Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT KHUSUS PANDEMI COVID-19 DI MTs SKB SINAR SERDANG Abdul Azis1. Ramadina Fitria2 Universitas Al Washliyah Medan1,2 Email, ayahtsaqibfaqih@gmail. com1, ramadinafitria3@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang implementasi kurikulum darurat khusus masa pandemi covid-19 di MTs SKB Sinar Serdang Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan mendeskipsikan hasil penelitian, guna menjawab permasalahan yang menjadi fokus penelitian, melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Implementasi Kurikulum darurat khusus Masa Pandemi Covid-19 di MTs. SKB Sinar Serdang Kabupaten Serdang Bedagai, kurikulum darurat khusus memiliki nilai efektifitas fleksibilitas yang tinggi. Lembaga pendidikan diberi kesempatan dalam mendesain struktur kurikulum, kegiatan pembelajaran, dan media pembelajaran dengan tetap berorientasi pada pengembangan pengetahuan, penguaatan karakter, dan peningkatan keterampilan dengan menyajikan meteri pelajaran esensial menjadi priotas utama dalam proses Kata Kunci : Implementasi. Kurikulum Darurat Khusus. Pandemi Covid19 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu faktor dalam mengembangkan kualitas sumber daya manusia dalam suatu peradapan Bangsa, oleh karena itu internalisasi pengetahuan, sikap dan keterampilan (Dwianti. Rekha, and Rahayu 2021, . Bagian penting dalam kurikulum. Selain itu, selain itu juga menjadi tolak ukur kualitas. Citra alumni lembaga pendidikan dapat dilihat dari hasil lulusan. Kurikulum merupakan pedoman dalam perencanaan, penentu tujuan, konten materi, serta strategi dan metode dalam pembelajaran yang bersifat dinamis (Ikhsan and Hadi 2018, . Pada Maret 2020 mewabahnya virus yang diberi nama Coronavirus disease 2019 mengeluarkan kebijakan yaitu pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sehingga merubah sistem pembelajaran menjadi daring. Namun, dalam aplikasinya kebijakan ini membawa problematika di kalangan pengguna dan pelaku pendidikan dengan berbagai persoalan yang terjadi menghasilkan kualitas pendidikan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. tidak optimal. Hingga akhirnya Pemerintah peraturan Aukurikulum daruratAy, yaitu (Jaka bangkit s and Rastini 2020, . Pemerintah memberikan pilihan kepada sekolah untuk menurunkan kompetensi dasar hingga 30% pada mata pelajaran tertentu di jenjang SD. SMP, dan SMA. Kurikulum 2013 masih berlakutanpa mengurangi materi tetapi disesuaikan dengan kondisi setempat dan tidak mengikuti arahan pengurangan Kemendiknas. Kurikulum disederhanakan, dan kurikulum dapat disesuaikan sepenuhnya dan fleksibel sesuai dengan kondisi lokal. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan pemenuhan hak belajar bagi siswa, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Kompetensi dasar yang menyederhanakan setiap mata pelajaran fokus pada kompetensi dasar dan kompetensi prasyarat untuk melanjutkan studi ke jenjang Kurikulum darurat ini dapat diterapkan mulai dari PAUD hingga SMK/SMA. Kurikulum Darurat COVID-19 digunakan untuk mengurangi beban guru dalam menyelesaikan kurikulum nasional dan dalam menentukan kenaikan kelas dan kelulusan siswa. Ahmad Munajim, dkk . 0, . dalam penelitiannya AuPengembangan kurikulum di Masa Hasil riset menunjukkan bahwa kurikulum darurat sangat fleksibel. Satuan pendidikan memiliki ruang yang cukup luas untuk merancang struktur kurikulum, proses serta penggunaan media, sambil terus berupaya mengembangkan pengetahuan, karakter dan keterampilan dengan mengikuti peraturan dan protokol kesehatan. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana kurikulum darurat khusus pandemic covid-19 di terapkan di MTs. SKB Sinar Serdang Kabupaten Serdang Bedagai serta bagaimana proses dan bentuk kurikulum tersebut yang menjadi pedoman pengembangan pembelajaran di MTs. SKB Sinar Serdang Kabupaten Serdang Bedagai. Kekhasan yang telah di jelaskan sebelumnya, menarik peneliti untuk melakukan penelitian mengenai implementasi kurikulum darurat khusus Pandemi Covid-19 di MTs. SKB Sinar Serdang Kabupaten Serdang Bedagai. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif guna mendeskripsikan hasil penelitian sesuai dengan permasalahan yang sdang dikaji (Sugiyono 2017, . Bogdan dan Taylor, sebagaimana dikutip oleh Moloeng, pendekatan kualitatif merupakan proses penelitian yang hasil datanya dalam bentuk deskriptif, baik berupa teks, lisan maupun perilaku melalui pengamatan (J 2004, . Pada penelitian deskriptif, peneliti menggambarkan keadaan yang berkaitan dengan penelitian, melalui hasil data berdasarkan kepustakaan/lapangan. Lalu, dianalisis dan dielaborasikan sehingga terebentuk data empiris yang mudah dipahami (Ahmadi 1997, . Pengumpulan data adalah dilakukan secara real berdasarkan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. fenomena/kejadian di lapangan, melalui observasi, wawancara dan Teknik analisis data kualitatif yang digunakan berupa reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan penjaminan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan tujuan penelitian ini yakni mengkaji kebijakan kurikulum darurat khusus pandemi covid-19 di MTs. SKB 3 Menteri. Fokus kajian ini aplikasi atas kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus, yang kemudian dikenal sebagai kurikulum Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pelaksanaan kurikulum secara mandiri selama pendemi Covid-19 di MTS SKB 3 Menteri Sinar Serdang Perbaungan, dengan mengacu pada Kepmendikbud No. 719/P/2020 tentang pedoman pelaksanaan kurikulum, dan Kepmendikbud No. 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan proses pembelajaran dari rumah melalui pembelajaran daring tanpa membebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian Standar Kompetensi Kelulusan pada peserta Sejak diterbitkan surat edaran oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) No. 719/P/2020 tentang Kurikulum Darurat Covid-19. MTS SKB 3 Menteri Sinar Serdang mengikuti kebijakan yang dikeluarkan Keendikbud dengan menerapkan kurikulum darurat khusus pandemi covid-19 dalam proses kegiatan pembelajaran dengan kombinasi daring dan luring. Kurikulum darurat merupakan kurikulum yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan dalam keadaan darurat. Sebab itu, segala aspek yang berkaitan dengan perencanaan, proses, penilaian disesuaikan dengan keadaan darurat yang ada yang diakui oleh masingmasing satuan pendidikan Madrasah. Karena keadaan darurat setiap daerah dan Madrasah yang berbeda, maka pelaksanaan kurikulum darurat untuk setiap satuan pendidikan dapat berbeda-beda tergantung situasi dan Setiap orang. Lembaga diberi kesempatan untuk mengembangkan kurikulum inti, mengidentifikasi pola pembelajaran, dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Namun demikian. Madrasah perlu terus mengembangkan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan siswa dalam hal sikap, pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan Pembelajaran di MTs SKB 3 Menteri pada masa darurat tetap berpedoman pada Kalender Pendidikan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia dan kebijakan pemerintah No. 719/P/2020 tentang Kurikulum Darurat Covid-19. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Susunan Kurikulum Darurat Khusus di MTs SKB 3 Menteri Susunan kurikulum darurat khusus diterapkan dengan menelaah serta mereduksi kembali struktur kurikulum masa pembelajaran tatap muka . dengan menyusun materi/bahan ajar yang subtansial, dan mengatur alokasi waktu pembelajaran. Sebagai mana dalam tabel berikut : Tabel 1. Struktur Kurikulum Darurat Khusus Mata Pelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam AlqurAoan Hadis Akidah Akhlak Fiqih Sejarah Pendidikan Agama Islam Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Arab Bahasa Inggris Matematika Ilmu penetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Sosial Seni Budaya Pendidikan Jasmani. Olahraga, dan Kesehatan Informatika Muatan Lokal Tahfidz Mulok QiraAoatul Kutub Kelas dan Alokasi Waktu VII Vi IX Pengembangan Materi Pembelajaran Guru MTs Nurul Huda Sukaraja memilih materi pelajaran esensi untuk menjadi prioritas dalam pembelajaran. Sedangkan materi lain dapat dipelajari siswa secara mandiri. Materi pembelajaran ditemukan dan dikumpulkan serta dikembangkan dari buku. Lembar kerja Siswa (LKS), dan literatur lainnya yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Kemudian guru mata pelajaran menyampaikan materi dengan menghubungkan dengan fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. SKB 3 Menteri berupaya untuk lebih kreatif, imajinatif dan inovatif menggunakan benda-benda tersebut sebagai media untuk mencapai tujuan Guru dapat memilih bagaimana mereka dapat mencapai tujuan pembelajaran mereka dalam keadaan darurat. Guru aktif mengembangkan teknik pembelajaran aktif yang disesuaikan dengan materi/mata pelajaran. Media pembelajaran sederhana yang digunakan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. antara lain foto, slide, papan tulis, flanel, display, poster, dan bagan. Pemilihan media sesuai materi dan capaian indikator yang di ajarkan dengan mempertimbangkan kurikulum darurat. Strategi pembelajaran daring/luring, harus dilakukan oleh guru secara kreatif dan inovatif agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Jadi, proses sistem pembelajaran disesuakan menyesuaikan dengan realitas dan keadaan saat ini dengan menggunakan media yang memungkinkan peserta didik berAoeksplorasi terhadap materi pelajaran. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Biro Pendidikan Islam Tahun 2020 Nomor 2781 tentang Pedoman Kurikulum Darurat Madrasah. Kurikulum darurat didefinisikan sebagai kurikulum tingkat unit yang dibuat dan dilaksanakan oleh unit dalam keadaan darurat. Hal ini tidak hanya berlaku untuk Covid19/masa normal baru, tetapi juga untuk bencana alam dan ketakutan masyarakat umum. Selain manfaat kurikulum darurat bagi guru, juga bermanfaat bagi orangtua yaitu mempermudah melakukan pendampingan pembelajaran di rumah yang pada dasarnya para orangtua juga kesulitan dalam menghadapi pembelajaran jarak jauh. Sedangkan bagi siswa tidak menuntut mereka untuk menuntaskan semua capaian kurikulum, sehigga dapat fokus kepada pendidikan yang esensial. Kegiatan pembelajaran kurikulum darurat tetap mengacu pada kurikulum 2013, dengan pendekatan saintifik, melalui tahapan kegiatan mengamati, melihat, membaca dan mendengar dan siswa memperhatikan penjelasan materi melalui aplikasi zoom meeting dalam sistem during tersebut siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, memberikan umpan balik, dan beragumentasi. Pada kegiatan eksplorasi siswa diajak untuk berpikir kritis, berinteraksi, bereksperimen, dan berdiskusi dengan mengaktifkan semua suara migrofond yang terdapat pada aplikasi tersebut. Kegiatan asosiasi dilakukan dengan cara menganalisis materi pembelajaran dan menghubungkannya dengan materi lain serta membuat frase. Sedangkan, pada kegiatan kmonukasi yaitu siswa berinteraksi antara satu dengan yang lainnya melalui diskusi, lalu menymplkan materi tersebut. Adapun langkah-langkah pembelajaran pada masa pandemi covid-19 yang dilakukan oleh guru : Guru membuat RPP sebelum poses pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan No. 5164, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37 Tahun 2018 dan 2018. Saat menyusun RPP, guru mengacu pada SKL. KIKD, dan indikator kinerja yang diturunkan dari KD dari materi inti. Guru menyusun KD dan memilih materi penting untuk mengajar siswa dalam keadaan darurat. Teradapat tiga bidang dalam perencanaan pembelajaran yang perlu dicapai dan dipertimbangkan pada setiap akhir pembelajaran: sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Setelah RPP selesai dan disetujui oleh Kepala Madrasah, maka RPP diberikan pada orang tua siswa guna menginformasikan hasil belajar, tugas, dan tujuan pembelajaran masa pandemi. Pembelajaran yang optimal dengan kurikulum darurat merupakan hak siswa, karena pembelajaran efekf akan memberi pemahaman bagi mereka dalam materi yang disajikan oleh guru. Akhirnya semua siswa akan mendapatkan penddikan yang berkualitas. Di sinilah orang tua dan anak perlu saling memahami dan mendukung tindakan yang diambil oleh sekolah untuk memastikan pembelajaran yang efektif. PENUTUP Implementasi Kurikulum darurat khusus Masa Pandemi Covid-19 di MTs. SKB Sinar Serdang Kabupaten Serdang Bedagai, kurikulum darurat khusus memiliki nilai efektifitas fleksibilitas yang tinggi. Lembaga pendidikan diberi kesempatan dalam mendesain struktur kurikulum, media, karakter, dan keterampilan melalui penyajian meteri yang esensial dalam Kurikulum darurat khusus diterapkan menjadi acuan untuk seluruh warga Madrasah dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran masa pandemi covid-19. Sehingga pemenuhan hak belajar anak dapat dipenuhi dan tujuan pendidikan tercapai secara optimal. Kurikulum darurat khusus diharapkan mampu menjawab persoalan terkain dengan sosial distancing pada dunia pendidikan. Kepala Madrasah sebagai top leader harus mensosialisakan, mengadakan dokumen, mengawasi kurikulum dan melakukan tindak lanjut. Referensi