang berisi tulisan yang didalamnya memiliki kandungan warisan leluhur yang beraneka ragam informasi tentang kehidupan di masa lalu(Dipodjojo, 1996, p. 7). Sebagai bentuk warisan budaya sangat diperlukan perhatian khusus dalam upaya melestarikan, konservasi dan mengkaji nilai-nilai yang terkandung agar peninggalan warisan ini tetap terjaga. Upaya pelestarian naskah dilakukan bertujuan untuk melindungi kekayaan budaya bangsa dan menciptakan khazanah intelektual yang terdapat unsur sejarah, bahasa dan sastra, serta falsafah yang dapat dijadikan pedoman dalam bertingkah laku terhadap lingkungan sekitar dan berbangsa. Salah satu warisan budaya Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 161 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman bangsa yang tidak boleh ditinggalkan adalah naskah kuno yang ada di wilayah Jember. Manuskrip Jember memiliki karakteristik tersendiri misalnya dalam segi bahasa yang digunakan. Dari data inilah diduga manuskrip-manuskrip yang ada di wilayah Jember menggunakan Bahasa Jawa dan Madura dalam tulisannya. Produk masyarakat yang sejak ratusan tahun lalu itu mengandung berbagai informasi penting tentang peradaban kebudayaan Jember di masa lampau. Manuskrip-manuskrip tersebut perlu dijaga dan dilestarikan karena di dalam isinya terdapat banyak pengetahuan mengenai kebudayaan masyarakat Jember pada masa lampau. Tujuan dari kegiatan tersebut yaitu untuk menjaga kondisi fisik naskah agar terhindar dari faktor kerusakan(NS, 2005, p. 109). Salah satu pelestarian naskah yaitu dengan mengalihmediakan dokumen asli naskah ke bentuk digital. Kegiatan alih media ini juga sebagai upaya agar memudahkan akses bagi siapa saja yang ingin mencari naskah untuk dijadikan sumber penelitiannya. Rokat Jember yang biasanya sayup-sayup terdengar disekitar wilayah Jember saat ini sudah jarang lagi mengusik telinga, rokat bagi tradisi Jawa tengahan dikenal dengan ruwat. Meskipun dari sisi maksud memiliki kesamaan, rokat di wilayah Jember memiliki perbedaan dengan kegiatan ruwat. Jika pada umumnya kegiatan ruwat menggunakan wayang, rokat di wilayah Jember justru menggunakan naskah kuno sebagai media yang dibaca dalam kegiatan tersebut(Darmawa, n.d., p. 55). Berdasarkan penuturan peneliti teks-teks kuno Jember sekaligus dosen UIN KHAS Jember, Ahmad Badrus Sholihin saat dilakukan wawancara pada tahun 2019 menyampaikan bahwa kegiatan digitalisasi naskah kuno di wilayah Jember telah dilakukan sejak sepuluh tahun lalu. Hanya saja, kegiatan digitalisasi yang dilakukan sebatas menggunakan peralatan sederhana, salah satunya adalah hanya menggunakan kamera handphone. Meskipun demikian, menurut penuturannya, masih banyak manuskrip di masyarakat yang belum tersentuh kegiatan digitalisasi yang mereka lakukan. Berdasarkan informasi tersebut, beliau bersama beberapa Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 162 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman dosen lainnya sepakat untuk melakukan penelusuran lebih lanjut terkait keberadaan manuskrip di wilayah Jember untuk kemudian dilakukan digitalisasi(Sholihin, 2019). Pada 10 Agustus 2021, Wiwin Indiarti salah satu anggota Manassa dari Banyuwangi mengabarkan bahwa telah mendigitalisasi manuskrip di wilayah tersebut dengan 30 manuskrip(Indiarti, 2021). Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten yang berada dalam satu lingkup di wilayah Pandhalungan, tepatnya berada di sebelah timur Kabupaten Jember. Kedua kabupaten ini memiliki kesamaan dalam hal kebudayaan salah satunya budaya mamaca. Jika di Banyuwangi telah di ketemukan manuskrip sebanyak itu dan telah digitalisasi maka berpeluang besar di wilayah Jember juga terdapat manuskrip-manuskrip yang sebagian telah digitalisasi dan yang masih tersimpan di masyarakat Jember sebagai pewaris naskah. Naskah di Jember memiliki terdiri dari bahan-bahan yang sangat beragam diantaranya yaitu, kertas eropa, daluwang dan berbagai jenis hiasan yang melambangkan kemajuan kebudayaan di Jember pada masa silam. Kaitannya dengan naskah kuno yang ada di wilayah Jember itu terbagi dalam dua bagian. Pertama, manuskrip keagamaan yang berhubungan dengan manuskrip-manuskrip kepesantrenan untuk media penyebaran agama Islam seperti manuskrip tentang nahwu sharaf, tauhid dan lain sebagainya. Tidak hanya itu terdapat juga manuskrip di salah satu gereja Kristiani di wilayah Jember bagian utara yang menyimpan manuskrip Injil yang berbahasa Madura dengan tulisan tangan di bagian belakangnya menggunakan aksara hanacara dan ada penjelasannya menggunakan aksara latin. Kedua, manuskrip kebudayaan yang biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan ritual di masyarakat Jember misalnya, ada pembacaan mamaca dalam bentuk rokat dalam acara perkawinan(Mafar, n.d.). Metode Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 163 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Penelitian ini menggunakan langkah kerja penelitian filologi dengan pendekatan kodikologi naskah. Perlu diketahui bahwasannya filologi adalah sebuah kajian bahasa menggunkan sumber-sumber tertulis yang termasuk dalam kajian kritik sastra, sejarah dan linguistik(Faturrahman, 2021, p. 12). Naskah dan teks merupakan objek kajian filologi, maka dari itu untuk mendeskripsikan objek filologi tersebut perlu dilakukan langkah kerja penelitian filologi. Langkah kerja penelitian filologi diperlukan kesabaran, ketelitian, kehati-hatian serta cermat dan ketekunan(Djamaris, 2002, p. 7). Adapun langkah-langkah kerja penelitian filologi dengan pendekatan kodikologi dapat peneliti jabarkan sebagai berikut; Pertama, penelusuran naskah yaitu serangkaian kegiatan penelusuran yang dilakukan peneliti untuk menemukan suatu naskah pada tempat penyimpanan naskah. Dalam penelitian ini delapan naskah yang ditemukan di wilayah Jember didapatkan dari masyarakat pewaris naskah, mereka mendapatkan naskah tersebut dari para leluhur mereka yang diturunkan kepada keluarganya. Sang pewaris naskah memiliki hubungan pertemanan dengan peneliti sebab memliki pekerjaan dalam satu instansi. Mengetahui peneliti sering melakukan program preservasi dan konservasi terhadap manuskrip kuno, sang pewaris menginformasikan bahwasannya mereka memiliki naskah yang perlu untuk diselamatkan karena pewaris tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang bagaimana cara menangani naskah. Kedua, inventarisasi naskah yang dapat dilakukan melalui dua tahapan yaitu studi lapangan dan studi katalog. Studi lapangan dapat dilakukan dengan mengunjungi lokasi penyimpanan naskah seperti perpustakaan, museum dan masyarakat pewaris naskah. Dalam penelitian ini studi lapangan dilakukan dengan mengunjungi salah satu masyarakat Jember sebagai pewaris naskah. Ketiga, preservasi naskah yang dilakukan dengan melakukan perawatan juga pengawetan pada naskah untuk mencegah hilangnya informasi yang terkdandung dalam naskah(Mazyah, 2005, p. 25). Pada bagian ini peneliti melakukan pembersihan pada naskah yang telah di konservasi. Pembersihan naskah dilakukan dengan Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 164 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman menggunakan kuas khusus serta mengurutkan lembar-lembar naskah yang masih berantakan. Kegiatan pembersihan ini memerlukan beberapa alat khusus yang digunakan seperti masker dan sarung tangan latex, hal ini bertujuan agar mencegah debu yang menempel pada naskah tidak masuk kedalam hidung. Keempat, seleksi yang dilakukan untuk mengetahui faktor kerusakan pada naskah dan perizinan. Faktor kerusakan naskah dapat terjadi karena beberapa hal tertentu seperti faktor biologi yaitu binatang penggerat, serangga dan jamur. Faktor fisika yaitu cahaya dan kelembapan udara. Faktor kimia yaitu zat kimia, keasaman, oksidasi dan faktor lain seperti ulah manusia yang kurang memahami bagaimana cara merawat dan menangani naskah. Kelima, digitalisasi naskah yaitu proses mengalihmediakan bentuk naskah fisik menjadi digitasi pdf, jpg, raw yang menggunakan kamera DSLR. Dalam tahapan ini naskah yang telah melewati proses preservasi dan seleksi dialihmediakan menjadi bentuk digital dengan menggunakan camera digital merk Canon dengan kelengkapan pendukungnya agar hasil akhirnya dapat diakses dengan mudah bagi siapa saja yang membutuhkan informasi mengenai naskah secara online(Fatori, 2019, p. 89). Hasil Menurut Saputra dalam karyanya yang berjudul Pengantar Sekar Macapat pengertian dari deskripsi naskah adalah memberikan informasi tentang kondisi fisik Naskah yang diteliti(Saputra, 2008, p. 83). Setelah melakukan deskripsi naskah hendaknya juga melakukan deskripsi teks, hal itu dikarenakan objek dari penelitian filologi adalah naskah dan teks. Deskripsi teks ialah penjelasan yang menggambarkan keadaan teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang kajian teks yang sedang diteliti(Mulyani, 2012, p. 9). Deskripsi naskah dapat diperoleh secara terperinci melalui inventarisasi naskah. Metode yang dapat digunakan dalam deskripsi naskah adalah metode deskripsi. Naskah dideskripsikan dengan menggunakan pola yang Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 165 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman serupa, yaitu nomor naskah, ukuran naskah, keadaan naskah, tulisan naskah, bahasa, kolofon, isi naskah dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah dalam penelitian berikutnya yang berupa pertimbangan (recentio) dan pengguguran (Eliminatio). Selanjutnya yang perlu di cermati dalam melakukan deskripsi naskah ialah sebagai berikut. 1. Siapa pemilik naskah, disimpan dimana dan berapa nomor kodeks. 2. Bagaimana judul dari naskah yang berdasarkan dari keterangan penulis pertama atau menurut keterangan yang diberikan bukan dari penulis pertama. 3. Bagaimana pengantarnya (manggala dan doksologi), penjelasan di bagian awal yang diuar isi teks yang berupa waktu kepenulisannya, tempat kepenulisannya, nama penulis, latar belakang kepenulisannya, tujuan kepenulisan, harapan penulis, pujaanpujaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pujaan-pujahan terhadap para nabi-nabi. 4. Penutup (kolofon) merupakan uraian pada bagian akhir naskah di luar dari isi teks yang berupa waktu penyelesaian naskah, tempat penulisan, nama penulis, latar belakang kepenulisan, tujuan kepenulisan dan harapan-harapan penulis. 5. Ukuran teks yang berupa lebar kali panjang teks, jumlah halaman pada teks dan jumlah sisa halaman yang kosong. 6. Ukuran naskah berupa lebar kali panjang naskah, ketebalan naskah, jenis bahan yang digunakan pada naskah (lontar, daluwang, kertas, dll.) dan tanda air. 7. Bagian isi naskah dapat dilihat kelengkapannya, terputus atau hanya fragmen, hiasan berupa gambar, prosa atau puisi, apabila prosa berapa rata-rata jumlah baris pada tiap halamannya, rata-rata jumlah kata pada tiap halamannya, apabila isi naskah berbentuk puisi dapat dilihat berapa jumlah pupuhnya, nama tembangnya dan jumlah bait pada tiap pupuhnya. Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 166 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 8. Selanjutnya dapat dilihat golongan jenis naskahnya dan bagaimana dari ciri-ciri jenis naskah tersebut. 9. Tulisan: jenis aksara/huruf : Jawa/Jawi/Bali/Latin/Bugis/Lampung bentuk aksara/huruf : persegi/bulat ukuran aksara/huruf : besar/kecil/sedang sikap aksara/huruf : tegak/miring goresan aksara/huruf : tebal/tipis warna tinta : hitam/coklat goresan tinta : jelas/kabur 10. Bahasa yang digunakan juga jelaskan seperti baku, dialek, campuran dan pengaruh lain 11. Catatan oleh tangan lain : di dalam teks : halaman berapa, di mana, bagaimana di luar teks pada pias tepi: halaman berapa, di mana, bagaimana 12. Catatan di tempat lain : dapat dibicarakan dalam daftar naskah/katalogus/artikel mana saja, bagaimana hubungannya satu dengan yang lain, kesan tentang mutu masing-masing. Membuat deskripsi pada naskah dan teks memiliki dua model yang dapat digunakan, yaitu deskripsi model tabel dan deskripsi model paparan. Kedua model deskripsi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh sebab itu jika kedua model deskripsi tersebut digunakan dengan bersamaan maka akan dapat saling melengkapi(Saputra, 2008, pp. 83–84). Mengenai keunggulan deskripsi yang disajikan dengan model tabel ialah deskripsi naskah dan teks yang disajikan lebih jelas dan mudah untuk dipahami oleh pembaca sedangkan kelemahannya ialah pembaca tidak ada pandangan terhadap naskah yang dideskripsikan tersebut. Naskah yang dideskripsikan melalui model paparan secara teknis lebih mudah diterapkan dan juga dapat memberikan informasi yang luas tentang hal-hal yang berkaitan dengan naskah dan segala hal yang ditemukan secara inderawi pada setiap halaman naskah. Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 167 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Mengenai kelemahan dari deskripsi model paparan ialah secara langsung pembaca tidak bisa mengetahui rincian informasi mengenai keadaan naskah yang dideskripsikan karena harus membaca terlebih dahulu paparan yang telah di sajikan secara menyeluruh(Saputra, 2008, p. 84). Peneliti berusaha menjabarkan deskripsi delapan naskah yang didapatkan di wilayah Kabupaten Jember menggunakan model tabel sebagai berikut. 1. Naskah Pertama 1 Nomor Proyek - 2 Negara Indonesia 3 Kota Jember 4 Nama Pemilik Naskah Ahmad Hanafi 5 Kanan ke Kiri Iya 6 Jumlah Naskah 8 7 Sejarah Kepemilikan Naskah didapat dari Mbah Senu (kakek Naskah pemilik naskah), Desa Pokeh, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Naskah dibawa ke Jember tahun 2018. 8 Shelfmark - 9 Jumlah Halaman 424 Halaman 10 Jumlah Halaman - Kosong 11 Materi Naskah Naskah Al-Quran 12 Deskripsi Isi Naskah Naskah Al-Qur’an, tidak lengkap dan tidak terdapat sampul. Teks dimulai dari Surat Ali Imron ayat 170 dan diakhiri Surat AlHadid ayat 19. 13 Catatan Lain Ditulis dikertas Eropa dan terjilid namun pinggiran kertas robek. Beberapa bagian/ halaman terlepas dari jilidan. Penamaan Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 168 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman surat, pergantian tiap juz dan akhir setiap ayat ditandai dengan rubrikasi bertinta merah. Tanda ganti maqro’/ ruku’ (penanda bagian Qur’an yang terdiri dari beberapa ayat) berupa huruf ain bertinta merah di pinggir teks. Terdapat beberapa halaman yang hilang usai Surat Az-Zumar ayat 20. Terdapat kesalahan tulis ayat yang dicoret oleh penyalin. Terdapat iluminasi yang membingkai Surat Al-Kahfi ayat 1 sampai 4. 14 Referensi Katalog - 15 Diikat Iya. Dijilid menggunkan benang kasur 16 Sampul Naskah Tidak 17 Dimensi Sampul - Naskah 18 Tempat - Penyalinan/Penulisan 19 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Gregorian 20 Menyalin/Menulis - Tanggal dalam Tanggal Asli 21 Kolofon - 22 Bahan Dasar Naskah Kertas Eropa 23 Dimensi Kertas Naskah 33 cm x 20.5 cm 24 Watermark Iya 25 Countermark Iya 26 Dimensi Blok Teks 22.6 cm x 12 cm Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 169 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 27 Kondisi Naskah Buruk 28 Rubrikasi Iya 29 Illuminasi Iya 30 Ilustrasi Tidak 31 Sponsor - 32 Penyalin - 33 Jumlah Teks 1 Teks 34 Pengarang Anonim 35 Judul Dalam Bahasa [Al-Quran] Inggris 36 Judul dalam Skrip [Al-Quran] Romawi 37 Judul dalam Naskah [‫]القرأن‬ Asli 38 Bahasa Arab 39 Naskah Arab 40 Materi Naskah Naskah Al-Quran 41 Tempat Kepenulisan - 42 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli 43 Tanggal Penulisan - dalam Gregorian 44 Kolofon - 45 Deskripsi Konten Teks Naskah Al-Qur’an tidak lengkap dan tidak terdapat sampul. Teks dimulai dari Surat Ali Imron ayat 170 dan diakhiri Surat Al Hadid ayat 19. 46 Catatan Lain Ditulis dikertas Eropa dan terjilid namun pinggiran kertas bagian/halaman robek. terlepas Beberapa dari jilidan. Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 170 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Penamaan surat, pergantian tiap juz dan akhir setiap ayat ditandai dengan rubrikasi bertinta merah. Tanda ganti maqro’/ruku’ (penanda bagian Qur’an yang terdiri dari beberapa ayat) berupa huruf ain bertinta merah di pinggir teks. Terdapat beberapa halaman yang hilang usai Surat Az-Zumar ayat 20. Terdapat kesalahan tulis ayat yang dicoret oleh penyalin. Terdapat iluminasi berbentuk bunga dan daun yang membingkai Surat Al-Kahfi ayat 1 sampai 4. 47 Jumlah Halaman Teks 424 Halaman 48 Lokasi Teks Halaman 1 recto ke Halaman 424 verso 2. Naskah Kedua 1 Nomor Proyek - 2 Negara Indonesia 3 Kota Jember 4 Nama Pemilik Naskah Dr. Abdul Muis 5 Kanan ke Kiri Tidak 6 Jumlah Naskah 8 7 Sejarah Naskah Kepemilikan Naskah didapat dari warisan keluarga di Madura. Berdasarkan keterangan pemilik, naskah tersebut merupakan milik kakek buyutnya (5 generasi keatas). Sebelumnya naskah tersebut disimpan oleh pamannya yang berada di Madura dan baru dibawa ke Jember pada tahun 2019. Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 171 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 8 Shelfmark - 9 Jumlah Halaman 280 Halaman 10 Jumlah Halaman Kosong 10 Halaman 11 Materi Naskah Hagiografi-Kisah Nabi Yusuf 12 Deskripsi Isi Naskah Naskah menceritakan tentang Nabi Yusuf dimulai dengan pertemuan Nabi Yakub dan Nabi Yusuf. Cerita diakhiri dengan pencarian makam Nabi Yusuf di Mesir oleh Nabi Musa karena akan dipindahkan di Al-Quds. 13 Catatan Lain Naskah terjilid dan dibalut cover kulit hewan dengan kondisi halaman robek, berjamur, berlubang dan rapuh. Terdapat rubrikasi dengan tinta warna merah pada pergantian baris dan bait. Iluminasi bunga dan daun sulur menghiasi halaman pertama naskah. 14 Referensi Katalog - 15 Diikat Iya. penjilidan menggunakan benang dengan menggabungkan beberapa kuras. 16 Sampul Naskah Iya. Sampul terbuat dari kulit hewan 17 Dimensi Sampul Naskah 25.4 cm x 17 cm 18 Tempat - Penyalinan/Penulisan 19 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Gregorian 20 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Tanggal Asli 21 Kolofon - Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 172 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 22 Bahan Dasar Naskah Daluwang 23 Dimensi Kertas Naskah 26 cm x 21 cm 24 Watermark Tidak 25 Countermark Tidak 26 Dimensi Blok Teks 17 cm x 12.8 cm 27 Kondisi Naskah Buruk 28 Rubrikasi Iya 29 Illuminasi Iya 30 Ilustrasi Tidak 31 Sponsor - 32 Penyalin - 33 Jumlah Teks 1 Teks 34 Pengarang Anonim 35 Judul Dalam Bahasa [History of The Prophet Yusuf] Inggris 36 Judul dalam Skrip Romawi [Serat Yusuf] 37 Judul dalam Naskah Asli ꦱꦼꦫꦠꦾꦸ ꦱꦸꦥ꦳꧀ 38 Bahasa Jawa 39 Naskah Carakan 40 Materi Naskah Hagiografi-Kisah Nabi Yusuf 41 Tempat Kepenulisan - 42 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli 43 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 44 Kolofon - 45 Deskripsi Konten Teks Naskah menceritakan tentang Nabi Yusuf dimulai dengan pertemuan Nabi Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 173 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Yakub dan Nabi Yusuf. Cerita diakhiri dengan pencarian makam Nabi Yusuf di Mesir oleh Nabi Musa karena akan dipindahkan di Al-Quds. 46 Catatan Lain Naskah terjilid dan dibalut cover kulit hewan dengan kondisi halaman robek, berjamur, berlubang dan rapuh. Terdapat rubrikasi dengan tinta warna merah pada pergantian baris dan bait. Iluminasi bunga dan daun sulur menghiasi halaman pertama naskah. 47 Jumlah Halaman Teks 270 Halaman 48 Lokasi Teks Halaman 2 recto ke Halaman 280 verso 3. Naskah Ketiga 1 Nomor Proyek - 2 Negara Indonesia 3 Kota Jember 4 Nama Pemilik Naskah Dr. Abdul Muis 5 Kanan ke Kiri Tidak 6 Jumlah Naskah 8 7 Sejarah Naskah Kepemilikan Naskah didapat dari warisan keluarga di Madura. Berdasarkan keterangan pemilik, naskah tersebut merupakan milik kakek buyutnya (5 generasi keatas). Sebelumnya naskah tersebut disimpan oleh pamannya yang berada di Madura dan baru dibawa ke Jember pada tahun 2019. 8 Shelfmark - Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 174 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 9 Jumlah Halaman 86 Halaman 10 Jumlah Halaman Kosong 1 Halaman 11 Materi Naskah Cerita Panji 12 Deskripsi Isi Naskah Naskah menceritakan tentang Ratu Baghdad, Raden Mantri Panji dan Dyah Galuh. 13 Catatan Lain Naskah terjilid dengan baik, tidak terdapat sampul, dan hampir seluruh halamannya robek serta berlubang. Terdapat terjemah paralel mulai halaman 2 verso hingga halaman 44 verso. Empat belas halaman akhir rusak parah, hanya tersisa setengah lembar. Kerusakan dikarenakan putusnya serat selulosa pada bahan naskah yang terbuat dari kulit kayu. 14 Referensi Katalog - 15 Diikat Iya. Penjilidan menggunakan benang dengan menggabungkan beberapa kuras. 16 Sampul Naskah Tidak 17 Dimensi Sampul Naskah - 18 Tempat - Penyalinan/Penulisan 19 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Gregorian 20 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Tanggal Asli 21 Kolofon - 22 Bahan Dasar Naskah Daluwang Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 175 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 23 Dimensi Kertas Naskah 28.4 cm x 18 cm 24 Watermark Tidak 25 Countermark Tidak 26 Dimensi Blok Teks 21 cm x 12.3 cm 27 Kondisi Naskah Buruk 28 Rubrikasi Tidak 29 Illuminasi Tidak 30 Ilustrasi Tidak 31 Sponsor - 32 Penyalin - 33 Jumlah Teks 1 Teks 34 Pengarang Anonim 35 Judul Dalam Bahasa [Story of Raden Mantri Panji] Inggris 36 Judul dalam Skrip Romawi [Cerito Raden Mantri Panji] 37 Judul dalam Naskah Asli ꦕꦼꦫꦶꦠꦾ ꦫꦢꦼꦤ꧀ꦩ ꦤ꧀ꦶꦥ ꦠꦿ ꦚ꧀ꦗꦶ 38 Bahasa Jawa, Jawa ragam sastrawi dan Madura 39 Naskah Carakan dan Pegon 40 Materi Naskah Cerita Panji 41 Tempat Kepenulisan - 42 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli 43 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 44 Kolofon - 45 Deskripsi Konten Teks Naskah menceritakan tentang Ratu Baghdad, Raden Mantri Panji dan Dyah Galuh. Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 176 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 46 Catatan Lain Naskah terjilid dengan baik, tidak terdapat sampul, dan hampir seluruh halamannya robek serta berlubang. Terdapat terjemah paralel mulai halaman 2 verso hingga halaman 44 verso. Empat belas halaman akhir rusak parah, hanya tersisa setengah lembar. Kerusakan dikarenakan putusnya serat selulosa pada bahan naskah yang terbuat dari kulit kayu. 47 Jumlah Halaman Teks 86 Halaman 48 Lokasi Teks Halaman 2 verso ke Halaman 86 verso 4. Naskah Keempat 1 Nomor Proyek - 2 Negara Indonesia 3 Kota Jember 4 Nama Pemilik Naskah Dr. Abdul Muis 5 Kanan ke Kiri Iya 6 Jumlah Naskah 8 7 Sejarah Kepemilikan Naskah didapat dari warisan keluarga di Naskah Madura. Berdasarkan keterangan pemilik, naskah tersebut merupakan milik kakek buyutnya (5 generasi keatas). Sebelumnya naskah tersebut disimpan oleh pamannya yang berada di Madura dan baru dibawa ke Jember pada tahun 2019. 8 Shelfmark - 9 Jumlah Halaman 134 Halaman Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 177 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 10 Jumlah Halaman Kosong - Halaman 11 Materi Naskah Hagiografi- Kisah nabi Muhammad (bentuk tembang Jawa) 12 Deskripsi Isi Naskah Cerita Nabi Muhammad yang berbentuk tembang. Dimulai percakapan Abdullah dengan teks dan Abdul Muthalib berbentuk tembang pupuh asmaran (asmarandana). Diakhiri dengan cerita isra mikraj yang ditandai dengan percakapan malaikat Jibril dan Mikail berbentuk pupuh artati. 13 Catatan Lain Naskah terjilid tanpa sampul. Kondisi naskah berlubang, beberapa halaman awal dan akhir robek. Terdapat rubrikasi dengan tinta warna merah, pada pergantian bait berbentuk seperti sayap. Sedangkan pergantian kalimat bertanda mirip huruf tho’. Pergantian tembang ditandai tulisan puh. 14 Referensi Katalog - 15 Diikat Iya. 16 Sampul Naskah Tidak 17 Dimensi Sampul Naskah - 18 Tempat - Penyalinan/Penulisan 19 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Gregorian 20 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Tanggal Asli 21 Kolofon - Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 178 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 22 Bahan Dasar Naskah Daluwang 23 Dimensi Kertas Naskah 21.8 cm x 15.2 cm 24 Watermark Tidak 25 Countermark Tidak 26 Dimensi Blok Teks 17 cm x 12.3 cm 27 Kondisi Naskah Buruk 28 Rubrikasi Tidak 29 Illuminasi Tidak 30 Ilustrasi Tidak 31 Sponsor - 32 Penyalin - 33 Jumlah Teks 1 Teks 34 Pengarang Anonim 35 Judul Dalam Bahasa [History of The Prophet Muhammad] Inggris 36 Judul dalam Skrip Romawi [ Sejarah Nabi Muhammad ] 37 Judul dalam Naskah Asli [‫]سجاره نبي محمد‬ 38 Bahasa Jawa 39 Naskah Aksara pegon 40 Materi Naskah Hagiografi- Kisah Nabi Muhammad (bentuk tembang Jawa) 41 Tempat Kepenulisan 42 Tanggal - Kepenulisan - dalam Kalender Asli 43 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 44 Kolofon - 45 Deskripsi Konten Teks Cerita Nabi Muhammad yang berbentuk tembang. percakapan Dimulai Abdullah dengan teks dan Abdul Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 179 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Muthalib berbentuk tembang asmaran (asmarandana). Diakhiri dengan cerita isra mikraj yang ditandai dengan percakapan malaikat Jibril dan Mikail berbentuk pupuh artati. 46 Catatan Lain Naskah terjilid tanpa sampul. Kondisi naskah berlubang, beberapa halaman awal dan akhir robek. Terdapat rubrikasi dengan tinta warna merah, pada pergantian bait berbentuk seperti sayap. Sedangkan pergantian kalimat bertanda mirip huruf tho’. Pergantian tembang ditandai tulisan puh. 47 Jumlah Halaman Teks 134 Halaman 48 Lokasi Teks Halaman 1 recto ke Halaman 134 verso 5. Naskah Kelima 1 Nomor Proyek - 2 Negara Indonesia 3 Kota Jember 4 Nama Pemilik Naskah Dr. Abdul Muis 5 Kanan ke Kiri Iya 6 Jumlah Naskah 8 7 Sejarah Naskah Kepemilikan Naskah didapat dari warisan keluarga di Madura. Berdasarkan keterangan pemilik, naskah tersebut merupakan milik kakek buyutnya (5 generasi keatas). Sebelumnya naskah tersebut disimpan oleh pamannya yang berada di Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 180 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Madura dan baru dibawa ke Jember pada tahun 2019. 8 Shelfmark - 9 Jumlah Halaman 164 Halaman 10 Jumlah Halaman Kosong - Halaman 11 Materi Naskah Naskah teologi 12 Deskripsi Isi Naskah Naskah terdiri dari beberapa teks yaitu tauhid, rajah-azimat dan nahwu-shorof (tata Bahasa Arab). Meskipun halaman awal dan akhir hilang namun dapat diidentifikasi bahwa dimulai dengan teks yang menceritakan sifat wajib dan mustahil Allah dilanjutkan dengan teks rajah dan jimat, lalu doa sarobat (teks amalan pengobatan dan keberuntungan) dan dilanjutkan dengan teks shorof-lugho (tata Bahasa Arab). Selanjutnya adalah teks jimat tomboh loroh weteng (azimat obat sakit perut) dan diakhiri dengan teks shorof (tata Bahasa Arab). 13 Catatan Lain Naskah terjilid dan beberapa pinggiran naskah telah robek. Teks dalil dari AlQur’an atau hadis ditandai dengan rubikasi bertinta merah, begitu pula dengan tanda awal faslun atau bab di teks shorof Terdapat (tata Bahasa Arab). terjemah paralel dengan Aksara Pegon berbahasa Jawa di bawah teks utama. Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 181 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 14 Referensi Katalog - 15 Diikat Iya. 16 Sampul Naskah Tidak 17 Dimensi Sampul Naskah - 18 Tempat - Penyalinan/Penulisan 19 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Gregorian 20 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Tanggal Asli 21 Kolofon Anduweni kitab bindoro [ditingun] angaji sumberarum (hlm 45 recto) 22 Bahan Dasar Naskah Daluwang 23 Dimensi Kertas Naskah 20.6 cm x 15 cm 24 Watermark Tidak 25 Countermark Tidak 26 Dimensi Blok Teks 16 cm x 11 cm 27 Kondisi Naskah Buruk 28 Rubrikasi Iya 29 Illuminasi Tidak 30 Ilustrasi Tidak 31 Sponsor - 32 Penyalin - 33 Jumlah Teks 5 Teks 34 Pengarang Anonim 35 Judul Dalam Bahasa [Islamic God’s Attributes] Inggris 36 Judul dalam Skrip Romawi [Aqoid] 37 Judul dalam Naskah Asli [‫]عقائد‬ 38 Bahasa Arab Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 182 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 39 Naskah Arab 40 Materi Naskah Teks Teologi 41 Tempat Kepenulisan - 42 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli 43 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 44 Kolofon Anduweni kitab bindoro [ditingun] angaji sumber arum (hlm 45 recto) 45 Deskripsi Konten Teks Teks tauhid yang memaparkan sifat wajib dan mustahil Allah dimulai dengan mamaparkan sifat Allah yaitu sami’an, bashiran dan mutakalliman. Teks diakhiri dengan menerangkan kewajiban meyakini sifat-sifat Nabi Muhammad. 46 Catatan Lain Naskah terjilid dan beberapa pinggiran naskah telah robek. Teks dalil dari AlQur’an atau hadis ditandai dengan rubikasi bertinta merah. Terdapat terjemah paralel dengan Aksara Pegon berbahasa Jawa di bawah teks utama. Ada ilustrasi di akhir teks berbentuk sulur. 47 Jumlah Halaman Teks 45 Halaman 48 Lokasi Teks Halaman 1 Recto ke Halaman 45 recto Metadata Teks 2 1 Pengarang 2 Judul Dalam Anonim Bahasa [Letter of Amulet] Inggris Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 183 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 3 Judul dalam Skrip Romawi [Seratan Sarobat] 4 Judul dalam Naskah Asli [‫]سراتان سراباة‬ 5 Bahasa Jawa 6 Naskah Pegon 7 Materi Naskah Teks azimat doa-doa 8 Tempat Kepenulisan - 9 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli 10 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 11 Kolofon - 12 Deskripsi Konten Teks Menerangkan rajah dan azimat serta doa sarobat (teks amalan pengobatan dan keberuntungan). Diawali dengan penjelasan azimat yang bisa diamalkan pada bulan Dzulhijah dan azimat untuk mendapatkan banyak rezeki. Diakhiri dengan doa Nabi Nuh dan azimat untuk menjadi orang terkenal atau pejabat tinggi. 13 Catatan Lain Naskah terjilid namun beberapa pinggiran naskah telah robek. Gaya penulisan berbeda dengan teks sebelumnya. Terdapat ilustrasi rajah di semua halaman. 14 Jumlah Halaman Teks 17 Halaman 15 Lokasi Teks Halaman 46 Verso ke Halaman 62 Verso Metadata Teks 3 1 Pengarang Anonim Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 184 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 2 Judul Dalam Bahasa [Arabic -tashrif- Grammar] Inggris 3 Judul dalam Skrip Romawi [At-tashrifiyyah] 4 Judul dalam Naskah Asli [‫]التّصريفية‬ 5 Bahasa Arab 6 Naskah Arab 7 Materi Naskah Teks shorof (tata Bahasa Arab) 8 Tempat Kepenulisan - 9 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli 10 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 11 Kolofon - 12 Deskripsi Konten Teks Kitab nahwu-shorof (tata Bahasa Arab) dibagi dalam 30 bab yang menjelaskan tiap mufrod (kata dasar) mulai huruf alifya’. 13 Catatan Lain Naskah terjilid dan beberapa pinggiran naskah telah robek. Terdapat rubrikasi dengan tinta merah setiap pergantian faslun (bab). 14 Jumlah Halaman Teks 87 Halaman 15 Lokasi Teks Halaman 63 recto ke Halaman 150 recto Metadata Teks 4 1 Pengarang 2 Judul Dalam Anonim Bahasa [Letter of Amulet] Inggris 3 Judul dalam Skrip Romawi [Seratan Azimat] 4 Judul dalam Naskah Asli [‫]سراتان ازيماة‬ Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 185 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 5 Bahasa Jawa 6 Naskah Pegon 7 Materi Naskah Teks azimat 8 Tempat Kepenulisan - 9 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli 10 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 11 Kolofon - 12 Deskripsi Konten Teks Teks menjelaskan tentang azimat tamba lara weteng (azimat obat sakit perut) 13 Catatan Lain Gaya penulisan berbeda dengan teks sebelumnya. Terdapat ilustrasi pada halaman rajah/azimat tersebut. 14 Jumlah Halaman Teks 1 Halaman 15 Lokasi Teks Halaman 151 recto Metadata Teks 5 1 Pengarang 2 Judul Anonim Dalam Bahasa [Arabic -shorof- Grammar] Inggris 3 Judul dalam Skrip Romawi [Kitab Shorof] 4 Judul dalam Naskah Asli [‫]كتاب الصرف‬ 5 Bahasa Arab 6 Naskah Arab 7 Materi Naskah Teks shorof 8 Tempat Kepenulisan - 9 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 186 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 10 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 11 Kolofon - 12 Deskripsi Konten Teks Teks shorof (tata Bahasa Arab) diawali dengan penjelasan tentang tiga kemulyaan huruf alif. Meskipun bagian `akhirnya hilang namun dapat diidentifikasi bahwa bagian belakang menjelaskan kata dengan awalan huruf Lam. 13 Catatan Lain Naskah terjilid dan beberapa pinggiran naskah telah robek. Terdapat rubrikasi dengan tinta merah setiap pergantian faslun (bab). 14 Jumlah Halaman Teks 12 Halaman 15 Lokasi Teks Halaman 152 verso ke Halaman 164 verso 6. Naskah Keenam 1 Nomor Proyek - 2 Negara Indonesia 3 Kota Jember 4 Nama Pemilik Naskah Dr. Abdul Muis 5 Kanan ke Kiri Iya 6 Jumlah Naskah 8 7 Sejarah Naskah Kepemilikan Naskah didapat dari warisan keluarga di Madura. Berdasarkan keterangan pemilik, naskah tersebut merupakan milik kakek buyutnya (5 generasi keatas). Sebelumnya naskah tersebut disimpan oleh pamannya yang berada di Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 187 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Madura dan baru dibawa ke Jember pada tahun 2019. 8 Shelfmark - 9 Jumlah Halaman 72 Halaman 10 Jumlah Halaman Kosong 3 Halaman 11 Materi Naskah Alquran 12 Deskripsi Isi Naskah Teks Alquran dimulai dari Surat AlBaqarah ayat 85 dan diakhiri dengan Surat Ali Imran ayat 94 13 Catatan Lain Naskah berjilid dan tidak bersampul. Terdapat iluminasi garis pada naskah dan terdapat rubrikasi pada tiap akhir ayat menggunakan tinta merah. Ada teks pinggir berbahasa Arab pada halaman 5. Pada halaman 32 terdapat percikan cat putih. 14 Referensi Katalog - 15 Diikat Iya. Penjilidan menggunakan benang, dan terdiri dari beberapa kuras. 16 Sampul Naskah Tidak 17 Dimensi Sampul Naskah - 18 Tempat - Penyalinan/Penulisan 19 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Gregorian 20 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Tanggal Asli 21 Kolofon - 22 Bahan Dasar Naskah Daluwang 23 Dimensi Kertas Naskah 20 cm x 14.3 cm Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 188 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 24 Watermark Tidak 25 Countermark Tidak 26 Dimensi Blok Teks 13.5 cm x 10.5 cm 27 Kondisi Naskah Buruk 28 Rubrikasi Iya 29 Illuminasi Tidak 30 Ilustrasi Tidak 31 Sponsor - 32 Penyalin - 33 Jumlah Teks 1 Teks 34 Pengarang Anonim 35 Judul Dalam Bahasa [Al-Quran] Inggris 36 Judul dalam Skrip Romawi [Al-Quran] 37 Judul dalam Naskah Asli [‫]القرأن‬ 38 Bahasa Arab 39 Naskah Arab 40 Materi Naskah Naskah Al-Quran 41 Tempat Kepenulisan - 42 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli 43 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 44 Kolofon - 45 Deskripsi Konten Teks Teks Alquran dimulai dari Surat AlBaqarah ayat 85 dan diakhiri dengan Surat Ali Imran ayat 94 46 Catatan Lain Naskah berjilid dan tidak bersampul. Terdapat iluminasi garis pada naskah dan terdapat rubrikasi pada tiap akhir Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 189 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman ayat menggunakan tinta merah. Ada teks pinggir berbahasa Arab pada halaman 5 recto. Pada halaman 32 verso terdapat percikan cat putih. 47 Jumlah Halaman Teks 72 Halaman 48 Lokasi Teks Halaman 1 Recto ke Halaman 72 recto 7. Naskah Ketujuh 1 Nomor Proyek - 2 Negara Indonesia 3 Kota Jember 4 Nama Pemilik Naskah Ahmad Abdullah Tamim 5 Kanan ke Kiri Iya 6 Jumlah Naskah 8 7 Sejarah Kepemilikan Naskah di dapat dari warisan keluarga Naskah ibu dari pemilik naskah naskah saat ini, yang bersangkutan menemukan naskah pada tahun 2000 di rumah kakek si pemilik naskah saat ini yang masih bersebelahan rumah dengan rumah pemilik naskah. 8 Shelfmark - 9 Jumlah Halaman 214 Halaman 10 Jumlah Halaman Kosong 5 Halaman 11 Materi Naskah Hagiografi- Kisah Ramalan Kenabian Muhammad 12 Deskripsi Isi Naskah Teks ramalan kenabian berbentuk tembang diawali dengan kisah Siti Aminah saat hamil Nabi Muhammad di usia 3 bulan sedang ditinggalkan Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 190 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Abdullah hijrah dari Mekkah ke Madinah. Akhir teks menceritakan tentang Fatimah. 13 Catatan Lain Naskah terjilid dan sebagian besar halaman robek serta berlubang. Alas tulis naskah mayoritas telah rapuh. 14 Referensi Katalog - 15 Diikat Iya. 16 Sampul Naskah Iya 17 Dimensi Sampul Naskah 21.1 cm x 14 cm 18 Tempat - Penyalinan/Penulisan 19 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Gregorian 20 21 Menyalin/Menulis Tanggal Ing dinten khomis wektu dzuhur tanggal dalam Tanggal Asli ping pindo wulan rajab tahun waw Kolofon I Jambar nagarane. Sampun tamat kang anulis ing layang nubuwat. Ing dinten khomis wektu dzuhur tanggal ping pindo wulan rajab tahun waw 22 Bahan Dasar Naskah Daluwang 23 Dimensi Kertas Naskah 22 cm x 15 cm 24 Watermark Tidak 25 Countermark Tidak 26 Dimensi Blok Teks 17 cm x 10.5 cm 27 Kondisi Naskah Buruk 28 Rubrikasi Tidak 29 Illuminasi Tidak 30 Ilustrasi Tidak 31 Sponsor - Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 191 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 32 Penyalin - 33 Jumlah Teks 1 Teks 34 Pengarang Anonim 35 Judul Dalam Bahasa Story of Prophetic Revelation] Inggris 36 Judul dalam Skrip Romawi [Layang Nubuwat] 37 Judul dalam Naskah Asli [‫]اليڠ نبوة‬ 38 Bahasa Jawa 39 Naskah Pegon 40 Materi Naskah Hagiografi - Kisah Ramalan Kenabian Muhammad 41 Tempat Kepenulisan 42 Tanggal - Kepenulisan - dalam Kalender Asli 43 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 44 Kolofon I Jambar nagarane. Sampun tamat kang anulis ing layang nubuwat. Ing dinten khomis wektu dzuhur tanggal ping pindo wulan rajab tahun waw 45 Deskripsi Konten Teks Teks ramalan kenabian berbentuk tembang diawali dengan kisah Siti Aminah saat hamil Nabi Muhammad di usia 3 bulan Abdullah (ayah sedang ditinggalkan Nabi Muhammad) perjalanan dari Mekkah ke Madinah. Akhir teks menceritakan tentang Fatimah (anak Nabi Muhammad). Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 192 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 46 Catatan Lain Naskah terjilid dan sebagian besar halaman robek serta berlubang. Alas tulis naskah mayoritas telah rapuh. 47 Jumlah Halaman Teks 214 Halaman 48 Lokasi Teks Halaman 4 Verso ke Halaman 212 verso 8. Naskah Kedelapan 1 Nomor Proyek - 2 Negara Indonesia 3 Kota Jember 4 Nama Pemilik Naskah Depict Pristine Adi 5 Kanan ke Kiri Iya 6 Jumlah Naskah 8 7 Sejarah Kepemilikan Pemberian dari teman Naskah 8 Shelfmark - 9 Jumlah Halaman 86 Halaman 10 Jumlah Halaman Kosong - 11 Materi Naskah Hagiografi- Kisah Nabi Muhammad 12 Deskripsi Isi Naskah Naskah ini berisi tentang cerita Nabi Muhammad yang berbentuk tembang berbahasa Jawa. Meskipun halaman awal dan akhir telah hilang namun dapat diidentifikasi bahwa cerita dimulai dengan kisah pertemuan Abdullah dan Dewi Aminah yang membuat Abdullah terkejut karena melihat Dewi Aminah bagai bidadari turun dari surga. Teks diakhiri dengan kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad mendapat perintah sholat Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 193 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman dan diantarkan berjalan-jalan ke surganeraka oleh malaikat Jibril dan Isrofil. 13 Catatan Lain Naskah dapat terbaca namun kondisi fisiknya tidak baik. Naskah terjilid dan banyak halaman yang telah hilang pada bagian awal, tengah serta akhir. Kondisi bahan naskah rapuh dan berlubang. 14 Referensi Katalog - 15 Diikat Iya. 16 Sampul Naskah Tidak 17 Dimensi Sampul Naskah cm x cm 18 Tempat - Penyalinan/Penulisan 19 Menyalin/Menulis Tanggal dalam Gregorian 20 Menyalin/Menulis - Tanggal dalam Tanggal Asli 21 Kolofon - 22 Bahan Dasar Naskah Kertas Eropa 23 Dimensi Kertas Naskah 22 cm x 15 cm 24 Watermark Tidak. (Dapat dipastikan bahan naskah adalah kertas eropa karena memiliki garis arsir banyak ketika diterawang. kemungkinan ditemukannya sebab watermark Ada tidak dan countermark diantaranya pemotongan kertas.) 25 Countermark Tidak Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 194 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman 26 Dimensi Blok Teks 15.5 cm x 12 cm 27 Kondisi Naskah Buruk 28 Rubrikasi Tidak 29 Illuminasi Tidak 30 Ilustrasi Tidak 31 Sponsor - 32 Penyalin - 33 Jumlah Teks 1 Teks 34 Pengarang Anonim 35 Judul Dalam Bahasa [History of Prophet Muhammad] Inggris 36 Judul dalam Skrip [Cerito Nabi Muhammad] Romawi 37 Judul dalam Naskah Asli [ ‫]چريتا نابى محمد‬ 38 Bahasa Jawa 39 Naskah Pegon 40 Materi Naskah Hagiografi- Kisah Nabi Muhammad 41 Tempat Kepenulisan - 42 Tanggal Kepenulisan - dalam Kalender Asli 43 Tanggal Penulisan dalam Gregorian 44 Kolofon - 45 Deskripsi Konten Teks Naskah ini berisi tentang cerita Nabi Muhammad yang berbentuk tembang berbahasa Jawa. Meskipun halaman awal dan akhir telah hilang namun dapat diidentifikasi bahwa cerita dimulai dengan kisah pertemuan Abdullah dan Dewi Aminah yang membuat Abdullah Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 195 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman terkejut karena melihat Dewi Aminah bagai bidadari turun dari surga. Teks diakhiri dengan kisah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad mendapat perintah sholat dan diantarkan berjalan-jalan ke surganeraka oleh malaikat Jibril dan Isrofil. 46 Catatan Lain Naskah dapat terbaca namun kondisi fisiknya tidak baik. Naskah terjilid dan banyak halaman yang telah hilang pada bagian awal, tengah serta akhir. Kondisi bahan naskah rapuh dan berlubang. 47 Jumlah Halaman Teks 68 Halaman 48 Lokasi Teks Halaman 1 recto ke Halaman 68 verso Diskusi Aspek kodikologi Istilah kodikologi berasal dari bahasa Latin codex bentuk tunggal dari kata codies. Dalam bahasa Indonesia codex berarti naskah. Sri Wulan Rujiati Mulyati mengistilahkan kata codex merujuk pada kaitannya manfaat kayu sebagai alas tulis yang pada dasarnya istilah itu artinya teras batang pohon. Ilmu kodikologi disebut dengan ilmu pernaskahan yang digunakan untuk mengetahui segala aspek di luar isi kandungan naskah, bisa dikatakan kodikologi mengkaji naskah dalam segi fisik naskah. Kajian kodikologi meliputi sejarah naskah, sejarah koleksi naskah, fisik naskahnya seperti panjang, lebar, ketebalan naskah, jumlah halaman naskah, bahan naskah dan lain sebagainya yang berkaitan dengan fisik naskah. Di wilayah Jember saat ini keberadaan naskah kurang mendapatkan perhatian hal tersebut disebabkan karena penelitian tentang naskah di anggap sesuatu yang sangat sulit, naskah menggunakan bahasa dan aksara yang susah dipahami sehingga penelitian naskah membutuhkan waktu yang cukup lama(Baried & dkk, 1994, p. 1). Banyak sebagian Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 196 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman masyarakat Jember tidak memahami isi kandungan dari naskah yang di milikinya, padahal dalam isi naskah tersebut banyak mengandung ajaranajaran tentang tata kehidupan sehari-hari. Kenyataan ini terjadi pada delapan naskah yang didapatkan Kabupaten Jember pada saat penelitian. Pertama, naskah Al-Quran yang dimiliki oleh Ahmad Hanafi. Sejarah mengenai kepemilikan naskah tersebut berasal dari kakeknya, di Desa Pokeh, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Kemudian pada tahun 2018 Ahmad Hanafi membawa naskah tersebut ke Kabupaten Jember. Naskah Al-Quran tersebut tidak memiliki kelengkapan sebanyak tiga puluh juz seperti naskah Al-Quran umumnya. Teks dimulai dari surat Al-Imran ayat 170 dan diakhiri surat Al-Hadid ayat 19. Naskah Al-Quran juga tidak memiliki sampul. Kaitannya dengan bahan yang digunakan naskah ini ditulis di kertas Eropa yang terjilid namun di pinggiran kertasnya terdapat beberapa robekan juga beberapa halaman terlepas dari jilidannya. Naskah ini di jilid dengan menggunkan benang kasur. Penamaan surat, pergantian tiap juz dan akhir setiap ayat ditandai dengan rubrikasi bertinta merah. Tanda ganti maqro’ atau ruku’ berupa huruf ‘ain juga bertinta warna merah yang berada di pinggir teks. Terdapat beberapa halaman yang hilang setelah ayat Az-Zumar ayat 20. Kemudian terdapat kesalahan penulisan ayat yang di coret oleh penyalin serta terdapat sebuah illuminasi yang membingkai surat Al-Kahfi ayat 1 sampai 4. Naskah kelembapan Al-Quran yang tidak ini mengalami terkontrol, kerusakan dari karena kelembapan faktor tersebut mengakibatkan pertumbahan mikroorganisme dan jamur hingga akhirnya sedikit demi sedikit menghancurkan bagian naskah terutama bagian tepinya(Fatmawati, 2018, p. 115). Selain itu faktor kerusakan disebabkan oleh cahaya. Faktor ini dilihat dari warna naskah yang menjadi kecoklatan karena terpapar sinar UV secara terus menerus dari cahaya matahari ataupun lampu. Dari cahaya itu juga akan memutuskan ikatan ikatan rantai serat selulosa pada kertas yang membuat kertas menjadi rapuh dan mudah Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 197 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman hancur. Faktor kerusakan tersebut disebabkan akibat ketidaktahuan pemilik naskah tentang bagaimana cara menyimpan dan merawat naskah(Soraya & Damayanti, 2015, p. 5). Kedua, naskah yang dimiliki oleh Abdul Muis. Sejarah kepemilikan naskah ini didapat dari warisan keluarganya yang ada di Madura. Berdasarkan keterangan Muis naskah tersebut merupakan milik kakek buyutnya dan ia merupakan generasi kelima dalam kepemilikan naskah. Sebelum naskah tersebut berada di tangannya, naskah itu disimpan oleh pamannya yang berada di Madura kemudian pada 2019 naskah diserahkan kepada Abdul Muis dan dibawa ke Kabupaten Jember. Naskah ini mengkisahkan tentang pertemuan Nabi Yakub dan Nabi Yusuf yang diakhiri dengan pencarian makam Nabi Yusuf di Mesir oleh Nabi Musa sebab akan dipindahkan di Al-Quds. Naskah terjilid menggunakan benang dengan menggabungkan beberapa kuras. Terdapat cover naskah yang berbahan dasar kulit hewan. Terdapat rubrikasi tinta berwarna merah pada pergantian baris dan bait. Dalam naskah ini juga terdapat illuminasi bergambar bunga dan daun sulur yang menghiasi halaman pertama naskah. Kerusakan yang terjadi pada naskah ini disebabkan karena faktor kelembapan udara yang tidak stabil, faktor serangga dan faktor cahaya. Hal ini dibuktikan bahwasannya terdapat halaman yang robek dan berjamur sebab kelembapan udara, juga terdapat lubang-lubang kecil pada halaman yang disebabkan oleh serangga silverfish dan juga bahan kertas yang mudah rapuh karena faktor cahaya. Ketiga, naskah dari orang yang sama yaitu Abdul Muis. Mengenai sejarah kepemilikan naskah terdapat kesamaan dengan naskah kedua. Naskah ini menceritakan tentang Ratu Bagdad, Raden Mantri Panji dan Dyah Galoh. Penjilidan naskah menggunakan benang dan terdiri dari beberapa kuras dan terlihat masih sangat baik. Terdapat terjemah paralel mulai dari halaman 2 verso hingga halaman 44 verso. Terdapat kerupasakan pada naskah ini disebabkan karena faktor cahaya dan serangga seperti pada empat belas halaman terakhir mengalami rusak Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 198 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman parah dan hanya tersisa setengah lembar. Kerusakan tersebut dikarenakan putusnya serat selulosa pada bahan naskah yang terbuat dari kulit kayu. Hampir seluruh halamannya mengalami kerobekan serta berlubang akibat serangga silverfish. Keempat, naskah yang dimiliki oleh orang yang sama yaitu Abdul Muis. Sejarah kepemilikan naskah juga memiliki kesamaan dengan naskah kedua dan ketiga. Naskah ini mengkisahkan Nabi Muhammad dengan bentuk tembang Jawa. Kisah dimulai dengan teks percakapan Abdullah dan Abdull Muthalib berbentuk tembang pupuh asmarandana. Kisah diakhiri dengan perjalanan isra’ mi’raj yang ditandai dengan percakapan malaikan Jibril dan Mikail yang berbentuk pupuh artati. Naskah ini terjilid tanpa adanya sampul terdapat rubrikasi tinta berwarna merah pada setiap pergantian bait berbentuk mirip seperti sayap. Sedangkan pergantian kalimat bertanda mirip huruf tho’. Kemudian pergantian tembangnya ditandai tulisan puh. Naskah ini berbahan daluwang dan mengalami kerusakan seperti berlubang dan robek pada halaman awal dan halaman akhir. Kerusakan itu disebabkan oleh serangga silverfish yang ditandai dengan lubang juga karena ketidaktahuan pemilik naskah tentang cara menyimpan dan merawat naskah. Kelima, naskah yang dimiliki oleh orang yang sama yaitu Abdul Muis. Mengenai tentang kepemilikan naskah juga terdapat kesamaan dengan naskah kedua, ketiga dan keempat. Naskah ini termasuk dalam naskah teologi yang terdiri dari beberapa teks yaitu tauhid, rajah-azzimat dan nahwu sharaf dengan tata Bahasa Arab. Naskah ini berbahan dasar dari deluawang. Meskipun halaman awal dan halaman akhirnya hilang namun dapat diidentifikasikan bahwa teks dimulai dengan mengkisahkan sifat wajib dan mustahil Allah dilanjutkan dengan teks rajah dan jimat, lalu dilanjutkan dengan doa sarobat atau teks amalan pengobatan dan keberuntungan kemudian, dilanjutkan dengan teks sharaf- lugho dengan tata Bahasa Arab. Terakhir adalah teks jimat tomboh loro weteng atau azzimat obat sakit perut kemudian diakhiri dengan teks shorof dengan tata Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 199 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Bahasa Arab. Nasakh terjilid dan beberapa pinggiran naskah mengalami kerobekan. Teks dalil dari Al-Quran atau Hadist ditandai dengan rubrikasi tinta berwarna merah, begitu pula dengan tanda awal faslun atau bab di teks shorof dengan tata Bahasa Arab. Meskipun menggunkan tata Bahasa Arab terdapat terjemah paralel dengan aksara pegon berbahasa Jawa di bawah teks utama. Naskah ini mengalami sedikit kerusakan akibat kurangnya pemahaman dari pemilik naskah yang kurang mengetahui tentang tata cara penyimpanan dan perawatn naskah. Hal ini ditunjukkan pada beberapa halaman naskah yang mengalami beberapa robekan. Keenam, naskah yang dimiliki oleh orang yang sama yaitu Abdul Muis. Mengenai tentang kepemilikan naskah juga terdapat kesamaan dengan naskah kedua, ketiga, keempat dan kelima. Naskah ini termasuk dalam naskah Al-Quran yang dimulai dari surat Al-Baqarah ayat 85 dan diakhiri dengan surat Al-Imran ayat 94. Naskah ini berbahan dasar daluwang yang dijilid menggunakan benang dan terdiri dari beberapa kuras dan tidak tidak memiliki sampul halaman depan. Terdapat illuminasi garis pada naskah dan terdapat rubrikasi pada setiap akhir ayat menggunakan tinta berwarna merah juga terdapat ada teks pinggir berbahasa Arab pada halaman kelima. Naskah ini mengalami sedikit kerusakan akbiat ulah manusia karena kurangnya pemahaman sang pemilik naskah dalam merawat dan menangani. Kerusakan ditunjukan pada halaman ke-32 yang terdapat percikan cat putih. Ketujuh, naskah yang dimiliki oleh Ahmad Abdullah Tamim. Naskah yang didapat berasal dari warisan keluarga dari ibu pemilik naskah saat ini, yang bersangkutan menemukan naskah ini pada tahun 2000 di rumah kakek si pemilik naskah saat ini yang masih bersebelahan dengan rumah pemilik. Naskah ini mengkisahkan ramalan kenabian Nabi Muhammad. Teks ramalan kenabian berbentuk tembang yang diawali dengan kisah Siti Amina saat hamil Nabi Muhammad di usia tiga bulan yang sedang ditinggalkan Abdullah hijrah dari Makkah ke Madinah. Akhir teks mengkisahkan tentang Fatimah. Naskah ini ditulis dengan aksara Arab Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 200 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman dengan Bahasa Jawa Pegon. Naskah terjilid dengan baik. Terdapat kerusakan naskah disebabkan faktor cahaya yang ditunjukan pada alas tulis naskah masyoritas telah rapuh dan hancur. Kerusakan juga dipengarui oleh faktor serangga silferfish karena sebagain besar halamannya terdapat lubang-lubang dan yang terkahir kerusakan dipengarui oleh faktor kurangnya pemahaman dari pemilik naskah dari tata cara perawatan yang ditandai dengan sebagian besar halaman naskah mengalami kerobekan. Kedelapan, naskah yang dimiliki oleh Depict Pristine Adi. Naskah ini mengkisahkan Nabi Muhammad yang berbentuk tembang berbahasa Jawa. Naskah berbahan dasar kertas Eropa. Meskipun halaman awal dan akhirnya telah hilang namun dapat diidentifikasi bahwa kisah dimulai dengan pertemuan Abdullah dan Dewi Amina yang membuat Abdullah terkejut karena melihat Dewi Amina bagai bidadari yang turun dari surga. Teks diakhiri dengan kisah isra’ mi’raj Nabi Muhammad yang mendapatkan perintah salat dan diantarkan berjalan-jalan ke surga dan neraka oleh malaikat Jibril dan Israfil. Naskah terjilid namun banyak halaman yang telah hilang pada bagian awal tengah serta akhir. Naskah dapat terbaca namun kondisi fisiknya tidak baik karena faktor cahaya yang dibuktikan dengan bahan naskah yang mudah rapuh dan juga karena faktor serangga silverfish yang ditandai dengan adanya beberapa halaman yang berlubang. Selain itu terdapat kerusakan karena ulah manusia sebab kurangnya pemahaman tentang tata cara menangani naskah. Hal ini dibuktikan pada saat pengecekan bahan dasar naskah yang tidak ditemukannya watermark dan countermark karena kemungkinan disebabkan adanya pemotongan kertas namun dapat dipastikan bahan naskah adalah kertas Eropa karena memiliki garis arsir ketika di terawang. Deskripsi Naskah Menurut Saputra dalam karyanya yang berjudul Pengantar Sekar Macapat pengertian dari deskripsi naskah adalah memberikan informasi tentang kondisi fisik Naskah yang diteliti(Saputra, 2008, p. 83). Setelah melakukan deskripsi naskah hendaknya juga melakukan deskripsi teks, hal Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 201 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman itu dikarenakan objek dari penelitian filologi adalah naskah dan teks. Deskripsi teks ialah penjelasan yang menggambarkan keadaan teks yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang kajian teks yang sedang diteliti(Mulyani, 2012, p. 9). Deskripsi naskah dapat diperoleh secara terperinci melalui inventarisasi naskah. Digitalisasi Naskah Digitalisasi menurut menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) proses penggunaan sistem digital untuk mengalih mediakan format cetak, audio, ataupun video ke dalam format digital. Adapun digitalisasi naskah merupakan serangkaian kegiatan mengalih mediakan naskah fisik ke dalam format digital sebagai upaya penyelamatan atau pelestarian naskah kuno dari kepunahan sebab faktor-faktor tertentu(Hendrawati, 2014, p. 30). Proses digitalisasi naskah dilakukan tanpa menghilangkan atau merubah fisik aslinya. Tujuan dari kegiatan digitalisasi naskah yaitu memudahkan akses bagi siapa saja yang membutuhkan informasi seputar naskah secara online, melestarikan peninggalan-peninggalan budaya bangsa berupa naskah untuk kepentingan penelitian, pendidikan, penerbitan dan lain sebagainya, selain itu digitalisasi ini bertujuan sebagai media pembangunan perpustakaan digital dalam pengenalan pemahaman antar budaya ke ranah sosial, menyediakan sumber bahan pustaka dan memberikan informasi yang mengandung nilai-nilai budaya lokal dalam naskah yang telah didigitasi. Berkaitan dengan proses digitalisasi delapan naskah di Jember yang peneliti lakukan, dalam kegiatan ini terdapat satu tim yang terdiri dari beberapa anggota dengan tugasnya masing-masing. Pertama, Nida Fadlan dan Ilham Nurwansyah yang bertugas untuk memastikan bahwa kegiatan digitalisasi berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, Ilham Nurwansyah juga bertugas untuk mengambil video kegiatan digitalisasi serta kondisi sosial di wilayah Jember. Kedua, Ahmad Hanafi dan Tifa Hanani. Ahmad Hanafi yang merupakan dosen filologi UIN KH Achmad Siddiq Jember yang bertugas sebagai Academic Expert. Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 202 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Sedangkan Tifa Hanani, bertugas membantu Ahmad Hanafi sebagai Assistant Academic Expert. Ketiga Rahmatia dan Fiqru Mafar. Rahmatia bertanggung jawab dalam hal proses digitalisasi naskah. Sedangkan Fiqru Mafar yang merupakan dosen Ilmu Perpustakaan UIN KH Achmad Siddiq Jember bertugas sebagai Assistant Photographer. Ketiga unsur tersebut saling bekerjasama guna menghasilkan naskah digital yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Kegiatan digitalisasi bertempat di kediaman Ahmad Hanfi tepatnya di Perumahan Alam Hijau, F5.20, Sukorambi, Jember dan berlangsung selama lima hari dengan hasil digitalisasi delapan buah naskah kuno di wilayah Jember. Proses kegiatan alih media digital tidak semerta-merta dilakukan begitu saja. Digitalisasi naskah harus dilakukan secara sistematik dan terkontrol agar hasilnya sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Terdapat tiga tahapan terkait proses digitalisasi naskah yaitu pra digitalisasi, digitalisasi dan pasca digitalisasi(Hendrawati, 2014, p. 29). Pertama, Tahapan pra digitalisasi adalah tahapan persiapan awal yang dilakukan tim sebelum dilaksanakan digitalisasi. Dalam tahapan ini terdiri dari inventarisasi, pengecekan kondisi fisik bahan naskah, evaluasi dan analisis metadata dan pmentukan format file digital serta metode yang digunakan dalam pengambilan objek. Pada tahapan ini juga tim digitalisasi mempersiapkan kelengkapan alat-alat digitalisasi yang dibutuhkan pada saat proses digitasi. Kemudian pengecekan kondisi fisik pada bahan naskah juga sangat perlu untuk dilakukan karena dengan itu dapat diketahui kerusakan dan faktor kerusakan apa saja yang terjadi pada naskah seperti kerusakan karena faktor cahaya, biota dan ulah manusi yang tidak memahami cara merawat naskah. Setelah pengecekan selesai, dilanjutkan dengan pembersihan naskah dengan kuas yang halus. Kegiatan ini dilakukan oleh Tifa Hanani dan Ahmad Hanafi dengan dibantu. Adapun cara membersihkan naskah yaitu dengan menyapu ke depan secara perlahan, hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kerusakan yang lebih parah pada naskah. Perlu Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 203 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman diketahui apabila terdapat kertas yang terlepas dari jilidannya dan tidak urut maka perlu untuk dibedakan dari yang lain hingga kegiatan pembersihan naskah selesai kertas yang lepas itu diurutkan Kembali dengan halaman selanjutnya. Seusai pembersihan selesai hal yang perlu dilanjutkan yaitu analisis metadata yang meliputi pengisian penulis data, pemilik naskah, alamat, nama kitab, iluminasi, penomoran halaman, penjilidan dan aspek lain yang termasuk dalam aspek kodikologi pada naskah. Hal terkahir yang dilakukan pada tahapan pra digitalisasi yaitu inventarisasi naskah dengan cara pemberian kode pada naskah yang berfungsi untuk mengetahui jumlah yang dimiliki oleh si pemilik naskah dan meminimalisir terjadi tertukarnya naskah yang disebabkan banyaknya naskah di wilayah Jember. Kedua, tahapan tahapan digitalisasi yang dilakukan oleh Rahmatia dan Fiqru Mafar. Pada tahap ini terdiri dari pengaturan peralatan digitalisasi, pengaturan ini sangat perlu dilakukan karena untuk pengecekan ketajaman warna yang dihasilkan setelah mengambilan gambar. Kemudian pengambilan objek, pengambilan objek disini berarti proses mengalih mediakan fisik naskah menjadi format digitasi. Proses mengambilan objek digital dapat menggunakan bebrapa alat seperti pemindai atau scanner dan kamera digital. Dalam kegiatan ini tim menggunakan alat berupa kamera digital untuk proses alih media. Naskah yang telah melalui tahap pra digitalisasi siap untuk didigitalkan. Kemudian setelah berhasil pengambilan objek digital tim mengoreksi ulang hasil tangkapan objek digital karena untuk mengetahui jika ada kesalahan dalam hasil tangkapan. Setelah proses pengambilan objek, selanjutnya yaitu konversi file. Konversi file adalah perubahan format file hasil tangkapan objek digital oleh kamera yang awalnya format tersebut yakni format master diturunkan menjadi format turunannya. Setelah diturunkan sesuai dengan format yang dtentukan, dilanjutkan dengan kompilasi file dengan cara menyatukan Kembali file-file gambar ke dalam kesatuan format buku elektronik. Kemudian setelahnya, mengkonversi format gambar menjadi format tulisan atau text, sehingga pencarian informasi yang terdapat dalam gambar dapat Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 204 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman dilakukan dengan kata perkata. Hal terakhir yang dilakukan pada tahap digitalisasi ini yaitu membuat wadah dalam bentuk multimedia secara offline yang dapat ditampilkan pada media CD atau DVD. Ketiga, tahap pasca digitalisasi. Pada tahapan ini tim digitalisasi melakukan pengecekan dan pengontrolan kualitas berkas hasil digitalisasi mulai dari segi ketentuan warna yang dihasilkan, pengurutan berkas digital dan mengkroscek kelengkapan penampilan multimedia dalam bentuk offline. Kesimpulan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) merupakan tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dalam berperilaku sehat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup. Gerakan Masyarakat Sehat ini bukan hanya tugas dari dinas kesehatan akan tetapi merupakan bagian dari seluruh komponen yang meliputi individu, keluarga, masyarakat, akademisi, dunia usaha, yayasan/ormas, serta dukungan lintas sektoral baik di pemerintah pusat dan daerah sehingga hasil yang diharapkan antara lain kesetan terjaga, lingkunga bersih, produktif dan biaya berobat berkurang. Gerakan ini selaras dengan konsep maqasid syariah, khususnya, dalam menjaga jiwa dan pikiran masyarakat. Hambatan dalam pelaksanaan Germas dapat kita tekan dengan adanya monitoring dan evaluasi yang mempunyai tujuan agar tercapainya indikator kegiatan utama, mengidentifkasi dan mengantisipasi permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan, mengidentifikasikan pratik-pratik pelaksanaan Germas sebagai pembelajaran dan merumuskan langkah tindak lanjut dalam kegiatan. Selain itu dengan adanaya Germas perubahan perilaku masyarakat dalam perubahan hidup sehat dan bersih dengan menumbuhkan sikap, nilai kebersamaan, persaudaraan serta interkonektivitas individu tanpa melihat batasan budaya, agama, ras, Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 205 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman bahasa. Inilah merupakan bentuk perwujudan dari dari perubahan nilai pada masyarakat di Jawa Timur. Referensi Baried, S. B., & dkk. (1994). Pengantar Teori Filologi. Fakultas Sastra Universitas Gajah Mada. Darmawa, M. D. (n.d.). Tradisi Rokat Pandhaba Dalam Masyarakat Madura Di Desa Kalisat Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember. University of Jember. Darsa, U. (2014). Kodikologi: Dinamika Identifikasi, Inventarisasi dan Dokumentasi Tradisi Pernaskahan Sunda. Universitas Padjajaran. Dipodjojo, A. S. (1996). Mempekirakan Titimangsa Suatu Naskah. Lukman Offser. Djamaris, E. (2002). Metode Penelitian Filologi. CV. Manasco. Fatmawati, E. (2018). Identifikasi Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Koleksi Perpustakaan. Edulib, 7(2). https://doi.org/10.17509/edulib.v7i2.9722 Fatori, M. (2019). Konservasi Manuskrip dalam Menjaga Warisan Nusantara di Perpustakaan Pura Pakualaman Yogyakarta. Manuskripta, 9(1). https://doi.org/10.33656/manuskripta.v9i1.131 Faturrahman, O. (2021). Filologi Indonesia: Teori Dan Metode. Kencana. Harahap, N. (2021). Pembuatan E-Book dan Standar Alihmedia. Kencana. Hendrawati, T. (2014). Pedoman Pembuatan E-Book dan Standar Alihmedia. Perpustakaan Nasional RI. Indiarti, W. (2021). Interview. Mafar, F. (n.d.). Interview. Mazyah, S. (2005). Metode Preservasi dan Konservasi Arsip. Program DIII Kearsipan. Mulyani, H. (2012). Membaca Manuskrip 2. Kanwa Publisher. NS, S. (2005). Tanggung Jawab Perpustakaan. Patarei. Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 206 (Ahmad Hanafi) Preservasi dan Konservasi Delapan Naskah Keislaman Saputra. (2008). Pengantar Sekar Macapat. Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Sholihin, A. B. (2019). Interview. Soraya, A., & Damayanti, L. (2015). Pelestarian Bahan Pustaka. Perpustakaan Nasional RI. Vol. 2 No. 2 Desember 2022 | 207