Diana H. Soebyakto. Ludia S HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Diana H. Soebyakto1. Ludia Seprianti2 Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang. Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : stikesmitraadiguna@gmail. Abstrak Menua adalah proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri. Salah satu masalah kesehatan yang dialami lansia adalah hipertensi. Jika hipertensi tidak diatasi maka dapat mempengaruhi sistem tubuh. Tujuanpenelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi. Metode :Desain degunakan adalah desain Non- Experimental kuantitatif. Jumlah responden adalah 20 orang Berdasarkan hasil Penelitian :Dari hasil uji statistik p value 0, 032 < 0,05, maka Ha diterima, artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dengan aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan terhadap 20 responden lansia di Puskesmas Kenten Palembang tahun 2021 menggunakan data primer berupa kuesioner dan checklist,ada hubungan dukungan keluarga dengan aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi. Saran : Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukkan bagi pihak puskesmas Kenten Palembang untuk memberikan penyuluhan kepada keluarga yang mempunyai lansia agar dapat memberikan dukungan emosional, penghargaan, instrumental dan informasi dengan baik, termasuk didalamnya memperhatikan aktivitas fisik yang dilakukan lansia tidak memberatkan. Kata kunci: lansia, dukungan keluarga, aktivitas fisik Referensi : 20 . Abstract Aging is the process of slowly losing the ability of tissues to repair themselves. One of the health problems experienced by the elderly is hypertension. If hypertension is not treated, it can affect the body's system. Purpose of the study: To determine the relationship between family support and physical activity in the elderly with hypertension. Method : The design used is a quantitative nonexperimental design. The number of respondents was 20 people. Based on the results of the study: From the statistical test results p value 0. 032 < 0. 05, then Ha is accepted, meaning that there is a relationship between family support and physical activity in the elderly with hypertension. Conclusion: Based on the results of research that has been carried out on 20 elderly respondents at the Kenten Palembang Health Center in 2021 using primary data in the form of questionnaires and checklists, there is a relationship between family support and physical activity in the elderly with Suggestion: It is hoped that the results of this study can be input for the Kenten Palembang Public Health Center to provide counseling to families who have the elderly so that they can provide emotional support, appreciation, instrumental and information well, including paying attention to physical activities that are not burdensome for the elderly. Keywords : elderly, family support, physical activity Reference : 18 . Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Diana H. Soebyakto. Ludia S PENDAHULUAN Menua . enjadi tu. adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan memperbaiki diri atau mengganti dan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang Proses menua merupakan proses yang terus menerus . secara alamiah dimulai sejak lahir dan umumnya dialami semua makhluk hidup (Royani. Menurut WHO, di kawasan Asia Tenggara populasi Lansia sebesar 8% atau sekitar 142 juta jiwa. Pada tahun 2050 diperkirakan populasi Lansia meningkat 3 kali lipat dari tahun ini. Pada tahun 2000 jumlah Lansia sekitar 5,300,000 . ,4%) dari total populasi, sedangkan pada tahun 2010 jumlah Lansia 24,000,000 . ,77%) dari total populasi, dan tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia mencapai 28,800,000 . ,34%) dari total populasi. Sedangkan di Indonesia sendiri pada tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia sekitar Jumlah berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan . , menunjukkan bahwa lansia pada tahun 2010 sebanyak 454. 554 jiwa sampai dengan 2016 meningkat sekitar 60 ribu jiwa lebih setiap tahunnya. (Putri, 2. Hipertensi merupakan satu dari penyakit tidak menular yang mejadi masalah di bidang kesehatan dan sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer yaitu puskesmas. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. (Suputra, 2. Menurut data (WHO) menunjukan sekitar 1,13 miliar orang di dunia menyandang hipertensi, yang artinya 1 dari 3 orang di dunia terdiagnosis hipertensi. Jumlah penyandang hipertensi terus meningkat setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5miliar orang yang terkena hipertensi, dan diperkirakan setiap tahunnya 9,4 juta orang meninggal akibat hipertensi dan komplikasinya . (Agus Triono, 2. Faktor hipertensi adalah umur, jenis kelamin, riwayat keluarga, genetik . aktor resiko yang tidak dapat diubah/dikontro. , kebiasaan merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, stress, penggunaan estrogen menyebabkan terjadinya hipertensi adalah pola konsumsi garam dengan intake Penyebab diantaranya adalah konsumsi makanan asin, kafein, konsumsi mono sodium glutamat . etsin, kecap, pasta udan. (Purwono et al. , 2. Di Indonesia, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. , pada tahun 2013 ditemukan bahwa di 22 provinsi yang ada di Indonesia, terdapat penduduk yang memiliki prevalensi aktivitas fisik tergolong kurang aktif, dan data tersebut berada di atas rata-rata penduduk yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan adanya 5 daerah tertinggi dengan penduduk yang memiliki aktivitas fisik yang kurang aktif, yaitu Provinsi DKI Jakarta . ,2%). Papua . ,9%). Papua Barat . ,8%). Sulawesi Tenggara dan Aceh . ,2%). (Farradika et al. , 2. Keluarga sebagai suatu sistem sosial, mempunyai fungsi-fungsi yang dapat menjadi sumber dukungan utama bagi individu, seperti membangkitkan perasaan memiliki antara sesama anggota keluarga, berkelanjutan dan memberikan rasa aman anggota-anggotanya. Dukungan keluarga yang baik dapat menekan munculnya stresor pada individu yang menerima dukungan dan meningkatkan Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Diana H. Soebyakto. Ludia S rasa percaya diri sehingga pasien dapat menghadapi keadaan dirinya dengan baik. Dukungan keluarga adalah proses yang terjadi terus menerus disepanjang masa kehidupan manusia. Dukungan keluarga berfokus pada interaksi yang berlangsung dalam berbagai hubungan sosial sebagaimana yang dievaluasi oleh Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan. (Radiani, 2. Dari uraian diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuHubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Aktivitas fisik Pada Lansia dengan Hipertensi Puskesmas Kenten Palembang tahun 2021Ay. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Desain penelitian ini adalah survey Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan dari tanggal 01 sampai dengan 19 November 2021 di Puskesmas Kenten Palembang. Target/Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah lansia yang datang berobat ke Puskesmas Kenten Palembang, berjumlah 20 orang. Prosedur Para lansia diberikan pertanyaan sesuai dengan kuesioner yang telah disiapkan. Data. Instrumen. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dilakukan secara manual, menggunakan lembar check list melalui metode wawancara. Teknik Analisis Data Analisis Univariat Analisis univariat pada penelitian ini dilakukan pada tiap variabel dari hasil penelitian yaitu dukungan keluarga dan Aktivitas fisik lansia yang mengalami Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square . berpasangan dengan persyaratan terlebih dahulu melakukan uji normalitas data menggunakan uji ShapiroWilk karena sampel < 50, dengan ketentuan jika p value Ou 0,05 berarti data terdistribusi normal dan jika p value < 0,05 berarti data tidak terdistribusi normal. Selanjutnya bila data terdistribusi normal uji perbedaan menggunakan uji Paired Test dengan tingkat kemaknaan alpha 0,05 dan bila data tidak terdistribusi normal uji perbedaan menggunakan uji Wilcoxon dengan ketentuan jika p value < 0,05 berarti ada perbedaan dan jika jika p value Ou 0,05 berarti tidak ada perbedaan. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN Analisis Univariat DAN Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga di Puskesmas Kenten Palembang Tahun 2021 Dukungan Jumlah Persentase (%) Baik Cukup Kurang Jumlah Sumber: Hasil Penelitian tahun 2021 Dari Tabel 4. 1 dapat dilihat bahwa sebagian besar lansia mendapatkan dukungan keluarga yang cukup sebanyak 16 orang . %) dan sebanyak 4 orang . %) yang mendapat dukungan baik. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Diana H. Soebyakto. Ludia S Tabel 4. Distribusi Frekuensi Aktivitas Fisik Lansia Di Puskesmas Kenten Palembang Tahun 2021 Aktifitas Fisik Jumlah Persentase Lansia (%) Ringan Sedang Berat Jumlah Sumber: Hasil Penelitian tahun 2021 Dari tabel 4. 2 diatas dapat dilihat melakukan aktivitas fisik pada kategori sedang sebanyak 15 orang . %) dan hanya 2 orang . %) yang melakukan aktivitas fisik pada kategori berat dan juga 3 orang. %) melakukan aktivitas fisik Analisis Bivariat Tabel 4. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Aktifitas Fisik Lansia di Puskesmas Kenten Palembang Tahun 2021 Aktivitas Fisik Dukung Ringa Keluarga 1 Baik Sedang Berat Total N % Cukup Kurang Sumber: Hasil Penelitian tahun 2021 Berdasarkan tabel silang 4. 3 diatas diketahui dari 4 responden dengan dukungan keluarga yang baik terdapat 2 responden . %) aktivitas fisik nya ringan, terdapat 1 responden . %) aktivitas fisik nya sedang dan terdapat 1 responden . %) aktivitas fisik nya berat. Sedangkan dari 16 responden dengan dukungan keluarga yang cukup terdapat 1 responden . ,2%) aktivitas fisik nya ringan, terdapat 1 4responden . ,5%) aktivitas fisik nya sedang dan terdapat 1 responden . ,2%) aktivitas fisik nya berat sedangkan di aktivitas fisik nya kurang tidak terdapat satupun responden 0 responden. Dari hasil uji statistik p value 0, 032 < 0,05, maka Ha diterima, artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dengan aktivitas fisik pada lansia dengan hipertensi. Pembahasan Analisis Univariat Dukungan Keluarga Dari analisis univariat pada tabel 4. diketahui sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga yang cukup sebanyak 16 orang . %) dan hanya 4 orang . %) mendapatkan dukungan keluarga yang baik. Dukungan keluarga adalah proses yang terjadi terus menerus disepanjang masa kehidupan manusia. Dukungan keluarga berfokus pada interaksi yang berlangsung dalam berbagai hubungan sosial sebagaimana yang dievaluasi oleh Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan pertolongan dan bantuan jika diperlukan. (Radiani, 2. Aktifitas Fisik Dari analisis univariat pada tabel 4. diketahui sebagian besar responden melakukan aktivitas fisik pada kategori sedang sebanyak 15 orang . %) dan hanya 2 orang . %) yang melakukan aktivitas fisik pada kategori berat. Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang membutuhkan pengeluaran energi. Sedangkan latihan . merupakan subkategori dari aktivitas fisik. Exercise adalah aktivitas fisik yang terencana. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Diana H. Soebyakto. Ludia S terstruktur, berulang, dan bertujuan untuk meningkatkan atau memelihara kebugaran tubuh (Sumarta, 2. mengajak olahraga bersama, menemani dan mengingatkan untuk rutin dalam memeriksa tekanan darah. Menurut Herwin . , perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna mempertahankan kehidupannya. Perawatan yang memperhatikan kesehatan obyektif, kebutuhan, kejadian-kejadian yang dialami klien lanjut usia semasa hidupnya, perubahan fisik pada organ tubuh, tingkat kesehatan yang masih bias di capai dan dikembangkan, dan penyakit yang dapat dicegah atau ditekan Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi baiknya perawatan diri pada lansia adalah faktor dukungan dari keluarga, faktor individu lansia, dan lain-lain. Jadi, dukungan keluarga diperlukan membutuhkan perawatan dengan waktu yang lama dan terus-menerus (Ningrum. Hal ini didukung oleh banyak teori yang telah menjelaskan fungsi keluarga salah satu dibidang kesehatan disitu telah dijelaskan bahwa apabila ada anggota keluarga yang sakit maka segera mengetahui masalah kesehatan, memutuskan tindakan patut diberikan menggunakan fasilitas kesehatan yang (Bisnu et al. , 2. Analisis Bivariat Dari hasil uji statistik p value 0, 032 < 0,05, maka Ha diterima, artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dengan aktivitas fisik pada lansia dengan Dukungan keluarga adalah proses yang terjadi terus menerusdisepanjang masa kehidupan manusia. Dukungan keluarga berfokus pada interaksi yang berlangsung dalam berbagai hubungan sosial sebagaimana yang dievaluasi oleh Dukungan keluarga adalah sikap, tindakan dan penerimaan keluarga terhadap anggotanya. Anggota keluarga memandang bahwa orang yang bersifat mendukung selalu siap memberikan (Radiani, 2. Dukungan dibutuhkan oleh pasien hipertensi agar keadaan yang dialami tidak semakin memburuk dan terhindar dari komplikasi Keluarga dapat membantu pasien hipertensi antara lain dalam mengatur pola makan yang sehat. Dukungan keluarga yang optimal meningkat, selain itu kegiatan harian para lansia menjadi teratur dan tidak berlebihan. Bagian dari dukungan sosial adalah cinta dan kasih sayang yang harus dilihat secara terpisah sebagai bagian asuhan dan perhatian dalam fungsi efektif keluarga (Stanley dan Beare, dalam Ishak dkk. Menurut Kelen et. ,al 2016 hubungan dukungan keluarga sangat dibutuhkan dengan mekanisme koping lansia karena adanya perubahan kondisi fisik yang menurun pada lansia yang ditandai sering fungsional dan mengalami kesulitan dalam melakukan tugas untuk memenuhi berbagai kebutuhan sehari- hari (Fera & Husna, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Ishak et al. , 2. menyimpulkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan aktivitas lansia yang menderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Maiwa Kabupaten Enrekang. Jurnal Kesehatan dan Pembangunan. Vol 12. No 24. Juli 2022 Diana H. Soebyakto. Ludia S Dari hasil penelitian ini peneliti memberikan asumsi, bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan aktivitas fisik lansia yang menderita hipertensi, karena bila keluarga memberikan dukungan yang baik kepada lansia yang menderita hipertensi maka aktivitas fisik lansia tersebut akan diperhatikan dan tidak akan diberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas fisik yang berat. KESIMPULAN Dari analisis univariat distribusi frekuensi sebagian besar responden mendapatkan dukungan keluarga yang cukup sebanyak 16 orang . %). Dari anilisi univariat distribusi frekuensi sebagian besar responden melakukan aktivitas fisik pada kategori sedang sebanyak 15 orang . %). Dari analisis bivariat uji chi-square didapatkan p value 0, 032 < 0,05, maka Ha diterima, artinya terdapat hubungan dukungan keluarga dengan aktivitas fisik pada lansia dengan SARAN Kepada tenaga kesehatan, dapat berkerjasama dengan pihak sekolahsekolah, penyuluhan kepada keluarga lansia agar dapat membantu untuk aktivitas para lansia. Kepada peneliti selanjutnya, dapat melakukan penelitian serupa dengan menggunakan sampel yang lebih banyak lagi, menggunakan metode menggunakan variabel lain yang keluarga terhadap aktifitas lansia. DAFTAR PUSTAKA