Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 4 Desember 2018 ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________________________________ MOTIVASI BERBUSANA SYARAAI MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN Cicilia Melinda Program Studi Pendidikan IPS FKIP Universitas Pasir Pengaraian ciciliaakmal@gmail. ABSTRAK Islam mewajibkan perempuan berbusana syarAAi untuk menutup auratnya dari laki-laki yang bukan mahramnya. Busana syarAAi merupakan busana yang wajib dikenakan perempuan yang beragama Islam dengan tujuan menutup aurat dalam berbagai aktivitas. Motivasi dalam memakai busana syarAAi ada yang dari dalam diri sendiri ada juga yang datang dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi berbusana syarAAi mahasiswi di Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan di Universitas Pasir Pengaraian. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah mahasiswi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian. menggunakan busana syarAAi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan accsidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawncara dan Teknik analisis data mencakup pengumpulan data, dan pemaparan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motivasi mahasiswi berbusana syarAAi ada yang memang dari kesdaran sendiri dan ada yang karena berbusana syar AAi merupakan tuntutan dari lingkungan sekitarnya. Kata kunci: motivasi, busana syarAAi PENDAHULUAN Islam adalah agama yang mengatur semua kehidupan manusia, salah satunya adalah berbusana, bagi orang Islam busana yang seharusnya dikenakan adalah busana sesuai syarAAi at Islam . yarAA. Busana syarAAi pakaian yang dipakai semua umat Islam baik itu laki-laki maupun perempuan dalam aktivitas keseharian. busana juga memberikan identitas diri sehingga dapat mempengaruhi tingkah laku si pemakai dan juga dapat mencerminkan emosi pemakainya yang pada saat bersamaan dapat mempengaruhi emosi orang lain. Busana syarAAi bertujuan untuk menutup aurat penggunanya yang tidak boleh dilihat oleh orang lain yang bukan mahramnya artinya lawan jenis. Busana muslim yang dikenakan umat Islam mengacu kepada surat Al Araf ayat 26 yang artinya AuWahai anak cucu adam, sesungguhnya kami telah menyediakan pakaian untuk menutup auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian taqwa itulah yang lebih baikAy. Busana SyarAAi untuk muslimah adalah yang sesuai dengan ajaran Islam, dan pengguna gaun tersebut mencerminkan seorang muslimah yang taat atas ajaran agamanya dalam tata cara berbusana. Busana muslimah bukan hanya sekedar simbol melainkan dengan mengenakannya berarti seseorang perempuan telah mempoklamirkan kepada makhluk Allah akan keyakinan, pandangan terhadap dunia dan jalan hidup yang ia Dimana semua itu berdasarkan pada keyakinan mendalam terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Jadi busana syarAAi . adalah jenis pakaian yang digunakan oleh perempuan Islam untuk menutup auratnya sesuai dengan aturan kehidupan penganut agama Islam dan pengguna pakaian tersebut mencerminkan seorang muslimah yang taat atas ajaran agamanya dalam tata cara berbusana. Dengan demikian busana syarAAi bukanlah hanya pakaian yang dipakai untuk keperluan kegiatan dan acara keagamaan saja seperti sholat hari raya, hajatan dan sebagainya namun busana wajib yang harus dikenakan oleh setiap umat Islam dalam setiap aktivitasnya. Terutama bagi kaum perempuan, istilah busana yang sesuai dengan ajaran Islam adalah busana syarAAi. Busana syarAAi yang pengertiannya sama dengan busana muslim, namun ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi serta mematuhi aturan dan adab berpakaian menurut tinjauan agama Islam seperti: Busana muslimah harus menutup seluruh tubuhnya dari Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 4 Desember 2018 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ pandangan lelaki yang bukan mahramnya, dan janganlah ia membuka untuk lelaki mahramnya kecuali bagian yang menurut kebiasaan yang benar dan pantas. Menutup aurat secara sempurna. Tidak transparan tidak tipis, tidak mempertontonkan lekuk tubuh tidak ketat, tidak berlebihan dan tidak berfungsi sebagai perhiasan, bahan halal, tidak menyerupai pakain laki-laki. Didalam berbusana ada beberpa faktor yang ikut menentukan yaitu faktor kesadaran dan faktor budaya. Faktor kesadaran merupakan faktor yang sangat penting sebagai dorongan yang datang dari dalam diri dan menentukan bagi sesorang yang menjalankan perintah agama. Faktor kebudayaan juga merupakan faktor yang ikut berperan dalam pemakaian busana, dimana dalam masyarkat yang mayoritas Islam, kepribadian perempuan sering dinilai dari caranya berpakaian. sebab tolak ukur masyarakat adalah mereka yang memakai busana syarAAi lebih baik akhlaknya dari pada yang tidak berbusana syarAAi. Menurut Qurais Shihab dalam bukunya wawasan Al-Quran: tafsir Maudhu: I atas berbagai persoalan umat, dari sekian banyak ayat Al Quran yang berbicara tentang busana maka dapat ditemukan beberapa fungsi busana syarAAi yaitu: Menutup aurat. Sebagai perhiasan Sebagai penunjuk identitas. Perlindungan diri. Pakaian sebagai pemandu perilaku. Apabila diperhatikan fenomena yang berkembang dalam kehidupan masyarakat khususnya didunia pendidikan terutama mahasiswa. Mahasiswa adalah seseorang calon sarjana yang dalam keterlibatannya dengan perguruan tinggi yang dididik dan diharapkan untuk menjadi calon-calon intelektual kebanyakan dari mahasiswa berbusana muslim karena sudah ada peraturan dari pihak Berdasarkan fenomena di atas, untuk mengetahui motivasi berbusana muslimah mahasiswa, diperlukan suatu penelitian. Penelitian ini akan dilakukan terhadap mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian yang berjudul: Motivasi berpakaian syarAAi mahasiswa Fakulatas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian. METODE PENELITIAN Metode penelititan merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Adapaun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field reseac. yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi yang diperoleh langsung dari responden dan mengamati secara langsung tugas-tugas yang secara langsung berhubungan dengan prosedur penulis langsung turun ke lapangan untuk mengambil data. Penelitian lapangan juga sering disebut etnografi atau penelitian participant observation. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan fenomena secara akurat yang ditemukan dilapangan selanjutnya dianalisa secara kritis dan dideskripsikan secara naratif. Penelitian deskriptif hanyalah memaparkan hubungan tidak menguji hipotesa atau membuat prediksi. Dengan menggunakan metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta sebagaimana adanya di lapangan. Objek Penelitian Menurut Husein Umar . objek penelitian adalah sebagai berikut Auobjek penelitian menjelaskan tentang apa atau siapa yang menjadi objek penelitian juga dimana dan kapan Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 4 Desember 2018 ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________________________________ penelitian dilakukan, bisa juga ditambah hal-hal yang dianggap perluAy. Objek dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang berbusana syarAAi, yang sedang aktif kuliah di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian tahun 2017. Teknik sampling adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuia dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya. Teknik yang digunakan untuk mengambil sampel adalah teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan seleksi khusus dan accidental sampling yaitu teknik pengambilan sampel didasarkan pada kenyataan bahwa mereka kebetulan muncul. Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian ini tekhnik pengumpulan data yang digunakan yaitu: Wawancara dan Observasi. Peneliti melakukan pengamatan langsung dengan teknik wawancara sehingga tampak jelas aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, universitas Pasir Pengaraian berkaitan dengan penggunaan busana syarAAi . Dokumentasi peneliti mengambil data dari buku-buku yang relevan, kegiatan, data yang relevan dengan penelitian membuat dokumentasi pada saat penelitian. Teknik Analisis Data Data yang dikumpulkan akan bermakna dan berguna dalam menjawab permasalahan penelitian jika diolah dan dianalisis. Teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif Miles dan Huberman . alam Sahid: 2. yang terdiri dari tiga langkah yaitu: Redulasi data . ata reductio. dalam tahap ini peneliti melakukan penelitian dan perumusan penelitian untuk penyederhanaan. Penyajian data . ata displa. peneliti mengembangkan sebuah deskripsi informasi tersusun untuk menarik kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penarikan kesimpulan . onclusing drawing and verificatio. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada pembahasan ini, hasil penelitian tentang motivasi berbusana syarAAi mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian. Hal yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah motivasi instrinstik dan ekstrinstik mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian. Untuk lebih jelasnya hasil penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut: Motivasi Instristik Berbusana SyarAAi Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian. Motivasi instrintik merupakan motif-motif yang menjadi aktif atau fungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melaksanakan sesuatu. Motivasi instrintik merupakan kecenderungan alamiah untuk mencari dan menerima tantangan seperti mengejar keinginan pribadi dan mempertinggi atau melatih Menurut Syaiful Bahri . motivasi intrinsik yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak memerlukan rangsangan dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidkan. Universits Pasir Pengaraian diketahui bahwa, pada umumnya sudah memahami tentang busana syarAAi, hal ini terlihat dengan gaya berbusana yang ditampilkan sesuai dengan syarAAi at Islam seperti: jilbab lebar sampai menutupi seluruh tubuh, berbahan dasar tebal, tidak berwarna terang, serta tingkah laku yang ditampilkan sesuai dengan SyarAAiat Islam. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 4 Desember 2018 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ membuktikan bahwa mereka memakai busana syarAAi karena keinginan sendiri. Hal ini sesuai dengan pernyataan AuYAy:Ausaya memakai pakaian ini karena agar selamat dari hal-hal yang bersifat negative, menjaga harkat dan martabat wanita, berhijab juga menyelamatkan perempuan di dunia dan akhiratAy Berdasarkan pernyataan informan diatas, dapat dipahami bahwa dia berbusana syarAAi atas kemauan sendiri karena mengikuti perintah agama tanpa adanya paksaan dari orang lain. Motivasi muncul dari dalam diri individu, karena memang individu mempunyai kesadaran untuk berbuat dan beribadah kepada Allah karena menutup aurat adalah kewajiban manusia terutama perempuan. Kesadaran akan perintah Allah, akan menetapkan hati perempuan untuk selalu memakai busana syarAAi, seperti yang disampaikan oleh AuFSAy: Ausaya berpakaian muslimah karena fitrahnya perempuan berbusana sesuai syarAAi at Islam, perempuan akan terlihat anggun dan memiliki jati diri, saya berbusana syarAAi bukan karena ingin dipandang orang lain tetapi untuk menjadi lebih baik, dan dengan memakai pakaian syarAAi akhlakpun menjadi lebih baik. Ay Pernyataan AuFSAy diatas menyatakan bahwa dia memakai busana syarAAi karena adanya niat yang timbul dari dalam diri sebagai bentuk kesadaran hamba Allah yang taat kepada aturanya. Kesadaran dan ketaatan yang membawa busana syarAAi menjadi bagian hidupnya yang harus selalu dipenuhi, sehingga dengan sendirinya busana syarAAi akan selalu melekat dalam keseharian dan menjadikan akhlaknya lebih baik juga. Semua orang bisa bangkit dan berkembang selama ada kemauan yang kuat dari dirinya dan kesadaran yang mendalam timbul dari hatinya, begitu juga dengan berbusana syarAAi, seseorang tidak akan memakai busana syarAAi dengan baik dan benar apabila tidak ada kesadaran dalam diri individu, sampai kapanpun juga mereka tidak akan dapat memakai busana syarAAi seperti yang disampaikan AuPAy: Ausaya berbusana muslimah karena memang keinginan sendiri untuk menjaga diri dari api neraka dan dari penyakit masyarakat yang sering ditimbulkan karena perempuan tidak menutup auratnyaAy Berdasarkan pernyataan informan diatas, dapat dipahami bahwa dia memakai busana syarAAi karena adanya dorongan dari dalam diri, berupa niat yang tulus dan ikhlas untuk menjaga diri dari api neraka. sehingga dengan sendirinya akan selalu memakai busana syarAAi tanpa adanya paksaan dari orang lain dan akan bertahan sampai kapanpun, karena busana syarAAi sudah melekat dalam dirinya. Pakaian syarAAi merupakan pakain sehari, seperti yang disampaikan oleh AuTAy bahwa: Ausaya sehari-hari memang seperti ini pakaianya karena sesuai dengan perintah agama yaitu anak perempuan yang sudah baligh diwajibkan berhijab dan bila tidak maka balasannya adalah api neraka dan seperti kita ketahui pakaian juga ladang ibadah dan bisa juga jadi ladang dosa bagi seorang ayah yang anak perempuannya tidak berhijabAy Berdasarkan pendapat AuTAy di atas, dapat dipahami bahwa dia memakai busana busana syarAAi sebagai bentuk ketaatanya kepada Allah sebagai perempuan yang sudah baligh, dengan menjalankan perintah Allah dapat menjadikan perbuatan itu sebagai ibadah baik bagi dirinya maupun bagi ayahnya. Motivasi instrinstik sangat erat kaitannya dengan motivasi beragama, diantaranya adalah motivasi yang timbul karena didorong oleh keinginan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah seperti yang disampaikan oleh AuLAy: Auberbusana sesuai syarAAi at Islam itu kewajiban bagi setiap muslimah dan merupakan identitas perempuan muslim dan muslimah akan lebih terjaga dengan menggunakan busana yang telah di atur agamaAy. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 4 Desember 2018 ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________________________________ Pernyataan informan di atas menegaskan bahwa dia memakai busana muslimah, karena berbusana syarAoi menjamin diri dari hal-hal yang membahayakan perempuan dan merupakan peraturan dalam agama Islam Motivasi instristik beragama yang tinggi juga dapat didorong oleh keinginan untuk mendapatkan kesejahteraan dan kebahagian hidup, dimana dengan menjalankan perintah agama, akan memberikan pengaruh yang baik dalam kehidupannya, seperti kesejahteraan dan Begitu juga dengan memakai busana syarAAi, sebagaimana disampaikan oleh AuYRAo bahwa: Ausejak saya berpakai sesuai dengan jaran agama saya karana merupakan bentuk ketaatan dan dapat memuliakan diri kita sebagai muslimah dan akhlak kita pun terjaga sehingga kita merasa lebih bahagia, dan saya juga merasa terlindungi dari sinar matahari, rezeki juga semakin lancar. Berdasarkan pendapat diatas dapat dipahami bahwa berbusana syarAAI, selain kewajiban juga memberikan manfaat yang banyak bagi yang memakainya, disamping mendapatkan pahala karena akhlak yang lebih baik juga menjaga diri dari bentuk bentuk kejahatan asusila Kesadaran diri sebagai perempuan yang beriman dan muslimah, dari kesadaran akan fungsi dari busana syarAAi tersebut maka akan timbul niat untuk selalu memakai busana syarAAi, sebagaimana yang disampaikan oleh L Auberbusana sesuai ajaran Islam kan ibadah, lebih mulia, terhormat, jadi kita ikuti saja sesuai aturan yang berlaku. Ay Berdasarkan pendapat AuLAy diatas dapat dipahami tujuan utama memakai busana syarAAi adalah sebagai bentuk ketaatan yang menjadikan ibadah bagi yang melakukannya karena telah melakukan salah satu perintah Allah yaitu menutup aurat sesuai dengan yang disyarAAiatkan agama Islam yaitu memakai busana sesuai syarAAiat . yarAA. Motivasi instrintik apabila dilihat dari teori jenjang kebutuhan maslow yang menyatakan bahwa apabila suatu kebutuhan mencapai puncaknya kebutuhan itu akan menjadi motivasi utama perilaku, seperti yang disampaikan oleh AuFAy bahwa: saya memakai busana syarAAi karena merasa nyaman dan percaya diri serta terlihat lebih anggun. Pernyataan AuFAy di atas menegaskan bahwa dia menjadikan busana syarAAi sebagai bagian dari kehidupannya, sesuatu yang sudah menjadi kebutuhan dalam hidupnya, yaitu perasaan maka secara tidak langsung akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang Berdasarkan wawancara dan observasi yang telah penulis lakukan, maka dapat dipahami bahwa, dalam berbusana syarAAi mahasiswi FKIP UPP timbul dari kesadaran diri sendiri dalam mematuhi perintah Allah. Motivasi Ekstrinstik Berbusana SyarAAi Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian. Motivasi ekstrinstik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya rangsangan dari luar atau dorongan yang bersumber dari luar diri individu, berupa suatu kondisi yang mengharuskan seseorang melaksanakan perilaku secara maksimal karena adanya pujian, hukuman, aturan dan sebagainya. Motivasi ini adapula yang menyebutkannya insentif dan Hal-hal yang menimbulkan motivasi ekstrinstik yaitu ganjaran, hukuman, adanya persaingan atau kompetisi. Selain itu motivasi ekstrinstik di dorong oleh faktor-faktor tertentu untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dilihat dan diketahui dari lingkungan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dapat diketahui bahwa, beberapa mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian, mereka memakai busana syarAAi karena adanya faktor yang mendorong mereka untuk berbusana syarAAi, diantaranya karena adanya dorongan dari luar diri. Sebagaimana yang disampaikan oleh AuRAy. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 4 Desember 2018 ____________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ bahwa menurutnya pakaian syarAAi kalau dipakai terlihat lebih menarik, dan nyaman serta percaya diri dalam memakainya juga karena ayahnya selalu mendorong untuk berpakaian syarAAi, sebab bila anaknya tidak menutup aurat maka ayahnya lah yang akan mendapatkan dosanyaAy. Berdasarkan pendapat AuRAy diatas dapat dipahami bahwa, dorongan yang datang dari luar diri seperti orang tua, sangat memberikan pengaruh yang besar, adanya pengaruh orang tua yang dominan menyebabkan secara tidak langsung mahasiswi memakaian pakaian syarAAi . Motivasi ekstrintik sangat erat kaitannya dengan motivasi beragama yang rendah, karena dengan motivasi beragama yang rendah terdapat faktor yang mendorong mereka berbuat atau berperilaku yang datang dari luar dirinya, diantaranya adalah motivasi yang timbul karena di dorong oleh perasaan ingin dipuji atau riya, seperti yang disampaikan oleh AuEAy, bahwa: Ausaya memakai pakaian syarAAi karena yang tertutup lebih terjaga dan lebih terhormat dalam pandangan orang lain, ketika memakai pakaian syarAAi banyak orang yang segan kepada sayaAy Pernyataan AuEAy di atas menegaskan bahwa, dia berbusana syarAAi karena ingin disegani dari orang lain, maka akan membantu mendorong semangatnya dalam berbusana syarAAi. Dengan adanya pandangan orang lain terhadap seseorang, maka seseorang akan merasa tersanjung dengan demikian tujuan utama dirinya dalam memakai busana syarAAi adalah untuk mengharapakan rasa hormat dari lingkungan, yang semakin membuatnya semakin bahagia. Motivasi ekstrinstik beragama yang rendah juga ditemukan karena adanya sifat gengsi atau prestiso seperti yang disampaikan oleh AuLAy: bahwa saya berbusana syarAAi agar terlihat lebih sopan, anggun dan mewah, juga enak dipandang mata, dan arena badan saya kecil kalau memakai baju yang longgar akan terlihat lebih besar badannya Au Berdasarkan pendapat AuLAy diatas dapat dipahami bahwa, dia berbusana syarAAi untuk terlihat mewah dimata orang lain dan untuk menutupi kekurangan fisiknya. Selanjutnya, motivasi ekstrinstik beragama yang rendah juga disebabkan karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan sesuatu, seorang atau mengharapkan imbalan dari pekerjaanya itu, seperti yang disampaikan oleh AuJAy: Ausaya berbusana sesuai ajaran Islam karena semua orang yang berpakaian syarAAi pasti ikut organisasi di kampus dan diikut sertakan dalam berbagai kegiatanAy. Pernyataan AuJAy di atas mengaskan bahwa, dia memakai busana syarAAi karena ingin mendekatkan diri dengan lingkunganya, untuk mengahrapakan keikutsertaan dalam interaksi social di lingkungan kampus, dimana hal ini menambah semangatnya untuk memakai busana syarAAi, anggapannya tujuan utama kuliah adalah untuk mendapatkan teman yang banyak dan Berdasarkan wawancara dan observasi yang telah penulis lakukan, maka dapat dipahami bahwa mahasiswi yang memakai busana syarAAi ke kampus tidak semua didasari akan kesadaran sendiri, tetapi karena adanya dorongan atau pengaruh yang datang dari luar diri individu, diantaranya adanya pengaruh dari teman-teman sekampus, dorongan dari orang tua, dan lingkungan dan demi mengharapkan pujian atau takut karena adanya hukuman serta untuk mengikuti trend yang sedang berkembang di kampus. Hal ini juga dapat dilihat dari gaya berbusana yang ditampilkan mahasiswi yaitu pakaian yang hanya untuk mendaptkan perhatian dan imblan dari lingkungannya. Dorongan dan pengaruh dari luar dirilah yang membuat mahasiswi mau untuk memakai busana syarAAi ke kampus. Meskipun demikian dengan dorongan tersebut lama kelamaan mereka mulai merasakan nyamannya memakai busana syarAAi yang merupakan kewajiban bagi setiap diri wanita muslimah. Lentera ISSN: 2548-835X, e ISSN: 2548-7663 Jurnal Ilmiah Sains. Teknologi. Ekonomi. Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 4 Desember 2018 ______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________ ______________________________________________________________________________________________________ PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang motivasi berbusana syarAAi mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Motivasi instrinstik mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian memakai busana SyarAAi adalah, adanya kesadaran dan keinginan sendiri, adanya dorongan dari dalam diri diri untuk selalu menjalani perintah Allah, keinginan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, keinginan untuk mendapatkan kesejahteraan dan kebahagian hidup, adanya dorongan yang kuat dalam diri untuk selalu menutup aura, menjadikan busana muslim bagian dari kehidupan Motivasi ekstrinstik berbusana syarAAi mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian yaitu, dorongan yang datang dari luar diri berupa pengaruh dari teman-teman sekampus, dorongan dari orang rua, lingkungan, perasaan ingin dipuji atau riya, adanya sifat sifat gengsi dan mendapatkan imbalan, dengan dorongan tersebut membuat mahasiswa mau untuk memakai busana syarAAi ke Saran Bagi mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Pasir Pengaraian, hendaknya memiliki motivasi yang baik dalam menggunakan busana syarAAi, salah satu motivasinya adalah dari kesadaran diri sendiri, bukan karena mengikuti aturan kampus atau mengikuti trend fashion semata. Untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan hendaknya memiliki peraturan sesuai tentang busana yang dipakai mahasiswa di lingkungan kampus. DAFTAR PUSTAKA