Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 PERHITUNGAN NILAI EKONOMI POHON PADA LANSKAP JALAN DIPONEGORO KOTA SALATIGA MENGGUNAKAN METODE BURNLEY Julio Cesar Lourdy Mulianandya1, dan Alfred Jansen Sutrisno2 Agroteknologi. Fakultas Pertanian dan Bisnis. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Indonesia Dosen Fakultas Pertanian dan Bisnis. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Indonesia E-Mail: 512017011@student. E-Mail: fpb. alfred@uksw. Submit: 10-07-2023 Revisi: 01-12-2023 Diterima: 31-12-2023 ABSTRAK Perhitungan Nilai Ekonomi Pohon pada Lanskap Jalan Diponegoro Kota Salatiga Menggunakan Metode Burnley. Pohon dalam suatu kota, terkhususnya di tepian jalan memiliki risiko ditebang. Hal ini dapat terjadi karena pembangunan infrastruktur jalan yang cenderung diperlebar dan seringkali pohon akan Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar kerugian ganti rugi dari penebangan pohon. Metode yang digunakan adalah Burnley dengan parameter Volume (V). Bentuk dan Figor (FV). Lokasi (L) dan Umur (E). Penghitungan dilakukan dengan mengukur langsung volume dan menilai FV. E dengan tabel Burnley. Hasil metode Burnley sangat dipengaruhi oleh volume pohon (V), bentuk dan vigor (FV). Pohon mahoni pada plot 2 . mendapatkan nilai tertinggi dengan nilai Rp. 824,00. Hal ini dapat dilihat dari pohon yang memiliki nilai terbesar diperoleh dari volume paling besar dan bentuk paling baik dibandingkan pohon lainnya. Kata kunci : Kompensasi. Lanskap tepian jalan. Nilai ekonomis. Pohon. ABSTRACT Economic Value of Trees in Streetscapes of Diponegoro Street. Salatiga City Using Burnley Method. Trees in a city, especially on the side of the road have a risk of being cut down. This can happen because the construction of road infrastructure tends to be widened and trees are often removed. This research was conducted to determine the amount of compensation losses from tree felling. The method used is Burnley with parameters Volume (V). Shape and Figure (FV). Location (L), and Age (E). The calculation is done by directly measuring the volume and assessing FV. E with the Burnley table. The results of the Burnley method are strongly influenced by tree volume (V), shape and vigor (FV). Mahogany tree . got the highest value at IDR. 824,00. This can be seen from the trees that have the greatest value obtained from the largest volume and the best shape compared to other trees. Keywords : Compensation. Economic Value. Streetscape. Trees. PENDAHULUAN Pohon dalam suatu tempat dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan peningkatan keindahan alami lingkungan perkotaan (Nurisyah, 2. Pada lingkungan perkotaan, pohon dapat meningkatkan keindahan visual. Pohon sering dijumpai pada taman, hutan kota dan tepian jalan. Pohon juga memiliki kebisingan dan serapan karbon. Menurut Resiana . pohon memiliki fungsi This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Perhitungan Nilai Ekonomi A Mulianandya dan Sutrisno ekologis yang mampu mereduksi Saat ini beberapa penelitian menilai berbagai layanan ekosistem yang disediakan oleh pohon perkotaan, seperti konteks yang berbeda (Escobedo et al. Haase et al. Pepohonan dapat meingkatkan kualitas lingkungan dalam masyarakat sehingga menunjukkan tren positif dalam kesediaan mereka untuk berinvestasi lebih banyak pada barang maupun jasa (Jim et al. Joye Et al. Di perkotaan, pohon dianggap mempunyai fungsi utama sebagai penghias, namun pohon juga mempunyai fungsi lain yang sama pentingnya, seperti digunakan untuk rekreasi (Gundersen et Aldous, 2. dan kontribusinya terhadap kesejahteraan umum penduduk kota (O'Brien, 2. Pohon terkhususnya di tepian jalan memiliki risiko ditebang. Hal ini dapat terjadi karena pembangunan infrastruktur jalan yang cenderung diperlebar dan seringkali pohon akan dihilangkan. Keberadaan pohon dalam kota besar semakin berkurang karena masih jarang peraturan khusus mengenai larangan penebangan Penebangan merugikan secara ekologis dan estetika, sehingga perlu diperlukan ganti rugi atas pengebangan pohon. Menyadari kesulitan dalam menentukan nilai moneter pohon perkotaan, ada beberapa metode yang tersedia untuk menghitung nilai ini. Metode penilaian yang paling umum untuk penilaian moneter pohon perkotaan menggunakan formula, yang umumnya terdiri dari dua jenis. parametrik dan Parametrik, juga dikenal sebagai perkalian, didefinisikan sebagai kuantifikasi satu atau lebih variabel, termasuk variabel struktural dan subyektif lainnya . isalnya estetika, botani, lokasi direkomendasikan (Grande-Ortiz et. Salah satu cara untuk menilai peningkatan nilai properti, penyerapan karbon, pengurangan kebisingan dan polutan, penghematan penggunaan energi, dan lainnya untuk kondisi dan kerugian yang ditimbulkan adalah dengan penghitungan metode Burnley. Metode Burnley adalah salah satu metode pendugaan nilai pohon untuk memenuhi kebutuhan lokal. Metode ini ditujukan untuk pengelolaan pohon di ruang terbuka untuk hal-hal yang menghasilkan nilai untuk kompensasi, pengambilan (Moore, 1. Metode Burnley menggunakan tabel modifier untuk meminimalkan risiko perbedaan nilai signifikan pohon yang sama dan dibuat oleh arborits berbeda. Penilaian pohon menggunakan metode Burnley, digunakan untuk mengestimasi harga pohon supaya sesuai antara nilai fisik dan nilai moneter (Khairunissa, 2. Formula penilaian ini didasarkan pada asumsi dan pendekatan yang berbeda yang bervariasi berdasarkan bentuk, aplikasi, dan dalam nilai moneter total akhir dari pohon tersebut. Sebagai contoh, beberapa variabel dari formula ini berdasarkan pohon yang dirusak dan disesuaikan dengan faktor-faktor yang umum, seperti jenis kerusakan vitalitas keseluruhan, umur dan bahkan penyediaan (Moore dan Arthur 1992. Ponce-Donoso et al. Ostberg dan Sjogren 2. Metode ini dirasa cocok karena penghitungan yang sederhana dan dapat menghasilkan nilai yang selanjutnya dapat dijadikan acuan untuk membuat sebuah peraturan tentang pohon. Melalui penelitian ini, diharapkan mampu menghasilkan nilai untuk mengganti rugi atas hilangnya fungsi pohon pada tepian jalan dan menentukan nilai terendah dan work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. tertinggi sebagai dasar acuan menentukan kompensasi penebangan pohon. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilakukan di Jalan Diponegoro. Kecamatan Sidorejo. Salatiga. Dalam penelitian ini, lokasi penelitian dibagi menjadi 3 plot. Plot 1 terletak di Jalan Diponegoro Monginsidi dengan Jalan Yos Sudarso hingga gedung Dipo 66 Universitas Kristen Satya Wacana. Plot 3 memiliki panjang kurang lebih 2 km. Plot ini dimulai dari pertigaan Dipo 66 UKSW hingga kantor Kementrian Agama Salatiga. Penelitian dilakukan selama JanuariJuli 2022. Jalan Diponegoro dipilih karena jalan tersebut merupakan salah satu jalan utama di Salatiga. Jalan utama tersebut berisiko mengalami pelebaran seiring dengan peningkatan Hal menyebabkan pohon yang sudah tertanam di tepian jalan tersebut berisiko untuk ditebang. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan adalah peta dasar Jalan Diponegoro Salatiga. Alat yang digunakan meteran tali, meteran laser, alat GPS, dan kamera. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Penelitian menghitung nilai ekonomis pada pohon tepian Jalan Diponegoro. Pohon dipilih berdasarkan ukuran ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Salatiga. Bagian digunakan adalah sisi utara dan selatan jalan Diponegoro. Tapak dimulai dari depan Rumah Dinas Walikota Salatiga . epat patung Pangeran Diponegor. persimpangan jalan Monginsidi dan Jalan Yos Sudarso. Plot 2 merupakan bagian Jalan Diponegoro dimulai dari persimpangan antara Jalan minimal diameter pohon yaitu 0,2 Pohon yang dipilih dilakukan pemberian kode pada tiap pohon yang Kode yang dipakai diawali dengan nomor plot diikuti huruf AuUAy untuk kode utara dan AuSAy untuk kode Kode diakhiri dengan angka yang menunjukkan urutan pohon terhitung dari timur. Pengukuran Volume Pohon Penghitungan volume dapat diameter pohon dengan meteran tali. Diameter yang dihitung adalah diameter setinggi dada (DBH) kurang lebih 140cm dari tanah. Pengukuran tinggi pohon dengan bantuan laser Laser meter memiliki fitur penghitungan tinggi (T) dengan menembakan laser ke bagian tertinggi pohon dan jarak antara pohon dan tempat tembak. Setelah didapatkan diameter dan tinggi pohon. Bentuk faktor . = 0,. yang dianggap sudah mewakili (Sulistiono dan Rohatiah, 2. Volume pohon dapat dihitung dengan mengunakan V = . ycu yuU ycu yccycaEa2 ycu ycN ycu yc. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Perhitungan Nilai Ekonomi A Mulianandya dan Sutrisno Contoh penghitungan seperti pada pohon Palem Raja kode 1U1 (Tabel. ) sebagai berikut. 1U1 = . ycu 3,14 ycu 0,42 ycu 14,5 ycu 0,. = 1,27484 Penghitungan volume pohon 1U1 mendapat skoring 1. Penilaian . skoring setiap pohon didapatkan dari range pada tabel berikut. Tabel 1. Kategori Skor Volume Pohon (V) Volume . Skor (V) >4000 Bentuk dan Vigor (FV) Skoring dapat dilakukan dengan penilaian secara visual. Penilaian dilakukan secara personal dengan Sebagai patokan standar penilaian dilihat dari kondisi pohon yang tumbuh baik, kondisi batang baik. Pohon palem kode 1U1 mendapatkan skoring 0,75. Nilai tersebut didapat dari pengecekan batang yang masih kuat/tidak ada pengeroposan dan bentuk pohon baik. Skoring didasarkan pada indikator pada Gambar 1. Pohon Palem Raja . work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 2. Kategori Skor Bentuk dan Vigor Pohon (FV). Deskripsi Bentuk dan Kekuatan Skor (FV) Bentuk sempurna dan kekuatan dan luar biasa Bentuk sedikit tidak sempurna Kekuatan sedikit berkurang Ketidaksempurnaan sedikit & kekuatan sedikit berkurang Bentuk yang bagus dengan kekuatan yang bagus Bentuk bagus dengan kekuatan rata-rata Kekuatan yang bagus dengan bentuk rata-rata Bentuk yang bagus denan kekuatan yang buruk Kekuatan yang baik dengan bentuk yang buruk Bifurkasi batang & kekuatan sangat baik Bifurkasi batang & kekuatan baik Bifurkasi batang & kekuatan rata-rata Bifurkasi batang & kekuatan buruk Bentuk buruk dengan kekuatan rata-rata Kekuatan yang buruk dengan bentuk rata-rata Bentuk yang buruk dan kekuatan yang buruk Kayu mati dengan berlebihan, rongga & bentuk yang buruk Mati Umur Pohon (E) Penghitungan dapat dilakukan DBH pertumbuhan rata-rata per tahun. Skoring dapat dilakukan dengan melihat kondisi visual pohon melalui skoring Bentuk dan 1,00 0,90 0,90 0,80 0,75 0,70 0,70 0,65 0,65 0,60 0,55 0,50 0,40 0,30 0,30 0,20 0,10 0,00 Vigor (FV). Penilaian dilakukan dengan membagi skoring FV menjadi 6 kategori sesuai dengan skoring umur pohon. Pada pohon Palem Raja di plot 1 bagian utara mendapatkan skoring 0,9 karena pada FV menunjukkan di kategori kedua. Tabel 3. Kategori Skor Umur Pohon (E). Umut Pohon (Tahu. Skor (E) <10 Lokasi (L) Skoring dapat dilakukan dengan melihat indikator berikut. Sebagai contoh untuk pohon Palem Raja di Plot 1 bagian utara mendapatkan skor 0,8. Skor ini didapatkan karena terdapat masalah kecil yang muncul karena pohon ini. Tabel 4. Kategori Skor Lokasi (L). Deskripsi Lokasi Kesesuaian sempurna Bisa jadi lokasi lebih baik tetapi tidak ada masalah Masalah kecil, contoh mengangkat paving Spesies tidak cocok atau menyebabkan masalah Spesies tidak cocok dan menyebabkan masalah Spesies tidak cocok dan menyebabkan masalah besar Spesies tidak cocok Skor (L) This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Perhitungan Nilai Ekonomi A Mulianandya dan Sutrisno Penghitungan metode Burnley. Faktor penilaian dalam metode ini meliputi nilai dasar pohon ($/m. yang didapat dari harga eceran pembibitan yang tepat untuk membeli spesimen dengan volume lebih besar dari 1 m3. Menurut Balitanhut Bogor . dalam Yuleff . , nilai dasar pohon sebesar Rp252. 250/m^3. Nilai Pohon = Volume pohon x Nilai dasar x E x V x FV x L. Contoh penghitungan untuk pohon Palem Raja pada plot 1 bagian utara adalah sebagai berikut. Nilai Pohon = 1,27484 x Rp. 250 x 0,9 x 1 x 0,75 x 0,8 Nilai Pohon = Rp. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Plot 1 Pada plot ini dibagi menjadi 2 yxaitu sisi utara dan sisi selatan. Plot 1 didominasi oleh pohon jenis mahoni. Pada sisi utara nilai tertingi pada pohon jenis mahoni dengan nilai Rp. 146,00. Nilai terendah di plot 1 bagian utara bernilai Rp. 894,00. Pohon mahoni . bernilai tinggi karena kondisi pohon masih baik dan ukuran diameter yang lebar yaitu 1,2 m sehinga volume pohon semakin besar, sedangkan berbanding terbalik dengan tabebuya . memiliki volume yang rendah karena diameter batang kecil yaitu 0,2 m. Aspek lain yang memengaruhi nilai adalah skoring bentuk dan vigor (FV). Pohon mahoni . memiliki skor 0,8 dan pohon tabebuya memiliki skor 0,7. Gambar 2. Pohon Mahoni . Pohon Tabebuya . work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 4. Hasil Analisis Burnley Plot 1 Utara. Kode 1U10 1U11 1U12 1U13 1U14 1U22 1U27 1U28 1U29 1U30 1U31 Jenis Pohon Palem Raja Palem Raja Palem Raja Tabebuya Tabebuya Tabebuya Tabebuya Tabebuya Tabebuya Tabebuya Tabebuya Tabebuya Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Nilai tertinggi plot 1 bagian selatan adalah mahoni . yang bernilai Rp. 833,00 dan nilai terendah adalah tabebuya merah . dengan nilai Rp. 840,00. Aspek yang memengaruhi pada plot 1 bagian selatan adalah volume Pohon mahoni . memiliki volume 29,8838 m3 dan pohon tabebuya merah memiliki volume 0,065 m3. Kondisi Nilai Ekonomis ini dipengaruhi oleh tinggi dan diameter Selain volume. FV juga memengaruhi penilaian ini. Kondisi pohon Mahoni baik, sedikit cabang mati sehingga mendapat skor 0,8 sedangkan pada tabebuya mendapat skor 0,7 karena kondisi percabangan yang kurang baik dan bentuk tajuk tidak baik. Gambar 3. Pohon Mahoni . Pohon Tabebuya Merah . This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Perhitungan Nilai Ekonomi A Mulianandya dan Sutrisno Tabel 6. Hasil Analisis Metode Burnley Plot 1 Selatan. Kode 1S14 1S17 1S18 1S23 1S24 1S25 1S26 1S27 1S33 1S34 1S35 1S36 Jenis Pohon Tabebuya Merah Tabebuya Merah Tabebuya Merah Tabebuya Merah Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Plot 2 Pada plot 2 dibagi menjadi 2 bagian yaitu sisi utara dan selatan. Pada sisi utara hanya terdapat pohon mahoni dan di sisi selatan didominasi dengan pohon mahoni. Pada plot 2 pohon dengan nilai tertinggi yaitu jenis pohon mahoni . pada sisi selatan dengan nilai Rp. 824,00. Nilai Ekonomis Nilai terendah yaitu pohon tanjung . Rp. 645,00. Nilai pohon tersebut sangat berbeda karena ukuran pohon . berbanding jauh. Pohon mahoni . memiliki volume 59,51085 m3 dan pada pohon tanjung . memiliki volume 0,1523 m3. Gambar 4. Pohon Mahoni . Pohon Tanjung . work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 7. Hasil Analisis Metode Burnley Plot 2. Kode 2U10 2S11 2S12 2S13 2S14 2S15 2S16 2S17 2S18 2S19 2S20 2S21 2S22 2S25 Jenis Pohon Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Tanjung Tanjung Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Mahoni Plot 3 Plot 3 dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian A utara dan A Selatan, dan B Utara. Pembagian mempermudah dalam pengkodean. Pohon pada plot ini didominasi oleh pohon Pada plot 3 pohon Randu . AS. memiliki nilai tertinggi dengan nilai Rp. 733,00 dan nilai terendah yaitu pohon Angsana . BU. dengan nilai Nilai Ekonomis Rp. 347,00. Pohon Randu memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena pohonini memiliki volume yang besar yaitu 46,0536 m3. Kondisi batang randu masih cukup baik sehingga skor FV 0,8. Sedangkan pada pohon angsana memiliki nilai kecil karena volume yang kecil yaitu 0,059346 m3 dan kondisi pohon yang sudah kurang baik. Sehingga nilai FV yaitu 0,6. Gambar 5. Pohon Randu . AS. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Perhitungan Nilai Ekonomi A Mulianandya dan Sutrisno Tabel 8. Hasil Analisis Metode Burnley Plot 3A Utara. Kode 3AU2 3AU3 3AU5 3AU8 3AU9 3AU10 3AU11 3AU13 3AU14 3AU15 3AU16 3AU18 3AU20 3AU21 3AU22 Jenis Pohon Tanjung Tabebuya Tabebuya Tanjung Tanjung Tanjung Tanjung Tabebuya Tanjung Tanjung Tanjung Tabebuya Gayam Mahoni Angsana Nilai Ekonomis Tabel 9. Hasil Analisis Metode Burnley Plot 3A Selatan. Kode Jenis Pohon Nilai Ekonomis 3AS1 Angsana 3AS3 Tanjung 3AS5 Tabebuya 3AS6 Tanjung 3AS7 Gayam 3AS8 Randu 3AS13 Angsana 3AS14 Angsana 3AS15 Angsana 3AS16 Angsana 3AS17 Angsana 3AS19 Tanjung 3AS22 Tanjung 3AS23 Angsana 3AS24 Angsana 3AS26 Tanjung 3AS27 Tanjung work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Tabel 10. Hasil Analisis Metode Burnley Plot 3B Utara. Kode Jenis Pohon Nilai Ekonomis 3BU5 Gayam 3BU6 Gayam 3BU8 Gayam 3BU21 Gayam 3BU30 Gayam 3BU32 Gayam 3BU34 Gayam 3BU40 Gayam 3BU46 Gayam 3BU50 Gayam 3BU51 Angsana 3BU53 Angsana 3BU56 Angsana 3BU57 Angsana 3BU58 Angsana 3BU59 Angsana 3BU60 Angsana 3BU61 Kiara Payung 3BU62 Kiara Payung 3BU63 Kiara Payung KESIMPULAN Pohon mahoni pada plot 2 . mendapatkan nilai tertinggi dengan nilai Rp. 824,00. Nilai ini dapat muncul dari nilai skor paling tinggi dibandingkan Hasil metode Burnley sangat dipengaruhi oleh volume pohon (V), bentuk dan vigor (FV). Hal ini dapat dilihat dari pohon yang memiliki nilai terbesar diperoleh dari volume paling dibandingkan pohon lainnya. Pohon yang memiliki volume kecil dan bentuk yang kurang baik akan menghasilkan nilai ekonomis yang rendah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Perhitungan Nilai Ekonomi A Mulianandya dan Sutrisno DAFTAR PUSTAKA