Vol 3 No 8 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni ANALISIS KESULITAN BELAJAR GOI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG Nooke J. Hosang1. Sandra Rakian2 Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang. Fakultas Bahasa & Seni. Universitas Negeri Manado. Tondano. Indonesia Email: nooke_hosang@yahoo. Abstrak : Penelitian ini disusun dengant tujuan untuk memberikan gambaran tentang kemampuan mahamahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Jepang dalam menghafal goi . bahasa Jepang. Selain itu penelitian ini disusun untuk melihat efektivitas teknik menghafal dalam penguasaan kosa kata bahasa Jepang Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang. Universitas Negeri Manado (UNIMA). Penelitian ini disusun dengan menggunakan metode eksperimen kelompok tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara kepada sumber data dalam penelitian ini, mahamahasiswa semester 2 program studi Pendidikan Bahasa Jepang tahun pelajaran 2022-2023 yang berjumlah 18 orang. Analisi data dilakukan melalui analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa teknik menghafal dengan menggunakan rekaman dapat meningkatkan penguasaan kosakata . mahamahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Jepang. Hal ini terlihat dari nilai post-test . yang lebih tinggi dari pre-test . Hal ini mengimplikasikan bahwa penguasaan kosakata bahasa jepang mahamahasiswa dapat dibantu dengan menggunakan teknik menghafal dengan cara merekam kosa kata untuk didengarkan Kata kunci : Penguasaan Kosakata. Kesulitan Belajar. Bahasa Jepang. Abstract : This study was designed to provide an overview of the ability of Japanese Language Education study program students to memorize Japanese goi . addition, this study was prepared to see the effectiveness of memorization techniques in mastering students' Japanese vocabulary. This research was conducted in the Japanese Language Education Study Program. Universitas Negeri Manado (UNIMA). This research was prepared by using single group experimental method. Data collection was conducted through tests and interviews to data sources in this study, 2nd semester students of the Japanese Language Education study program in the 2022-2023 academic year totaling 18 people. Data analysis was conducted through quantitative data analysis and qualitative data analysis. The results showed that memorization techniques using recordings can improve the mastery of vocabulary . of Japanese Language Education study program students. This can be seen from the post-test score . which is higher than the pre-test . This implies that students' mastery of Japanese vocabulary can be helped by using memorization techniques by recording vocabulary to be listened to again. Keywords : Vocabulary Mastery. Learning Difficulty. Japanese Language. Vol 3 No 8 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni PENDAHULUAN Memahami bahasa Jepang menuntut pemahaman yang mendalam terhadap Penguasaan kosakata memiliki peran sentral dalam proses pembelajaran bahasa Jepang, mengingat kontribusinya yang signifikan (Pongilatan. Sambeka & Lensun, 2022. Dwiyanti, dkk. , 2. Keberhasilan Jepang bergantung pada penguasaan yang kuat terhadap beragam kosakata (Pratama. Terdapat perbedaan mendasar antara bahasa ibu dan bahasa kedua, digunakan dalam situasi sehari-hari, sementara bahasa kedua cenderung diperoleh melalui pendekatan formal, seperti pengajaran di kelas di bawah bimbingan seorang guru dan penggunaan materi tertentu (Alimin & Ramaniyar. Dalam konteks ini, istilah "bahasa kedua" merujuk kepada bahasa yang tidak diperoleh secara alami sejak masa kanakkanak. Menurut Tarigan . , kualitas bergantung pada sejauh mana kosakata dimengerti dan digunakan. Semakin melimpah kosakata yang dikuasai, semakin tinggi pula kemampuan berbahasa yang dimiliki. Dengan kata lain, semakin beragam kosakata yang dipahami oleh seseorang, semakin lancar mereka membentuk kalimat dan menjalankan komunikasi (Latifah, 2. Sebaliknya, kekurangan dalam menghafal kosakata akan menghambat kemampuan menyusun kalimat dan berkomunikasi secara efektif (Pertiwi, 2017. Satiani, 2. Tantangan utama dalam mempelajari bahasa Jepang adalah keberagaman besar antara kosakata bahasa ibu dan bahasa Jepang (Sunarni. Mengatasi hal ini membutuhkan pendekatan dan latihan yang cermat agar keterampilan kosakata dapat dikuasai. Proses menghafal dan mengingat kosakata tidak dapat dicapai dalam satu upaya atau (Ramliyana. Sebaliknya, diperlukan investasi waktu yang cukup untuk menginternalisasi katakata tersebut. Dalam mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan yang tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran yang Perolehan kosakata dapat diperoleh melalui berbagai metode (Sudrajat & Herlina, 2015. Dewi & Ali. Fauziddin & Fikriya, 2020. Pramesti, 2. Sebagai contoh, kegiatan menikmati lagu-lagu dalam bahasa Jepang, dan menonton film-film Jepang, termasuk film anime, dapat menjadi sarana efektif (Nasution. Fatimah & Yulia, 2018. Kartika & Izmayanti, 2023. Pujiono & Gapur. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan penguasaan bahasa, tetapi juga memberikan hiburan serta menambah pengalaman menonton film. Kesulitan dalam mengingat kosakata menjadi salah satu faktor krusial yang dalam proses pembelajaran bahasa Jepang (Govinda & Hanami, 2. Proses belajar tidak terbatas hanya di lingkungan kampus, tetapi lingkungan rumah juga memiliki peran penting. Mengingat belajar di kampus memiliki keterbatasan ruang dan waktu, serta kadang kurangnya interaksi yang menarik, penting bagi mahasiswa untuk menjalankan pembelajaran bahasa Jepang juga di rumah. Salah satu pembentukan kalimat dalam bahasa asing adalah keterbatasan penguasaan kosakata mahasiswa, meskipun mereka sudah diberikan beberapa kata dan maknanya (Wahidati & Rahmawati, 2. Meski demikian, mahasiswa tetap merasakan kesulitan dalam menyusun kalimat yang benar dan bermakna. Berdasarkan permasalahan yang diuraikan, peneliti eksperimental dengan menerapkan model pembelajaran yang melibatkan partisipasi Vol 3 No 8 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni mahasiswa dalam mengatasi kendala menghafal kosakata yang dianggap sulit. Pendekatan serangkaian langkah yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan hafalan Pertama, mahasiswa diminta untuk mengidentifikasi kosakata yang mereka anggap sulit untuk dihafal. Selanjutnya, mereka mencatat kosakata beserta artinya. Kemudian, mahasiswa merekam pengucapan kosakata tersebut. Setelah itu, mahasiswa membaca kosakata pengucapan mereka sendiri. Tujuan dari tahap ini adalah memfasilitasi proses menghafal dengan bantuan audio yang dihasilkan oleh mahasiswa sendiri. Penelitian ini memiliki dua jenis manfaat, yaitu manfaat teoretis dan manfaat praktis. Dalam segi teoretis, penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual terhadap metodologi pengajaran bahasa Jepang, terutama dalam teknik pembelajaran goi. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan akan memudahkan mahamahasiswa dalam menghafal kosakata bahasa Jepang dan memberikan panduan yang bermanfaat bagi pengajar. Manfaatnya meliputi: . memberikan panduan bagi pengajar bahasa Jepang untuk meningkatkan efektivitas metode pembelajaran, terutama dalam menghafal kosakata. meningkatkan kualitas pembelajaran mahamahasiswa dengan memudahkan proses menghafal . menjadi sumber referensi yang bermanfaat bagi penulis dan pihak lain yang berkepentingan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan memberikan manfaat yang luas, baik bagi pengajar, pembelajar, maupun peneliti itu METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan metode eksperimen kelompok tunggal, yang berarti penelitian ini melibatkan satu kelompok subjek penelitian tanpa adanya kelompok pembanding (Arsyam & Tahir. Saifuddin, 2. Pendekatan eksperimen tunggal dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan dalam sampel yang sama sebelum dan setelah intervensi. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Manado (UNIMA). Pelaksanaan penelitian ini memakan waktu selama 6 bulan setelah mendapatkan izin untuk melaksanakan Sumber data dalam penelitian ini adalah mahamahasiswa yang sedang menjalani semester 2 di Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNIMA. Adapun jumlah sumber data dalam penelitian ini berjumlah 18 orang. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini diarahkan pada pemperoleh informasi yang lebih terstruktur dan akurat dari objek Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi eksperimen t-test mengidentifikasi persamaan dan perbedaan antara objek yang tengah diteliti. Langkahlangkah dalam pengolahan data meliputi pemeriksaan, penelitian, dan perhitungan hasil pretest dan post-test. Untuk pengumpulan data, beberapa instrumen dan metode digunakan. Metode tes melibatkan penggunaan alat berupa soalsoal tes, sementara metode wawancara . nterview guid. , dan metode observasi menggunakan lembar observasi atau cek Instrumen penelitian utama yang digunakan adalah tes. Tes merupakan cara untuk mengukur kemampuan seseorang (Nasution, 2. Melalui tes, respon atau jawaban yang benar akan dinilai dan mendapatkan skor, sedangkan jawaban yang salah tidak akan mendapatkan skor. Data yang diteliti terdiri dari hasil pretest dan post-test pada mahamahasiswa Vol 3 No 8 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang. Pre-test digunakan sebagai tes awal untuk mengukur kemampuan awal mahamahasiswa dalam menghafal kosakata bahasa Jepang. Sementara itu, post-test merupakan tes akhir yang bertujuan untuk mengukur apakah penggunaan metode merekam dan mendengarkan kembali kosakata dapat memfasilitasi proses menghafal kosakata bahasa Jepang. Analisi data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS (Statistical Package for Social Science. Data kualitatif kemudian dianalisis secara HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tes Penelitian ini dilaksanakan pada Prodi Pendidikan Bahasa Jepang FBS dengan jumlah sampel 18 mahasiswa. Dalam penelitian ini dilakukan sebanyak 2 kali tes, yaitu tes awal . re-tes. , untuk berapa banyak kosakata bahasa Jepang yang mereka ketahui dan tes akhir . ost-tes. yang diberikan pembelajaran/treatment. Berikut adalah data hasil tes awal . re-tes. dan hasil akhir . ost-tes. Tabel 1. Data hasil Pre-test dan Posttest Total Mean Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa ada peningkatan hasil yang signifikan dari nilai pre-test ke nilai post-test. Terjadi peningkatan sebesar 35. 22 poin dari nilai pre-test ke post-test. Hal ini menandakan dampak besar dalam peningkatan kosa kata bahasa jepang Mahamahasiswa. Analisis Data Untuk membuktikan apakah terjadi peningkatan nilai hasil post-test pada kelompok eksperiment, maka perlu dihitung dengan analisis statistik uji Aet dengan menggunakan perangkat SPSS 0 dan mendapat hasil sebagai berikut. Tabel 2. Tabel Analisis Data t- Test: Paired Two Sample for Means Subject Pre-test Post-test Variance Observations Pearson Correlation Pretest Mean Posttest Hypothesized Mean Difference t Stat P(T<=. 294E-11 Vol 3 No 8 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni beberapa responden memiliki jawaban yang sama dan ada juga yang memiliki jawaban yang berbeda. Dalam wawancara berupa percakapan untuk menilai apakah mahasiswa mengetahui kosakata nomina yang sudah diberikan dan didengarkan t Critical one-tail P(T<=. t Critical two-tail 588E-11 Keterangan: Mean : Nilai rata-rata pretest 51,5 dan nilai rata-rata posttest 86,72 Variance : Nilai variasi pretest 247 dan nilai variasi Observations : Jumlah sampel yang berjumlah 18 orang : Degree of freedom atau derajat kebebasan P(T<=. two-tail : Nilai t-hitung sebesar 4,588t Critical two-tail : Nilai t-tabel sebesar 2,109 Dari hasil statistik uji hipotesis t-test di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: t hitung . > t tabel . yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, maka disimpulkan bahwa hasil nilai posttest lebih besar dari hasil pretest, sehingga benar terjadi peningkatan hasil belajar pada kelompok eksperimen. Hasil Wawancara Setelah dilakukan penelitian lewat wawancara akhirnya memperoleh data-data dari faktor-faktor yang menyebabkan tidak dikuasainya kosakata nomina oleh responden. Berikut ini akan dibahas faktor-faktor yang menyebabkan tidak dikuasainya kosakata ketika mahasiswa merekam kosakata yang diberikan kemudian didengarkan kembali. 5 pertanyaan yang akan dijawab oleh 18 orang responden lewat wawancara dan hasilnya ada Soal pertama dengan pola kalimat KB . lat transportas. de KB . he ikimasu/kimasu/kaerimasu. Ketika bertanya kepada mahamahasiswa nande gakkou e ikimasu ka terlihat bahwa ada dua responden yang masih kurang menyebabkan mereka salah menjawab, yaitu responden 1 dan 2. Responden 3 sampai responden 18 semua menjawab benar ketika ditanya mereka menjawab telah mengerti penjelasan dari pengajar dan lebih jelas lagi ketika mereka mendengarkan rekaman pelajaran kosakata di rumah. Pertanyaan kedua yaitu peneliti menunjukkan gambar kepada mahasiswa didalamnya ada gambar, buku, buku pelajaran, pensil, mistar, jam dan Diketahui bahwa ada 3 orang yang menjawab salah karena beberapa alasan yaitu karena tidak belajar, tidak terlalu mengerti dan karena tidak Lima mahasiswa menjawab benar. Pertanyaan ketiga yaitu dengan mewawancarai mahasiswa menanyakan anggota keluarga mereka masing-masing. gokazoku wa nannin imasu ka? Pola kalimat KB . wa KB . audara sendiri/saudara orang lai. ga KB . umlah oran. Ada beberapa responden yang menjawab salah dikarenakan beberapa hal, responden 1 belum memahami kata benda yang dipelajari, responden 3 belum benar-benar hafal kosakata, responden 7 tidak Responden 2, 4, 5, 6, 8 dan sampai responden 17 menjawab benar. Wawancara selanjutnya menanyakan kepada mahasiswa apa yang mereka pakai . alam bahasa Jepan. , misalnya kemeja, rok, jam dll. Pola Vol 3 No 8 . : KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni kalimat KB . akaian/asesori. o kite/ kakete/ kabutte/ haite/ shite imasu. Ada beberapa responden yang menjawab salah dikarenakan beberapa hal yaitu responden 3 menjawab salah karena belum responden 4 menjawab salah karena belum mengerti kosakata, dan responden 6 menjawab salah dikarenakan waktu pembahasan materi tidak hadir sehingga tidak dimengeerti. Wawancara terakhir yaitu peneliti responden, dan menyuruh responden menjawab dengan pola kalimat, contoh dare no enpitsu desu ka . enemukan menanyakan benda tersebu. Kesimpulan wawancara dengan pertanyaan diatas semua menjawab benar ketika ditanya mereka semua mengerti dengan apa yang ditanyakan karena semua mempelajari kembali di rumah dengan mendengarkan melalui rekaman. Pembahasan Berdasarkan nilai rata-rata dari hasil posttest pada kelas eksperimen dapat dilihat bahwa adanya kemudahan disaat kemudian didengarkan kembali pada saat pembelajaran di kelas. Rumus uji Aet dengan menggunakan SPSS dibutuhkan membuktikan apakah dengan melalui pembelajaran dengan menyuruh mahasiswa untuk merekam kosakata tersebut kemudian didengarkan kembali oleh mahamahasiswa agar memudahkan mahasiswa untuk menghafal berjalan dengan baik atau tidak. Setelah dihitung dengan uji-t ternyata hasil yang didapati cukup baik yaitu t= 4,588 hasil ini berbeda dengan nilai t pada tabel yaitu t= 2,109. Berdasarkan hasil yang didapat disimpulkan H1 dapat diterima perubahan dan peningkatan pemahaman kosakata nomina bahasa Jepang oleh Dengan melalui pembelajaran dengan menyuruh kosakata tersebut kemudian di dengarkan memudahkan untuk menghafal sudah teruji dengan baik dan benar. Setelah dilakukan penelitian pada mahamahasiswa semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UNIMA selama kurang lebih 6 bulan dan ditemukan hasil yang baik dan Maka dapat dilihat bahwa penelitian ini membuktikan bahwa kosakata tersebut kemudian didengarkan menghafal dengan lebih memahami kosakata bahasa Jepang yang dipelajari. KESIMPULAN Hasil bahwa teknik pembelajaran dengan Jepang tersebut kemudian didengarkan kembali oleh mahasiswa memudahkan untuk memahami dan menghafal kosakata nomina tersebut oleh mahamahasiswa semester 2 program studi Pendidikan Bahasa Jepang. UNIMA. REFERENSI