Jurnal Edukasi Sebelas April (JESA) Volume 7. No 1, 06 February 2023 E-ISSN 2548-8996 https://ejournal. id/index. php/jesa KAJIAN NOVEL ARUNIKA TERAKHIR KARYA IPUL SAE MENGGUNAKAN PENDEKATAN ENKLITIK Nurunnisa Syifaul Fadhilah1. Kuswara*2. Dedi Irawan3. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ae FKIP Universitas Sebelas April Article Info Article history: Received Dec 12, 2022 Revised Jan 16, 2023 Accepted Jan 27, 2023 Kata kunci: Sosiologi sastra. Unsur intrinsik. Pendekatan enklitik. 1,2,3 ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakseimbangan apresiasi sastra, apresiasi sastra hanya difokuskan pada kajian sastra menggunakan pendekatan objektif yang menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang berdiri sendiri sehingga terkesan tidak lengkap. Melalui pendekatan enklitik, apresiasi sastra dalam penelitian ini menggunakan dua buah pendekatan yang digunakan secara bersamaan, menggabungkan pendekatan objektif dan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae, gambaran sosiologi pengarang, pengaruh aspek sosiologi pengarang terhadap unsur intrinsik, dan prosedur penerapan pendekatan enklitik dalam kajian sastra. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik penelitian menggunakan teknik analisis teks dan wawancara. Berdasarkan hasil wawancara dapat diketahui bahwa Ipul Sae merupakan seseorang yang aktif di bidang lingkungan, pendidikan, literasi, sosial, dan seni. Pengarang berasal dari Kabupaten Sumeadang, pada 2016 pengarang mendirikan sebuah taman bacaan yang diberi nama Panti Baca Ceria. Buku pertamanya berjudul Kata Benda dan buku kedua berjudul Arunika Terakhir. Novel ini menarik untuk diteliti karena bergenre fiksi dan di dalamnya tercermin imajinasi, kreativitas, dan realitas yang dialami pengarang. Dalam novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae masalah yang diangkat dalam cerita adalah perjuangan menyelamatkan lingkungan dari keserakahan manusia, kehidupan manusia dan makhluk lain di dunia yang saling berdampingan, kesadaran manusia akan lingkungan tempat tinggalnya. Tokoh utama bernama Varsha Eka Saptarangi, berlatar tahun 2080 di sebuah kota bernama Medalion. Penerapkan pendekatan enklitik dengan mengaitkan data pertama berupa sosiologi pengarang dan data kedua berupa unsur intrinsuk novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae sehingga diperoleh keterkaitan antara latar belakang pengarang yang merupakan seorang laki-laki berasal dari Kabupaten Sumedang dengan pemilihan nama tokoh, karakter tokoh, latar tempat, tema cerita yang diangkat, dan cara penyelesaian konflik dalam novel. Pengarang bergerak di bidang lingkungan sehingga berpengaruh terhadap tema cerita yang diangkat, dan amanat yang disampaikan. Pengarang memunculkan nilai-nilai tradisional yang masih dianut oleh masyarakat sunda berkaitan dengan kegemaran pengarang yang sangat menyukai kesenian tradisional. Copyright A 2023 Universitas Sebelas April. All rights reserved *Corresponding Author: Kuswara. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. FKIP Universitas Sebelas April Sumedang. Jl. Angkrek Situ No. 19 Situ. Kec. Sumedang Utara. Kab. Sumedang . , e-mail: kuswara@unsap. Fadhilah. Kuswara & Irawan. Kajian Novel Arunika Terakhir Karya Ipul Sae Menggunakan A PENDAHULUAN Sastra selalu melekat dengan kehidupan manusia, karena sastra lahir dan berkembang dari kehidupan manusia sesuai pola berpikir manusia dari waktu ke waktu. Seorang ahli berpendapat AuKarya sastra adalah objek manusiawi, fakta kemanusiaan atau fakta kultural, sebab merupakan hasil ciptaan manusiaAy (Faruk, 2014: . Dengan demikian karya sastra dibuat dari hasil imajinasi manusia melalui pemikiran dengan menggunakan media bahasa baik secara lisan maupun tulisan yang menjadi cerminan kehidupan manusia di suatu peradaban. Pengarang adalah sebutan bagi seseorang yang membuat atau menciptakan karangan atau karya. Keberadaan karya sastra tidak terlepas dari adanya hubungan timbal balik antara pengarang, masyarakat, dan pembaca. Wellek dan Warren . , menawarkan adanya tiga jenis sosiologi sastra yaitu sosiologi pengarang, sosiologi karya sastra, dan sosiologi pembaca dan pengaruh sosial karya sastra. Sosiologi pengarang dapat dimaknai sebagai salah satu kajian sosiologi sastra yang memfokuskan perhatian pada pengarang sebagai pencipta karya sastra. Pendekatan yang umum dilakukan dalam penelitian sosiologi pengarang adalah pendekatan ekspresif, namun dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Enklitik yaitu penggabungan antara pendekatan ekspresif dan Penelitian ini menitikberatkan pada hubungan sosiologi pengarang terhadap unsur intrinsik pada karya sastra yang dibuatnya. Pengarang dan karyanya merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan. Faktor-faktor kehidupan bermasyarakat tempat dimana pengarang itu hidup dapat mempengaruhi karakteristik pengarang dalam menciptakan karyanya. Karya sastra yang dipilih dalam penelitian ini yaitu sebuah novel yang berjudul Arunika Terakhir karya Ipul Sae. Tujuan pengkajian ini adalah untuk mendeskripsikan novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae, mendeskripsikan gambaran sosiologi pengarang dalam novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae, mendeskripsikan pengaruh aspek sosiologi pengarang terhadap unsur intrinsik Arunika Terakhir karya Ipul Sae, dan mendeskripsikan prosedur penerapan pendekatan enklitik dalam kajian karya sastra. Novel merupakan salah satu jenis karya sastra yang menggambarkan berbagai macam permasalahan dalam kehidupan. Sebuah novel umumnya merupakan alat untuk mengekspresikan perasaan pengarangnya. Novel merupakan sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya dalam bentuk cerita panjang. Istilah prosa fiksi atau cukup disebut karya fiksi biasa juga diistilahkan dengan prosa cerita, prosa narasi, narasi, atau cerita ber plot. Novel bersifat realistis, novel berkembang dari bentuk naratif nonfiksi. surat, jurnal, momoar atau biografi, kronik atau sejarah. Dengan kata lain novel berkembang dari dokumen-dokumen. Secara stilistika novel menekankan pentingnya detail, dan bersifat AumimesisAy dalam arti yang sempit. Novel mengacu pada realitas yang lebih tinggi dan psikologi yang lebih mendalam. Nurgiyantoro . berpendapat bahwa AuNovel merupakan sebuah karya sastra yang disebut juga sebagai fiksi yang dibangun oleh unsur-unsur pembangun, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Novel juga diartikan sebagai suatu rangkaian berbentuk prosa yang mengandung serangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang lain di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelaku. Ay Telaah teks kesastraan lazimnya mempergunakan pendekatan-pendekatan atau berdasarkan teori-teori tertentu. Pendekatan sebagai suatu prinsip dasar atau landasan yang digunakan oleh seseorang sewaktu mengapresiasi karya sastra dapat bermacam-macam. Berdasarkan kajian teori sastra, (Abrams, 1999: Teeuw, 1. mengategorikan studi kesastraan menjadi empat pendekatan yaitu pendekatan mimetik, ekspresif, objektif, dan Pendekatan objektif (Abrams, 1971:26-. memusatkan perhatian semata-mata Volume 7. No. 1, 06 February 2023. Hal. pada unsur-unsur, antarhubungan, dan totalitas. Pendekatan ini mengarah pada analisis Pendekatan objekti menekankan kajian langsung terhadap teks kesastraan, teks sebagai objek utama kajian. Pendekatan ini bertujuan untuk meliha karya sastra sebagai sebuah sistem dan nilai yang diberikan kepada sistem itu amat bergantung kepada nilai komponen-komponen yang ikut terlibat di dalamnya. Pendekatan ekspresif adalah cara menilai karya sastra dengan cara menghubungkan karya sastra dengan pengarangnya. Pendekatan ini dititikberatkan pada eksistensi pengarang sebagai pencipta karya seni. Pendekatan ekspresif tidak semata-mata memberikan perhatian terhadap bagaimana karya itu diciptakan tetapi bentuk-bentuk apa yang terjadi dalam karya sastra yang dihasilkan. Wilayah studi pendekatan ini adalah pengarang, pikiran dan perasaan, dan hasil karyanya. AuPendekatan ekspresif ini menempatkan karya sastra sebagai curahan, ucapan, dan proyeksi pikiran dan perasaan pengarangAy (Abrams dalam Rahmawati, 2. Pendekatan enklitik merupakan perpaduan dua atau lebih pendekatan yang digunakan secara Dalam praktiknya, pendekatan-pendekatan dalam menganalisis karya sastra digunakan secara enklitik. Tujuan penerapan pendekatan secara enklitik itu adalah . agar pembaca tidak merasa bosan, . apresiasi yang hanya menekankan pada satu pendekatan saja akan memberikan informasi yang tidak lengkap atau bahkan salah, dan . penerapan pendekatan secara enklitik sesuai dengan kompleksitas aspek maupun keragaman karakteristik cipta rasa itu sendiri (Aminuddin, 2009:. Pendekatan yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu menggabungkan pendekatan ekspresif dan objektif dalam novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae, dengan penerapan pendekatan ekspresif terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan penerapan pendekatan objektif dan penggabungan kedua pendekatan dengan menerapkan pendekatan enklitik. METODE Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Miles dan Huberman . 2: . AuMetode kualitatif sebagai proses peneltian berupa ktakata yang menghasilkan data, baik tertulis maupun lisat dari orang-orang yang ditelitiAy. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Suryabrata . mengemukakan bahwa AuTujuan peneltian deskriptif adalah membuat pengindraan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta atau sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Ay Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada melihat permasalahan untuk generalisasi. Teknik penelitian merupakan cara untuk memeroleh dan menganalisis data yang Teknik penelitian yang digunakan adalah teknik analisis teks dan wawancara. Teknik analisis teks dilakukan dengan mengumpulkan data penelitian dengan membaca cermat novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae serta mencatat hal-hal yang berkaitan dengan usnur intrinsik. Teknik wawancara dilakukan dengan mewawancarai Ipul Sae sebagai pengarang novel Arunika Terakhir menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan sosiologi pengarang. Instrumen penelitian dapat diartikan sebagai alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisa, dan menyajikan data secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan. Sejalan dengan hal tersebut. Arikunto . 3: . mengatakan bahwa AuInstrumen penelitian adalah sesuatu yang penting dan strategis kedudukannya dalam penelitianAy. Adapun instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, dan form biodata pengarang (CV). Sumber data dalam penelitian ini adalah buku novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae dan pengarang novel yaitu Ipul Sae Fadhilah. Kuswara & Irawan. Kajian Novel Arunika Terakhir Karya Ipul Sae Menggunakan A HASIL DAN PEMBAHASAN Novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae mengisahkan perempuan bernama Varsha yang mempunyai keberanian besar untuk melawan keserakahan dan kerusakan lingkungan. Peneliti akan menganalisis sosiologi dari pengarang novel Arunika Terakhir yaitu Ipul Sae dan unsur intrinsik yang terdapat di dalam novel Arunika Terakhir serta menghubungkan keduanya sehingga 1 Isi Novel Novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae menceritakan sosok perempuan pemberani bernama Varsha yang merupakan seorang anak dari pemilik perusahaan tambang di kaki gunung sebuah kota bernama Medalion. Varsha memiliki pandangan berbeda dengan sang ayah perihal perusahaan ayahnya yang bergerak di bidang pertambangan. Varsha merupakan gadis yang senang menjaga alam, berkeinginan besar untuk mengubah sistem yang berlaku di perusahaannya. Namun dalam prosesnya sang ayah dibuat sakit oleh adiknya sendiri yang ingin menguasai perusahaan dan mengambil alih kepemimpinan. Berlatar tahun 2080, kehidupan manusia saat itu sudah sangat maju dengan perkembangan Varsha yang dibantu teman-temannya bersama-sama melawan keserakahan pamannya dengan menjaga pohon arunika yang merupakan kunci hidupnya Gunung Sona. Berdampingan dengan kehidupan modern melalui lorong besar pada pohon arunika terdapat sebuah kehidupan bernama negeri Aztraliz. Negeri siluman yang penuh kedamaian, dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana bernama Raja Noil. Mempunyai anak bernama Pangeran Angist dan cucunya bernama Putri Vive. Seorang manusia bernama Naga atau yang bernama asli Damar telah dirawat dan dibesarkan oleh seorang nenek bernama Darsih di negeri Aztaliz. Saat kecil Naga tidak sengaja memasuki lorong masuk ke negeri Aztraliz. Namun begitu Naga menyadari perbedaan dirinya dengan siluman di negeri tersebut. Satu waktu tersiar kabar kemunculan siluman dari negeri sebrang yang akan menghancurkan negeri Aztraliz. Siluman itu adalah siluman yang telah bekerja sama dengan Tomi yang akan menghasut Pangeran Angist untuk melakukan ritual penghancuran pohon arunika di Gunung Sona. Sebagai penduduk negeri Atraliz Damar dan Sugri terlibat dalam mempertahankan tempat tinggalnya. Ketidak sengajaan mempertemukan Naga dengan Putri Vive. Namun pertemuan itu membawa dirinya pada pengusiran dari negeri Aztraliz oleh pengawal kerajaan. Di saat yang sama ketidak sengajaan juga mempertemukan Varsha. Naga, dan Sugri. Ditengah keheranan mereka sama-sama menceritakan permasalahan yang mereka hadapi. Dengan sepakat mereka akan bersama-sama menghancurkan Tomi dan menyusun strategi. Ramma dan teman-teman lainnya disekap saat mencari Varsha di Gunung Sona, namun mereka dapat menyelamatkan diri. Ramma yang cerdas bisa menipu dan mengelabui Tomi sehingga bisa memata-matai pergerakan Tomi. Tomi dan Pangeran Angist beserta para pasukannya, dan siluman negeri sebrang telah siap mengadakan ritual di depan pohon arunika. Putri Vive. Damar, dan Sugri bertarung mengalahkan pasukan siluman dan berhasil menyusul Pangeran Angis di Gunung Sona, demikian pula dengan Ramma yang bersembunyi sehingga berhasil mengikuti pergerakan Tomi. Akhirnya ritual penghancuran pohon arunika berhasil digagalkan. Tomi hancur karena telah membuat perjanjian dengan bangsa siluman. Pangeran Angist sadar dari hasutan siluman suruhan Tomi, dan semua kembali ke Aztraliz dengan damai. 2 Pengaruh Aspek Sosiologi Pengarang Terhadap Unsur Tokoh Tokoh merupakan orang-orang yang terdapat dalam cerita sehingga cerita yang dipaparkan dapat terlihat hidup. Unsur yang paling penting dalam cerita adalah tokoh. Volume 7. No. 1, 06 February 2023. Hal. Dalam novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae tokoh utama yang dipilih adalah Varsha Eka Saptarangi. Pemilihan tokoh utama perempuan bertolak belakang dengan pengarang sebagai seorang laki-laki. Namun pengarang ingin menunjukkan sisi feminis dari seorang laki-laki melalui pemilihan tokoh utama perempuan. Pengarang mengambil karakter tokoh utama Varsha yang berani dan mandiri. Hal tersebut sejalan dengan latar belakang keluarga pengarang yang merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Tokoh Varsha digambarkan memiliki karakter yang pintar, pengarang menggambarkannya dengan memakai kacamata. Hal ini berkaitan karena pengarang sendiri dalam kesehariannya menggunakan kacamata. Kegemaran pengarang dalam menulis diterapkan pada karakter Ramma yang gemar menulis puisi, pada halaman dua puluh sembilan terdapat puisi yang ditulis Ramma berjudul Untuk napas yang telah kembali. Pengarang dalam novel menceritakan persahabatan Varsha. Ramma. Cissa. Raini. Mery, dan Hans sejak SMA. Mereka mempunyai kesamaan yaitu sangat menyukai alam, mendaki Gunung Sona, bahkan mereka senang memantik dan berdiskusi mengenai perkembangan lingkungan di kota Medalion. Hal ini berkaitan karena pengarang sendiri merupakan pegiat alam yang juga rutin mendaki Gunung Tampomas. Pemilihan nama tokoh-tokoh bawahan seperti Raja Noil. Pangeran Angist. Jika dilihat lebih detail kata noil apabila di balik menjadi kata lion dan Angist menjadi tsinga atau singa. Hal ini berkaitan karena pengarang merupakan pegiat alam dan mengambil nama tokohnya berasal dari nama-nama hewan. Tokoh Sugri yang merupakan jelmaan siluman kera pengarang pilih karena pengarang mempercayai bahwa di Gunung Tampomas masih banyak hewan kera. Pengarang menggeluti bidang seni budaya, salah satunya aktif di kelompok musik sastra kuno, pengarang mempercayai adat dan kebiasaan leluhur sehingga pengarang sering mengikuti pertunjukan seni tradisional. Nilai adat dan budaya yang pengarang yakini dituangkan dalam pemilihan tokoh-tokoh pembantu seperti siluman bersar hitam bermata merah dan bertaring dalam kepercayaan sunda disebut genderewo, siluman berkepala anjing atau yang dikenal dengan nama aul, dan petapa. Tokoh pembantu lainnya seperti Wali Kota Medalion, pemerintahan, dan media massa di dalam novel diceritakan tidak mempunyai kebijakan yang tegas, mudah di suap, dan mudah diprovokasi oleh uang. Hal ini berkaitan dengan keadaan pemerintahan dan media yang tidak memberikan transparansi kepada masyarakat, sengaja menyembunyikan fakta karena berada di bawah perintah orang yang mempunyai kekuasaan. Pengarang yang merupakan aktivis sosial dan senang berdiskusi mengangkat isu tersebut agar pembaca dapat memahami hal-hal yang sering dilakukan oknum pemangku kebijakan yang tidak 3 Pengaruh Aspek Sosiologi Pengarang Terhadap Unsur Latar Pengarang lahir, tinggal, dan berkarya di kota Sumedang. Sebagai seseorang yang lahir di tanah sunda tentu pengarang menguasai bahasa, adat, budaya, dan kebiasaan yang Latar pemilihan cerita dalam novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae apabila dicermati lebih dalam adalah gambaran kota Sumedang. Kota yang tidak terlalu besar, memiliki kekurangan dalam beberapa distrik, memiliki sebuah gunung di tengahtengahnya, perusahaan tambang di bawah kaki gunung, pembuangan sampah di kaki gunung, dan bendungan yang menenggelamkan tempat bersejarah. Dalam cerita, pengarang memilih nama Kota Medalion untuk latar utama cerita. Medal berasal dari Insun Medal Insun Madangan yang merupakan yang merupakan falsafah bagi warga Sumedang yang akhirnya menjadi akronim dari kata Sumedang. Dalam novel diceritakan sebuah gunung yang bernama Gunung Sona, sona berasal dari bahasa Hindi yang artinya emas. Hal ini sejalan dengan cerita legenda Gunung Tampomas Fadhilah. Kuswara & Irawan. Kajian Novel Arunika Terakhir Karya Ipul Sae Menggunakan A yang ceritanya berkaitan dengan emas. Di kaki gunung tersebut berdiri beberapa perusahaan tambang, dan di sisi lainnya kaki gunung tersebut menjadi tempat pembuangan sampah, hal ini juga sejalan sesuai dengan keadaan Gunung Tampomas yang menjadi lahan tambang pasir juga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbesar di kabupaten Sumedang. Latar tempat selanjutnya yang pengarang pilih adalah negeri Aztraliz. Negeri Aztraliz dalam cerita adalah sebuah kerajaan siluman yang tidak terlihat oleh manusia, pintu masuk ke negeri Aztraliz adalah melalui sebuah pohon arunika di tengah hutan Gunung Sona. Hal ini sejalan dengan mitos yang populer di tanah sunda khususnya Kabupaten Sumedang yang pengarang yakini yaitu istilah hutan larangan yang berarti hutan tersebut tidak boleh dikunjungi dan sangat dilarang, karena ditakutkan di dalam hutan tersebut terdapat hewan buas atau juga ditakutkan apabila dikunjungi akan merusak ekosistem flora dan fauna, dan ekosistem kehidupan yang tidak terlihat oleh manusia, kehidupan yang berkaitan dengan objek yang tidak kasat mata atau gaib. Sebagaimana kehidupan di dunia manusia, dalam novel diceritakan kehidupan negeri Aztraliz yang damai, pemimpin yang bijaksana, dan penduduk rukun. Negeri Aztraliz terbagi atas beberapa wilayah, pengambilan nama wilayah yang pengarang pilih sejalan dengan latar belakang pengarang sebagai masyarakat asli sunda. Wilayah Dayyuha sebagai wilayah pemerintahan di negeri Aztraliz, jika dilihat lebih jauh akan menghasilkan kata Dayeuh yang populer di Kabupaten Sumedang yang artinya adalah kota atau ibukota. Wilayah lainnya yaitu Kereliha. Wetranha. Kurlonha, dan Kidluha. Jika dilihat lebih dalam akan menghasilkan sebuah istilah arah mata angin yang berlaku di Kabupaten Sumedang yaitu kaler atau utara, wetan atau timur, kolon atau barat, dan kidul atau selatan. Pada novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae mengambil latar 2080, sebuah kehidupan di masa depan yang pengarang yakini bahwa perubahan pola berpikir manusia akan berubah sejalan dengan perkembangannya teknologi. Manusia masa saat ini sudah mulai skeptis terhadap hal-hal mistis atau gaib, apalagi manusia pada empat puluh tahun yang akan datang. Hal ini sejalan dengan latar belakang sosial pengarang. 4 Pengaruh Aspek Sosiologi Pengarang Terhadap Unsur Alur dan Konflik Alur yang dipilih dalam cerita pada novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae adalah alur maju. Diawali dengan pengenalan tokoh dan latar cerita hingga awal munculnya masalah atau konflik yang disebabkan Tomi yang ingin menguasai lahan tambang demi mengembangkan bisnisnya dengan cara yang licik. Varsha yang kemudian menjadi tokoh utama bersama tokoh lainnya mempertahankan haknya dan membela kepentingan banyak orang dengan menghentikan kelicikan Tomi. Dalam tahap awal munculnya konflik sejalan dengan keinginan pengarang yang ingin memunculkan awareness atau kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan juga penguasa yang mulai serakah dibuktikan dengan sikap Varsha dan tokoh lainnya. Meningkatnya konflik pada tahap klimas dalam novel diceritakan bahwa keserakan Tomi sudah tidak dapat dihentikan sampai-sampai ia bekerja sama dengan siluman atau makhluk gaib untuk membantunya menghancurkan pohon arunika yang berada di hutan Gunung Sona. Hal tersebut sejalan dengan latar belakang pengarang yang masih mempercayai nilai-nilai kesakralan sebuah tempat khususnya Jaman dahulu sempat populer dengan istilah hutan larangan yang artinya hutan tersebut tidak dapat disentuh atau sangat dilarang untuk mendatanginya, namun saat ini manusia modern tidak peduli dengan hal itu. Sehingga penulis ingin mengangkat nilai-nilai tersebut demi keberlangsungan ekosistem yang ada di dalamnya. Penyelesaian cerita dalam novel dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan pertarungan antara Putri Vive dengan pasukannya melawan pasukan Pangeran Angist yang berada di bawah perintah siluman suruhan Tomi. Dilanjutkan dengan Ramma yang memata-matai pergerakan Tomi, dan pertarungan pasukan Tomi melawan Putri Vive. Volume 7. No. 1, 06 February 2023. Hal. Varsha. Damar dan lainnya yang berusaha menghentikan ritual penghancuran pohon Hal tersebut sejalan dengan karakter pengarang yang merupakan seorang laki-laki yang pernah bersekolah di tempat yang didominasi oleh laki-laki dan tergabung dengan komunitas punk sehingga pengarang terpengaruh dengan gaya penyelesaian sebuah masalah dengan menggunakan perkelahian. 5 Pengaruh Aspek Sosiologi Pengarang Terhadap Unsur Tema dan Amanat Tema yang diangkat dalam novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae adalah perjuangan menyelamatkan lingkungan alam dari keserakahan manusia. Manusia yang merugi adalah manusia yang serakah, karena memakan hak yang bukan menjadi miliknya. Kehidupan persahabatan dan kepercayaan manusia terhadap hal gaib juga diangkat dalam cerita novel ini. Hal tersebut berkaitan dengan pengarang yang merupakan seorang pegiat lingkungan, pengarang sering mengadakan diskusi juga aksi dalam mempertahankan keasrian lingkungan khususnya lingkungan Gunung Tampomas. Pengarang bersama sahabat-sahabatnya membentuk komunitas sebagai gerakan pelestarian alam. Pengarang juga berkeinginan memperlihatkan keadaan lingkungan gunung Tampomas kepada pemerintah melalui diskusi dan juga mengajak untuk mendaki gunung. Permasalahan sampah di kaki gunung, status Gunung Tampomas, dan penggenangan pemukiman karena waduk yang menenggelamkan tempat-tempat bersejarah pengarang juga angkat dalam novel tersebut. Amanat yang pengarang sampaikan dalam novel tersebut adalah lingkungan khususnya alam harus dijaga dan tetap di lestarikan, kehidupan flora dan fauna juga kehidupan yang tidak terlihat. Alam dapat hidup tanpa adanya manusia, namun kehidupan manusia sangat bergantung kepada alam. Leuweung teu meunang di ruksak, gunung teu meunang di lebur. Adalah nilai-nilai yang pengarang yakini dalam kehidupannya. Karena pengarang meyakini hal-hal tersebut masih di anggap sakral bahkan beberapa orang mengsakralkan gunung tersebut sehingga menjadi tempat berziarah. Unsur kearifan lokal di Kabupaten Sumedang masih sangat kental menjadi dasar pengarang untuk menuangkannya ke dalam novel Arunika Terakhir. 6 Langkah-Langkah Pendekatan Enklitik Pendekatan Enklitik merupakan perpaduan dua atau lebih pendekatan yang digunakan secara bersamaan. Dalam praktiknya, pendekatan-pendekatan dalam menganalisis karya sastra digunakan secara Enklitik, dalam artian pendekatan yang satu mungkin saja digunakan secara bersamaan dengan pendekatan lain. Pendekatan Enklitik dalam penelitian kali ini menggabungkan pendekatan ekspresif dan objektif. Penerapan kedua pendekatan dalam kajian novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae dilakukan satu persatu. Pendekatan ekspresif diterapkan lebih dulu karena peneliti ingin mendapatkan data yang meliputi ekonomi produksi sastra, latar belakang sosial, status pengarang, dan ideologi pengarang yang bersumber langsung dari pengarang melalui biografi pengarang dan proses wawancara. Selain itu juga fokus penelitian menitik beratkan pada pengarang sebagai pencipta karya sastra. Selanjutnya menerapkan pendekatan objektif dengan mengkaji novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae dan mendapatkan data berupa unsur intrinsik yang nantinya kedua data tersebut dikaitkan menggunakan pendekatan enklitik. Adapun langkah-langkah penerapan pendekatan ekspresif adalah sebagai berikut: Seorang kritikus/peneliti harus mengetahui biografi pengarang karya sastra yang Fadhilah. Kuswara & Irawan. Kajian Novel Arunika Terakhir Karya Ipul Sae Menggunakan A Pemahaman secara mendalam dan detail mengenai pengarang berdasarkan data-data yang diperlukan, misalnya menelusuri biografi secara lengkap dari dini hingga tumbuh dewasa dan latar belakang kehidupan pengarang supaya bisa menemukan sikap dan ideologi pengarang. Selanjutnya mencari-tahu pengalaman-pengalaman penting yang dialaminya dan membaca karya-karya lain dari si pengarang agar bisa menemukan karakter, psikologis/kejiwaan, pandangan dan pedoman hidup dari si pengarang. Misalnya menemukan ekspresi ketabahan, keteguhan, keimanan, serta kebiasaan pengarang dalam karya sastra yang disampaikan melalui kisah antar tokoh. Pendekatan ekspresif meyakini jika suatu karya sastra memiliki pencipta yang sangat berpengaruh dalam pemaknaan cerita dan hanya menfokuskan diri terhadap pengarang, baik latar belakang kehidupan, psikologis atau kejiwaan maupun sikap dan pandangan hidup si pengarang. Mengaitkan hasil penafsiran berdasarkan tinjauan sosiologi pengarang. Asumsi dasar penelitian dipengaruhi oleh anggapan bahwa karya sastra merupakan produk dari berbagai luapan ekspresi, pikiran, ungkapan perasaan dari hasil imajinasi pengarang. Langkah-langkah penerapan pendekatan objektif adalah sebagai berikut: Pengenalan dan pemahaman terhadap obyek yang dianalisis dengan cara membaca dengan cermat karya sastra yang akan dianalisis untuk menemukan unsur intrinsik dalam karya tersebut. Pengumpulan kepustakaan yang mungkin bisa menunjang proses analisis karya sastra agar lebih akurat dan bisa dipertanggung jawabkan. Memaparkan dengan cermat unsur-unsur yang membangun karya sastra berupa unsur intrinsik sehingga menghasilkan makna secara menyeluruh. Data hasil analaisis penerapan pendekatan ekspresif berupa ekonomi produksi sastra, latar belakang sosial, status pengarang, dan ideologi pengarang. Dan data hasil analisis penerapan pendekatan objektif berupa unsur intrinsik yang didalamnya meliputi tokoh dan penokohan, latar, alur, tema, dan amanat. Penggabungan data-data tersebut dilakukan dengan cara menganalisis keterkaitan dan pengaruh data pertama dengan data Langkah-langkah pendekatan enklitik adalah sebagai berikut: Membaca dan memahami data yang telah diperoleh dari sosiologi pengarang dan unsur intrinsik novel. Mengaitkan data sosiologi pengarang terhadap unsur tokoh berupa. nama tokoh, gambaran fisik tokoh, latar belakang tokoh, kegemaran tokoh, kebiasaan tokoh, dan karakteristik tokoh. Mengaitkan data sosiologi pengarang terhadap unsur latar berupa. latar tahun dan latar Mengaitkan data sosiologi pengarang terhadap unsur alur kan konflik berupa. dalam cerita, tahap perkenalan, munculnya konflik, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian konflik. Mengaitkan data sosiologi pengarang terhadap unsur tema dan amanat berupa. yang diangkat, amanat yang tersurat, dan amanat yang tersirat. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pendekatan enklitik dalam penelitian ini penulis menggabungkan pendekatan ekspresif dan objektif. Penerapan pendekatan ekspresif dilakukan terlebih dahulu dengan instrumen penelitian berupa CV pengarang dan pedoman wawancara sehingga diperoleh data pertama berupa ekonomi produksi sastra, latar belakang sosial, status pengarang, dan ideologi pengarang. Selanjutnya penerapan pendekatan objektif diperoleh data kedua berupa unsur intriksi yang Volume 7. No. 1, 06 February 2023. Hal. meliputi tokoh dan penokohan, latar, alur, tema, dan amanat. Kedua data yang telah diperoleh dikaitkan sehingga penulis berkesimpulan bahwa sosiologi pengarang adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena berasal dari satu tubuh seorang pengarang karya sastra. Unsur-unsur dalam sosiologi pengarang memiliki keterkaitan dengan unsur sosiologi pengarang lainnya. Namun demikian unsur sosiologi pengarang dapat memengaruhi unsur intrinsik berupa tokoh, latar, alur dan konflik, tema dan amanat. SIMPULAN Berdasarkan peneltian yang telah dilakukan dalam kajian novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae menggunakan pendekatan enklitik, peneliti dapat memberi simpulan sebagai berikut. Dalam novel Arunika Terakhir menceritakan tokoh utama bernama Varsha yang berwatak baik. Latar tempat dalam cerita ini adalah Kota Medalion. Gunung Sona, dan Kerajaan Aztraliz. Latar waktu dalam cerita ini mengangkat tahun 2080. Alur yang terdapat dalam novel adalah alur maju. Tema dalam novel adalah menceritakan tentang perjalanan Varsha memperjuangan alam dan mempertahankan pohon Amanat dalam novel ini adalah manusia dan alam hidup saling berdampingan, manusia membutuhkan alam untuk keberlangsungan hidupnya maka dari itu manusia harus menjaga alam dengan cara merawat dan tidak meruskanya. Pengarang bernama lengkap Ipul Saepuloh mempunyai kegemaran berkegiatan di alam tercermin dalam novelnya. Pengarang menjadikan tokoh utama memiliki kesamaan dengannya yaitu berkacamata, tokoh utama mempunyai karakter yang senang menjaga alam. Dan tokoh-tokoh lainnya yang namanya diambil dari filosifi Latar dalam novel Arunika Terakhir tercermin asal-usul pengarang sebagai orang asli Sunda yang tinggal di kabupaten Sumedang dengan penamaan suatu tempat menggunkan arah mata angin dalam bahasa Sunda. Juga nama-nama tempat yang berfilosofi mengarah pada kabupaten Sumedang. Dalam tahap penyelesaian masalah pengarang memilih menyelesaikannya dengan perkelahian dan kecerdikan Ideologi pengarang yang disampaikan dalam novel ini adalah leuweung teu meunang di ruksak, gunung teu meunang di lebur. Pandangan ini disampaikan secara tersirat dan tersurat melalui percakapan dan kejadian yang dialami tokohnya. Juga dalam kegiatan wawancara. Cerita dalam novel ini sangat relevan dengan keadaan di Kabupaten Sumedang saat ini sehingga novel ini merupakan sebuah sindiran dari keresahan-keresahan yang dirasakan oleh penulis dan masyarakat Novel Arunika Terakhir karya Ipul Sae adalah sebuah hasil pemikiran pengarang atas keresahan yang dirasakannya. Hasil penelitian ini dapat membantu perkembangan peserta didik untuk belajar berpikir kritis mengungkapkan keresahannya seperti halnya yang dilakukan pengarang. Selain itu juga penelitian ini dapat membatu peserta didik untuk menanamkan karakter mencintai alam dan lingkungan hidupnya, menghargai dan menyayangi setiap makluk ciptaan-Nya, menurunkan ego demi kepentingan banyak orang, dan menghargai kepercayaan orang lain. Nilai-nilai tersebut bermanfaat bagi peserta didik agar memahami hal baik yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari mereka dalam bermasyarakat. Strategi dalam penelitian menggunakan pendekatan enklitik yaitu membaca dan memahami data yang telah diperoleh dari sosiologi pengarang dan unsur intrinsik Mengaitkan data sosiologi pengarang terhadap unsur tokoh berupa. Fadhilah. Kuswara & Irawan. Kajian Novel Arunika Terakhir Karya Ipul Sae Menggunakan A tokoh, gambaran fisik tokoh, latar belakang tokoh, kegemaran tokoh, kebiasaan tokoh, dan karakteristik tokoh. Mengaitkan data sosiologi pengarang terhadap unsur latar berupa. latar tahun dan latar tempat. Mengaitkan data sosiologi pengarang terhadap unsur alur kan konflik berupa. alur dalam cerita, tahap perkenalan, munculnya konflik, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian konflik. Mengaitkan data sosiologi pengarang terhadap unsur tema dan amanat berupa. topik yang diangkat, amanat yang tersurat, dan amanat yang tersirat. REFERENSI