Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Volume. Nomor. 3 September 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 528-538 DOI: https://doi. org/10. 55606/jupsim. Tersedia : https://journalcenter. org/index. php/jupsim Persepsi Mahasiswa Generasi Z terhadap Tantangan Finansial dan Akademik dalam Kuliah Sambil Bekerja (Studi Kasus Mahasiswa STIES Putra Bangsa Tegal Angkatan 2. Isnaeni Zahrotun Maulidiyah* Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Putera Bangsa Tegal. Indonesia *Penulis Korespondensi: isnazm0505@gmail. Abstract. The dynamics of today's digital economy have driven many Generation Z students to take on dual roles as learners and income earners. This reality presents significant challenges, particularly in managing financial constraints and academic workload. This study aims to explore how Generation Z students perceive and respond to financial and academic pressures while balancing work and university commitments. A qualitative approach was applied using a structured questionnaire composed of open- and close-ended items distributed to active student-workers. The theoretical foundation is grounded in Peter Drucker's concept of self-management and Stephen CoveyAos principles of time and priority management. The findings indicate that most students experience difficulty maintaining financial stability and academic performance. However, many demonstrate adaptive behavior in organizing their schedules, setting priorities, and applying self-management strategies independently. These results underscore the need for universities to provide time-management training and personal development This research contributes to shaping more flexible educational policies and support systems tailored to the needs of working students. Keywords: Financial Pressure. Generation Z Students. Self-Management. Time Management. Working While Studying. Abstrak. Perubahan sosial dan ekonomi dalam era digital telah memaksa banyak mahasiswa Generasi Z untuk menjalani peran ganda sebagai pelajar dan pekerja. Kondisi ini menimbulkan tekanan tersendiri, khususnya dalam hal keterbatasan finansial dan beban akademik yang saling bersinggungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi mahasiswa Generasi Z terhadap tantangan finansial dan akademik yang mereka hadapi saat bekerja sambil kuliah. Pendekatan kualitatif digunakan dalam studi ini dengan metode survei melalui kuesioner terbuka dan tertutup yang disebarkan kepada mahasiswa aktif. Teori manajemen diri dari Peter Drucker serta konsep manajemen waktu dan prioritas menurut Stephen R. Covey digunakan sebagai landasan teoretis dalam analisis Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menghadapi kesulitan signifikan dalam mengatur keuangan pribadi serta menyelesaikan tanggung jawab akademik tepat waktu. Namun, sebagian besar responden menunjukkan kemampuan adaptif dalam mengelola waktu, menetapkan prioritas, dan menerapkan strategi manajemen diri secara mandiri. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan program pendampingan manajemen waktu dan pengembangan kapasitas manajemen diri dalam lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan akademik yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa pekerja. Kata kunci: Generasi Z. Kuliah Sambil Kerja. Manajemen Diri. Manajemen Waktu. Tekanan Finansial. LATAR BELAKANG Di tengah pesatnya perkembangan era digital. Generasi Z kelompok individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an memasuki dunia pendidikan tinggi dengan karakteristik yang unik. Mereka dikenal sebagai generasi yang adaptif terhadap teknologi, multitasking, serta memiliki semangat tinggi untuk meraih kemandirian finansial. Namun, di balik keunggulan tersebut, muncul tantangan struktural yang tidak dapat diabaikan, terutama berkaitan dengan tekanan ekonomi dan beban akademik yang kompleks. Fenomena mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja bukan lagi hal baru dalam konteks pendidikan tinggi di Indonesia. Realitas menunjukkan bahwa banyak mahasiswa. Naskah Masuk: 29 Agustus, 2025. Revisi: 12 September, 2025. Diterima: 28 September, 2025. Terbit: 30 September, 2025 Persepsi Mahasiswa Generasi Z terhadap Tantangan Finansial dan Akademik dalam Kuliah Sambil Bekerja khususnya dari kalangan menengah ke bawah, memilih bekerja guna mendukung kebutuhan hidup dan biaya pendidikan mereka. Di sisi lain, keputusan ini berdampak langsung terhadap kemampuan mereka dalam memenuhi tuntutan akademik, seperti menyelesaikan tugas tepat waktu, mengikuti perkuliahan secara konsisten, serta menjaga performa akademik yang stabil. Tantangan finansial yang dihadapi mahasiswa sering kali menimbulkan tekanan psikologis dan memengaruhi konsentrasi belajar. Sementara itu, beban akademik yang berat dan padat membutuhkan komitmen waktu dan fokus yang tidak sedikit. Dalam kondisi ini, mahasiswa dituntut untuk memiliki keterampilan manajemen diri dan pengelolaan waktu yang baik agar mampu menjalankan dua peran secara simultan. Manajemen diri merujuk pada kemampuan individu dalam mengenali, mengarahkan, dan mengoptimalkan potensi dirinya untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien (Huhjnk Drucker, 2. Sementara itu, manajemen waktu menekankan pentingnya menetapkan prioritas, merencanakan aktivitas, dan menyelesaikan tanggung jawab sesuai tenggat waktu (Covey, 1. Secara konseptual, terdapat hubungan erat antara kemampuan manajemen diri dan waktu dengan efektivitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan finansial dan akademik. Mahasiswa yang mampu mengelola waktu dan mengarahkan diri secara bijak cenderung memiliki keseimbangan yang lebih baik dalam menjalani peran ganda sebagai pelajar dan Sebaliknya, lemahnya kemampuan ini dapat menyebabkan stres, kelelahan, penurunan motivasi, hingga rendahnya pencapaian akademik. Penelitian Hidayat dan Putri . menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kemampuan self-management yang baik cenderung memiliki resiliensi akademik lebih tinggi. Selain itu, pengelolaan waktu yang efektif terbukti mampu meningkatkan pencapaian akademik, terutama di era pembelajaran digital (Fauzan & Nuraini, 2. Di sisi lain, lemahnya manajemen diri sering kali menjadi faktor utama munculnya stres akademik pada mahasiswa yang menjalani kuliah dan pekerjaan secara bersamaan (Handayani & Saputra, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini memfokuskan diri pada eksplorasi persepsi mahasiswa Generasi Z terhadap tantangan finansial dan akademik yang mereka hadapi selama menjalani kuliah sambil bekerja. Penelitian ini mengkaji bagaimana mereka menyikapi tekanan eksternal tersebut, serta strategi manajemen diri dan waktu yang diterapkan untuk menjaga keseimbangan peran. Landasan teoretis yang digunakan merujuk pada konsep manajemen diri menurut Peter Drucker dan prinsip manajemen waktu dari Stephen Covey, yang dinilai relevan dan kontekstual dengan situasi yang dihadapi oleh mahasiswa pekerja masa kini. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 528-538 Dengan demikian, studi ini tidak hanya berkontribusi dalam memahami realitas empiris yang dihadapi mahasiswa, tetapi juga memberikan perspektif teoritis yang dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan akademik yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan generasi muda yang dinamis. TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan pustaka berfungsi untuk memberikan landasan teoretis dan memperkuat analisis penelitian ini. Fokus kajian diarahkan pada dua konsep utama, yaitu manajemen diri dan manajemen waktu, yang menjadi variabel kunci dalam memahami dinamika mahasiswa Generasi Z yang menjalani peran ganda sebagai pelajar sekaligus pekerja. Menurut Drucker . , manajemen diri adalah kemampuan individu untuk mengenali kekuatan, kelemahan, serta mengelola potensi dirinya secara strategis dalam mencapai efektivitas pribadi. Dalam konteks mahasiswa, keterampilan ini berarti kesadaran dalam mengatur prioritas belajar, mengelola energi, serta membuat keputusan yang konsisten dengan tujuan akademik dan profesional. Sementara itu. Covey . menekankan bahwa manajemen waktu yang efektif bukan hanya tentang efisiensi, melainkan tentang bagaimana individu menetapkan prioritas berdasarkan hal-hal penting yang mendukung tujuan jangka panjang. Mahasiswa yang mampu mengelola waktu secara proporsional antara kuliah dan pekerjaan akan lebih terarah dalam menjaga kinerja akademik serta kesejahteraan psikologis. Penelitian terdahulu mendukung pentingnya kedua konsep ini. Kurniawan . menemukan bahwa keterampilan manajemen diri berpengaruh terhadap resiliensi mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik. Sari . dan Setiawan . menegaskan bahwa pengelolaan waktu berkontribusi langsung terhadap pencapaian akademik dan pengurangan Nugroho . dan Rahmawati . juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang menerapkan strategi manajemen diri dan waktu memiliki kesejahteraan emosional yang lebih baik serta lebih mampu menyeimbangkan peran ganda. Dengan demikian, literatur yang ada menunjukkan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam menghadapi tantangan finansial dan akademik tidak hanya ditentukan oleh dukungan eksternal, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan internal dalam mengelola diri dan waktu secara efektif. Hal inilah yang menjadi pijakan konseptual penelitian ini. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 Persepsi Mahasiswa Generasi Z terhadap Tantangan Finansial dan Akademik dalam Kuliah Sambil Bekerja METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi mahasiswa Generasi Z terhadap tantangan finansial dan akademik yang mereka alami dalam menjalani kuliah sambil bekerja. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Putera Bangsa Tegal. Jawa Tengah, selama periode April hingga Juni 2025. Pemilihan lokasi didasarkan pada realitas empiris bahwa sebagian besar mahasiswa di kampus ini menjalankan peran ganda sebagai pelajar dan Konteks ini menjadikan lokasi penelitian ideal untuk menggali dinamika keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan tuntutan ekonomi yang dihadapi mahasiswa secara langsung. Kerangka teori dalam penelitian ini dibangun di atas dua pendekatan utama yang saling Pertama, teori manajemen diri yang dikemukakan oleh Peter F. Drucker . , yang menekankan bahwa efektivitas pribadi berasal dari kemampuan individu untuk memahami kekuatan, kelemahan, dan potensi dirinya, serta mengelola dirinya secara strategis agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi. Dalam konteks mahasiswa yang bekerja, manajemen diri mencakup kesadaran atas keterbatasan waktu dan energi, serta kemampuan mengelola keduanya untuk tetap produktif di ranah akademik maupun profesional. Kedua, teori manajemen waktu dan prioritas yang dikembangkan oleh Stephen R. Covey . , melalui prinsip "First Things First", yang menyarankan bahwa individu harus fokus pada hal-hal yang penting untuk tujuan jangka panjang, bukan hanya yang Covey membagi aktivitas ke dalam empat kuadran prioritas, di mana aktivitas penting dan tidak mendesak seperti perencanaan akademik dan pengembangan diri harus menjadi pusat perhatian. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui dua teknik utama, yaitu observasi partisipatif dan wawancara mendalam. Observasi dilakukan secara langsung oleh peneliti dengan memperhatikan interaksi, rutinitas harian, serta respons mahasiswa dalam mengelola waktu dan menyelesaikan tugas akademik di tengah aktivitas pekerjaan. Observasi ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana mahasiswa menghadapi tekanan peran ganda di lingkungan kampus. Sementara itu, wawancara mendalam dilakukan terhadap mahasiswa yang memenuhi kriteria sebagai pelajar aktif yang juga bekerja, baik paruh waktu maupun penuh waktu. Wawancara dilakukan secara terstruktur namun fleksibel. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 528-538 memungkinkan peneliti menggali pengalaman, persepsi, dan strategi adaptif mahasiswa dalam merespons tantangan yang mereka alami. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik . hematic analysi. Teknik ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola, mengelompokkan data berdasarkan tema-tema utama, dan menyusun narasi interpretatif yang relevan dengan teori. Tahapan analisis meliputi transkripsi hasil wawancara, reduksi data, pengkodean awal, identifikasi tema seperti "beban finansial", "tekanan akademik", "konflik peran", "strategi adaptif", dan "efektivitas belajar", hingga penyusunan pemaknaan yang didasarkan pada pendekatan Drucker dan Covey. Untuk menjamin validitas dan keabsahan data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber. Informasi yang diperoleh dari wawancara dibandingkan dengan temuan dari observasi langsung dan hasil studi literatur yang relevan. Strategi ini bertujuan untuk memastikan konsistensi dan keakuratan informasi dari berbagai perspektif, sekaligus menghindari bias interpretasi tunggal. Pendekatan triangulasi ini telah terbukti efektif dalam studi kualitatif sebelumnya seperti yang dijelaskan oleh Kurniawan . dan Lestari . , yang menekankan pentingnya integrasi berbagai sumber data untuk meningkatkan kredibilitas hasil penelitian lapangan. Penelitian ini juga memperkuat temuan-temuan terdahulu. Kurniawan menyatakan bahwa manajemen diri menjadi fondasi penting dalam mengatasi tekanan akademik dan pekerjaan secara bersamaan (Kurniawan, 2. Sari dan Setiawan mengungkapkan bahwa kemampuan mengelola waktu secara efektif sangat menentukan keberhasilan mahasiswa yang menghadapi peran ganda. Selain itu, penelitian oleh Nugroho dan Lestari menunjukkan bahwa keterampilan dalam menetapkan prioritas dan membagi waktu berkontribusi langsung terhadap stabilitas akademik dan kesejahteraan mahasiswa (Nugroho, 2. Dengan pendekatan yang berbasis observasi, wawancara, dan triangulasi sumber, serta landasan teoritis yang kuat, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang komprehensif dan kontekstual mengenai cara mahasiswa Generasi Z dalam menghadapi dan mengelola tantangan finansial dan akademik di era modern. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap lima informan yang merupakan mahasiswa Generasi Z dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah di STIES Putera Bangsa Tegal. Jawa Tengah. Seluruh informan menjalani peran ganda sebagai pelajar dan pekerja secara aktif selama minimal dua semester JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 Persepsi Mahasiswa Generasi Z terhadap Tantangan Finansial dan Akademik dalam Kuliah Sambil Bekerja Penelitian dilakukan dengan fokus utama untuk memahami secara mendalam dinamika kehidupan mahasiswa dalam menghadapi tantangan finansial dan akademik secara Berdasarkan observasi dan wawancara, ditemukan bahwa mahasiswa menghadapi tekanan ekonomi yang cukup tinggi. Kebutuhan finansial menjadi alasan utama bagi mereka untuk bekerja, baik dalam bentuk pekerjaan paruh waktu maupun freelance. Namun, pekerjaan yang mereka pilih tidak selalu mendukung pengembangan akademik mereka, sehingga sering kali menyebabkan kelelahan fisik dan emosional. Aktivitas kerja yang menyita waktu berdampak pada terganggunya proses belajar, kurangnya fokus saat perkuliahan, hingga keterlambatan dalam menyelesaikan tugas. Tekanan ini memicu stres akademik dan perasaan terbebani secara psikologis, terutama menjelang ujian atau tenggat waktu akademik. Selain tekanan finansial, keterbatasan waktu menjadi isu sentral yang berdampak langsung pada keseimbangan hidup mahasiswa. Informan menyatakan bahwa waktu belajar sering tergeser oleh kewajiban kerja, dan manajemen waktu menjadi tantangan utama dalam mempertahankan prestasi akademik (Setiawan, 2. Konflik peran muncul saat tanggung jawab sebagai pekerja berbenturan dengan kewajiban sebagai mahasiswa. Ketegangan ini memunculkan dilema prioritas dan beban mental, terutama ketika harus memilih antara hadir di kelas atau menyelesaikan tugas kerja yang tidak dapat ditunda. Meski demikian, penelitian juga menemukan bahwa beberapa informan mampu mengembangkan strategi adaptif melalui keterampilan manajemen diri dan pengelolaan waktu yang efektif. Strategi yang digunakan antara lain menyusun jadwal harian, memprioritaskan tugas penting, memanfaatkan waktu istirahat di sela perkuliahan untuk menyelesaikan pekerjaan ringan, serta menjaga pola hidup sehat agar tetap produktif. Pendekatan ini mencerminkan prinsip manajemen diri sebagaimana dikemukakan oleh Peter Drucker . , bahwa efektivitas pribadi tercapai melalui pengenalan terhadap kekuatan dan kelemahan diri, serta kemampuan untuk mengelola energi dan fokus secara strategis. Temuan ini juga konsisten dengan teori manajemen waktu dari Stephen R. Covey . , yang menekankan pentingnya mengalokasikan waktu untuk hal-hal yang penting namun tidak mendesak. Mahasiswa yang mampu menempatkan perencanaan belajar dan pengembangan diri di posisi prioritas cenderung lebih stabil dalam menjalani tanggung jawab Analisis tematik dari wawancara menunjukkan tiga tema utama: . tekanan ekonomi sebagai faktor pendorong bekerja, . manajemen waktu sebagai tantangan utama, dan . strategi adaptif sebagai bentuk respons terhadap konflik peran. Temuan ini memperkuat studi sebelumnya oleh Sari . dan Setiawan . yang menyatakan bahwa keterampilan JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 528-538 manajemen waktu berkontribusi positif terhadap keberhasilan akademik dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Untuk menjamin akurasi dan validitas temuan, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi sumber. Data yang diperoleh dari wawancara dikonfirmasi melalui hasil observasi dan didukung oleh literatur ilmiah yang relevan. Pendekatan triangulasi ini memastikan bahwa setiap temuan yang disajikan memiliki dasar empiris yang kuat dan dapat dipercaya. Teknik ini sejalan dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian terdahulu seperti oleh Lestari dan Kurniawan, yang menekankan pentingnya integrasi berbagai sumber data dalam penelitian kualitatif untuk menghasilkan gambaran yang objektif dan mendalam (Lestari, 2. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini tidak hanya menggambarkan tantangan nyata yang dihadapi oleh mahasiswa Generasi Z, tetapi juga memperlihatkan bahwa keberhasilan dalam menghadapi beban ganda sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam mengelola waktu dan diri sendiri secara efektif. Penelitian ini menyoroti pentingnya peran institusi pendidikan dalam memberikan dukungan nyata kepada mahasiswa, baik melalui pelatihan manajemen waktu, konseling, maupun fleksibilitas akademik, guna membantu mereka mencapai keseimbangan antara studi dan pekerjaan di era modern yang penuh tantangan. Pembahasan hasil penelitian ini menegaskan bahwa mahasiswa Generasi Z yang menjalani kuliah sambil bekerja menghadapi tekanan signifikan yang bersumber dari beban finansial dan tuntutan akademik yang berjalan secara paralel. Generasi ZAikelompok demografis yang lahir antara tahun 1997 hingga awal 2010-an ditandai dengan karakteristik yang adaptif terhadap teknologi, cenderung multitasking, namun rentan terhadap stres ketika dihadapkan pada konflik peran yang kompleks. Dalam konteks pendidikan tinggi, mahasiswa Generasi Z kerap menunjukkan ambisi untuk mandiri secara finansial, namun pada saat yang sama dihadapkan pada tanggung jawab akademik yang ketat dan menuntut. Melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap lima informan terpilih di STIES Putera Bangsa Tegal, ditemukan bahwa persepsi mahasiswa terhadap situasi ini cukup beragam. Sebagian informan memandang pekerjaan sebagai kebutuhan mendesak untuk menopang biaya pendidikan dan kebutuhan hidup, sedangkan yang lain menganggapnya sebagai bagian dari proses belajar dan pengembangan diri. Meskipun demikian, seluruh informan sepakat bahwa menjalani dua peran sekaligusAisebagai mahasiswa dan pekerjaAi menimbulkan beban fisik dan mental yang tidak ringan. Hasil observasi pun mengindikasikan adanya ketidakseimbangan antara fokus belajar dan komitmen kerja, yang berimplikasi pada konsentrasi menurun, kurangnya waktu istirahat, serta penurunan performa akademik. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 Persepsi Mahasiswa Generasi Z terhadap Tantangan Finansial dan Akademik dalam Kuliah Sambil Bekerja Fenomena tersebut selaras dengan teori manajemen diri yang dikemukakan oleh Peter Drucker . , yang menekankan pentingnya kesadaran individu dalam mengenali kekuatan, keterbatasan, serta mengelola dirinya secara strategis untuk mencapai efektivitas. Dalam kasus ini, mahasiswa yang memiliki kemampuan manajemen diri cenderung lebih mampu menentukan prioritas, mengatur fokus, dan membuat keputusan yang berdampak pada keberlangsungan studi dan pekerjaan mereka. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa informan yang menyusun jadwal pribadi, membatasi waktu kerja, serta menjaga disiplin belajar memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan kinerja akademik yang relatif stabil (Adi, 2. Lebih lanjut, teori manajemen waktu dari Stephen R. Covey . memperkuat analisis ini. Covey menjelaskan bahwa efektivitas waktu tidak hanya tergantung pada seberapa banyak aktivitas yang dilakukan, tetapi pada sejauh mana seseorang mampu membedakan mana aktivitas yang penting dan mendesak, serta merencanakan waktu secara bijak berdasarkan nilai dan tujuan jangka panjang. Informan yang berhasil menjalankan strategi seperti membagi waktu belajar dan bekerja secara proporsional, memanfaatkan waktu luang secara produktif, serta menghindari distraksi digital cenderung menunjukkan stabilitas dalam performa akademik. Mereka mampu menempatkan aktivitas perencanaan akademik dan refleksi diri ke dalam kuadran penting-tidak mendesak yang ditekankan Covey, sehingga tidak terburu-buru dalam menyelesaikan tugas maupun pekerjaan. Tekanan finansial, di sisi lain, menjadi faktor pemicu utama konflik peran. Mahasiswa yang berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah merasa terdesak untuk bekerja agar dapat melanjutkan kuliah. Hal ini memperkuat pandangan Prabowo bahwa tekanan ekonomi berkontribusi besar terhadap stres akademik mahasiswa (Prabowo, 2. Namun, seperti dikonfirmasi melalui triangulasi sumber yakni penggabungan hasil wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur diketahui bahwa mahasiswa yang dibekali keterampilan manajemen diri dan waktu memiliki ketahanan mental yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan ganda ini. Temuan ini selaras dengan penelitian terdahulu seperti Kurniawan . , yang menemukan bahwa mahasiswa dengan kemampuan manajemen diri yang baik lebih resilien terhadap tekanan akademik. Sari . dan Setiawan . juga menegaskan bahwa kemampuan mengatur waktu berpengaruh positif terhadap keberhasilan akademik dan pengelolaan stres. Di sisi lain, observasi menunjukkan bahwa mahasiswa yang belum memiliki pola pengelolaan diri yang terstruktur cenderung mudah mengalami kelelahan, menunda tugas, dan merasa terjebak dalam siklus tekanan yang berulang (Sari, 2. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 528-538 Secara umum, pembahasan ini menegaskan bahwa persepsi mahasiswa Generasi Z terhadap tantangan finansial dan akademik sangat dipengaruhi oleh kemampuan mereka dalam mempraktikkan manajemen diri dan waktu. Kedua keterampilan tersebut bukan hanya menjadi alat bantu, melainkan pondasi utama untuk menciptakan keseimbangan hidup dan keberhasilan Dengan pendekatan teori Drucker dan Covey yang terbukti relevan dan aplikatif, mahasiswa mampu merancang strategi adaptif yang efektif untuk bertahan dalam sistem pendidikan yang kompetitif dan tuntutan ekonomi yang terus meningkat. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam mengembangkan program pendukung berupa pelatihan manajemen waktu, konseling pengelolaan stres, serta kebijakan akademik yang fleksibel sebagai bentuk respons terhadap realitas mahasiswa pekerja. Penelitian ini juga membuka ruang bagi pengembangan kurikulum berbasis keterampilan hidup . ife skill. yang terintegrasi dalam sistem pembelajaran perguruan tinggi Temuan dalam penelitian ini menegaskan bahwa permasalahan keterbatasan lahan parkir tidak dapat direduksi sekadar sebagai isu teknis atau logistik, melainkan merupakan persoalan sosial yang kompleks, karena melibatkan dinamika kekuasaan, kepentingan ekonomi, serta klaim atas ruang publik dan privat. Oleh karena itu, penyelesaian konflik yang muncul memerlukan pendekatan yang bersifat partisipatif dan kolaboratif, di mana seluruh pemangku kepentinganAibaik perusahaan, karyawan, maupun masyarakat sekitar berperan aktif dalam merumuskan solusi yang berkelanjutan dalam konteks kawasan industri. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap lima informan yang merupakan mahasiswa Generasi Z di STIES Putera Bangsa Tegal, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa yang menjalani kuliah sambil bekerja menghadapi tantangan kompleks yang mencakup tekanan finansial dan beban akademik secara Persepsi mahasiswa terhadap kondisi ini menunjukkan adanya ketegangan peran yang memengaruhi kestabilan emosional, konsentrasi belajar, serta efektivitas pencapaian Tekanan finansial muncul sebagai faktor dominan yang mendorong mahasiswa untuk bekerja di sela-sela aktivitas kuliah. Namun, keterlibatan dalam dunia kerja seringkali mengganggu konsistensi dalam perkuliahan, terutama dalam hal pengaturan waktu. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 Persepsi Mahasiswa Generasi Z terhadap Tantangan Finansial dan Akademik dalam Kuliah Sambil Bekerja pengumpulan tugas, dan partisipasi aktif di kelas. Ketidakseimbangan ini menimbulkan konflik internal dan stres, yang berdampak negatif terhadap performa akademik mahasiswa. Meski demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang memiliki keterampilan manajemen diri dan manajemen waktu yang baik mampu mengelola tekanan tersebut secara lebih adaptif. Prinsip manajemen diri menurut Peter Drucker . , seperti kesadaran terhadap kekuatan dan keterbatasan pribadi serta pengambilan keputusan strategis, terbukti efektif dalam membantu mahasiswa mempertahankan fokus dan komitmen belajar. sisi lain, teori manajemen waktu Stephen R. Covey . , yang menekankan pentingnya prioritas dan perencanaan aktivitas berdasarkan nilai jangka panjang, juga terbukti relevan dalam menciptakan stabilitas dan efisiensi belajar di tengah padatnya tuntutan kerja. Penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan mahasiswa dalam mempraktikkan strategi manajemen diri dan waktu menjadi kunci dalam membangun keseimbangan peran antara sebagai pelajar dan pekerja. Mereka yang mampu menyusun jadwal harian, menetapkan skala prioritas, dan menjaga disiplin personal menunjukkan ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi dinamika kehidupan kampus dan dunia kerja (Rahmawati, 2. Sebaliknya, mahasiswa yang tidak memiliki strategi pengelolaan diri yang terstruktur cenderung mengalami kelelahan kronis, kecemasan, dan penurunan kualitas akademik. Dengan demikian, temuan ini menyoroti urgensi bagi institusi pendidikan tinggi untuk menghadirkan program pendukung berbasis keterampilan hidup, seperti pelatihan manajemen waktu, pendampingan akademik, dan konseling psikologis, guna memperkuat kapasitas mahasiswa dalam menghadapi peran ganda. Penelitian ini sekaligus memperluas kontribusi teoritis mengenai relevansi manajemen diri dan waktu dalam konteks mahasiswa pekerja, serta membuka ruang bagi pengembangan kebijakan akademik yang lebih fleksibel, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan generasi Z di era transformasi digital dan tekanan ekonomi Saran Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: . Bagi Mahasiswa, mahasiswa Generasi Z perlu terus mengembangkan keterampilan manajemen diri dan manajemen waktu melalui perencanaan harian, penetapan prioritas, serta pengendalian diri terhadap distraksi digital. Dengan strategi adaptif ini, mahasiswa dapat lebih efektif dalam menyeimbangkan peran akademik dan . Bagi Institusi Pendidikan, perguruan tinggi disarankan menyediakan program pelatihan manajemen waktu, konseling akademik, dan pendampingan psikologis. Program tersebut dapat membantu mahasiswa pekerja dalam mengatasi tekanan peran ganda serta JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 528-538 meningkatkan ketahanan akademik. Bagi Penelitian Selanjutnya, studi lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh dukungan sosial, seperti peran keluarga dan teman sebaya, dalam memperkuat kemampuan manajemen diri mahasiswa pekerja. Penelitian kuantitatif dengan cakupan responden lebih luas juga dapat melengkapi temuan kualitatif yang DAFTAR PUSTAKA