JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 56-. Diterima: Januari 2023 Disetujui: Aprili 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 PENERAPAN INTERACTIVE DIARY KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Implementation of The Interactive Reproductive Health Diary in Elementary School Students Ni Wayan Dian Ekayanthi1*. Risna Dewi Yanti1. Sri Mulyati1 Program Studi Kebidanan Bogor. Poltekkes Kemenkes Bandung Jl. Dr. Semeru No. Kota Bogor * Penulis Korespodensi : ekayanthijegeg@gmail. ABSTRAK Pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas sangat penting untuk diajarkan, namun masih terdapat anggapan bahwa pendidikan ini tabu bila dibicarakan secara umum. Pendidikan kesehatan reproduksi penting diberikan sejak SD karena saat ini siswa SD sudah mulai mengalami pubertas. Selama ini pengetahuan kesehatan reproduksi disampaikan guru kelas dengan menggunakan media yang terbatas. Dengan demikian, diperlukan usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan reproduksi kepada remaja dengan media diari interaktif. Dengan diari ini, remaja ikut berperan aktif dalam pembelajaran sehingga materi diterima secara efektif. Metode yang digunakan dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah dengan memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi menggunakan diary interaktif kepada mitra . uru kelas 6 SD). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting dengan teknik ceramah, tanya jawab dan diskusi. Selanjutnya pengetahuan tersebut ditransfer oleh mitra kepada sasaran . iswi kelas 6 SD) secara daring. Hasil kegiatan berupa adanya peningkatan pengetahuan guru SD dan siswi tentang kesehatan reproduksi remaja. Dengan demikian, upaya penyebaran informasi tentang kesehatan reproduksi bagi guru dan siswi SD sangat diperlukan dan diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan. Kata Kunci: diary interaktif, kesehatan reproduksi, remaja, siswi SD ABSTRACT Reproductive health and sexuality education is important to be taught to adolescents. However, there is still an assumption that this is taboo to be conveyed in general. It is important to provide reproductive health education since elementary school because of experience puberty has started in elementary. All this time, reproductive health education has been delivered by elementary school teachers using limited Therefore, efforts are needed to convey reproductive health education to adolescents with interactive diaries. Through this diary, teenagers take an active role in learning, so that the material is received effectively. The method used in this Community Partnership Program is provide reproductive health education using interactive diaries to partners . rade 6 elementary school teacher. The activity was carried out online through the Zoom Meeting application with lecture, question and answer and discussion techniques. Furthermore, the knowledge is transferred by partners to the target . lass 6 elementary school student. by online media . oom and WhatsApp grou. The result of the activity is an improvement knowledge of elementary school teachers and students about adolescent reproductive Therefore, efforts to disseminate reproductive health to teachers and elementary school students are very necessary and are expected to be carried out continuously. Keywords: interactive diary, reproductive health, adolescents, elementary school students PENDAHULUAN Berdasarkan data dari KPAI . , jumlah kasus anak dan remaja sebagai korban prostitusi online di Indonesia adalah sebanyak 83 kasus pada tahun 2014 dan 117 kasus pada tahun 2015. Sedangkan kasus anak sebagai korban Eksploitasi Seks Komersial Anak (ESKA) adalah sebanyak 46 kasus pada tahun 2014 dan 72 kasus pada tahun 2015. Kasus pornografi dan cyber cryme pada anak adalah sebanyak 322 kasus pada tahun 2014, 463 kasus pada Ekayanthi, et al. Penerapan Interactive DiaryA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 56-. Diterima: Januari 2023 Disetujui: Aprili 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 tahun 2015 dan 315 kasus pada Januari-Juli Data menunjukkan bahwa terjadi 218 kasus kekerasan seksual anak pada tahun 2015. Pada tahun 2016. KPAI mencatat terdapat 120 kasus kekerasan seksual terhadap anak- anak. Pada tahun 2017 tercatat sebanyak 116 kasus. Banyaknya jumlah kasus anak dan remaja tersebut tidak dapat ditangani tanpa adanya kerjasama dengan berbagai pihak. Noviana . menyebutkan bahwa penanganan memerlukan kerjasama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Menghadapi hal tersebut, maka dibutuhkan suatu upaya untuk dapat membantu menurunkan kejadian kekerasan Salah satunya dengan peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang ada Dengan informasi yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai proses reproduksi. Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak Salah satu hal yang sering terjadi karena kurangnya sosialiasi dan edukasi adalah penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja. Pakasi Kartikawati . menyatakan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas dianggap penting untuk diajarkan, namun masih terdapat anggapan bahwa pendidikan ini tabu bila dibicarakan secara publik, selain itu terdapat kekhawatiran pendidikan ini dapat membuat remaja ingin mengetahui dan mendorong untuk melakukan seks Pendidikan penting diberikan sejak SD karena saat ini siswa SD ada yang sudah mengalami Selama ini pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswa SD hanya diberikan melalui sekolah oleh guru kelas dengan menggunakan media yang terbatas. Berdasarkan kajian tersebut maka diperlukan usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan reproduksi kepada remaja dengan media yang menarik agar proses penyerapan informasi menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Salah satu media yang dapat digunakan adalah media yang dibuat berupa buku Buku sebagai sarana penunjang reproduksi remaja. Melalui buku, remaja berkonsentrasi dan berimajinasi dalam memaknai alur cerita serta membantu meningkatkan minat baca remaja. Dengan buku interaktif, remaja dapat ikut berperan aktif dalam pembelajaran agar remaja lebih tertarik membaca sehingga materi yang diberikan dapat diterima secara efektif. ANALISIS SITUASI MITRA Berdasarkan P2TP2A Kota Bogor kekerasan terus meningkat dari 226 kasus pada tahun 2015 menjadi 655 kasus pada Berdasarkan data tersebut hampir 50 persen adalah korban kekerasan seksual, 47 persen korban adalah anak-anak . i bawah usia 18 tahu. , dan 74 persen korban berpendidikan SD hingga SLTA. Berdasarkan data tersebut, diperlukan upaya untuk menurunkan kasus kekerasan Ekayanthi, et al. Penerapan Interactive DiaryA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 56-. Diterima: Januari 2023 Disetujui: Aprili 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 pada remaja, khususnya kekerasan seksual melalui pemberian penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan menggunakan diary interaktif. SDN Sukadamai 3 dan SD Pertiwi Kota Bogor merupakan SD yang ada di Wilayah Kota Bogor, ekstrakurikuler PMR/Dokcil . okter keci. yang terbina dengan baik. Melalui ekstrakurikuler ini diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan baik. PERMASALAHAN MITRA Di wilayah Kota Bogor, pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi biasanya dilakukan kepada siswa SMP atau SMA oleh Bidan Puskesmas, sedangkan pada siswa SD hanya diberikan melalui menggunakan media yang terbatas, padahal saat ini siswa SD sudah mulai mengalami Dengan demikian pendidikan diberikan sejak SD. Belum terbentuk kelas khusus untuk mempersiapkan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan metode yang interaktif sehingga dapat muncul rasa bosan, tabu atau malu untuk reproduksi yang mungkin dialami. Oleh karena itu diperlukan metode baru dalam melakukan edukasi kesehatan reproduksi remaja pada siswa SD agar materi dapat diterima dengan optimal salah satunya dengan penerapan buku diary interaktif. Realisasi dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bentuk kemitraan antara Prodi Kebidanan Bogor dengan sekolah, untuk mewujudkan remaja yang memiliki sikap dan perilaku bertanggung jawab tentang kesehatan reproduksinya sehingga dapat menurunkan kejadian kekerasan seksual pada remaja di Kota Bogor. METODE Persiapan Kegiatan Kegiatan diawali dengan penjajagan, pendataan jumlah guru dan siswi SD, kontrak waktu untuk pelaksanaan kegiatan. Mitra terdiri dari total 6 orang guru kelas 6 dan guru Pembina PMR/Dokcil dari 2 sekolah . orang dari SDN Sukadamai 3 Kota Bogor dan 3 orang dari SD Pertiwi Kota Bogo. Sasaran terdiri dari 18 orang siswi SD . orang dari masing-masing sekolah. Satu orang mitra . mengampu tiga orang sasaran . Sebelum mulai kegiatan, mitra dan sasaran diberikan kuesioner pretest. Kegiatan ini melibatkan 4 orang mahasiswa pada TA 2020/2021. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan di semester I dilakukan kepada mitra yaitu sebanyak 6 orang guru dari 2 sekolah. Kegiatan ini terdiri dari 7 kegiatan yang dilaksanakan secara daring, dengan rincian: Kegiatan 1: pretest dan sosialisasi pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi pada siswi SD Kegiatan penggunaan interactive diary Kegiatan 3-6: penguatan materi kesehatan reproduksi dengan media interactive diary Kegiatan 7: evaluasi kegiatan, post test dan persiapan penyampaian interactive diary oleh mitra kepada sasaran. Kegiatan di semester II dilakukan oleh mitra guru kepada sasaran . iswi SD). Ekayanthi, et al. Penerapan Interactive DiaryA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 56-. Diterima: Januari 2023 Disetujui: Aprili 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 Kegiatan ini terdiri dari 7 kegiatan dengan rincian sebagai berikut: Kegiatan 1: pretest dan materi interactive diary hari ke-1 Kegiatan 2: materi interactive diary hari ke-2 Kegiatan 3: materi interactive diary hari ke-3 Kegiatan 4: materi interactive diary hari ke-4 Kegiatan 5: materi interactive diary hari ke-5 Kegiatan 6: materi interactive diary hari ke-6 Kegiatan 7: materi interactive diary hari ke-7, evaluasi kegiatan dan post Sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan pre dan post test menggunakan kuesioner. Evaluasi Kegiatan Pada setiap akhir kegiatan baik di semester 1 dan 2 dilakukan post test untuk menggunakan kuesioner, sekaligus menilai efektif tidaknya penggunaan interactive diary ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan yang dilaksanakan kepada mitra sesuai dengan rencana. Hambatan yang dihadapi terkait adanya pembatasan kegiatan masyarakat sehubungan dengan pandemi Covid-19 sehingga pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat secara virtual melalui aplikasi zoom meeting. Kegiatan pada Semester I telah dilaksanakan kepada kedua mitra yaitu Guru SDN Sukadamai 3 . dan Guru SD Pertiwi . secara daring melalui aplikasi zoom meeting dengan teknik ceramah, tanya jawab, diskusi. Kegiatan dilaksanakan selama 7 kali kegiatan. Gambar 1. Foto Kegiatan Semester I Luaran yang dicapai pada semester I adalah adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang kesehatan reproduksi remaja. Adapun rata-rata skor pengetahuan sebelum pelaksanaan kegiatan adalah 84 dan setelah pelaksanaan adalah 97,3, dengan nilai tertinggi adalah 100. Kegiatan pada Semester II telah dilaksanakan di kedua sasaran yaitu siswi SDN Sukadamai 3 . dan siswi SD Pertiwi . secara daring melalui aplikasi zoom meeting dengan teknik Ekayanthi, et al. Penerapan Interactive DiaryA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 56-. Diterima: Januari 2023 Disetujui: Aprili 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 ceramah, tanya jawab, diskusi pada awal pertemuan untuk penjelasan kegiatan PKM. Kegiatan selanjutnya dilaksanakan kepada sasaran melalui mitra . menggunakan media melalui WA grup. Masing-masing guru mengampu 3 orang siswi . Setiap hari selama satu minggu siswi mempelajari materi pada buku diary interaktif dan mengerjakan kuis yang ada di Kegiatan ini dilaksanakan pembelajaran dari rumah (BDR) agar tidak mengganggu pembelajaran sekolah. Hasil jawaban setiap siswi dikumpulkan melalui guru pengampu masing-masing dan dikirimkan oleh guru melalui google drive. Kegiatan dilaksanakan selama 7 kali kegiatan sesuai jadwal yang disepakati pada mitra 1 dan 2. Sebelum dan setelah kegiatan menggunakan kuesioner. Gambar 2. Foto Kegiatan Semester II Luaran yang dicapai pada semester II adalah adanya peningkatan pengetahuan sasaran tentang kesehatan reproduksi Rata-rata skor pengetahuan sebelum pelaksanaan kegiatan 76,4 dan setelah pelaksanaan 90,2 dengan nilai Terbentuknya kelompok remaja peduli kesehatan reproduksi di SDN Sukadamai 3 Kota Bogor dan SD Pertiwi Kota Bogor melalui wadah kegiatan ekskul PMR atau dokcil. Ekayanthi, et al. Penerapan Interactive DiaryA Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 56-. Diterima: Januari 2023 Disetujui: Aprili 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 Ucapan terima kasih disampaikan kepada Poltekkes Kemenkes Bandung yang membiayai kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua guru dan siswi SDN Sukadamai 3 Kota Bogor dan SD Pertiwi Kota Bogor. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini. Gambar 3. Contoh Hasil Penulisan Diary Siswi PENUTUP Berdasarkan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan sebagai berikut: adanya peningkatan pengetahuan mitra tentang kesehatan reproduksi remaja setelah mengikuti kegiatan ditunjukkan dengan peningkatan skor pre dan post test. peningkatan pengetahuan sasaran tentang kesehatan reproduksi remaja setelah mengikuti kegiatan ditunjukkan dengan peningkatan skor pre dan post test. Secara umum kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar walaupun dilaksanakan secara daring. Saran yang dapat disampaikan, yaitu: diperlukan upaya penyebaran informasi terkait kesehatan reproduksi remaja bagi guru dan siswi sekolah dasar yang Kegiatan ini diharapkan menyebarluaskan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja secara DAFTAR RUJUKAN Arikunto, . Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta BKKBN, Buku Pedoman Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Adolescent Reproductive Health (ARH). Semarang : BKKBN BKKBN, . Remaja Memerlukan Informasi Kesehatan Reproduksi. Availableaonline http://w. id/Webs/Detail Rubrik. aspx?MyID =2126. Dariyo A, . Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor : Ghalia Indonesia Depkes, . Buku Pegangan Fasilitator dan Tehnik Penyampaian Materi Inti Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta : Depkes Gunarsa. Psikologi Praktis: Anak. Remaja dan Keluarga. Jakarta: Gunung Mulia. Kartono K, . Psikologi Wanita 1 Mengenal Gadis Remaja dan Wanita Dewasa. Bandung : CV Mandar Maju Lestari, . Pengaruh pemberian penyuluhan tentang menarche dengan kesiapan menghadapi menarche pada siswi usia 10-12 tahun di SD Negeri Bugel Panjaitan Kulon Progo Yogyakarta. Skripsi. Stikes Aisiyah Notoatmodjo. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Yogyakarta: Rineka Cipta. UCAPAN TERIMAKASIH