Arabic Language Errors in High School Students: Grammatical Analysis and Its Implications in Learning Volume 4 Issue 1 . Pages 21-38 Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab E-ISSN : 3031-0245 DOI : https://doi. org/10. 59829/407f0a77 Arabic Language Errors in High School Students: Grammatical Analysis and Its Implications in Learning Fasich Nur Firdaus Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Indonesia Email: fasichnoerfirdaus7@gmail. Abstract Error analysis in language is a working procedure that can be used by writers or language teachers, which includes activities such as collecting error samples, identifying errors in the samples, explaining these errors, and evaluating the severity of the errors. Al-Izzah Leadership School is an Islamic boarding school that requires its students to speak Arabic in their daily activities and learning processes. However, in Arabic language learning, students frequently make errors in applying Arabic grammar rules. This fact has motivated the researcher to examine Arabic language The purpose of this study is to identify the types of Arabic language errors, focusing on writing errors in linguistic categories. This research employs a qualitative method and falls under the category of field research because data is collected directly from the research site at Al-Izzah Batu. The findings of the study indicate that students make four types of errors: phonetic errors, morphological errors, syntactic errors, and semantic errors. Keywords: Error analysis. Arabic language. Language errors. Abstrak Analisis kesalahan Berbahasa merupakan prosedur krerja yang dapat digunakan oleh penulis atau guru bahasa yang meliputi: kegiatan mengumpiulkan sampel kesalahan, mengidentifikasi kesalahan yang terdapat pada sampel, menjelaskan kesalahan tersebut, dan mengevaluasi taraf keseriusan kesalahan itu. Pondok pesantren Al- Izzah leadership school merupakan pondok yang mewajibkan siswanya berbahasa arab dalam kegiatannya sehari hari serta dalam faktanya, dalam kegiatan pembelajaran bahasa Arab, siswa banyak melakukan kesalahan dalam praktek kaidah bahasa Arab. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengkaji kesalahan bahasa Arab. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi bentukbentuk kesalahan bahasa Arab yang berfokus pada kesalahan penulisan dalam kategori bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan jenis penelitian lapangan karena data dikumpulkan langsung dari lokasi penelitian di Pondok Pesantren Al-Izzah Al-Izzah Batu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat macam kesalahan yang dilakukan siswa, yaitu: kesalahan fonetik, kesalahan morfologis, kesalahan sintaksis dan kesalahan semantik. Kata Kunci: strategi komunikasi, media digital, pembelajaran bahasa Arab, alih kode PENDAHULUAN Kesalahan bahasa merupakan penggunaan bentuk-bentuk ujaran yang tidak diperlukan, terutama bentuk-bentuk ujaran yang tidak ingin digunakan oleh penyusun program dan pengajar bahasa. Bentuk tutur yang tidak diinginkan adalah bentuk tutur yang Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 21 menyimpang dari kaidah bahasa baku. Hal ini sesuai dengan pendapat Albert Valdman yang mengatakan bahwa hal pertama yang harus diperhatikan sebelum membahas berbagai metode dan menganalisis kesalahan bahasa adalah menetapkan standar deviasi atau kesalahan. Sebagian besar guru bahasa Indonesia menggunakan standar keragaman bahasa sebagai standar deviasi. Jadi kesalahan ini bukan karena ketidaktahuan penutur terhadap kaidah bahasa yang berlaku. Kesalahan ini mungkin disebabkan oleh speaker atau non-native speaker. Pada saat yang sama, kesalahan/kesalahan adalah kesalahan sistematis dan konsisten yang menggambarkan kemampuan pembelajar terhadap bahasa tertentu (Arifianto et al. , 2. kesalahan dianggap sebagai sebuah penyimpangan yang disebabkan oleh kelalaian penutur, bukan ketidaktahuan penutur terhadap kaidah bahasa sasaran. Kondisi penutur itulah yang menyebabkan terjadinya penyimpangan bahasa. para kritikus masih beranggapan bahasa Arab sebagai "rumit". Kerumitan dalam pemakaian bahasa Arab karena bahasa Arab dan bahasa Indonesia adalah dua bahasa yang berbeda, baik dari segi fonologi, bentuk, sintaksis, maupun semantik. Misalnya, dalam intonasi, beberapa orang akan menemukan bahwa beberapa suara rumit untuk dilantunkan. Hal ini dikarenakan ada beberapa pelafalan bahasa Arab yang tidak ditemukan dalam bahasa Indonesia, seperti . sa'), . a'), . ho'), . , dll. Dari segi morfologi, seperti bentuk jamak dari seperti bentuk jamak dari A OAadalah AOOA. Dan dalam bahasa Indonesia, bentuk jamaknya tidak mengubah bentuk asal kata, tetapi hanya menambahkan beberapa, mengulang kata dasar, dsb. Jadi bentuk jamak dari kantor adalah beberapa kantor atau kantor. Perbedaannya juga pada tataran sintaksis, struktur kalimat SPOK dalam bahasa Indonesia dapat diubah menjadi PSOK. sebagai contoh: AE I acI Eac AaO EAA aEA A EAsebagai predikat. A IIAsebagai objek, dan A AO EAAEAsebagai keterangan tempat. Jika mengikuti aturan Bahasa Indonesia maka menjadi AuMuhammad menulis pelajaran dikelasAy. Subjeknya diletakkan didepan dan predikat setelahnya. Dalam hal semantik, dapat dicontohkan A Adalam bahasa Indonesian custom structure tersebut bermakna orang yang mengajarkan agama. Professor Sedangkan dalam bahasa Arab diartikan orang yang mempunyai gelar akademik yang tinggi yaitu. Perbedaan-perbedaan tersebutlah yang membuat para pengkaji/pelajar merasa kesulitan dalam mempelajari dan mempraktekkan bahasa Arab, sehingga terjadi banyak kesalahan dalam penggunan bahasa. Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 22 Kesalahan berbahasa Arab seringkali ditemui pada pembelajar bahasa Arab, hal ini dibuktikan dengan banyaknya penelitian yang telah mengkajinya. Menurut Thohir pada penelitiannya menunjukkan bahwasanya kesalahan berbahasa Arab terjadi karena pengkondisian, kesalahan dalam penentuan komposisi akhir arab. Menganalisis kesalahan gramatikal linguistik dalam tuturan siswa tentang hasil observasi siswa karena beberapa faktor antara lain penguasaan tata bahasa, penggunaan kata yang kurang tepat, ketepatan dalam tuturan, kurangnya motivasi berbicara dan kurangnya kosa kata siswa. (Thohir & Imannisya, 2. Adapun dalam penelitian Lubis mengemukakan bahwa kesalahan berbahasa arab dapat berupa kesalahan dari sisi fonologi, maupun morfologi, sintaksis bahkan semantik. Kesalahankesalahan tersebut sebenarnya bisa diminimalisir bahkan dihilangkan jika pola kesalahannya dapat diketahui. (Lubis, 2. Begitu juga menurut Nurkholis dalam hasil temuannya menunjukkan bahwa berberapa kesalahan berbahasa dapat ini disebabkan beberapa masalah yang ada pada kemampuan penggunaan bahasa pertama dan bahasa kedua. Beberapa pembelajar tidak menyadari bahwa bahasa yang digunakan masih memiliki banyak kesalahan. Pelanggaran dalam kesalahan ini bukan hanya bersifat fisik, melainkan juga merupakan tanda kurang sempurnanya pengetahuan dan penguasaan terhadap kode. Si pembelajar bahasa belum menginternalisasikan kaidah bahasa . yang dipelajarinya. Dengan diadakan analisis kesalahan diharapkan para pembelajar bahasa di tingkat manapun dapat meminimalkan kesalahan dalam bahasanya(Wulandari, 2. Berdasarkan beberapa hasil temuan diatas menunjukkan urgensi penelitian lanjutan dari kesalahan berbahasa Arab. Atas hal itu peneliti bermaksud untuk menganalisis bagaimana bentuk kesalahan bahasa arab dalam segi fonologi, morfologi, sintaksis, semantik pada santri kelas 11 Al Izzah Leadearship School Batu. Diantara lembaga pendidikan yang mengajarkan bahasa Arab adalah Pondok pesantren Al-Izzah leadership school mengharuskan santrinya wajib berbahasa arab dalam kegiatannya sehari hari serta dalam pembelajaran dikelas. Akan tetapi, sejauh ini masih ada penyimpangan kebahasaan yang terjadi di lembaga ini. Hal ini yang menarik perhatian peneliti untuk meneliti kesalahan-kesalahan berbahasa pada santri, dan memfokuskan pada kesalahan tulisan. Karena, kemampuan menulis merupakan salah satu ketrampilan yang harus dikuasai oleh santri, serta melihat kondisi di lapangan bahwa aktifitas berbahasa santri lebih dalam bentuk tulisan dari pada yang lainnya, seperti menulis pidato, mufrodat, menjawab soal soal yang berbahasa Arab, penulisan kosa kata yang dibuat dalam bentuk kalimat bahasa Arab. Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 23 KAJIAN TEORI Kemampuan berbahasa adalah derajat kesiapan seseorang untuk menggunakan bahasa tertentu secara benar dan tepat(Pentiernitasari, 2. Keterampilan berbahasa atau maharah lughowiyah dalam bahasa Arab dibagi menjadi empat kategori, yaitu: keterampilan mendengarkan . aharah istima'), keterampilan berbicara . ahyrah kaly. , dan keterampilan membaca . ahyrah Qiraa. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada keterampilan terakhir yaitu keterampilan menulis. Oleh karena itu, kajian teoritis keterampilan berbahasa ini hanya membahas keterampilan menulis. Keterampilan menulis adalah kemampuan seseorang untuk mengungkapkan pikiran, pikiran, dan perasaan kepada orang lain dalam bahasa tulis. Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, bukan tatap muka dengan orang lain. Ini adalah aktivitas yang produktif dan Menulis melibatkan banyak keterampilan dalam bahasa tertulis. Ada tiga jenis keterampilan menulis, yaitu: Pertama, menulis terkontrol adalah aktivitas menulis tahap awal. Kegiatannya masih membutuhkan kontrol atau pengawasan guru, sehingga pada tahap ini guru lebih dominan dibandingkan aktivitassiswa. Berikut ini beberapa yang dapat dilakukan pada menulis terkontrol yang diberikan guru: . kalimat jigsaw yakni aktivitas meniru teks, . menyalin dan menulis . ind and cop. , . menyusun kalimat . entence combinin. , . Kedua, . menulismenggunakan panduan tentu disertai dengan pemberian stimulusberupa gambar, pertanyaan, kosakata atau kalimat pemandu. Keterampilan menulis terbimbing meliputi: mengurutkan beberapa kata menjadi kalimat sempurna, . menyusun kalimat dengan sebuah gambar, . menyusun kalimat berdasarkan kosakata, . mengurutkan sebuah kalimat menjadi paragraf, . mendeskripsikan objek atau gambar berdasarkan pertanyaan, . mendeskipsikan sebuah gambar tunggal, . mendeskripsikan sebuah gambar seri, . menyusun sebuah paragraf berdasarkan pertanyaan. Ketiga, menulis bebas . yaitu aktivitas menulis dengan menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan(RAMLAH, 2. Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam bukunya yang berjudul AuCommon Error in Languange LearningAy George mengemukakan bahwa kesalahan berbahasa adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan . nwanted for. khususnya suatu bentuk tutran yang tidak diinginkan oleh penyusun program dan guru pengajaran bahasa. Bentuk-bentuk tuturan yang tidak diinginkan adalah bentuk-bentuk tuturan yang menyimpang dari kaidah bahasa baku. Hal ini sesuai dengan pendapat Albert Valdman yang mengatakan bahwa yang pertama-tama harus Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 24 dipikirkan sebelum mengadakan pembahasan tentang berbagai pendekatan dan analisis kesalahan berbahasa adalah menetapkan standar penyimpangan kesalahan(Naelofaria, 2. Dikemukakan oleh Corder bahwa yang dimaksud dengan kesalahan berbahasa adalah pelanggaran terhadap kode berbahasa. Pelanggaran ini bukan hanya bersifat fisik, melainkan juga merupakan tanda kurang sempurnanya pengetahuan dan penguasaan terhadap kode. dipelajarinya(Nafinuddin, 2. Dikatakan oleh Corder bahwa baik penuturan asli maupun bukan penuturan asli sama-sama mempunyai kemungkinan berbuat kesalahan berbahasa. Berdasarkan berbagai pendapat tentang pengertian kesalahan berbahasa yang telah disebutkan di atas, dapatlah dikemukakan bahwa kesalahan berbahasa Indonesia adalah pemakaian bentuk-bentuk tuturan berbagai unit kebahasaan yang meliputi kata, kalimat, paragraf, yang menyimpang dari sistem kaidah Bahasa. Kesalahan bahasa memiliki hubungan erat dengan pengajaran bahasa. Ahli bahasa, pendidik bahasa, dan guru bahasa percaya bahwa kesalahan bahasa sangat mempengaruhi terwujudnya tujuan pengajaran bahasa. Oleh karena itu, kesalahan berbahasa peserta didik harus diminimalisir dan dihilangkan semaksimal mungkin. Adalah tugas peneliti bahasa dan guru bahasa untuk meneliti secara menyeluruh seluk beluk kesalahan bahasa. Dengan memahami kesalahan berbahasa siswa akan lebih mudah untuk mengurangi atau bahkan Kajian mendalam terhadap semua aspek kesalahan adalah arti dari istilah analisis kesalahan. Analisis kesalahan bahasa berfokus pada pembelajar bahasa. Oleh karena itu, analisis kesalahan adalah suatu kegiatan untuk menemukan kesalahan yang ditemukan dalam keterampilan lisan dan tulisan peserta didik, baik itu B2 maupun bahasa asing. Ada tiga alasan penting perlunya penelitian analisis kesalahan bahasa, yaitu: Pertama, hasil analisis kesalahan penting bagi siswa karena mereka dapat memahami seberapa banyak kemajuan yang telah dicapai dalam pembelajaran dan langkah-langkah apa yang harus diambil untuk meningkatkan kualitas hasil belajar. Pembelajar dapat menggunakannya untuk mengukur kemampuan bahasa mereka. Kedua, dapat membantu siswa belajar dan memahami bahasa melalui kesalahan mereka dan memperbaikinya. Hal ini sangat penting karena sulit bagi pembelajar untuk meningkatkan bahasa mereka tanpa mengetahui kesalahannya. Ketiga, melalui hasil analisis kesalahan, guru dapat memahami bagaimana pembelajar belajar atau memperoleh bahasa, serta strategi atau proses yang digunakan pembelajar dalam pembelajaran Berdasarkan ketiga alasan tersebut, perlu ditegaskan bahwa antara guru dan pembelajar bahasa, mereka semua harus mengetahui kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 25 pembelajar. Ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa dan diharapkan tidak ada lagi kesalahan-kesalahan yang dilakukan pembelajar(Rosyidi & NiAomah, 2. Prosedur Analisis Kesalahan Berbahasa Dalam menganalisis kesalahan berbahasa diperlukan prosedur yang harus dilakukan oleh peneliti. Corder telah mngemukakan langkah-langkah yang ditempuh dalam menganalisis kesalahan, yaitu: pertama, korpus bahasa diseleksi Singkatnya, linguistik korpus adalah metode empiris analisis dan deskripsi bahasa yang digunakan untuk memeriksa bahasa yang digunakan oleh penutur alami. Metode ini semakin banyak digunakan, dan dapat memeriksa berbagai masalah bahasa dalam jangkauan yang luas, bahkan dapat mengungkapkan hal-hal yang menarik, mendasar, dan bahkan mengejutkan dari data bahasa yang ada. Kedua, mengidentifikasi kesalahan. Ketiga, dipengaruhi oleh bahasa pertamanya. Hal ini dapat berarti bahwa kesalahan berbahasa dapat disebabkan oleh interferensi dari bahasa ibu atau bahasa pertama (B. ke bahasa kedua (B. yang dipelajari pembelajar. Dengan kata lain, akar kesalahan terletak pada perbedaan antara sistem bahasa B1 dan sistem bahasa B2 (Subagja et , 2. Harus ada upaya untuk menemukan kesalahan, karena dari segi bentuk, bahasa yang dihasilkan sudah sesuai dengan kaidah bahasa sasaran. Pertama, mengklasifikasi kesalahan menurut urutan bahasa, kesalahan bahasa dibagi menjadi: fonologi, morfologi, sintaksis . rasa, klausa, kalima. , semantik, dan kesalahan teks. Sedangkan menurut kegiatan berbahasa atau keterampilan berbahasa dapat dibedakan menjadi kesalahan berbahasa dalam menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kedua, menjelaskan kesalahan. kesalahan bahasa adalah pelanggaran kode bahasa. Pelanggaran ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga merupakan tanda ketidaklengkapan pengetahuan dan penguasaan kode. Pembelajar bahasa tidak menginternalisasi aturan bahasa . yang telah dipelajarinya. Ketiga, mengevaluasi Kesalahan bahasa tidak sama dengan kesalahan bahasa. Keduanya memang menggunakan bentuk bicara yang tidak biasa. Kesalahan bahasa akan terjadi secara sistematis karena sistem kaidah bahasa yang bersangkutan belum dikuasai. Kesalahan berbahasa tidak terjadi secara sistematis, bukan karena belum menguasai sistem kaidah bahasa yang bersangkutan, melainkan karena tidak menyadari sistem kaidah bahasa yang sebenarnya telah dikuasainya. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa batasan analisis kesalahan bahasa adalah: analisis kesalahan bahasa adalah prosedur/langkah yang digunakan oleh guru dan peneliti, termasuk mengidentifikasi sampel. Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 26 memilah kesalahan dalam sampel, menggambarkan kesalahan tata bahasa, menjelaskan untuk kesalahan, dan hati-hati mengevaluasi setiap kesalahan. Macam-Macam Kesalahan Berbahasa Metode klasifikasi kategori bahasa mengklasifikasikan kesalahan bahasa berdasarkan komponen bahasa tertentu atau elemen bahasa yang terpengaruh oleh kesalahan(Riyandana et , 2. Klasifikasi kategori bahasa digunakan sebagai dasar untuk mempelajari kesalahan bahasa. Berbagai kesalahan bahasa dapat dibagi menjadi empat kategori, yaitu: kategori bahasa, kategori strategi eksternal, kategori perbandingan dan kategori efek Dari kelima kategori di atas, peneliti mengambil kategori bahasa. Kategori tersebut didasarkan pada kesalahan komponen bahasa atau kesalahan komponen bahasa. Kategori bahasa dapat dibagi menjadi beberapa kategori berikut: Pertama. Fonologi kesalahan fonetik, termasuk fonetik lisan dan ejaan bahasa tertulis. Fonologi bahasa Arab disebut Au AAyAOIOEOOA, yang merupakan serapan dari bahasa Inggris . Namun, istilah "A " EI EAO E OIOAsering digunakan. Fonologi adalah cabang linguistik yang mengolah bunyi sesuai dengan fungsinya. Verhaar mengatakan bahwa Aufonologi dapat disebut ilmu bunyi AufungsionalAy. Berdasarkan penekanan pada kata AufungsiAy, dapat disimpulkan bahwa fonologi adalah cabang ilmu linguistik, yang membedakan bahasa dari segi bunyi. makna leksikal dibahas. Pembahasan fonologis dapat dicontohkan sebagai berikut: kata "A "EAdan "A"EA, pengucapan "A "EAdan "A "CAsemuanya merupakan "fonem" karena memiliki makna yang berbeda. "A "E EAberarti mengukur/menimbang, dan "A "C EAberarti Contoh fonem vokal adalah: kata AuA AyAdan AuAAyA, vokal /a/ dan /u/ dalam bahasa Arab adalah sama-sama harakat, akan tetapi dapat membedakan makna. Dari contoh di atas nampak jelas jika perbedaan fonem berfungsi mengubah arti. AuA Ay Aberarti berbuat baik, sedangkan AuA AyAadalah gandum. Kedua, morfologi. Kesalahan morfologis, meliputi prefiks, infiks, sufiks, sufiks, sinonim, dan pengulangan kata. Morfologi bahasa Arab biasa disebut AI IAA A EAatau AEI EC CA, yaitu mengubah bentuk kata menjadi berbagai bentuk untuk memperoleh makna yang berbeda. Tanpa perubahan yang bermasalah, makna yang berbeda tidak akan muncul. Verhaar berpendapat bahwa morfologi adalah: Ausuatu cabang linguistik yang menentukan satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikalAy. Oleh karena itu, morfologi adalah ilmu linguistik yang membahas tentang perubahan bentuk kata dan bagian gramatikalnya untuk memperoleh makna yang berbeda pada setiap perubahannya. Bagian terkecil dalam morfologi adalah morfem, dan sebuah kata dapat terdiri dari beberapa morfem. Misalnya, analisisnya adalah: kata "A "OEAberarti "dia . aki-lak. Kata ini terdiri dari dua morfem yaitu Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 27 AuA AyOAdan AuAAyEA. Jika kata tersebut dirubah menjadi AuA AyEAmaka artinya juga berubah menjadi Aukamu . aki-lak. menulisAy. Dalam proses berubahnya bentuk kata dan muncul makna baru merupakan kajian dari morfologi. Ketiga, sintaksis. Kesalahan tata bahasa, termasuk frasa, klausa, dan kalimat. Tata bahasa adalah tata bahasa yang membahas hubungan antar kata dalam tuturan. Tata bahasa terdiri dari morfologi dan sintaksis. Jika morfologi melibatkan struktur gramatikal kata-kata, maka sintaksis berkaitan dengan tata bahasa antara kata-kata dalam ucapan. Dalam bahasa Arab, susunan kata dalam sebuah kalimat dan susunan klausa bahkan kalimat dalam sebuah teks merupakan kajian dalam ilmu nahwu. Hubungan tersebut tidak hanya menghasilkan makna gramatikal, bahkan mempengaruhi akhiran vokal setiap Kata itu, kemudian disebut "i'rab". 'irab adalah fitur bahasa Arab, yang tidak ditemukan dalam bahasa lain mana pun. Berbicara tentang sintaks dalam bahasa Arab berarti berbicara tentang morfem dalam kalimat. Menurut Verhaar, ada tiga cara untuk menganalisis suatu kalimat secara sintaksis, yaitu: . fungsi, . kategori, . peran Fungsi sintaksis dalam bahasa Arab adalah kedudukan atau fungsi kata dalam kalimat, menurut jenis genre Membagi. Saya robnya, yaitu: rofa', nashab dan I'rob rofa' meliputi: fa'il, naibul fa'il, mubtada', khobar, isim kana dan khobar inna. Fungsi i'rob nashab adalah: maf'ul bih, maf'ul muthlak, khobar kana, isim inna, maf'ul liajlih, maf'ul ma'ah, maf'ul fiih, hal, tamyiz dan istitsna'. Fungsi sintaksis majrur adalah majrur dan huruf jer dan majrur dan idhofah. Kategori adalah level di bawah fungsi. Itu meliputi: isim . ufrod, jama', dl. , fi'il . adhi, mudhori', am. dan huruf . er,'athaf, dl. Sedangkan peran sintaksis dalam bahasa Arab sejauh ini belum ditemukan, dan ada pada bahasa-bahasa lain. Perhatikan skema berikut: AAOA AECIA AOOAA AOCA AIAOEA AA EA AIOA ANA A IA AI A AEIA Fungsi sintaksis Kategori sintaksis AEI A AIA AAEA Tabel 1. Cara Menganalisi Kalimat Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 28 Keempat, semantic. Semantik . alam bahasa Arab disebut dilalah/ilmu makn. adalah ilmu yang membahas tentang arti/makna kata dan kalimat yang merupakan salah satu cabang ilmu linguistik teoritis. Al-Khuli mengartikan makna/simbol sebagai sesuatu yang dapat dipahami seseorang, baik yang berasal dari kata, ungkapan maupun kalimat. Lebih khusus lagi beliau mengatakan: Au. akna/simbol adalah sesuatu yang ditransfer oleh sebuah kata, atau terungkap dari hubungan antara penanda . dan petanda . bjek atau orang atau sesuatu yang dipahami di luar bahas. bahwa makna merupakan hasil hubungan antara lambang . dan objek . dan kesalahan kosakata atau pilihan kata. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Menurut Moleong 2011 penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh objek penelitian secara keseluruhan, seperti perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lainlain, melalui deskripsi bahasa dan bentuk bahasa. Di lingkungan alam yang khusus dan menggunakan berbagai metode alami. Sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan karena data dikumpulkan langsung dari lokasi penelitian yaitu Pondok Pesantren AlIzzah Leadership School Batu. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiono, 2. Untuk penelitin ini populasinya dari seluruh santri kelas 11 Al Izzah leadership School yang berjumlah 30 Santri. Pengumpulan data merupakan salah satu rangkaian penting dalam melaksanakan penelitian guna memperoleh informasi yang shahih dan terpercaya, sehingga temuan yang dihasilkan oleh suatu penelitian secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan (Rukin, 2. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian diambil dari pencatatan mengenai apa yang telah penulis dapatkan dari tulisan berupa kalimat-kalimat bahasa Arab Santri Al-Izzah Leadership School Batu. Untuk data yang diambil dari penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang diambil dari karangan bahasa yang mengalami kesalahan secara bahasa setelah data penelitian terkumpul, tahap selanjutnya adalah analisis data penelitian. Analisis data merupakan salah satu rangkaian kegiatan penelitian yang amat penting dan menentukan. Melalui kegiatan analisis inilah, data atau informasi yang dikumpulkan menjadi lebih bermakna(Ainin, 2. Pada tahap ini, peneliti menganalisis data secara kualitatif. Karena penelitian ini adalah analisis kesalahan berbahasa maka prosedur yang digunakan mengacu pada prosedur analisis kesalahan berbahasa. Yaitu . korpus bahasa diseleksi, . Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 29 mengidentifikasi kesalahan, . mengklasifikasi kesalahan, . menjelaskan kesalahan, . HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pembahasan ini peneliti akan menjelaskan kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh Santri Al-Izzah Leadership School Batu, dan akan menganalisis pada kesalahankesalahan tersebut. Dan seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa penelitian ini focus pada keterampilan menulis. Dan taksonomi yang digunakan untuk mengklasifikasikan jenis kesalahan pada tulisan santri adalah kategori linguistik, yang terdiri dari kesalahan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Kesalahan dalam fonologi Kesalahan ini terdapat dalam tulisan yang menuliskan kata atau kesalahan menggunakan tanda baca. (Amajihono, 2. Berikut ini adalah contoh kesalahan fonologi yang dilakukan oleh Santri Al-Izzah Leadership School Batu. Kesalahan Koreksi AO aO I Eaca aIa AaOA aAO aO I EacEa aIA AEac acE aIA AaeEaa a EeaOe IA aO Eac acE aIA AE a E ae Oe IA A aaE aOA a AA A aEaOA A aa EI A e aAO OA AO Oa aea EI A AE ac AaOA ca AI OeA AE acA ca AI O EE EA aO E aI eaIA aAE aIeaIA eAE aEEaIa O aAe I E a AE aEEaIa O aAe I EA AuEA AuEA a eA a Tabel 2. Contoh Kesalahan Fonologi Penjelasan pertama dari kesalahan fonologis adalah kesalahan penulisan "A"EacIA. Cara penulisan yang benar adalah dengan menambahkan tarif "A "EApada kata tersebut, sehingga penulisan yang benar adalah AEacEIA. Pada kalimat kedua, kesalahan terletak pada penulisan kata AuAAyeA. Dan ini Cara yang benar adalah menulis A EEAterlebih Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 30 dahulu kemudian dii'lal untuk membuang hamzah kedua agar menjadi A EEAagar lebih mudah dibaca. Kesalahan berikutnya adalah "A"O A. Fonem "A "Adalam kata salah, yang benar adalah menggunakan fonem "A"A, yang menjadi "A"O A. Pada frasa "A" EI aIA, yang salah adalah fonem "A "Aharus ditulis "A"A, jadi yang benar adalah AEI aIA. Ada kesalahan pada kata "A"eIA, yaitu kata "A"EA. Anda harus menambahkan "alif mad", jadi kata yang benar adalah "A"EEaEIA Kesalahan Morfologi Kesalahan morfologi merupakan kesalahan dalam memakai bahasa disebabkan salah memilih afiks, salah menggunakan kata ulang, salah menyusun kata majemuk, dan salah menyusun kata majemuk, dan salah memilih bentuk kata. (Bueraheng et al. Berikut ini adalah bentuk kesalahan morfologi yang dilakukan Santri Al-Izzah Leadership School Batu. Kesalahan Koreksi a AIaa aea ECNO AaO EOA a AaIaOa aea ECNO AaO EOA Aa a a aaca I A aa aNA AuEaEI EO IA a Aa aIaOA A a a a aaca I A aa aNA AuEaEI EO IA a a eI aOA a AE EI OE EA a a EA a caAOA a aAI E EA a a EA a caAOA A aIO aO e a EaOEA Aa aIOa a e a EaOEA Tabel 3. Bentuk Kesalahan Morfologi Penjelasan dari kesalahan-kesalahan morfologi di atas adalah sebagai berikut: kesalahan pertama terletak pada kata AuAAy A, yaitu pada prefiks Au AAyA. Kata tersebut seharusnya menggunakan prefiks Au A AyOAkarena yang dimaksud adalah untuk pohon satu Sehingga yang benar adalah AuAAyO A. Kesalahan ke dua juga memiliki pola yang hampir sama. Penggunaan kata Au caA Ay Adirasa kurang tepat, karna yang dimaksudkan adalah Aisyah sedang berbicara . erempuan satu ghoi. Jika pekerjaan Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 31 yang dilakukan adalah sekarang atau akan datang maka digunakan fiAoil mudhoriAo. Dan bentuk yang tepat untuk pola tersebut ca Kalimat AuAuE aEI E O I A a A Ay OAyang dimaksud adalah islam dibangun mengunakan 5 asas, yakni menunjukkan pekerjaan yang tidak disebutkan pelakunya atau disebut dengan fiAoil majhul. Akan tetapi pada kata AuA Ay OAtidak menunjukkan pola fiAoil majhul tapi fiAoil maAolum. Jadi, pola yang benar adalah Au AuEaEI EOA a AOA AAyIA. Pada frase AA a A Oac EAyang dimaksud adalah Aumobil bapakAy sehingga pola yang benar menggunakan idhofiyah. Jadi bentuk kalimatnya adalah AA a AOac EA kesalahan pada kalimat AEOEA a A aIO O aEAmemiliki pola yang sama dengan kesalahan yang pertama. A IOAadalah jenis muannas maka fiil yang digunakan juga harus menyesuaikan dengan yang sejenisnya. Ungkapan yang ditulis oleh santri ialah pola fiil untuk mudzakkar, jadi pola yang yang benar dengan Ay A " Akarna ia termasuk fiil mudhori buat muannas, sehingga pola yang benar ialah A aIO aE EaOEA Kesalahan sintaksis Analisis kesalahan mendasarkan prosedur kerja kepada data yang aktual dan masalah yang nyata. Anakes dianggap lebih efisien dan ekonomis dalam penyusunan rencana strategi pengajaran. Anakes dapat berfungsi sebagai dasar pengkajian prediksi Anakon dan sekaligus sebagai pelengkap hasil Anakon. Analisis kesalahan berbahasa adalah prosedur kerja yang biasa digunakan oleh peneliti atau guru bahasa yang meliputi: Kesalahan sintaksis adalah kesalahan atau penyimpangan struktur frasa, klausa, atau kalimat, serta ketidaktepatan pemakaian partikel (Agas, 2. Adapun kesalahan sintaksis pada bahasa Arab meliputi kesalahan dari segi iArab . arakat akhir huruf pada setiap kalimat sesuai kedudukannya dan tarkibny. Berikut ini adalah bentuk kesalahan sintaksis yang dilakukan santri pondok pesantren Al-Izzah Batu. Tabel 4. Bentuk Kesalahan Sintaksis Kesalahan Koreksi Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 32 AOCa a e aIa AaO EAA aEA AE E AaOA a aAOCa a e aIA AEAA aEA aAEa e aA a AA a O aI EA AEa e a EOA AA a O aI EA a AEO EOA AAO aA ca AE aAOE E eAa EA a AEOA AEAO aA ca AOE aAOaOOA AOA I a AOA aAOE aAOaOOA A aAO O aA a aOA I eEA a AO a EOA a AEaE aIOe C ac aO aCa AOA aA aEAOE E eAA a AEOA a AEaE aIOe C ac Ea a aA a AC aAOA AEAA aEA aAEAA aEA Kesalahan sintaksis merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan oleh Santri. Hal ini nampak pada hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti. Terdapat delapan kesalahan pada tataran sintaksis, dan ini merupakan kesalahan terbanyak dibandingkan kesalahan yang terjadi pada tataran yang lainnya. Adapun analisis terhadap kesalahan-kesalahan tersebut adalah sebagai berikut: Kesalahan pertama terdapat pada Aoirob kata AuAAyIA. Kata tersebut adalah bentuk isim ghoiru munshorif yaitu isim yang tidak menerima tanwin. Akan tetapi. Santri memberikan tanwin pada kata tersebut dan itu tidak sesuai dengan kaidah nahwu. Seharusnya yang benar adalah " AAuOC I E E AO EAAEA Pada kesalahan yang kedua terletak pada harokat kata AuaAEAOA ca Ay. Kedudukan kata tersebut menjadi mafAul bih . , yang ia masuk dalam mansubah al-asmaAo. Isim mufrod jika kedudukannya nashab maka harakatnya adalah fathah. Sehingga yang benar adalah: AA a AA a O aIE EA a AA e a EO EOA Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 33 AEAOa OE aAOaOOA ca aAE aAOE E eAA, perhatikan kata yang bergaris bawah pada kalimat tersebut. Pada kata tersebut terdapat huruf jer AuAEA a Ay akan tetapi kata sesudahnya yang berupa isim mufrod diharakati dhummah. Padahal jika isim mufrod munshorif kemasukan huruf jer maka tanda Aoirobnya adalah kasroh. Sehingga yang benar adalahAyAAO a O E aAOaOOA ca AAy aEAOE E eAa EA. Pada kesalahan ke empat dan ke lima memiliki pola kesalahan yang sama, yaitu harakat kata AuA Ay Adan AuAAyOCA. Kedudukan kedua kata tersebut sebagai mafAoul bih dan seharusnya ditandai dengan harakat fathah bukan dhummah. Jadi yang benar adalah a A EOA a aO OA a aA OA I eEAdan ACaAO a EAA aEA a AEaE aIOe C ac E a aA Kesalahan semantik Kesalahan semantik atau leksikon merupakan kesalahan memakai kata yang tidak atau kurang tepat (Prihantoro, 2. Berikut ini adalah bentuk kesalahan semantik yang dilakukan mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Arab Santri Al-Izzah Leadership School Batu. Tabel 5. Bentuk Kesalahan Semantik Kesalahan Koreksi Aa EI aEIOIA ca AI eIa EA a ANOA ca A A aAE aE I eIA AuEI a aI a A a A aE aA a EI aEIOI aIA ca AEA a ANOA ca A A AE aE eaIa aE aA AuEI a aI a A aOA AA aOA Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 34 ca Aa A AEaOA a AE aEA ca Aa A AE aE uEaO O aIA AO aI E a aEAN aI EacO aA AaECO aIa A aaOA AE a aEAN aI EacO aA a eOa AaOA a AaECO aA ca aOA ACA a AE aOA ACA a AE aOA A aO I CaI IA aO uEaOA A aO I CaI IA a OA AaIa IO aE EI aIA AIO aE EI aIA Berdasarkan Tabel di atas menunjukkan bahwa pola kesalahan yang dilakukan adalah sama, yaitu kurang tepatnya dalam memilih kata yang sesuai sehingga menyebabkan kekacauan makna. Pada kalimat yang pertama, yang diinginkan adalah Auorang-orang muslim menjauhi perbuatan yang mengakibatkan syahwatAy. Penggunaan huruf jer AuA AyIIApada kata kalimat tersebut dirasa kurang tepat. Huruf jer yang sesuai dengan kalimat tersebut adalah AuAAyIA, sehingga ungkapan yang benar adalah : ca Aa EI aEIOI aIa EA a ANOA Seperti halnya kesalahan pertama, kesalahan kedua juga memiliki pola yang sama yaitu penggunaan huruf jer AuAAyI IA. Seharusnya huruf jer yang tepat adalah AuAAy IA, sehingga ungkapan yang benar adalah: ca AAu A Ay. AuEIa aI a A aOA a AE aE I aE aA Pada kesalahan ke tiga, makna yang diinginkan adalah AuMurid membutuhkan penjelasan guru dalam memahami pelajaranAy. Ungkapan ca AAu a A Ay AEaO O aI E a aEAN aI EacO aA a AE aEA tidaklah tepat untuk makna tersebut, karna ada preposisi yang dibuang yaitu AuAAyEOA. Jadi, ungkapan yang tepat adalah Au Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 35 ca Aa A AE aE uEaO O aI E a aEAN aI EacO aA Kesalahan selanjutnya, yaitu nomer empat, lima, dan enam memiliki pola kesalahan yang sama, yaitu kurang tepatnya penggunaan preposisi. Pada kalimat ke empat, preposisi yang tepat adalah AuAAyA, tapi santri menggunakan Au AAyIA. Sedangkan pada ungkapan ke lima, preposisi yang digunakan adalah Au AAyIA, padahal yang benar adalah AuAAy aEOA. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kesalahan yang dilakukan Santri dalam kategori linguistik meliputi kesalahan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Berikut adalah rinciannya: Pertama. Kesalahan fonologi berupa kesalahan menuliskan kata atau kurangnya fonem sehingga bisa menyebabkan kerancuan makna. Seperti: . kurangnya fonem (A )EApada tulisan (A( )EIA. fonem /A A/ ditulis dengan / A A/ . fonem /A A/ ditulis dengan / AA/ Dll. Kedua, kesalahan morfologi berupa kesalahan dalam memakai bahasa disebabkan salah memilih afiks, salah menggunakan kata ulang, salah menyusun kata majemuk, dan salah menyusun kata majemuk, dan salah memilih bentuk kata. Contoh: . penggunaan prefiks AuA AyApada ungkapan AuAAyA, yang seharusnya adalah AuAAyO A. Kesalahan ke dua juga memiliki pola yang hampir Penggunaan kata Au caA AyAdirasa kurang tepat, karna yang dimaksudkan adalah Aisyah sedang berbicara . erempuan satu ghoi. Jika pekerjaan yang dilakukan adalah sekarang atau akan datang maka digunakan fiAoil mudhoriAo. Dan bentuk yang tepat untuk pola tersebut ca. Dll. Ketiga. Kesalahan sintaksis merupakan penyimpangan struktur frasa, klausa, kalimat, dan ketidaktepatan pemakaian partikel. Dan kesalahan sintaksis pada bahasa Arab berupa kesalahan dari segi iAorab. Contohnya adalah: . pemberian harakat tanwin pada kata AuA AyIAyang kedudukannya sebagai isim ghoiru munsorif yang seharusnya adalah dhommah yaitu A( IA. Pada kesalahan yang kedua terletak pada harokat kata AuAAO aA ca AAyEA. Kedudukan kata tersebut menjadi mafAul bih . , yang ia masuk dalam mansubah al-asmaAo. Isim Jurnal At-TaAobir : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab 4 . , 2026 | 36 mufrod jika kedudukannya nashab maka harakatnya adalah fathah. Sehingga yang benar adalah AAy A OIE EAO EO EO A. Keempat. Kesalahan semantik merupakan kesalahan memakai kata yang tidak tepat. Kesalahan semantik yang dilakukan oleh siswa didominasi oleh kesalahan pemakaian preposisi, seperti . pemakaian AuAAy aIIA, yang seharusnya adalah AuAAyIA, . pemakaian preposisi (A) aIIA, padahal yang benar adalah AuA AyIAdan . pemakaian A EOAharusnya memakai A( EOA. pemakaian harusnya memakai A( A. pemakaian AIA A IAharusnya memakai A EOA. DAFTAR PUSTAKA