Dakwatussifa: Journal of DaAowah and Communication Volume 4 Nomor 2 . 48-52 E-ISSN 2829-8012 D0I: 10. 56146/dakwatussifa. Relevansi Pengantar Studi Islam dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Ahmad Sofyan. Zaenal Abidin. Solahudin, (STAI Sirojul Falah Bogor. South Jawa Barat. Indonesi. Email: ahmadsofyan@stitsifabogor. solahudinjundann@gmail. zaenalabidin@stitsifabogor. Abstract: Mata kuliah utama yang disebut "Pengantar Studi Islam" memiliki posisi strategis untuk membentuk kerangka Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana Pengantar Studi Islam sangat penting untuk pengembangan program pendidikan tinggi Islam. Penulis menemukan bagaimana Pengantar Studi Islam mengintegrasikan pendidikan, memperkuat identitas keislaman, dan menangani masalah modern seperti sekularisme, radikalisme, dan globalisasi nilai dengan menggunakan pendekatan deskriptifkualitatif dan kajian pustaka. Dalam Pengantar Studi Islam sangat penting untuk Islam secara menyeluruh dan menjadi fondasi untuk membangun karakter keilmuan mahasiswa muslim. Keywords: Studi Islam. Kurikulum. Pendidikan Tinggi. Integrasi Ilmu. Epistemologi Islam PENDAHULUAN Di banyak perguruan tinggi Islam, mata kuliah "Pengantar Studi Islam" adalah mata kuliah pengantar yang biasanya termasuk dalam kurikulum awal program studi Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman dasar tentang Islam melalui pendekatan keilmuan yang normatif-teologis, filosofis, historis, dan sosiologis. Dalam keadaan seperti ini. Pengantar Studi Islam menjadi semakin penting karena kebutuhan akan menggabungkan ilmu dan kepribadian Islam untuk membentuk lulusan yang memiliki karakter islami selain cerdas secara akademik. Mata kuliah ini tidak hanya berfungsi sebagai pembuka diskusi tentang ilmu Islam di perguruan tinggi keislaman seperti UIN. IAIN, dan STAI. Ini epistemologis bagi mahasiswa untuk mempelajari ilmu keislaman secara lebih mendalam dan sistematis. Namun, sejauh mana Pengantar Studi Islam masih relevan dari segi materi, metode, dan peranannya dalam membentuk kerangka berpikir ilmiah mahasiswa tentang Islam muncul seiring dengan kemajuan zaman, globalisasi ilmu, dan tuntutan untuk pendidikan yang lebih sesuai dengan sosial-keagamaan Realitas menunjukkan bahwa materi yang dibahas dalam mata kuliah ini berbeda dengan apa yang dibutuhkan siswa untuk memahami Islam secara kontekstual, multidisipliner, dan responsif terhadap beragama, pluralitas agama, dan integrasi ilmu dan agama. (Anshori, 2. Pemahaman mahasiswa tentang studi Islam sebagai ilmu dan metode ilmiah menyebabkan penelitian keislaman di kampus-kampus Islam seringkali bersifat DAKWATUSSIFA tekstualistik dan normatif-dogmatis, tidak mampu menghubungkan kekayaan Islam klasik dengan masalah yang dihadapi masyarakat modern. (In'ami, 2. Hal ini menunjukkan bahwa substansi mata kuliah Pengantar Studi Islam harus diubah, dievaluasi, dan diperkuat. Ini diperlukan karena institusi pendidikan tinggi Islam tidak hanya harus mempertahankan pengetahuan Islam tetapi juga mampu memasukkannya ke dalam kehidupan sosial yang plural dan dinamis. Oleh karena itu, sangat penting untuk meninjau kembali mata kuliah Pengantar Studi Islam dalam kurikulum Pendidikan Tinggi Islam. Ini perlu dilakukan dari segi tujuan, materi, metode pembelajaran, dan hasil belajar. Sejauh mana kontribusi dan keberlanjutan mata kuliah ini terhadap pengembangan keilmuan Islam serta kesiapan mahasiswa untuk menghadapi tantangan studi Islam di era modern adalah subjek penelitian ini. studi Islam harus menggunakan pendekatan normatif-teologis historis, sosiologis, filosofis, dan bahkan ilmiah modern. (M. Amin Abdullah Yulanda, 2. Metode Epistemologi Islam Syed Naquib al-Attas menyatakan bahwa epistemologi Islam memiliki struktur unik yang tidak dapat disamakan dengan pendekatan Barat. Oleh karena itu. Islam memperkenalkan logika, sumber, dan sistematika ilmu Islam sejak awal kursus. (Syed M. Naquib Al-Attas, 2. METODE PENELITIAN Studi ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, yang merupakan jenis studi kepustakaan. Buku-buku "Pengantar Studi Islam", dokumen kurikulum, dan artikel dan jurnal ilmiah semua diperiksa secara menyeluruh dalam penelitian ini. Sumber Data KERANGKA TEORI Penelitian ini didasarkan pada kerangka teori berikut: Teori Pendidikan Tinggi dan relevansi Kurikulum Menurut Alhamuddin, kurikulum diukur dari kemampuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan Jadi, pengantar studi Islam harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan akademik dan sosial siswa. (Alhamuddin. Pendekatan IntegratifInterkonektif untuk Penelitian Islam Dokumen resmi kurikulum Pendidikan Tinggi Islam dari Kementerian Agama RI Buku-buku dan modul mata kuliah Pengantar Studi Islam Hasil penelitian perkembangan studi Islam di perguruan . Teknik Pengumpulan Data Informasi: Data dikumpulkan dari literatur, modul, dan dokumen kurikulum resmi. Studi Pustaka: Tinjauan pendapat pakar dan literatur tentang studi Islam, epistemologi Islam, dan pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Teknik Analisis Data: Pendekatan integratif-interkonektif, menurut Amin Abdullah, melihat bahwa Edu sifa Analisis isiAijuga dikenal sebagai analisis isiAidigunakan untuk menganalisis data pembelajaran Pengantar Studi Islam, dan relevansinya dengan situasi saat ini. KAJIAN PEMBAHASAN Para akademisi telah banyak berbicara tentang studi tentang Pengantar Studi Islam dalam pendidikan tinggi. Menurut M. Amin Abdullah . , tujuan dari studi Islam di perguruan tinggi adalah untuk menumbuhkan pemahaman yang mendalam tentang teks dan konteks. Dalam bukunya yang berjudul Islam sebagai Ilmu, menekankan betapa menggunakan pendekatan multidisipliner dan interkonektif dalam mengkaji Islam. Pendekatan ini harus dimulai dengan Pengantar Studi Islam. Selain itu, menurut Abuddin Nata . dalam Metodologi Studi Islam. Pengantar Studi Islam berfungsi sebagai dasar bagi pendekatan, dan metode studi Islam. menekankan bahwa siswa akan terjebak pada studi normatif dan tidak kritis terhadap perubahan zaman tanpa pengantar yang kuat. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6974 Tahun 2021 tentang kurikulum program sarjana pada PTKI, mata kuliah Pengantar Studi Islam termasuk dalam kurikulum universitas (MKU) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Mata kuliah ini dimaksudkan untuk mengembangkan ideologi keilmuan Islam yang moderat dan Studi sebelumnya juga menekankan bahwa materi dan pendekatan Pengantar Studi Islam harus diperbarui agar menjadi mata kuliah pengantar formal dan menjadi penggerak kritis dan progresif dalam pengembangan keilmuan Islam. Abuddin Nata . menyatakan bahwa studi Islam adalah bidang yang menyelidiki agama Islam dari berbagai sudut pandang secara sistematis, metodologis, dan Harun Nasution . mengatakan bahwa pendekatan dalam studi Islam dapat normatif, historis, atau Pengantar Studi Islam sangat paradigma keilmuan Islam yang jarang dipahami siswa baru. Posisi Pengantar Studi Islam dalam Kurikulum Pendidikan Tinggi Islam Mata kuliah Pengantar Studi Islam diposisikan secara strategis sebagai mata kuliah dasar umum (MKDU) yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa di perguruan tinggi keislaman. Tujuannya adalah untuk memberi siswa dasar teoritis, historis, dan metodologis untuk memahami Islam sebagai agama, sistem nilai, dan ilmu Selama semester pertama kursus PTKIN, mata kuliah "Pengantar Studi Islam" dimasukkan sebagai mata kuliah dasar untuk membantu siswa memahami disiplin ilmu Islam lainnya, seperti tafsir, hadis, fiqh, akidah, dan pemikiran Islam. Keterkaitan Materi Pengantar Studi Islam dengan Tantangan Kontemporer Meskipun kelas Pengantar Studi Islam sudah terintegrasi, masih ada jarak antara materi ajar dan keadaan sosial di Misalnya, materi sering berkonsentrasi pada pengenalan istilah dan DAKWATUSSIFA ruang lingkup kajian Islam secara keseluruhan, tetapi tidak membahas masalah kontemporer seperti: Pluralisme religius Rasisme agama Krisis moral bagi siswa Kebutuhan untuk mengintegrasikan ilmu keislaman dengan ilmu umum Karena dominasi pendekatan normatifteologis, perlu dikembangkan pendekatan integratif-interkonektif yang ditawarkan Amin AbdullahAiyang menghubungkan studi Islam dengan pendekatan sosiologis, antropologis, dan Tantangan Peluang Pengembangan Pengantar Studi Islam Beberapa kendala utama dalam menerapkan mata kuliah ini adalah sebagai A A A Kurangnya kemampuan dosen pembelajaran berbasis masalah Keterbatasan instruksi kontekstual Metode biasanya satu arah dan tidak melibatkan banyak diskusi kritis (Syafaq, 2. Tetapi ada peluang besar untuk mengembangkan mata kuliah ini melalui: Pembelajaran dengan teknologi . learning dan buku digita. Pembaruan kurikulum dengan menambahkan masalah modern ke dalam bahan ajar Pelatihan guru dalam metode pengajaran studi Islam yang berpusat pada pemecahan masalah Strategi Penguatan Relevansi Pengantar Studi Islam Untuk mengatasi masalah ini, ada digunakan, antara lain: Reorientasi kurikulum : menyusun mempertimbangkan masalah aktual seperti moderasi beragama, etika digital dalam Islam, dan lingkungan Mengembangkan dosen melalui pelatihan metodologi pendekatan lintas disiplin. Inovasi termasuk diskusi, proyek berbasis masalah, studi kasus, dan integrasi KESIMPULAN Mata kuliah Pengantar Studi Islam memiliki peran sentral dalam membentuk cara pandang mahasiswa terhadap Islam sebagai ilmu dan sebagai sistem hidup. Namun, untuk menjamin keberlanjutannya dalam menjawab tantangan zaman, pendekatan yang integratif, serta penguatan kapasitas dosen dan bahan ajar yang Relevansi Pengantar Studi Islam tidak hanya terletak pada isi materinya, melainkan pada kemampuannya dalam membentuk paradigma berpikir ilmiah, kritis, dan moderat dalam memahami Edu sifa Alhamuddin. "Kurikulum pendidikan tinggi keagamaan Islam: Mutu dan " . Al-Murabbi: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman 3, no. Anshori. "Kritik epistemologi Islam SUMBER REFERENSI Abdullah. Amin. Islam sebagai Ilmu: Epistemologi. Metodologi, dan Etika Keilmuan Islam. Yogyakarta: Pilar Media, 2006. Nata. Abuddin. Metodologi Studi Islam. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. Alhamuddin. "Kurikulum pendidikan tinggi keagamaan Islam: Mutu dan " . Al-Murabbi: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman 3, no. Al-Attas. Syed Muhammad Naquib. Islam and Secularism. Kuala Lumpur: ISTAC, 1993. Anshori. "Kritik epistemologi Islam dalam Islamologi terapan. Tasawuf dan Pemikiran Islam 5, no. , 107-138. Kementerian Agama RI. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 6974 Tahun 2021 tentang Kurikulum Program Studi Sarjana pada PTKI. In'ami. The Practicality of Calligraphy Learning Model. At-Ta'dib 19, 213-226. Azra. Azyumardi. Paradigma Baru Pendidikan Nasional: Rekonstruksi Demokratisasi. Jakarta: Kompas, 2002. Zuhdi. Muhammad. AuPendidikan Islam dalam Era Globalisasi: Tantangan dan Reorientasi. Ay Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam. Vol. No. 2, 2016. Shihab. Quraish. Membumikan AlQurAoan. Bandung: Mizan, 2000. Amin Abdullah Yulanda. "Epistemologi Keilmuan IntegratifInterkonektif Dan Implementasinya Dalam Keilmuan Islam. TAJDID: Jurnal Ilmu Ushuluddin 18, no. 1 , 79-104. Syafaq. "Pengantar Studi Islam. jakarta: cv Jakarta . Syed M. Naquib Al-Attas. Epistemologi Islam dalam isi dan metode sains: Tinjauan atas kontribusi Syed M. Naquib Al-Attas. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.