Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 DOI: https://doi. org/10. 70285/y72hcr65 Pengaruh Komunikasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Ayara Beauty Indonesia Kabupaten Bogor Dita Amelia1*. Gatot Kusjono2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis,. Universitas Pamulang1,2 ditaamelia753@gmail. com1 , dosen00434@unpam. Received 5 Juli 2025 | Revised 25 Juli 2025 | Accepted 31 Juli 2025 *Korespondensi Penulis Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Komunikasi dan Motivasi kerja terhadap Kinerja Karyawan PT Ayara Beauty Indonesia Kabupaten Bogor. Hasil penelitian Komunikasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y= 13. 864 0,655 X1 nilai korelasi sebesar 0,938 artinya kedua variabel memiliki hubungan yang sangat kuat, koefisien determinasi sebesar 87,9% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel . 306 > 2,. Dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima artinya terdapat pengaruh signifikan antara Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y = 17,145 0,479 X2, nilai korelasi sebesar 0,959 artinya kedua variabel memiliki hubungan yang sangat kuat dengan koefisien determinasi sebesar 79,7% dan uji hipotesis diperoleh t hitung > t tabel . ,959 > 2,. Dengan demikian Ho diterima dan H2 ditolak artinya tidak terdapat pengaruh signifikan antara Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Komunikasi dan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan persamaan regresi Y= 13,926 0,573 X1 0,067 X2, nilai korelasi sebesar 0,939 artinya kedua variabel memiliki hubungan yang kuat dengan koefisien determinasi sebesar 88,1%. Uji hipotesis diperoleh nilai F hitung > F tabel atau . ,441 > 3,. Dengan demikian Ho ditolak dan H3 diterima. Hal ini berarti Komunikasi dan Motivasi Kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Ayara Beauty Indonesia Kabupaten Bogor. Kata Kunci: Komunikasi. Motivasi Kerja. Kinerja Karyawan Abstract The purpose of this study is to determine the influence of Communication and Work Motivation on the Performance of Employees of PT Ayara Beauty Indonesia Bogor Regency. The results of the Communication study had a significant effect on Employee Performance with a regression equation Y = 13,864 0. 655 X1 a correlation value of 0. 938 meaning that the two variables had a very strong relationship, a determination coefficient of 87. 9% and a hypothesis test obtained t count > t table . ,306 > 2. Thus. Ho was rejected and H1 was accepted, which means that there is a significant influence between Communication on Employee Performance. Work motivation had a significant effect on Employee Performance with a regression equation Y = 17. 479 X2, a correlation value of 0. meaning that the two variables had a very strong relationship with a determination coefficient of 79. and the hypothesis test obtained t > t table . 959 > 2. Thus. Ho was accepted and H2 was rejected, meaning that there was no significant influence between Work Motivation on Employee Performance. Communication and Work Motivation have a significant effect on Employee Performance with a regression equation Y = 13. 573 X1 0. 067 X2, a correlation value of 0. 939 meaning that the two variables have a strong relationship with a determination coefficient of 88. The hypothesis test obtained the value of F calculated > F table or . 441 > 3. This Ho was rejected and H3 was Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 158 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 This means that Communication and Work Motivation simultaneously have a significant effect on the Performance of PT Ayara Beauty Indonesia Employees Bogor Regency. Keywords: Communication. Work Motivation. Employee Performance PENDAHULUAN Perusahaan memiliki tujuan utama untuk mencapai keberhasilan bisnis melalui peningkatan produktivitas dan kinerja karyawan. Kinerja karyawan menjadi salah satu penentu kesuksesan sebuah Dengan persaingan ketat di industri ini, produktivitas yang optimal dan kualitas produk yang terjaga adalah kunci utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggan dan memperluas pangsa Namun, untuk mencapai faktor tersebut, dua faktor penting yang sering kali diabaikan adalah komunikasi yang efektif dan motivasi kerja karyawan. Komunikasi yang baik dalam organisasi memungkinkan manajemen dan karyawan memahami peran dan tugas mereka dengan jelas. Disisi lain, motivasi kerja akan mendorong karyawan untuk bekerja lebih produktif dan memberikan hasil terbaik. Berdasarkan pengamatan awal di PT. Ayara Beauty Indonesia, ditemukan adanya indikasi hambatan dalam komunikasi antara atasan dan bawahan serta rendahnya motivasi kerja karyawan. Hal ini kemudian berdampak pada penurunan kinerja karyawan, baik dari segi kuantitas maupun kualitas produksi. Untuk mencapai standar kerja yang sesuai dengan harapan perusahaan maka dibutuhkan standarisasi manajemen yang baik dan berkompeten. Oleh karena itu perusahaan harus melaksanakan fungsi manajemen yang baik dan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan. Saat ini perusahaan sangat memperhatikan kualitas kerja agar target perusahaan dapat tercapai untuk itu dibutuhkannya sumber daya manusia yang kompeten serta ahli dibidangnya masing-masing. Dalam pelaksanaan kinerja pada perusahaan terdapat banyak kendala atau faktor-faktor penghambat diantaranya permasalahan rekrutmen dan motivasi kerja, oleh karena itu perusahaan harus lebih teliti dalam melakukan rekrutmen serta memperhatikan karyawannya dalam hal motivasi. PT. Ayara Beauty Indonesia Jl. Pedurenan, tepatnya di Desa Padurenan. Kecamatan Gunung Sindur. Kabupaten Bogor, merupakan perusahaan yang bergelut dibidang industri kosmetik. PT. Ayara Beauty Indonesia sudah melakukan upaya dalam hal meningkatkan kinerja karyawan akan tetapi masih ada beberapa kendala yang dialami yakni persoalan komunikasi dan motivasi kerja karyawan. Komunikasi Menurut J. A Devito dalam Simon & Alouini . mengartikan bahwa komunikasi merupakan suatu tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik. Sedangkan menurut Effendy dalam Herlina dkk. , . komunikasi dapat didefinisikan sebagai proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain dengan tujuan memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara langsung melalui komunikasi lisan maupun secara tidak langsung melalui media. Motivasi Kerja Menurut Robbins dalam Suswati . Motivasi adalah mendorong, menginspirasi karyawan dari aktivitas kerja mereka untuk mencapai tujuan organisasi, dan untuk melakukan pekerjaan yang lebih Sedangkan menurut Reksohadiprodjo dalam Suryawan & Salsabilla . motivasi dapat Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 158 -. Progressus Humanitatis e-ISSN 3109-421X Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 diartikan sebagai keadaan seseorang dalam mewujudkan keinginan pribadi untuk mengerjakan kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuannya. Kinerja Karyawan Menurut Siagian dalam Mulyadi & Pancasasti . Kinerja karyawan adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarakan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Sedangkan menurut Riniwati dalam Rivaldo . Kinerja adalah proses tingkah laku orang dalam melakukan pekerjaan yang menghasilkan sebuah pemikiran atau produk dalam mencapai tujuan yang dia kerjakan. METODE Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif atau Data Titik . ross-section dat. , yaitu data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu . t a point of tim. untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu tersebut dengan data penelitian melalui kuesioner dengan menggunakan skala likert. Dalam melakukan pendekatan penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif agar mempermudah jalannya penelitian. Karena penelitian ini tepat kuantitatif yang menggunakan proses pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan instrumen yang terstruktur seperti kuesioner. Pada penelitian ini terdapat tiga variabel yang berhubungan yakni X1 Komunikasi. X2 Motivasi Kerja, dan Y Kinerja Karyawan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 143 Karyawan. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengukuran Sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan penelitian suatu objek. Adapun penentuan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode Slovin. Sampel yang menjadi responden dalam penelitian ini dibulatkan menjadi sebanyak 59 karyawan atau sekitar 41% dari seluruh karyawan PT. Ayara Beauty Indonesia. Jadi, dalam penelitian ini mengambil responden sebanyak 59 HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Tabel 1. Hasil Uji Regresi Linier Sederhana Antara Komunikasi (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Standardized Coefficients Std. Error Beta Komunika Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sig. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 1 di atas, maka memperoleh persaman regresi Y = 13,864 0,655X1. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 158 -. Progressus Humanitatis e-ISSN 3109-421X Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 sebesar 13,864 diartikan bahwa jika variabel komunikasi (X. tidak ada maka telah terdapat nilai kinerja karyawan (Y) sebesar 13,864 point. Nilai Koefisien regresi komunikasi (X. sebesar 0,655 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel motivasi kerja (X. , maka setiap perubahan 1 unit pada variabel komunikasi (X. , akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja karyawan (Y) sebesar 0,655 point. Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error Beta 1 (Constan. Motivasi Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sig. Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 2 di atas, maka memperoleh persaman regresi Y = 17,145 0,479X2. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 17,145 diartikan bahwa jika variabel motivasi kerja (X. tidak ada maka telah terdapat nilai kinerja karyawan (Y) sebesar 17,145 point. Nilai Koesfisien regresi motivasi kerja (X. sebesar 0,479 diartikan apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel komunikasi (X. , maka setiap perubahan 1 unit pada variabel motivasi kerja (X. , akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja karyawan (Y) sebesar 0,479 point Tabel 3. Hasil Uji Regresi Berganda Antara Komunikasi (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Coefficients Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Komunikasi Motivasi Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah 2025 Sig. Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 3 di atas, maka memperoleh persaman regresi Y = 13,926 0,573 X1 0,067 X2. Dari persamaan di atas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 13,926 yang dimana bahwa variabel komunikasi (X. dan motivasi kerja (X. tidak dipertimbangkan atau = 0 maka kinerja karyawan (Y) hanya akan bernilai 13,926 point. Nilai komunikasi (X. sebesar 0,573 yang dimana apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 158 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 variabel motivasi kerja (X. , maka setiap perubahan 1 unit pada variabel komunikasi (X. akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja karyawan (Y) sebesar 0,573 point. Nilai motivasi kerja (X. sebesar 0,067 yang dimana apabila konstanta tetap dan tidak ada perubahan pada variabel komunikasi (X. , maka setiap perubahan 1 unit pada variabel motivasi kerja (X. akan mengakibatkan terjadinya perubahan pada kinerja karyawan (Y) sebesar 0,067 point. Tabel 4. Hasil Pengujian Koefisien Korelasi Sederhana Antara Komunikasi (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Correlations Kinerja Karyawan Kinerja Karyawan Pearson Correlation Sig. - taile. Pearson Correlation Sig. -taile. Komunikasi Komunikasi **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 4 di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,938, yang berpedoman pada tabel 3. 6 dapat disimpulkan nilai tersebut berada pada interval 0,800 Ae 1,000 dapat diartikan kedua variabel antara komunikasi (X. dan kinerja karyawan (Y) memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Tabel 6. Hasil Pengujian Korelasi Berganda Antara Komunikasi (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Model Summary Model Square Change Statistics Std. Error of the Estimate R Square F Change Change df1 Adjusted R Square Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Komunikasi Sig. Change Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 6 di atas, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,939, yang berpedoman pada tabel 3. 6 dapat disimpulkan nilai tersebut berada pada interval 0,800 Ae 1,000 dapat diartikan variabel komunikasi (X. dan motivasi kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 158 -. Progressus Humanitatis e-ISSN 3109-421X Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Tabel 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi Secara Parsial Antara Komunikasi (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) Model Summary Model R Adjusted R Square Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Komunikasi Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 7 di atas memperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,879 maka dapat diartikan bahwa variabel komunikasi (X. berpengaruh terhadap variable. karyawan (Y) sebesar 87,9% sedangkan sisanya sebesar . = 87,9%) = 12,1% dipengaruhi oleh faktor Tabel 8. Hasil Uji Koefisien Determinasi Secara Parsial Antara Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Motivasi Kerja Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 8 di atas memperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,797 maka dapat diartikan bahwa variabel motivasi kerja (X. berpengaruh terhadap variabel kinerja karyawan (Y) sebesar 79,7% sedangkan sisanya sebesar . - 79,7%) = 20,3% dipengaruhi oleh faktor Tabel 9. Hasil Uji Koefisien Determinasi Secara Simultan Antara Komunikasi (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Komunikasi Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 9 di atas memperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0,881 maka dapat diartikan bahwa variabel komunikasi (X. dan motivasi kerja (X. berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 88,1% sedangkan sisanya sebesar . Ae 88,1%) = 11,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 158 -. Progressus Humanitatis e-ISSN 3109-421X Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 Tabel 10. Hasil Uji Hipotesis (Uji . Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Std. Error Sig. (Constan. Komunikasi Motivasi Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 10 di atas diperoleh nilai t hitung sebagai berikut: Uji Hipotesis Parsial untuk Variabel Komunikasi (X. Dari tabel 10 diatas, diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,306 > 2. hal tersebut juga diperkuat dengan nilai p value < sig. 0,05 atau . 000 < 0,. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Komunikasi (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y). Uji Hipotesis Parsial untuk Variabel Motivasi Kerja (X. Dari tabel 10 diatas, diperoleh nilai t hitung < t tabel atau . ,959 < 2. hal tersebut juga diperkuat dengan nilai p value > sig. 0,05 atau . 341> 0,. Dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y). Tabel 11. Hasil Uji F Simutan Antara Komunikasi (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) ANOVAa Sum of Mean Square Sig. Squares 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Karyawan Predictors: (Constan. Motivasi Kerja. Komunikasi Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan pada hasil tabel 11 di atas diperoleh nilai f hitung > f tabel atau . ,441 > 3,. , hal ini juga diperkuat dengan nilai p value < sig 0,05 atau . ,000 < 0,. Dengan demikian maka demikian maka H0 ditolak dan H3 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara Komunikasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Model Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 158 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 PEMBAHASAN Pengaruh Komunikasi (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai persamaan regresi Y= 13. 864 0,655 X1. Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,938 dimana nilai tersebut berada pada interval 0,800 Ae 1,000 yang artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 87,9% sedangkan sisanya 12,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh dengan nilai t hitung > t tabel atau . 360 > 2. Dengan demikian maka H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT Ayara Beauty Indonesia di Kabupaten Bogor. Pengaruh Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai persamaan regresi Y= 17,145 0,479 X2. Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,893 dimana nilai tersebut berada pada interval 0,800 Ae 1,000 yang artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 79,7% sedangkan sisanya 20,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh dengan nilai t hitung > t tabel atau . ,943 > 2. Dengan demikian maka H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT Ayara Beauty Indonesia di Jakarta Selatan. Pengaruh Komunikasi (X. dan Motivasi Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai persamaan regresi Y= 13,926 0,573 X1 0,067 X2. Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,939. Hal ini berarti bahwa variabel Komunikasi (X. dan Motivasi Kerja (X. berpengaruh terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y). Dengan demikian hasil uji koefisien korelasi berganda memiliki hubungan yang Sangat Kuat karena berada pada interval 0,800 Ae 1,000. Nilai determinasi atau kontribusi pengaruhnya sebesar 0,881 atau sebesar 88,1% sedangkan sisanya 11,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Uji hipotesis diperoleh dengan nilai f hitung > f tabel atau . ,441 > 3,. Dengan demikian maka demikian maka H0 ditolak dan H3 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara Komunikasi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT Ayara Beauty Indonesia di Kabupaten Bogor. SIMPULAN Komunikasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai persamaan regresi Y= 13. 864 0,655 X1. Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,938 berada pada interval 0,800 Ae 1,000 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Nilai determinasi sebesar 87,9% sedangkan sisanya 12,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung > t tabel atau . ,306 > 2. dan nilai p value > sig. 0,05 atau . 000 < 0,. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Komunikasi (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Ayara Beauty Indonesia di Kabupaten Bogor. Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai persamaan regresi Y= 17,145 0,479 X2. Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,893 berada pada interval 0,800 Ae 1,000 artinya kedua variabel memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Nilai determinasi sebesar 79,7% sedangkan sisanya 20,3% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung < t tabel atau . ,959 < 2,. dan nilai p value > sig. 0,05 atau . > 0,. Dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis Periode Terbit : April - Juli 2025 . 158 -. Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume : 01. Nomor : 01 . Tahun 2025 pengaruh yang signifikan antara Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Ayara Beauty Indonesia di Kabupaten Bogor. Komunikasi dan Motivasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai persamaan regresi Y= 13,926 0,573 X1 0,067 X2. Nilai koefisien korelasi diperoleh sebesar 0,939 memiliki hubungan yang sangat kuat karena berada pada interval 0,800 Ae 1,000. Nilai determinasi sebesar 88,1% sedangkan sisanya 11,9% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan hasil uji hipotesis diperoleh nilai f hitung > f tabel atau . ,441 > 3,. , dan nilai p value < sig 0,05 atau . ,000 < 0,. Dengan demikian maka demikian maka H_0 ditolak dan H_3 diterima, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara Komunikasi (X. dan Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT Ayara Beauty Indonesia di Kabupaten Bogor. PENGHARGAAN Penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan berharga selama penyusunan penelitian ini. Masukan konstruktif dan motivasi yang diberikan menjadi pondasi penyelesaian penelitian dengan hasil memuaskan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyediaan data dan informasi yang akurat, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan dan memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu DAFTAR PUSTAKA