Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 EVALUASI HUBUNGAN KENAIKAN PUTARAN MESIN TERHADAP KEBISINGAN PADA RUANG KEMUDI MOBIL TOYOTA RUSH 1. Tony Siagian1* Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia Jalan Teladan No 15 Medan. Telp : 061-7362927 *E-mail: siagiantony@umpi. ABSTRAK Efek dari pergerakan mesin akan menyebabkan getaran mekanis dan getaran mekanis ini akan menimbulkan rambatan getaran diudara dan hal ini akan membuat terjadinya suara kebisingan, suara kebisiangan dalam situasi yang melebihi ambang batas akan dapat membuat ketidaknyamanan kepada pengemudi mobil dan dapat berdampak terhadap kesehatan. Dalam penelitian ini diperoleh dengan adanya kenaikan putaran mesin yang dimulai dari 1000 rpm dan dinaikkan dengan interval 200 rpm sampai ke putaran maksimum pada posisi 2800 rpm diperoleh tingat kebisingan dari posisi paling rendah 48 dB yang kemudian naik dengan interval 1 Ae 2 dB sampai ke posisi maksimum dengan tingkat kebisiangan 62 dB. Dari dua parameter ukur ini di dapat tingkat koefisein korelasi antara kenaikan putaran mesin dan kenaikan tingkat kebisingan rxy = 0. 9220 ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat positif dua parameter ukur tersebut. Dengan tingkat kebisingan diruang kemudi mobil berkisar 48 Ae 62 dB maka merujuk terhadap PERMEN LHK No. 7/2009 mengenai batas kebisingan kendaraan bermotor, acuan baku mutu tertinggi yang ditentukan 77 desible . B) untuk kendaraan, maka tingkat kebisiangan yang timbul di kabin pengemudi mobil terebut masih dalam kondisi yang aman buat pengemudi dan juga penumpang dalam mobil tersebut. Kata kunci : Kebisingan. Korelasi. Lingkungan ABSTRACT The effect of machine movement will generate mechanical vibrations and these mechanical vibrations will cause vibration propagation in the air and this will create noise. This noise itself in situations that exceed the threshold will cause discomfort to driver and can have an impact on health. In this research, it was obtained by increasing the engine speed starting from 1000 rpm and increasing at intervals of 200 rpm up to the maximum speed at the position of 2800 rpm. Found that the noise level was obtained from the lowest position of 48 dB which then increased at intervals of 1 - 2 dB up to the maximum position with a noise level of 62 dB. From these two measuring parameters, the level of correlation coefficient between the increase in engine speed and the increase in noise level, rxy = 0. 9220, found that a strong positive correlation between these two measuring parameters. With the noise level in the car driving room ranging from 48 Ae 62 dB, referring to the Minister of Environment (LHK) Regulation No. 7/2009 concerning motor vehicle noise thresholds, the maximum quality standard set is 77 decible . B) for passenger cars, so the level The noise that arises in the driver's cabin of the car is still in a safe condition for the driver and passengers in the car. Keyword: Noise. Correlation. Environment Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 al, 2. mendefinisikan bahwa kebisingan adalah bunyi yang tidak dikehendaki dalam jangka waktu dan tingkat tertentu yang dapat memberikan gangguan bagi kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan. Menurut World Health Organization (WHO), kebisingan merupakan bunyi yang tidak dibutuhkan dan berdampak negatif pada kualitas kesehatan, kesejahteraan, dan kehidupan (Nasution, 2. Kebisingan mempunyai unsur subyektifitas, tergantung seorang individu menginginkan bunyi tersebut atau tidak secara psikologis. Desibel ampere . BA) adalah satuan untuk mengukur intensitas kebisingan. Satuan ini menunjukkan besaran arus energi per satuan luas (Widada et. al, 2. Batas maksimal tingkat kebisingan yang aman untuk dikeluarkan ke lingkungan agar tidak menganggu kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan dihitung dengan Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan atau baku tingkat kebisingan. Hukum konservasi energi mengemukakan bahwa energi tidak dapat dimusnahkan maupun Energi hanya bisa diubah dari suatu bentuk satu bentuk ke bentuk yang lain. Energi dari suatu kebisingan dalam ruangan tidak dapat dihilangkan tetapi bisa diubah ke bentuk energi yang tidak membahayakan manusia dan Material penyerap bunyi berfungsi untuk melakukan hal tersebut. Aliran udara berhubungan dengan elemen lainnya didalam suatu sistem dapat menjadi suatu yang berarti. Turbulensi aliran udara adalah persamaan utama dan kasus-kasus yang menyolok yang berhubungan dengan pemisahan aliran, dengan mempertimbangkan sound power yang dihasilkan dalam sebuah system (Sudrajat. Terdapat 3 kelompok utama penyerap bunyi yaitu: porous absorbers, membrane absorbers volum/senonator Porous absorbers umumnya memiliki efektifitas paling baik saat bekerja pada frekuensi yang tinggi. Koefisien serap bunyi absorber ini bertambah seiring dengan kenaikan frekuensi, sedangkan membrane dan volum atau resonator absorber bekerja maksimal saat berada pada frekuensi yang rendah. Secara fundamental, semua tipe absorber bekerja dengan cara yang serupa. PENDAHULUAN Latar Belakang Kebisingan merupakan suara timbul yang dapat berubah menjadi salah satu bahaya saat keberadaannya menjadi masalah dan tidak diharapkan keberadaanya . erdampak buruk pada telinga pekerj. dan psikis (Dampak negative terhadap konsentrasi dan komunikas. dan menyebabkan pencemaran bagi lingkungan, oleh sebab itu kebisingan juga diartikan sebagai pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh suara (Deryabin 2. Salah satu sumber kebisingan kendaraan adalah kebisingan mesin yang masuk ke dalam kabin mobil melalui jalur udara dan jalur struktur (Przydatek et. al, 2. Kebisingan/Noise merupakan bunyi yang tidak diharapkan hasil dari mesin yang beroperasi dan peralatan yang pada kondisi tertentu akan dapat menyebabkan masalah pada kesehatan pendengaran (Berdasarkan acuan PERATURANMENTERI/PERMEN. 13/MEN/X /2. (Haidima 2. Oleh sebab itu maka noise atau bunyi didengar sebagai rangsangan dalam sel-sel saraf fungsi pendengaran dalam telinga oleh gelombang longitudinal yang disebabkan vibrasi dari sumber noise atau bunyi serta rambatan gelombang tersebut menjalar melalui media penghantar seperti udara dan media lainnya dan ketika noise atau bunyi tersebut tidak diharapkan sebab mengganggu dan tidak diinginkan orang tersebut (Arianto al, 2. , oleh sebab itu noise atau suara berlebih tersebut dapat berdampak negative untuk manusia sekitarnya. Diperlukan upaya mengurangi kebisingan salah satu membuat barrier, pembuatan jalur hijau dan lain-lain (Riyan et. al, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa (Korelas. kebisingan terhadap variasi putaran mesin dalam kabin pengemudi mobil Toyota Rush 1. Tinjaun Pustaka Kebisingan adalah nilai bunyi yang berintensitas sangat tinggi dan tidak diinginkan syaraf pendengaran. Keputusan Menteri Lingkungan Hidup (Men-LH, 1996. Pratiwi Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Bunyi adalah energi getaran dari partikel udara (Putu et. al, 2. Dengan menggunakan absorber, energi getaran dapat diubah bentuk menjadi energi panas sehingga energi bunyi METODE PENELITIAN Objek Penelitian Objek penelitian adalah sebuh mobil Toyota Rush 1. 5 dalam kabin pengemudi. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan dan pengambilan dilakukan dengan metode, diantaranya pengukuran tingkat kenaikan kebisingan dengan variasi tingkat putaran mesin. Alat Peralatan utama yang diperlukan pada penelitian yakni Noise Meter Ae Alat mengukur tingkat kebisingan (Singkam, 2. Gambar 1. Ilustrasi Penyerapan Bunyi. Seperti terlihat pada gambar, sebuah gelombang bunyi (S) merambat diudara mengenai dinding yang dilapisi material Ketika gelombang bunyi melintasi udara, energi panas (E) yang kecil akan hilang dari gesekan udara. Sementara, sebagian gelombang bunyi mengenai permukaan material akuistik (A) dan kemudian dipantulkan lagi ke Getaran partikel udara menyebabkan terjadinya kehilangan panas (F) ketika terjadi gesekan dengan material akuistik. Ketika gelombang bunyi mengenai permukaan dinding, terjadi dua hal, yaitu sebagian gelombang dipantulkan (B) dan juga sebagian lagi dibelokkan ke bawah ketika menembus dinding yang lebih padat. Gambar 2. Noise Meter Alur Penelitian Alur penelitian terdiri dari langkah-langkah seperti dilihat pada Gambar 3. Langkah 1 Penetapan objek yang akan Pada langkah ini penulis melakukan observasi dan menetapkan objek yang diteliti. Langkah 2 Penetapan metode penelitian. Pada langkah ini ditetapkan metode penelitian yang akan dimanfaatkan termasuk metode mendapatkan data yang dibutuhkan, peralatan yang diperlukan termasuk penetapan parameter Langkah 3 Pengaturan peralatan dan alat Pada langkah ini diperlukan pemeriksaan awal kondisi peralatan uji dan alat alat ukur serta pengaturan alat dan persiapan objek uji. Langkah 4 Pengukuran tingkat kebisingan Pada langkah ini dilakukan pengukuran tingkat kebisingan dengan variasi kenaikan putaran mesin mobil dalam kabin pengemudi pada tahapan ini. Koefisien Korelasi Defenisi koefisien korelasi merupakan suatu indeks yang menggambarkan relasi antara dua rangkaian data yang dihubungkan. Ataupun bisa disebutkan, koefisien korelasi merupakan tingkat atau indeks dari relasi antara dua variabel, dimana koefisien korelasi besarnya berapa pada range 1 sampai -1 (Nuryadi et. Koefisien korelasi dihitung dengan rumus: Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Langkah 5 Analisa hasil pengukuran dengan menghitung tingkat korelasi. Analisa dilakukan atas hasil pengukuran nilai kebisingan . B) dengan peningkatan putaran mesin mobil dalam kabin sopir. Langkah 6 Menetapkan Kesimpulan dan Saran. Pada tahapan ini adalah penyusunan dan penetapan kesimpulan hasil analisa yang HASIl DAN PEMBAHASAN Berdasarkan perhitungan secara statistik, maka diperoleh kondisi tingkat kebisingan pada ruang kemudi mobil untuk variasi putaran mesin Mobil Toyota Rush 1. 5 sebagai berikut seperti terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kenaikan Putaran Mesin dan Kebisingan Gambar Tingkat Kenaikan Kebisingan Dengan Kenaikan Putaran Mesin Perhitungan tingkat hubungan Selanjutnya akan dilakukan perhitungan tingkat hubungan atau korelasi antara kenaikan putaran mesin dan kenaikan tingkat kebisingan yang terjadi di kabin pengemudi. Untuk mempermudah perhitungan maka, rumusan koefisien korelasi ditabulasikan dalam bentuk tabel perhitungan. Gambar 3. Alur Penelitian Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 12 No. 2 Tahun 2024 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Tabel 2. Koefisien Korelasi Kenaikan Putaran Mesin Dengan Kenaikan Tingkat Kebisingan Berdasarkan hasil perhitungan dan tabulasi diatas diperoleh tingkat kenaikan tingat kebisingan pada ruang kemudi mobil saat terjadi kenaikan putaran mesin tidak meningkat dengan cukup signifikan, terlihat dari titik awal pada putaram 1000 rpm didapat tingkat kebisingan 48 dB, dan saat ada kenaikan putaran mesin dengan interval 200 rpm didapat tingkat kenaikan kebisingan berkisar 1 Ae 2 dB dengan titik tertinggi terjadi pada putaran 2800 rpm pada posisi kebisingan mesin 62 dB, terlihat juga bahwa kenikan putaran mesin berbanding lurus dengan kenaikan tingkat kebisingan. Diperoleh koefiein korelasi antara kenaikan putarn mesin dan kenaikan tingkat kebisingan sebesar rxy = 9220 ini menunjukkan adanya korelasi positif yang cukup kuat. mesin diruang kemudi Mobil Toyota Rush 1. yang diteliti ini masih berada pada kondisi aman. Dan hal ini juga dipengaruhi kondisi mesin mobil yang terawat dengan baik. Dan untuk kondisi dibutuhkan Alat Pelindung diri (APD) yang KESIMPULAN Furqan. M . Utama. L, and Rachman. T 2020. Tinjauan Kebisingan Alat Angkat Proses Bongkar Muat Kapal Barang di Pelabuhan Paoteri Makassar. DAFTAR PUSTAKA