JURNAL IKHTIBAR NUSANTARA E-ISSN: 2964-5255 Editorial Address: Jl. Nyak Arief No. 333 Jeulingke Kota Banda Aceh Provinsi Aceh Received: 01-07-2. Accepted: 10-07-2. Published: 28-08-2024 NAZAM LAM YAHTALIM DALAM PERSPEKTIF HADIS Hanif Maulana Universitas Bina Bangsa Getsempena Email: hanif@bbg. ABSTRAK Nazam merupakan salah satu bagian dari keseniaan yang mengandung nilai-nilai kegamaan baik dalam sastra arab maupun lainnya. Nazam yang sering dibaca oleh orang Aceh terutama di pondok pesantren atau dayah yang ada di Aceh selesai shalat fardhu membaca nazam Lam Yahtalim. Nazam ini berada di sebuah kitab yang ditulis oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yangberjudul MarAqi al-'Ubdiyah Sharh AlA BidAyat al-HidAyah Li al-ImAm Al- Ghazali. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim. Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pustaka . ibrary researc. dengan pedekatan kualitatif yang bersifat induktif untuk menumukan hadis-hadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim. Hasil dari penelitian bahwa peneliti menemukan beberapa hadis tentang keistimewaan Rasulullah di dalam nazam lam yahtalim di antaranya, hadis riwayat al-Thabari tentang Nabi tidak pernah bermimpi basah, hadis yang ditakhrij oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Bukhari dalam al-Tarikh dari mursal Yazid bin al-Asham tentang Nabi tidak pernah menguap, hadis riwayat alBaihaqi tentang Binatang liar tidak pernah lari ketika berjumpa dengan Nabi, tentang lalat tidak pernah hinggap ditubuh Nabi penulis tidak menemukan hadis namun di dalam kitab al- Khashaish al- Kubra, imam al- Suyuthi berkata tentang keistimewaan Nabi SAW tidak pernah hinggap lalat di badan Nabi, hadis riwayat Muslim tentang Nabi bisa mengetahui sesuatu di belakangnya, hadis yang diriwayat oleh Aisyah r. tentang air seni Nabi tidak pernah nampak dipermukaan bumi, hadis riwayat Muslim tentang hati Nabi tidak pernah tidur, hadis yang telah ditakhrij oleh Al-Hakim alTurmidzi dari Zakwan tentang bayangan Nabi tidak pernah nampak ketika kena sinar matahari. AlZarqani di dalam kitab Syarah Al-MuwathaAo mengatakan Rasululullah SAW apabila duduk, bahunya nampak lebih tinggi dari semua orang-orang yang duduk, hadis riwayat Al-Thabrani. Abu NaAoim, al-Khathib dan Ibnu AoAsakir tentang Nabi telah dikhitan semenjak dilahirkan. Kata Kunci: nazam, lam yahtalim, hadis PENDAHULUAN Rasulullah SAW adalah manusia yang istimewa baik di sisi Allah SWT ataupun di mata makhluk, keistimewaan Rasulullah banyak disebutkan dalam AlQurAoan, hadis atau kitab-kitab karya para ulama, bahkan sifat keistimewaannya digubah dalam bentuk nazam agar mudah diingat oleh regenerasi. Salah satu nazam yang populer dikalangan umat islam adalah nazam Lam Yahtalim. Nazam Lam Yahtalim merupakan nazam yang berisi tentang keistimewaankeistimewaan Nabi Muhammad SAW. nazam ini cukup populer di kalangan pondok pesantren atau dayah khususnya di Aceh umumnya indonesia, dan biasanya dilantunkan setelah shalat fardhu. Nazam ini berada di sebuah kitab yang ditulis oleh Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yangberjudul MarAqi al-'Ubdiyah Sharh AlA BidAyat al-HidAyah Li al-ImAm Al- Ghazali. Berikut merupakan nazam Lam Hanif Maulana Nazam Lamyahlim dalam hadis Yahtalim beserta artinya dalam bentuk syair Aceh beserta terjemahan dalam bahasa Indonesia: AEaI aIA ac a UEa OA aI aOA e AA a aOaI aa A aU aa aOA a e aI aN ea a aIA AaOaEOa O ae a a eOsE aIeINa aOA aEa aIA a AcaIA A a eO a aIA e AOaEOa O EcaNa a EA a a a aaO a a eA e AaeI a Ee aO aE a a AaI eI acaa aaI s aO aca sC aOaI eI c aaIaIA ac aEe eaOaEa eI CA A Na aIeEa C aa A AA ac AcaOA e A aOaI aOCa aA e A AaEa eI aeaA a AIeINa EA aa a AA e aeEAN aEa aI sI aeOaU aa A AA e AeO Ca e Ia a aA a e AEA a AaOCa eEaNa aaEe OaIa eI aOA AEae aANa Ca e aEaa Ca eO I aa aEa a eOA a aAN aO eA A aAeNa a aE eI aIIA e a AA a AA A Nabi hantom neumeuleumpoe malam uroe selama-lama (Nabi tidak pernah bermimpi basah selama-lam. Meuseumeugeup Nabi pihtan nibak zameun sepanjang masa (Nabi Tidak pernah menguap sepanjang mas. Binatang kleut hantom jipleung jimeuteumeung ngon Saidina (Binatang liar tidak lari jika bertemu dengan Nab. Lalat jamoek pih hantom roh nibak tuboeh yang mulia (Lalat Nyamuk tidak pernah tersentuh tubuh yang muli. Keue ngon likoet deuh neu kalen hana tu som bak Saidina (Depan belakang bisa terlihat tidak tersembunyi pada Saidin. Neutoh iek ek tan bekassan wajeb taulan ta peucaya (Berak kencing tiada bekas wajib saudara percaya. Hate Nabi hantom teungeut n yang na teupet dua mata (Hati Nabi selalu terjaga meskipun dua matanya terpeja. Meubayang tan dalam uroe hiruen laloe takalen rupa (Bayangan tidak pernah terlihat dibawah cahaya matahar. Watei neu deuk lam kawan le manyang baho di Maulana (Saat duduk bersama pundaknya lebih tinggi dari kaumny. Yoh wiladah han meuligan kalueh khatan yoh masana (Saat terlahir sudah suci dalam keadaan sudah dikhita. Nyang siploeh nyoe sifeut Nabi wajeb turi tuha muda (Sepuluh macam sifat Nabi wajib kenal tua mud. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. 3 No. 1, 2. Hanif Maulana Nazam Lamyahlim dalam Hadis Soe nyang hafai nyang siploeh nyoe tutoeng karam tuhan peulara (Siapa menghafal sepuluh ini kebakaran karam tuhan yang jag. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin mengkaji tentang keistemewaan Rasulullah SAW di dalam nazam Lam Yahtalim dari perspektif hadis. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pustaka . ibrary researc. dengan pedekatan kualitatif yang bersifat induktif untuk menumukan hadishadis mengenai keistimewaan Rasulullah di dalam nazam Lam Yahtalim. Penelitian pustaka merupakan suatu penelitian yang dilakukan secarn teoritis, referensi serta literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan budaya, nilai dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti. (Sugiyono: . HASIl DAN PEMBAHASAN Nazam Lam Yahtalim Dalam Perspektif Hadis Berikut ini merupakan pembahasan nazam lam yahtalim dalam perspektif Nabi tidak pernah mimpi basah ac aEe eaOaEa eI CA A Na aIeEa C aa A Artinya : Nabi hantom neumeuleumpoe malam uroe selama-lama (Nabi tidak pernah bermimpi basah selama-lam. Dalam kitab yang bertajuk al- AnwAr al- Muhammadiyah min al- MawAhib alLaduniyah dipaparkan kalau Nabi Muhammad Saw. mempunyai keistimewaankeistimewaan, salah satunya nabi tidak pernah bermimpi basah. Hal ini telah disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Abbas, yakni : a aA uacaacIa aaEa aUEI II EcaOA ac a CA AIA cU a Ea aI IA e a a e e AaIA Artinya : Tidaklah seorang nabi bermimpi basah sama sekali, karena mimpi basah datang dari setan. (H. al-Thabran. Hadis di atas menjelaskan bahwa tidak ada nabi yang mengalami mimpi basah karena mimpi basah dianggap datang dari setan. Ada beberapa poin penting dalam hadis ini : Penekanan pada kesucian para nabi. Perlindungan para nabi dari godaan setan. Nabi terpelihara dari dosa. Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. Hanif Maulana Nazam Lamyahlim dalam hadis Tidak pernah menguap AEaI aIA ac a UEa OA aI aOA e AA a aOaI aa A Artinya : Meuseumeugeup Nabi pihtan nibak zameun sepanjang masa (Nabi Tidak pernah menguap sepanjang mas. Dalam Kitab Fathul Barri. Ibnu Hajar al-Asqalany mengatakan : AEA a AO aA Eca aA a a acaI CA ac AaOII eEAA EIcaa aOOca aI N I aa aeO aa aOEea a aA a AO aI eI aI e a aE Oa a AO e aI eEA a a aII a a aOC IEaIa aI a a EeIEA ac acEEa aEaeO aN aO aEcaI CA AE e aI aI eaO aIA ac AAEcaOA e A aOA ac A EIA a Aca a aI a e ac aca a eaA a e e aea a ac A OIEaIa eaaE A ac A A AA a aACA U AA aA a AOC aOOa aOaca a aEA cU aA IA a aAE aI aA a e a a a e a a ac a CA a AEA aa aOaN aOA a AaI Ecaa aA a aAE aI a a aII EcaOA AIA e a Artinya : Termasuk keistimewaan kenabian adalah yang telah ditakhrij oleh Ibnu Abi Syaibah dan Al-Bukhari dalam al-Tarikh dari mursal Yazid bin alAsham, beliau berkata : Nabi SAW tidak pernah menguap sama sekali. Al-Khathabi mengeluarkan dari jalur Maslamah bin Abd al-Malik bin Marwan, beliau berkata : seorang nabi tidak pernah menguap sama Sedangkan Maslamah ini pernah bertemu sebagian sahabat Nabi dan beliau adalah orang yang berkata benar. Riwayat ini juga didukung oleh riwayat yang shahih yang menjelaskan bahwa menguap datang dari syaithan. (Ibnu Hajar : . Hadis di atas menekankan salah satu keistimewaan kenabian, yakni bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah menguap. Ada beberapa poin penting dari penjelasan hadis ini adalah sebagai berikut: Hadis ini ditakhrij oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Bukhari dalam al-Tarikh dari mursal Yazid bin al-Asham. Hadis mursal adalah hadis yang perawinya tidak menyebutkan nama sahabat yang mendengar langsung dari Nabi SAW, yang bisa mempengaruhi tingkat kesahihannya. Namun, al-Khathabi juga mengeluarkan hadis serupa dari jalur Maslamah bin Abd al-Malik bin Marwan, yang dikenal sebagai orang yang berkata benar dan pernah bertemu dengan beberapa sahabat Nabi SAW. Dalam Islam, menguap dianggap sebagai sesuatu yang datang dari setan. Ini didukung oleh riwayat shahih yang menyebutkan bahwa menguap datang dari setan. Menguap adalah tanda kelelahan atau kantuk yang dapat mengurangi kesungguhan seseorang dalam ibadah dan aktivitas seharihari. Para nabi dalam Islam diyakini memiliki keistimewaan tertentu yang membedakan mereka dari manusia biasa. Salah satu keistimewaan tersebut adalah ketidak beradaan menguap, yang menandakan bahwa mereka terlindungi dari pengaruh setan dalam bentuk apa pun, termasuk kelelahan Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. 3 No. 1, 2. Hanif Maulana Nazam Lamyahlim dalam Hadis atau kantuk yang berlebihan. Tidak menguapnya Nabi Muhammad SAW adalah simbol dari kesucian dan kesempurnaan beliau. Ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu dalam keadaan optimal dan penuh kesadaran, siap untuk menerima wahyu dan melaksanakan tugas kenabian tanpa gangguan fisik yang umum dialami manusia. Bagi umat Islam, memahami keistimewaan ini dapat meningkatkan rasa hormat dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Ini juga mengingatkan umat untuk selalu berusaha menjauhkan diri dari pengaruh setan, baik dalam bentuk menguap yang berlebihan maupun godaan Binatang liar tidak lari bertemu dengan Nabi ac AcaOA e A aOaI aOCa aA e A AaEa eI aeaA a AIeINa EA Artinya : Binatang kleut hantom jipleung jimeuteumeung ngon Saidina (Binatang liar tidak lari jika bertemu dengan Nab. Dalam Kitab Dalail al-Nubuwah disebutkan dari riwayat Abu Hurairah , beliau berkata : a ac a aac AOA ac a aAOE NEEA UAA a aIaa aNA a A aOa aA a eaA aCe aO A e aA aca a a aE OaAUAeO Oa aOeNA a a a eAEA a aa U AAEO NEEa aEaeON aO aE aI aEA a a AE A a AE a A aa Oa eaEa aE eI a eI ea aEaO EaNa aI eI eaI aOE aE eIAUAA ac A aN a aOA aA:AAEcaO NEEa aEaeO aN aO aEca aIA a AOE NEEA a a a a aCA aac A a AUA Oa a E aII Ee aCOaI AaINAUA aE ONEEa aE Ia eAEA:A CaEaOAU AaO A AeA UA aOEaNa a aOA a eAEA aa e a a a Aa a a a a a U a e a a A Artinya : Seekor serigala pernah datang kepada Rasulullah SAW duduk dan berjongkok di depan beliau, kemudian menggerak-gerak melihat itu Rasulullah SAW berkata, ini utusan serigala, yang datang meminta suatu makanan dari kalian. Mereka menjawab : tidak. Demi Allah tidak akan kami lakukan. Seorang dari mereka mengambil batu melemparnya, serigala itu pun pergi sambil menyalak. (H. alBaihaq. Hadis di atas menggambarkan sebuah peristiwa di mana seekor serigala datang kepada Rasulullah SAW dan meminta makanan. Ada beberapa poin penting dalam hadis ini, yaitu : Hadis ini menggambarkan kejadian luar biasa di mana seekor serigala berinteraksi langsung dengan Nabi Muhammad SAW, menunjukkan bahwa kejadian tersebut memiliki makna dan pelajaran yang penting. Menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki kemampuan untuk berkomunikasi bahkan dengan hewan, yang merupakan tanda kenabian dan mukjizat. Respon sahabat yang awalnya menolak dan bahkan melempar batu menunjukkan reaksi manusiawi yang mungkin karena ketakutan atau Namun, ini juga memberikan pelajaran untuk selalu Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. Hanif Maulana Nazam Lamyahlim dalam hadis mendengarkan dan mempertimbangkan ajaran dan arahan Nabi SAW. Kisah ini juga bisa dilihat sebagai ajakan untuk selalu bersikap bijaksana dan tidak meremehkan permintaan bantuan, baik dari manusia maupun Ibnu al-Mulaqqin juga telah menjelaskan keistimewaan Nabi Muhammad SAW ini dalam kitab beliau yakni Ghayah al-Suul fi Khashais al-Rasul. Qadhi AoIyadh meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Aisyah, beliau berkata : AEI IaI I A EI IaI OE NEE AEI C O IEIN AEI O OaE ON O A AOE NEE AEI ONA Artinya : Di sisi kami ada binatang jinak, apabila Rasulullah SAW bersama kami, maka binatang itu tenang dan tetap pada tempatnya, tidak datang dan pergi, tetapi apabila Rasulullah SAW keluar, maka biantang itu datang dan pergi. (H. Qadhi AoIyad. Lalat tidak pernah hinggap di tubuh Nabi Aa aU aa aOA a e aI aN ea a aIA Artinya : Lalat jamoek pih hantom roh nibak tuboeh yang mulia (Lalat Nyamuk tidak pernah tersentuh tubuh yang muli. Ibnu al- Mulaqqin sudah menyebutkan keistimewaan Nabi Muhammad SAW ini dalam kitab dia. Ghayah al- Suul fi Khashais al- Rasul. (Ibnu alMulaqqin : . Al- Yusuf al- Nabhani pula menyebut keistimewaan Nabi Muhammad SAW ini dalam kitab dia, al- Anwar al- Muhammadiyah min alMawahib al- Laduniyah. (Al-Yusuf al-Nabhani: . Dalam kitabnya alKhashaish al- Kubra, al- Suyuthi berkata kalau QadhiAo Iyadh dalam kitab alSyifa serta al-Ao Uzfi dalam al- Maulid- nya berkata tercantum keistimewaan Nabi SAW tidak sempat terdapat lalat hinggap di badan Nabi serta ini pula sudah diucap oleh Ibnu SabAo in dalam al- Khashaish- nya dengan lafazh:Au Tidak jatuh lalat atas pakaiannya sama sekali. (Al-Suyuthi: . Bisa mengetahui sesuatu yang di belakannya aa a AA e aEeAN aEa aI sI aeOaU aa A Artinya : Keue ngon likoet deuh neu kalen hana tu som bak Saidina (Depan belakang bisa terlihat tidak tersembunyi pada Saidin. Dalam Shahih Muslim disebut hadits dari Abu Hurairah, beliau berkata : A aOaE a aO a aE eI uaacacI aeE aa aE eI aOaa a eN aOAUAaN eE aaeO aI Cae Eaa aN aNIa Aa aONEEa aI aOe aAO aEa caO aaEOa aE eIA Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. 3 No. 1, 2. Hanif Maulana Nazam Lamyahlim dalam Hadis Artinya :Apakah kalian melihat kiblatku di sini?. Demi Allah tidak tersembunyi atasku rukuk dan sujud kalian. Sesungguhnya aku dapat melihat kalian dari belakangku. (H. R Musli. Hadis di atas menjelaskan bahwa Rasulullah A Abertanya kepada para sahabat yang sedang shalat di belakangnya, "Apakah kalian melihat kiblatku di sini?" Ini menunjukkan bahwa meskipun tubuhnya menghadap ke arah Ka'bah, beliau menyadari bahwa jarak antara beliau dan para sahabat yang shalat di belakangnya sangat dekat sehingga mereka seolah-olah melihat beliau dari depan. Bekas air seninya tidak pernah terlihat di permukaan bumi AaOaEOa O ae a a eOsE aIeINa aOA aEa aIA Artinya : Neutoh iek ek tan bekassan wajeb taulan ta peucaya (Berak kencing tiada bekas wajib saudara percaya. Ibnu al-Mulaqqin dalam kitab Ghayah al-Suul fi Khashais al-Rasul telah menyebutkan tentang keistimewaan Nabi Muhammad SAW yang diriwayat oleh Aisyah r. a, yaitu : AaO OE NEE cI E E eEUE a O EO OE E AUE OO IE aO IIE ACE aOA A I NEE OE I aE I E I II aEIOA Artinya : AuHai Rasulullah, sesungguhnya aku melihat engkau memasuki jamban, kemudian masuk orang-orang sesudahmu. Tetapi orang itu tidak melihat bekas apapun yang keluar darimu. Ay Rasulullah SAW bersabda : AuHai Aisyah, sesungguhnya Allah TaAoala memerintah bumi menelan apa yang keluar dari para nabi. Ay (Ibnu al-Mulaqqin: Hadis di atas menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki tingkat kesucian yang luar biasa. Allah memerintahkan bumi untuk menelan apa yang keluar dari tubuh nabi, sehingga tidak ada bekas yang terlihat. Ini menunjukkan bahwa para nabi diberi keistimewaan dalam hal kebersihan dan Dan menunjukkan bahwa para nabi memiliki keistimewaan khusus dari Allah, termasuk dalam hal yang berkaitan dengan kebersihan fisik. Ini adalah salah satu bentuk penghormatan dan perlindungan khusus dari Allah kepada Dan Imam al-Suyuti mengatakan bahwa jalur hadis di atas adalah jalur yang paling kuat. (Al-Suyuti: . Hati nabi tidak pernah tidur Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. Hanif Maulana Nazam Lamyahlim dalam hadis AA e AeO Ca e Ia a aA a AEA a AaOCaEeaNa aaEe OaIa eI aOA Artinya : Hate Nabi hantom teungeut n yang na teupet dua mata (Hati Nabi selalu terjaga meskipun dua matanya terpeja. Ibnu al-Mulaqqin telah menjelaskan tentang keistimewaan Nabi Muhammad SAW di dalam kitab Ghayah al-Suul fi Khashais al-Rasul berdasarkan hadits yang diriwayat oleh Aisyah, beliau berkata : a AaI aIaIA A aOaE OaIa aI CaEeaUAIA a A Aa aCAUAOE NEEa aaIa aI Ca e aE a eI aOa a A aaO a aA:AA a ea aCEA a aca A aaO a aa ua caI aeOA:AEA Artinya : Aku mengatakan. Ya Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum witir ?. Rasulullah SAW bersabda : AuYa Aisyah, sesungguhnya dua mataku tertidur, tetapi hatiku tidak pernah tidur. Ay (H. Musli. Hadis di atas menjelaskan bahwa meskipun tubuhnya beristirahat, hatinya tetap dalam keadaan khusyuk dan terhubung dengan Allah. Dan hatinya tetap aktif dalam mengingat dan beribadah kepada Allah. Ini menunjukkan tingkat kedekatan dan konsentrasi spiritual yang tinggi dari Nabi. Bayangan beliau tidak pernah dapat dilihat ketika kena sinar matahari. a AcaIA A a eO a aIA e AOaEOa O EcaNa a EA Artinya : Meubayang tan dalam uroe hiruen laloe takalen rupa (Bayangan tidak pernah terlihat dibawah cahaya matahar. Al-Suyuthi di dalam kitabnya al-Khashaish al-Kubra, mengatakan : a a a A eaOIA AE a I aOaEA e ac a e ac AEcIA ac aAO aI eE aOI I a aOE NEE AEO NEE aEaeON aOEI aE OEI OO EaNA aN I EN aE aI aE OaC EO eE ea aOaIN aE aI IO Aa aE aI ua aIO a a aACI CA a AE eI II aA AE aNI aOO eN EaNa a aO Ca eOEN AEO NEE aEaeO aN aOEI aA a aNA a aAE CA e AEA ac aAcaI aO Ee aC aI aE OI EaNA AOEaI IOA Artinya : AuAl-Hakim al-Tirmidzi telah mentakhrij dari Zakwan, sesungguhnya Rasulullah SAW tidak dilihat bayangannya pada terik matahari dan tidak juga pada bulan. Ibnu SabAoi mengatakan, termasuk keistimewaan Nabi SAW bayangannya tidak jatuh di atas bumi, karena sesungguhnya beliau adalah cahaya. Karena itu, apabila berjalan pada terik matahari atau bulan, maka tidak dilihat bayangannya. Sebagian ulama mengatakan, riwayat ini didukung oleh hadits perkataan Nabi SAW dalam doAoanya : AuJadikanlah aku sebagai cahaya. Ay Hadis di atas menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memiliki keistimewaan di mana bayangannya tidak terlihat saat berada di bawah terik Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. 3 No. 1, 2. Hanif Maulana Nazam Lamyahlim dalam Hadis matahari atau bulan. Ini dianggap sebagai salah satu keistimewaan dan tanda kemuliaan beliau. Dua pundak beliau selalu terlihat lebih tinggi dari pundak orang-orang yang duduk bersama beliau. AEae aANa Ca e aEaa Ca eO I aa aEa a eOA Artinya : Watei neu deuk lam kawan le manyang baho di Maulana (Saat duduk bersama pundaknya lebih tinggi dari kaumny. Al-Zarqani di dalam kitab Syarah Al-MuwathaAo, mengatakan : a a A Ayua:A aOaEaOEaNa Ca eO aE aEa casOAUAeOA a A Oa aEO aI aE aANa eaEaO I eI aaO a eaEA U AaOa aEa a a aA aE aI ua aEA:aAOI aO aeOaNA a a aI a Ee aC eOaI a aIaaN eI " ua e aN aO a aI UE EaEe aI e aO aO eaEA AOA Artinya : AyRaziin dan lainnya telah menyebutkan. Rasululullah SAW apabila duduk, bahunya nampak lebih tinggi dari semua orang-orang yang Dalilnya perkataan AoAli : AyApabila Rasulullah SAW bersama kaum, beliau melebihi merekaAy. Karena ini mencakup apabila berjalan dan duduk. Hadis di atas menjelaskan bahwa saat duduk, bahu Nabi Muhammad SAW tampak lebih tinggi dibandingkan orang lain. Ini menunjukkan keistimewaan fisik beliau, yang tampaknya mencerminkan kemuliaan dan kebesaran beliau di mata para sahabat dan orang-orang di sekelilingnya. Beliau telah dikhitan semenjak dilahirkan a a a aO a a eA e AaeI a Ee aO aE a a Artinya : Yoh wiladah han meuligan kalueh khatan yoh masana (Saat terlahir sudah suci dalam keadaan sudah dikhita. Al-Thabrani dalam al-Ausath. Abu NaAoim, al-Khathib dan Ibnu AoAsakir telah mentakhrij dari beberapa jalur yang diriwayatkan Anas dari Nabi SAW. AII aEa aIa EO a ca cI OE IOaI aOaE O OA Artinya : Sebagian dari kemulianku atas Tuhanku adalah aku dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan dan tidak ada yang melihat dua kemaluanku. Hadis di atas menjelaskan bahwa salah satu tanda kemuliaan Nabi Muhammad SAW adalah dilahirkan dalam keadaan sudah dikhitan . udah Dalam tradisi Islam, khitan . adalah tanda kesucian dan Dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW dilahirkan sudah dalam keadaan dikhitan untuk menunjukkan bahwa beliau telah terjaga dari segala bentuk najis sejak lahir. Ini adalah bagian dari keistimewaan dan kemuliaan yang Jurnal Ikhtibar Nusantara Vol. No. Hanif Maulana Nazam Lamyahlim dalam hadis diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Dan tidak ada yang pernah melihat aurat beliau, yang merupakan tanda kemuliaan dan perlindungan ilahi atas diri Nabi Muhammad SAW. Ini menekankan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu berada dalam keadaan terjaga dari pandangan yang tidak pantas. Hadits di atas telah dinyatakan shahih oleh al-DhiyaAo dalam kitab alMukhtarah. Al-Hakim dalam kitabnya al-Mustadrak mengatakan telah mutawatir hadits-hadits yang menjelaskan bahwa Nabi SAW lahir dalam keadaan telah KESIMPULAN Berdasarkan temuan, penulis menemukan beberapa hadis tentang keistimewaan Rasulullah di dalam nazam lam yahtalim di antaranya, hadis riwayat al-Thabari tentang Nabi tidak pernah bermimpi basah, hadis yang ditakhrij oleh Ibnu Abi Syaibah dan al-Bukhari dalam al-Tarikh dari mursal Yazid bin al-Asham tentang Nabi tidak pernah menguap, hadis riwayat al-Baihaqi tentang Binatang liar tidak pernah lari ketika berjumpa dengan Nabi, tentang lalat tidak pernah hinggap ditubuh Nabi penulis tidak menemukan hadis namun di dalam kitab al- Khashaish al- Kubra, imam al- Suyuthi berkata tentang keistimewaan Nabi SAW tidak pernah hinggap lalat di badan Nabi, hadis riwayat Muslim tentang Nabi bisa mengetahui sesuatu di belakangnya, hadis yang diriwayat oleh Aisyah r. tentang air seni Nabi tidak pernah nampak dipermukaan bumi, hadis riwayat Muslim tentang hati Nabi tidak pernah tidur, hadis yang telah ditakhrij oleh Al-Hakim al-Turmidzi dari Zakwan tentang bayangan Nabi tidak pernah nampak ketika kena sinar matahari. AlZarqani di dalam kitab Syarah Al-MuwathaAo mengatakan Rasululullah SAW apabila duduk, bahunya nampak lebih tinggi dari semua orang-orang yang duduk, hadis riwayat Al-Thabrani. Abu NaAoim, al-Khathib dan Ibnu AoAsakir tentang Nabi telah dikhitan semenjak dilahirkan. REFERENSI