SAGU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. April 2025 E-ISSN : 3063-685X PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENGUATAN MANAJEMEN USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA BAKERY BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL DI WASUR KAMPUNG Caecilia Henny Setya Wati1. Simon Siamsa2. Ade Sri Ulita Br. Sebiring3. Mensy Otelyo Kastanya4. Marthen Zenon Jamlean5 1Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, caecilian@unmus. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, simonsiamsa@unmus. 3Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, ulita_akuntansi@unmus. 4Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Musamus, mensy@unmus. 5STIA KARYA DHARMA, zenonjamlean@gmail. ABSTRAK Kegiatan pengabdian akan dilakukan di Wasur Kampung Distrik Merauke Kabupaten Merauke. Wasaur Kampung ini merupakan salah satu kampung yang menjadi percontohan dalam pelestarian hutan, kekayaan alam dan pariwisata yang berbasis pada kearifan local. Usaha masyarakat dalam mengembangkan dan meningkatkan perekonomian, sehingga perlu adanya pendambingan dan pelatihan manajemen usaha yang diterapkan agar lebih optimal, baik secara kelembagaan maupun pemasaran dan tentunya berdampak pada produksi dan produktivitas usaha Usaha pembuatan bakery yang dijalankan oleh masyarakat masih bersifat industry rumahan skala kecil serta proses pemasaran yang dilakukan hanya mengandalkan komunikasi personal dalam areal kampung itu sendiri. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman oleh masyarakat terhadap manajemen manajemen dan manajemen pemasaran yang belum optimal. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan Pengembangan Desa Mitra (PDM), tim pelaksana akan memberikan partisipasi penuh terhadap penyelesaian masalah-masalah yang dihadapi mitra. Pelaksanaan pengabdian meliputi penyuluhan dan bimbingan teknis sebagai media transfer pengetahuan dan teknologi kepada mitra. Solusi yang S. Vol . : 40-49 E-ISSN : 3063-685X ditawarkan dalam pelaksanaan program pengabdian adalah melalui kegiatan non fisik dan fisik dengan target kegiatan yaitu meningkatnya pengetahuan tentang manajemen kelembagaan dan manajemen pemasaran yang baik dengan mengikuti perkembangan era globalisasi. Target luaran yang ingin dicapai yaitu publikasi jurnal ber-ISSN, publikasi media online, peningkatan daya saing bisnis, peningkatan manajemen usaha, perbaikan tata nilai masyarakat, peningkatan kedisiplinan dan partisipasi mitra yang optimal. Kata Kunci: Peningkatan. Produsi. Bakery. Bahan Baku Lokal ABSTRACT Community service activities will be carried out in Wasur Village. Merauke District. Merauke Regency. Wasaur Village is one of the villages that is a model for forest conservation, natural resources and tourism based on local wisdom. Community efforts in developing and improving the economy, so that there needs to be mentoring and training in business management that is applied to be more optimal, both institutionally and in marketing and of course has an impact on the production and productivity of community businesses. The bakery business run by the community is still a small-scale home industry and the marketing process carried out only relies on personal communication in the village area itself. This is due to the lack of understanding by the community regarding management and marketing management that is not yet optimal. Therefore, with the implementation of the Partner Village Development (PDM) activity, the implementing team will provide full participation in solving the problems faced by partners. The implementation of community service includes counseling and technical guidance as a medium for transferring knowledge and technology to partners. The solution offered in the implementation of the community service program is through non-physical and physical activities with the target of activities, namely increasing knowledge about institutional management and good marketing management by following the development of the globalization era. The output targets to be achieved are ISSN journal publications, online media publications, increasing business competitiveness, improving business management, improving community values, increasing discipline and optimal partner participation. Keywords: Increase. Production. Bakery. Local Raw Materials S. Vol . : 40-49 E-ISSN : 3063-685X PENDAHULUAN (Tahoma. Font Size 12. Spasi 1,. Wasur Kampung ini merupakan salah satu kampung yang menjadi basis pelestarian kearifan local dan menjadi suatu kampung percontohan. Ketersediaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah yaitu dengan hasil alam dan sumber daya manusia (SDM) yang mampu meningkatan perekonomian masyarakat. Upaya pengembangan pembuatan kue di wilayah ini didukung oleh pemerintah kampung yang bekerjasama dengan universitas Musamus tahun 2024 dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat juga didukung dengan ketersediaan bahan baku seperti misalnya sagu dan pisang serta tersedianya tempat pemasaranya. Industri roti merupakan industri makanan yang berkembang sangat pesat dan terkenal luas di masyarakat, baik roti untuk mutu kelas atas, menengah, maupun bawah (Ningsih et al. , 2. , industri roti memiliki prospek yang tinggi karena roti bisa dijadikan sebagai makanan pelengkap makanan pokok yang pada umumnya dikonsumsi, yaitu nasi. Roti merupakan makanan yang praktis dan sangat mudah untuk didapatkan (Rahmawati et al. , 2. Usaha pembuatan kue ini dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga sebagai usaha sampingan dalam membantu dan menopang perekonomian keluarga, sehingga manajemen usaha yang digunakan masih belum maksimal baik itu secara kelembagaan maupun manajemen Hal ini akan berdampak pada produksi dan pemasaran serta Usaha yang dijalankan masyarakat ini masih berskala kecil dan proses pemasaran yang dilakukan hanya mengandalkan komunikasi personal dalam lingkup kampung itu sendiri. Hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap manajemen kelembagaan dan manajemen pemasaran yang belum optimal. Sehingga dengan adanya kegiatan ini maka tim pelaksana akan memberikan partisipasi penuh terhadap penyelesaian masalah yang dihadapi mitra. Dari hasil observasi awal dan diskusi dengan Kepala Kampung Wasur bahwa usaha pembuatan kue yang dikembangkan secara umum masih bersifat tradisional S. Vol . : 40-49 E-ISSN : 3063-685X sehingga sangat dibutuhkan pendampingan baik bersifat teknis maupun non teknis terutama dari dari pihak akademisi. Dengan adanya program ini merupakan salah satu langkah solutif untuk menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh mitra. Target utama dalam kegiatan ini yaitu perbaikan manajemen usaha baik manajemen kelembagaan maupun manajemen kelompok PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan yaitu tim pengabdian melakukan kunjungan dan berdiskusi kepada Kepala Wasur Kampung. Kunjungan yang dilakukan tim pengabdian ini yaitu memberikan informasi tentang inovasi-inovasi yang terbaru yang belum diketahui oleh masyarakat. Selain itu, mencari waktu kesepakatan dalam pelaksanaan pengabdian yang diawali dengan penyuluhan pada masyarakat. Setelah menetapkan waktu dengan Kepala Kampung dan peserta pelatihan maka untuk pelaksanaan pengabdian, tim pengabdian mempersiapkan waktu serta melakukan pembelian peralatan dan bahan untuk diserahkan kepada kelompok S. Vol . : 40-49 E-ISSN : 3063-685X Kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam pengabdian masyarakat ini merupakan kegiatan utama dalam pengabdian Program Desa Mitra (PDM). Setelah diberikan materi selanjutnya dilakukan pendampingan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manajemen usaha termasuk manfaat dalam pengolahan produksi, pengemasan dan pemasaran Dalam kegiatan ini diikuti oleh aparat kampung serta peserta yang memang bersedia mengikuti kegiatan dari hari pertama samapai selesai. Kegiatan ini berdampak positif bagi para peserta terutama ibu-ibu rumahtangga yang menjalankan usaha pembuatan kue karena selama ini belum ada perhatian dari pihak akademisi khususnya di Kampung Wasur tentang pendampingan dan pelatihan pembuatan kue berbahan baku local. Selain mlaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan, tim juga memberikan bantuan berupa peralatan dan bahan baku sebagai bentuk untuk upaya masyarakat untuk peningkatan manajemen usaha. Peralatan yang diberikan ini untuk menunjang dalam meningkatkan hasil produksi yang dihasilkan oleh masyarakat dan akan lebih meningkatakan pendapatan. Tujuan dari pemberian bantuan peralatan dan bahan baku ini adalah untuk perbaikan manajemen produksi sehingga meningkatkan produktivitas usaha. Vol . : 40-49 E-ISSN : 3063-685X Vol . : 40-49 E-ISSN : 3063-685X Pelaksanaan Program Desa Mitra (PDM) di Kampung Wasur menegaskan bahwa peningkatan produksi dan penguatan manajemen usaha tidak bisa dilepaskan dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terlibat di dalamnya. SDM dalam konteks ini mayoritas berasal dari masyarakat lokal, khususnya ibu rumah tangga yang menjalankan usaha bakery skala kecil dari rumah. Keterbatasan akses terhadap informasi, pelatihan, serta pendampingan usaha menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha mereka. Sebelum intervensi dilakukan, mayoritas pelaku usaha memiliki keterampilan dasar dalam membuat produk bakery, namun belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait manajemen usaha, pengemasan produk, dan strategi pemasaran. Hal ini menyebabkan usaha berjalan seadanya dan tidak mampu berkembang. Kondisi ini menunjukkan bahwa SDM yang ada memerlukan penguatan kapasitas agar dapat mengelola usahanya secara lebih profesional. Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, program ini berupaya meningkatkan kapasitas SDM mitra. Materi pelatihan yang diberikan meliputi: pengelolaan bahan baku lokal secara optimal, manajemen produksi, strategi pemasaran, pencatatan keuangan sederhana, hingga inovasi produk. Pelatihan S. Vol . : 40-49 E-ISSN : 3063-685X dilakukan secara partisipatif dengan pendekatan praktik langsung agar mudah dipahami oleh peserta yang memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Dari hasil kegiatan, terlihat peningkatan signifikan dalam keterampilan dan kepercayaan diri peserta. Para pelaku usaha mulai memahami pentingnya efisiensi dalam produksi, pentingnya kemasan yang menarik, serta mulai mengenal media sosial sebagai sarana promosi produk. Keberadaan SDM yang lebih terlatih ini secara langsung berdampak pada peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk yang dihasilkan. Bantuan peralatan yang diberikan oleh tim pelaksana juga turut mendukung peningkatan SDM dari segi teknis. Peserta dapat memproduksi dalam jumlah lebih banyak, lebih cepat, dan lebih rapi. Ini menunjukkan bahwa pengembangan SDM tidak hanya dilakukan melalui pelatihan, tetapi juga dengan menyediakan sarana produksi yang memadai. Secara keseluruhan, keberhasilan kegiatan ini memperlihatkan bahwa penguatan kapasitas SDM merupakan faktor kunci dalam pengembangan usaha rumah tangga. SDM yang terlatih dan terfasilitasi dengan baik mampu mengelola usaha secara lebih terencana, inovatif, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberlanjutan program sejenis sangat dianjurkan untuk menjaga semangat dan konsistensi masyarakat dalam mengembangkan usahanya secara mandiri. PENUTUP Kegiatan pengabdian melalui Program Desa Mitra (PDM) di Kampung Wasur telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya dalam pengelolaan usaha produksi makanan berbahan baku lokal. Melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, serta penyediaan alat dan bahan, masyarakat memperoleh wawasan dan pengalaman baru terkait proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran produk. Vol . : 40-49 E-ISSN : 3063-685X Partisipasi aktif masyarakat, terutama para ibu rumah tangga, menunjukkan semangat dan komitmen untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat serta mendorong tumbuhnya usaha kecil yang mampu bersaing di masa depan. DAFTAR PUSTAKA