PENERAPAN APLIKASI KOPERASI PINTAR (KOPPI) SEBAGAI INOVASI LAYANAN KOPERASI PADA PT. WILMAR GROUP BERBASIS ANDROID Sandi Fadilah1*. Leony Nurtria Effendi2. Lulu Khairunisa3. Ranti Rahmadhani4 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tuah Negeri Dumai Jln. Bintan No. Sukajadi. Kec. Dumai Kota E-mail : fadilahsandi@gmail. com (Korespondin. Submit: 12 Februari 2025 Review: 10 Maret 2025 Publish: 26 Maret 2025 *) Korespondensi Abstract: Digital transformation has become an urgent necessity for cooperatives to improve operational efficiency and service quality in the modern era. Koperasi Bersama Wilmar Group. Dumai City, previously still used a manual system that caused delays in processes, lack of data accuracy, and low member satisfaction. This research aims to develop and implement an Android-based digital cooperative application to address these issues and support the modernization of cooperative services. The research method used is a case study with a combined quantitative and qualitative approach. Data collection was conducted through direct observation of the cooperative service process and analysis of member loan and savings transaction data that had previously been recorded manually. The application system was developed using PHP technology with the Laravel Framework as the service. ReactJS as the admin panel for the management, and Flutter for the Android application. It also uses a MySQL The results of qualitative testing show an increase in members' positive perception towards easier service access, information transparency, and a faster loan application process. Quantitatively, there was an increase in efficiency in the number of transactions and service processing time, as shown by the comparison of transaction data from January to April 2025. The Black Box Testing method is used to ensure that all application features function properly. This research recommends continuous development of the application system, regular training for members and administrators, as well as periodic evaluation of the need for new features so that the digital transformation of cooperatives can be sustainable and responsive to the needs of members in the future Keywords: Digital Cooperative. Android Application. Case Study. Technology Koperasi merupakan entitas usaha yang dimiliki dan dikelola secara kolektif oleh anggotanya untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial, dan budaya bersama. Dalam konteks pembangunan ekonomi Indonesia, koperasi memegang peranan penting sebagai pilar ekonomi kerakyatan, kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan layanan keuangan serta berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas ekonomi anggotanya (Rohayati & Abdillah, 2. Namun, teknologi informasi, koperasi dihadapkan pada tantangan disrupsi digital yang mengubah pola aktivitas dan cara melayani Agar tetap relevan dan berdaya saing, koperasi perlu bertransformasi melalui penerapan teknologi informasi pelayanannya (Rahmawati Anwar et al. Dalam tersebut, manajemen koperasi berperan Individu dalam koperasi dituntut mampu menjalankan fungsi manajerial mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengendalian sumber daya agar selaras dengan tujuan organisasi. Manajemen yang efektif dapat meningkatkan sinergi internal dan mendorong keberlanjutan usaha koperasi (Nur Khasanah & Sadiqin. Penerapan Aplikasi Koperasi Pintar (KOPPI) Sebagai Inovasi Layanan Koperasi Pada PT. Wilmar Group Berbasis Android (Sandi Fadilah. Leony Nurtria Effendi. Lulu Khairunisa. Ranti Rahmadhan. Sayangnya, banyak koperasi di Indonesia masih menggunakan sistem pelayanan manual dalam operasional seharihari. Hal ini seringkali menimbulkan berbagai kendala seperti keterlambatan ketidakakuratan dalam pencatatan data anggota dan transaksi keuangan (Ermaya et , 2. Transformasi digital menjadi solusi strategis dalam mengatasi permasalahan Pengembangan aplikasi berbasis Android memungkinkan proses pelayanan dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan Anggota dapat mengakses informasi secara real-time, mengajukan pinjaman, atau melakukan pembayaran angsuran tanpa harus datang langsung ke kantor koperasi (Rohayati & Abdillah, 2. Salah satu contoh implementasi transformasi digital adalah Koperasi Bersama Wilmar Group di Kota Dumai, yang merupakan koperasi karyawan dari perusahaan besar PT Wilmar Group. Koperasi ini memiliki jumlah anggota yang besar dan cakupan layanan simpan pinjam yang luas. Namun, dalam praktiknya, sistem pelayanan masih dilakukan secara manual, menyebabkan proses menjadi lambat, kurang efisien, dan rawan kesalahan. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterlambatan pencatatan transaksi, antrian panjang saat pengajuan pinjaman, serta kurangnya transparansi dalam pengelolaan data keuangan. Berdasarkan diperlukan inovasi berupa pengembangan sistem aplikasi koperasi digital berbasis Android. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi koperasi pintar yang dapat mendukung pelayanan koperasi secara digital, mulai dari pengajuan pinjaman, pencatatan simpanan, hingga pelaporan Aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, serta kemudahan akses bagi anggota Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada pengembangan dan penerapan sistem digital yang tidak hanya mengotomatisasi layanan koperasi, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan operasional koperasi karyawan pada sektor industri besar seperti Wilmar Group. Penelitian ini tidak hanya merancang aplikasi, tetapi juga mengintegrasikan proses manajemen, struktur organisasi, serta mekanisme pelaporan koperasi secara Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya masih terbatas pada perancangan sistem informasi simpan pinjam generik, penelitian ini memberikan pendekatan kontekstual berbasis kasus aktual serta diuji langsung dalam lingkungan koperasi dengan jumlah anggota besar. Berdasarkan data jumlah anggota Koperasi Bersama Wilmar Group yang melakukan pembayaran dan nilai yang diterima koperasi dari pinjaman selama periode tertentu. Adapun data peminjam pada akhir tahun 2025 adalah sebagai Tabel 1. Jumlah Transaksi Koperasi Bersama Wilmar Group No. Periode . Jumlah Transaksi Januari Februari Maret April Sumber : Koperasi Bersama Wilmar Group Data laporan di atas dicatat masih menggunakan metode manual, bersamaan dengan jumlah peminjam selanjutnya akan dilampirkan jumlah uang yang diterima Koperasi Bersama Wilmar Group dari pinjaman yang diberikan kepada anggota, sebagai berikut. Tabel 2. Laporan Keuangan Koperasi Bersama Wilmar Group Periode Total Transaksi Pinjaman Januari Rp. Februari Rp. Maret Rp. April Rp. Sumber : Koperasi Bersama Wilmar Group Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Penerapan Aplikasi Koperasi Pintar (KOPPI) Sebagai Inovasi Layanan Koperasi Pada PT. Wilmar Group Berbasis Android (Sandi Fadilah. Leony Nurtria Effendi. Lulu Khairunisa. Ranti Rahmadhan. Koperasi Bersama Wilmar Group memiliki sekitar 1. 369 anggota, data ini penting untuk mengevaluasi efektivitas Penggunaan melakukan pembayaran serta jumlah pinjaman yang diterima koperasi akan memberikan gambaran konkret mengenai dampak digitalisasi terhadap performa Hal ini tidak hanya membantu koperasi untuk membuat strategi pelayanan yang lebih baik tapi juga meningkatkan transparansi dan kepercayaan anggota terhadap pengelolaan koperasi Dalam penelitian ini, cakupan permasalahannya adalah pada Koperasi Bersama Wilmar Group di Kota Dumai, dimana kegiatan pelayanan koperasi seperti pencatatan transaksi, pengajuan pinjaman, dan akses informasi anggota masih dilakukan secara manual. Proses manual ini antrian panjang, serta ketidakakuratan data, yang pada akhirnya berdampak pada operasional koperasi. Batasan penelitian ini hanya dilakukan pada Koperasi Bersama Wilmar Group di Kota Dumai, dengan fokus pada proses layanan anggota yang terkait dengan transaksi simpan pinjam dan informasi keanggotaan. Adapun hasil yang direncanakan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah aplikasi koperasi berbasis Android yang diharapkan dapat membantu dan mempermudah proses transaksi, serta meningkatkan transparansi dan akses informasi bagi anggota koperasi. METODE Penelitian pendekatan studi kasus (Case Study Researc. untuk mengeksplorasi penerapan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi pelayanan koperasi melalui pengembangan aplikasi Android di Koperasi Bersama Wilmar Group. Studi kasus dipilih karena mampu memberikan pemahaman mendalam terhadap proses transformasi digital, manfaat yang diperoleh, serta tantangan yang dihadapi koperasi selama proses Pembuatan aplikasi Android ini menggunakan bahasa pemrograman PHP, dengan basis data MySQL, serta didukung oleh teknologi ReactJS untuk pengembangan antarmuka web dan Flutter untuk pengembangan aplikasi Android. HASIL Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dalam sistem pelayanan manual, proses pengajuan pinjaman memerlukan banyak tahapan administratif yang memakan waktu dan rentan terhadap keterlambatan, sebagai berikut: Anggota pengurus secara manual. Pengurus menyiapkan blangko Anggota menandatanganinya dengan materai. Pengurus melakukan validasi. Pengurus melaporkan permohonan ke pimpinan koperasi. Pimpinan menyetujui atau menolak Pengurus memberitahukan hasil keputusan kepada anggota . aik pencairan maupun penolaka. Alur keterlambatan, tumpukan dokumen fisik, serta ketidakefisienan dalam pengambilan keputusan Sebagai pembanding, rancangan sistem digital menggunakan aplikasi Android koperasi memiliki tahapan proses yang jauh lebih sederhana dan efisien, yaitu: Anggota Android. Dalam hitungan detik, pengurus dan pemberitahuan permohonan. Proses validasi dilakukan secara Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Penerapan Aplikasi Koperasi Pintar (KOPPI) Sebagai Inovasi Layanan Koperasi Pada PT. Wilmar Group Berbasis Android (Sandi Fadilah. Leony Nurtria Effendi. Lulu Khairunisa. Ranti Rahmadhan. Keputusan persetujuan atau penolakan dapat segera diberikan dan dilihat oleh Perbandingan ini menunjukkan bahwa penerapan sistem digital secara signifikan meningkatkan efektivitas proses manajemen Pengembangan Sistem Berdasarkan hasil studi lapangan, dilakukan perancangan aplikasi koperasi berbasis Android dengan fitur utama: Pengajuan pinjaman secara online. Pencatatan transaksi secara real-time. Akses data simpanan dan pinjaman Riwayat transaksi Tahapan Pengembangan Sistem Informasi Koperasi Digital Tahapan perencanaan, pengelolaan anggaran, realisasi, pengoperasian, dan pemeliharaan sistem. Setiap tahap dirancang untuk memastikan sistem berjalan sesuai kebutuhan koperasi dan memudahkan pelayanan kepada anggota. Proses ini penting untuk mendukung transformasi dari layanan manual ke sistem digital yang efisien dan terintegrasi. Berikut adalah tahapan-tahapam proses yang Perencanaan Sistem Menetapkan visi sistem koperasi digital, terdiri dari . arsitektur informasi, . infrastruktur, serta menyusun . roadmap Ini manajemen perubahan dari sistem manual ke Manajemen Belanja/Investasi Mengelola kebutuhan anggaran untuk pengembangan aplikasi, termasuk biaya perangkat lunak, pelatihan pengguna, dan pemeliharaan sistem. Realisasi Sistem Meliputi tahapan desain UI/UX aplikasi, pengkodean, pengujian sistem, dan evaluasi awal setelah implementasi Pengoperasian Sistem Operasi sistem merupakan proses penyampaian layanan koperasi digital, sebagai bagian dari peningkatan manajemen pelayanan, kepada pihak-pihak yang membutuhkan dalam hal ini anggota Koperasi Bersama Wilmar Group khususnya bagian admin sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan sebelumnya. Pemeliharaan Sistem Melakukan pembaruan berkala, memperbaiki bug, dan menyesuaikan sistem berdasarkan kebutuhan operasional koperasi dan masukan dari pengguna agar aplikasi koperasi digital ini bisa digunakan secara Hasil dari penelitian ini berupa Aplikasi Koperasi Pintar (KOPPI) berbasis web dan android. Adapun pembahasan pada artikel ilmiah ini terdiri dari: . Metode Pengujian, . Bagan aliran KOPPI, . Arsitektur KOPPI, . Antarmuka KOPPI dan . Rebranding dan Modernisasi Layanan Koperasi. PEMBAHASAN Metode Pengujian Untuk memastikan seluruh fitur dalam aplikasi koperasi digital berjalan dirancang, penelitian ini menggunakan metode Black Box Testing. Black Box merupakan metode pengujian perangkat lunak yang fokus pada uji coba dari sisi pengguna . ser interfac. tanpa mengetahui struktur kode internal aplikasi. Tujuan pengujian ini adalah untuk memverifikasi apakah input yang diberikan menghasilkan output yang sesuai dengan spesifikasi fungsional sistem. Pengujian seluruh fitur utama, seperti: Pengajuan pinjaman. Pencatatan transaksi simpanan dan Akses data anggota. Laporan keuangan Setiap fitur diuji dengan memberikan input data melalui antarmuka pengguna, memberikan hasil yang sesuai dengan Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Penerapan Aplikasi Koperasi Pintar (KOPPI) Sebagai Inovasi Layanan Koperasi Pada PT. Wilmar Group Berbasis Android (Sandi Fadilah. Leony Nurtria Effendi. Lulu Khairunisa. Ranti Rahmadhan. Jika output sesuai dengan spesifikasi, maka fitur dinyatakan berfungsi dengan baik. Sebaliknya, jika hasil tidak sesuai, maka dicatat sebagai bug untuk diperbaiki pada tahap pemeliharaan Pendekatan ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh (Hidayat et al. , yang menerapkan Black Box Testing pada aplikasi Android berbasis marketplace. Studi tersebut menunjukkan bahwa metode ini mampu mengukur keandalan fitur secara fungsional dan mencatat tingkat keberhasilan lebih dari 93%, membuktikan efektivitas Black Box dalam memastikan kesiapan aplikasi sebelum digunakan secara penuh oleh Bagan Aliran Koperasi Digital Aliran data KOPPI pada Koperasi Bersama Wilmar Group dapat dilihat pada Gambar 1. Pada aliran KOPPI tersebut terdiri dari beberapa entitas yang terlibat dalam sistem yang proses aliran datanya dimulai dari Anggota. Operator. Bendahara dan Kepala Koperasi. Aliran data dimulai dari anggota yang memberikan data diri mereka kepada Operator. Kemudian Operator memasukkannya ke KOPPI dan setelah itu jika ada pengajuan pinjaman ataupun pembayaran. Bendahara akan melakukan perekapan melalui KOPPI sehingga Kepala Koperasi dapat melihat laporan dan mengambil keputusan melalui data tersebut. Data koperasi yang tersimpan di dalam server KOPPI sebagai tempat yang menyimpan data secara elektronik yang mempengaruhi akurasi dan ketersediaan data secara terpusat sehingga dapat digunakan oleh seluruh pengguna aplikasi secara real-time. Penggunaan database ini berimplikasi pada keterlambatan proses, serta memudahkan pengawasan data dan menyediakan cetak laporannya secara sistematis, efektif dan Gambar 1. Bagan Aliran Koperasi Digital (KOPPI) Arsitektur Koperasi Digital Arsitektur KOPPI pada Koperasi Bersama Wilmar Group dapat dilihat pada Gambar 1. Arsitektur KOPPI terdiri dari tiga . level pengguna, yaitu: . level pengurus, . level admin, dan . level anggota. Adapun rincian dan tugas dari setiap level pengguna adalah sebagai berikut: . level pengurus terdiri dari pihak pengelola koperasi yang memiliki akses untuk mengelola dan memverifikasi seluruh data transaksi koperasi yang dilakukan oleh Pengurus juga memiliki akses terhadap fitur-fitur manajemen, pelaporan, dan pengambilan keputusan berdasarkan data koperasi yang telah diinput. level admin berfungsi sebagai perantara yang memantau alur data dalam sistem serta memastikan operasional aplikasi berjalan dengan baik melalui sistem intranet/internet. Admin memiliki akses ke aplikasi koperasi digital untuk melakukan konfigurasi teknis dan memastikan integrasi data dari database koperasi digital berjalan dengan lancar. Sedangkan . level anggota merupakan pengguna yang mengakses sistem melalui aplikasi mobile berbasis Android. Mereka dapat melakukan transaksi koperasi secara digital seperti simpan, pinjam, pembayaran, dan melihat histori transaksi. Data transaksi yang dilakukan oleh anggota akan tersimpan secara otomatis ke dalam database koperasi Penerapan sistem ini memanfaatkan internet/intranet penghubung antara aplikasi koperasi digital, database, serta seluruh level pengguna. Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Penerapan Aplikasi Koperasi Pintar (KOPPI) Sebagai Inovasi Layanan Koperasi Pada PT. Wilmar Group Berbasis Android (Sandi Fadilah. Leony Nurtria Effendi. Lulu Khairunisa. Ranti Rahmadhan. Gambar 2. Use Case Diagram Antarmuka Koperasi Digital Pada artikel ilmiah ini, peneliti menjelaskan dan membahas beberapa antarmuka untuk level operator antara lain: . menu utama koperasi digital . apat dilihat pada Gambar . , . menu dashboard simpanan . apat dilihat pada Gambar . , . menu daftar anggota . apat dilihat pada Gambar . , . Input setoran masal dengan excel . apat dilihat pada Gambar . , . menu simulasi pengajuan pinjaman . apat dilihat pada Gambar . , . menu daftar pengajuan pinjaman . apat dilihat pada Gambar . Setiap level pengguna pada saat mau mulai menggunakan koperasi digital yaitu sama, harus memasukkan email dan password terlebih dahulu sebagai bentuk keamanan dan pengguna yang telah diberikan akun koperasi digital yang diperbolehkan menggunakannya. Adapun antarmuka loginnya ditampilkan pada Gambar 3 untuk pengurus koperasi dan pada Gambar 4 untuk anggota koperasi. Gambar 3. Login Pengurus (Web Bas. Gambar 4. Login Anggota dengan Android Setelah pengurus memasukkan username dan password dengan benar kemudian mengklik tombol Login maka tampil menu utama KOPPI yang memiliki beberapa menu antara lain: . profile koperasi, . dashboard, . anggota, . simpanan, . penarikan, . penjualan, . pembelian, . keuangan, . produk, . import data, . pengaturan, . bantuan, . aktifitas dan . feedback seperti yang ditampilkan pada Gambar 6 untuk tampilan utama KOPPI khusus Sedangkan untuk pengguna yang sudah diberi akses oleh operator setelah mengklik tombol Lanjutkan dengan Google maka tampil menu utama KOPPI yang memiliki beberapa menu antara lain: . profile koperasi, . ajukan pinjaman, . saldo simpanan, . riwayat belanja di toko, . riwayat bayar, . profil koperasi . memberi masukan, dan . halaman bantuan, seperti yang ditampilkan pada Gambar 6 untuk tampilan utama KOPPI di android Sistem ini di lengkapi dengan fitur Import data, sehingga data dapat dengan mudah di input secara masal, mulai dari data anggota, data simpanan anggota, ini memunkginkan pengurus dapat melakukan migrasi dengan mudah dan cepat, adapun menu import data simpanan secara masal dapat dilihat pada Gambar 9 Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Penerapan Aplikasi Koperasi Pintar (KOPPI) Sebagai Inovasi Layanan Koperasi Pada PT. Wilmar Group Berbasis Android (Sandi Fadilah. Leony Nurtria Effendi. Lulu Khairunisa. Ranti Rahmadhan. Gambar 9. Menu Input Setoran Masal Gambar 5. Menu Utama KOPPI Gambar 10. Menu Simulasi Pinjaman Gambar 6. Menu Utama KOPPI Android Gambar 11. Menu Daftar Pinjaman Gambar 7. Menu Dashboard Simpanan Gambar 8. Menu Daftar Anggota Rebranding dan Modernisasi Layanan Koperasi Melalui digitalisasi, koperasi tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memperkuat citra modern lembaga di mata anggotanya khususnya generasi muda. Aplikasi koperasi ini menjadi bagian dari strategi rebranding, yang menempatkan profesional, dan transparan. Hal ini juga mendorong peningkatan partisipasi anggota, sebab layanan yang mudah diakses melalui ponsel akan membuat koperasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anggota. SIMPULAN Penerapan teknologi digital dalam layanan koperasi melalui pengembangan aplikasi Android di KOPERASI BERSAMA WILMAR GROUP menunjukkan bahwa transformasi digital dapat menjadi solusi Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025 Penerapan Aplikasi Koperasi Pintar (KOPPI) Sebagai Inovasi Layanan Koperasi Pada PT. Wilmar Group Berbasis Android (Sandi Fadilah. Leony Nurtria Effendi. Lulu Khairunisa. Ranti Rahmadhan. efektif untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Aplikasi ini mampu mempercepat proses pelayanan, mengurangi potensi kesalahan data, serta memberikan kemudahan akses informasi bagi seluruh anggota secara real-time. Secara khusus, dengan adanya aplikasi ini, proses simpan pinjam menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dikontrol, sehingga mampu meningkatkan kepuasan anggota serta mendukung tata kelola koperasi yang modern dan akuntabel. Meskipun implementasi teknologi digital dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti resistensi dari pengguna serta kebutuhan pelatihan bagi pengelola, manfaat yang diperoleh jauh lebih signifikan dalam menunjang keberlanjutan dan daya saing koperasi di era digital. Journal of Management, 7. , 1168Ae Rohayati. , & Abdillah. Digital Transformation for Era Society 5. 0 and Resilience: Urgent Issues from Indonesia. Societies, 14. , 1Ae16. https://doi. org/10. 3390/soc14120266 DAFTAR RUJUKAN Ermaya. Nur. Ermaya. Azhar. & Mulyana. International Journal of Business. Economics and Social Development The Unique Strategy in Digital Cooperatives to Increase Benefit for Members. 246Ae252. Hidayat. Husaini. Yanuar. , & Aprianda. with AndroidBased Black Box Testing. International Conference Technical and Vocational Education and Training (ICTVET 2. (Vol. Atlantis Press SARL. https://doi. org/10. 2991/978-2-38476050-3 Nur Khasanah. , & Sadiqin. Loyalitas Anggota Koperasi Ditinjau Dari Faktor Pelayanan Dan Kohesivitas. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial. Ekonomi. Budaya. Teknologi. Dan Pendidikan, 1. , 1147Ae1156. https://doi. org/10. 54443/sibatik. Rahmawati Anwar. Lutfi Uluelang. & Amalia. YUME : Journal Management Perencanaan Manajemen Keuangan Berbasis Syariah Pada Koperasi. YUME : Jurnal Bisnis Kompetif. ISSN: 2829-5277 Vol. No. Maret 2025