At-Thufuly: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini | | e-ISSN: 2774-3268 Vol. No. 2 Mei 2024 | Hal 100-107 MENGEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI 56 TAHUN MELALUI KEGIATAN SENI TARI DI RA KHUSNUL HAFZHAN Jamilah Zr1. Pebrina Hesty Sagala2. Suci Nadillah Selian3. Yelvira Meiniza Nasution4. Hilda Zahra Lubis5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Indonesia Abstract: Kinesthetic intelligence is the ability to move the body and utilize all parts of the body. Kinesthetic intelligence is harmony between the mind and the brain, where the mind will utilize the body and the body is trained to respond to the expression of strength and thoughts. Kinesthetic abilities in children function to control and utilize thoughts and body movements. This research is descriptive qualitative research conducted at RA Khusnul Hafzhan and data collection techniques through observation and interviews can be seen that the art of dance at RA Khusnul Hafzhan is proven to be able to develop kinesthetic intelligence in Keyword: Kinestetik. Dance Art. Early Childhood Abstrak: Kecerdasan kinestetik merupakan sebuah kemampuan gerak tubuh serta memanfaatkan seluruh anggota tubuh. Kecerdasan kinestetik adalah keselarasan antara pikiran dan otak, dimana pikiran akan memanfaatkan tubuh dan tubuh dilatih untuk merespon ekspresi kekuatan dan pikiran. Kemampuan kinestetik pada anak berfungsi untuk mengendalikan serta memanfaatkan pikiran dan gerakan tubuh. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di RA Khusnul Hafzhan dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dapat dilihat bahwa seni tari di RA Khusnul Hafzhan terbukti dapat mengembangkan kecerdasan kinestetik pada anak. Kata Kunci: Kinestetik. Seni Tari. Anak Usia Dini 1 Jamilah Zr. Email : jamilah0308213096@uinsu. 2 Pebrina Hesty Sagala. Email : pebrina0308213078@uinsu. 3 Suci Nadillah Selian. Email : suci0308213107@uinsu. 4 Yelvira Meiniza Nasution. Email : yelvira0308211006@uinsu. 5 Hilda Zahra Lubis. Email : hildazahralubis@uinsu. Jamilah Zr, et al: [Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik. ] 100 PENDAHULUAN Masa usila dilnil melrupakan masa telrjadilnya kelmatangan fungsil-fungsil filsilk dan psilkils yang silap melrelspon stilmulasil . yang dilbelrilkan olelh lilngkungan. Masa ilnil melrupakan masa untuk mel eltakkan dasar pelrtama dalam melngelmbangkan potelnsil filsilk . , ilntel elktual, elmosilonal, sosilal, bahasa, selnil dan moral Selcara alamilah, pelrkelmbangan anak belrbelda-belda, bailk selcara ilntel elgelnsil, bakat, milnat, kreltailviltas, kelmatangan elmosil, kelprilbadilan jasmanil dan sosilalnya dan anak sudah dapat melnggunakan otot-otot kakilnya untuk belrjalan selbel um anak mampu melngontrol tangan dan jaril-jarilnya untuk melnggambar atau melngguntilng. (Lovelilta Meliltaranil, 2. Kelcelrdasan gelrak-kilnelsteltilk belrkailtan delngan kelmampuan melnggunakan gelrak sel uruh tubuh untuk melngelksprelsilkan ildel dan pelrasaannya selrta keltelrampil an melmpelrgunakan tangan untuk melncilpta atau melngubah tangan untuk melncilpta atau melngubah selsuatu. Kelcelrdasan ilnil mel ilputil filsilk yang spelsilfilk, selpelrtil koordilnasil, kelsilmbangan, keltelrampil an, keltelrampil an, kelkuatan, kel elnturan, kelcelpatan dan kelakuratan melnelrilma rangsang, selntuhan, dan telkstur. (Tadkilroatun Musfilro. Kelcelrdasan kilnelsteltilk adalah Kelrjasama tubuh untuk melncapail tujuan telrtelntu, yang melngombilnasilkan ilntelrpreltasil melntal delngan relspon filsilk. Keltelrampil an melngkoordilnasilkan pilkilran dan organ tubuh dalam belntuk belrbagail gelrakan akan mampu melmpelrkuat rasa kelpelrcayaan dilril pada anak-anak, selhilngga telrtanam dalam hatil melrelka bahwa dilrilnya sanggup mel akukan pelkelrjaan apapun delngan hasil telrbailk. (Ilgrela Silswant. Salah satu potelnsil palilng melndasar yang dilmil ilkil anak seljak dilnil adalah kelcelrdasan kilnelsteltilk. Kelcelrdasan kilnelsteltilk anak akan belrkelmbang salilng untuk melngelmbangkannya adalah delngan pelmbel ajaranselnil taril. Pelmbellajaran selnil taril belrtujuan melndildilk anak dan melngilntelrpreltasilkan gelrak tubuh dan melnumbuhkan harmonil antara tubuh dan pilkilran. Maka daril iltu, pelntilngnya bagil guru untuk melngelmbangkan kelcelrdasan kilnelsteltilk pada anak usila dilnil. (Milra Mayasarokh, dkk, 2. Tujuan pelnulils melmbuat artilkel ilnil untuk melngeltahuil kelgilatan-kelgilatan selnil taril yang ada dil Ra Khusnul Hafzhan untuk melngelmbangkan kelcelrdasan kilnelsteltilk pada anak, selhilngga anak dapat melngeltahuil belrbagail macam gelrakan daril suatu tarilan, anak dapat melnggelrakkan anggota tubuhnya, belrtelpuk tangan, melnaril, atau melnghelntakkan kakil melngilkutil alunan musilk yang mel atilh anggota tubuh melrelka. Pada pelnel iltilan (Arilyantil & Muhamma. AuMelngelmbangkan Kelcelrdasan Kilnelsteltilk Silswa Mel aluil Kelgilatan Selnil Taril Drama Kuda Gilpang dil Miln 1 Hulu Sungail Sel atanAy belrdasarkan hasil pelnel iltilan yang dil akukan diltelmukan bahwa dalam kelgilatan selnil taril drama kuda gilpang yang dil aksanakan dil Miln 1 Hulu Sungail Sel atan dapat melngelmbangkan kelcelrdasan kilnelsteltilk silswa. Hal ilnil dapat dil ilhat pada saat silswa dilbelrilkan belbelrapa gelrakan taril kuda gilpang anak, melrelka sudah bilsa belrgelrak melnilrukan gelrakan taril telrselbut selsuail delngan ilnstruksil yang dilaarkan. METODOLOGI PENELITIAN Telknilk pelngumpulan data yang dilgunakan adalah delngan meltodel obselrvasil dan Sel ailn iltu pelnel iltilan ilnil juga melnggunakan jelnils pelnel iltilan kualiltatilf delngan pelndelkatan delskrilptilf. Sumbelr-sumbelr pelnulilsan yang dilgunakan dalam pelnel iltilan ilnil juga dilpelrolelh daril buku dan jurnal-jurnal. Telknilk analilsa yang Jamilah Zr, et al: [Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik. ] 101 dilgunakan juga telknilk relduksil data, yang belrfokus dan melmil ilh data yang dilpelrlukan untuk pelnel iltilan, melnyajilkan data, dan melnarilk kelsilmpulan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pengembangan Kinestetik Aud 5-6 Tahun Pelngelmbangan filsilk selcara khusus belrkailtan juga delngan kelcelrdasan jamak atau yang dilselbut delngan multilplel ilntel lilgelncel yang belrtujuan untuk melmelcahkan masalah atau mel akukan selsuatu yang ada nil ailnya dalam kelhildupan. Dan pelrkelmbangan filsilk iltu selndilril telrmasuk dalam salah satu kelcelrdasan jamak yang ada yailtu kelcelrdasan kilnelsteltilk. Kecerdasan kinestetik pada anak usia 5-6 tahun dapat dikembangkan melalui bermacam-macam kegiatan, seperti bermain peran, mendongeng, pantonim, dan menari. Menurut Yuliani ciri perkembangan fisik anak usia 5-6 tahun diantarnya mampu melompat dengan kaki yang saling bergantian, mampu melempar dengan wajar dan teliti, dapat meningkatkan perkembangan otot yang kecil dan koordinasi mata dan tangan yang berkembang baik, melakukan putaran dan berjungkit. Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan menyelaraskan pikiran dengan badan sehingga apa yang dikatakan oleh pikiran akan tertuang dalam bentuk gerakangerakan badan yang indah, kreatif dan mempunyai makna. Definisi ini merujuk pada tulisan yang mengatakan bahwa Aukecerdasan kinestetik adalah sebuah keselarasan antara pikiran dan tubuh, dimana pikiran dilatih untuk memanfaatkan tubuh sebagaimana mestinya dan tubuh dilatih untuk dapat merespon ekspresi kekuatan dan pikiran. (Widhianawati, 2. Menurut Gardner dalam (Rodiatin, 2. kecerdasan kinestetik adalah kemampuan seseorang untuk menggerakkan atau mengendalikan sebagian atau seluruh tubuh melalui koordinasi belahan otak yang mendominasi atau mengendalikan setiap gerakan tubuh. Menurut Amstrong dikutip dalam Sujiono dalam (Rodiatin, 2. menyatakan kecerdasan kinestetik adalah sesuatu kecerdasan dimana saat menggunakannya seseorang mampu atau terampil menggunakan anggota tubuhnya untuk melakukan gerakan seperti berlari, menari, membangun sesuatu, melakukan kegiatan seni dan karya. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan kinestetik merupakan kemampuan dalam menggunakan keseluruhan potensi tubuh untuk mengekspresikan ide-ide dan perasaan. Memiliki kemampuan untuk menggunakan tangan untuk memproduksi atau menstransformasikan benda. Dalam hal ini, termasuk keterampilan khusus seperti koordinasi, keseimbangan, kekuatan, fleksibilitas, dan kecepatan. Perkembangan fisik anak digolongkan ke dalam kecerdasan kinestetik karena kecerdasan kinestetik berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki anak dalam menggunakan dan mengendalikan gerakan tubuh. Kecerdasan kinestetik tubuh mencakup kemampuan menyatukan tubuh dan pikiran dalam sebuah tampilan fisik yang sempurna. Salah satu upaya untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik pada anak khususnya dalam hal keterampilan dapat dilakukan dengan kegiatan yang sangat menyenangkan untuk anak. Seorang anak yang memiliki kecerdasan kinestetik juga memiliki keterampilan dalam mengkoordinasi pikiran serta organ tubuh dalam berbagai bentuk gerakan yang memperkuat rasa percaya diri anak. Oleh karena itu, dalam hati anak-anak atau peserta didik bahwa dirinya sanggup melakukan pekerjaan dengan hasil yang maksimal. Disisi lain perasaan tersebut akan mendorong anak dalam melakukan berbagai aktivitas pembelajaran dengan penuh 102 At-Thufuly: Vol. 4 No. Mei 2024 semangat, rasa senang, serta bahagia. Bahkan, seorang anak tidak segan bisa memiliki rasa optimis keberhasilan terhadap segala usaha yang dilakukannya. Kegiatan pembelajaran bagi anak usia dini dilakukan dengan cara menyenangkan, hal ini bisa distimulasi melalui kegiatan menari. Dengan kegiatan menari diharapkan anak melakukan kegaitan yang melibatkan otot-otot kasarnya dengan cara melompat ditempat, pindah dari satu tempat ke tempat lain, dan mengikuti segala gerakan yang sudah di ajarkan dalam kegaitan nari. Gerakan-gerakan tarian yang diiringi musik merupakan karya seni yang berkualitas memerlkan pembelajaran dan pelatihan, pembelajaran seni adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan sikap dan tingkah laku sebagai hasil pengalaman berkesenian dan berinteraksi dengan budaya lingkungan untuk mencapai tujuan Pembelajaran seni tari untuk anak selain dapat mengembangkan kecerdasan kinestetik juga dapat untuk melatih motorik anak, melatih perkembangan kognitif, efektif, psikomotor, melatih perkembangan sosial emosi, komunikasi dan bahasa, melatih minat, bakat, dan kreativitas anak, menanamkan nilai-nilai pendidikan, nilai-nilai kemanusiaan, kepekaan estetis dan melestarikan budaya (Otin. Seni Tari Pada Aud Seni tari merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia yang harus dikembangkan dan dilestarikan secara selaras dengan masyarakat yang selalu mengalami perubahan. Menurut Murgiyanto menyatakan, tari adalah keindahan gerak tubuh dan irama dari ekspresi jiwa pelakunya. Tari adalah naluri, seolah emosi jiwa manusia mendorong seseorang untuk melakukan pencarian atas luapan rasa dengan menggerakkan tubuh luar bertempo dan kemudian membentuk pola Mulyani menyatakan, tari bagi anak berusia dini tidak hanya gerakan tari tidak bermakna dan tidak bertujuan. Tari anak berusia dini adalah bentuk proses pendidikan anak supaya mampu mengendalikan dan menafsirkan gerak tubuh, memengaruhi perilaku dengan berbagai benda dan menciptakan keharmonisan tubuh dan pikiran. Dengan tari, seorang anak bebas dan leluasa dalam mengungkapkan gerak sesuai ide mereka namun tidak lepas dari bentuk yang positif dan aman. Lebih dari itu, seorang anak juga belajar untuk berimajinasi dan berfantasi mengenai sesuatu yang nantinya menjadi sebuah gerakan tari yang kreatif. Tari yang kreatif adalah gerakan yang ditampilkan secara menarik dengan menyesuaikan alunan lagu atau musik. Terlepas dari itu, gerakan tari untuk anak usia dini sebaiknya yang mudah dan tidak terlalu bervariasi, menyenangkan dan dalam kondisi tertentu gerakan tari anak bersifat alami. Gerakan tari pada anak usia dini umumnya bersifat pengulangan dari 5-6 gerakan, dengan ditambah variasi formasi yang sederhana. Hal penting perlu diperhatikan oleh pendidikan adalah memperhatikan kondisi fisik dan psikologis anak saat ingin menari. Tari merupakan salah satu bentuk seni yang melibatkan gerakan tubuh yang teratur dan terstruktur. Selain sebagai hiburan, tari juga memiliki manfaat yang sangat penting dalam perkembangan anak usia dini. Tari juga dapat merangsang perkembangan kecerdasan sosial pada anak usia dini. Saat berpartisipasi dalam tari, anak belajar bekerja sama dengan orang lain dalam kelompok, mengikuti petunjuk instruktur, dan berinteraksi dengan teman-teman Mereka juga belajar mengungkapkan emosi dan ekspresi diri melalui gerakan tubuh dan ekspresi wajah. Semua ini membantu anak mengembangkan keterampilan sosial, seperti kemampuan berkomunikasi, kerjasama, dan empati. Jamilah Zr, et al: [Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik. ] 103 Aspek kecerdasan kognitif juga dapat terstimulasi melalui tari. Gerakan tari melibatkan pengenalan pola-pola gerakan, irama, dan pengingatan urutan gerakan Tari adalah ungkapan atau ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi yang dituangkan melalui gerak indah dan teratur sesuai dengan isi dan irama yang dapat Yang merupakan jenis tari diantaranya adalah tari klasik, tari kreasi baru, tari tradisional, dan tari modern. (Asrul dan Ahmad, 2016:. Tari pada anak usia dini berfungsi sebagai media komunikasi, media ekspresi, media bermain, serta pengembangan bakat dan media kreativitas. (Apriliya, 2. Tari untuk anak usia dini memiliki karakteristik dalam gerakan tari antara lain: . tema atau judul tari harus dekat dengan kehidupan anak-anak. bentuk gerak yang . diiringi dengan musik yang gembira. Gerak adalah bagian dari keberadaan alamiah anak usia dini, anak suka berlari, meloncat-loncat, menghempaskan tubunya didalam kelas sambil berguling-guling dan lainnya. Hal ini anak membutuhkan ruang sebagai tempat untuk bergerak dan kebebasan untuk melakukan itu. Tari memiliki tiga unsur dasar antara lain tenaga yang merupakan kekuatan yang akan mengawali, mengendalikan, dan menghentikan gerak. Ruang adalah salah satu unsur pokok yang menentukan terwujudnya suatu gerak, dan waktu merupakan elemen yang membentuk gerak tari. (Mulyani, 2. Pembahasan Seni tari merupakan hasil ekspresi jiwa yang diungkapkan melalui gerak anggota tubuh manusia yang sudah diolah secara khusus. Pengolahan gerak tari dilakukan berdasarkan perasaan dan nilai-nilai keindahan. Tari tidak hanya sebagai bentuk ungkapan perasaan saja, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran anak usia dini, termasuk untuk pengembangan kecerdasan kinestetik. Tari yang berkembang di RA Khusnul Hafzhan ini terdapat beberapa bagian. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan beberapa guru, pembelajaran seni gerak dan tari di RA Khusnul Hafzhan terdiri dari beberapa jenis yaitu ada tarian tradisional, tarian PAUD, dan tarian kreasi modern. Pembelajaran seni dan gerak tari di RA Khusnul Hafzhan ini tidak dicantumkan didalam program sekolah. Anak-anak di RA ini mengikuti kegiatan seni tari hanya akan ditampilkan ketika sekolah akan mengadakan sebuah acara/kegiatan diluar sekolah, yang dimaksud yaitu pentas seni, pelepasan Angkatan wisuda, acara perlombaan diluar sekolah, ataupun pekan olahraga dan seni. Di RA Khusnul Hafzan ini guru-guru melakukan pembelajaran seni tari dua kali dalam seminggu, yaitu terletak di hari jumAoat dan sabtu. Untuk pelatih, pihak sekolah tidak memanggil pelatih dari luar, tetapi dilatih oleh guru sendiri. Gerakan yang diajarkan guru dalam pembelajaran seni tari di RA ini biasanya terdiri dari 4 gerakan saja, namun bentuk gerakannya terkadang ada yang mudah diikuti oleh anak dan ada yang sulit diikuti oleh anak. Durasi tarian yang yang dipilih oleh guru paling lama yaitu 5 menit. Seperti yang penulis katakana sebelumnya, tarian yang diajarkan oleh guru kepada anak di RA ini seperti tarian tradisional, tarian PAUD, dan tarian kreasi 104 At-Thufuly: Vol. 4 No. Mei 2024 Gambar 1. Proses Dalam Latihan Tari Selain mengajarkan seni tari, guru-guru di RA Khusnul Hafzzhan ini juga melakukan kegiatan seni gerak selain tari yaitu senam. Nah senam ini ditampilkan ketika ada kegiatan diluar sekolah, seperti adanya lomba senam dan acara pekan olahraga dan seni IGRA, guru-guru membawa anak-anak untuk menampilkan apa yang sudah di ajarkan. Senam adalah kegiatan seni gerak yang dilaksanakan disekolah dan dilaksanakan setiap hari sabtu sebelum pembelajaran dimulai. Gambar 2. Lomba Senam Jamilah Zr, et al: [Mengembangkan Kecerdasan Kinestetik. ] 105 Gambar 3. Tarian Tradisional Gambar 4. Tarian PAUD Dalam mengajarkan tari kepada anak, guru menyatakan pasti ada kendala seperti anak yang fokusnya rentan pendek, terkadang kaku, mudah lupa gerakan, bermain dan menjahili temannya, dan biasanya juga anak cepat merasa bosan. Namun, dari kendala-kendala tersebut guru-guru tidak pernah putus asa dalam melatih anakanak. Hasil wawancara dengan guru di RA Khusnul Hafzhan juga menguatkan bahwa kecerdasan kinestetik dapat ditingkatkan dengan pemberian tari karena dalam menari terdapat keterampilan dasar gerak seperti gerak motorik yang berupa berjalan, berlari dan melompat. Gerak nonmotorik berupa gerakan yang dilakukan ditempat seperti: mengangkat satu kaki, membungkuk, jongkok dan menggetarkan jari-jari tangan. Penulis juga mengetahui bahwa di RA Khusnul Hafzhan ini guru-guru menciptakan banyak jenis tarian dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik pada KESIMPULAN Kecerdasan kinestetik dapat disimpulkan sebagai kemampuan seseorang dalam menggerakkan dan mengekspresikan ide-ide dan gerakan tubuh menggunakan seluruh potensi tubuh. Kecerdasan kinestetik juga berkaitan dengan kecerdasan jamak . ultiple intelegenc. yang harus dikembangkan kepada anak dengan stimulasi gerak melalui seni tari, dengan tari anak akan bergerak dan berkelompok serta mengikuti instruktur hal ini akan mengembangkan kemampuan sosial emosional, kognitif dan kinestetik anak. Seni tari terbukti dapat meningkatkan kemampuan kinestetik pada anak hal ini juga dilihat dari hasil wawancara dengan guru di RA Khusnul Hafzhan bahwa kecerdasan kinestetik dapat ditingkatkan dengan pemberian tari karena dalam menari terdapat keterampilan dasar gerak seperti gerak motorik yang berupa berjalan, berlari dan melompat. Gerak nonmotorik berupa gerakan yang dilakukan ditempat seperti: mengangkat satu kaki, membungkuk, jongkok dan menggetarkan jari-jari tangan. Penulis juga mengetahui bahwa di RA Khusnul Hafzhan ini guru-guru menciptakan banyak jenis tarian dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik pada anak. 106 At-Thufuly: Vol. 4 No. Mei 2024 DAFTAR PUSTAKA