Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport Upaya Meningkatkan Minat Belajar Olahraga Pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Permainan Tradisional Pirmanuloh1. Asep Angga Permadi2. Azhar Ramadhana Sonjaya3 123 Program Studi Pendidikan Olahraga. Universitas Garut Abstrak Tujuan dari penelitian adalah untuk meningkatkan minat belajar olahraga pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan permainan tradisional. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus, di mana setiap siklus melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner minat belajar sebagai alat utama untuk mengukur peningkatan minat. Subyek penelitian adalah siswa kelas 5 di SDN 02 Indralayang yang berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar meningkat secara signifikan dari satu siklus ke siklus Persentase siswa yang tertarik belajar adalah 60% pada Siklus I, 68% pada Siklus II . elisih 8%), dan 80% pada Siklus i . %). Antara Siklus I dan Siklus i, terdapat peningkatan sebesar 20% secara keseluruhan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa permainan tradisional efektif dalam meningkatkan minat belajar olahraga, membuat proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan. Kata kunci: minat belajar, permainan tradisional, pendidikan jasmani, siswa sekolah dasar, tindakan kelas. Abstract The purpose of this study was to increase interest in learning sports in elementary school students through a traditional game approach. The method used was Classroom Action Research (CAR) consisting of three cycles, where each cycle involved the stages of planning, implementation, observation and reflection. The instrument used was a learning interest questionnaire as the main tool to measure the increase in interest. The subjects of the study were 30 fifth-grade students at SDN 02 Indralayang. The results showed that learning interest increased significantly from one cycle to the next. The percentage of students interested in learning was 60% in Cycle I, 68% in Cycle II . difference of 8%), and 80% in Cycle i . %). Between Cycle I and Cycle i, there was an overall increase of 20%. Based on these results, it was concluded that traditional games are effective in increasing interest in learning sports, making the learning process more interesting and enjoyable. Keywords: learning interest, traditional games, physical education, elementary school students, class action. Correspondence author: Pirmanuloh. Universitas Garut. Indonesia. Email: firmanulohiman548@gmail. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pirmanuloh. Asep Angga Permadi. Azhar Ramadhana Sonjaya Upaya Meningkatkan Minat Belajar Olahraga pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Permaian Tradisional PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peranan yang sangat signifikan dalam kehidupan masyarakat. Ini adalah usaha yang terorganisir dan logis yang bertujuan untuk membina individu agar menjadi lebih dewasa dalam mengambil keputusan yang bijak (Pristiwanti et al. , 2. Dampaknya berkaitan dengan pentingnya pendidikan dalam kehidupan sosial, termasuk pendidikan jasmani yang dianggap sebagai salah satu bidang studi yang sangat vital bagi anak-anak (Mudzakir, 2. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan memegang peran penting dalam pengembangan karakter serta aspek fisik, mental, dan sosial anak-anak yang berada di usia sekolah dasar (Hidayat et al. , 2. Pendidikan jasmani juga merupakan salah satu media dalam mendorong kemampuan motorik, fisik, penalaran, pengetahuan, penghayatan, serta mendorong hidup sehat sehingga menjadi kesatuan dalam merangsang pertumbuhan dan perkembangan secara seimbang (Hadi et al. , 2. Dalam kurikulum pendidikan, olahraga tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga sebagai sarana untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama, disiplin, dan tanggung jawab (Nasta et al. , 2. Namun, dalam kenyataannya, banyak anak di sekolah dasar yang menunjukkan minat yang rendah terhadap pelajaran olahraga di sekolah. Dalam pelaksanaan pembelajaran olahraga seharusnya kegiatan yang diberikan mampu memberikan kesenangan kepada siswa. Akan tetapi, masih sering dijumpai siswa yang kurang berminat, seperti terlihat dari perilaku mengobrol, tidak serius, dan malas-malasan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru di lapangan (Asmi et al. Padahal, minat merupakan unsur penting yang mendukung dan memperkuat pencapaian belajar. Minat belajar adalah ketertarikan tanpa paksaan terhadap sesuatu atau aktivitas yang menggabungkan keterikatan dan kesukaan (Siregar et al. , 2. Jika siswa tidak memiliki minat dan perhatian terhadap materi yang disampaikan guru, maka apa yang Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 514-529 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. diajarkan tidak akan didengarkan maupun dikuasai (Bayoumy & Alsayed. Sebaliknya, ketika seseorang memiliki minat terhadap suatu hal, ia akan merasa tertarik dengan hal tersebut dan mencurahkan perhatiannya sepenuhnya, bahkan jiwanya akan terlibat dalam apa yang sedang diperhatikannya (Marisca et al. , 2. Rendahnya minat belajar siswa terhadap pembelajaran pendidikan jasmani sering kali disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang digunakan guru. Banyak guru masih menganut pembelajaran tradisional yang monoton dan berpusat pada instruksi guru saja (Hasan et al. , 2. Kurangnya menyebabkan siswa merasa bosan dan tidak terlibat aktif dalam proses Padahal, membangun lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan membutuhkan metode pembelajaran yang interaktif dan mendorong terjadinya interaksi antara guru dan siswa, antar siswa, serta dengan sumber belajar (Daryanes et al. , 2. Hal ini di satu sisi menuntut menciptakan lingkungan belajar yang nyaman agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, dan di sisi lain siswa perlu lebih proaktif dalam belajar dan berlatih di lapangan. Menurut Sunyoto . alam Bile & Tapo, 2. , menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman memerlukan media pembelajaran interaktif dan metode yang memungkinkan terwujudnya situasi pembelajaran melalui komunikasi yang terjadi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan sumber belajar. Salah satu pendekatan yang diyakini efektif untuk menumbuhkan kembali semangat dan minat siswa adalah melalui pendekatan permainan, khususnya permainan tradisional. Berdasarkan teori Lev Vygotsky, kegiatan bermain tidak hanya menjadi sumber kebahagiaan, tetapi juga merupakan sarana penting dalam proses belajar dan perkembangan anak (Ikrima et al. , 2. Permainan tradisional dapat dijadikan media pembelajaran interaktif yang mampu memadukan unsur fisik, sosial, dan emosional siswa (Syafriadi et al. , 2. Selain itu, permainan tradisional Pirmanuloh. Asep Angga Permadi. Azhar Ramadhana Sonjaya Upaya Meningkatkan Minat Belajar Olahraga pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Permaian Tradisional merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang sarat nilai-nilai luhur seperti sportivitas, kejujuran, ketangkasan, kerja sama, dan tanggung jawab (Asriasnyah, 2. Permainan tradisional merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai-nilai eedukatif, rekreatif, dan sosial. Permainan-permainan ini tidak hanya memberikan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di sekolah maupun di luar sekolah. Dengan menggunakan metode pembelajaran yang menggabungkan unsur unsur permainan tradisional, para pendidik dapat menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan menarik bagi siswa. Ketika permainan digunakan sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi, siswa cenderung lebih tertarik dan termotivasi untuk mempelajari suatu topik atau konsep tertentu (Aprilia et al, 2. Permainan tradisional juga sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar yang senang bergerak, bermain, bekerja sama, dan belajar melalui pengalaman langsung (Mahfud & Fahrizqi, 2. Permainan seperti gobak sodor, engklek, bentengan, atau egrang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran jasmani yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membangkitkan rasa gembira, menumbuhkan interaksi sosial, dan meningkatkan partisipasi aktif siswa. Selain itu, penerapan permainan tradisional dalam pembelajaran pendidikan jasmani juga dapat menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang kini mulai tergeser oleh permainan modern berbasis teknologi. Penelitian ini dilakukan karena pentingnya mencari solusi terhadap rendahnya minat belajar siswa dalam pelajaran olahraga serta perlunya inovasi metode pembelajaran yang mampu menarik perhatian siswa. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang umumnya hanya berfokus pada peningkatan aspek motorik atau kebugaran jasmani, penelitian ini menitikberatkan pada peningkatan minat belajar siswa melalui pendekatan permainan tradisional. Model yang dikembangkan tidak hanya menggunakan satu jenis permainan, tetapi mengintegrasikan berbagai Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 514-529 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. permainan tradisional yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa sekolah dasar. Dengan demikian, penelitian ini memiliki kebaruan dalam hal pendekatan dan tujuan. Kebaruan tersebut terletak pada integrasi nilai-nilai budaya lokal dengan strategi pedagogis modern yang menekankan kesenangan, interaksi sosial, dan motivasi belajar siswa. Selain itu, penelitian ini mereaktualisasikan permainan tradisional sebagai media pembelajaran kontekstual yang relevan dengan semangat kurikulum merdeka belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas modifikasi permainan tradisional dalam meningkatkan minat belajar siswa di SDN 02 Indralayang. Dengan menggabungkan unsur permainan tradisional yang menyenangkan dengan pembelajaran yang terstruktur, diharapkan dapat menciptakan pendekatan pembelajaran PJOK yang tidak hanya lebih efektif tetapi juga lebih bermakna bagi siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu siswa menjadi lebih antusias dalam mengikuti pelajaran PJOK, meningkatkan partisipasi aktif mereka, dan pada akhirnya, membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, interaktif, dan bermanfaat bagi perkembangan fisik, mental, serta sosial METODE Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan 3 siklus. Pada tiap siklusnya terdiri dari beberapa komponen seperti: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Pendekatan penelitian tindakan kelas ini dipilih karena dianggap tepat dalam memperbaiki kualitas proses pembelajaran dikelas. Model yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model pendekatan yang dikembangkan oleh kemis dan Mc. Tagart (Ngatiyem, 2. Pirmanuloh. Asep Angga Permadi. Azhar Ramadhana Sonjaya Upaya Meningkatkan Minat Belajar Olahraga pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Permaian Tradisional Gambar 1. Siklus PTK Sumber: (Kemis dan Mc. Tagar. Pengambilan data dapat dilakukan melalui observasi dan kuisioner untuk mengumpulkan informasi berdasarkan pengalaman, wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada individu yang dianggap dapat memberikan informasi, dan juga melalui dokumentasi (Purwanto, 2. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang dimana peneliti memilih subjek secara sengaja berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Tujuan dari penelitian ini yaitu sebagai sarana menyelesaikan masalah dalam meningkatkan minat belajar olahraga melalui olahraga tradisional. Subyek penelitian diambil dari satu kelas 5 yaitu di SDN 02 INDRALAYANG Garut sebanyak 30 peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan yaitu pada bulan April-Mei 2025. Penelitian mengumpulkan data. Kuisioner menurut (Sugiyono, 2. adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi responden sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis untuk dijawab. Penelitian yang dikerjakan menggunakan metode analisis deskriptif dengan mean . , informasi yang diperoleh. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 514-529 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Keberhasilan dalam pendekatan penelitian ini terletak pada peningkatan minat belajar yang dihasilkan dari angket minat belajar. Penilaian dianggap berhasil apabila hasil dari data angket yang disebar memperoleh hasil Ou 60%. Dengan kriteria persentase dapat dilihat dari tabel dibawah: Tabel 1. Kriteria persentase minat belajar Persentase Kriteria 81%-100% Sangat Baik 61%-80% Baik 41%-60% Cukup 21%-40% Kurang 0%-20% Sangat kurang (Widiyoko, 2. HASIL Berdasarkan data yang diperoleh hasil angket mengenai minat belajar yang telah diberikan kepada siswa, maka diperoleh distribsi frekuensi nilai rata-rata keseluruhan dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 2. Distribusi frekuensi nilai rata-rata angket minat belajar siklus I Siklus I Sum Mean Var Persen Kategori Cukup Siklus I didapat hasil data kuisioner minat belajar yang diambil dari siswa dengan jumlah skor 1350, rata-rata skor 45. 00, standar devisiasi 378, varian 5. 655 dengan persentase ketercapaian minat belajar 60%. Pada siklus I minat belajar siswa tergolong cukup dan perlu perbaikan pada siklus selanjutnya. Menggunakan mengajarkan olahraga telah berjalan sesuai rencana. Mulai dari langkah Pirmanuloh. Asep Angga Permadi. Azhar Ramadhana Sonjaya Upaya Meningkatkan Minat Belajar Olahraga pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Permaian Tradisional pertama mengumpulkan semua bahan yang diperlukan dan menyiapkan alat bantu pembelajaran hingga pelaksanaan instruksi dan penutupan. Namun ada kekurangan kekurangan pada siklus I sehingga peneliti memutuskan untuk memperbaiki pada siklus II. Tabel 3. Distribusi frekuensi nilai rata-rata angket minat belajar siklus II Siklus II Sum Mean Var Persen Kategori Baik Siklus II terdapat peningkatan minat belajar yang ditandai dengan prolehan skor pada siklus II, jumlah skor 1575, rata-rata skor 52. 50, standar 071, varian 9. 431 dengan persentase 66. pada siklus II terdapat peningkatan minat belajar menjadi 68% hal tersebut menunjukan kategori minat belajar pada siklus II berada pada kategori baik. Pembelajaran olahraga dengan pendekatan permainan olahraga tradisional pada siklus II berjalan sesuai apa yang telah direncanakan. tahap awal membuat perangkat apa saja yang dibutuhkan serta membawa perlengkapan pendukung pembelajaran hingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sampai tahap penutup. pada siklus II pembelajaran menggunakan pendekatan permainan tradsional mulai adanya peningkatan minat belajar hal tersebut dapat dilihat dari tabel diatas bahwa persentase siklus II sebesar 68% ada peningkatan sebesar 8% dari siklus I. Meskipun di siklus II mengalami peningkatan tetapi tidak mencapai kriteria yang telah ditentukan yaitu >75% maka peneliti memutuskan melakukan perbaikan pada siklus i. Tabel 4. Distribusi frekuensi nilai rata-rata angket minat belajar siklus I Siklus Sum Var Baik i Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 514-529 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Pada siklus i didapat hasil skor 1801, rata-rata skor 60,03, standar 356, varian 5. 551 dengan persentase 80%. di siklus ini terdapat peningkatan minat belajar yang signifikan ditandai dengan persentase skor 02% berada dalam kategori minat belajar baik. Pembelajaran olahraga dengan pendekatan permainan olahraga tradisional pada siklus i, dengan mempertimbangkan kelemahan yang ditemukan pada siklus II dan melakukan perbaikan di siklus i berjalan sesuai apa yang telah direncanakan. Pada siklus i pembelajaran menggunakan pendekatan permainan tradsional mengalami peningkatan minat belajar hal tersebut dapat dilihat dari tabel diatas bahwa persentase siklus i sebesar 80% ada peningkatan sebesar 12% dari siklus II. Jadi untuk penelitian ini pada siklus i sudah melebihi kriteria yang ditentukan yaitu >75% dan dinyatakan pendekatan penelitian ini berhasil dengan jumlah sebesar 80% dengan kategori Au BaikAy PEMBAHASAN Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan komponen penting dari sistem pendidikan yang komprehensif (Luh Putu Indrawathi Ini mengembangkan keterampilan fisik siswa, koordinasi, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Di Indonesia, pendidikan jasmani sangat penting di sekolah dasar, dimana siswa mempelajari dasar-dasar aktivitas fisik dan mengembangkan literasi jasmani mereka. Namun, meskipun penting, banyak siswa di sekolah dasar cenderung menunjukkan sedikit minat terhadap pendidikan jasmani. Salah satu penyebab utama kurangnya minat ini adalah persepsi bahwa pendidikan jasmani itu membosankan (Dewi & Sepriadi, 2. Permainan dan olahraga telah menjadi bagian integral dari budaya Indonesia selama berabad-abad, dan memberikan kesempatan unik bagi siswa untuk mempelajari keterampilan fisik, keterampilan sosia, dan kerja sama tim, komunikasi, dan sportivitas. Dengan memasukkan permainan Pirmanuloh. Asep Angga Permadi. Azhar Ramadhana Sonjaya Upaya Meningkatkan Minat Belajar Olahraga pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Permaian Tradisional tradisional ke dalam kelas pendidikan jasmani, pendidik dapat menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan dan relevan bagi siswa. Memasukkan permainan tradisional ke dalam pembelajaran PJOK juga dapat memberikan berbagai manfaat bagi siswa (Yustiyati et al. , 2. Keunikan yang ada dalam penelitian ini terletak pada penerapan pendekatan permainan tradisional yang diintegrasikan dalam pembelajaran pembelajaran siswa sekolah dasar. Permainan tradisional bukan hanya permainan yang turun temurun zaman dahulu tetapi permainan disini juga mengadopsi permainan-permainan sederhana yang dikaitkan dengan materi pembelajaran (Wati et al. , 2. Selain itu, penelitian ini memperluas temuan tentang efektivitas media pembelajaran interaktif, dengan menambahkan dimensi kearifan lokal sebagai media pembelajaran aktif (Muhadi, 2. Permainan tradisional dan nilai budaya yang terkandung didalamnya dikaitkan dalam proses pembelajran pendidikan jasmani dapat memperkuat motivasi intrinsik dan partisipasi siswa (Setyawan et al. , 2. Penggunaan permainan tradisional juga terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan konsentrasi siswa selama pembelajar (Khoiro et al. , 2. Pendekatan ini juga sejalan dengan indikator minat belajar yaitu mencakup perhatian, motivasi, kesenangan, dn keterlibatan siswa. Minat belajar juga memiliki korelasi positif terhadap hasil belajar dan sikap siswa dalam kegiatan olahraga sekolah dasar. Dengan demikian, penelitian ini memberikan pembaruan dalam konteks penerapan permainan tradisional yang diintegrasikan dan dikaitkan dengan materi pembelajaran untuk menumbuhkan minat belajar secara holistik (Mohamad Dai & Wahyu Setia Kuscahyaning Putri, 2. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang memerlukan kajian lebih lanjut lagi untuk dijadikan pertimbangan dalam penelitian Jumlah sampel yang digunakan masih terbatas hanya Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 514-529 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. melibatkan satu kelompok belajar dari satu sekolah, tanpa adanya kelas pembanding untuk mengukur evektifitas intervensi secara lebih objektif. penelitian ini yang relatif singkat membatasi pengamatan terhadap dampak jangka panjang dari penerapan permainan tradisional terhadap minat belajar siswa. Lokasi penelitian yang dilakukan disekolah dengan pasilitas yang terbatas serta halaman yang belum memenuhi standar ideal juga menjadi faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan dan hasil pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini memperkuat teori minat belajar (Slameto, 2. dan mengembangkan pemahaman baru tentang bagaimana nilai budaya dan aktivitas fisik berbasis permainan tradisional dapat menjadi stimulus efektif dalam meningkatkan motivasi dan perhatian siswa. Selain itu, hasil penelitian ini mendukung teori pendidikan humanistik dari Ki Hajar Dewantara, memanusiakan manusia dan mengembangkan potensi anak secara Sehingga hasil yang diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan alternatif strategi pembelajaran bagi guru pendidikan jasmani dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna melalui permainan tradisional. Pendekatan ini juga sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran berbasis karakter, kemandirian, dan konteks budaya lokal. Dengan demikian, permainan tradisional terbukti tidak hanya meningkatkan minat belajar siswa tetapi juga mendukung pembentukan karakter seperti kerja sama, sportivitas, kejujuran, dan tanggung jawab (Maghfiroh, 2. KESIMPULAN Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) adalah komponen penting dalam sistem pendidikan yang menyeluruh. PJOK berperan signifikan dalam mengembangkan keterampilan fisik, koordinasi, dan kesejahteraan umum siswa. Di Indonesia. PJOK sangat penting di Pirmanuloh. Asep Angga Permadi. Azhar Ramadhana Sonjaya Upaya Meningkatkan Minat Belajar Olahraga pada Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Permaian Tradisional sekolah dasar, di mana siswa mempelajari dasar-dasar aktivitas fisik dan jasmani mereka. Namun, banyak siswa menunjukkan sedikit minat terhadap pendidikan jasmani karena menganggapnya membosankan. Hal ini dapat menghambat pengembangan keterampilan fisik dan kebiasaan hidup sehat. Permainan tradisional Indonesia dapat menjadi solusi untuk meningkatkan minat belajar siswa terhadap pembelajaran PJOK. Penelitian tradisional terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar olahraga siswa sekolah dasar, yang ditunjukkan melalui peningkatan hasil angket minat belajar dari siklus I hingga siklus i. Efektivitas tersebut tampak dari meningkatnya perhatian, partisipasi aktif, dan rasa senang siswa selama mengikuti pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa permainan tradisional mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan, sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar. Permainan tradisional dapat mengatasi rendahnya minat belajar karena aktivitasnya bersifat konkret, familiar, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga menumbuhkan rasa memiliki dan keterlibatan emosional dalam proses pembelajaran. Selain itu, kerjasama, dan gerak aktif dalam permainan tradisional memunculkan motivasi intrinsik siswa untuk belajar tanpa merasa tertekan. Meskipun di sekolah sudah terdapat pembelajaran yang tersusun dalam RPP, peneliti tidak menyarankan agar setiap pertemuan selalu menggunakan permainan tradisional, melainkan mengintegrasikannya secara kontekstual sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi yang Permainan tradisional berfungsi sebagai variasi strategi pembelajaran untuk menghindari kejenuhan dan meningkatkan keterlibatan siswa pada saat-saat tertentu, terutama ketika minat belajar cenderung Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Vol. 2025 | 514-529 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi guru pendidikan jasmani agar mampu merancang pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berpusat pada siswa, melalui penerapan pendekatan permainan tradisional secara terencana dalam kegiatan REFERENSI