Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik. Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Volume. Nomor. 1 Januari 2026 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal 77-91 DOI: https://doi. org/10. 61132/konstruksi. Tersedia: https://journal. id/index. php/Konstruksi Analisis Ketersedian dan Keterjangkauan Sarana Prasarana di Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Amat Solleh Universitas Terbuka. Indonesia *Penulis Korespondensi: amatsolleh7@gmail. Abstract. Mawang Village occupies a strategic position as a buffer zone integrating the administrative center of Gowa Regency with other growth centers, featuring the ecological asset of Lake Mawang, which holds significant potential for ecotourism development. However, a discrepancy exists between spatial planning policies and the actual development of facilities and infrastructure on the ground. This study aims to identify the availability, accessibility, and physical feasibility of regional facilities and infrastructure as a fundamental database for area The method employed is descriptive-quantitative with a comparative analysis approach referring to the SNI 03-1733-2004 standards and spatial analysis. The findings indicate that religious and commercial/service facilities exhibit very high service levels with surplus conditions, while basic health facilities and early childhood education remain below minimum service standards. Spatially, the distribution of facilities tends to be concentrated along the main corridor, creating accessibility disparities for residents in inner residential areas. The collector road infrastructure is functionally adequate but lacks pedestrian facilities, while local roads suffer from pavement quality degradation. Furthermore. Lake Mawang, as a primary tourist attraction, still lacks basic supporting facilities. The implications of this research emphasize the need for equitable distribution of health facilities, revitalization of road quality, and the formulation of a comprehensive spatial detail plan for the lake area to achieve sustainable regional development based on local potential. Keywords: Accessibility. Ecotourism. Lake Mawang. Level of Service. Public Facilities. Abstrak. Kelurahan Mawang memiliki posisi strategis sebagai kawasan penyangga yang mengintegrasikan pusat pemerintahan Kabupaten Gowa dengan pusat pertumbuhan lainnya, serta memiliki aset ekologis Danau Mawang yang berpotensi menjadi destinasi ekowisata. Namun, terdapat kesenjangan antara kebijakan rencana tata ruang dengan realitas pembangunan sarana dan prasarana di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan, keterjangkauan, serta kelayakan fisik sarana dan prasarana wilayah sebagai basis data pengembangan kawasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis komparatif merujuk pada standar SNI 03-1733-2004 serta analisis keruangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sarana peribadatan dan perdagangan/jasa memiliki tingkat pelayanan yang sangat tinggi dengan kondisi surplus, sementara sarana kesehatan dasar dan pendidikan anak usia dini masih berada di bawah standar pelayanan Secara spasial, distribusi fasilitas cenderung terkonsentrasi di sepanjang jalan poros utama sehingga menciptakan disparitas akses bagi penduduk di area permukiman yang lebih dalam. Kondisi prasarana jalan kolektor memadai secara fungsional namun belum dilengkapi fasilitas pejalan kaki, sedangkan jalan lokal mengalami degradasi kualitas perkerasan. Selain itu. Danau Mawang sebagai pusat daya tarik wisata masih kekurangan fasilitas pendukung dasar. Implikasi dari penelitian ini menekankan perlunya pemerataan distribusi fasilitas kesehatan, revitalisasi kualitas jalan, serta penyusunan rencana detail tata ruang yang komprehensif pada kawasan danau guna mewujudkan pengembangan wilayah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal. Kata kunci: Aksesibilitas. Danau Mawang. Ekowisata. Fasilitas Umum. Tingkat Pelayanan. LATAR BELAKANG Kelurahan merupakan unit administratif terkecil yang memegang peranan krusial dalam implementasi kebijakan pembangunan lokal. Sebagai representasi pemerintah di tingkat akar rumput, kelurahan berfungsi sebagai jembatan birokrasi sekaligus garda terdepan dalam pelayanan publik, identifikasi kebutuhan masyarakat, serta pengelolaan potensi wilayah. Salah satu wilayah yang memiliki signifikansi strategis adalah Kelurahan Mawang. Kecamatan Naskah Masuk: 23 November 2025. Revisi: 21 Desember 2025. Diterima: 28 Januari 2026. Tersedia: 30 Januari Analisis Ketersedian dan Keterjangkauan Sarana Prasarana di Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Somba Opu. Kabupaten Gowa. Lokasinya yang berada di kawasan penyangga . uffer zon. antara Kabupaten Gowa dan Kota Makassar memberikan keunggulan komparatif bagi perkembangan aspek sosial, ekonomi, maupun tata ruang wilayah tersebut. Salah satu aset lingkungan yang menjadi karakteristik utama Kelurahan Mawang adalah keberadaan Danau Mawang. Secara ekologis, danau ini berfungsi sebagai kawasan resapan air dan habitat biota lokal, sementara secara sosiogeografis. Danau Mawang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata. Pengembangan ekowisata berbasis perairan darat tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi kerakyatan melalui sektor jasa wisata, namun juga menjadi instrumen edukasi dan pelestarian lingkungan melalui prinsip Urgensi pengembangan Danau Mawang telah diakomodasi dalam berbagai dokumen kebijakan daerah. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gowa Tahun 2012Ae2032. Danau Mawang ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) dengan fungsi utama menjaga daya dukung dan kelestarian lingkungan hidup. Hal ini diperkuat oleh Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 04 Tahun 2007 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2005Ae2025, yang menempatkan rehabilitasi dan pengembangan kawasan Danau Mawang sebagai program prioritas sektor pariwisata. Namun, terdapat diskrepansi antara landasan regulasi dengan realitas di lapangan. Hingga saat ini, pemanfaatan potensi Danau Mawang belum optimal dan cenderung belum selaras dengan arah kebijakan yang telah ditetapkan. Kendala utama yang sering dihadapi dalam pengembangan destinasi wisata adalah keterbatasan dukungan fisik wilayah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketersediaan serta kelayakan sarana dan prasarana sebagai basis data fundamental dalam perumusan strategi perencanaan pengembangan ekowisata Danau Mawang yang komprehensif. KAJIAN TEORITIS Aspek Sarana dan prasarana wilayah merupakan dua komponen fundamental yang saling terintegrasi dalam mendukung produktivitas serta fungsionalitas suatu kawasan. Sarana didefinisikan sebagai instrumen fisik maupun finansial yang berfungsi sebagai katalisator dalam mempermudah pencapaian tujuan suatu kegiatan (Kurnia et al. , 2. Sebagai sumber daya pendukung dalam penataan ruang, sarana tidak hanya berperan dalam menjamin efektivitas pelaksanaan aktivitas wilayah, tetapi juga menjadi parameter utama dalam mengukur kualitas hidup dan taraf kesejahteraan masyarakat di suatu kawasan (Dian & Wahyudi, 2. Fasilitas ini secara fungsional mencakup infrastruktur sosial esensial seperti KONSTRUKSI Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 JANUARI 2026 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal 77-91 sektor pendidikan, kesehatan, dan peribadatan (Tallo et al. , 2. Di sisi lain, prasarana merupakan fondasi fisik atau penunjang utama yang menjamin terselenggaranya proses pembangunan secara sistemik (KBBI, 2. Jika sarana menitikberatkan pada fasilitas pelayanan aktivitas, maka prasarana lebih menekankan pada penyediaan kelengkapan fisik dasar lingkunganAiseperti jaringan jalan, sistem drainase, serta distribusi air bersihAiagar suatu kawasan fungsional dapat beroperasi secara optimal sesuai standar teknis (SNI 03-17332004. Rumagit et al. , 2021. Marzaman et al. , 2. Dalam mengukur kinerja pelayanan infrastruktur, konsep Level of Service (LoS) digunakan untuk menggambarkan sejauh mana kapasitas ketersediaan fasilitas mampu mengakomodasi kebutuhan populasi tertentu (Sujarto, 2. Penentuan ambang batas pelayanan ini merujuk pada Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang ditetapkan secara nasional untuk menjamin keadilan akses bagi seluruh warga (Ramdani & Mulyana, 2. Perhitungan LoS dilakukan dengan mengomparasikan rasio ketersediaan sarana eksisting terhadap standar jumlah penduduk pendukung yang disyaratkan dalam regulasi teknis (Badan Standarisasi Nasional, 2. Nilai LoS yang melampaui angka 100% mengindikasikan kondisi surplus, sementara nilai di bawah angka tersebut menunjukkan adanya defisit atau ketidaktercukupan pelayanan (Hariyanto, 2019. Saputra & Wijaya, 2. Selain aspek kuantitas, efektivitas pelayanan wilayah sangat dipengaruhi oleh variabel aksesibilitas, yang didefinisikan sebagai derajat kemudahan bagi penduduk untuk menjangkau suatu pusat pelayanan (Tamin, 2. Aksesibilitas dalam perencanaan ruang diukur melalui standar radius pelayanan, yakni jarak tempuh maksimum yang dapat ditoleransi oleh masyarakat untuk menjangkau fasilitas publik (Irawan et al. , 2. Pola distribusi sarana, baik yang bersifat linier mengikuti jaringan jalan maupun tersebar secara merata, secara signifikan akan memengaruhi efisiensi pergerakan masyarakat (Afriandi, 2022. Zahra & Prasetyo, 2. Dalam konteks pengembangan wilayah berbasis potensi alam, integrasi antara ketersediaan sarana dan prasarana yang tangguh merupakan syarat mutlak dalam mendukung daya tarik ekowisata (Gunn & Var, 2. Keberadaan fasilitas penunjang yang memadai seperti sarana kesehatan dan aksesibilitas jalan yang baik merupakan komponen amenity utama yang mampu meningkatkan nilai kompetitif destinasi wisata sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi lingkungan (Cooper et al. , 2018. Fandeli, 2. Analisis Ketersedian dan Keterjangkauan Sarana Prasarana di Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis Tahap pertama adalah identifikasi eksisting melalui survei lapangan, kemudian dilakukan analisis kesesuaian berdasarkan SNI 03-1733-2004 untuk menentukan tingkat Selain itu, digunakan teknik skoring untuk menilai kualitas fisik prasarana dan analisis spasial untuk memetakan sebaran sarana di Kelurahan Mawang. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Sarana Pendidikan Kondisi sarana pendidikan di Kelurahan Mawang menunjukkan struktur pelayanan yang komprehensif, mencakup jenjang pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah atas. Inventarisasi fasilitas pendidikan di wilayah ini terdiri dari dua unit TK/PAUD, dua unit SD/SDIT, dua unit SMP/SMP IT, dan satu unit SMA IT. Keberadaan institusi pendidikan yang berjenjang ini merepresentasikan aksesibilitas pendidikan formal yang memadai bagi masyarakat lokal. Secara spasial, persebaran sarana pendidikan di Kelurahan Mawang menunjukkan pola linier yang terkonsentrasi di sepanjang koridor jalan poros utama. Karakteristik khusus ditemukan pada integrasi fasilitas pendidikan berbasis Sekolah Islam Terpadu (SIT), di mana terdapat konsentrasi jenjang SD hingga SMA dalam satu lokasi fungsional. Pola konsentrasi ini mengindikasikan adanya efisiensi penggunaan lahan melalui sistem zonasi pendidikan terpadu, namun di sisi lain memerlukan manajemen aksesibilitas yang tepat pada jalan poros tersebut untuk mengantisipasi potensi beban pergerakan di masa mendatang. Tabel 1. Daftar Sekolah di Kelurahan Mawang. Tingkat Pendidikan TK/PAUD Jumlah Nama Sekolah TK/PAUD Tiga Bahasa Nailun Nabhan - TK Pusat Paud Teratai Mawang - SD Inpres Buttadidia - SDIT Wahdah Islamiyah Gowa SMP - SMP N 5 Sungguminasa - SMPIT Wahdah Islamiyah Gowa SMA - SMAIT Wahdah Islamiyah Gowa Sumber: Hasil survei lapang dan hasil scrapting data Google Map Sarana Kesehatan Kualitas sumber daya manusia dalam hal kesehatan perlu diperhatikan, supaya tercipta kualitas hidup masyarakat yang sehat. Hal tersebut perlu diimbangi dengan disediakannya fasilitas kesehatan yang memadai dan dapat sesuai dengan kebutuhan penduduknya. KONSTRUKSI Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 JANUARI 2026 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal 77-91 Kelurahan Mawang, fasilitas kesehatan yang tersedia meliputi posyandu dan apotek sebagai layanan kesehatan dasar. Namun, untuk mengakses layanan kesehatan tingkat pertama yang lebih komprehensif, masyarakat bergantung pada fasilitas Puskesmas di wilayah sekitar. Jarak dari Kelurahan Mawang menuju Puskesmas Bontomarannu adalah sekitar 3,2 km, menuju Puskesmas Samata sekitar 4 km, dan menuju Puskesmas Somba Opu sekitar 5,7 km. Tabel 2. Daftar Sarana Kesehatan di Kelurahan Mawang. Layanan Kesehatan Posyandu Apotek Jumlah Nama - Posyandu Melati 2 - Apotek Pattallassang Farma - Apotek Nurul Afifah Sumber: Hasil survei lapang dan hasil scrapting data Google Map Sarana Peribadatan Sarana peribadatan merupakan komponen infrastruktur sosial yang krusial dalam memfasilitasi aktivitas keagamaan sekaligus meningkatkan kualitas spiritualitas masyarakat. Berdasarkan karakteristik sosioreligius di wilayah perencanaan, mayoritas penduduk Kelurahan Mawang memeluk agama Islam. Kondisi tersebut berimplikasi pada dominasi penyediaan jenis fasilitas peribadatan yang berfokus pada masjid sebagai sarana ibadah utama. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 18 unit masjid yang secara fungsional melayani seluruh wilayah Kelurahan Mawang. Secara spasial, sebaran fasilitas tersebut menunjukkan pola distribusi yang merata di setiap klaster lingkungan permukiman. Tingginya kuantitas dan keterjangkauan lokasi masjid ini mengindikasikan bahwa aksesibilitas masyarakat terhadap sarana peribadatan telah memadai, sehingga dapat mendukung efektivitas kegiatan sosialkeagamaan di tingkat lokal. Tabel 3. Daftar Sarana Peribadatan di Kelurahan Mawang. Nama Masjid Masjid Annur Masjid An-Nas Perumahan Danau Alam Pendidikan Masjid Kubah 99 Asmaul Husna Masjid Kelurahan Malewang Masjid Tanammawang Masjid Prof Syamsu Mappa Nama Masjid Masjid Hj. Majawang Daeng Te'ne Masjid Assunnah Almukarramah Mattoanging Masjid Malewang Masjid Soe Dg Sewang bontoramba Masjid Al Maghfirah Masjid Qurrata A'yun Muhammadiyah Samata. Masjid Al-Amran Masjid Al Ashiry Masjid Abu Bakar As-Siddiq Masjid Taufiq bin Haeruddin Masjid Al Qadri Masjid Ar Rafah Sumber: Hasil survei lapang dan hasil scrapting data Google Map Sarana Perdagangan dan Jasa Sektor perdagangan dan jasa merupakan determinan utama penggerak aktivitas ekonomi wilayah yang memerlukan dukungan infrastruktur fungsional yang memadai. Di Kelurahan Mawang, fasilitas ekonomi tersebut diidentifikasi melalui keberadaan unit pertokoan/warung. Analisis Ketersedian dan Keterjangkauan Sarana Prasarana di Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa jasa kuliner . umah maka. , dan bengkel. Secara spasial, pola persebaran fasilitas ini menunjukkan kecenderungan konsentrasi linier di sepanjang koridor Jalan Poros Malino. Sebagai arteri utama yang melayani pergerakan barang dan manusia, koridor ini membentuk aglomerasi aktivitas perdagangan yang berkembang seiring dengan tingginya intensitas lalu Konsentrasi spasial tersebut merefleksikan bahwa perkembangan usaha sangat dipengaruhi oleh faktor aksesibilitas dan visibilitas terhadap calon konsumen. Fenomena distribusi yang mengikuti jalur transportasi utama ini mengindikasikan karakteristik kawasan sebagai pusat pelayanan ekonomi berbasis jalan . ibbon developmen. , yang secara strategis mampu melayani kebutuhan masyarakat lokal sekaligus menangkap potensi pasar dari pergerakan lintas wilayah. Tabel 4. Daftar Sarana Perdagangan dan Jasa di Kelurahan Mawang. Fasilitas Perdagangan dan Jasa Pertokoan / Warung Rumah Makan Bengkel Jumlah Sumber: Hasil survei lapang dan hasil scrapting data Google Map Sarana Ruang Terbuka Hijau Kelurahan Mawang memiliki aset ruang terbuka berupa rekreasi alam signifikan yang berpusat pada kawasan Danau Mawang. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gowa Tahun 2011Ae2030. Danau Mawang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Kabupaten (KSK). Penetapan ini memberikan legitimasi bahwa danau tersebut merupakan elemen ekologis vital yang berfungsi menjaga daya dukung lingkungan serta menjamin kelestarian ekosistem lokal. Dengan demikian, peran Danau Mawang melampaui fungsi rekreasi konvensional, yakni sebagai instrumen stabilitas ekologis wilayah. Sejalan dengan fungsi ekologis tersebut. Peraturan Daerah Kabupaten Gowa Nomor 04 Tahun 2007 mengenai RPJPD 2005Ae2025 menempatkan kawasan Danau Mawang sebagai lokus prioritas dalam program pengembangan dan rehabilitasi sektor pariwisata daerah. Integrasi antara kebijakan konservasi dan pengembangan sektor tersier ini menegaskan nilai strategis Danau Mawang sebagai aset pariwisata berbasis lingkungan . ature-based touris. Optimalisasi kawasan ini melalui manajemen yang berkelanjutan diharapkan mampu memberikan efek pengganda . ultiplier effec. , baik terhadap peningkatan kualitas lingkungan hidup maupun terhadap akselerasi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kelurahan Mawang. KONSTRUKSI Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 JANUARI 2026 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal 77-91 Gambar 1. Peta Persebaran Sarana di Kelurahan Mawang. Kec. Somba Opu. Kab. Gowa. Sarana Pemerintahan Penyelenggaraan pelayanan publik di Kelurahan Mawang didukung oleh keberadaan kantor kelurahan yang berlokasi strategis di jalur utama. Meski demikian, keterbatasan sarana terlihat pada sektor keamanan operasional, di mana wilayah ini masih bergantung pada fasilitas kepolisian tingkat kecamatan. Distribusi pelayanan keamanan terdekat dilayani oleh Polsek Bontomarannu dengan radius 2,4 km dan Polsek Somba Opu dengan jarak tempuh sekitar 4,2 km dari pusat kelurahan. Jaringan Jalan Jaringan jalan merupakan elemen fundamental sistem transportasi darat yang mengintegrasikan berbagai zona dalam suatu wilayah. Mengacu pada hierarki jalan nasional, konektivitas di Kelurahan Mawang bertumpu pada keberadaan jalan kolektor dan jalan lokal. Segmen jalan kolektor di wilayah ini mengemban fungsi distribusi untuk menghubungkan Kelurahan Mawang dengan simpul-simpul ekonomi regional di luar batas administrasi. Sementara itu, jalan lokal berperan dalam skala mikro sebagai penyedia akses langsung bagi pergerakan domestik penduduk, yang mengintegrasikan area hunian dengan fasilitas publik Analisis Aspek Sarana dan Parasarana Sarana Pendidikan Analisis Ketersediaan Sarana Pendidikan di Kelurahan Mawang Level of Service (LoS) merupakan ukuran yang digunakan untuk menggambarkan sejauh mana suatu wilayah mampu menyediakan pelayanan yang dibutuhkan oleh Penilaian ini berpedoman pada standar SNI 03-1733-2004. Jika nilai LoS Analisis Ketersedian dan Keterjangkauan Sarana Prasarana di Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa mencapai lebih dari 100%, berarti wilayah tersebut telah memiliki fasilitas yang memadai atau bahkan berlebih dalam memenuhi kebutuhan pelayanan. Sebaliknya, apabila nilai LoS berada di bawah 100%, maka wilayah tersebut dinilai belum memenuhi standar pelayanan yang diperlukan dan membutuhkan peningkatan fasilitas. Dengan demikian. LoS menjadi acuan penting dalam menilai kelayakan dan efisiensi penyediaan pelayanan publik di suatu Kawasan. Standar jumlah penduduk pendukung menurut SNI 03/1733/2004 pada tiap sarana pendidikan yaitu: Jumlah penduduk pendukung TK : 1. 250 jiwa Jumlah penduduk pendukung SD : 1. 600 jiwa Jumlah penduduk pendukung SMP : 4. 800 jiwa Jumlah penduduk pendukung SMA : 4. 800 jiwa Dengan jumlah penduduk di Kelurahan Mawang sebanyak 5. 563 jiwa (BPS, 2. Rumus dari Level of Service yaitu: LoS = 1/. umlah penduduk/jumlah sarana/jumlah penduduk pendukung SNI saran. Tabel 5. Perhitungan LoS Sarana Pendidikan. Sarana Pendidikan TK/PAUD SD Sederajat SMP Sederajat SMA Sederajat Jumlah Sarana . Jumlah Penduduk Pendukung (SNI) Sumber: Hasil analisis, 2025 LoS 44,9 % 57,5 % 172,6 % 86,3 % Standar Ketersedian Fasilitas Analisis Keterjangkauan Sarana Pendidikan di Kelurahan Mawang Berdasarkan SNI 03-1733-2004 standar radius pencapaian untuk sarana Pendidikan sebagai berikut: Radius capaian sarana TK : 500 m Radius capaian sarana SD : 1. Radius capaian sarana SMP : 1. Radius capaian sarana SMA : 3. Berdasarkan standar radius pelayanan SNI 03-1733-2004, keterjangkauan sarana pendidikan dasar dan menengah di Kelurahan Mawang dikategorikan memadai dengan cakupan radius masing-masing 1. 000 meter (SD dan SMP) serta 3. 000 meter (SMA). Namun, temuan penelitian mengidentifikasi adanya kesenjangan pada jenjang TK, di mana radius pelayanan 500 meter belum mampu menjangkau seluruh area permukiman secara menyeluruh. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun fasilitas pendidikan KONSTRUKSI Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 JANUARI 2026 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal 77-91 tingkat lanjut telah tersedia dengan baik, optimalisasi persebaran sarana PAUD masih diperlukan untuk menjamin efektivitas layanan pendidikan di tingkat lokal. Sarana Kesehatan Analisis Ketersediaan Sarana Kesehatan di Kelurahan Mawang Analisis yang digunakan adalah Level of Services (LoS) dengan Standar jumlah penduduk pendukung menurut SNI 03/1733/2004 pada tiap sarana kesehatan yaitu: Jumlah penduduk pendukung Posyandu : 1. 250 jiwa Jumlah penduduk pendukung Apotek : 30. 000 jiwa Dengan jumlah penduduk di Kelurahan Mawang sebanyak 5. 563 jiwa (BPS, 2. Tabel 6. Perhitungan LoS Sarana Kesehatan. Sarana Kesehatan Posyandu Apotek Jumlah Sarana . Jumlah Penduduk Pendukung (SNI) LoS 22,5 % Standar Ketersedian Fasilitas Sumber: Hasil analisis, 2025 Analisis ketersediaan sarana kesehatan di Kelurahan Mawang mengungkapkan adanya keterbatasan pada fasilitas kesehatan dasar, yang saat ini hanya mencakup posyandu dan apotek. Berdasarkan perhitungan Level of Service (LoS) merujuk pada SNI 03-1733-2004, nilai LoS posyandu tercatat hanya sebesar 22,5%, yang mengindikasikan ketidakcukupan jumlah fasilitas untuk melayani 5. 563 jiwa Kontras dengan hal tersebut, sarana apotek memiliki nilai LoS mencapai 078,6%, sehingga dikategorikan sangat memadai. Mengacu pada standar teknis. Kelurahan Mawang memerlukan penambahan Balai Pengobatan Warga atau Tempat Praktik Dokter guna memenuhi ambang batas jumlah penduduk pendukung dan mencapai pelayanan kesehatan yang optimal. Analisis Keterjangkauan Sarana Kesehatan di Kelurahan Mawang Berdasarkan SNI 03-1733-2004 standar radius pencapaian untuk sarana kesehatan sebagai berikut: Radius capaian sarana Posyandu : 500 m Radius capaian sarana Apotek : 1. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa wilayah permukiman yang berada di sekitar pusat kelurahan umumnya telah terjangkau oleh apotek, namun layanan posyandu dengan jangkauan yang lebih terbatas tidak sepenuhnya mencakup seluruh kawasan Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat, terutama yang tinggal di area permukiman yang lebih tersebar atau berada di tepi kelurahan, masih Analisis Ketersedian dan Keterjangkauan Sarana Prasarana di Kelurahan Mawang Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dasar. Dengan demikian, peningkatan distribusi posyandu atau penyediaan titik layanan tambahan menjadi penting untuk memastikan pemerataan akses kesehatan, sekaligus mendukung kualitas pelayanan publik dan ketahanan sosial masyarakat di Kelurahan Mawang. Sarana Peribadatan Analisis Ketersediaan Sarana Peribadatan di Kelurahan Mawang Analisis yang digunakan adalah Level of Services (LoS) dengan Standar jumlah penduduk pendukung menurut SNI 03-1733-2004 pada tiap sarana peribadatan yaitu: Jumlah penduduk pendukung sarana masjid : 2. 500 jiwa. Dengan jumlah penduduk di Kelurahan Mawang sebanyak 5. 563 jiwa (BPS, 2. Tabel 7. Perhitungan LoS Sarana Peribadatan. Sarana Peribadatan Masjid Jumlah Sarana . Jumlah Penduduk Pendukung (SNI) Sumber: Hasil analisis, 2025 LoS 808,9 % Standar Ketersedian Fasilitas Analisis ketersediaan sarana peribadatan di Kelurahan Mawang menunjukkan bahwa fasilitas ibadah telah melampaui kebutuhan masyarakat secara signifikan. Dominasi penduduk Muslim didukung oleh keberadaan 18 unit masjid yang tersebar merata, sehingga menjamin aksesibilitas pelayanan keagamaan yang tinggi. Berdasarkan perhitungan Level of Service (LoS) merujuk pada SNI 03-1733-2004, sarana masjid memiliki nilai LoS sebesar 808,9%. Angka ini jauh melebihi standar teknis sebesar 2. 500 jiwa per unit. Dengan jumlah penduduk sebanyak 5. 563 jiwa, kapasitas sarana peribadatan di Kelurahan Mawang dikategorikan sangat memadai . , yang sekaligus mencerminkan keselarasan antara penyediaan fasilitas dengan karakteristik demografis wilayah setempat. Analisis Keterjangkauan Sarana Peribadatan di Kelurahan Mawang Berdasarkan SNI 03-1733-2004 standar radius pencapaian untuk sarana peribadatan sebagai berikut: Radius capaian sarana masjid : 1. Analisis Kelurahan Mawang menunjukkan bahwa mayoritas kawasan permukiman telah tercakup dalam radius pelayanan masjid berdasarkan standar SNI 03-1733-2004, yakni sejauh 1. 000 meter. Hasil pemetaan spasial mengindikasikan bahwa area permukiman . iidentifikasi dengan zona berwarna orany. berada dalam jangkauan fasilitas eksisting yang KONSTRUKSI Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 JANUARI 2026 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal 77-91 terdistribusi secara merata. Meskipun jangkauan pelayanan saat ini dinilai optimal, perencanaan penyediaan sarana keagamaan di masa mendatang tetap memerlukan pertimbangan terhadap dinamika pertumbuhan penduduk dan potensi keberagaman Hal ini penting untuk memastikan keberlanjutan dukungan fasilitas terhadap kehidupan sosial-spiritual masyarakat secara komprehensif. Gambar 2. Peta Keterjangkauan Sarana Peribadatan-Masjid Terhadap Permukiman di Kelurahan Mawang. Kec. Somba Opu. Kab. Gowa. Sarana Perdagangan dan Jasa Analisis Ketersediaan Sarana Perdagangan dan Jasa di Kelurahan Mawang Ketersediaan fasilitas perdagangan dan jasa di Kelurahan Mawang yaitu terdiri dari pertokoan/warung, rumah makan dan bengkel. Berdasarkan SNI 03-1733-2004 macam-macam sarana perdagangan dan jasa tersebut masuk kedalam jenis warung/toko dengan jumlah penduduk pendukung sebanyak 250. Tabel 8. Perhitungan LoS Sarana Perdagangan dan Jasa. Jenis Sarana Warung/Toko Jumlah Sarana