JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 ANALISIS DISPARITAS WILAYAH ANTAR PROVINSI DI INDONESIA Yuniar Sri Hartati Dosen Ekonomi Pembangunan. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Abstract This study was conducted with the intention of measuring and analyzing the factors that influence regional development disparities between provinces in Indonesia. The analysis is carried out by first calculating the Williamson Index as an indicator of inequality in economic development between regions. This study uses economic and social variables, including the Human Development Index, road infrastructure, and investment. This research method uses a statistical panel data approach with a Fixed Effect Model (FEM) model. This study explains that the human development index partially has a significant negative effect on inequality between Road infrastructure and foreign investment have a significant positive effect on inequality between regions. Simultaneously, the human development index, road infrastructure, and foreign investment have a significant effect on the inequality of economic development between regions. Keywords: Williamson Index. Regional Inequality. Human Development Index. Road Infrastructure. Domestic Investment. Foreign Investment. Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi disparitas pembangunan wilayah antar provinsi di Indonesia. Analisis dilakukan dengan terlebih dahulu menghitung Indeks Williamson sebagai indikator ketimpangan pembangunan ekonomi antar daerah. Penelitian ini menggunakan variabel ekonomi dan sosial, termasuk Indeks Pembangunan Manusia, infrastruktur jalan, dan penanaman modal/investasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan data panel statistik dengan model Fixed Effect Model (FEM). Penelitian ini menjelaskan bahwa indeks pembangunan manusia secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ketimpangan antar wilayah. Infrastruktur jalan dan investasi asing berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan antar daerah. Secara simultan, indeks pembangunan manusia, infrastruktur jalan, dan investasi asing berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pembangunan ekonomi antar daerah. Kata Kunci: Indeks Williamson. Ketimpangan Regional. Indeks Pembangunan Manusia. Infrastruktur Jalan. Penanaman Modal Dalam Negeri. Penanaman Modal Asing. PENDAHULUAN Sudah merupakan hal yang lumrah dan dipandang alamiah, bahwa tingkat pembangunan dan perkembangan ekonomi satu daerah berbeda dengan daerah lain. Perbedaan ini antara lain karena adanya perbedaan topographi, sumberdaya alam, kegiatan ekonomi serta jumlah penduduk. Perbedaan yang demikian juga dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan sejarah sesuatu daerah dalam proses pembentukan negara yang menentukan keberadaan suatu daerah dalam negara tersebut. Perbedaan tingkat pembangunan antar daerah ini selanjutnya mengalami perubahan-perubahan sebagai akibat dari sesuatu kebijakan publik atau karena pengaruh eksternal yang tak dapat kecenderungan perubahan-perubahan baru. Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Perubahan itu boleh jadi mengarah pada pemerataan, atau sebaliknya mengarah pada diskripansi yang makin melebar. Dalam kajian perencanaan pembangunan daerah . egional plannin. kecenderungan diskripansi pembangunan antar daerah . egional disparitie. ini dipandang sebagai sesuatu yang sangat penting . Alasannya, tanpa ada sesuatu kebijakan yang bersahaja untuk mencegahnya, proses pembangunan yang berlangsung sering mengakibatkan diskripansi atau ketimpangan ini cenderung makin lebar (Abidin. Menurut Tambunan . , pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi kelangsungan pembangunan ekonomi. Pertambahan penduduk akan terus terjadi dan berarti kebutuhan ekonomi juga akan bertambah besar, sehingga dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun. Konsekuensi yang harus dihadapi atas fenomena di atas adalah pertumbuhan pertumbuhan penduduk agar pertumbuhan pendapatan per kapita dapat tercapai. Terdapat dua jenis ketimpangan yang Pertama, ketimpangan distribusi pendapatan antar golongan pendapatan masyarakat yang diukur dengan indeks gini dan beberapa kue nasional yang dinikmati oleh 40 % golongan pendapatan terendah. Kedua ketimpangan antar daerah yang penting untuk diteliti karena gravitasi aktivitas Indonesia ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Kawasan Barat Indonesia (KBI) (Kuncoro. Ketimpangan ini pada awalnya disebabkan karena adanya berbagai wilayah-wilayahnya. Karena adanya perbedaan ini, suatu daerah dengan kemampuan untuk meningkatkan mendorong pembangunan juga menjadi Maka, tidaklah mengherankan jika pada suatu daerah terdapat daerah relatif maju . eveloped regio. dan daerah dengan relatif terbelakang . nderdeveloped Adanya pembangunan ekonomi antar wilayah ini selanjtnya dapat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat. Biasanya implikasi yang ditimbulkan adalah dalam bentuk kecemburuan dan ketidakpuasan masyarakat yang dapat pula ketenteraman masyarakat (Sjafrizal, 2. Dalam RPJMN 2015-2019, menjelaskan bahwa AuKetimpangan atau kesenjangan pembangunan antar wilayah di Indonesia masih merupakan tantangan yang harus di selesai dalam pembangunan ke depan. Kesenjangan antar wilayah dalam jangka panjang bisa memberikan dampak pada kehidupan sosial masyarakat. UpayaAeupaya pembangunan yang lebih berpihak kepada kawasan yang tertinggal menjadi suatu keharusanAy. Jadi, bahwa ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah pada tahun 2015-2019 masih Oleh karena itu, untuk menggunakan Indeks Williamson. Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Gambar 1. Perkembangan Nilai Indeks Williamson dan Presentase Kemantapan Jalan di Indonesia Tahun 2014 -2018 Chart Title Indeks Williamson Infrastruktur Jalan Indeks Williamson Infrastruktur Jalan Sumber: data BPS diolah, 2019 Perkembangan pembangunan ekonomi antar wilayah di Indonesia pada tahun 2015 sampai 2018 ini cenderung mengalami trend yang positif dan dalam kategori ketimpangan yang tinggi atau sangat timpang, karena nilai indeks williamsonnya mendekati 1. Perkembangan Indeks Williamson dengan infrastruktur jalan pun juga mengalami trend yang positif. Artinya bahwa seiring dengan infrastruktur panjang jalan yang meningkat dan semakin baik, dapat ketimpangan pembangunan antar wilayah Dengan melihat nilai ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah di Indonesia dengan menggunakan indeks williamsonyang terjadi pada tahun 2015 Ae 2018 masih dalam kategori ketimpangan yang tinggi atau sangat timpang dan persebaran PDRB perkapita yang tidak Nilai Indeks membuktikan bahwa benar dengan kutipan RPJMN AuKetimpangan pembangunan antar wilayah terselesaikanAy ketimpangan pembangunan antar wilayah di Indonesia yang masih timpang. Jika ketimpangan yang tinggi akan menimbulkan kecemburuan, ketidakadilan serta terjadi konflik dan akan berimplikasi ketentraman Oleh karena itu ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah yang terjadi pada tahun 2015 Ae2018 yang dalam kategori ketimpangan yang tinggi sangat timpang penting untuk diteliti. TUJUAN PENELITIAN Penelitian mengukur dan menganalisis faktor-faktor pembangunan wilayah antar provinsi di Indonesia. PEMBATASAN MASALAH Yang menjadi ruang lingkup dalam pembangunan ekonomi antar wilayah dengan menggunakan pendekatan Indeks Williamson pada 33 provinsi di Indonesia, nilai indeks pembangunan manusia . atuan indek. , nilai presentase infrastruktur jalan terhadap jumlah panjang jalan . atuan %). Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura total penanaman modal dalam negeri . atuan miliar rupia. , dan total penanaman modal asing . atuan juta US$). Data yang digunakan adalah data dari tahun 2015 sampai dengan 2018. Penelitian ini dilakukan pada 33 provinsi di Indonesia karena Provinsi Maluku tidak mempunyai data penanaman modal dalam negeri pada tahun 2015, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan penghitungan dan analisis. LANDASAN TEORI Disparitas Ekonomi Menurut Amstrong dan Taylor ada suatu daerah mengalami pertumbuhan output yang rendah tetapi dalam waktu yang bersamaan mengalami pertumbuhan output per tenaga kerja yang tinggi jika ada migrasi keluar dari yang bukan Kutipan tersebut memiliki arti bahwa setiap tenaga kerja akan semakin besar beban pekerjaannya . ketika tenaga kerja lain yang tidak bekerja harus keluar dari pekerjaan Secara kecenderungan adanya korelasi yang tinggi antara pertumbuhan output dan pertumbuhan output per kapita tetapi ada hubungan yang lebih rendah antara output per pekerja dan ukuran lainnya. Permasalahannya adalah ukuran mana yang lebih tepat digunakan dalam suatu Hal ini sangat tergantung pada untuk apa ukuran tersebut digunakan. Pertumbuhan output digunakan sebagai produktif yang tergantung pada faktor apa daerah tersebut lebih menarik dalam bidang modal atau tenaga kerja dibandingkan dengan daerah lainnya. Pertumbuhan output per tenaga kerja sering digunakan sebagai suatu indikator perubahan pada tingkat persaingan daerah tersebut dibandingkan dengan ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 daerah lainnya, sedangkan pertumbuhan output per kapita digunakan sebagai suatu indikator perubahan-perubahan kesejahteraan ekonomi. Dalam hal ini pendekatan pertumbuhan output per kapita yang digunakan dalam kajian ini yang secara umum dikenal sebagai pendapatan regional per kapita. Berbagai ketimpangan antar daerah selama ini ternyata belum mencapai hasil yang Alokasi pembangunan sebagai instrument untuk diperhatikan di masa mendatang. Strategi alokasi anggaran itu harus sekaligus menjadi alat mengurangi kesenjangan/ketimpangan Proses sumber-sumber, modal, keterampilan tenaga kerja, dan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu daerah merupakan pemicu dalam laju pertumbuhan ekonomi wilayah yang Adanya heterogenitas dan beragam karakteristik suatu wilayah menyebabkan kecenderungan terjadinya antarsektor ekonomi suatu daerah. Bertitiktolak dari kenyataan itu. Ardani kesenjangan/ ketimpangan antar daerah pembangunan dan merupakan suatu tahap perubahan dalam pembangunan itu sendiri. Menurut Myrdal . perbedaan tingkat kemajuan ekonomi antar daerah yang berlebihan akan menyebabkan pengaruh yang merugikan . ackwash Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura pengaruh yang menguntungkan . pread effect. terhadap pertumbuhan daerah, dalam hal ini mengakibatkan proses Pelaku-pelaku yang mempunyai kekuatan di pasar secara normal akan cenderung meningkat daerah (Arsyard, 1999: . Pertumbuhan ekonomi sangat kekayaan suatu negara atau wilayah. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi salah satu tujuan utama dari pembangunan suatu negara atau Pertumbuhan ekonomi menurut Soubbotina dan Sheram . dalam Bhinadi . selain meningkatkan kekayaan suatu negara juga berpotensi untuk menurunkan kemiskinan dan mengatasi permasalahan-permasalahan sosial lainnya. Meskipun sejarah juga mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi kadang-kadang kemajuan di dalam pembangunan Tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicapai oleh suatu negara atau wilayah yang satu berbeda-beda. Perbedaan disebabkan oleh beberapa factor yang menjadi sumber-sumber pertumbuhan Pertumbuhan Ekonomi Secara ekonomi dapat diartikan sebagai proses kenaikan output per kapita dalam jangka Dalam pengertian itu terdapat tiga aspek yang perlu digarisbawahi, yaitu proses, output per kapita, dan jangka panjang. Pertumbuhan sebagai proses, berarti bahwa pertumbuhan ekonomi bukan gambaran perekonomian pada suatu saat. Pertumbuhan ekonomi ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 berkaitan dengan output per kapita, berarti harus memperhatikan dua hal, yaitu output total (GDP) dan jumlah penduduk, karena output per kapita adalah output total dibagi dengan jumlah Aspek jangka panjang, mengandung arti bahwa kenaikan output per kapita harus dilihat dalam kurun waktu yang cukup lama ( 10, 20, atau 50 tahun, bahkan bisa lebih lama lag. Kenaikan output per kapita dalam satu atau dua tahun kemudian diikuti penurunan bukan pertumbuhan ekonomi (Hananai, 2. Teori pertumbuhan ekonomi pada dasarnya adalah suatu AuceriteraAy logis Teori menjelaskan dua hal, yaitu . mengenai faktor-faktor apa yang menentukan kenaikan output per kapita dalam jangka panjang, dan . mengenai bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi satu sama lain sehingga terjadi proses Satu hal yang perlu diingat bahwa dalam ilmu ekonomi tidak hanya terdapat satu teori pertumbuhan, tetapi terdapat banyak teori pertumbuhan. Menurut Todaro . terdapat tiga faktor atau komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi dari setiap bangsa, ketiganya adalah: . Akumulasi modal yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, . peralatan fisik dan modal Pertumbuhan penduduk beberapa tahun selanjutnya yang akan memperbanyak jumlah akumulasi kapital, . Model pertumbuhan neoklasik dipelopori oleh Robert M. Solow pada tahun 1950-an. Model pertumbuhan ini telah diterapkan dalam berbagai studi Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura empiris di banyak negara. Asumsi dasar yang dipakai dalam model ini antara lain, keluaran dihasilkan dari penggunaan dua jenis masukan yaitu modal dan tenaga kerja, perekonomian berada pada kondisi penggunaan tenaga kerja penuh, perekonomian berada dalam kondisi persaingan sempurna. Menurut klasik. Adam Smith. David Ricardo. Thomas Robert Malthus dan John Straurt Mill, maupun ekonom neo klasik. Robert Solow dan Trevor Swan, mengemukakan bahwa pada dasarnya ada empat faktor ekonomi yaitu . jumlah penduduk, . jumlah stok barang modal, . luas tanah dan kekayaan alam, dan . tingkat teknologi yang digunakan (Sukirno. Suatu perekonomian dikatakan berkembang apabila tingkat kegiatan ekonomi lebih tinggi dari pada apa yang dicapai pada masa sebelumnya. Kuznets . yang telah berjasa besar dalam memelopori analisis polapola pertumbuhan historis di negaranegara maju mengemukakan pada tahap-tahap pertumbuhan awal, distribusi namun pada tahap-tahap berikutnya hal itu akan membaik. Observasi inilah yang kemudian dikenal secara luas sebagai konsep kurva Kuznets U terbalik (Todaro. Arsyad pertumbuhan yang dipopulerkan oleh ekonom Perroux . menyatakan bahwa pertumbuhan tidak muncul di berbagai daerah pada waktu yang sama. Pertumbuhan hanya terjadi di beberapa tempat yang merupakan pusat . pertumbuhan dengan intensitas yang Untuk mengetahui gambaran ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 tentang pola dan struktur pertumbuhan ekonomi daerah dapat digunakan tipologi Klassen sebagai alat analisis. Sjafrizal . 7: 27-. menjelaskan bahwa dengan menggunakan alat analisis ini pertumbuhan masing-masing daerah yaitu daerah pertumbuhan cepat . apid growth regio. , daerah tertekan . etarded regio. , daerah sedang bertumbuh . rowing regio. dan daerah relatif tertinggal . elatively backward regio. Menurut Blomstrom et. Dalam pertumbuhan PDB per kapita dalam satu periode lebih dekat dipengaruhi oleh pembentukan modal periode selanjutnya, dibandingkan pembentukan modal pada periode-periode Lebih lanjut, hasil uji pembentukan modal periode setelahnya dari pada pengaruh pembentukan modal Maka, tidak ada bukti bahwa investasi adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Kelembagaan, iklim ekonomi dan investasi, kebijakan ekonomi yang mendorong pendidikan, aliran investasi langsung, pertumbuhan populasi yang rendah menjadi dasar tercapainya pertumbuhan ekonomi. Hubungan positif antara investasi asing dengan pertumbuhan ekonomi didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Kentor . Hasil investasi asing memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, yang dihasilkan oleh aliran masuk modal dan peningkatan jumlah tenaga kerja. Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Dalam jangka panjang, yang menarik bahwa investasi memberikan dampak Dampak negatif dari investasi asing tidak tampak akan menurun. Alasan adanya efek negatif yang terusmenerus merefleksikan dua aspek investasi asing. Pertama, efek negatif merefleksikan stabilitas investasi asing sepanjang waktu. Infrastruktur yang dibangun dengan modal asing sangat kondusif bagi investasi selanjutnya. Struktur politik dan sosial yang berkembang, ketertarikan pemerintah dan relasi yang kuat dengan investor asing akan memperlancar investasi asing di masa yang akan datang. Infrastruktur ekonomi menciptakan kerjasama dengan meningkatkan ketertarikan bagi investasi asing lebih tinggi. Teori Pertumbuhan Ekonomi Model Harrod-Domar Dalam khasanah ilmu ekonomi pembangunan, yang menjadi sangat populer dan berkembang setelah Perang Dunia 2. Roy F. Harrod dan EvseyDomar, dua ekonom yang membangun teori masing-masing tanpa kerjasama, jelas tidak bisa Gagasan dalam teori Harrod-Domar berfokus pada satu pernyataan penting bahwa kunci pertumbuhan ekonomi ada pada Dengan kapasitas produktif selalu berkait Teori berusaha memadukan pandangan kaum Klasik yang dianggap terlalu ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 menekankan pada sisi penawaran (Supply Sid. dan pandangan Keynes yang lebih menekankan pada sisi permintaan . emand sid. HarrodDomard mengatakan bahwa investasi memainkan peran ganda. Disatu sisi kemampuan produktif . roductive sementara disisi lain investasi juga . emand Oleh kerena itu. H-D merupakan faktor penentu yang sangat penting terhadap pertumbuhan Aspek yang dikembangkan adalah aspek yang menyangkut peranan investasi (I) dalam jangka Dalam Keynes, (I) mempengaruhi permintaan agregat (D) tetapi tidak mempengaruhi penawaran agregat (S). Menurut H-D, pengeluaran investasi tidak hanya berpengaruh . ewat proses multiplie. terhadap permintaan agregat (D), tetapi juga terhadap permintaan terhadap kapasitas produksi. Secara sederhana kaitan antara pertumbuhan ekonomi, tabungan dan investasi dalam versi model H-D dapat dinyatakan sebagai berikut: Perekonomian dalam keadaan . ull dan barang-barang modal dalam masyarakat digunakan secara Perekonomian terdiri dari dua sektor, yaitu sektor rumah tangga dan sektor perusahaan, berarti Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura pemerintah dan perdagangan luar negeri tidak ada. Besarnya tabungan masyarakat besarnya pendapatan nasional, berarti fungsi tabungan dimulai dari titik nol. Kecenderungan untuk menabung . arginal propensty to save = MPS) besarnya tetap, demikian juga ratio antara modal output . apital output ratio = COR) dan ratio pertambahan modal output . ncremental capital output rato = ICOR) Harrod-Domar, perekonomian dapat menyisihkan pendapatan nasionalnya jika hanya barang-barang modal . edung-gedung, peralatan dan materia. yang rusak. Namum untuk diperlukan investasi-investasi baru sebagai tambahan stok modal. Jika dianggap ada hubungan ekonomis secara langsung antara besarnya stok modal (K) dan output modal (Y), maka setiap tambahan bersih terhadap stok . nvestasi mengakibatkan kenaikan output total sesuai dengan rasio modal output tersebut, hubungan ini dikenal dengan istilah COR. Menurut Model Harrod-Domar peningkatan the marginal product of depresiasi akan meningkatkan laju Akumulasi modal melalui investasi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Model ini juga mempunyai implikasi negara-negara ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 berkembang, tanaga kerja merupakan sumber yang sangat berlimpah tetapi di sisi lain modal fisik tidak semelimpah tenaga kerja sehingga kemajuan ekonominya lebih lambat. Negara-negara berkembang tidak memiliki rata-rata pendapatan yang terjadinya peningkatan laju tabungan, oleh karenanya akumulasi stok modal melalui investasi menjadi rendah. Meski tidak lepas dari kritik di sana-sini. Harrod-Domar dianggap membongkar tradisi Keynesian yang mengabaikan variabel-variabel jangka panjang, kendati masih bekerja dengan kerangka dasar berpikir yang Keynes, mengenai asumsi full employment. Dan lebih penting dari itu adalah bahwa model Harrod-Domar telah memberi inspirasi kepada ilmuwailmuwan lain untuk membentuk perkembangan teori pertumbuhan menempatkan faktor modal dan investasi pada posisi vital dalam peningkatan pendapatan, kapasitas produksi dan employment. Model Harrod-Domar, begitu juga teori-teori yang merupakan hasil elaborasi pengalaman negara maju. Harrod sendiri, menyadari benar hal itu membuat modifikasi agar modelnya Ia, melihat problem tabungan yang rendah di negara terbelakang bisa diselesaikan dengan ekspansi kredit bank dan penanaman modal otomatis dari keuntungan inflasioner di pasar modal. Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Teori Pertumbuhan Ekonomi Model Solow Pada tahun 1956. Model Harrod-Domar pengembangan yang dilakukan oleh Robert Solow. Model pertumbuhan Solow dirancang untuk menunjukkan bagaimana pertumbuhan dalam stok modal, pertumbuhan angkatan kerja dan kecanggihan teknologi dalam ekonomi, dan bagaimana efekefeknya terhadap total output baik barang maupun jasa (Mankiw, 2. Model Pertumbuhan Solow mempunyai dua implikasi, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Implikasi jangka pendek dari Model Pertumbuhan Solow adalah ukuran kebijakan seperti pemotongan pajak, berdampak pada tingkat steady state dari output tetapi tidak berdampak terhadap laju pertumbuhan jangka Implikasi selanjutnya adalah dampak pada jangka pendek sebagai konvergensi ekonomi kepada tingkat konvergensi tersebut ditentukan oleh akumulasi modal. Pada jangka panjang, laju pertumbuhan ditentukan oleh variabel yang berada di luar Model Solow. Prediksi pada umumnya terhadap model ini bahwa ekonomi akan selalu terkonvergen pada laju pertumbuhan steady state, yang mana hanya teknologi dan laju pertumbuhan angkatan kerja. Dalam jangka waktu yang sangat panjang, akumulasi ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Hal ini disebabkan oleh asumsi kunci dari model Pertumbuhan Neo Klasik Dengan stok tenaga kerja yang tetap, dampak akibat akumulasi modal terhadap output akan selalu kurang dari output sebelumnya. Untuk penyederhanaan diasumsikan tidak terjadi perkembangan teknologi atau diminishing return akan menyebabkan sejumlah modal baru membuat modal peningkatan dalam depresiasi. Pada titik ini, karena asumsinya tidak terjadi pertumbuhan angkatan kerja, maka ekonomi akan berhenti tumbuh. Menurut Romer peningkatan secara permanen pada peningkatan temporer pada laju perubahan laju tabungan mempunyai level effect tetapi tidak berdampak pada pertumbuhan. Sehingga dalam model Solow, hanya perubahan laju berpengaruh terhadap pertumbuhan Model Solow bagaimana pengaruhnya terhadap output barang dan jasa suatu negara secara keseluruhan. Seperti halnya Solow menganggap bahwa penawaran dan Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura memainkan peranan penting dalam suatu perekonomian. Secara teoritis, penawaran barang didasarkan pada fungsi produksi yang menyatakan bahwa persediaan output bergantung pada persediaan modal dan angkatan Modal dalam bentuk investasi Tabungan yang tinggi juga bukan suatu hal yang bagus jika tidak Tugas kebijakan adalah menetapkan tingkat tabungan yang ideal atau tingkat kondisi mapan dalam perekonomian. Tujuan pembuat kebijakan adalah Oleh konsumsi . ukan pada modal dan pembuat kebijakan yang jeli akan memilih kondisi mapan dengan tingkat konsumsi tertinggi. Nilai kondisi konsumsi inilah yang disebut tingkat modal kaidah emas (Golden Rule Level of Capita. (Mankiw, 2. Jika model Harrod-Domar hanya memfokuskan pada faktor tabungan dan investasi, maka dalam model ini, selain faktor kapital. Solow juga menekankan pentingnya faktor tenaga kerja dan teknologi. Banyak para ahli ekonomi yang meyakini bahwa model pertumbuhan Solow adalah titik awal bagi sebagian besar analisis ekonomi, bahkan untuk model-model yang secara mendasar berbeda dari model Solow, akan lebih mudah dipahami dengan model pertumbuhan Solow Model Solow memfokuskan pada empat variabel: output (Y), modal (K), tenaga kerja (L) dan ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 "pengetahuan" "efektivitas tenaga kerja" (A). Pada waktu tertentu, ekonomi memiliki sejumlah pengetahuan yang kombinasinya menghasilkan output. Ada dua ciri dari fungsi produksi ini yang perlu dicatat. Pertama waktu tidak masuk dalam fungsi produksi secara langsung tetapi hanya melalui K. L dan A. Artinya adalah bahwa output akan berubah terhadap waktu hanya jika input produksinya berubah. Kedua. A dan L masuk secara multiplikatif. menunjukkan tenaga kerja yang efektif dan perkembangan teknologi Asumsi penting dalam model yang terkait dengan fungsi produksi adalah: pertama, constant return to scale yang dijelaskan dengan 2 input modal . dan tenaga kerja efektif . ffective labo. Dengan menggandakan jumlah modal dan . ebagai contohnya, dengan menggandakan K dan L dengan A teta. maka akan menggandakan jumlah produksinya. Asumsi kedua adalah bahwa input selain modal, tenaga kerja dan pengetahuan adalah relatif tidak Khususnya, sumberdaya alam lainnya. Jika menggandakan modal dan tenaga Namun sumberdaya alam nampaknya bukan merupakan kendala utama untuk Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Model Solow mengidentifikasi ada dua sumber keragaman baik terhadap waktu atau antar bagian di dunia untuk output per tenaga kerja, yaitu perbedan modal per tenaga kerja (Kf ) dan perbedaan pada efektivitas tenaga kerja (A). Hanya pertumbuhan pada tenaga kerja efektif yang dapat menyebabkan pertumbuhan permanen pada output per tenaga kerja. Akibatnya, hanya perbedaan pada tenaga kerja efektif menghitung perbedaan kesejahteraan antar waktu dan ruang. Khususnya, kesimpulan model Solow adalah bahwa jika pengembalian pada modal berkontribusi terhadap output, maka keragaman dalam akumulasi modal fisik tidak akan berkontribusi secara nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia atau perbedaan pendapatan antar negara. Ada dua masalah dalam menghitung besarnya perbedaan pendapatan berdasarkan perbedaan Pertama, perbedaan modal yang dibutuhkan adalah terlalu besar. Tidak ada bukti mengenai perbedaan pada stok modal. Kenyataannya bahwa rasio modal-output adalah konstan terhadap waktu. Kedua, adalah perbedaan dalam output untuk modal yang berbeda tanpa perbedaan tenaga kerja efektif akan berimplikasi pada keragaman yang sangat besar pada tingkat pengembalian terhadap Jika pasar bersifat kompetitif, tingkat pengembalian terhadap modal . Sumber keragaman potensial lainnya pada output per tenaga kerja ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 dalam model Solow adalah efektivitas tenaga kerja. Perbedaan standar hidup yang terkait dengan perbedaan membutuhkan perbedaan modal yang Di sepanjang jalar tumbuh dengan tingkatan yang sama dengan output dan produk marginal dari modal, f . adalah konstan. Teori Pertumbuhan Baru (New Growth Theor. Model yang telah dikembangkan oleh para ahli terdahulu tidak memuaskan tentang pertumbuhan Dalam teori Modern, faktorfaktor yang krusial tidak hanya L . dan K . , tetapi juga pertumbuhan T . E . BB . ahan bak. , dan Mt . Selain itu faktor lain yang oleh teori modern juga dianggap ketersediaan dan kondisi infrastruktur, hukum serta peraturan, stabilitas politik, kebijakan pemerintah . ang pengeluaran pemerinta. , birokrasi, dan dasar tukar internasional (TOT). Pentingnya faktor-faktor ini dapat dilihat dari kasus-kasus negara Afrika. Menurut hasil studi yang ada (Tambunan, pembangunan ekonomi di negaranegara disebabkan oleh kualitas L nya yang rendah, politik yang tidak stabil. Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Dilihat dari kerangka pemikiran perbedaan mendasar dengan teori Dalam teori modern, kualitas L lebih penting dari pada Kualitas L tidak hanya dilihat dari tingkat pendidikan, tetapi juga dari kualitas kesehatannya. Tingkat pendidikan biasanya diukur berdasarkan persentase L yang berpendidikan tinggi terhadap jumlah penduduk yang terdaftar dalam suatu tingkat pendidikan tertentu, misalnya pendidikan dasar. Sedangkan tingkat berdasarkan tingkat harapan hidup. Demikian juga halnya dengan K, kualitas lebih penting dari pada kuantitas . kumulasi K). Teori ekonomi sudah berlangsung dari tahun 1940 an diawali dengan teori dari Keynes dan Harrod Ae Domar . alam Tambunan, 2. Pada awalnya teori neo klasik ini hanya dua faktor produksi yang dianggap penting bagi pembentukan atau pertumbuhan output (Y), yaitu : barang modal (K) dan manusia atau tenaga kerja (L). Teori pertumbuhan neo klasik ini didasarkan pada fungsi produksi Cobb- Douglas, yaitu: Yt = Tt . Kt Lt Dimana : = Tingkat produksi . pada periode t = Tingkat = Jumlah stok modal pada = Jumlah tenaga Kerja. Pada = masing-masing produktivitas tenaga kerja dan modal. ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Disparitas Antar Daerah Pertumbuhan Ekonomi Berbicara tentang disparitas antar wilayah, berarti berbicara tentang distribusi pendapatan. Dan isu tentang distribusi pendapatan menjadi sorotan dalam debat politik sejak abad 19. Jika diasumsikan bahwa setiap individu di kepuasan yang sama dan konkaf, artinya bahwa equality pendapatan akan memaksimalkan kesejahteraan sosial (Bigsten, 1. Ketertarikan tentang disparitas antar negara dimulai dari penelitian yang dilakukan oleh Kuznet . dalam Bhinadi . yang mengembangkan hipotesis bahwa pada awalnya disparitas akan meningkat dan selanjutnya akan Dalam penelitian tersebut dinyatakan bahwa pada pertumbuhan terkonsentrasikan di wilayah-wilayah yang sudah modern. Atau dengan kata lain pertumbuhan di wilayah yang sudah modern akan lebih cepat dibandingkan dengan wilayah lain. Pada negeranegara berkembang dimana sektor pertanian masih mendominasi, tingkat disparitas sangat kecil. Ketika kemudian industrialisasi, menyebabkan tingkat disparitas akan meningkat. Penelitian yang dilakukan oleh Karvis . dan Oshima . dalam Todaro penelitian yang dilakukan oleh Kuznet . Karvis dan Oshima menyajikan data yang mendukung Hipotesis Kuznet bahwa pada awalnya pertumbuhan meningkatkan tingkat disparitas, dan alasannya adalah bahwa perubahan Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura peningkatan dalam tingkat disparitas. Dalam penelitiannya juga ditemukan bukti bahwa ekonomi dengan distribusi pembangunannya mampu tumbuh lebih pendapatan yang relatif baik. Kesenjangan dalam pendapatan per kapita akan menaik pada saat-saat permulan pertumbuhan ekonomi untuk kemudian menurun setelah pertumbuhan ekonomi berlangsung dalam tempo yang Kuznet menjabarkan adanya trade off antara pertumbuhan ekonomi dengan distribusi yang merata dalam pendapatan per kapita. Kuznet juga menekankan bahwa untuk mengukur formasi modal adalah tidak tepat dan tidak efisien bila hanya kepada modal fisik . hysical capita. dan modal tetap Pendidikan, kesehatan dan sebagainya ternyata memberikan kontribusi yang besar artinya bagi pengembangan efisiensi dan (Rachbini, 2. Terdapat dua penjelasan dalam Kuznet, mengemukakan hubungan kausal antara pertumbuhan ekonomi dengan distribusi Sedangkan penjelasan yang kedua mengemukakan hubungan kausal antara distribusi ekonomi (Arief, 1. Penjelasan hubungan yang pertama dijelaskan dalam dua tahap, pertama ketiga perekonomian mulai tumbuh terjadi ekspansi dalam sektor modern yang distribusi pendapatan. Kesenjangan semakin besar sehingga pengusahapengusaha di sektor modern menikmati ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 propensity to save yang lebih tinggi. Tingkat tabungan perorangan yang lebih tinggi pada akhirnya akan digunakan Pada tahap kedua dimana pertumbuhan ekonomi pada taraf yang sudah matang, kesenjangan distribusi pendapatan akan menurun pada waktu surplus tenaga kerja telah berpindah kerja ke sektor-sektor yang modern peningkatan upah. Tingkat disesuaikan dengan porsi upah dalam nilai output sehingga akan sama nilainya dengan tingkat produksi barang-barang kebutuhan pokok . age good. Hal ini pertumbuhan nilai tambah dalam sektor pertanian yang pada gilirannya akan mengakibatkan pertumbuhan output keseluruhan dalam perekonomian. Pada penjelasan kedua, adalah ketika dicapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, penduduk golongan miskin mulai meningkatkan investasinya sebagaimana yang telah dilakukan oleh golongan kaya. Ketika seluruh kelompok masyarakat memperoleh manfaat yang lebih baik melalui investasi human capital, maka kesenjangan distribusi human capital dan pendapatan menjadi lebih baik. Justifikasi mengenai hubungan disparitas dengan pertumbuhan ekonomi yang positif hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Terdapat lima alasan yang dapat dijadikan kritik terhadap justifikasi di atas. Pertama, disparitas dan kemiskinan yang cukup besar dapat menciptakan kondisi dimana membiayai anak-anaknya mendapatkan Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura pendidikan yang lebih baik, tidak ada kesempatan investasi fisik maupun moneter yang membuat anak-anak menjadi beban finansial bagi pemerintah. Secara bersama-sama hal di atas menyebabkan pertumbuhan akan lebih Kedua, kenyataannya bahwa pelaku bisnis, politisi, dan komunitas kalangan kaya lainnya diketahui banyak menghabiskan barang-barang . , rumah mewah, sehingga tidak ada investasi pada sumber-sumber yang produktif. Ketiga, masyarakat dengan pendapatan rendah yang mana dimanifestasikan sebagai masyarakat yang memiliki tingkat kesehatan rendah, pendidikan rendah serta produktifitas yang pula rendah secara langsung dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Keempat, pendapatan masyarakat miskin akan menstimulus keseluruhan peningkatan permintaan produk, yang pada akhirnya ekonomi yang semakin baik. Kelima, disparitas pendapatan yang cukup lebar pembangunan ekonomi (Todaro, 2. Pengukuran Disparitas Indikator yang dapat menunjukkan perubahan atau peningkatan di bidang ekonomi adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dari perubahan besaran Produk Domestik Regional Bruto dari tahun ke tahun ini maka didapatlah angka pertumbuhan ekonomi Untuk mengukur tingkat kesenjangan ekonomi antar wilayah dapat menggunakan berbagai macam Salah satunya adalah ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 menggunakan Indeks Williamson dan Indeks Theil. Indeks Williamson Williamson hubungan antar disparitas regional ekonomi, dengan menggunakan data ekonomi yang sudah maju dan ekonomi yang sedang berkembang, ditemukan bahwa selama tahap awal pembangunan, disparitas regional daerah-daerah tertentu. Pada tahap yang lebih matang dari pertumbuhan keseimbangan antar daerah dan Proses mobilisasi sumber-sumber, berupa akumulasi modal, ketrampilan tenaga kerja, dan sumber daya alam yang dimiliki oleh suatu daerah merupakan pemicu dalam laju pertumbuhan ekonomi wilayah yang bersangkutan. Adanya heterogenitas dan beragam terjadinya ketimpangan antardaerah dan antarsektor ekonomi suatu Bertitiktolak dari kenyataan itu. Ardani . mengemukakan bahwa kesenjangan/ ketimpangan antar daerah merupakan konsekuensi logis pembangunan dan merupakan pembangunan itu sendiri. Menurut Myrdal perbedaan tingkat kemajuan ekonomi antar daerah yang berlebihan akan . ackwash Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura . pread terhadap pertumbuhan daerah, dalam Ukuran pembangunan yang lebih penting lagi antarwilayah/daerah adalah dengan Williamson. Untuk ketimpangan pembangunan antar propinsi di Indonesia mengunakan regional . egional in equalit. yang Williamson (Sjafrizal, 1. Di mana : Yi =PDRB per kapita di Provinsi i Y =PDRB per kapita rata-rata Nasional/Indonesia fi =jumlah penduduk di Provinsi i n =jumlah Nasional/Indonesia Hasil pengukuran dari nilai Indeks Williamson ditunjukkan oleh angka 0 sampai angka 1 atau 0 < VW < 1. Jika indeks Williamson semakin mendekati angka 0 maka semakin kecil ketimpangan pembangunan ekonomi dan jika indeks Williamson semakin mendekati angka 1 maka kriteria indeks Williamson yaitu : Besarnya Vw > 1 = ketimpangan sangat tinggi Besarnya Vw 0,7 Ae1 =ketimpangan Besarnya Vw 0,4 - 0,69 = ketimpangan sedang ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Besarnya Vw < 0,39 = ketimpangan Indeks Theil Menurut Kuncoro . 1: . , konsep entropi Theil dari distribusi pada dasarnya merupakan aplikasi mengukur ketimpangan ekonomi dan konsentrasi industri. Studi empiris Theil menawarkan pandangan yang tajam mengenai pendapatan regional per kapita dan kesenjangan pendapatan, distribusi produk domestic bruto Untuk mengukur ketimpangan pendapatan regional bruto propinsi. Ying Indeks ketimpangan regional Theil tersebut dapat dibagi/diurai menjadi dua sub indikasi yaitu ketimpangan regional dalam wilayah dan ketimpangan regional antarwilayah atau regional (Ying, 2000: . Disamping itu Indeks Entropi Theil juga lazim digunakan dalam sebagaimana digunakan oleh Akita dan Alisyahbana . dalam studinya yang dilakukan di Indonesia. Data yang diperlukan untuk mengukur indeks ini sama dengan data yang diperlukan untuk mengukur indeks Williamson yaitu PDRB perkapita untuk setiap wilayah dan jumlah Bila indeks mendekati 1 artinya sangat timpang dan bila indeks mendekati 0 berarti sangat Penggunaan indeks entropi Theil sebagai ukuran ketimpangan mempunyai kelebihan tertentu yaitu Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ketimpangan dalam daerah dan antar daerah secara sekaligus sehingga cakupan analisa menjadi lebih luas dan dengan indeks ini dapat pula . alam persentas. masing-masing daerah terhadap ketimpangan pembangunan wilayah secara keseluruhan sehingga dapat memberikan implikasi kebijakan yang cukup penting. ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 data Regresi Linier Berganda, sebagai Keterangan : REGINEQ : Ketimpangan ekonomi HDI : Indeks ROAD : Infrastruktur jalan DDI : Penanaman modal dalam FDI : Penanaman modal asing METODOLOGI PENELITIAN Jenis data yang digunakan dalam HASIL DAN PEMBAHASAN penelitian ini yaitu data sekunder. Hasil Penelitian dimana data yang diperoleh bersumber Hasil Analisis Uji Normalitas dan dari Publikasi Badan Pusat Statistik Asumsi Klasik (BPS). Data yang digunakan dalam Uji Normalitas dan Asumsi Klasik penelitian ini yaitu data pada level dilakukan agar data yang akan diteliti adalah untuk memberikan kepastian Teknik pengumpulan data yang bahwa persamaan regresi yang didapatkan memiliki ketepatan dalam menggunakan teknik dokumentasi. Pada estimasi, tidak bias dan konsisten. penelitian ini digunakan metode analisis Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Prob. Jarque-Bera 0,0000 18,53783 Sumber: Data diolah, 2019 Hasil di atas nilai Prob < . , disimpulkan bahwa didapatkan bahwa nilai Jarque-Bera < Chi-Squaretabel . ,3. dan Tabel 2. Hasil Uji Multikolinearitas FDI HDI ROAD DDI 1,000 0,467 0,280 0,280 0,467 1,000 0,091 0,041 0,328 0,091 1,000 0,743 0,285 0,061 0,743 1,000 Sumber: Data diolah, 2019 Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 Hasil uji asumsi klasik yaitu uji matriks koefisien korelasi < 0,8, multikolinearitas pada tabel 2 dapat artinya bahwa tidak terjadi masalah disimpulkan bahwa semua nilai Tabel 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Chi-Square tabel Chi-Square hitung 0,0000 18,53783 Sumber: Data diolah, 2019 Hasil uji heteroskedastisitas pada disimpulkan bahwa tidak terjadi tabel 3 di atas diperoleh bahwa nilai masalah heteroskedastisitas. Chi-Square hitung < Chi-Square tabel. Hasil Pemilihan Estimasi Model melakukan uji pemilihan teknik Untuk menentukan model terbaik estimasi regresi, yaitu uji Chow dan uji dapat digunakan, peneliti Hausman. Tabel 4. Hasil Uji Chow Effect Test Statistic Prob. Cross-Section Chi-Square 604,718153 0,0000 Sumber: Data diolah, 2019 Hasill uji Chow pada tabel 4 Setelah itu melakukan didapatkan bahwa nilai Prob < dengan uji Hausman. artinya model terbaik FEM. Tabel 5. Hasil Uji Hausman Test Summary Chi-Sq Statistic Chi-Sq Prob. Cross-Section Random 15,849097 0,0032 Sumber: Data diolah, 2019 Hasil uji Hausman pada tabel 5 digunakan adalah FEM (Fixed Effect didapatkan bahwa nilai Prob < Mode. artinya model terbaik yang Hasil Analisis Regresi Metode Panel model terbaik FEM (Fixed Effect Hasil analisis regresi metode panel Mode. , dijelaskan pada table 6 di yang dilakukan dengan menggunakan bawah ini: Tabel 6. Hasil Analisis Regresi FEM Variabel Koefisien t-test Prob. Signifikasi 0,639827 0,0137 HDI -0,001933 -2,513106 0,5211 Tidak Signifikan ROAD 0,000112 0,643989 0,0447 Signifikan DDI -0,000000189 -2,034823 0,0000 Signifikan 0,00000870 4,877233 0,0137 Signifikan FDI Sumber: Data diolah, 2019 Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Berdasarkan hasil analisis pada tabel 6 didapatkan hasil persamaan regresisebagai berikut : Oe Oe Keterangan : REGINEQ : Ketimpangan ekonomi HDI : Indeks ROAD : Infrastruktur jalan DDI : Penanaman dalam negeri FDI : Penanaman modal asing Hasil estimasi regresi data panel FEM Cross-section Weight dapat diketahui bahwa setiap negara berbeda, hal ini menunjukkan bahwa setiap negara memiliki perbedaan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap Disparitas Pembangunan Ekonomi Antar wilayah di setiap Tentunya hasil konstanta masing-masing provinsi yang diteliti (C. konstanta umum (C) pada model persamaan panel dengan metode Fixed Effect Model (FEM) Crosection Weights yang menghasilkan nilai konstanta kontribusi (Ci C). Variabel indeks pembangunan manusia didapatkan memiliki tstatistik sebesar -2,513106 < t-tabel sebesar -2,268287 dan nilai prob 0,0137 < 0,025 ini menunjukan bahwa indeks pembangunan menusia tehadap disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah pada 33 Indonesia. Variabel infrastruktur jalan didapatkan memiliki ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 t-statistik sebesar 0,643989 < t-tabel sebesar 2,268287 dan nilai prob 0,5211 > 0,025 ini menunjukan memiliki pengaruh dan tidak signifikan terhadap disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah pada 33 Indonesia. Variabel penanaman modal dalam negeri memiliki t-statistik sebesar -2,034823 > t-tabel sebesar -2,268287 dan nilai prob 0,0447 > nilai 0,025 menunjukan bahwa penanaman modal dalam negeri tidak memiliki pengaruh terhadap disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah pada 33 provinsi di Indonesia. Dan variabel penanaman modal asing didapatkan memilikit-statistik sebesar 4,87723 > t hitung sebesar 0,0000 < 0,025 modal aisng memilki pengaruh secara pembangunan ekonomi antar wilayah pada 33 provinsi di Indonesia. Berdasarkan hasil diatas didapatkan memiliki F-statistik sebesar 4081,033 > F hitung 2,44307 dan nilai prob 0,0000 < 0,05 menunjukan bahwa variabel indeks penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing berpengaruh terhadap disparitas ekonomi antar wilayah pada 33 provinsi di Indonesia. Serta didapatkan bahwa nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,999354 sebesar 99,9354 % ini menjelaskan bahwa variasi dari pembangunan manusia, infrastruktur jalan, penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing mampu Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura menjelaskan perubahan pada variabel disparitas pembangunan ekonomi antar wilayah. Dan sisanya sebesar 0,0646 dipengaruhi faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Pembahasan Penelitian - Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia Terhadap Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Antar Hasil analisis penelitian ini pembangunan manusia menunjukkan tanda negatif dan berpengaruh ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah pada 33 provinsi di Indonesia. Artinya, pembangunan manusia meningkat maka ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah menurun dan begitupun sebaliknya. Dengan kata lain bahwa jika suatu daerah yang pendidikan yang tinggi, artinya masyarakat daerah tersebut mampu produktivitas yang tinggi sehingga akan meningkatkan pertumbuhan - Pengaruh Infrastruktur Jalan Terhadap Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Antar Variabel menunjukkan tanda positif namun ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah pada 33 provinsi di Indonesia. Tidak pengaruh infrastruktur jalan terhadap ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah dapat dikarenakan ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 bahwa dalam lancarnya mobiltas barang dan jasa yang dapat membuka perekonomian suatu daerah ke daerah lainnya dari infrastruktur jalan peneliti menggunakan infrastruktur jalan nasional, tetapi dalam mobilitas barang dan jasa bahwa bukan hanya infrastruktur jalan nasional tetapi kabupaten kota, jalan raya maupun jalan tol dan layanan infrastruktur Infrastruktur jalan nasional hanya sebagian kecil dari infrastruktur jalan yang dapat mempengaruhi ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah. - Pengaruh Penanaman Modal Dalam Negeri Terhadap Ketimpangan Pembangunan Ekonomi Antar Penanaman negeri menunjukkan tanda negatif namun tidak berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah pada 33 provinsi di Indonesia. Hasil penelitian tidak ini sesuai dengan teori Myrdal dalam Jhingan (Jhingan, 2. dengan teorinya bahwa perpindahan modal meningkatkan ketimpangan regional atau ketimpangan ekonomi antar Kemudian variabel penanaman modal asing menunjukkan positif dan berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah pada 33 provinsi di Indonesia. Artinya, pembangunan ekonomi antar wilayah meningkat dan begitupun sebaliknya. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura Myrdal dalam Jhingan (Jhingan, 2. perpindahan modal ketimpangan ekonomi antar wilayah. Diketahui pada wilayah maju, investasi dapat terangsang jika permintaan meningkat. Tetapi pada investasi akan lebih baik sehingga terbelakang mengalami kelangkaan Salah satunya dengan tidak meratanya penanaman modal asing yang menyebabkan ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah meningkat yaitu, kurangnya daya tarik investor asing terhadap daerah terbelakang karena berbagai faktor, infrastruktur atau kurang menunjang infrastruktur sehingga investor asing tidak tertarik, karena dibutuhkannya menunjang akan lebih menjamin modal investor asing berkembang tertarik menanakan modalnya. KESIMPULAN Bedasarkan hasil analisis dapat kesimpulan bahwa secara parsial Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh pembangunan ekonomi antar wilayah, sedangkan infrastruktur jalan dan penanaman modal dalam negeri tidak memiliki pengaruh terhadap ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah. Penanaman modal asing berpengaruh pembangunan ekonomi antar wilayah. Secara simultan indeks pembangunan ISSN : 2086-4515 Volume 10. Nomor 1. Juli 2019 manusia, infrastruktur jalan, penanaman modal dalam negeri, dan penanaman modal asing berpengaruh terhadap ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah pada 33 provinsi di Indonesia. Ketimpangan ekonomi di Indonesia berada pada ketimpangan pada antar provinsi juga cenderung masih dalam kategori sedang dan tinggi oleh karena itu perlu adanya kebijakan ekonomi maupun non ekonomi yang saling berkaitan dan mendukung ekonomi antar wilayah dapat menurun dan lebih merata baik. Indeks pembangunan manusia ketimpangan pembangun ekonomi antar wilayah, hal ini mengimplikasikan bahwa kualitas sumber daya manusia mampu menurunkan ketimpangan. Oleh karena itu pemerintah harus meningkatkan indeks pembangunan manusia yang termasuk dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan harapan hidup. Dalam penggunaan variabel infrastruktur jalan bahwa infrastruktur jalan hanya sebagian ketimpangan pembangunan ekonomi, selain jalan nasional dapat meggunakan provinsi, jalan kabupaten/kota, jalan raya, jalan tol, dan infrastruktur ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah dan. Investasi pada provinsi di Indonesia yaitu penanaman modal dalam negeri dan penanaman memprioritaskan dan merangsangan investasi dalam negeri dan asing di daerah terbelakang serta melakukan Yuniar Sri Hartati - Analisis Disparitas Wilayah Antar Provinsi di Indonesia JURNAL EKONOMI & BISNIS Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura investasi pada sektor-sektor ketimpangan pembangunan ekonomi antar wilayah pada provinsi di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA